Rabu, 31 Oktober 2018

Kecamatan Nibung Kembali Raih Penghargaan



Penyerahan penghargaan oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat kepada Camat Nibung, Meizar Sukarda atas prestasi sebagai OPD terbaik pertama dalam penyampaian laporan keuangan tingkat kabupaten, di Hotel Burza Lubuklinggau, Selasa (31/10).
-------------------------------------------------------------------



MURATARA MSM. COM- Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali mengukir prestasi ditingkat kabupaten, dimana dinilai sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbaik pertama dalam penyusunan dan pelaporan keuangan.

Bukan hanya prestasi ini saja yang didapatkan Kecamatan Nibung, dimana sebelumnya juga secara berturut-turut menjadi Kecamatan Terbaik Pertama tahun  2017 dan tahun 2018 tingkat kabupaten

Penghargaan OPD Terbaik pertama ini diserahkan langsung oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat kepada Camat Nibung, Meizar Sukarda pada saat kegiatan pembekalan seluruh bendahara dan operator Simda Keuangan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Muratara, di Hotel Burza Kota Lubulinggau, Selasa (31/10).

Meizar Sukarda mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran staf Kecamatan yang selalu on time menyampaikan laporan keuangan bulanan, triwulan, semester maupun tahunan.

"Kita bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh Bapak Bupati, Tentunya capaian prestasi ini tidak terlepas dari kerja seluruh jajaran staf kecamatan," Kata Meizar Sukarda usai menerima penghargaan tersebut.

Lanjut dia, Semoga dengan banyaknya prestasi yang diraih Kecamatan Nibung dapat menjadi lebih bersemangat, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga terwujudnya Nibung yang sejahterah.

Saat ditanyakan kiat atau upaya apay yang dirinya telah lakukan sehingga Kecamatan Nibung selalu mendapatkan prestasi? Meizar Sukarda menjelaskan kalau dirinya selalu memberikan motivasi kepada seluruh jajaran kecamatan agar menikmati dan mencintai pekerjaan yang dipercayakan kepada kita karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama..

"Kuncinya Nikmatilah dan Cintailah Pekerjaanmu karena tidak semua orang mendapatkan kesemptan yang sama, Jadi berikanlah yang terbaik sebagaimana kempuan yang kita miliki,"Ucapnya.

Bupati Muratara HM.Syarif Hidayat memberikan selamat kepada OPD yang dinilai terbaik dalam penyusunan dan pelaporan keuangan OPD masing-masing. dan yang paling penting bagaimana konsisten mempertahankane prestasi tersebut.

"Kita ucapkan selamat kepada OPD yang mendapatkan nilai terbaik, dalam hal laporan keuangan, terus tingkatkan dan bagi yang terbaik konsisten untuk mempertahankan," Kata dia.

Setelah Kecamatan Nibung, terbaik kedua diraih oleh Dinas Pertanian dan Perikanan dan terbaik ketiga yakni Kecamatan Karang Dapo.(MJ)
Share:

Selasa, 30 Oktober 2018

Bupati Ajak Pemuda Jaga Kesatuan




MURATARA MSM. COM- Dalam memperingati hari sumpah pemuda tahun 2018, pemerintah Kabupaten Musirawas Utara mengajak pemuda pemudi kesatuan dan persatuan

Bupati Kabupaten Muratara H.M Syarif Hidayat mengatakan, dengan diperingati hari sumpah pemuda, diharapkan Pemuda Pemudi Kabupaten Muratara bersatu dan bisa menjaga marwah baik kabupaten Muratara.
“Dihari sumpah pemuda, diharapkan pemuda pemudi bangsa terus menjaga rasa satu dan kesatuan bangsa. Khususnya bagi pemuda pemudi Kabupaten Muratara tetap semangat dan bersatu menjaga kesatuan dalam membangun daerah,” katanya.

Selain itu, bupati Syarif memberi himbauan, di tahun 2019 mendatang, bangsa Indonesia melaksanakan pesta demokrasi, oleh sebab itu peran pemuda pemudi mempunyai peranan penting dalam mensukseskan pesta rakyat tersebut.

“Ayo bangun dan bangkitlah wahai pemuda pemudi muratara, bangunlah pemuda pemudi demi bangsa Indonesia demi menjaga kesatuan dan persatuan yang dibutuhkan NKRI."Ajaknya

Disisi lain,  Pemuda Muratara Rusdi mengatakan,  dengan diperingatinya hari lahir pemuda pancasila.  Dengan harapan seluruh anak muda dapat menjalankan yang telah diamanahkan pancasila kita.
"Kesatua,  keutuhan.  Kita terapkan dalam menjalankan aktivitas sehari hari," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Muratara Deklrasikan KLA



MURATARA MSM.COM – Bupati Musi Rawas Utara HM Syarif Hidayat, Senin (29/10) secara resmi mendeklarasi Kabupaten Layak Anak (KLA). Acara yang diselenggarakan oleh Dinas DPMPD/P3A berlangsung di Auditorium Lantai 2 Setda Muratara.

Deklarasi KLA tersebut juga disaksikan oleh Sekda Muratara H Abdullah Makcik, Kepala Bappeda Erwin Syarif, Kepala DPMPD/P3A Firdaus, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat.

Dalam sambutannya, Bupati Muratara meminta kepada seluruh OPD dan camat untuk mengintegrasikan program kerja yang berhubungan dengan pemenuhan hak anak. Memberikan dukungan dan perhatian terhadap program – program perlindungan dan fasilitas anak. Sehingga harapan menjadikan KLA dapat terwujud.

“Kebijakan pengembangan KLA telah memasuki tahun ke-9. Dalam kurum waktu tersebut pula, KLA Indonesia telah memperluas jaringannya ke dunia Internasional dengan tujuan memperoleh Lesson Learned dari pengalaman terbaik negara – negara lain. Sehingga program dan kegiata yang dikembangkan akan menjadi inovatif dan tepat sasaran” papar orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan.

Dijelaskan HM Syarif Hidayat, ada 31 indikator KLA yang didasarkan pada substansi hak – hak anak yang dikelompokkan dalam 5 cluster pemenuhan hak – hak anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA).

Diantaranya hak sipil dan kebebasan lingkungan keluargan dan pengasuhan kesehatan dasar, kesejahteraan pendidikan, pemanfaatan waktu luang, kegiatan seni budaya dan perlindungan khusus.

Bupati menegaskan, indikator – indikator KLA tidak hanya sebetas Check List evaluasi KLA. Akan tetapi diharapkan dapat menjadi acuan, khususnya Kabupaten Muratara dalam memenuhi hak – hak anak.

Dalam laporannya, Kepala DPMPD/P3A Firdaus melalui Pelaksana kegiatan Gusti Rohmani mengatakan, Deklarasi KLA dilaksanakan berdasarkan Surat Gubernur Sumsel Nomor 260/2068 tahun 2018 serta SK Bupati Nomor 494.

“Dengan tujuan membangun inisiatif pemerintah kabupaten dimana upaya pembangunan berbasis hak anak. KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pendeklarasian komitmen sumberdaya, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana baik dari kebijakan program menjadi terpenuhinya hak dan perlindugan anak” jelasnya. (MJ)
Share:

Senin, 29 Oktober 2018

Seminar Hari Sumpah Pemuda, Indrayani Jadi Pengisi Materi




MURATARA MSM.COM – Kasubag Humas Kabupaten Musi Rawas Utara, Indrayani, S.Pd.MM didaulat menjadi pemateri pada seminar yang mengangkat tema “Peran Pemuda Terhadap Kemajuan Bangsa” di IAIN Curup.

Kehadiran pria yang sangat dekat dengan awak media ini, di IAIN Curup selain sebagai pengisi materi pada seminar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda, juga sebagai Pembina Ikatan Mahasiswa Muratara Curup (IMMC) yang merupakan salah satu penyelenggara seminar tersebut.

Seminar yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor IAIN Curup, Hendra M.Pd diikuti sekitar 300 mahasiswa. Sebagian besar peserta, merupakan mahasiwa yang berasal dari Kabupaten Muratara dan tergabung dalam IMMC.

Dalam seminar tersebut, Indrayani menyampaikan betapa pentingnya peran pemuda terhadap kemajuan bangsa. Pemuda memegang peranan penting dalam memajuan bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, peran penting tersebut dengan lahirnya sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

Sementara itu, sebelum penyampaian materi oleh Indrayani, Ketua HMJ BKI Purba Santoso menyampaikan bahwa pemuda merupakan calon pemimpin masa depan. Maju mundurnya NKRI berada ditangan para pemuda.

Ditempat yang sama, Ketua IMMC Roja Saputra mengungkapkan keberadaan organisasi amatlah peting dalam membentuk karakter, mental dan ajang menambah ilmu pengetahuan.

“Dari sebuah organisasi munculah pemuda pemudi yang berkarakter tegas, bijaksana, sehingga nantinya akan berperan aktif dimasyarakat dan akan mensejahterakan masyarakat. Khususnya Kabupaten Muratara” kata Roja. (ZIL/MJ)
Share:

Bupati : Jangan Main-main Dengan DD, Sangsi Hukumnya Jelas



MURATARA MSM. COM - Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), HM. Syarif Hidayat meminta kepada Kepala Desa (Kades) untuk tidak main-main denah Dana Desa (DD).

Karena belakangan ini pemberitaan mengenai kades Bukit Ulu, Kecamatan Jarang Jaya, Kabupaten Muratara, yang menyelewengkan dana desa dan menjadi temuan pihak inspektorat Muratara.

"Jangan pernah main-main dengan dana desa, siapa yang menggunakan dana tersebut dengan cara tidak benar atau diselewengkan maka akan berhadapan dengan aparat penegak hukum dan prisiden pasti marah jika dana desa di selewengkan," kata bupati Muratara saat dikonfirmasi awak media belum lama ini.

Bupati juga mengaku jika permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak inspektorat Muratara, sehingga jika memang pidana maka akan rana hukum. "Permasalah di desa Bukit Ulu sudah berada di inspektorat, jika memang terbukti dan pidana maka akan berhadapan dengan hukum, karena ini jelas sangsinya," ungkapnya.

Sementara, wakil inspektur Inspektorat Muratara, Rozali membenarkan jika ada temuan masalah insentif guru ngaji dan kekurangan volume drainase tersebut dalam pembangunan di desa Bukit Ulu. "Benar permasalah tersebut telah ditangani kita, setidaknya ada temuan kecurangan yang menggunakan dana desa," katanya.

Dirinya menjelaskan, penyelewengan dana desa yang dilakukan kades tersebut yakni dalam pembangunan drainase dan pembayaran guru ngaji yang memang anggarannya sudah jelas ada dalam dana desa. "Yang menjadi temuan kami yakni mengenai pembangunan drainase yang kurang volume dan guru ngaji yang tidak dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam perbub," jelasnya.

Mencuatnya pemberitaan penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh kades Bukit Ulu tersebut setelah BPD desa Bukit Ulu, M. Haris melakukan pelaporan ke pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Dan Anak (PMD-P3A) kabupaten Muratara. Dirinya mengaku jika mempunyai data lengkap penyelewengan dana desa yang dilakukan oknum kades Bukit Ulu.

"Di perbub itu sudah jelas semua anggaran yang harus dikeluarkan dari dana desa. Namun hal itu tidak sesuai kerana hanya sebagian saja yang mereka salurkan," katanya saat di konfirmasi awak media.

Ia menjelaskan rincian anggaran yang diselewengkan kedes, yang pastinya merugikan negara. "Guru ngaji apabila menurut perbub anggarannya 60 juta, namun yang dibayar hanya empat orang dengan jumlah 19 juta. Guru TK, seharusnya orang empat, tapi ternyata orang tiga yang yang diadakan oleh kades. Untuk lansia sebesar 18 juta, namun realisasinya tidak ada sama sekali. Biaya kegiatan makanannya untuk peningkatan gizi bagi balita dan anak sekolah sebesar 30 juta, itu juga tidak ada terealisasi," jelasnya.

Ia berharap, tindakan tegas dapat dilakukan oleh pemerintah setempat, agar memberikan efek jera. Namun kembalikan dulu hak masyarakat yang memang menjadi milik mereka. "Hak masyarakat kembalikan kemasyarakat dulu, dan hukum harus tetap berjalan karena sudah merugikan negara, sehingga memberi efek jera kepada yang bersangkutan," pungkasnya.(Hamkam)
Share:

Minggu, 28 Oktober 2018

M. Ali : Selewengkan DD, Korupsi Namanya


Ilustrasi (net)
-------------------------------------------------------------------


MURATARA MSM. COM - Menanggapi pemberitakan akhir-akhir ini, yang diuga Kepala Desa (Kades) Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menyelewengkan Dana Desa (DD), Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Muhammad Ali mengatakan jika tindakan tersebut merupakan korupsi apabila memang terbukti.

"Secara DPRD kolektif kolegial bisa memberi tanggapan masalah tersebut. Kalau memang kades tersebut menyelewengkan dana desanya kita serahkan secara penuh ke penegak hukum secara detail dan juga di tegakkan secara benar apabila benar terbukti menyelewengkan dana desa, maka hukumlah yang menentukan," katanya saat di konfirmasi awak.

Dirinya juga menjelaskan, tindakan hukum bagi kepala desa yang menyelewengkan dana desa itu ada, karena sudah diatur dalam undang-undang korupsi, maka jelas ada hukuman bagi si pelanggar tersebut.

"Tindakan hukum jelas ada, secara aturan korupsi itu namanya karena itu dana desa dan undang-undang korupsi yang mengaturnya. Kalau memang nanti ada barang bukti dia nyeleweng berarti meyalahkan wewenang sebagai kades dalam menggunakan DD tersebut karena tidak sesuai aturan, berarti dia korupsi," jelasnya.

Di singgung mengenai pengembalian uang dana desa ke kas desa yang menjadi temuan pihak inspektorat, M. Ali mengatakan itu semua tidak berpengaruh dan hukum tetap berjalan karena kades telah meyalahi aturan yang sudah ada.

"Kalau dia mengembalikan uang desa, itu niat baiknya untuk mengembalikan uang ke kas desa, namun tindakan itu sudah meyalahkan aturan, bisa dituntut secara hukum. Tapi kalau tidak diselidiki atau dilapor secara penggunaan dana desa, dia jelas menggelapkan dana desa, maka itu ada hak juga bagi masyarakat maupun pelapor untuk melaporkan secara hukum bahwa kades itu menyalahi wewenang sabagai kades," ungakpanya.

M. Ali juga mengatakan jika pihaknya belum memanggil kepala desa tersebut dikarenakan sampai saat ini belum ada laporan tertulis yang masuk ke komisi I. "Kalau untuk sekarang kita belum bisa memanggil, karena belum ada laporan secara tertulis, tapi mungkin jika nanti ada laporan tertulis dari desa atau dari masyarakat ke komisi I, mungkin nanti di klarifikasi apakah memang betul ada penyelewengan dana tersebut atau tidak," di ujarnya.

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui penegak hukum agar menuntaskan masalah tersebut, dan jangan sampai berlarut-larut. " Yang jelas kita minta kepada Pemkab melalui penegak hukum agar dituntaskan masalah tersebut karena ini menyangkut kemajuan desa," pintanya.

Sementara itu, Wakil Inspektur Muratara, Rozali membenarkan jika ada temuan masalah insentif guru ngaji dan kekurangan volume drainase tersebut, dan masalah tersebut sudah di selesaikan dan sudah di periksa.

"Kalua untuk pembayaran guru ngaji sudah direalisasikan dan sudah dilakukan pembayaran dikantor camat Karang Jaya. Sedangkan untuk temuan pembangunan drainasenya, kades sudah menindak lanjutinya dan itu sudah kita periksa dan sudah ditindak lanjutinya. Mana ada indikasi-indikasi kekurangannya dia harus bayar, dan kalau ada kekurangan dia tetap bayar dan masuk kas desa," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Lakukan Koordinasi, PT AMR Kunjungi Kantor Desa Lubuk Kemang



RAWASULU MSM.COM – Tim dari PT. Agro Muara Rupit (AMR) pada Rabu (24/10) mengunjungi kantor Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara.

Kedatangan mereka guna menawarkan kerjasama untuk membantu membentuk usaha milik desa sekaligus meminta penjelasan tentang ada tidakya lahan masyarakat yang belum tergarap.

“Kami juga ingin koordinasi tentang luas wilayah Desa Lubuk Kemang serta batas wilayah Desa Lubuk Kemang dengan Desa Lesung Batu dan Desa Remban” ungkap Sigit salah satu tim PT. AMR.

Sigit menyebut, PT. AMR sejatinya siap membantu pemerintah Desa Lubuk Kemang membentuk usaha milik desa. Untuk tujuan tersebut, diperlukan lahan minimal 10 Hektar. “Kami siap membantu mengajukan ke perusahaan” sambung Sigit.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Lubuk Kemang melalui Sekretaris Desanya, Purnama mengatakan, mengenai urusan lahan pihaknya belum bisa menjawab. Sebab, setahu dirinya masyarakat Desa Lubuk Kemang kurang berminat untuk beralih ke perkebunan sawit. “Saat ini mayoritas masyarakat merupakan petani karet dan padi” tukas Purnama. (ZIL)
Share:

Bupati Muratara Terima Penghargaan Opini WTP



MURATARA MSM.COM – Masyarakat Bumi Beselang Serundingan, kembali patut berbangga. Sebab diusia yang kelima, Kabupaten Musi Rawas Utara kembali meraih penghargaan membanggakan.

Kali ini Kabupaten termuda di Sumsel ini meraih Penghargaan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), yang diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lubuk Linggau Rosalina kepada Bupati Muratara HM Syarif Hidayat di ruang auditorium Setda Muratara, Rabu (24/10).

Piagam Penghargaan Opini WTP yang diraih oleh Kabupaten Muratara diperoleh berkat keberhasilan Pemkab Muratara dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun anggaran 2017 dengan capain tertinggi Standar Pelaporan Keuangan.

Dalam sambutannya, HM Syarif Hidayat menyambut gembira atas penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Muratara. Bupati menyebut, penghargaan yang didapatkan bukan hanya untuk Bupati, melainkan untuk para SKPD yang telah berusaha dan bekerja keras demi Muratara maju dan menjadi lebih baik lagi.

“Muratara lahir pada tahun 2014 yang merupakan pecahan dari Kabupaten Musi Rawas, dengan Undang – Undang Nomor 16 tahun 2013. Setelah resmi ditetapkan oleh Mendagri sebagai DOB, maka dilantiklah pejabat carateker” ungkap Bupati mengkilas balik sejarah berdirinya Kabupaten Muratara.

Kemudian, pada tahun 2016 dirinya bersama H. Devi Suhartoni dilantik menjadi Bupati – Wakil Bupati Muratara untuk memimpin Kabupaten Muratara dengan luas wilayah 6.800 km persegi dengan 7 kecamatan, 7 kelurahan, 83 desa serta jumlah penduduk yang mencapai hampir 200 ribu jiwa.

“Pada tahun 2017 kita mendapatkan penghargaan DOB terbaik se Indonesia Bagian Barat. Kita juga mendapat juara kedua sebagai DOB terbaik se Indonesia. Selama empat tahun pencapaian itu, kita lepas dari status DOB menjadi Kabupaten Baru definitif sama seperti kabupaten lainnya” papar Bupati.

Beragam pencapaian yang diraih Kabupaten Muratara, dirasa cukup untuk menepis isu bahwa jika tidak berhasil akan kembali ke Musi Rawas. “Itu semua tidak benar. Apapaun yang terjadi kami tetap membangun Muratara ini” tegas Bupati.

Terbukti, dengan APBD kurang dari Rp. 100 Milyar, pembangunan infrastruktur dasar, baik jalan, jembatan, puskesmas, listrik dan air bersih dapat dilaksanakan oleh Pemkab Muratara.

“Saat kami dilantik ada 13 desa tertinggal. Tahun 2016 sudah lepas sebagian, dan tahun 2017 dapat diselesaikan. Insya Allah pada tahun 2018 lepas dari status daerah tertinggal” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala KPPN Lubuk Linggau, Rosalina saat diwawancara mengungkapkan penghargaan Opini WTP yang diraih oleh Kabupaten Muratara merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. “Penghargaan Opini WTP itu opini tertinggi. Jadi ini luar biasa” tukasnya. (MJ)
Share:

Sabtu, 27 Oktober 2018

Lokasi Tes CPNS Muratara Di Lubuk Linggau


Ilustrasi (Net)
-------------------------------------------------------------------


MURATARA MSM. COM-Para peserta CPNS Kabupaten Musi Rawas Utara masih simpang siur lokasi tempat pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar( TKD). Tentunya hal itu juga membuat peserta CPNS kwatir tertinggal keikutsertaan,  menginggat jadwal perubahan dari BKN tertanggal 26 Oktober TKD sudah berlangsung.

"hari ini tanggal 25 Oktober,  artinya waktu sangat mepet.  Hari ini (26/10) TKD sudah berlangsung, "kata salah seorang peserta CPNS Yusuf (29)

Lanjutnya,  kekwatiran kita teman teman yang lain tertinggal.  Melihat akses internet di Muratara belum begitu baik.

