Senin, 03 September 2018

Kopi Luwak Selangit Mulai Dilirik Negara Eropa



MUSI RAWAS,MSM.COM – Kabupaten Musi Rawas (Mura) memiliki produk unggulan berupa Kopi Luwak Liar yang berasal dari  Kecamatan  Selangit pada saat ini mulai menarik perhatian oleh Negara  Eropa.

Sebab jenis kopi luwak liar dari kecamatan selangit ini langsung mendapatkan pujian dari ahli kopi Eropa,bernama Sara Datuk dari Java Nusa dan kedutaan RI di Belgia karena memiliki keunikan tersendiri hingga aromanya.

Sara Datuk merupakan Co-Founder Java Nusa yang berkedudukan di Brussels, Belgium ini (3/9/) mengatakan setelah mencium aroma bubuk kopi yang telah dikemas dengan baik dan langsung mengetahui bahwa kopi tersebut merupakan kopi luak liar.

" Saya sangat tertarik dengan kopi luwak liar dari kabupaten mura  dan saya pun sempat menikmati citra rasanya yang tinggi dan berbeda dari kopi luwak lain," Kata Sara.

H Hendra Gunawan selaku Bupati Kabupaten Mura sempat berdiskusi dengan Co-Founder Javanusa, Sara Datuk terkait dengan Kopi Luak Liar Selangit dan produk-produk unggulan Kabupaten Musi Rawas. 

Pada kesempatan itu, Bupati berharap Javanusa dapat memfasilitasi promosi kopi musi rawas ini di Eropa khususnya di Belgia.

" Dan harapan Bupati ini langsung disambut oleh Sara Datuk dan akan memfasilitasi promosi Kopi Musi Rawas ini,"ungkap Bupati.

Bupati juga mengharapkan Kudubes RI untuk Belgia, Yuri O Thamrin beserta jaringanya juga dapat mempromosikan produk ini sehingga dapat lebih dikenal dan masuk kedalam pasar Eropa.

Sebelum mencoba kopi luwak liar selangit, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan menjelaskan tentang jenis, proses produksi serta pengemasan kopi dihadapan Duta Besar Republik Indonesia.

Untuk Belgia dan Organisasi LSM Internasional, Rikolto yang merupakan salah satu organisasi khusus pemasaran hasil produk perkebunan masyarakat.

" Kepada seluruh rombongan yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI),di KBRI Belgia,"Pintak Bupati.

Dilanjut Bupati, Kopi Luwak Liar Selangit ini diproses secara tradisional dan bahan dasarnya diambil langsung dari alam sehingga produksinya tidak sebanyak luwak yang ditangkarkan.

" Sehingga baik aroma maupun citra rasanya akan berbeda dan memiliki kekhasan tersendiri dan memiliki nilai jual yang berbeda," tandas Bupati.

Dengan mulai dikenalnya Produk Kabupaten Musi Rawas ini, lanjut Bupati, ini akan menjadi gerbang pembuka bagi produk-produk inovasi masyarakat musi rawas.

" agar masuk ke dunia eropa dan menjadi peluang untuk peningkatan nilai jual produk lokal dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat terwujud," Beber Bupati.

Selain daripada itu Bupati beserta rombongan juga mendapatkan pencerahan atau pemaparan dari Kedebes RI di Belgia, Yuri O Thamrin dan dari ahli-ahli produk perkebunan Belgia dan Rikolto.

Seperti Willy Epding, Ostend House of Economy/Government, Laurent Gerbaud, Belgian Chocolatier/Private Sector, Michaele Boyen, Rikolto/NGO, Catherine Entzminger, Secretary General of the Eropean Cacao Association/Trade Association dan Catherine Laverge, Conten Project Manager, Canal Z/Media.

Belgia merupakan Negara yang ke tiga yang dikunjungi Bupati Musi Rawas bersama rombongan yang tergabung dalam APKASI untuk belajar ke empat negara dari 28 Agustus hingga 6 September 2018. Dua Negara yang telah dikunjungi diantaranya Belanda dan Jerman. Dan Negara terakhir yang akan dikunjungi adalah Prancis. 

" Kunjungan Kepala Dearah  ini selain untuk melakukan study juga salah satu media untuk mempromosikan potensi daerah sehingga dapat menjadi salah satu peluang untuk menjalin kerjasama dengan dunia eropa,Cetus Bupati.(zul-)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog