Selasa, 31 Juli 2018

Puluhan Rumah Warga Nyaris Ditelan Air Lakitan

kepala desa paduraksa Majni sedang menunjuk tanah yg akan terbawak air


MUSI RAWAS,SM - Puluhan tahun lebih warga dan masyarakat Dusun 1 Desa Paduraksa Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura),dalam rasa ketakutan dan ke kwatiran.

Pasalnya aliran air sunggai lakitan yang mengalir di Desa Paduraksa nyaris menelan puluhan rumah masyarakat Desa Paduraksa.

Menurut Kepala Desa (Kades) Desa Paduraksa Majni (31/7) puluhan tahun rasa ketakutan dan ke kwatiran masyarakat ini menjadi PR bagi saya selaku Kades.

Namun karena telah menjadi tangung jawab dan resiko bagi saya sebangai kades,berbagai macan cara sudah di lakukan.

" Baik pengajuan profosal pembangunan bronjong dalam musrembang tingkat Kecamatan,Kabupaten sampai sat ini belum terealisasi juga," Kata Kades.

Di tambah orang nomor satu di Desa Paduraksa Majni,yang lebih menyedikan lagi pada tahun 87 yang lalu rumah orang tua saya raib di telan air sungai lakitan.

Sehingga sewaktu itu saya masih menjadi pengurus masjid ,bergegas mencari lokasi pembangunan masjid yang baru.

" Syukur Alhamdulillah di tahun 2007 lokasi untuk masjid ada dan terealisasi pembangunanya pada tahun 2008," tambah Majni.

Majni Kades Padu Raksa menjelaskan bukan rumah orang tua saya saja yang raib namun puluhan tanah warga pun sedikit demi sedikit raib hanyut juga.

Karena kondisi ini yang menjadi beban pikiran saya selaku Kades untuk membangunkan bronjong keamanan bagi rumah masyarakat.

Di tahun masa jabatan saya selaku kades menghitung berapa dana anggaran yang akan di habiskan untuk membuat bangunan bronjong tersebut.

Akan tetapi setelah di hitung-hitung Angaran Dana Desa (ADD) tidak cukup untuk membangun sepanjang 400 meter persegi dengan kedalaman 10 meter itu.

" Maka dari itu saya selaku Pemerintah Desa sangat berharap baik Pemerintah Kecamatan ,Kabupaten dapat mengulurkan tangan membantu memecahkan persoalan rasa takut dan kwatiran masyarakat karena air sungai lakitan,"jelas Kades.

Hal senada dikeluhkan sala satu warga dan masyarakat Desa Paduraksa Suryanto (35) kepada awak media hari ini,kondisi seperti ini telah lama kami rasakan dan berulang kali kami memintah kepada Kades untuk membangun bronjong.

" Sebab kalau musin hujan dan arus air sungai lakitan naik rasa takut dan kwatir selalu saja datang ,karena air sungai lakitan itu menabrak tanah kami lalu mengalir ke hilir ," kelunya.

Selain dari pada itu juga kades berulang kali menghimbau agar kami segera pindah ke tanah lain agar tidak di tepian sungai lagi.

Di soalkan kami masyarakat tidak memiliki lahan tanah untuk di bangun rumah baru maka kami masih tetap bertahan ,meskipun dalam keadaan seperti ini.

" Kami masyarakat desa paduraksa berharap kepada pemerintah kecamatan dan kabupaten dapat membangun bronjong di desa kami,"pintaknya.

Sementara itu Camat STL Ulu Terawas Safarudin Husein membenarkan kalau keluhan dan ajuan masyarakat terkait hal itu sudah pernah saya lihat dan di rapatkan.

Akan tetapi untuk realisasi pembangunanya itu pemerintah daerah la yang menentukan walaupun Desa Paduraksa itu masi dusun nenek Bupati.

Dengan sedemikian saya juga selaku Pemerintah Kecamatan juga sangat berharap sekali hal itu terlaksana di tahun 2019 mendatang.

" Sebab itu menyangkut keselamatan orang banyak bukan untuk kepentingan pribadi,"ucap camat.(zul)
Share:

Kades Bantah Ikut Andil Dalam Proyek Siluman

Rudi Setia

MUSI RAWAS,SM - Terkait telah di terbitnya berita proyek jalan usaha tani di dusun bandung raya Desa Sukayara Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas oleh pihak media sinar muratara kemarin.

Dengan dugaan pekerjaan jalan setapak usaha tani tersebut proyek siluman,Pemerintah Desa Sukaraya Rudia Setia saat di konfermasi hair ini (31/7) membantah jikalau dalam pekerjaan jalan usaha tani pihak Desa ikut andil untuk mengelolahnya.

Karena itu di ajukan oleh pihak kelompok tani ya otomatis kelompok tanilah yang mengerjakannya.

" Namun saya tidak tau ,apabilah dalam pelaksanaan pekerjaan jalan usaha tani tersebut ada pihak lain,"kata kades.

Rudi Setia orang nomor satu di Desa Sukaraya juga menambahkan semenjak pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan setapak usaha tani itu.

Saya tidak tau sebab pihak pelaksana juga tidak pernah berkomunikasi dengannya.

" Dalam pelaksanaan jalan usaha tani ,dikarenakan itu untuk kepentingan masyarakat dalam berusaha pertanian ya saya juga Now Problem asalkan pekerjaannya bagus," ucap kades.

Sementara itu di duga pihak pelaksana poli menjelaskan saat di konfermasi melalui ponselnya 081368XXXXXX bahwa pekerjaan jalan usaha tani yang berada di dusun bandung raya Desa Sukaraya bukan miliknya.

" Akan tetapi di kerjakan oleh kelompok tani ,saya hanya membantu saja tidak ikut andil dalam pelaksanaan jalan tersebut,"Jelasnya singkat.(zul)
Share:

Jemaah KBIH LLG Mura Ziarah ke Jabal Rahma, Qurban, Arofah, Musdalifah, Mina, dan Jabal Nur


Mekkah-Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Lubuklinggau dibawah bimbingan KBIH Linggau Mura, kemarin (30/7) melakukan kegiatan ziarah ke Jabal Rahma, Jabal Qurban, Arofah, Musdalifah, Mina dan Jabal Nur. Ziarah ini merupakan kegiatan rutin dari KBIH linggau-Mura sebagai bentuk dari pelayanan terhadap JCH dibawah bimbingan KBIH. Rombongan berangkat dari Wafa Al Ehsan Hotel sekitar pukul 06.31 wib menuju jabal Qurban. Perjalanan dari hotel menuju Jabal Qurban sekitar 20 menit. Di jabal qurban jemaah melihat langsung pemotongan hewan. Setelah ke Jabal Qurban, ziarah dilanjutkan ke Jabal Rahma. Di jabal rahma sekitar satu jam di isi dengan kegiatan berdoa masing-masing yang dilakukan jemaah haji. Perjalanan dilanjutkan ke arofah, musdalifah, Mina dan Jabal Nur.


"Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan KBIH Linggau-Mura, selama di Madinah dan Makkah. Dan merupakan bentuk pelayanan kepada JCH dibawah bimbingan KBIH Linggau-Mura,"kata Ketua KBIH Linggau-Mura, H Lutfi Ishak, kemarin.

Dikatakannya ziarah ini menggunakan lima bus. Setiap rombongan terdiri dari satu bus. Artinya kalau memakai lima bus ada lima rombongan.

"Ada lima rombongan menggunakan lima bus,"ungkapnya.

Dikatakannya di Jabal Qurban jemaaah melihat sendiri pemotongan hewan dam. Sedangkan untuk di Jabal Rahma, jemaah berdoa masing-masing.

"Kemudian ziarah dilanjutkan ke arofah, musdalifah, mina dan jabal nur,"pungkasnya. (MJ)
Share:

Diduga Proyek Siluman, Tanpa Plang Nama


MUSI RAWAS,SM - Proyek pembangunan jalan setapak menujuh ke persawahan warga Dusun Bandung Raya Desa Sukaraya Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten  Musi Rawas.

Pembangunan jalan setapak tersebut diduga proyek siluman dari Dinas Pertanian Kabupaten Mura.

Menurut Kepala Dusun (Kadus) Dusun Bandung Raya Desa Sukaraya Ruslan (29/7) semenjak di mulainya kegiatan pekerjaan dan pembangunan jalan setapak ke persawahan warga.

Memang untuk papan informasi volume proyek pembangunan itu tidak ada,hingga sampai saat ini.

Sedangkan sepengetahauannya proyek pembangunan tersebut bersumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Mura.

" Melalui ketua kelompok tani Desa dengan cara swakelola,namun sangat di sayangkan ketua kelompok tani juga tidak tau berapa jumlah volume pembangunan proyek tersebut,"Kata Ruslan.

Ruslan memintah kepada Dinas instansi terkait dapat menegur pihak pelaksana pembangunan jalan setapak tersebut.

" Karena memingat bangunan jalan setapak itu di pergunakan untuk kepentingan masyarakat dalam bertani," Pintak Ruslan.

Sementara itu saat di konfermasi awak media kepada sala satu pekerja pembangunan jalan setapak tersebut yang engan nama di sebutkan inisial DD juga membenarkan semenjak di bangun kami tidak tau menau soal volume bangunan.

Kami selaku pekerja kuli bangunan hanya tau printah dari pelaksana untuk membangun jalan setapak ini.

Mulai dari hari pertama bekerja kami hanya tau volume panjang bangunan 400 Meter persegi saja.

Di sebab kami sudah hampir tiga minggu bekerja bangunan jalan setapak sudah selesai 100% (persentase) hanya saja dari 400 meter terealisasi 361 meter .

" Namun sisa dari 361 Meter tersebut saat ini belum tau mau di bangun dimana pagi,"terangnya.

Di tambahnya juga selama kami bekerja semua buru harian di upah sebesar Rp 58.000 perhari itupun masi kotor belum bersih.

" Masi ada potongan lagi untuk membeli rokok sebesar Rp 14.000 perhari,di karenakan demi untuk kemajuan Desa sendiri mau tidak mau kami menerimah upah seperti itu,"keluhnya.(Zul)
Share:

Senin, 30 Juli 2018

Pembagian Dana PKH Berkah Bagi Penjual Makanan


MURATARA- Pembagian dana Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) rupanya menjadi berkah bagi sejumlah pedagang makanan yang berada disekitar tempat pengambilan uang pencairan tersebut. Hal ini terlihat dari bentaknya gerombolan masyarakat yang berbondong-bondong datang ke warung untuk sekedar minum bahkan makan.

Meri (39) salah satu penjual makanan siap saji serba sepuluh ribu menuturkan jika selama beberapa hari ini dagangan yang dijualnya laku keras dan hasil yang lebih dari hari biasanya. "Alhamdulillah beberapa hari terakhir dagangan saya yakni nasi serba sepuluh laris manis, pembeli datang dari masyarakat yang sedang antri mengambil dana PKH di salah satu bank yang berada disebelah warung saya," tuturnya

Membludaknya pembeli diwarungnya sekitar satu Minggu terakhir, sehingga dirinya pun harus menyiapkan stok makanan yang dijual demi memenuhi pelanggan dadakannya tersebut. "Biasanya sehari hanya 4 kg untuk ikan dan ayam, namun sekarang 6 kg. Untuk nasi biasanya 10 kg dalam s hari, namun sekarang mencapai 15 kg, dan untuk hari ini nasi sudah habis 20kg," katanya.

Dirinya bersyukur dengan apa yang didapat sekarang dan berharap dagangan yang jualnya bisa terus habis untuk kedepannya walau warga yang antri untuk mengambil dana PKH tidak ada lagi. "Alhamdulillah ini rezeki dari Allah, dan semoga saja dagangan saya tetap ramai walaupun nanti pembagian dana PKH ini Saudah selesai," harapnya.

Hal senada juga dikatakan Paw (27) pedagang buah kepala atau dogang muda yang dagangannya juga laku keras semenjak beberapa hari terakhir. "Alhamdulillah beberapa hari ini jualan saya banyak pembeli yang datang dari warga yang sedang antri mengambil dana PKH," kata ibu satu anak tersebut.

Ia melanjutkan, kelapa muda yang dijualnya tersebut biasanya hanya habis sekitar 10 sampai 15 buah saja dalam sehari. Namun beberapa hari tersebut bisa menghabiskan 25 sampai 30 buah kelapa muda dalam sehari.

"Biasanya hanya habis 10 buah saja, dan 15 buah sudah bisa dibilang ramai. Namun beberapa hari terakhir saya sangat bersyukur karena bisa menghabiskan kelapa muda sebanyak 25 sampai 30 buah," pungkasnya (MJ)
Share:

Kemenag Muratara Berangkatkan 138 Jemaah Haji


Kemenag Muratara H Ikhsan Baijuri

MURATARA, - Pemerintah kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Kementrian Agama (Kemenag) berangkatkan sebanyak 138 jamaah haji dari Bumi Berselang Seru dingan.


Kepala kemenag kabupaten Muratara H Ikhsan Baijuri Asir mengatakan, keberangkatan jamaah haji tahun ini merupakan yang ketigah kali oleh kabupaten Muratara sejak pemekaran beberapa tahun yang lalu.


"Jumalah keseluruhan jamaah haji kabupayen Muratara berjumlah 139 orang, namun di karenakan salah satunya mengundurkan diri yang belum di ketahui alasannya, maka yang di berangkatkan sebanyakan 138 orang jamaah haji dari Bumi Berselang serundingan."ungkap ia.


Lanjut pak Ikhsan Baijuri, jauh dari sebwlum keberangkatan jamaah haji dari kabupaten Muratara sudah di bekali, seperti kegiatan manasik haji dan pihak ia sudah menyampaikan apa-apa yang akan di persiapkan oleh para calon jamaah haji.


"Kita kloter 11 gelombang ke 2, sepanjang mereka bisa taat pada peraturan seperti patuh terhadap pimpinan dalam hal ini yaitu ketua kloter atau pembimbing ibadah haji insyaallah mereka mudah-mudahan selamat sampai tujuan dan mendapatkan haji yang mabrur."harap ia.



Sementara salah satu tokoh Masyarakat kabupaten Muratara Rozali Syawal mengatakan, ia afresiasi kepada pemeri tah kabupaten Muratara yang mana pemkab sudah memberangkatkan jamaah haji dari kabupaten Muratara sendiri.


"Jadi masyarakat kabupaten Muratara jika ingin melakukan pendaftaran ibadah haji tidak repot lagi seperti di tahun-tahun sebelumnya harus daftar di kabupaten tetangga."ungkap ia


Sambung Rozali, ia selalu berharapa dan berdoa agar jamaah haji dari kabupaten Muratara selalu di berikan kesegatan, keselamatan, umur panjang dan kembali ke tanah suci dengan haji yang mabrur."pungkasnya (MJ)
Share:

Minggu, 29 Juli 2018

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat AtasUlta Bupati Mura







MUSI RAWAS,- Ada peristiwa yang menarik dan surprise bagi Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan ketika mengikuti Jalan Sehat Sahabat Rakyat Indonesia untuk Asian Games 2018   Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Kota Makassar di Provinsi Sulawesi.  Minggu 29 Juli 2018

Dimana ketika rombongan Presiden Jokowi dan rombongan sampai fini di Lapangan Karabosi dan memulai acara resmi, pembawa acara membacakan nama kepala daerah yang hadir satu persatu, tiba giliran nama Bupati Musi Rawas, pembawa acara mengucapkan selamat ulang tahun ke 54 tahun yang didengarkan langsung oleh Presiden Jokowi, Ibu Iriana dan undangan serta ratusan ribu peserta yang hadir.

Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan merasa terharu dan berbangga ketika pembawa acara dihadapan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta undangan lainnya dan masyarakat makasar mengucapkan selamat ulang tahun da dirinya.

Jalan sehat ini diikuti ratusan ribu peserta dan menempuh jarak sekitar 4 kilometer yang dimulai dari depan Rumah Jabatan Gubernur kemudian melewati Jalan Haji Bau sampai ke Jalan Penghibur lalu ke Jalan Ribura'ne hingga finish di Lapangan Karebosi.

Suasana yang gembira dan keceriaan terlihat dari seluruh peserta. Bupati Mura diberikan ucapan selamat dan berkesempatan berphoto dengan Presiden Jokowi,  Selfie atau swaphoto dengan Ibu Iriana Jokowi dan Walikota Makasar.

Bupati Hendra juga tampak Akrab dan photo bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Banteang yang juga Gubernur Terpilih Sulawesi Selatan, Tokoh Muda PDIP, Maruar Sirait, dan tokoh nasional lainnya.

Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan tiba di Rumah Jabatan Gubernur pada pukul 06.00 WITA dan  langsung menuju gate start untuk menyapa peserta jalan sehat tersebut.

Pukul 06.27 WITA, Presiden mengibarkan bendera start tanda dimulainya Jalan Sehat Sahabat Rakyat Indonesia untuk Asian Games 2018.

Ketika mengikuti jalan sehat, tampak Presiden dan Ibu Iriana didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Sosial Idrus Marham, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono,  Wali Kota Makassar Mohammad Ramdan Pomanto dan kepala daerah lainnya.

Tiba di Lapangan Karebosi Kota Makassar yang juga merupakan lokasi finish jalan sehat pada pukul 07.15 WITA, Presiden menyapa peserta jalan sehat dan juga warga yang telah memadati lapangan.

Sebelum meniggalkan lokasi acara, Presiden dan Ibu Iriana menarik doorprise yang berhadiah Rumah dan Mobil.(zul)
Share:

Plavon KUA Karang Dapo Rusak Parah




KARANG DAPO - Plavon Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara mengalami rusak parah. Untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan, kini plavon itu disanggah oleh kayu.

Kepala KUA Karang Dapo, Jhony Hardi, S.Ag melalui salah satu stafnya, Yudi saat ditemui diruang kerjanya Kamis (26/7) membenarkan kerusakan itu. Diakuinya, kerusakan itu sudah cukup lama terjadi.

"Kerusakan plavon di kantor KUA ini memang sudah lama terjadi. Sekitar tiga tahun lebih. Hingga kini belum ada perbaikan" ujarnya.

Akibat belum ada perbaikan, sementara kondisi plavon itu kian parah. Terpaksa pada Selasa (24/7) plavon itu diturunkan. Mengingat jika tidak segera diambil tindakan akan membahayakan.

"Kami terpaksa menurunkan plavon itu. Sebab kami rasa jika dibiarkan terus akan membahayakan para staf yang berkantor disini" sambungnya.

Sementara, pada plavon yang belum diturunkan, saat ini terpaksa ditunjang dengan menggunakan kayu maupun bambu untuk memperkokoh agar plavon itu tidak jatuh.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Muratara, H. Ikhsan Baijuri melalui Kassubag, Sashadiman Ralibi, S.Ag saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.

"Memang benar itu, kami dari Kemenag Muratara sudah meninjau langsung ke KUA Karang Dapo. Kami sudah meminta untuk segera membuat berita acaranya" jelas Sashadiman Ralibi.

Sashadiman mengungkapkan, pihak Kemenag Muratara sudah mengusulkan untuk perbaikan tersebut. Bahkan jika ditotal sudah tiga kali pihaknya mengusulkan.

"Sudah tiga kali kami mengusulkannya, namun memang belum ada realisasi. Menurut informasi yang kami terima, memang belum ada anggaran untuk memperbaiki itu" jelasnya.

Namun ia menyakinkan, KUA Karang Dapo akan mendapatkan rehab total pada tahun depan. "Minggu - minggu ini Kankemenag Muratara akan meninjau ulang ke lokasi" tukasnya. (ZAZI/YS)

Share:

Lestarikan Budaya Kades Pasenan Ajak Masyarakat Gotong Royong



MUSI RAWAS,SM - Guna melestarikan sifat dan budaya kebersamaan Pemerintah Desa Pasenan Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Mengadakan kegiatan gotong - royong dengan mengajak masyarakat menebas sepanjang 7 (tujuh) Kilo Meter (KM) tepian jalan masuk Desa.

Kepala Desa (Kades) Desa Pasenan Zaynubi (29/7) mengatakan bahwa dengan adanya intruksi dari Bapak Bupati Kabupaten Mura agar membudayakan sifat dan budaya gotong-royong.

Maka dari itu selaku Kades Desa Pasenan saya mengajak masyarakat adakan kegiatan gotong - royong menebas dan membersihkan tepian jalan masuk kedesa mengunakan parang.

" Mulai dari awal tepian badan jalan masuk kedesa sampai kedalam desa sepanjang 7 KM ," Kata Kades.

Orang nomor satu di Desa Pasenan Zaynubi menerangkan karena sangat susah untuk mengajak masyarakat mengadakan kegiatan gotong royong yang di adakan setahun sekali.

Oleh sebab itu sebelum pelaksanaan kegiatan di mulai saya selaku Kades memerintahkan prangkat desa untuk memukul canang (gong) himbauan.

" Supaya esok hari dapat berkumpul di kediamannya guna mengadakan gotong - royong menebas tepian jalan," terang kades.

Zaynubi menjelaskan setelah masyarakat kumpul semua pada pukul 07:00 wib saya ajak sarapan pagi sebelum melaksanakan rutinitas kegiatan gotong - royong tersebut.

" Syukur Alhamdulillah baru beberapa menit kegiatan gotong - royong turut hadir sala satu kandidat Bakal Calon (Balon) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura dari Partai Gerindra no urut 1 Muhamat Guntur yang di beritau semalan bahwa kami akan ada kegiatan gotong - royong,"jelas kades.

Balon Anggota DPRD Kabupaten Mura Muhamat Guntur dari Partai Gerindra mengucapkan ribuan terimakasih kepada Kades dan masyarakat Desa Pasenan yang telah Mengajak dalam kegiatan gotong - royong pembersihan jalan masuk desa.

Saya sangat berharap kedepan nanti kebudayaan dan sifat gotong - royong tidak sirna dari masyarakat oleh kemajuan zaman hingga teknologi.

" Sebab untuk mengajak masyarakat melakukan kegiatan gotong - royong itu tidak muda apalagi di zaman sekarang ini ," ucap Guntur.

Sala satu masyarakat Desa Pasenan Andre menutur kami masayarakat sangat bersyukur kegiatan gotong - royong di adakan kembali,apalagi untuk menebas tepian jalan.

Karena askes jalan masuk Desa kami sangat semeraut sekali,jika kendaraan melintas di kwatirkan akan terjadi kecelakaan.

" Kami masyarakat sangat berterimakasih kepada Kades dan sala satu Balon DPRD dapat hadir dalam kegiatan gotong - royong," tuturnya.(zul)
Share:

Siap Dukung Suksesnya Asean Games BPBD Muratara Siaga Antisipasi Bencana




MUARA RUPIT- Jelang digelarnya pesta olahraga Asean Games berbagai persiapan sudah dilakukan, demi suksesnya pesta olahraga se Asia itu. Jakarta - Palembang yang menjadi tuan rumah perhelatan itu sudah mempersiapkan segala hal, tidak hanya venue, tapi juga berbagai antisipasi selama berlangsungnya Asean Games.