Disisi lain,  kepala BKPSDM Muratara Sudartoni melalui telepon menjelaskan,  hari ini Sekban BKPSDM bersama dua orang stafnya menghadiri rapat BKN rayon tujuh propinsi sumsel.  Hal itu guna kepastian tempat lokasi pelaksanaan tes CPNS.

"informasi sementara yang dilaporkan kepada kami,  bahwa rencananya akan dilakukan di kota Lubuk Linggau,"katanya

Ditambahnya, namun untuk secara spesifikasi tempatnya aku belum tahu,  termasuk juga tanggalnya. Nanti pihak BKN akan meninjau lokasi dan segala macamnya.  (Hamkam)
Share:

Diduga Nyolong Besi Dua Warga Terpental di Sumur Minyak




MURATARA MSM. COM-Diduga melakukan pencurian besi bekas rik bangunan sumur minyak west Belani, PT SRMD di‎ Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, dua orang warga alami luka setelah terpental akibat ledakan. Kejadian itu diketahui Jumat (26/10) pukul 08.31 WIB, ketika kedua warga tersebut tengah melakukan aktivitas memotong besi di sekitar lokasi kejadian.

Informasi mengenai kejadian ini awalnya beredar melalui sejumlah media sosial, banyak nitizen mengunggah sejumlah foto warga yang diamankan dari dalam kubangan lumpur. Dan menuliskan keterangan, jika kejadian itu merupakan insiden sumur meledak di Desa Belani, kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro melalui Kabag Ops Kompol Handoko saat dikonfirmasi, Jumat (26/10) membenarkan adanya informasi tersebut. Namun pihaknya saat ini masih melakukan olah tempat kejadian sekaligus mengumpulkan informasi melalui sejumlah anggota yang diturunkan secara langsung ke lapangan.

 "Memang ada kejadiannya ada dua warga yang luka lebam, kami masih menunggu informasi petugas di lapangan. Karena kapolres sudah mengintruksikan, anggota untuk terjun ke sana," katanya, singkat. Terkait informasi meledaknya sumur minyak milik PT Serelaya merangin dua oleh ulah oknum warga ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan karena masih dalam proses penyelidikan dilapangan.

 " Kita belum tahu juga informasinya secara detail bagaimana, nanti setelah laporan masuk akan kami beritahukan ke media. Informasi ada dua orang warga luka-luka itu ada, tapi mereka sudah pulang," bebernya.     

 Informasi beredar di masyarakat, dua orang warga yang belum diketahui identitasnya secara tersebut, mendapat intruksi untuk mengambil besi sisa Wes Belani milik PT SRMD, dari Kepala Desa Belani‎. Karena keduanya tidak mengetahui, jika di dalam lokasi sisa sumur bor west Belani masih ada endapan gas CO, sehingga saat dilakukan pembukaan pipa besi menimbulkan letupan.

Sementara itu, Kepala Desa Belani Soeb saat dikonfirmasi mengatakan, tidak ada ledakan yang terjadi di wilayah mereka, namun membenarkan dua warga yang alami luka-luka itu merupakan warga mereka.

"Itu anak-anak di sini, ngambil besi sisa sumur, mereka terpeleset. Lalu diviralkan di media sosial, wah sumurnya meledak, suruhan kades nyolong besi. Padahal tidak seperti itu, kalau meledak jelas mati lah, dua warga itu tidak apa-apa cuma tercebur di lumpur," katanya.

Dia membenarkan, karena sempat viral melalui sejumlah media sosial, sampai saat ini banyak pihak berdatangan termasuk dari pihak kepolisian. "Dua warga itu tidak apa-apa, cuma lecet pas jatuh. Mereka dibawa ke Linggau pulang ke rumah saudaranya. Tadi banyak yang datang, dari Koramil dari kepolisian juga ada," bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Muratara, H Devi Suhartoni mengatakan ini sebenarnya kesalahan dari Pt. seleraya yang membiarkan substandard terhadap pengawasan keselamatan kerja dilingkungan operasi mereka dan hal ini tidak boleh terjadi sama sekali harusnya seleraya menginbestigasi hal ini."saya minta Pt. Seleraya menghentikan dan terus memberikan pengawasan terhadap keselamatan karyawan termasuk pemerintah desa Belani. Jangan hanya membiarkan saja hal seperti ini terjadi, segera beri tindakan," pungkasnya.
(Hamkam)
Share:

SMPN Kelas Jauh Sungai Lanang Butuh Mobiler



RAWASULU MSM. COM – SMP Negeri Lokal Jauh Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara yang merupakan kelas jauh dari SMP Negeri Sungai Jauh mengharapkan bantuan mobiler.

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Rawas Ulu, Jaka Suprapta ketika ditemui MSM.COM membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat ini SMPN Kelas Jauh Sungai Lanang sangat membutuhkan mobiler seperti meja dan kursi.

“Jumlah siswa mencapai 90 orang. Proses belajar mengajarnya menumpang di SD Negeri Sungai Lanang, sangat membutuhkan meja dan kursi untuk kegiatan belajar mengajar” kata Jaka Suprapta.

Diterangkannya, kendati mengalami keterbatasan mobiler, proses belajar mengajar di Kelas Jauh SMPN Sungai Lanang tetap berjalan dengan lancar. Demi kenyamanan dalam proses KBM, dirinya mengharapkan pihak terkait dapat memberikan bantuan mobiler tersebut. (ZIL)
Share:

Hadapi MTQ Tingkat Kabupaten dan Provinsi, LPTQ Muratara Gelar Pelatihan




RAWASULU MSM.COM – Guna persiapan menghadapi dua event besar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten dan provinsi, sebanyak 25 dewan hakim dan 10 Panitra se Kabupaten Muratara mengikuti pelatihan dan pembinaan, Sabtu (27/10).

Pelatihan dan pembinaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dipusatkan di Pondok Pesantren Tazakka Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu.



Hadir dalam pembukaan pelatihan dan pembinaan tersebut, diantaranya Ketua LPTQ Kabupaten Muratara Habibullah Lubis melalui Sekretaris Ustad Selamat Tulepri, Pembina LPTQ Ustad Zulkarnain, Kabag Kesra melalui Malaka, Sekretaris Umum LPTQ provinsi Sumatera Selatan, Muhamad  M. Nur, dan ketua Dewan Hakim Provinsi Sumsel, Sulaiman M. Nur.

“Pelatihan dan pembinaan ini sebagai bentuk pengkaderisasian dewan hakim. Mengingat pada Januari 2019 mendatang, akan digelar MTQ tingkat Kabupaten Muratara yang akan dilaksanakan di Kecamatan Nibung” jelas Ketua LPTQ Muratara Habibullah Lubis, melalui Sekretarisnya Ustad Selamat Tulepri.

Selain MTQ tingkat Kabupaten Muratara, pada Juni 2019 juga akan digelar MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai tuan rumah, sudah seharusnya mempersiapkan diri sebelum berlangsungnya event akbar tersebut.

“Kaderisasi itu penting, karena antara Kabupaten Muratara dan Kota Lubuk Linggau pelaksanaan MTQ berbarengan. Jadi bibit – bibit potensial dan memang layak untuk dijadikan dewan hakim kita rekrut dan diberi pelatihan” jelasnya.

Ia mengatakan, dengan adanya pelatihan dan pembinaan ini diharapkan menjadikan dewan hakim semakin profesional dalam menjalankan tugas. Sebab, pemateri yang dihadirkan merupakan orang yang sangat profesional di bidangnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Hakim Provinsi Sumsel, Sulaiman M Nur memberikan apresiasi dengan diselenggarakan pelatihan dan pembinaan dewan hakim di Kabupaten Muratara.

“Pada hakekatnya (pelatihan dan pembinaan. Red) untuk memperkuat keberadaan LPTQ serta memperkuat keinginan Kabupaten Muratara untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi tahun 2019 mendatang” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Sulaiman, untuk meraih prestasi ditingkat provinsi menjadi tanggung jawab para dewan hakim dalam menilai setiap peserta dari masing – masing kecamatan.

Dewan hakim dituntut untuk memiliki kemampuan menilai secara teliti peserta – peserta mana saja yang layak menjadi juara MTQ tingkat Kabupaten Muratara, untuk kemudian menjadi wakil Kabupaten Muratara pada MTQ tingkat Provinsi.

“Setiap kabupaten/kota ingin menampilkan para kafilah terbaik mereka. Makanya melalui pembinaan ini diharapkan para dewan hakim semakin profesional yang mampu menilai dan menyeleksi peserta untuk mewakili kabupaten Muratara ditingkat provinsi” tukasnya. (MJ)
Share:

DLHP Kabupaten Muratara, Raih Penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup RI



MURATARA MSM. COM – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) meraih piagam penghargaan “Apresiasi Pembinaan Proklim” dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI).

Piagam yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, merupakan penghargaan atas telah dilaksankaannya Program Kemterian RI di daerah, khususnya di Kabupaten Musi Rawas Utara.

Piagam Penghargaan yang di raih oleh DLHP, diserahkan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI Kepada Pemkab Muratara yang diterima melalui Kabid Pengendalian dan Pencemaran di Auditorium Manggalana Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup Jakarta, (24/10).

Kepala DLHP Kabupaten Muratara, H Alfirmansyah saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi yang diraih oleh DLHP Kabupaten Muratara tersebut.

“Piagam ini diberikan kepada Pemkab Muratara melalui DLHP karena telah melakukan penggalakan Program Penanaman Pohon berbuah di wilayah Kabupaten Muratara yang pelaksanaannya sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu” jelas H. Alfirmansyah.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pelaksanaan program tersebut, juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk penanaman pohon produktif seperti pohon Mangga, Petai, Rambutan dan seluruh pohon yang menghasilkan buah lainnya.

Dengan adanya kerjasama itu, maka penanaman pohon berbuah dilakukan dibeberapa perusahaan seperti di lingkungan PT Kirana Windu, PT DNS, PT. Bumi Mekar dan di Desa Maur Kecamatan Rupit.

“Atas terlaksananya kegiatan tersebut, Pemerintah RI melalui Kementerian Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan kepada Bupati Muratara untuk program Proklim ini” paparnya.

Dengan adanya penghargaan ini, sambung H Alfirmansyah, dan sesuai dengan amanat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dirinya berharap di Kabupaten Muratara ini terus dilakukan kegiatan penanaman pohon yang menghasilkan buah.

Sehingga kedepan dapat memberikan kontribusi nyata, baik untuk perekonomian dengan penambahan penghasilan maupun untuk perbaikan kondisi lingkungan hidup. Terutatama di wilayah sekitar perusahaan dan disepanjang aliran sungai, serta pada lahan – lahan kosong yang ada di Kabupaten Muratara.

Kedepan, ia juga berharap bahwa Kampung Iklim ini dapat dilaksanakan di Kabupaten Muratara dengan menerapkan satu Kampung Iklim pada setiap kecamatan. Sehingga Kementerian Lingkungan Hidup RI dapat meninjau langsung ke wilayah – wilayah yang ditetapkan sebagai kampung Iklim.

“Ini merupakan salah satu wujud partisipasi kita kepada Kabupaten Muratara khususnya seluruh masyarakat yang ada di Bumi Beselang Serundingan, untuk terus aktif berpartisipasi dalam menunjang kelestarian lingkungan hidup dan dapat menjaga alam. Terutama pada daerah – daerah aliran sungai” jelasnya seraya menambahkan perusahaan – perusahaan yang ada di Kabupaten Muratara diharapkan dapat menjadi motor penggerak kegiatan kampung iklim tersebut.

“Kami atas nama DLHP Kabupaten Muratara memberikan apresiasi yang setinggi – tinggi kepada masyarakat khususya Bupati Muratara yang telah memberika kemudahan dan fasilitas sehingga Pemkab Muratara mendapat penghargaan untuk pembinaan kampung Proklim ini” kata H Alfirmansyah. (MJ).
Share:

Proyek Tanpa Plang Informasi, Diduga Dibangun Asal-asalan





MURATARA MSM. COM - Pembangunan siring di Dusun II Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara, diduga proyek siluman. Pasalnya, pembangunan tersebut tanpa disertai papan informasi.

Akibat tanpa adanya papan informasi membuat masyarakat bertanya - tanya, siapa rekanan yang melaksanakan pembangunan proyek siring tersebut. Warganya pun heran, mengapa pembangunan tersebut tanpa disertai plang proyek.

"Pembangunan siring yang diduga dibangun asal - asalan oleh kontraktor. Kami sebagai masyarakat tidak bisa menerima itu" kata salah satu warga Lubuk Kemang berinisial MZ.

Saat wartawan MSM. COM konfirmasi terkait pembangunan siring tersebut, baik perangkat Desa maupun BPD Desa Lubuk Kemang juga mengaku tak tahu soal pembangunan siring itu. Sebab mereka sama sekali tak diajak koordinasi oleh kontraktor.

"Sejak mulai pengerjaan proyek siring itu, tidak ada koordinasi sama sekali dengan pemerintah Desa Lubuk Kemang. Penentuan titik nol kami juga tidak dilibatkan oleh kontraktor yang mengerjakan pembangunan siring itu" ungkap salah satu perangkat desa Lubuk Kemang.

Sementara itu, salah seorang pekerja pembangunan siring ketika ditemui mengaku mereka hanya bekerja dengan upah Rp. 60 ribu permeter. Sebagai pekerja, mereka tak mengetahui secara detail, baik volume pembangunan maupun yang lainnya. (ZIL).
Share:

Jumat, 26 Oktober 2018

Kepala Dinas Tidak Mampu Kerja, Bupati Minta Mundur




MURATARA MSM. COM- Pada sambutan penyerahan penghargaan Opini WTP,  H M Syarif Hidayat menyampaikan,  bagi kepada Dinas yang tidak mampu bekerja mundur dari jabatannya. Hal itu lantaran adanya kucuran dana dari pusat yang tidak dimaksimalkan dengan baik.

Bupati mengatakan,  sekarang tengah berlangsungnya evaluasi kepala SKPD.
Hal itu untuk melihat ada beberapa OPD Dana kuncuran dari pusat belum dimaksimalkan. Seperti Dinkes,  Perdagangan,  Pariwisata.

"Kami lagi evalusi kepada OPD.
Bagi yang tidak mampu mundur saja.  Itu pesan pak Choki KPK beberapa hari yang lalu,"kata Syarif Hidayat

Menurut Orang Nomor Satu di Muratara itu,  setiap tahun tepatnya bulan juli Dana dari pusat harus selesai.

"Kami tidak toleransi menggunakan dengan dana lain. Ada yang memberi saran mengatakan ganti dengan dana DAU. Tidak bisa.  DAU tetap pada regulasinya,"ucapnya

Ditambah Syarif,  kita berharap Insya allah pada tahun depan tidak terjadi lagi seperti tahun ini. (Hamkam)
Share:

Kamis, 25 Oktober 2018

Warga SP5 Minta Solusi Kemanan Wilayah


Ilustrasi (Net)
-------------------------------------------------------------------


MURATARA MSM. COM - Seringnya kejadian kehilangan dikalangan masyarakat Desa Bumi Makmur (SP5), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mengharapkan solusi pemerintah Kabupaten dan Pihak Kepolisian.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh, Haryati (43) warga desa setempat bahwa di desanya tidak konduaip karena rumah-rumah warga tidak aman sering kebobolan.

"Rumah-rumah masyaralat ini tidak bisa ditinggal berpergikan karena sering kebobolan oleh maling," jelas Haryati.

Dilanjutkanya, kondisi tersebut membuat masyarakat desa tidak aman dan nyaman. Sehingga selalu lahwatir harta benda dibobol maling.

Disinggung mengenai pihak kemanan, dirinya katakan bahwa ada patroli dari pihak kepolisian tetapi kejadian tersebut tetap terjadi. "Untuk itu kami meminta solusi dari pihak kepolisian dan pemerintah kabupaten," ungkapnya.

Serupa yang disampaikan oleh kepala desa Bina Marga (SP5) Dumiati membenarkan, bahwa didesanya tidak konduaif mengenai keamanan karena sering masyarakat desanya sering mengalami kehilangan.

"Kami tidak bisa berbuat banyak karena kami bukan penegak hukum. Kecuali jika kami pemerintah desa ada solusi dari pihak kepolisian dan pemerintah kabupaten terkait hal keamanan ini agar bertindak," jelas ia.

Untuk itu, dirinya juga berharap adanya solusi pemerintah untuk penanganan terhadap oknum yang menjadi peresa masyarakat agar dapat bertindak tegas.(Hamkam)
Share:

Rabu, 24 Oktober 2018

Rencana Penambangan Marmer di 3 Kecamatan Pemkab Muratara Gelar Rapat




MURATARA MSM.COM - Kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Musi Rawas Utara semakin dilirik oleh investor untuk menanamkan investasinya di Bumi Beselang Serundingan. Salah satunya, PT Anugrah Agung Perkasa.

Rencananya, PT. Agung Anugrah Perkasa akan beroperasi di sektor penambangan Marmer. Direncanakan ada 3 lokasi penambangan, yakni di Kecamatan Rawas Ulu, Ulu Rawas dan Karang Jaya.

Guna membahas rencana tersebut, Pemkab Muratara melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) menggelar rapat di ruang auditorium lantai 2 Setda Muratara dipimpin langsung oleh Asisten I Tarmizi, Senin (22/10).

Hadir juga Kepala DLHP H Alfirmansyah, Kepala Dinas Perhubungan Alhawarizmi, FKPD lainnya, para camat dan dua orang perwakilan dari PT. Agung Anugrah Perkasa.

Dalam sambutannya, Asisten I Tarmizi menyambut baik setiap investor yang berniat menanamkan modalnya di kabupaten termuda di Sumsel ini. “Sesuai pesan Bupati, kita welcome kepada perusahaan yang ingin berinvestasi di daerah kita” kata Tarmizi.

“Sebenarnya jadi tidaknya perusahaan itu masuk dan berinvestasi kuncinya di Camat. Camat harus dapat menciptakan bagaimana perusahaan itu aman. Camat juga harus dekat dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama” jelas Tarmizi.

Sementara itu, Rudi Anjelos Pemilik PT. Agung Anugrah Perkasa menyebut kehadiran mereka pada rapat kali ini merupakan bentuk sosialisasi awal sekaligus menghimpun opini masyarakat. (MJ)
Share:

Tapal Batas Muratara Muba Tidak Bisa Sepihak



MURATARA MSM. COM-Masalah tapal batas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)  dengan Kabupaten Muba, Sumatera Selatan hingga kini belum menemukan titik terang.

Menanggapi hal tersebut,  pada kunjungan ke Muratara pada sesi konferensi pers Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan,  sebagai orang tua harus menjadi jembatan penyelesainnya hal dimaksud.

"Saya baru dilantik 17 hari.  Selaku orang tua,  saya harus menjadi jembatan kedua pihak, "katanya

Sambungnya,  tidak bisa memutuskan tanpa mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak, baik dari Pemkab Muratara maupun Pemkab Muba.

Herman Deru mengatakan,  Anggota Komisi I DPRD Muba sudah menghadap pihaknya menyampaikan masalah Permendagri Nomor 50 dan 76. Namun pemerintah harus mendengarkan dari kedua belah pihak.

"Nanti pada saatnya Muratara akan kita undang untuk mendengarkan langsung dari yang berkompeten. Baru kita dapat memutuskan," sambungnya.

Gubernur berpesan, selain itu juga batas Desa agar tidak lagi menggunakan batas alam. Harus dirubah menjadi titik koordinat. Agar tidak menjadi sengketa dikemudian hari.(Hamkam)
Share:

Senin, 22 Oktober 2018

Kankemenag Muratara Hadiri Peringantan HSN 2018 di MTs Negeri 1 Muratara



MURATARA MSM. COM-Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tahun diilhami dari resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Resolusi jihad merupakan seruan ulama dan santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela kedaulatan tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara, Drs. H. Ikhsan Baijuri, M. Si yang membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia pada peringatan HSN Tahun 2018 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Muratara, Senin (22/10).

Dalam amanatnya, diharapkan melalui peringatan HSN dengan tema "Bersama Santri Damailah Negeri" dapat dijadikan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit modernisasi Islam di Indonesia.

Para santri juga diharapkan semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan timbulnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat. “Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun.” ajaknya.



Mengakhiri amanatnya, Ikhsan Baijuri mengharapkan agar seluruh siswa MTsN 1 Muratara yang juga merupakan Santri Nasional harus mampu menunjukkan sikap berbudi pekerti luhur.

Upacara Hari Santri Nasional ini diikuti Kepala, Dewan Guru, Pegawai dan seluruh siswa MTs Negeri 1 Muratara, selain KanKemenag Muratara turut hadir juga Kasi Penmad Kemenag Muratara, Kepala SDN Lesung Batu, dan Komite Madrasah. Usai upacara dilanjut dengan kegiatan istighotsah kubro yang dipimpin Ust. Gani, S.Pd

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Muratara Hj. Sri Widayati,M.Pd mengungkapkan, upacara peringatan HSN tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana kali ini, siswa yang mengikuti upacara mengenakan sarung dan baju koko untuk putra, sedangkan putri mengenakan baju gamis.