Begitu juga dengan Kabupaten Muratara, kabupaten DOB termuda di Sumsel ini siap mendukung suksesnya Asean Games. Hal itu dikatakan Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Zulkifli saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (27/7).

“Kami siap mendukung suksesnya perhelatan Asean Games, salah satunya dengan melakukan berbagai persiapan antisipasi seperti kebakaran hutan” ujarnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Pihak kapolsek dan Danramil sudah dilibatkan untuk bersama- sama siaga jika sewaktu - waktu  terpantau adanya titik bencana di Bumi Beselang Serundingan.

Zulkifli mengaku, antisipasi kebakaran hutan sebenarnya sudah dilakukan terus oleh pihaknya. Disetiap acara - acara resmi, maupun di setiap acara hajatan di rumah - rumah warga pihaknya selalu menghimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan.

“Selama ini kami gencar menghimbau baik melalui kades maupun kepada masyarakat langsung untuk tidak membakar lahan saat membuka lahan perkebunan. Jadi, sosialisasi sudah kami lakukan terus, kami berharap masyarakat semakin sadar untuk tidak membakar lahan. Apalagi saat ini kita menjadi tuan rumah Asean Games” tambahnya.

Zulkifli berharap, baik pemerintah pusat maupun provinsi dapat menyediakan alat berat terkait adanya larangan membakar lahan untuk membuka perkebunan. “Jadi masyarakat ada solusi” tukasnya. (MJ).


Share:

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Diknas Muratara Gelar Sosialisasi PAK dan SKP




MUARA RUPIT- Guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara menggelar sosialisasi Penghitungan Angka Kredit (PAK) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

Acara yang digelar di SMP Negeri 1 Rupit Kecamatan Rupit, diikuti ratusan guru mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Muratara. Kegiatan sosialisasi itu sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juli 2018.

Ketua Pelaksana kegiatan, Rusdi, S.Pd kepada awak media menjelaskan, kegiatan ini selain diikuti oleh para guru juga diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP. Selain itu, pengawas dan TU juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Dijelaskan Rusdi, kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan dan harus diikuti oleh para guru. Sebab, sebab materi yang terkait dengan PAK san SKP merupakan indikator dalam mengukur mutu pendidikan.

“Tujuannya untuk meningkatkan mutu para pendidik, baik guru, kepala sekolah, pengawas maupun staf TU” tukasnya. (MJ).
Share:

Tanpa Test SMPN Terawas di Banjiri Peserta Didik Varu




MUSI RAWAS,SM-Sekolah Menengah Peratama Negeri (SMPN) Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura),di tahun ajaran 2018 kebanjiran peserta didik baru.

Kebanjiran ini sungguh sangat luar biasa di bandingkan pada tahun -tahun sebelumnya kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN Terawas Muhamad Pahip M,PD.I Selasa (17/7)  .

Untuk penerimaan peserta didik baru kami buka mulai tanggal Juni kemarin dan penerimaan di tutup pada 9 juli 2018.

" Syukur allhamdullilah selama pembukaan penerimaan peserta didik baru tahun ini meningkat drastis sehinga 127 peserta mendaftarkan diri menjadi siswa dan siswi SMPN STL,Ulu Terawas,Terang M Pahip.

Dari 127 orang peserta ada laki-laki hingga perempuan,dan dari berbangai Sekolah Dasar (SD) baik itu Negeri maupun Swasta.

Mulai SDN Desa Babat,SDN Talang Jaya Babat,SDN 1 dan 2 Terawas,MI Nurul Pala,SDN Desa Pasenan ,SDN Durian Terung,SDN 21 Kota Lubuk Linggau ,SDN Rejang Lebong,hingga SDN Desa Sukaman.

Sedangkan karena penerimaan peserta murid kelas satu di SMPN Terawas tidak melalaui test maka banyak dari berbangai Daerah mendaftar keep sini.

" Akan tetapi bagi peserta didik baru yang SD dahulunya di Desa lain maupun Kecamatan lain harus ada lintas rayonnya,"Jelas M Pahip.

Setelah penerimaan peserta did ik baru kami tutup pada tanggal 9/7 kemarin ,selama empat hari mulai 10 hingga 13 juli peserta didik bar u yang baru menduduki kelas satu.

Mengikuti Massa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ,setelah itu nanti baru la masuk tahap kegiatan ngajar mengajar.

Ya saya selaku Kepsek SMPN Terawas sangat mengucapkan alhamdulillah sekali di tahun ini peserta didik baru meningkat dari tahun sebelumnya.

Kalau tahun lalu cuma 80,90 dan 102 orang peserta namun tahun ini hingga 127 orang peserta,biasanya hanya dua kelas sekarang kami pihak sekolah kewalahan.

Pasalnya kami kekurang lokal sekolah sebab dari 127 peserta baru tersebut hanya hanya di bagi empat kelas saja.

" Dalam satu kelas 30 orang lebih,sehingga membuat lokal kelas SMPN terawas kegemukan peserta baru,Tandas M Pahip.

Walaupun demikian kami pihak sekolah tidak akan melalaikan kewajiban kami selaku guru yang mengajar dan menaru harapan besar bagi peserta didik baru.

" Semoga nanti dalam mengikuti kegiatan ngajar kengajar dapat memiliki prestasi yang batik,hingga membawa nama harum bagi sekolah SMPN Terawas ini,"Harap M Pahip.(Zul)
Share:

Bupati Mura Bersama Bupati Muratara Hadiri Rakornas




Musi Rawas - Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan bersama Bupati Kabupaten Muratara H M Syarif Hidayat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Rapat ini juga dihadiri ratusan kepala daerah dan perwakilan Bank Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tema acara ini adalah "Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkualitas."

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi diantaranya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.

Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan, acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Setelah itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) Darmin Nasution menyampaikan sambutannya.

Sebelum memberikan arahannya, pada kesempatan ini juga Presiden Joko Widodo menyerahkan penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik dan TPID Berprestasi tahun 2017. Usai menyerahkan penghargaan, Presiden menyampaikan arahan yang dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai simbol dibukanya Rakornas ini.

Dalam arahanya, Presiden Joko Widodo meminta agar para kepala daerah lebih proaktif dalam upayanya menekan inflasi yang terjadi di daerahnya masing-masing. Ia mencontohkan bahwa apabila terjadi inflasi oleh karena adanya kekurangan pasokan, maka kepala daerah itu harus langsung mengupayakan kelancaran pasokan dengan cara bekerja sama dengan daerah lainnya yang mengalami surplus. Inilah yang Presiden Joko Widodo sebut dengan perdagangan antardaerah.

Presiden mengatakan bahwa pengecekan berkala mengenai jumlah stok pangan yang tersedia dan berkoordinasi dengan daerah sekitar itu harus dilakukan para kepala daerah dalam rangka menekan angka inflasi. Dengan itu rakyat diyakini dapat menikmati harga yang terkendali.

Menurutnya, perdagangan antardaerah ini dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi daerah-daerah yang mengalami hambatan pasokan dan yang mengalami kelebihan pasokan.

Selain itu, Presiden juga menyarankan kepada para kepala daerah untuk membangun pasar-pasar pengumpul baik itu di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota. Sehingga para petani di daerahnya masing-masing mendapatkan kemudahan akses untuk dapat menjual hasil taninya dengan lebih mudah. Pasar-pasar pengumpul tersebut juga dapat dijadikan solusi untuk menekan biaya transportasi dan distribusi sebagaimana yang saat ini terjadi. (zul)
Share:

Bupati Apresiasi Gerakan Kampung KB Desa Jambu Rejo




Musi Rawas,SM - Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan memberikan apresiasi dan Penghargaan kepada pemerintahan desa dan masyarakat Desa Jambu Rejo Kecamatan Sumberharta atas kesuksesan pelaksanaan Gerakan Kampung Keluarga Berencana (KB).

Apresiasi ini disampaikan saat menghadiri pelaksanaan Gerakan Kampung KB yang dilaksanakan di halaman Balai Desa Jambu Rejo, Rabu (18/07/2018) yang mengangkat tema "kita tingkatkan integrasi program lintas sektor di kampung KB guna mempercepat terwujudnya kualitas sumber daya manusia".

Bupati Musi Rawas yang hadir didampingi oleh Ketua TP PKK Musi Rawas, dr Hj Noviar Marlina Gunawan mengatakan Gerakan Kampung KB ini sangat penting dilaksanakan karena dengan Progran KB ini bukan hanya untuk mengendalikan jumlah penduduk namun lebih kepada mewujudkan kualitas sumberdaya manusia yang baik dan berdaya saing serta berprestasi.

Keberhasilan dalam melaksanakan Gerakan Kampung KB di desa dapat terlihat dari program dan aktifitas yang dilakukan didesa ini serta capainnya. Dari data yang disampaikan oleh Pemerintah Desa lebih dari 75 persen pasangan usia subur menggunakan Akseptor aktif yakni 321 Pasangan Usia Subur (PUS)Dari 426 pasangan PUS yang ada di desa Jambu Rejo.

Selain itu, didesa ini juga telah aktif kelompok bina masyarakat diantaranya Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja). Selain itu, untuk kegiatan posyandu, desa ini juga secara rutin melaksanakan pelayanan setiap tanggal 21-22 perbulanya.

Dikatakan Bupati, kedepan dirinya mengharapkan agar keberhasilan dalam membina masyarakat khususnya PUS ini dapat terus didorong dengan rasa  kebersamaan dan terus menggelorakan semangat gotong royong sehingga apa yang dibutuhkan tujuan ini dapat terselesaikan dengan cepat dan baik serta dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Jambu Rejo, Maryadi dalam laporannya mengungkapkan kehadiran Bupati kedesanya dapat mendorong pemerinah desa dan masyarakat untuk lebih semangat dalam membangun desa ini sehingga diharapkan kedepan desa ini bisa memiliki fasilitas dan suasana perkotaan.

Pada kesempatan itu, Kades juga memaparkan hasil-hasil pembangunan didesa yang dibiayai oleh Dinas PUCK, Dinas PUBM, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian dan dana desa. Kades berharap kedepan, Pemkab Mura agar dapat terus memerhatikan khususnya peningkatan jalan penghubung antara desa ke kecamatan yang saat ini sudah mengalami kerusakan.

Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Sumsel, Drs Ary Goedadi memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan desa, khususnya masyarakat yang telah secara konsisten menjalankan konsep kampung KB ini. dengan adanya gerakan Kampung KB ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

Ada beberap hal penting didalam Kampung KB seperti ada kelompok bina keluarga remaja dalam bentuk pusat konsling remaja, tidak ada remaja menikah karena telah melakukan hubungan di luar nikah dan terbebas dari narkoba. Selain itu, Kadis KB Sumsel ini mengharapkan agar tetap menjaga lingkungan agar tetap sehat karena kesehatan lingkungan sangat penting bagi ibu hamil, selain itu untuk kaum bapak agar tidak merokok di dekat ibu hami karena akan mempengaruhi janin yang di kandung.

Pada kesempatan itu juga Bupati menyerahkan bantuan seperti 1 unit acultivator dan bibit cabe, 1 unit hand spayer, makanan tambahan ibu hamil dan anak, pil tambah darah untuk remaja dan KTP gratis serta melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid Mujahidin Dusun II, yang beberapa waktu lalu mengalami kebakaran.

Acara Gerakan Kampung KB ini dihadiri oleh ratusan masyarakat setempat, disekitar lokasi tersebut juga dibuka pelayanan baik dalam pelayanan kesehatan dan KB Gratis, Pelayanan Pembuatan KTP, Perpustakaan keliling dan lainnya. Masyarakat yang datang terlihat antusia memanfaatkan fasilitas yang disugukan dalam kegiatan ini.(zul)
Share:
Targetkan Musi Rawas “Merdeka”, Diskominfo Mura Ikuti Rakornas.

JAKARTA – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Musi Rawas menargetkan pada tahun 2020 mendatang daerah ini akan bebas dari blankspot area. Hal ini ditegaskan Plt. Kadiskominfo Mura, Muhamad Rozak usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan 26 Pemerintah Provinsi meliputi 128 Kabupaten dari 4.005 desa yang belum terjangkau sinyal selular di Indonesia yang berlangsung dari tanggal 8 -11 Juli 2018 di Hotel Royal Kuningan Jakarta.

Dikatakan Rozak, sebelum dilaksanakan Rakornas, pihaknya pada tahun 2017 telah mengajukan ke Balai penyedia dan pengelola pembiayaan telekomunikasi dan informasi (BPPPTI) yang kemudian berubah menjadi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia berupa pembangunan lima desa broadband terpadu (DBT) dan dua unit menara  Base Transceiver Staton (BTS) di dua desa serta pembangunan akses internet untuk 19 puskesmas dan 4 SMPN di wilayah Kabupaten Mura

Namun, lanjut Rozak, setelah dilakukan penilaian oleh BP3TI/ BAKTI, Kabupaten Musi Rawas mendapatkan prioritas pembangunan 5 BTS  dan 22 Akses Internet, dan hingga saat ini sudah direalisasikan sebanyak 8 titik akses internet di Kabupaten Musi Rawas.

Diharapakan dengan dipenuhinya usulan ini maka dapat mengurangi jumlah blankspot area dan aksesbilitas masyarakat dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi berjalan dengan lancar. Diketahui hingga saat ini sekitar 50 persen wilayah Kabupaten Musi Rawas masih dalam statuus blankspot.

Pada Rakornas yang diselenggarakan oleh BAKTI, lanjut Rozak, pihaknya kembali menegaskan kepada pihak BPPPTI dengan menyapaian surat pernyataan dukungan program pelaksanaan kewajiban pelayanan universal telekomunikasi informasi dan surat pernyataan kesiapan pengelolaan program atas penyediaan lahan untuk pembangunan khususnya BTS di Kabupaten Musi Rawas.

Dikatakan, Rozak, penyampaian Komitmen ini sebagai bentuk pemenuhan Peraturan Presiden nomor 131 tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019 dan pengusulan lokasi BTS oleh Pemda.

Pada kesempatan itu juga, dirinya menegaskan Musi Rawas sudah sangat membutuhkan dukungan dari Kemenkominfo khususnya Bakti sehingga Musi Rawas dapat mendukung Indonesia “Merdeka Sinyal 2020”, sesuai dengan Program Nawacita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

Sebelumnya, Direktur Utama BAKTI Anang Latif pada saat pembukaan Rakornas, Senin (09/07/2018) mengungkapkan Kominfo telah melakukan kajian Pembangunan Jaringan Konektivitas dan Akses Telekomunikasi yang menghasilkan jumlah desa yang belum terjangkau sinyal adalah sebanyak 7.480 desa. Desa-desa ini akan dihubungkan secara bertahap melalui teknologi satelit, serat optik, dan microwave serta transisi dan migrasi antarteknologi tersebut dengan mempertimbangkan konektivitas jaringan yang tersedia.

Dijelaskannya, penetrasi internet menjadi salah satu pondasi terpenting untuk menyertakan penduduk di Wilayah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan dan Perbatasan) dalam mata rantai nilai perdagangan elektronik (eCommerce).

Dikatakanya, BAKTI dibentuk untuk memastikan bahwa manfaat digitalisasi dapat dinikmati oleh seluruh penduduk di NKRI dengan membangun jaringan telekomunikasi di wilayah-wilayah yang secara finansial tidak menarik untuk dikembangkan oleh swasta, antara lain, karena jumlah penduduk yang sedikit, lingkungan geografis yang sulit (3T), dan tingkat ekonomi masyarakat yang rendah.

Sebagai affirmative policy, Pemerintah hadir untuk membangun infrastruktur telekomunikasi dalam rangka menunjang ekonomi digital, antara lain dengan menggelar teknologi 4G di di wilayah perbatasan Indonesia. Langkah ini merupakan suatu leapfrog yang berangkat dari keyakinan bahwa perbatasan bukan hanya strategis sebagai garda kedaulatan politik, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi.

Sementara itu, Direktur Penyediaan Infrastruktur BAKTI, Dhia Anugrah Febriansyah, menyampaikan dari tahun 2015 sampai dengan 2018, BAKTI telah membangun 855 BTS yang tersebar di wilayah 3T.

Disampaikan Dhia, Rakornas ini bertujuan untuk memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Daerah atas penyediaan lahan untuk pembangunan Base Transceiver Station di 4.005 desa dengan model bisnis Penyediaan BTS USO yang mewajibkan Pemda untuk menyediakan lahan seluas 20 x 20 Meter Persegi dimana di lokasi tersebut akan diinstalasi BTS equipment, menara, transmisi dan catu daya (power) yang akan dibangun oleh BAKTI bekerjasama dengan operator seluler.( rilis kominfo)
Share:
8 KM Askes Jalan Menuju Kedesa Sukaraya dan Sukaraya Baru Rusak Para.


Musi Rawas,SM- Askes jalan internatif yang menghubungkan masyarakat dari Kelurahan Terawas menujuh ke Desa Sukaraya Baru mengalami kerusakan yang cukup para.