"Karena memang khusus dilakukan untuk HSN 2018 sesuai Surat Edaran Kementerian Agama yang kami terima. Dalam upacara ini juga ada Ikrar Santri yang dibacakan secara serentak" jelasnya. (ZIL)
Share:

Minggu, 21 Oktober 2018

Menuju Muratara Bangkit 2025,Disdik Muratara Lakukan Pembinaan di Rawas Ulu



RAWASULU MSM. COM-Guna meningkatkan mutu pendidikan menuju Muratara Bangkit Tahun 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara menggelar serangkaian pembinaan kepada tenaga pendidik dan kependidikan di 7 kecamatan dalam wilayah Bumi Beselang Serundingan.

Pada Sabtu (20/10) Disdik melakukan pembinaan di Kecamatan Rawas Ulu. Acara yang digelar di Balai Kelurahan Pasar Surulangun dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Ratnawati, Kabid Dikdas AKadir, dan Ketua Korwil Disdik Rawas Ulu Jaka Suprapta, dan diikuti seluruh tenaga pendidik dan kependidikan baik PNS maupun TKS dan seluruh Kepsek mulai dari PAUD hingga SMP sederajat.



Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta. Acara dilanjutkan dengan pementasan tari Zapin oleh siswi SDN 2 Surulangun.

Dalam laporannya, ketua pelaksana kegiatan Laisah menyampaikan bahwa pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan di kecamatan Rawas Ulu diikuti oleh kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan mulai dari tingkat PAUD, SD/MI, hingga SMP/MTs.

"Peserta yang hadir sekitar 500 lebih yang terdiri dari pengawas, kepsek, tenaga pendidik dan kependidikan baik PNS maupun TKS serta penjaga sekolah juga turut serta"jelasnya.



Sementara itu, ketua Korwil Disdik Rawas Ulu menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras semua pihak terutama panitia acara. Berkat kerja keras itu, acara pembinaam ini dapat terlaksana.

"Saya berharap, apa yang disampaikan dalam pembinaan ini dapat menambah wawasan dan pengalaman serta ilmu pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Muratara" ungkapnya.

Plt. Kadisdik Kabupaten Muratara Ratnawati menekankan kepada seluruh Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing masing.



"Kepada pengawas sekolah, selalu berikan masukan tentang pentingnya mendidik siswa. Karena sesuai dengan tema kita yakni meningkatkan mutu pendidikan menuju Muratara Bangkit Tahun 2025" kata Ratnawati

Kabid Dikdas Akadir dalam kesempatan itu meminta untuk meningkatkan kedisiplinan, dan tepat waktu dalam menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing masing. (ZIL)
Share:

Sabtu, 20 Oktober 2018

Warga Kelurahan Minta Pengaspalan Jalan


Ilustrasi(net)
-------------------------------------------------------------------


MURATARA,MSM.COM- Masyarakat Desa Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),  meminta pemerintah melakukan pengaspalan jalan kelurahan sepaniang 3 Kilometer yang membantu perteumbuhan kemajuan masyarakat kelurahan.

Hal itu seperti yang keluhkan oleh Cik Rusidi warga kelurahan mengatakan bahwa kondisi jalan kelurahan yang diharapkan masyarakat dapat dibangun aspal hotmix tersebut telah dibuka dan dilakukan pengerasan.

"Tapi sayang kondisi jalan tersebut belum aspal. Sementara jalan tersebut terbentang ditengah wilayah kelurahan dari Rt 02 hingga ke Rt 05," kata Rusidi.

Dilanjutkanya, adanya jalan tersebut tentu sangat membantu akses masyarakat kelurahan yang dapat memajukan pembangunan di wilayah pemerintahan kelurahan dan memajukan perekonomian warga.

"Jadi masyarakat akan lebih muda dan lancar melalui akses jalan tersebut," kata ia.

Serupa yang dikatakan oleh ketua Rt. 02 Musmulyadi bahwa jalan tersebut belum dibangun aspal hotmix. Dan menjadi keluhan warga.

"Sementara jalan ini menjadi jalan alternatif warga kelurahan untuk lebih cepat dan strategis menghidupan akses jalan warga," kata ia.

Hal itulah yang menjadi harapan masyarakat kelurahan agar pemerintah kabupaten dapat merialisasikan pembangunan jalan aspal hotmix.

"Selain untuk memudahkan masyarakat mengangkut hasil bumi. juga untuk mempermudahkan para pedagang ingin keliling dalam wilayah kelurahan," kata ia.

Sementara itu, Lurah Karang Jaya, Jhon membenarkan bahwa warganya mengharapkan pembangunan jalan tersebut. "Dalam rapat dengan tokoh-tokoh masyarakat telah kami dengar meminta jalan tersebut agar dibangun aspal hotmix," kata ia.

Dijelaskanya, apa yang menjadi keluhan tersebut pihaknya telah usulkan kepemrintah Kabupaten Muratara. "Telah kita usulkan agar jalan tersebut dapat dibangun aspal hotmix," katanya singkat. (Hamkam)
Share:

Ikuti Turnamen, Ulu Rawas FC Siap Berprestasi




ULURAWAS MSM. COM-Kecamatan Ulu Rawas mengirimkan tim sepakbola untuk mengikuti turnamen Ampi Cup di Kota Lubuklinggau.

Dengan sebutan Ulu Rawas FC, siap menoreh prestasi dalam turnamen regional yang tentunya akan diikuti berbagai kabupaten kota di Provinsi Sumatera Selatan.

Manager Ulu Rawas FC, Carlos menyampaikan semangat berprestasi ini didasari selama ini Ulu Rawas FC mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengikuti turnamen sepakbola.

Diakuinya dalam berbagai even kabupaten, Ulu Rawas melaju ke final dan menjadi champion.

"Siapa tau semangat itu masih ada dan menular pada anak didik kita nanti,"ujarnya.

Carlos menyampaikan usaha anak-anak diakui nya sudah maksimal. Yakni melaksanakan pemusatan latihan dengan latihan fisik dan kekompakan tim.

Lanjutnya, dalam penilaiannya 95persen anak didiknya siap menghadapi turnamen yang akan dibuka Sabtu nanti.

Dikatakannya,  kerjasama tim sudah menyatu, mereka mampu memainkan bola 90menit dengan pola bertahan maupun menyerang.

"Mereka paham kapan saat nya bertahan maupun menyerang dan menempatkan posisi dalam menghadapi lawan, kita berharap Ulu Rawas dapat menorehkan prestasi ya,"harapnya.(ZIL)
Share:

Gebrakan Baru, Senam Bersama di Ulu Rawas



ULURAWAS MSM. COM- Pemerintah Kecamatan Ulu Rawas bersama UPTD Puskesmas menyelenggarakan senam bersama di lapangan Kecamatan, Jumat (19/10)

Tak hanya senam bersama, beberapa olahraga dilaksanakan yakni olahraga voli dan juga pengobatan gratis.

Masyarakatpun antusias dalam mengikuti kegiatan kecamatan yang merupakan gebrakan baru di Kecamatan Ulu Rawas.

Pemerintah Kecamatan Ulu Rawas juga menyediakan bubur kacang hijau untuk disantap setelah olah-raga bersama.

Salah seorang staf Kecamatan, Daud menyatakan senam bersama baru kali inilah diselenggarakan di tahun 2018.

Hal positif ini harus dipertahankan setiap satu Minggu sekali, setidaknya dalam satu bulan satu kecamatan dapat kumpul bersama.

"Bagus kegiatannya, ini harus dilaksanakan berkelanjutan,"ucapnya.

Sementara ini, Camat Ulu Rawas, Mukhtaredi mengatakan kegiatan positif ini mengajak masyarakat untuk hidup sehat.

Dalam satu minggu kegiatan tentunya perlu olahraga sehingga badan tetap sehat dan fit dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Dia mengatakan tak hanya senam bersama nanti bisa diselengi dengan kegiatan gotong royong di Kecamatan Ulu Rawas.

"Kita gilir nanti per desa, tidak hanya terpusat di ibukota kecamatan, sehingga masyarakat merasakan kegiatan kecamatan, dari Ulu Rawas kita bangkitkan masyarakat kita untuk maju sesuai visi misi pak Bupati,"ucapnya.(ZIL)
Share:

Hidupkan Syiar Agama, Camat Ulu Rawas Gelar Pengajian Akbar




ULURAWAS MSM. COM-  Pemerintah Kecamatan Ulu Rawas menyelenggarakan pengajian akbar majelis taklim ibu-ibu bertempat di Masjid Besar An- Nur Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas, Jumat (19/10)

Pengajian Akbar yang telah lama mati suri ini kembali dijalankan oleh Camat Ulu Rawas, Mukhtaredi dalam rangka syiar agama Islam hingga ke desa-desa.


Ustad M Ali Sanusi mengucapkan terima kasih kepada Camat Ulu Rawas telah menghidupkan kembali pengajian kawasan kecamatan yang telah lama mati ini.

"Kita beri apresiasi kepada camat baru, semoga ini terus Istiqomah dalam menjalankan syiar agama di desa dan kampung kita,"utaranya.

Lanjut Ustad M Ali Sanusi pentingnya dalam menghidupkan majelis taklim ini sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi unsur Tripika, pemerintah desa dan masyarakat dalam kecamatan Ulu Rawas.

Dengan mempererat tali silaturahmi tadi tentunya memudahkan yang hadir dalam memperoleh rizkinya Allah SWT.

"Insya Allah yang hadir dimudahkan rizkinya,"harapnya.

Sementara itu Camat Ulu Rawas, Mukhtaredi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ketua penggerak majelis taklim, ibu lurah dan ibu kades se Kecamatan Ulu Rawas.

Mukhtaredi berkomitmen dan meminta kepada majelis taklim untuk setiap bulannya rutin diselenggarakan pengajian Akbar.

"Untuk tuan rumah nanti kita putar setiap desanya,"ajaknya.

Mukhtaredi berharap dengan adanya pengajian rutin bulanan ini, syiar agama terus dijalankan di setiap desa/lurah.

Dia meminta di setiap desa maupun lurah dilaksanakan setiap satu Minggu sekali dalam menjalankan majelis taklim.

"Ditingkatkan, Minggu ini yang hadir dalam satu desa 15 Minggu depan diajak 30 orang, ini ada peningkatan di desa kita,"ajaknya.

Lanjutnya pentingnya pengajian setiap desa itu membentengi dalam pengaruh negatif sehingga dari ibu-ibu dapat mengajak keluarga dan anak-anaknya dalam menjalankan perintah Nya dan menjauhi semua laranganNYA.

"Insya Allah semarak pengajian Akbar hari ini menjadi semangat kita dalam melaksanakan pengajian di setiap desa. Kita siapkan generasi Akhlakul Karimah sejak dini,"harapnya.


Hadir dalam acara ini, Kepala KUA Kecamatan Ulu Rawas, Mahipal, Kepala UPTD Puskesmas, Nelly Agustian, Sekcam Ulu Rawas, Mahmud dan staf kantor camat, KUA dan UPTD Puskesmas.(ZIL)
Share:

Kamis, 18 Oktober 2018

Lakukan Kunker Ke Muratara. Ini Kata Gubernur Sumsel




RAWASULU MSM.COM-Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru beserta SKPD Provinsii Sumsel, Rabu (17/10) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas Utara, tepatnya ke Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu. 


Kedatangan orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini disambut oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, di balai Desa Remban.

Kunjungan Gubernur Sumsel ke Kabupaten Muratara merupakan yang perdana setelah di lantik oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu menjadi Gubernur Sumsel terpilih.



Ada dua Kabupaten/Kota yang menjadi agenda kunker H Herman Deru pada kali ini, yang pertama melakukan Kunker ke Kota Lubuk Linggau sekaligus menghadiri HUT Kota Lubuk Linggau. Yang kedua melakukan Kunker ke Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara.

Di Desa Remban, H Herman Deru mengatakan kedatangannya ke Desa Remban dalam rangka Kunker setelah dirinya dilantik menjadi Gubernur Sumsel sekaligus bersilaturahmi dengan seluruh masyarakat Kabupaten Muratara.

"Alhamdulillah saya sudah dilantik, saya ucapkan terima kasih atas doanya. Saya juga mohon didoakan agar tetap istiqomah menunaikan semua janji politik dan janji kampanye" kata H. Herman Deru.

Gubernur mengatakan, kedatangannya ke Desa Remban juga ingin mengubah citra Gubernur dimata masyarakat. Dimana ketika sudah menjadi Gubernur enggan untuk datang ke desa. "Kita rubah kebiasaan itu" kata Gubernur.

Untuk itu ia mengajak kepada seluruh pejabat dapat mengubah citra tersebut. Sebab, mulai dari Gubernur hingga Bupati juga berasal dari masyarakat. Jadi dengan bertemu secara langsung dengan masyarakat, apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat langsung didengarkan. Selain itu, persoalan di setiap tempat juga beragam dan perlu didengarkan oleh para pejabat. 

Disinggung mengenai masalah perbatasan antara Kabupaten Muratara dengan Muba, Gubernur mengatakan dirinya jika diibaratkan seperti orang tua. Dengan posisi itu, dirinya tidak bisa memutuskan tanpa mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak, baik dari Pemkab Muratara maupun Pemkab Muba.
"Anggota Komisi I DPRD Muba sudah menghadap saya menyampaikan masalah Permendagri Nomor 50 dan 76. Tapikan kita harus mendengarkan dari kedua belah pihak. Nanti pada saatnya Muratara akan kita undang untuk mendengarkan langsung dari yang berkompeten. Baru kita dapat memutuskan" sambungnya.

Dalam sambutannya, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mengatakan siap mendukung berbagai program Gubernur Sumsel sekaligus memaparkan berbagai prestasi yang telah diraih oleh kabupaten termuda di Sumsel ini. Diantaranya, dalam pengelolaan keuangan Muratara mendapatkan WTP.

Tahun lalu, Kabupaten Muratara mendapatkan juara terbaik se Indonesia Bagian Barat dalam tata kelola DOB. Pada tahun ini, Kabupaten Muratara mendapatkan penghargaan sebagai DOB terbaik kedua se Indonesia.

"Kabupaten Muratara sudah berstatus sama dengan kabupaten lain di Indonesia dan tidak lagi berstatus DOB. Muratara sudah sejajar dengan kabupaten lain" kata HM Syarif Hidayat.

Bupati menyampaikan, dalam bidang pembangunan untuk sektor kesehatan. Tahun ini Kabupaten Muratara mendapatkan dana Rp. 50 Milyar untuk pembangunan 6 Puskesmas, dengan fasilitas sesuai standar kesehatan. Dimana setiap puskesmasnya dibangun ruang rawat inap, dan penempatan dokter spesialis.

Sementara dalam bidang pendidikan, tetap fokus meningkatkan kualitas pendidikan. Di bidang keamanan, Pemkab Muratara telah menyiapkan lahan seluas 5 Hektar untuk pembangunan Mapolres.

Dalam bidang infrastruktur, jalan dan jembatan sudah 60 persen dalam kondisi bagus. Sisanya 40 persen akan dilanjutkan pembangunannya secara bertahap. Pemkab Muratara juga akan mengalokasikan dana melalui APBD sebesar Rp. 900 Milyar untuk dapat meniti pembangunan di Kabupaten Muratara disegala bidang secara merata. (MJ)
Share:

Rabu, 17 Oktober 2018

Pelayanan Damkar Sering Dikeluhkan Warga


Ilustrasi (Net)
-------------------------------------------------------------------


MURATARA MSM. COM - Minimnya jumlah armada pemadam kebakaran (Damkar) di wilayah Muratara, kerap kali mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Pasalnya, kinerja petugas pemadam kebakaran masih dianggap kurang maksimal, karena hanya tersedia dua unit pemadam kebakaran untuk mengatasi tujuh wilayah Kecamatan di Kabupaten Muratara.

Sering telat dan gagal aksi, mungkin begitulah anggapan sebagian masyarakat menyikapi kinerja petugas pemadam kebakaran di Muratara. Anas warga kecamatan Rawas Ulu mengatakan, seharusnya Pemerintah Daerah melakukan perbaikan terhadap sistem petugas tanggap darurat tersebut sehingga bisa lebih maksimal dalam bekerja.
       
"Kalau urusan kebakaran itu soal nyawa manusia bukan bangkai binatang, jadi harus cepat tanggap dan Responsif. Petugas Pemadam kebakaran harus profesional dan aktif selama 24 jam, mereka bertugas khusus untuk tanggap bencana," katanya, kemarin.
       
Dia sangat menyayangkan, karena kinerja petugas pemadam Kebakaran di wilayah Muratara sangat jauh dari harapan masyarakat. Bahkan saat terjadi bencana kebakaran, masyarakat mengaku bingung untuk meminta bantuan, karena petugas Damkar di Muratara sulit dihubungi.
         
"Banyak keluhan warga waktu kebakaran kemaren, petugas sulit dihubungi waktu datang rumah yang terbakar sudah habis. Jadi telat bantuannyo datang," bebernya.

Sementara itu, Anggota DPRD Muratara M Ruslan membenarkan, saat ini khusus untuk penanggulangan bencana kebakaran di wilayah Muratara kurang maksimal.
       
Menurutnya ada beberapa faktor yang memengaruhi, diantaranya minimnya ketersediaan sejumlah peralatan pemadam kebakaran. Karena di wilayah Muratara hanya memiliki dua unit Pemdam kebakaran bahkan salah satu kendaraan itu tidak bisa dipakai karena mengalami kerusakan.
         
"Di Muratara ada tujuh wilayah kecamatan, sedangkan kita cuma dua unit Damkar. Satu rusak mesin sedotnya, dan cuma satu yang bisa di fungsikan. Kami DPRD Muratara tentunya sangat mendukung program pelayanan terhadap masyarakat apa lagi terkait penanggulangan bencana," bebernya.
         
Pihaknya bersama pemerintah daerah, berencana akan menambah dua unit kendaraan damkar lagi, sehingga mampu menanggulangi bencana kebakaran di tujuh wilayah kecamatan. "Setidaknya kita punya tujuh Damkar, tiap satu kecamatan satu damkar. Tapi karena memang satu unit itu sangat mahal, kita akan tambah secara bertahap. 2019 kita upayakan itu di tambah," bebernya.
   
Terpisah, Kasat Satpol PP Muratara yang membawahi petugas Damkar, Chaidir Kelingi mengakui jika saat ini pihaknya belum bisa memberikan pelayanan maksimal untuk menghadapi bencana kebakaran di Muratara.
         
"Memang sering warga protes, damkar sering terlambat. Sebetulnya kami ingin memberikan pelayanan cepat, namun kita banyak sekali hambatan jarak tempuh jauh, dan mobil damkar minim," bebernya.
       
Pihaknya mengaku, sudah mengajukan usulan pengadaan mobil Damkar. Namun, karena masalah keterbatasan anggaran, untuk saat ini pihaknya hanya mampu memanfaatkan sejumlah peralatan yang tersedia. "Untuk saat ini kita manfaatkan semaksimal mungkin kendaraan Damkar yang ada," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Kades Sukakarya Tak Terimah Bantuan Guberbur 2005



MUSIRAWAS MSM. COM- Pemerintah Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sum-Sel) memintah seluruh Kepala Desa (Kades) ,yang belum mengembalikan Bantuan Gubernur (Bangub) tahun 2005 lalu.

Berupa kendaraan roda dua yang berjenis sepeda motor Stander dengan nomor polisi (nopol) berplat merah tersebut ,agar segera di kembalikan seperti Desa Sukakarya dan Desa Babat yang belum mengembalikan.

Sedang bantuan kendaraan sepeda motor stander yang di berikan itu masih termasuk aset daerah Kabupaten Musi Rawas.

Kades Desa Sukakarya Fuji Wastito SH saat di konfermasikan awak media (17/10) pada kediamannya dia mengakui kalau sepeda motor stander bantuan Pemerintah Provinsi Sumsel tersebut ada untuk Desa Sukakarya.

" Akan tetapi semenjak saya menjabat sebangai Kades Desa Sukakarya yang hampir genap tiga tahun ini,yang namanya bantuan sepeda motor dari Pemprov sumsel tersebut ,saya tidak pernah melihat fisik kendaraan itu hingga tidak tau keberadaannya ,"Kata Fuji.

Lanjut orang nomor satu di Desa Sukakarya Fuji Wastito , kemungkinan pak mantan kades la yang tau tentang bantuan sepada motor stander itu sebab saya baru menjabat Kades Sukakarya.

Namun sangat di sayangkan setalah saya tanyai dengan mantan Kades Desa Sukakarya yang lama ,katanya kondisi kendaraan itu masih di bengkel sebab mengalami keruskan.

" Akan tetapi setelah saya cek di bengkel sampai sekarang belum tau kondisi fisik kendaraan bantuan gubernur yang berjenis sepada motor stander tersebut," Ucap Kades.(zul)
Share:

Warga Desa Sukamana Serbu Balai Desa Guna Minum Obat Kaki Gajah




MUSIRAWAS MSM. COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) bersama Dinas Kesehatan dan melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Umum Sementara Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas.

Guna mengurangi peredaran penyakit kaki gajah bagi masyarakat Desa khususnya wilayah Kecamatan Terawas dan sekitarnya.

Maka dari itu Dinas Kesehatan di bawah pimpinan Drg Hj Mipta Hulummi M Kes bersama UPT Puskesmas Stl Ulu Terawas Turyana M Kes pada hari ini Rabu (17/10) mengelar pencanangan minum obat kaki gaja secara serentak tingkat Kecamatan di Desa Sukamana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat STL Ulu Terawas Saparudin Husein,Perwakilan dari Dinas Kesehatan ,Kepala Upt Puskesmas Turyana,toko masyarakat,toko agama,prangkat Desa dan seluruh warga masyarakat Desa Sukamana.