Pasalnya di sepanjang askes jalan internatif tersebut sudah berlobang  bahkan jikalau turun hujan ,di tempat lobangan jalan itu jadi genangan air.

Menurut sala satu warga Desa Setempat Maryoto saat di tanyai awak media ketika melintas pada askes jalan yang rusak tersebut hari ini  (10/7) kondisi jalan yang rusak itu bukan hanya di sini saja.

Melainkan mulai dari penghabisan Kelurahan Terawas sampai ke Desa Sukaraya Baru di sepanjang askes jalan ini,semua mengalami kerusakan baik itu yang kondiainya bergelombang,berlobang hingga tergenang air.

" Saya selaku masyarakat sangat berharap sekali jika Pemerintah Daerah dapat memperbaiki secepat mungkin askes jalan internatif yang mengalami kerusakan tersebut,"kata maryoto.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Sukaraya Rudi Setia membenarkan kalau askes jalan internatif yang menghubungkan ke Desanya itu sedang mengalami kerusakan sepanjang 8 (Delapan) Kilo meter.
Bukan hanya rusak dan berlobang saja kondisi jalan itu,namun ada penyempitan di sisi samping kiri dan kanan badan jalan.

" Sebab rerumputan yang tumbuh sudah sangat tinggi dan ada sebangian yang menutupi sisi samping badan jalan,"Tandas Rudi.

Orang nomer satu di Desa Sukaraya juga menjelaskan kalau askes jalan internatif penghubung antar desa tersebut bukan kewenangan pemerintah daerah.

Akan tetapi mulai dari simpang terawas sampai ke Desa Noman Kabupaten Muratara itu masuk kewengan pemerintah provinsi.

Kemarin ada informasinya kalau tahun ini akan ada pengaspalan seluruh askes jalan internatif provinsi ini,namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda jika jalan tersebut bakal di perbaiki.

 Di karenakan sudah banyak masyarakat mengeluh selaku pemerintah desa saya berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki kondisi jalan yang rusak tersebut .

" Sebab bukan hanya warga Desa Sukaraya dan Sukaraya Baru saja yang melintas di askes jalan ini,ta pi dari Desa Bukit ulu Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara juga melintas di jalan ini,"pintak kades.(zul)
Share:

Tak Kokoh, Bendungan Irigasi Terpanjang di Mura Jebol




MUSI RAWAS, SM- Aliran bendungan irigasi terpanjang di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas (Mura) provinsi Sumatera Selatan (Sum-Sel)  yang melintasi beberapa Desa dan Kecamatan.

Beddasarkan informasi yang di himpun awak media hari ini jum'at bendungan irigasi yang mengalir ke Dusun Talang Jaya Babat Desa Babat Kecamatan Suku Tengah Lakitan (Stl)  Ulu Terawas mengalami kejebolan hingga ambruk.

Di duga bendungan irigasi yang di bangun oleh Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mura melalalui Dinas instansi terkait tahun 2015 lalu kurang koko .

Menurut keterangan warga masyarakat Dusun Talang Jaya Babat Desa Babat Endar ( 27/7) memang benar kalau bangunan bendungan irigasi yang di aliri dari Kecamatan Selangit, sudah mengalami kerusakan.

" Sebab bendungan irigasi yang mengalir ke Dusun Talang Jaya Babat Desa Babat Kecamatan Stl, Ulu Terawas sebagian bangunan sudah jebol dan ambruk,"Kata Endar.

Jebol dan ambruknya bangunan irigasi bendungan Selangit tersebut tepat sekali di pintuh aliran ke sungai nare .

Kurang lebih satu bulan yang lalu bangunan sisi kiri bendungan irigasi mengalami kejebolan hingga ambruk.

" Na karena bangunan irigasi jebol maka untuk aliran irigasi tidak mengalir ke Desa-Desa lain, hanya mengalir ke sungai nare saja, "tandas Endar.

Begitu jugadi ucapkan warga setempat Surya (34) untuk saat ini aliran irigasi bendungan Selangit
tidak berfungsi lagi, dan mengalir seperti biasa.

Sebab sudah hampir satu bulan terakhir ini kondisi bangunan irigasi mengalami kerusakan yang cukup para.

Soalnya sebagian bangunan di pintuh aliran ke sungai nare jebol hingga ambruk.

" Maka dari itu aliran bendungan irigasi tidak mengalir ke Desa -Desa lain di hilirnya,hanya terjun ke sungai nare saja," Ucap Surya.(zul)
Share:
Marwan Sudah Laksanakan Sholat di Masjidil Haram


MAKKAH - Rasa haru dan takjub dapat melihat rumah Allah dirasakan oleh Marwan, salah satu Jemaah haji asal kabupaten Muratara saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah suci Makkah.

Saat dihubungi via sellular, ia yang berprofesi sebagai awak media mengaku bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Sehingga tahun ini dirinya dapat menjalankan rukun islam yang kelima ini.

"Alhamdulillah, tahun ini saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalankan rukun Islam yang kelima. Saya minta doanya, agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji ini" ujarnya.

"Saya juga menitipkan salam kepada seluruh keluarga yang ada di Indonesia. Saat ini kami dalam keadaan sehat walafiat. Kami juga selalu berdoa semoga kita semua dapat menunaikan rukun Islam yang kelima ini" sambung Marwan.

Marwan mengatakan, saat ini ia bersama rombongan sebanyak 231 orang sudah melaksanakan sholat lima waktu di Masjidil Haram. Ia termasuk dalam 231 jemaah haji asal kota Lubuklinggau juga sudah melaksanakan ibadah umroh wajib pada kamis malam lalu.

"Untuk menuju masjidil haram, kami menggunakan bus yang standby selama 24 jam. Pelaksanaan ibadah haji sendiri saat ini berlangsung tertib" tukasnya. (MJ)

Share:

Postingan Populer