UPT Puskesmas Terawas Turyana M Kes mengatakan sebenarnya kegiatan Louncing Pencanangan minum obat pil kaki gajah ini bukan hanya dalam tingkat Kecamatan yang dilaksanakan pada Desa Sukamana saja ,namun sudah dari kemarin kami pihak UPT Puskemas Stl Ulu Terawas telah membagikan beberapa obat pil kaki gajah di setiap tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ,Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga tingkat Sekolah Dasar (SD) .

" Na pada hari ini kami UPT Puskemas Terawas mengelar minum obat pil kaki gajah secara serentak di tahun yang ke empat ini,dalam tingkat Kecamatan Terawas di adakan pada Desa Sukamana selaku tuan Rumah," Kata Turyana.

Turyana menejelaskan ,penyakit kaki gajah sangat cepat sekali menular,seperti dari gigitan nyamuk ,cacing itu nanti akan mengakibatkan terkena penyakit kaki gajah.

Sedangkan untuk di Kecamatan STL Ulu Terawas ini yang sudah terkena penyakit kaki gajah dan mengqkibatkan meningal dunia tidak lain warga Desa Sukamana sendiri,dan yang kami temukan kaksus ini ada juga di Desa Sumber Karya.

Dampak dari minum obat pil kaki gajah ini pertama mual,ngantuk itu menyatakan bahwa sudah ada indikasi akan terkena penyakit kaki gajah.

" Yang di perbolehkan minum obat pil kaki gajah mulai umur dua tahun hingga 70 tahun , tidak di perbolehkan bagi ibuk hamil dan penyakit Lipertensi (Penyakit tanggungan),"Jelas Turyana.

Camat STL) Ulu Terawas Saparudin Husein menyampaikan kepada masyarakat hahwa pencanangan minum obat kaki gajah ini,sangat penting karena akibat dari penyakit itu dampaknya kaki akan bengkak.

Dan susah dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari ,selanjutnya akan mengakibatkan meninggal dunia.

" Maka dari itu lebih saya selaku camat berpesan kepada masyarakat lebih baik mencegah dari pada mengobati,dengan besar
harapan kedepan nanti se kecamatan tidak masyarakat yang terkenah penyakit kaki gajah ," Harap Camat.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Desa Sukaman Roma Irama mengucapkan ribuan terimakasih kepada Bapak Camat bersama KUPT Puskesmas STL Ulu Terawas yang telah menunjukan Desa Sukamana selaku tuan rumah dalam kegiatan pencanangan minum obat pil kaki gajah.

Selain dari pada itu saya selaku pemerintah desa juga syukur alhamdulillah dalam acara kegiatan ini masyarakat Desa Sukamana telah berkenan hadir ,untuk mengikuti minum obat pil kaki gajah.

" Karena kesehatan itu sangat mahal harganya,oleh sebab itu lebih baik mencegah dari pada mengobati ," Ucap Kades.(zul)
Share:

Genjot PAD, Pemkab Muratara Gelar Rapat Pembahasan Retribusi




MURATARA MSM. COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) pada Senin (15/10) menggelar rapat pembahasan mengenai pengelolaan retribusi dan parkir, Pengelolaan pasar dan pelayanan sampah.

Rapat yang digelar di auditorium lantai dua, Setda Muratara dipimpin langsung oleh Asisten III Alwi Roham. Turut hadir, Kepala Bidang Pendapatan (Kabid) BKD Amirul, Kabag Hukum Setda Muratara Efendi dan OPD lainnya.

Asiten III Setda Muratara, Alwi Roham dalam kesempatan itu menyampaikan rapat koordinasi (Rakor) sangat penting untuk dilakukan dalam rangka optimalisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dan parkir serta pengelolaan pasar dan sampah.

“Dalam rangka peningkatan ini, tentu kita juga ingin mendapatkan kejelasan dari masing - masing OPD yang bertanggung jawab terhadap retribusi dan batasan - masing - masing OPD” kata Alwi Roham.

Terutama dari BKD, yang bertanggung jawab baik untuk retribusi dan parkir, serta pengelolaan pasar dan sampah. Untuk itu, dalam rakor ini pihaknya menunggu rincian seberapa besar retribusi sekaligus laporan pelaksanaannya dari masing - masing tupoksi.

“Jangan sampai terjadi tumpang tindih. Semua tujuan kita sama, yakni dalam rangka optimalisasi dan peningkatan PAD. Apabila itu kita laksanakan dengan baik, tentunya memberikan efek positif kepada kita semua terutama kepada Pemkab Muratara dalam hal PAD” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pendapatan BKD Amirul mengungkapkan bahwa pihaknya terus berusaha meningkatkan pelayanan pasar, pelayanan pakir dan sampah. Pihaknya juga menghendaki adanya pemetaan wilayah kerja sesuai dengan kewenangan masing - masing berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Jangan ada tumpang tindih masalah pengelolaan retribusi parkir antara Dinas Perhubungan dengan Disperindagkop, serta pengelolaan retribusi sampah antara Dinas Lingkungan Hidup dan juga Disperindagkop” jelasnya

“Ini semua kita lakukan guna peningkatan PAD dari sektor retribusi parkir, retribusi pasar dan retribusi pelayanan sampah” tukasnya. (MJ)
Share:

Selasa, 16 Oktober 2018

Persiapan Hadapi Porprov 80 Pesilat Ikuti IPSI CUP 2018


Sekretaris Dispora Sarmidi memukul gong tanda dibuka secara resmi kompetisi Pencak Silat IPSI CUP 2018
-------------------------------------------------------------------


MURATARA MSM. COM-Sebanyak 80 pesilat yang berasal dari 7 perguruan Pencak Silat di Bumi Beselang Serundingan mengikuti Kejuaraan Pencak Silat IPSI CUP 2018 tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara yang akan berlangsung selama tiga hari.

IPSI CUP 2018 yang digelar oleh Pemkab Muratara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dipusatkan di Balai Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit. Acara pembukaan IPSI CUP 2018 dihadiri oleh Kepala Dispora Erwin Abd. Karim melalui Sekretaris Dispora Sarmidi, dan Kabid Olahraga Andri. Turut hadir juga Camat Rupit, pelatih dan official serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dispora melalui sekretarisnya, Sarmidi mengatakan IPSI CUP 2018 merupakan sebuah kompetisi dengan tujuan untuk menjaring atlet atlet pencak silat guna persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel tahun 2019 mendatang.

"Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan dapat melahirkan para juara yang nantinya mampu mengangkat dan mengharumkan nama kabupaten Muratara pada Porprov, bahkan hingga ke tingkat nasional" jelasnya.

Dia juga meminta, seluruh atlet dapat terus giat berlatih. Sebab, merekalah yang akan menggantikan atlet atlet senior. Dengan latihan yang sungguh sungguh, mereka nanti dapat diandalkan dan menjadi tumpuan harapan sebagai duta Kabupaten Muratara di berbagai kejuaraan.

Disinggung mengenai target yang dipasang pada Porprov mendatang. Sarmidi mengatakatan, minimal Kabupaten Muratara mendapatkan 6 medali emas. Namun demikian ia tetap berharap, target tersebut dapat terlampaui. (MJ)
Share:

Senin, 15 Oktober 2018

IMMC Turut Promosikan Kabupaten Muratara





CURUP MSM. COM-Patut diberikan apresiasi apa yang dilakukan oleh putra putri Kabupaten Musi Rawas Utara yang sedang menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri (UIN) Curup. Sebagai wadah untuk memperkenalkan Bumi Beselang Serundingan ke daerah luar, mereka membentuk organisasi Ikatan Mahasiswa Muratara Curup (IMMC).

IMMC sendiri sudah terbentuk sejak dua tahun lalu, dan beranggotakan 200 mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Muratara. Struktur organisasi IMMC periode ini untuk jabatan ketua dipegang oleh Roja Saputra, sedangkan jabatan wakil ketua dipegang oleh Jauhari Aman.

"Alhamdulillah, IMMC terbentuk. Ini merupakan wadah kami untuk mempersatukan putra putri Muratara yang sedang menimba ilmu di Curup. IMMC ini juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan" ungkap Ketua IMMC melalui salah satu pengurus IMMC, Reksi pada Senin (15/10).

Dikatakan Reksi, IMMC jika diibarat bak rumah yang selalu menjadi tujuan pulang. Saat mereka rindu kampung halaman, seketika terobati manakala bertemu sesama mahasiswa yang tergabung dalam IMMC.

"IMMC juga tempat kami menuangkan ide ide, bersaing dalam meraih prestasi sekaligus mempromosikan Kabupaten Muratara yang sangat kami cintai. Kami disini menuntut ilmu, yang nantinya akan kami pergunakan untuk ikut membangun Muratara" ungkapnya. (MJ)
Share:

Tanamkan Jiwa Bisnis Dinas Ketahanan Pangan Luncurkan Berbagai Program




MURATARA MDM. COM- Guna meningkatkan perekonomian dan menanamkan jiwa bisnis anggota Kelompok Tani (Poktan) dan Keluarga Brilian, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas Utara meluncurkan berbagai program yang dialokasikan melalui dana APBN.

Salah satunya dengan menyalurkan dana Bantuan Sosial (Bansos) kepada Kelompok Tani, melalui rekening kelompok masing masing. Dana tersebut disalurkan dalam upaya menanamkan jiwa bisnis anggota Poktan dan Keluarga Brilian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Titin Martini pada Senin (15/10) di ruang kerjanya mengungkapkan, instansi yang ia kepalai termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di Kabupaten Muratara, yang merupakan pecahan dari Dinas Pertanian.

Terhitung sejak tahun2017, instansi yang saat ini ia pimpin menjadi Dinas Ketahanan Pangan. Kendati termasuk OPD baru, di 2018 ini Dinas Ketahan Pangan sudah mempunyai berbagai program yang dialokasikan dalam APBN. Diantaranya, Kelompok Tani dan Kelompok Rumah Pangan Lestari.

"Dalam Poktan ada yang khusus dibidang penjualan beras guna mengantisipasi melonkaknya harga beras. Sedangkan kelompok Rumah Tangga Brilian bergerak dibidang ternak ayam, ikan dan sayuran yang mereka kelola bersama sama" jelasnya.

Untuk mencapai hasil yang diharapkan, setiap kelompok didampingi oleh tenaga pendamping. Khusus untuk kelompok Kawasan Rumah Pangan Lestari, mereka juga didampingi oleh tenaga ahli dibidang masing masing.

Dilanjutkannya, untuk melihat sejauh mana perkembangan dari setiap kelompok. Dinas Ketahanan Pangan juga mengadakan rapat dengan mengundang masing masing kelompok. "Alhamdulillah, saat ini disetiap kelompok ada peningkatan" kata Titin.

"Mudah mudahan tahun depan kita lanjutkan ke program program yang lain sembari mengembangkan dan meningkatkan program yang sudah berjalan. Saya sudah melaporkan ke Bupati, respon beliau sangat baik.Lanjutkan kata beliau" tukasnya. (Hamkam)
Share:

Muratara Terima Penghargaan DOB Terbaik Ke-2 se Indonesia



MURATARA MSM.COM – Diusia kabupaten Musi Rawas Utara yang ke-5, Kabupaten yang berslogan Beselang Serundingan kembali menorehkan prestasi yang membanggakan, dengan meraih penghargaan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) berkinerja terbaik ke-2 dari 14 DOB se Indonesia tahun 2018.

Atas prestasi itu, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mendapat penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo di Hotel Tha Alana Solo Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan oleh HM Syarif Hidayat saat apel pagi, Senin (15/10) di halaman kantor Pemkab Muratara Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit yang dihadiri jajaran Pemkab Muratara.



Dalam sambutannya, Bupati Muratara mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya atas prestasi yang diraih Kabupaten Muratara tersebut. Prestasi itu sangat luar biasa, sebab diusia Kabupaten Muratara yang ke-5, telah dinilai sebagai DOB berkinerja terbaik se Indonesia.

Bupati menegaskan dengan adanya prestasi tersebut, hendaknya dijadikan motivasi oleh segenap Pegawai di Kabupaten Muratara untuk meningkatkan kinerjanya.

“Kita patut berbagga, karena terpilih sebagai DOB terbaik se-Indonesia dan mampu bersaing dengan 14 DOB di seluruh Indonesia” kata Bupati seraya menepis anggapan bahwa kabupaten Muratara  akan Kembali ke Kabupaten Induk, Musi Rawas.



Bupati menyampaikan, apa yang diraih oleh Kabupaten Muratara tersebut, tentunya tak lepas dari capaian terhadap peningkatan berbagai kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar. Kabupaten Muratara juga berprestasi dalam pengelolaan keuangan daerah dan pelayanan umum.

Lebih lanjut Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Muratara yang telah berupaya dan bekerja keras dalam mencapai prestasi yang membanggakan tersebut.

“Alhamdulillah Muratara dinilai baik di mata pemerintah pusat. Maka, kita harus pertahankan dan tingkatkan. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak” kata Bupati. (MJ)
Share:

Minggu, 14 Oktober 2018

PMI Muratara Lakukan Program Peduli Donor Yang Pertama


Ketua PMI Muratara H Devi Suhartoni foto bersama
-------------------------------------------------------------------


MURATARA MSM.COM-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)  melakukan program peduli PMI dengan tema "Setetes Darah Anda,  Bukti Cinta Kepada Sesama" yang pertama di SMA Negeri Rupit.

Kepala SMA Negeri Rupit Suprtihartini dalam sambutannya menyampaikan selaku tuan rumah  menghimbau kepada para guru dan siswa dapat mendonorkan dan mengikuti sosialisasi yang dijalankan PMI Muratara

"Bagi anak anak yang siap donor darah. Bisa, ini sangat bermanfaat,"katanya, kemarin (12/10).

Sambungnya,  Muratara sangat kekurangan darah.  Terutama ibu ibu yang sedang dalam proses persalinan.


Disis lain Wakil Bupati Muratara sekaligus Ketua PMI Muratara H Devi Suhartoni pada kesempatan yang sama menyampaikan tujuan mengapa program PMI Muratara pertama ini dilakukan di sekolah. Sebab,  untuk mengajarkan para pelajar sekaligus menanamkan kepada generasi muda kebiasaan berbagi.

"Karena kalau muda mau berbagi,  maka Insya alllah sampai tua berbagi, "ucapnya

Lanjutnya,  nah hari ini berbagi darah.  Karena selama ini di Muratara masih banyak kekurangan darah,  kami para PMI mengajak para dermawan pendonor darah.

Dikatakannya,  rasa kemanusiaan sangat penting. Karena ibu ibu muda jauh dari ibu kota.  Melahirkan kekurangan darah.
"Nah dengan adanya darah maka akan menyelamatkan dua nyawa sekaligus, "jelasnya

Ditambah Devi,  Ini kegiatan sosial kemanusian.  Apabila tetangga sebelah kebutuhan darah,  maka darah dari Muratara bisa membantu mereka.

Ditempat yang sama,  Narasumber sosialisasi program PMI Dian mengatakan sosialisasi ini akan berlanjut ke tempat lain dengan mengandengkan Dispora

"Jum'at depan kita akan ke Rawas Ulu.  Target kita anak sekolah,  OKP,  dan perusahaan."katanya singkat. (Hamkam)
Share:

Sabtu, 13 Oktober 2018

PT Kirana Windu Adakan Simulasi Kebakaran




RAWAS ULU MSM. COM– Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran, PT Kirana Windu bekerjasama dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Musi Rawas Utara, menggelar simulasi kebakaran, Jum’at (12/10).

Simulasi kebakaran yang diikuti oleh seluruh karyawan PT. Kirana Windu dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai. Simulasi kebakaran itu sendiri berjalan sesuai rencana. Seluruh karyawan cukup antusias mengikuti simulasi tersebut.

Humas PT. Kirana Windu, Syarifudin mengatakan, simulasi yang digelar pihaknya dengan bekerja sama dengan pihak Damkar Muratara dilakukan guna memberikan pengetahuan kepada seluruh karyawan apa saja teknis dan upaya penanggulangan ketika terjadi kebakaran.

“Dari simulasi ini kita harapkan, ketika terjadi bekaran dapat cepat kita atasi sehingga kerugian dapat diminimalisir. Dengan adanya simulasi ini, semua karyawan paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran” papar Syarifudin.

Dikatakan Syarifudin, tidak hanya simulasi yang dilakukan sebagai antisipasi saat terjadi kebakaran. Pihaknya juga membentuk tim tanggap darurat, seperti tim medis,tim pemadam kebakaran dan tim  penghubung ke aparat setempat.

Sementara itu, Kabid Penegak Perda Sat Pol PP Muratara, Sumedi mengatakan ada beberapa hal penting yang harus dipahami saat terjadi kebakaran. Diantaranya harus memahami bagaimana alur dan arah api.

“Sebelum terjadi kebakaran, pahami dahulu barang – barang menjadi pemicu kebakaran seperti karet listrik dan oksigen. Barang – barang itu merupakan barang yang beriso tinggi penyebab kebakaran” paparnya.

Sedangkan hal – hal lainnya yang menjadi penyebab kebakaran antara lain kabel listrik yang terkelupas, pemakaian listrik diluar kapasitas. Kedua hal itu seringkali menjadi penyebab kebakaran.

“Jadi intinya kalau kita menghadapi kebakaran hal utama yang harus kita lakukan bersikaplah tenang. Kita harus meminimalisir keadaan. Jangan sampai jatuh korban nyawa” tukasnya. (MJ)
Share:

KPK Kunker ke Muratara, Dorong Peningkatan PAD


MUARARUPIT MSM. COM – Tim Monitoring dan Evaluasi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Musi Rawas Utara, Jum’at (12/10). Kedatangan 5 orang perwakilan KPK, disambut Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat di Ruang Auditorium Setda Muratara.

Dalam Kunker ke Muratara, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemkab Muratara. Dalam rakor tersebut, Kasatgas Koordinasi dan Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Korwil II KPK, Adlinsyah M Nasution mengatakan, tujuannya mendatangi sejumlah daerah untuk melihat kondisi dan perkembangannya.



Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mengatakan, di Bumi Beselang Serundingan ini memiliki potensi pajak yang luar biasa banyak. Saat ini tercatat ada 33 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muratara.

Tetapi dari semua perusahaan yang ada tersebut, tidak semua pajaknya masuk ke Kabupaten Muratara. Pihak Pemkab sudah beberapa kali mengundang para pengusaha untuk datang.

“Tapi setiap diudang, mereka sering mungkir. Jikapun datang hanya Humas perusahaan. Kami mohon kepada KPK untuk mengusut tuntas perusahaan yang tidak mau bekerja sama dengan Pemkab Muratara. Kami juga mohon bimbingan dan bantuan KPK” kata Bupati.

Banyaknya perusahaan yang tidak mau bekerjasama, kata HM Syarif Hidayat, menimbulkan permasalahan tersendiri, khususnya masalah PAD Kabupaten Muratara. Bupati juga membantah keras, adanya rumor bahwa dirinya mendapat uang dari perusahaan – perusahaan yang bermasalah tersebut.

Sementara itu, usai melakukan rakor, Adlinsyah M Nasution kepada awak media mengungkapkan, kedatangan KPK ke Kabupaten Muratara lebih banyak bicara teknis, planing dan buggeting. Selain itu pihaknya menepis anggapan, bahwa KPK hanya bisa melakukan OTT saja. Padahal, KPK mempunyai kewenangan lain seperti koordinasi, supervisi, pencegahan dan monitoring.

Salah satu yang dibahas dalam rakor tersebut, sambungnya, pihak KPK akan membantu Pemkab Muratara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rakor itu, pembahasan masalah peningkatan PAD sudah didiskusikan cukup lama dengan Pemkab Muratara.

“Kita sudah mendengarkan masalah HGU, dan masalah tunggakan dari perusahaan – perusahaan dan data – datanya sudah kami minta. Upaya kita salah satunya akan kita ajak pengusaha untuk pertemuan di Jakarta” katanya.

Dengan pertemuan itu, KPK akan mendorong para pengusaha untuk membayar tunggakan. Ia berjanji, pertemuan itu akan segera dilakukan, paling lambat pada November mendatang hal itu sudah dibisa dilaksanakan.

“Kita tidak ingin bicara masalah korupsi saja. Termasuk apa yang kita bisa bantu untuk daerah kita bantu. Mudah - mudahan dengan meningkatnya PAD semuanya menjadi lebih baik. Kan di Muratara ini banyak perkebunan, jadi hasilnya ya harus masuk ke Muratara juga” jelasnya.

Disinggung masalah WTP yang diperoleh diraih oleh Kabupaten Muratara. Ia menanggapi positif hal itu. Namun saja hal itu bukan sebuah jaminan. Itu merupakan sebuah langkah yang positif dan prestasi bagi suatu daerah otonomi baru. “Kita bayangkan saja, DOB sudah mendapatkan WTP” sambungnya.

Berdasarkan pantauan MSM.COM, kedatangan KPK RI bukan hanya melakukan Rakor dengan Pemkab Muratara. Tetapi juga melakukan peninjauan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST), Kantor ULP dan kantor DPRD Muratara. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog