Kamis, 18 Juli 2019

2019 Muratara Terima 83 Miliyar DAK





MURATARA MSM.COM-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utata (Muratara) di tahun 2019 akan menerima 83 Miliyar Dana Alokasi Khusus (DAK) dari bantuan pemerintah pusat.


DAK diprediksikan akan masuk dalam Kas Keuangan Daerah Kabupaten Muratara pada pertengahan Bulan Juli 2019 dari Kantor Pelayanan Pembendaraharaan Negara (KPPN)  Lubuklinggau.

"kemungkinan jika tidak ada halangan minggu minggu depan DAK masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kita,"kata Kepala BKD Duman Faschal melalui Kabid pembendaharaan dan Verifikasi, Hendi kepada wartawan koran , Kamis (18/7/2019).

Ia menjelaskan, porsi terbesar penerima DAK Dinas Pekrjaan Umum dan Tata Ruang. Rata rata penggunaan dana untuk pembangunan infrastruktur jalan.

"sejauh ini tidak ada hambatan dalam pengurusan DAK, serta sudah terakomodir semua, insya allah dana  sudah siap di salurkan,"ujarnya

Tidak hanya Dinas Pekrjaan Umum dan Tata Ruang yang menerima, namun ada dinas lain seperti Dinas Kesehatan, KB, Dispertankan, Disperindagkop, serta Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Ia berharap DAK dapat diserap dengan baik, serta memberikan asa manfaat kepada masyarakat Muratara dalam pembanguananya.

"Sudah waktunya nanti, gunakan DAK sebaik mungkin, karena mendapatkan DAK tidak mudah."Pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Wabup Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai



MURATARA,MSM.COM- Khususnya disungai Rupit-Rawas diwilayah Kabupaten Muratara banyak sekali galian C yang tidak memiliki izin dari Pemda Muratara, sehingga dari hasil pengerukan pasir dan batu disungai tersebut membuat air kurun tidak bisa dikomsumsi oleh warga bahkan ada sebagian warga yang terkena penyakit gatal-gatal .

Hal ini membuat Wakil Bupati (Wabup) Muratara, H. Devi Suhartoni sangat kecewa atas ulah warga yang tidak bertanggung jawab. "Banyak sekali kerusakan sungai dikarenakan keserakahan manusia, dan air jadi keruh serta orang mandi menjadi gatal-gatal, karena akibat menggali galian C tanpa izin dialiran sungai Rawas-Rupit khususnya diwilayah Kecamatan Rawas Ulu," ungkap Wabup.


Dilanjutkannya, jika tidak berizin maka dampak lingkungan hidup tanpa pengendalian akan berakibat fatal jangka panjang, bagi sungai tersebut bahkan bagi warga.


"Bagi yang berbisnis galian C silahkan, namun harus fikir orang diilir sungai.  misalkan dengan kerja malam dan tumpukan dipinggir kemudian jam 5 pagi harus berhenti jadi air tetap jernih dan bisa dikonsumsi," jelas Wabup.


Dijelaskannya, Jadi air tidak keruh dan masyarakat tidak gatal - gatal diilir pada saat mandi. Semua selalu ada jalan keluar dan harus saling fikir jangan demi keuntungan sendiri orang lain jadi menderita. "Kita tidak melarang tetapi jaga kepentingan bersama dan kenyamanan bersama serta tidak menimbulkan penyakit," pinta Wabup.

Wabup mengajak, mulai dari masyarakat ,sampai relawan pencinta lingkungan hidup. Mari kita bersama sama menjaga kebersihan sungai Rupit Rawas. Karena  banyak pihak yang berusaha ingin merusak aliran sungai Rawas maka hal ini harus diawasi dengan baik. (Hamkam)
Share:

Rabu, 17 Juli 2019

Dinsos Berikan Pelatihan Keterampilan Bagi Msyarakat



MURATARA MSM.COM- Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali memprogramkan pelatihan keterampilan khusus bagi masyarakat di Kabupaten Muratara yang diikuti 40 peserta dari 7 Kecamatan.

Palatihan tersebut, dibuka langsung oleh Bupati Muratara, H.M Syarif Hidayat dan di hadiri langsung oleh Kepala Dinsos Muratara, H. Zainal Aripin Daud, dengan nara sumber ketua PKK Muratara, Lia Mustika Syarif dan 2 orang dari Balai Latihan Kerja Lubuklinggau.

Dimana acara, pembukaan tersebut dipusatkan di Pendopo Seketariat Dinsos Muratara yang dilaksanakan selama 3 hari hingga Jumat (19/07) mendatang.


Kepala Dinas Sosial Muratara, H. Zainal Aripin Daud, menyampaikan pelatihan tersebut diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga dan bapak-bapak dalam berusaha membuat tahu tampe dan kue.

"Dengan pelatihan ini dapat menumbuhkan serta meningkatkan keterampilan keluarga miskin, dalam mengembangkan usaha mereka untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri," kata Zainal Aripin.



Dalam sambutan, Bupati Muratara, H.M Syarif Hidayat, menyampaikan Kabupaten Muratara banyak potensi yang dapat digali di masyarakat Muratara untuk mengembangkan usaha dan keterampilan dalam UMKM di masyarakat.

Dengan pelatihan Keterampilan Bagi Msyarakat ini dapat Memberdayakan seseorang, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri.

“Oleh karena itu Pemkab Muratara dalam program pemberdayaan masyarakat, yaitu penanggulangan kemiskinan yang melibatkan langsung masyarakat dalam prosesnya yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, agar dapat mandiri dan mampu memperbaiki kualitas kehidupan mereka melalui tindakan mereka sendiri,” kata H.M Syarif Hidayat



Bupati berharap, melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muratara. Ia juga meminta agar seluruh peserta pelatihan, bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik.

"Dan jangan hanya dapat membuat kue, tahu dan tempe. Tabgai bagi mana mengolah makanan tersebut menjadi makanan lain yang bersal dari tempe maupun tahu. Sehingga menjadi produk makanan yang disenangi kalangan masyarakat," pesanya.

Diterangkanya, jika membuat tempe dan tahu goreng saja masyarakat sudah mudah ditemukan tapi bagai mana membuat olahan makan lain dari tempe maupun tahu. Begitupun dengan kue. "Nah inilah yang dapat mendorong potensi UMKM masyarakat nantinya," tutupnya. (MJ)
Share:

Wujudkan Pengelolaan Dana BOS Lebih Transparan dan Akuntabel, Disdik Gelar Sosialisasi SIPLah




MURATARA MSM.COM-Guna mewujudkan tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat lebih terdokumentasi dengan lebih baik, lebih transparan dan akuntabel. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara menggelar sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah), Rabu (17/6).

Sosialisasi yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Surulangun Kecamatan Rawas Ulu, diikuti Kepala Sekolah dan operator masing masing sekolah dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Nibung, Ulu Rawas dan Kecamatan Rawas Ulu.

Kepala Disdik Kabupaten Muratara Sukamto melalui Kabid Dikdas Abdul Kadir menjelaskan, SIPLah merupakan aplikasi sistem pembelanjaan buku pelajaran dari sistem e-Posasing atau e- Katalog. Kedepan, sambungnya, pemesanan buku pendamping maupun buku ET dilakukan melalui e-Katalog. Sebab, aplikasi SIPLah terhubung langsung ke pusat.

"Sosialisasi ini sangat penting dan harus dipahami oleh Kepala Sekolah serta operator sekolah untuk pembelanjaan. Dengan adanya SIPLah ini pengelolaan dana BOS akan lebih transparan dan akuntabel, karena apapun bisa dilihat. Itulah yang menjadi tujuannya" papar Abdul Kadir. (MJ)
Share:

Bupati Sarolangun, Temu Wicara dengan Kelompok Tani





SAROLANGUN MSM.COM- Bupati Sarolangun H.Cek Endra, pada Selasa (16/7/2019) menghadiri kegiatan Temu Wicara Panen Raya Padi Sawah Kelompok Tani Lesung Batu di Desa Penengah Kecamatan Pelawan.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura  Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarolangun, Dandim 0420 Sarko, Para Asisten, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Sarolangun, Camat dan Sejumlah SKPD Kabupaten Sarolangun.

Orang nomor satu di Bumi 'Sepucuk Adat Serumpun Pseko' ini mengapresiasi kerja Kelompok Tani Desa Penegah, yang bisa panen dua kali dalam setahun, dimana luas sawah yang digarap saat ini sekitar 71 Hektar yang bisa menghasilkan 4 ton perhektar beras yang sudah di olah." saya berharap ada peningkatan setiap tahun nya, upayakan untuk panen 3 kali pertahun." harapnya.

" Saat ini Dam sungai Batang Asai sedang dibangun, diharapkan dapat mengaliri persawahan sekitat  6000 hektar ditambah Bendungan Dam kutur yang tidak lama lagi akan di buka, dengan adanya irigasi tambahan dapat meningkatkan produksi panen, sehingga diharapkan dikabupaten Sarolangun bisa  suasembada pangan." Paparnya Bupati Cek Endra.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Cek Endra berpesan agar Masyarakat pemilik lahan tidak melakukan alih fungsi lahan Persawahan (Gunawan)
Share:

Sekda Sarolangun Buka Rakerda ke V LAM Jambi Kabupaten Sarolangun



SAROLANGUN MSM.COM – Sekda Kabupaten Sarolangun H.Tabhroni Rozali yang juga ketua lembaga Adat Kabupaten, membuka Rekerda V Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Kabupaten Sarolangun Tahun 2019. bertempat dirumah Adat Sarolangun Desa Bernai Kecamatan Sarolangun, Selasa (16/7)

Acara tersebut di hadiri Oleh Kadis Pendidikan Helmi SH, Kadis PMD diwakili Sekdin PMD Syamsurijal, Camat Pelawan Hudri .Ketua lembaga adat Kecamatan se Kabupaten Sarolangun. Para Kades se Kecamatan Pelawan, para Datuk- datuk. Datin-datin pengurus Lembaga Adat Kecamatan se Kabupaten Sarolangun.

Ketua Lembaga Adat Sarolangun. diwakili Helmi, SH.dalam sambutannya mengatakan kita Harus selalu menjaga adat dan budaya daerah kita karena ini merupakan aset daerah yang sangat berharga dan menjadi sebuah jati diri bangsa teristimewa daerah kita Kabupaten Sarolangun.

Sementara Sekda Sarolangun Drs.H Thabroni Rozali, MM menyampaikan kita ciptakan kehidupan yang beradat dan berbudaya, Agamais, dibawah bingkai persatuan dan kesatuan NKRI, dan hendaknya menumbuhkan Kembali nilai-nilai adat yang telah menurun dalam Kesehari-harian kita. Hendaknya kita tegakkan lagi nilai-nilai Istiadat dalan Kehidupan kita. Dan marilah kito giat dan sungguh dalam memahami adat istiadat Melayu Jambi khususnya di Kabupaten Sarolangun. (Gunawan)
Share:

90 P2UKD Muratara Terima SK Gubernur




MURATARA MSM.COM - Sebanyak 90 Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumsel H Herman Deru yang diwakili Bupati Muratara HM Syarif Hidayat di kediaman Bupati Desa Terusa Kecamatan Karang Jaya, Rabu (17/7).

Selain penyerahan SK, Pemkab Muratara juga merealisasikan apa yang dijanjikan oleh Bupati Muratara saat kegiatan pengukuran P2UKD oleh Gubernur Sumsel dan ketika kegiatan safari ramadhan lalu di Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ilir, berupa pemberian baju seragam atau seragam dinas termasuk kepada 66 penyuluh agama diseluruh Kecamatan.

Selain Bupati, hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi Roham, mantan Ketua Dewan Pendidikan Muratara H Abdullah Makcik serta kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Murtara H Ikhsan Baijuri.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dalam arahannya memberikan selamat atas telah dikeluarkannya SK sebanyak, 90 P2UKD dengan harapan apa yang menjadi tugas yang sebelumnya dilakukan oleh P3N dapat kembali berjalan.

"Secara keabsahan, hari ini dengan diserahkan SK Gubernur Sumsel ini maka bapak-bapak sekalian telah resmi, selamat silahkan jalankan tugas dengan    baik dalam hal keagamaan sebagaimana tugas dan fungsi P2UKD yang dulunya P3N,"kata Bupati

Bupati menambahkan, petugas agama merupakan pilar-pilar dalam menegakkan agama dan membimbing masyarakat dalam hal urusan keagamaan.


Pemkab Muratara, terus melakukan pembangunan, baik fisik seperti infrastruktur baik dibidang kesehatan seperti Puskesmas yang telah dilengkapi dengan ruanh rawat inap. Bidang pendidikan, bidang sarana air bersih.

Begitu juga, Non fisik seperti pemondokan para purtra-putri dari seluruh kecamatan ke Ponpes di Madura, Jawa Timur. "Ada laporan kalau sudah hafal alquran, dan bisa bahasa arab dan bahasa ingris, Insya Allah mereka akan menjadi pilar-pilar agama di desa-desa,"ucapnya

Lebih lanjut HM Syarif Hidayat menambahkan, Muratara menjadi salah satu daerah peredaran narkoba, tapi semangat kita untuk memberantas terus dilakukan. Sesuai apa yang pernah disampaikan pada saat kunjungan Gubernur Sumsel, pada saat pengukuhan akan memberikan seragam, hari ini akan dipenuhi.

"Bahkan hari ini juga sudah kami ajak dari pihak penjahit untuk mengukur langsung baik P2UKD maupun Petugas penyuluh,"kata HM Syarif Hidayat.

Mengenai adanya penerimaan piala atas pengharagaan menjadi juara III lomba KUA Teladan tingkat provinsi. Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini memberikan apresiasi dan berharap prestasi tersebut dapat ditingkatkan lagi, setidaknya mempertahankan.

Sementara itu, Kemenag Kabupaten Muratara, H Iksan Baijuri mengatakan usai penyerahan SK Gubernur Sumsel atas P2UKD, yang diwakili oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat secara di facto dan de juire P2UKD telah resmi selanjutnya mereka akan melakukan tugas-tugas sebagaimana tugas P3N yang dulu ada.

"P2UKD bertugas menjadi penghubung urusan agama di desa dan di kelurahan, seperti mimpin tahlil, mengurus jenazah dan urusan keagamaan. Selain menghadirkan P2UKD kita juga hadirkan seluruh penyuluh sebanyak 62 orang yang terdiri dari,  PNS sebanyak 6 dan Non PNS 56 orang disetiap pecamatan yang tujuannya, untuk perpanjangan tangan kementrian agama kepada masyarakat,"paparnya.

Lebih lanjut Ikhsan Baijuri menjelaskan, kalau pada lomba KUA teladan, tahun 2019 l, KUA Kecamatan Rupit menjadi juara III lomba KUA Teladan dari lebih dari 200 KUA diseluruh Provinsi Sumsel,

"Sebagai apresiasi selain dari Kementrian Agama, begitu juga kita akan memberikan bonus sebagai apresiasi kepada mereka" tutupnya. (MJ)
Share:

Zazili : DPD KNPI Jangan Ada Dua Porsi


MURATARA MSM.COM- Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Muratara, telah berakhir pada April 2019 lalu, namun sampai saat ini pelaksanaan Musda belum juga dapat dilaksanakan. Hal ini disampaikan oleh Plt Ketua DPD KNPI Kabupaten Muratara, Zazili. 


Padahal, kata Zazili, pihaknya sudah mengajukan untuk melakukan Musda DPD KNPI ke pihak DPD KNPI Provinsi Sumsel. Namum sampai saat ini belum ada petunjuk dari DPD KNPI Provinsi Sumsel terkait pelakasnaan Musda.

"Ya, masa jabatan kita selaku anggota pengurus sudah berakhir pada April 2019 lalu," ungkap Zazili kepada wartawan koran ini.


Selain itu, pihaknya juga sudah mengajuka surat ke DPD KNPI Provinsi untuk mengadakan Musda melalui Surat. "Kita targetkan Insa Allah akhir tahun ini akan ada Musda KNPI Muratara, Namun sayangnya sampai saat ini belum ada respon dari KNPI Provinsi Sumsel" tambahnya.

"Kita tetap mengupayakan akhir tahun ini, Musda harus dilaksanakan sebab masa jabatan KNPI sekarang sudah berakhir," bebernya.

Dikatakannya, pelaksanaan Musda akan dilaksanakan di Muratara, bukan didaerah lain. Untuk itu ia mengimbau kepada pengurus OKP agar membuat program dan visi misi, jika kalau ingin mencalonkan diri.

"Jangan sampai ada KNPI dua porsi seperti daerah lain. Sebab KNPI ini bertujuan mempersatu kalangan pemuda, bukan malah sebaliknya," jelasnya.

Kedepan kita inginkan menyatukan persepsi kalangan pemuda. Karena pemuda Muratara itu banyak, kita inginkan satu porsi yaitu untuk membangun Muratara menuju Muratara Bangkit. (Hamkam)
Share:

Perayaan Berdirinya Pura Masyarakat Bali Muratara Adakan Perayaan




MURATARA MSM.COM - Tidak jauh-jauh untuk menyaksikan kegiatan perayaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Bali, daerah yang terkenal dengan pulau dewata.


Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Blok D Kelurahan Karya Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang merupakan masyarakat pendatang dari Provinsi Bali yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal menetap di Kabupaten Muratara.


Seperti kali ini, Masyarakat keturunan Bali mengadakan upacara dan perayaan Feodalan atau ulang tahun dibangunnya pura Dharma wisesa yang merupakan tempat utama persembahyangan masyrakat di Blok D Kelurahan Karya Makmur.


Ketua adat masyarakat Blok D Kelurahan Karya Makmur, Ketut Darte mengatakan upacara feodalan atau perayaan ini wujud syukur dan pendekatan diri dengan sang pencipta khayangan atas berdirinya pure Dharma Wisesa.


"Upacara ini selalu diadakan setiap tahun, sejak mulai adanya pure tahun 1991, dan sekarang baru rampung, termasuk empat pure lainnya, jadi kegiatan ini namanya mendem pedadingan atau secara nasionalnya mengukuhkan bangunan pure yang dibangun,"Kata Ketut Darte, Saat diwawancarai Selasa (16/7).


Menurut, perayaan ini juga bertujuan untuk mendekatkan diri sama sang widhi, dengan sembahyang bersama, dengan sebelumnya dilakukan nari-nari adat oleh anak-anak masyarakat disini. Salah satunya tarian renjang renteng.


Sementara itu, Pemimpin parisade (lembaga adat, red), Gede Sumadi menjelaskan perayaan ini merupakan bagian dari pembinaan, dimana ada tiga hal yang harus dijaga hibungannnya, yakni hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan semesta linkungan.


"Makanya setiap pohon besar dikasih kain putih sebagai penghargaan terhadap pohon tersebut sama-sama ciptaan Tuhan yang harus dijaga,"beber dia.


Gede Sumadi juga mengungkapkan rasa bangga dan memberikan apresiasi  terhadap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan, dimana tidak diakriminatif, walaupun kami minoritas tapi tidak membeda-bedakan. "Kami bangga dengan pemerintah yang sangat perhatian dengan kami, tanpa membeda-bedakan walaupun jumlah kami sedikit,"ungkapnya.(MJ)
Share:

Selasa, 16 Juli 2019

Sekda Lepas 16 Atlit Muratara ke Ajang O2SN Tingkat Provinsi Sumsel



MURATARA MSM.COM - Pemkab Muratara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengirim 16 atlit O2SN mewakili Kabupaten Muratara untuk berlaga diajang serupa tingkat provinsi Sumatera Selatan.

Keberangkatan atlit tingkat SD dan SMP yang didampingi official dilepas langsung oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Muratara Alwi Roham di Kantor Pemkab Muratara, Selasa (16/7).

Sekda Muratara Alwi Roham mengharapkan, para atlit yang mewakili kabupaten Muratara dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dimasing - masing cabang. Sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan sekaligus mengharumkan nama kabupaten Muratara.

Kepala Dispora Khaidir Kalingi melalui Sekretaris Sarmidi menjelaskan, peserta O2SN terdiri dari putra dan putri sebanyak 16 orang atlit dari tingkat SD dan SMP. Untuk tingkat SD sebanyak 8 orang atlit, begitu juga untuk tingkat SMP. Jadi keseluruhan atlit berjumlah 16 orang.

"Tangkai olahraga yang akan diikuti terdiri dari 4 tangkat olahraga yaitu atletik, renang, bulu tangkis dan pencak silat. O2SN akan berlangsung selama 7 hari. Kita berharap dapat mengharumkan nama kabupaten Muratara" tutupnya. (MJ)
Share:

Sekda Lepas 2 Peserta Lomba Cerita Tingkat Provinsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Targetkan Juara



MURATARA MSM.COM - Pemkab Muratara melalui Dinas Perpustakaan memberangkatkan 2 orang peserta yang akan mengikuti lomba membaca cerita tingkat provinsi. Kedua peserta dilepas langsung oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi Roham diruang Setda Muratara, Senin (15/7).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muratara, Hj Herawati mengatakan, dirinya optimis dapat meraih prestasi yang membanggakan pada lomba ini. Bahkan ia menargetkan juara umum dan juara terbaik tingkat provinsi. Sehingga dapat mengikuti lomba ditingkat pusat. 

Selain menargetkan juara, ketikutsertaan Kabupaten Muratara pada lomba membaca cerita tingkat provinsi sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan siswa  secara individu, dan memancing inisiatif guru dalam mengembangkan cerita, khususnya cerita yang berasal dari Bumi Beselang Serundingan sendiri.



"Kita berharap kepada sekolah yang ada di Kabupaten Muratara mulai dari tingkat SD hingga SMA untuk lebih giat lagi dalam mengikuti lomba seperti ini" harapnya.

Kabid Pelayanan Perpustaan dan Kegemaran Membaca Ajamil menjelaskan, kedua orang peserta yang diberangkatkan pada lomba cerita tingkat provinsi berasal dari dua sekolah yang berbeda.

"Masing - masing juara 1 dan juara 2 tingkat kabupaten. Untuk juara 1 tingkat kabupaten berasal dari SD Negeri Karang Jaya sedangkan juara dua berasal dari SD Negeri Batu Gajah" ujarnya.

Dilanjutkannya, dengan adanya lomba cerita ini dapat menggali potensi sesuai dengan kategori. Dimana kategori pertama cerita yang berasal dari daerah masing - masing.

"Kebetulan anak kita ini mengambil tema tentang danau rayo yakni legenda Bujang kurap. Nah cerita daerah yang diangkat bukan daerah lain tapi daerah masing masing dengan pola tutur ceritanya itu untuk memperkenalkan bahasa Indonesia  dan tidak memakai kata yang diumpamakan, divabel, binatang atau yang diumpamakannya" paparnya.

Selain itu, cerita yang dibawakan tidak boleh cerita nyata. Melainkan cerita rakyat dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tanpa properti atau menggunakan alat - alat yang lain misalnya ada perahu dan sebagainya tetapi menggunakan imajinasi yang dikembangkan. (MJ)
Share:

Minggu, 14 Juli 2019

Stan Muratara Meriahkan Pameran UMKM Lippo Plaza #Dalam Rangka Peringatan Hari Pajak.



LUBUKLINGGAU MSM.COM- Ketua TP. PKK Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lia Mustika Syarif memberikan apresiasi terlaksananya kegiatan pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka Hari Pajak yang berlangsung sejak tanggal 14 sampai 15 Juli, di Lippo Plaza Kota Lubuklinggau.


"TP.PKK Kabupaten Muratara, khususnya saya selaku pribadi sangat mensupport terlaksananya kegiatan pameran ini, dimana ini adalah cikal bakal berkembangnya UMKM dimasyarakat, sehingga mampu bersaing menampilkan produksi unggulan antar UMKM ditengah pasar yang sekarang sangat maju," Kata Lia Mustika saat menyampaikan sambutannya, Sabtu malam. (14/7).



Kedepan, sebagaimana hadirnya stan-stan pameran dari berbagai daerah, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Muratara.


Menampilkan semua produk lokal unggulan masing-masing daerah."Jadi yang datang apalagi yang nonton pameran ayo belanjo, dengan belanja artinya masyarakat ikut mendukung penuh UMKM diketiga daerah ini.


Sementara itu, Kepala Kantor KPP Pratama Lubuklinggau, Roni Purba selaku pelaksana mengatakan pelaksanaan pameran UMKM tersebut dalam rangka memperingati hari pajak yang jatuh setiap tanggal 14 Juli.


"Tahun ini sebagaimana instruksi secara nasional untuk mengadakan acara, salah satunya adalah pameran UMKM,"Kata Roni Purba.


Dijelaskannya, melalui kegiatan ini diharapkan bisa lebih dekat dengan masyarakat, Khususnya direktorat jenderal pajak, terutama yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.


"Jadi kita ada yang namanya program bussines development servis yang bekerjasama dengan Bank Mandiri, dengan harapan kami bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar, tentunya yang terkait dengan perekonomian di wilayah naungan kami yakni Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara,"Beber dia.


Roni juga menambahkan, program ini sebagai kolaborasi dengan pihak perbankan, seperti bagaimana menjual barang dengan menggunakan media sosial dalam hal ini Online.


"Yang jelas, inti diadakan pameran ini, ialah bagaimana UMKM, bisa tumbuh," Sebutnya.


Disinggung bagaimana stan UMKM, Roni Purba sontak menyebutkan ikan pedo."Kalau Muratara, ikan pedonya keren, istri bahkan saya sendiri juga beli, kain jumputan dan kerajinan yang berasal bebatuan alam juga sangat keren,"Imbuhnya.


Pada kesempatan itu pula, Ketua TP.PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif menerima plakat dari  Kepala Kantor KPP Pratama Lubuklinggau, Roni Purba atas partisipasinya dalam mengikuti pameran.(MJ)
Share:

Sabtu, 13 Juli 2019

7 Desa Akan Gelar Pilkades Serentak di 2019



MURATARA MSM.COM- Sebanyak 7 Desa dalam wilayah Kabupaten Muratara akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada akhir September atau Oktober 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Hj Gusti Rohmani dihubungi via selluler Sabtu, (13/7) menjelaskan, mengingat telah habisnya masa jabatan kades dibeberapa desa serta mengacu pada SK Bupati Muratara, maka tujuh desa akan melaksanakan Pilkades serentak pada 2019 ini.

"Pertengahan bulan ini juga mulai dilaksanakan tahapan - tahapan dan penerimaan berkas calon Kepala Desa. Untuk persiapan itu, kita akan segera mengundang Camat, Pj Kades dan BPD desa yang akan menggelar Pilkades" ungkap Hj Gusti Rohmani.


Dihubungi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) PP dan Otodes Zulyan menyampaikan, ketujuh desa yang akan menggelar Pilkades serentak pada tahun ini yaitu Desa Embacang Baru Ilir, Desa Sukomoro, Mekarsari, Sungai Jernih, Lesung Batu, Pauh dan Desa Ketapat Bening.

Dari ketujuh itu, tiga Kades diantaranya akan segera habis masa jabatannya terhitung 12 September 2019, yakni Desa Embacang Baru Ilir, Desa Sukomoro dan Desa Mekarsari.

Sementara empat desa lainnya yakni Desa Lesung Batu, Pauh, Sungai Jernih dan  Desa Ketapat Bening, kades dijabat oleh Penjabat Sementara (Pj) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari wilayah masing - masing. (MJ)
Share:

Jumat, 12 Juli 2019

Wacana Pembangunan Terminal Type-C Mulai Dibahas



MURATARA MSM.COM- Sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Perhubungan tahun ini mulai melakukan    pembangunan terminal type C  sebagaimana wacana tahun-tahun sebelumnya.

Dalam merealisasikan rencana tersebut,  Pemkab Muratara mulai melakukan rapat bersama instansi-instansi terkait, dipimpin oleh Asisten II Setda Kabupaten Muratara, Suharto Patih di Ruang Bina Praja, Rabu (10/7).

Suharto Patih mengungkapkan pembangunan termibal Type C di Simpang Nibung Kecamatan Rawas Ulu ini tentu akan menjadi income bagi daerah. lantaran kewenangnya diserahkan ke kabupaten atau kota.

Untuk itulah, Hari ini (Kemarin, red) mulai dilakukan rapat bersama dengan dinas-dinas terkait.

"Untuk lahan dan luasan kawasan terminal sangat memungkinkan, bahkan sudah ada ruko-ruko yang sebelumnya digunakan sebagai pasar,  bahkan dilokasi tersebut menjadi pasar kalangan yang ada setiap Rabu,"Kata Suharto Patih.

Mengingat, lanjut dia kewenangan pembangunan dan pengelolaan menjadi tanggungjawab kabupaten, maka akan mulai dilaksanakan pada tahun anggaran perubahan ini dengan diawali pbuatan DED nya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Muratara, Al Azhar mengatakan upaya realisasi pembangunan terminal type C tidak lagi sebagai wacana, mengingat saat ini sudah mulai dilakukan pembahasan.

Bahkan, untuk anggaran pembangunan sudah diajukan kepada Tim Anggaram Pemerintah Daerah (TAPD), Mudah-mudahan dalam tahun ini sudah berjalan, seperti pembuatan Detail Engineering Design (DED) dan berlanjut pada tahap pembangunan.

"Untuk mengawali pembangunan kita sudah mengajukan anggaran mulai DED pada anggaran perubahan tahun 2019,  harapannya dapat terwujud, dengan demikian akan memberikan PAD bagi daerah,"Ucap Al Azhar. (MJ)
Share:

Ketua TP. PKK Muratara Pimpin FGD Bersama Dinkes Provinsi Sumsel. #Bahas Penanganan Stunting



MUARA RUPIT MSM.COM  - Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinkes Muratara dan Dinkes Sumsel.

FGD yang dilaksanakan di Op Room Setda Muratara, dihadiri perwakilan Dinkes Sumsel Bidang Kesehatan Kelaurga dan Gizi Masyarakat Yuliana Darlis didampingi Andi Susanto dan Rini Oktarina serta Kepala Dinkes Muratara Marlinda Sari.

"Jangan melihat angka lalu kita menjadi drop. Tapi jadikan motivasi dan penyemangat untuk merubah menjadi lebih baik" kata Lia Mustika Syarif.


Istri orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini menegaskan, sebagaimana jumlah kasus gizi buruk dan stunting di Kabupaten Muratara pada tahun 2019 sebanyak 86 kasus. Diharapkan jumlah tersebut menurun, bahkan nol walaupun itu mustahil. Tetapi tidak menutup kemungkinan  asalkan benar - benar dilaksanakan.

Sebab banyak program dalan mengentaskan masalah stunting. Mulai dari pemberian makanan bergizi tambahan, sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) maupun peningkatan peran Posyandu.

"Ada pemahaman pemerintah desa, kalau Posyandu tanggung jawab Puskesmas. Itu salah, karena puskesmas tanggung jawab kepala desa dahal hal ini ibu kades selaku ketua Kader Posyandu. Puskesmas hanya pendampingan" terangnya.


Menurut Lia Mustika, Dalam hal layanan kemasyarakat, setiap Puskesmas memilki satu ambulance, bahkan sekarang setiap desa ada ambulance khusus untuk pelayanan kesehatan.

"Setiap Petugas Puskesmas lakukan pelayanan kesehatan dengan pola jemput bola, atau mendatangi kerumah fasien langsung,"Sebutnya.

Lis Syarif juga menambahkan, dalam mengurangi stunting, adanya pemberian pemahaman akan program Keluarga Berencana (KB).


Petuah orang lama, Banyak anak banyak rezeki, walaupun bertentangan dengan program Keluarga Berencana (KB), dirinya setuju, asalkan terurus, kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi.


"Pepatah banyak anak banyak rezeki saya setuju, asalkan terurus, dan lebih bagus lagi ikut program KB, cukup dua anak, agat anak-anak tumbuh sehat dan berkualitas,"kata Lia Mustika Syarif.


Lia Syarif juga menegaskan, tidak mau jumlah AKI-AKB ada peningkatan, bahkan walaupun ada AKB-AKI."Saya tidak mau tidak dilaporkan, Memang Kabupaten Muratara, rendah dalam kesehatan, tapi itu menjadi memacu untuk berubah menjadi baik,"kata perempuan yang juga basic lulusan kebidanan ini.

Sementara, Kadinkes Muratara Marlinda menjelaskan, dalam menentukan penderita stunting, terlebih dahulu harus memiliki satu pemahaman, sebelum turun kelapangan. Hal itu untuk memperjelas mana yang masuk kategori stunting dan data yang didapatkan sesuai dengan kondisi dilapangan.


"Untuk kasus stunting atau AKB, AKI Harus dilaporkan, sakit atau meninggal, baik di Polindes, Puskesmas maupun di RSUD, Sebagai intruksi Ibu Ketua PKK, Jangan ada permasalahn gizi dilapangan yang ditutup-tutupi,"kata Marlinda.


Yudi salah petugas ahli gizi perwakilan Puskesmas Rupit, yang menaungi 19 Posyandu dari 16 Desa, 1 kelurahan,  dimana menurutnya, dalam kegiatan Posyandu sasaran terlalu banyak, 100-200 sasaran bayi, anak. sehingga terlalu bangak dibandingkan jumlah petugas. Selain itu kecakapan kader yang kurang.


Menurutnya, Posyandu yang punya desa, tapi tidak didukung dengan baik oleh Kades, terutama Kader Posyandu masing-masing.


"Kami harapkan adanya penegasan dari Pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait agar penyaluran anggaran ke Posyandu dipenuhi untuk pemenuhan fasilitas dan penambahan kader Posyandu," sebutnya. (MJ)
Share:

Dinkes Muratara Gelar Lomba LBSI



MUARA RUPIT MSM.COM - Pemkab Muratara melalui Dinas Kesehatan menggelar Lomba Balita Sehat Indonesia (LBSI) tingkat Kabupaten Muratara tahun 2019, Kamis  (11/7).

LBSI yang mengangkat tema Kualitas Keluarga Penopang Perlindungan Anak, Saya Anak Indonesia Saya Gembira Menuju Kabupaten Layak Anak digelar dalam upaya meningkatkan semangat para ibu dalam menjaga kesehatan balita.

Kepala Dinkes Marlinda Sari menjelaskan, LBSI merupakan program kesehatan anak balita yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat Kabupaten hingga ke tingkat Nasional.


"Anak yang sehat itu harus dimulai dari Balita. Sebab ciri anak yang sehat terlihat dari Balita sesuai  asupan gizinya," ungkap Marlinda.

Dilanjutkannya, asupan gizi harus dimulai dari anak sampai beranjak dewasa. Maka gizi harus ditingkatkan, dimulai dari masa anak di usia 5 tahun. Karena masa yang paling riskan untuk meningkat kecerdasan anak.


"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendapatkan generasi emas Kabupaten Mauratara cerdas, selain itu ibu-ibu dapat  mengatauhi terhadap gizi anak dari balita sampai beranjak dewasa," paparnya. Selain itu, harus rajin datang ke posyandu. Sehingga kesehatan anak dapat terjaga dengan baik.  Maka akan tahu setatus gizinya. Perlu diketahui juga bahwa


Ditambahkannya, kegiatan ini bekerja sama dengan tim TP PKK Muratara, dan diikuti sebanyak 14 orang anak sampai balita. "Kita berharap anak dan balita yang mengikuti lomba hari ini. Bisa mewakili Kabupaten Muratara mengikuti lomba balita tingkat provinsi," pungkasnya.



Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif mengatakan kita Indikasi akan pengikuti lomba ditingkat Provisi Sumsel, diharapkan juri harus provisional dalam menilai.


"Untuk indikator layak anak. Maka hal ini tidak bisa dicapai 1 dinas. Maka harus bekerja sama dengan dinas lain," ungkap Lia. Selain itu, juga dukungan masyarakat sangat diperlukan. harus terus berikan pelayanan terbaik kepada balita kedepan dari usia dini sampai 5 tahun keatas.



"Posyandu disetiap Desa harus dibuat intergasi. Jangan buat acara satu dinas saja. Harus ikuti disetiap dinas, jangan Dinkes saja," imbuhnya. Dilanjutkannya, Posyandu ini sangat penting tidak hanya balita tetapi juga tingkat dewasa harus rutin prikasa khusus ibu-ibu.


"Harus ada pencapaian setiap kegiatan. Harus tepat sasaran. Kita harus jeput ke rumah warga. Jangan Sampai ada anak yang kenak penyakit yang berbahaya disaat dewasa," tutup Lia.

Sementara itu, Plt. Asisten I Aan Andrian mewakili Bupati Muaratara mengatakan kegiatan seperti ini dapat berguna bagi sehetan balita Muratara. Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga. Jangan hanya jumlah yang banyak. Tetapi pendidikanya harus berkualitas serta gizi. "Maka hal ini harus kita dukung Melalui orang tua terutama," ajaknya .

Selain itu, orang tua perlu mendidik anak Untuk berprilaku sehat. Sebab hal ini berguna bagi kecerdasan anak tersebut. (Hamkam)
Share:

Kamis, 11 Juli 2019

Buruh Bangunan Perumahan Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon




RAWAS ULU MSM.COM –Warga kawasan PT Agro Rawas Ulu Desa Sungai Jauh Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (10/7), geger.

 Pasalnya, Jefriadi (32) ditemukan tewas gantung diri di areal semak belukar kebun sawit milik PT. Agro Rawas Ulu (ARU) Desa Sungai Jauh Kecamatan Rawas Ulu.

Jenazah warga Jalan Beringin Ujung Kelurahan Damar Sari Sumatera Utara ditemukan dalam keadaan sudah membusuk.

Almarhum Jefriadi ditemukan Faisol bersama empat rekannya buruh PT. ARU, Rabu (10/7) sekira pukul 11.30 WIB.
Diceritakan Faisol, ia bersama empat rekannya, Rabu (10/7) sekira pukul 10.00 WIB akan memanen buah kelapa sawit di areal perkebunan sawit milik PT. ARU Desa Sungai Jauh. Ketika di lokasi kebun sawit, Faisol mencium aroma busuk yang menyengat hidungnya.

“Saya bersama rekan rekan langsung mencari asal bau busuk tersebut,” terangnya.

30 meter dari lokasi kebun sawit, Faisol menemukan sesosok mayat laki-laki yang tak lain bernama Jefriadi tergantung di sebuah batang pohon tumbuh menyamping dengan diameter lebar pohon 30 cm.

“Jefriadi ini merupakan pekerja buruh bangunan perumahan Karyawan PT ARU yang baru sepuluh hari bekerja,”ungkapnya.

Selanjutnya, Faisol langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak PT. ARU, kemudian dari pihak PT ARU, Madli, Babinsa Koramil Serka Asep dan Babinkamtibmas Polsek Rawas Ulu Aiptu Anton berangkat menuju lokasi TKP penemuan mayat tersebut.

Pukul 13.00 Wib, dengan menggunakan kantong mayat, mayat Jefriadi  langsung dibawa dari lokasi penemuan, menuju Puskesmas Surulangun dengan menggunakan mobil ambulance Puskesmas Surulangun. Dan saat ini keberadaan mayat Jefriadi masih berada di Puskesmas Surulangun Kecamatan Rawas Ulu.

Penemuan mayat tersebut sudah ditangani oleh pihak Polsek Rawas Ulu untuk  diadakan penyelidikan lebih lanjut.
Babinsa Koramil Rawas Ulu Serka Asep melalui Humas Kodim 0406 MLM membenarkan adanya penemuan mayat yang tewas tergantung di pohon. (MJ)
Share:

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLHP Gelar Berbagai Lomba



MUARA RUPIT MSM.COM - Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, Pemkab Muratara melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) menggelar berbagai lomba. Diantaranya lomba melukis, baca puisi, lomba foto, fashion 3R dan mendongeng.

Lomba yang bertemakan Lingkungan Hidup Tingkat Kabupaten Muratara, diikuti peserta dari tingkat SD, SMP dan SMA. Acara lomba digelar di Aula Siti Rahma RM Sederhana Muara Rupit, Rabu (10/7).

Kepala DLHP, melalui Kepala Bidang Pengelola Sampah Lingkungan Hidup, Linda dalam laporannya menyampaikan, tujuan digelarnya lomba diantaranya untuk menumbuhkan kecintaan dan kesadaran terhadap lingkungan hidup.

"Khususnya kepada siswa - siswi tingkat SD, SMP dan SMA agar selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup" uarnya.


Sementara itu, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Asisten II Suharto Pati memberikan apresiasi yang tinggi dengan terselenggaranya lomba. Terutama kepada peserta yang ikut berpartisipasi. Kegiatan serupa juga digelar ditingkat provinsi, sementara untuk tingkat Kabupaten Muratara, acara ini merupakan yang perdana digelar oleh DLHP.

"Keikutsertaan pelajar tingkat SD, SMP dan SMA menjadi bekal untuk lebin mencintai lingkungan hidup. Baik secara abstrak maupun secara nyata. Kedepan partisipasi para pelajar, bahkan mungkin masyarakat untuk mengikuti lebih besar lagi" kata Suharto.

Ia menegaskan, sejalan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia. Banyak yang bisa diperbuat dan lakukan. Baik dilingkup kabupaten, Kecamatan dan desa tempat tinggal masing - masing.

Tampak hadir dalam lomba tersebut Bupati Muratara melalui Asisten II Suharto Pati, Kepala DLHP, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tamu undangan lainnya. (MJ)
Share:

Pemkab Muratara Berikan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung



RAWAS ILIR MSM.COM - Sebanyak 183 Kepala Keluarga Desa Beringin Makmur 1 dan 2 serta warga Kelurahan Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir yang rumahnya rusak parah diterjang angin puting beliung, Senin (8/7) menerima bantuan dari Pemkab Muratara.

"Bantuan terdiri dari beras, mie instan, selimut, makanan siap saji serta terpal.  Nah kalau untuk bantuan rumah, itu bukan ranah Dinsos. Itu tugas dari BPD untuk mengusulkan" jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muratara, H Zainal Arifin, Rabu (10/7).

Sementara, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni mengatakan, bantuan yang diberikan untuk mengurangi beban masyarakat yang terkena musibah.



"Hari ini kita datang bersama pihak Dinsos Muratara, selain bersilaturahmi kepada warga yang terkena musibah. Kita juga memberikan bantuan, untuk mengurangi beban bagi warga terkena musiba," ungkap Wabup.

Dilanjutnya, Setelah kita lihat semestinya harus banyak selimut yang berikan karena sangat diperlukan bagi warga, hal ini harus diusulkan kembali kepihak Dinsos Sumsel, muda-mudahan secepatnya direspon oleh pihak Dinsos Muratara.

Sementara itu, warga setempat Lina (26) selaku penerima bantuan mengatakan ucapan terima kasi kami selaku warga atas bantuan dari Pemda Muratara. "Ya, bantuan ini sangat membantu kami. Tetapi kita harapkan ada bantuan perbaikan rumah yang semestinya juga diberikan karena bagi yang terkena angin puting beliung itu kebanyakan rumahnya rusak," tutupnya. (Hamkam)
Share:

Kadis Pertanian Tinjau Irigasi Desa Bukit Langkap #Dukung Meningkatkan Produksi Hasil Tanam



MURATARA MSM.COM - Penyediaan air irigasi bagi tanaman padi menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan bagi Masyarakat.

Hal itu, membuat Dinas Pertanian, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus melakukan penormalan saluran irigasi persawahan di Kabupaten Muratara.

Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian Muratara, Rabu (10/07) melakukan peninjauan aliran irigasi persawahan untuk normalisasi irigasi di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya.

Menurut, Kadis Pertanian Muratara, Suhardiman, aliran irigasi juga sebagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendongkerak peningkatan produksi hasil panen secara signifikan.

"Dimana saat ini penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai menjadi fokus dalam peningkatan produksi gabah padi. Di antaranya melalui pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan atau pencetakan sawah baru dan penyediaan alat mesin pertanian," kata ia.

Dilanjutkanya, Desa Bukit Langkap, memiliki hamparan sawah yang luas menjadi potensi daerah dalam meningkatkan produk pangan. Namun hal ini harus terus didorong dan didukung Pemerintah Daerah dalam normalisasi aliran irigasi yang ada.

"Dengan begitu air yang ada dapat dimanfaatkan dengan penyediaan air yang didukung dengan pembangunan pintu-pintu air," jelasnya.

Namun dirinya mengingatkan, bahwa hal itu tidak luput dari dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum sebagai dinas terkait dalam pembangunan insprastruktur. "Maka kami akan sampaikan hasil ini kedinas terkait dan kembali turun bersama kelapangan untuk meninjau ulang," jelasnya.

Menurut ia, di Desa Bukit Langkap, ada beberapa titik aliran irigasi yang harus dibangun dengan normalisasi aliran irigasi dan pembangunan pintu-pintu air untuk pembagian air kehamparan sawah masyarakat.

"Misalnya saja hamparan persawahan yang ada di kampung 6 Desa Bukit Langkap, dapat ditingkatkan debit airnya melalui aliran irigasi persawahan dari kampung 5 Desa Bukit Langkap. Dan hal ini perlunya pembangunan pintu air," katanya.

Nah, untuk itu, kita meninjau langsung lokasi persawahan warga ini agar mengetahui titik-titik yang mempunyai potensi untuk dibangun normalisasi perairan persawahan masyarakat.

"Dan peninjauan ini akan terus kami lakukan kedepan di titik-titik hamparan sawah warga yang memiliki potensi untuk dikembangkan peningkatan produksi hasil gabah padi di setiap wilayah Kabupaten Muratara," jelas ia.

Sementara itu, salah satu Kelompok Tani, Desa Bukit Langkap, Ashuriyansyah dari kampung 5 Desa Bukit Langkap, mengucapkan terimah kasih kepada Kepala Dinas Pertanian yang telah meninjau dan melihat langsung kondiai aliran irigasi yang ada di Desa Bukit Langkap.

"Karena irigasi persawahan yang ada saat ini masih irigasi desa. Jika kembali dibangun oleh pemerintah maka akan dapat membantu bagi petani dalam meningkatkan hasil tanam padi sawah," jelas ia.

Menurut ia, masyarakat akan banyak terbantu jika ada pintu-pintu air yang dibangun pemerintah untuk mengatur aliran irigasi yang ada. "Terutama bagi masyarakat yang ada di kampung 6 desa bukit langkap," paparnya. (MJ)
Share:

Selasa, 09 Juli 2019

Memeriahkan HUT RI ke-74, Disbudpar Bakal Menggelar Lomba Lagu Daerah




MUARA RUPIT MSM.COM - Pemkab Muratara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bakal menggelar lomba lagu daerah Kabupaten Muratara pada Agustus mendatang dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-74 tahun 2019.

Kepala Disbudpar Titin Martini menjelaskan, alasan digelarnya lomba lagu daerah Kabupaten Muratara, sebab lagu - lagu daerah kerap diampilkan pada even - even maupun festival di luar daerah. Termasuk pada Festival Sriwijaya yang baru digelar beberapa waktu lalu.

"Dengan digelarnya lomba ini, maka akan didapati bibit - bibit penyanyi lagu daerah yang berasal dari Muratara sendiri. Tujuannya digelar acara ini tentu saja untuk mencari bibit penyanyi lagu daerah kita Muratara ini" ungkapnya Selasa (9/7).


Ditambahkannya, lomba lagu daerah ini merupakan langkah awal. Kedepan pihaknya akan memasyarakatkan lagu daerah Kabupaten Muratara. Baik didalam wilayah Kabupaten Muratara sendiri maupun diluar kabupaten. Mengenai rencana itu, pihaknya akan membawa ke dalam rapat untuk untuk dibahas lebih lanjut.

"Nanti bisa juga ditambah dengan lomba lagu dangdut maupun kosidah. Yang jelas kita lihat dulu anggarannya. Yang jelas nanti mengenai kepanitiaannya kita akan bekerjama sama dengan Lembaga Kesenian Daerah (Lakesda). Dan Insya Allah tempatnyanya halaman kantor Bupati jika memang disana nanti tidak ada kegiatan lain" tutupnya. (MJ)
Share:

Angin Puting Beliung Terjang 2 Desa Satu Kelurahan, Ratusan Rumah Rusak Parah




RAWAS ILIR MSM.COM - Angin puting beliung menerjang dua desa satu kelurahan di Kecamatan Rawas Ilir, Senin (8/7). Angin puting beliung disertai hujan es yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB menimpa Desa Beringin Makmur 1 (BM 1) dan Beringin Makmur 2 (BM2).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, ratusan rumah warga rusak parah. Pohon - pohon pun banyak yang tumbang akibat peristiwa itu. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun MSM.COM, kemunculan angin puting beliung diawali dengan awan hitam yang kemudian disusul dengan hujan es.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zulkipli melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Kasir Masuli menjelaskan, berdasarkan data yang masuk dari Kasi Kesos Kecamatan Rawas Ilir. Akibat dari peristiwa angin puting beliung mengakibatkan rumah warga di dua desa satu kelurahan mengalami kerusakan parah.

"Data yang masuk sementara ada sekitar 65 rumah yang mengalami kerusakan. Itu belum termasuk dari Desa BM2. Sementara untuk Kelurahan Bingin Teluk belum ada data yang masuk karena masih didata dan ada kemungkinan bertambah" terang Kasir Masuli.

Begitu juga dengan rumah yang mengalami kerusakan ringan, berat dan sedang saat ini sedang didata. Karena banyak rumah yang mengalami kerusakan parah akibat ditimpa pohon besar yang tumbang. Harta benda wargapun banyak yang hancur. 
"Kita harus mendata dulu, baru nanti kita kita ajukan ke Bupati. Memang bencana angin puting beliung ini dulu pernah terjadi. Namun tidak seganas seperti ini" tambahnya.

Camat Rawas Ilir, Heri Martoni melalui Sekcam Syukur membenarkan peristiwa bencana angin puting beliung tersebut. Ia berharap kepada pihak terkait untuk secepatnya memperhatikan masyarakat yang terkena musibah ini. (MJ)
Share:

Senin, 08 Juli 2019

Menjadi Wakil Sumsel di Ajang BBGRM Tingkat Nasional Desa Batu Gajah Harapkan Support Masyarakat



MURATARA MSM.COM- Desa Batu Gajah Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara akan menjadi wakil Sumatera Selatan di Ajang Perlombaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat(BBGRM) tingkat Nasional tahun 2019.

Hal tersebut setelah Desa Batu Gajah Baru memperoleh Juara Pertama pada Perlombaan BBGRM ke-XVI tingkat Provinsi Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu

Kepala Desa Batu Gajah Baru, Hery, Saat di temui di Kediamannya. Minggu. (7/7) mengharapkan dukungan dari masyarakat Muratara serta suport pemerintah Kabupaten Muratara dan Provinsi sumsel dalam upaya mempersiapkan Desanya dalam penilaian BBGRM tingkat Nasional nantinya

"Setelah kami berhasil keluar menjadi juara I BBGRM tingkat Provinsi secara otomatis kami akan menjadi wakil sumsel di tingkat nasional, kami butuh suport dan dukungan dari seluruh masyarakat sumsel agar dapat mempersiapkan desa menjadi lebih baik" katanya

Ditambahnya, saat penyerahan piala juara bebrapa waktu lalu, pihaknya telah mendapatkan sampaian dari pihak PMD Sumsel mengenai hal hal yang perlu diperbaiki untuk menunjang penilaian pada saat verifikasi dilakukan oleh pihak nasional

"Ada beberapa item harus kami perbaiki, yang nantinya akan menjadi poin penilaian dari pihak tim penilai BBGRM  nasional, dan kebanyakan sarana penunjang saja kalo untuk sarana ini kami sudah dinilai memadai, hanya kami akan mempercantik nya saja" tambahnya

Saat disinggung kapan perivikasi dari tim penilai BBGRM nasional akan datang, ia mengatakan bahwa sampai saat ini belum mengetahui jadwalnya, dan pastinya akan terjadi secara mendadak

"Kemungkinan mendadak seminggu sebelum penilaian baru akan diberitahu, namun sejak dini semua aspek sudah kami siapkan dan segala kekurangan serta saran dari tim Sumsel akan segerah kami laksanakan"jelasnya

Sementara itu Kepala PMD P3A Muratara Hj Gusti Rohmani, mengatakan bahwa pihaknya selaku wakil dari pemerintah daerah akan bekerja sama dengan pihak provinsi dalam mempersiapkan desa batu gajah baru untuk perlombaan BBGRM tingkat nasional

"Kami akan suport apa keperluannya, selaku pemerintah daerah dukungan penuh akan diberikan, bila dapat juara tingkat nasional maka akan membawa nama muratara dan sumsel harum di Kanca nasional" semapinya

Kepala PMD-P3A Berharap masyarakat muratara dapat mensuport serta mendukung memalui doa agar desa Batu gajah baru dapat peringkat terbaik di Kanca nasional, serta membuat bangga Bumi berselang serundingan.(MJ)
Share:

DLHP Dapat Bantuan 13 Motor Sampah Dari PDIP



MURATARA,MSM.COM-Sebanyak 13 unit sepeda motor pengangkut sampah bantuan dari Nazarudin Kemas (alm) anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan disalurkan ke DLHP Kabupaten Muratara.

Sepeda motor pengangkut sampah itu merupakan usulan dari Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni pada 2018 lalu, melalui Nazarudin Kemas  sebelum yang bersangkutan meninggal dunia.

"Kami Pemda Muratara mengucapkan terimakasi kepada Partai PDIP Semoga motor sampah ini bisa digunakan bagi Dinas terkait. Melalui motor sampah ini, diharapkan bisa mengangkut sampah sehinga Muratara kedepan dipasar-pasar terlihat lebih bersih dan rapih," ucap Wabup.

Selain itu, ia meminta  Dinas yang menerima bantuan dapat menjaga motor dengan baik. Sebab ketika sudah diberikan artinya sudah menjadi tanggung jawab untuk merawatnya "Ya, harus dirawat dengan baik, jangan dibiarkan saja setelah dipakai," tutupnya. (Hamkam)
Share:

Jumat, 05 Juli 2019

H Herman Deru Tutup Gubernur Cup U-20 Muratara Sukses Menjadi Tuan Rumah



MURATARA MSM.COM- Gubernur Sumsel  H Herman Deru melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi, H akhmad Yusuf Wibowo  didampingi Bupati Muratara melalui Asisten II Suharto, serta Kepala Dispora Muratara Khaidir Kalingi menutup secara resmi turnamen sepak bola Gubernur Sumsel Cup U- 20 tahun 2019 di lapangan sepak bola SMA Rupit, Kamis (5/7).



Dalam laporannya, Khaidir Kalingi menyampaikan, pelaksanaan turnamen sepak bola piala Gubernur Sumsel Cup U-20 tahun 2019 terselenggara berdasarkan Instruksi Presiden tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Surat Gubernur Sumsel perihal permohonan Kick of kompetisi piala gubernur sumsel tahun 2019  serta SK bupati Muratara tentang pembentukan panitia disetiap tunamen sepak bola usia dini dan usia muda U -20 piala Gubernur.

"Turnamen diselenggarakan mulai 27 Juni hingga 4 Juli 2019. Dengan jumlah peserta sebanyak 20 team yang berasal  dari desa, kelurahan, kecamatan. sekolah maupun dari klub sepak bola di Kabupaten Muratara. Dipartai final mempertemukan Maury vs Ulu Rawas FC, sedangkan untuk memperebutkan juara ketiga antara Urakan vs Limau Manis FC" paparnya.


Seperti pada turnamen lainnya, pada turnamen sepak bola piala Gubernur Sumsel Cup U-20 juga dinobatkan top skor yang diraih oleh Muhamad Sobirin dengan mengoleksi 10 gol dari team sepak bola Maury Desa Maur. Sedangkan untuk pemain terbaik adalah Al Kuraiha dari Ulu Rawas FC.



Hadiah bagi team yang menjurai turnamen sepak bola piala Gubernur Sumsel Cup U-20 akan mendapat uang pembinaan. Juara  4 akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 2 juta, juara ketiga Rp. 3 juta, juara 2 Rp. 4 juta dan juara pertama menerima uang pembinaan Rp. 5 juta.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel melalui Kepala Dispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo memberikan apresiasi kepada Pemkab Muratara yang telah sukses menjadi tuan rumah pada sepak bola piala Gubernur Sumsel Cup U-20 tahun 2019.



Dikatakannya, keberhasilan kabupaten Muratara dapat dijadikan contoh oleh kabupaten/Kota lainnya. Turnamen ini sebagai ajang prestasi serta memacu peningkatan prestasi pengembangan sepak bola Sumsel, khususnya di Kabupaten Muratara.

"Selamat kepada team sepak bola yang berhasil menjadi juara dan berhak mewakili kabupaten Muratara ke grand final di Kota Palembang. Untuk itu persiapkan dengan matang untuk menghadapi grand final pada November nanti" tutupnya.



Hadir pula dalam penutup itu para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Muratara. Camat serta tamu undangan lainnya. (MJ)
Share:

Kamis, 04 Juli 2019

2 Tahun Ikuti Pelatihan Penyandang Disabilitas Miliki Keterampilan



MUARA RUPIT MSM.COM - Setelah dua tahun mengikuti pelatihan yang dibiayi oleh Pemkab Muratara, 7 orang penyandang disabilitas fisik akhirnya memiliki keterampilan.


Kepala Dinas Sosial H Zainal Arifin mengatakan, setelah dua tahun sejak 2017 mengikuti pelatihan ketujuh penyandang disabilitas tersebut kini telah pulang ke Kabupaten Muratara.

"Ada tujuh orang yang kami kirim untuk dilatih keterampilan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Indralaya di Kabupaten  Ogan Ilir" sambung H Zainal Arifin.



Ketujuh penyandang disabilitas tersebut antara lain Pepi Puspitasari asal Desa Rantau Kadam, Habibi asal Desa Remban, Heriyanto asal Kelurahan Pasar Surulangun, Susanti asal Desa Tanjung Beringin, serta Efi, Wedi dan Yosi asal Desa Sungai Jauh.

Para penyandang disabilitas fisik yang  telah mengikuti pelatihan selama dua tahun itu, tiga orang dibekali keterampilan  menjahit, dua orang terampil dibidang tata rias dan dua orang mempunyai keterampilan kerajinan tangan.

"Kita bangga, mereka dulu yang tidak bisa berbuat apa - apa, hanya duduk di kursi roda, tidak ada aktivitas, sekarang mereka memiliki keterampilan dibidang yang ditekuninya masing - masing" jelasnya.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyampai rasa bangga kepada anak - anak penyandang disabilitas atas prestasi yang membanggakan setelah mengikuti pelatihan keterampilan.



Bupati menginginkan, para penyandang disabilitas itu dapat diperbadayakan sesuai dengan keahlian mereka masing - masing, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa ketergantungan dengan orang lain.

"Mohon doa kita bersama semoa anak - anak ini menjadi tanggung dan bermanfaat bagi orang banyak" kata Bupati.


Salah seorang penyandang disabilitas ketika ditemui mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muratara yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan di BRSPDF  Indralaya.

"Saya bersyukur, pemerintah pepduli dengan nasib kami. Selama ni kami tidak ada akvitas hanya berdiam diri saja dirumah, sekarang punya sedikit keterampilan" ujarnya. (MJ)
Share:

Lantik Pejabat Pratama dan 2 CPNS Bupati Berikan Apresiasi Kepada H Zainal Arifin




MUARA RUPIT MSM.COM - Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melantik dan mengambil sumpah pejabat tinggi pratama serta 2 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan Pemkab Muratara, Jum'at (28/6).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB berlangsung di auditorium lantai 2 Setda Muratara. Selain Bupati, hadir Ketua DPRD Muratara Efriansyah, Kepala BKPSDM Ralin Jupri, OPD, Camat dan tamu undangan lainnya.

Adapun nama - nama yang dilantik yaitu Alwi Roham dilantik menjadi Sekda Muratara, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP).  Ependi Aziz, sebelumnya menjabat sebagai Kabag Hukum, dilantik menjadi Staf Ahli Hukum.

Irawan Dwi Tjahyadhie sebelumnya menjabat Sekretaris Bappeda dilantik  sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Selanjutnya Marlinda Sari sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Sekretaris Keuangan Daerah.

Sedangkan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Program Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian kesehatan yakni Rini Indrasari, AmKeb bertugas di Polindes Simpang Nibung UPT Puskesmas Surulangun. Irma Raja Gukguk AmKeb bertugas di Polindes Sumber Sari UPT Puskesmas Nibung.


Dalam sambutannya HM Syarif Hidayat mengucapkan selamat kepada para pejabat dan CPNS yang baru dilantik. Dan  menyampaikan ucapan terima kasih kepada H Zainal Arifin yang telah menjabat sekda Muratara selama 6 bulan.

"Kepada Bapak Zainal Arifin yang telah menjabat sekda selama 6 bulan kinerja cukup baik. Sehingga pelaksanaan STQH berjalan sukses serta pemilu berjalan dengan terbit dan aman. Kepada adik - adik yang baru dilantik, selamat bekerja" ucap Bupati. (MJ)
Share:

Rabu, 03 Juli 2019

Paripurna Istimewa HUT Muratara ke-6 Berjalan Sukses



MURATARA MSM.COM-RAPAT paripurna istimewa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muratara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Muratara yang ke- 6 Tahun 2019 di ruang paripurna DPRD Kabupaten Muratara, Kamis (27/6) berlangsung sukses.

HUT Kabupaten Muratara tahun ini bertemakan Dengan Semangat Hari Jadi Kabupaten Muratara ke-6 tahun 2019 Kita Gelorakan Semangat Serundingan, Menuju Muratara Bangkit dan Sejahtara.
Acara yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.



Paripurna yang dipimping langsung oleh Ketua DPRD Muratara Efriansyah, dihadiri oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru. Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, para kepala SKPD, Camat, Kades dan tamu undangan lainnya.

"Pemekaran Kabupaten Muratara sudah diinginkan masyarakat sejak tahun 1970. Namun dapat disahkan pada tahun 2013. Artinya Kabupaten Muratara sampai hari ini masih sangat mudah dibandingkan dengan kabupaten lain" kata Efriansyah mengulas sejarah singkat Kabupaten Muratara.



Untuk itu, sambung Efriansyah, kedepan akan terus berupaya meningkatkan pembangunan demi kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Muratara. Tentunya semua elemen diharuskan bersatu untuk mewujudkan hal tersebut agar Kabupaten Muratara sejajar dengan kabupaten lain.
Dalam sambutannya, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat memberikan sambutan hangat kepada Gubernur Sumsel atas kehadirannya pada paripurna istimewa HUT Kabupaten Muratara ke-6.

Dalam usia Kabupaten Muratara yang ke-6, dan empat tahun masa kepemimpinannya, berbagai pembangunan telah dilakukan. Hal itu tak lepas dari bantuan Gubernur.
"Memasuki empat tahun kami menjabat, banyak yang sudah diberikan diantaranya WTP dan DOB terbaik. Kedepan pemerataan infrastruktur akan terus dikejar. Untuk itu, kami mengharapkan bantuan Gubernur Sumsel, karena masih banyak sekali yang akan kami bangun" kata Bupati.



Sementara itu, dalam sambutannya H Herman Deru berjanji akan terus membantu kabupaten Muratara dalam membangun berbagai bidang. Menurutnya, pembangunan yang ada di Muratara saat ini sudah cukup pesat.
"Saat masuk kantor DPRD, saya teringat 14 tahun lalu, semuanya masih serba terbatas. Dalam pembangunan itu ada yang terlihat dan ada yang dapat diraaskan oleh masyarakat. Tetapi yakinlah, apapun yang kita perbuat, pasti ada manfaatnya bagi masyarakat. " ungkap Gubernur.

Gubernur juga memuji WTP yang diraih oleh Kabupaten Muratara. Sebab untuk mendapat WTP itu tidaklah mudah. Penghargaan itu diberikan sebagai predikat baru bagi DOB. Dan merupakan tantangan baru bagi pejabat di Muratara untuk terus semangat dalam membangun.

"Tidak perlu menunjukkan kemewahan. Membangun harus dari keinginan masyarakat. Menjelang Pilkada 2020 mendatang, setiap calon harus mempunyai karakter. Saya menginginginkan demokrasi di Sumsel semakin dewasa. Selamat HUT Muratara ke-6 Semoga kedepan semakin baik di segala bidang" tutup Gubernur. (MJ/Hamkam)
Share:

Lia Mustika Syarif Dinobatkan Sebagai Duta Literasi Muratara




MUARA RUPIT MSM.COM-Lia Mustika Syarif dinobatkan sebagai Duta Literasi Muratara oleh Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri di aula Siti Rahma, Kamis (27/6). Penobatan itu merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan minat baca masyarakat.

Penobatan istri orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan sebagai Duta Literasi, merupakan kerjasama Pemkab Muratara melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dengan Pemprov Sumsel.

Hadir pada acara penobatan diantaranya Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Ketua PKK Provinsi Hj Feby Herman Deru, Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj Herawati, anggota PKK dan pelajaran tingkat SD/SMP dan SMA/SMK se Kabupaten Muratara.

Dalam sambutannya HM Syarif Hidayat mengatakan, kegiatan literasi amatlah penting dalam menumbuhkan minat baca dan menulis masyarakat Kabupaten Muratara. Terlebih, saat ini sudah ada perpustakaan keliling yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah ilmu pengetahuan.

"Harapan kita, agar minat baca dapat tumbuh didukung oleh adanya perpustakaan keliling. Karena membaca berguna untuk menambah wawasan, orang pintar karena banyak membaca" kata Bupati.

Sementara, Duta Literasi Kabupaten Muratara Lia Mustika Syarif menegaskan, dengan dinobatkan dirinya sebagai Duta Literasi akan semakin intens untuk mengajak anak - anak untuk giat membaca dan menulis.

Bagaimanapun, sambungnya, buku adalah jendela dunia. Dengan adanya perpustakaan keliling, hingga sampai ke desa-desa, para anggota PKK bisa mengajak masyarakat untuk membaca.

"Kedepan dapat menumbuhkan minat baca anak dan Muratara bebas dari buta huruf. Begitu juga anak- anak yang ditunjuk sebagai duta literasi agar dapat mensosialisasikan kepada teman - teman yang lain dilingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tempat akan pentingnya membaca" kata Lia.

Duta literasi Sumsel, Hj Percha Leanpuri mengatakan mengingatkan, menjadi duta literasi mempunyai tanggung jawab untuk lebih menggiatkan dan mensosialisasikan gerakan membaca dan menulis. (MJ)
Share:

Buka Piala Gubernur H Herman Deru Janjikan Bangun Stadion Megah Di Muratara



MURATARA MSM.COM- Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Bupati Muratara HM Syarif  Hidayat membuka secara resmi tournament Sepak Bola Piala Gubernur Sumsel Tahun 2019, Kamis (27/6).

Pembukaan tournament sepak bola piala Gubernur yang berlangsung di lapangan Sepak Bola SMAN Rupit. Sekaligus tempat digelarkan piala bergengsi tahunan tersebut, juga dihadiri sejumlah pejabat, diantaranya Sekda Muratara H Zainal Arifin, dan Kepala Dispora Khaidiri Kalingi.
Perhelatan tournament sepak bola piala Gubernur, dimana tahun ini Kabupaten Muratara menjadi tuan rumah, merupakan kado istimewa bagi kabupaten termuda di Sumsel ini. Dimana perhelatan tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muratara ke-6.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel mengungkapkan kebanggaannya pada kabupaten yang berslogan Beselang Serundingan ini. Diusianya yang ke-enam sudah mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan tournament sepak bola Piala Gubernur.
Dikatakan Gubernur, meskipun kabupaten Muratara baru menginjak usia 6 tahun. Namun sudah sangat maju. Begitu juga dengan kinerja pemerintahan Kabupaten Muratara.

"Saya merasa bangga dan mengapresiasi kinerja Pemkab Muratara, eksekutif dan legislatif beserta Korkompinda. Yang terpenting rasa kagum dan salut kepada seluruh masyarakat Muratara yang ternyata sangat gemar berolahraga khususnya sepak bola" kata H Herman Deru.

Ia menilai, sangat mungkin Kabupaten Muratara akan mendapat juara pada tingkat provinsi. Untuk itu, tidak hanya teknik tetapi juga semangat sebagai kabupaten Baru yang ingin segera sejajar dengan kabupaten/kota di seantero nusantara. Salah satu caranya adalah memperkuat rasa memiliki dan songsong Ofblimen terhadap daerah. Pemuda Muratara juga harus meraih prestasi sebanyak-banyaknya khususnya di bidang olahraga.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang ia terima, sepak bola merupakan olahraga yang paling di gemari di Kabupaten Muratara. Maka tidak lama lagi akan segera dibangun stadion yang cukup megah sebagai hadiah untuk masyarakat Kabupaten Muratara. (MJ)
Share:

Rabu, 26 Juni 2019

Terpilih Secara Demokrasi, Indra Yani Jabat Ketua Pemuda Pancasila




MURATARA MSM.COM - Indra Yani resmi terpilih secara demokrasi sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Muratara masa bakti 2019-2023.

Seketaris Umum MPW Pemuda Pancasila (PP)  Sumsel, Yanharis mengatakan, terpilihnya Indra Yani sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muratara melalui Sidang Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II Pemuda Pancasila Muratara, Sabtu (22/06), di Seketariat PP Muratara.

“Terpilihnya beliau sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Muratara melalui  pemilihan secara langsung dengan dua kandidat maju sebagai calon Ketua PP Muratara, yakni Taufik Said dan Indra Yani. Dari hasil Muscab tersebut terpilih sebagai ketua PP Muratara 2019/2023 Indra Yani. Dan alhamdulillah terlaksana dengan lancar" katanya.

Terkait hal itu, dirinya berpesan kepada ketua serta pengurus MPC yang baru saja terpilih agar segera melakukan konsolidasi baik ditingkat internal maupun eksternal.

Bahkan dirinya mengatakan, bahwa dalam menjalankan organisasi ada tiga hal yang diutamakan. Pertama konsolidasi membentuk struktur pengurus, dari pimpinan anak cabang ke ranting. Kedua konsolidasi registrasi, dan terakhir konsolidasi personil.

Sementara itu, Ketua MPC PP Muratara, Indra Yani, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berjanji akan menjalankan program PP yang belum secara maksimal dan menyusun struktur kepengurusan PP yang selama ini vakum dan kurang aktif.

Ditambahkanya, untuk membangun jaringan keorganisasian pemuda pihaknya juga akan koordianasi dan komunikasi dengan ormas-ormas di Muratara. Tujuannya untuk sinergitas organisasi.

"Kedepan  mari kita kokohkan persatuan, jalin kebersamaan, bangun sinergii dan kita wujudkan PP Muratara  berkemajuan. Dan berharap PP Muratara harus menjunjung  tinggi nilai-nilai ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang beradap, menjaga  kesatuan dan menjunjung  tinggi  nilai  keadilan  bagi seluruh  rakyat," tutupnya. (MJ)
Share:

Berlangsung Selama 10 Hari, Kemenag Muratara Tutup Kegiatan Manasik Haji



MURATARA MSM.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muratara H Ikhsan Baijuri menutup kegiatan bimbingan manasik haji di Mashid Syuada, Rabu (26/6).

Kegiatan dan bimbingan manasik haji tersebut sudah berlangsung selama 10 hari, dimana 8 hari dilaksanakan di kecamatan, sedangkan sisanya 2 hari bimbingan manasik haji tingkat kabupaten.

H Ikhsan Baijuri melalui Kasi Haji dan Umroh Muhamad Ali mengatakan, pelaksanaan manasik haji ditingkat kecamatan terbagi menjadi 2 zona. Untuk zona 1 yakni untuk Kecamatan Rupit, Karang Jaya dan Karang Dapo.  Sedangkan zona 2, untuk kecamatan Rawas Ulu, Ulu Rawas dan Kecamatan Nibung. Sementara untuk kecamatan Rawas Ilir, tidak ada ada JCH.


Ditambahkannya, manasik haji dikuiti oleh 127 jamaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 pada keberangkatan gelombang kedua. JCH kloter 15 ini dijadwalkan dijadwalkan sudah masuk asrama haji pada 21 Juli mendatang. Sedangkan keberangkatan selang satu hari, yakni tanggal 21 Juli 2019. Sedangkan dari kabupaten Muratara, jamaah haji sudah harus berangkat pada 19 Juli 2019.

"Kita himbau kepada seluruh JCH untuk hati - hati dalam perjalanan, terutama barang - barang jangan sampai tertinggal. Hindari hal - hal yang tidak kita inginkan, dan jaga nama baik Kabupaten Muratara" harapnya (MJ).
Share:

Dinas Ketahanan Pangan Gelar Lomba Cipta Menu B2SA



MUARA RUPIT MSM.COM-Pemkab Muratara melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di aula Siti Rahma, Selasa (25/6). Lomba tersebut digelar dalam rangka Hari Ulang Tahum (HUT) Kabupaten Muratara ke-6.

Selain Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, hadir pula ketua TP PKK ny.Lia Mustika Syarif, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Emilia, para camat, ibu - ibu PKK, para kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya HM Syarif Hidayat menjelaskan, berdasarkan UU No 18 tahun 2012 tentang pangan mendefinisikan bahwa pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati, produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan  perairan dan air.

Baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia.  Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengelolaan dan atau pembuatan makanan atau minuman.

"Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhan merupakan bagian Hak Azazi Manusia yang dijamin didalam UUD 1945 sebagai kompenen dasar untuk mewujudkan sumberdaya daya manusia yang berkwalitas. Oleh karna itu makanan yang kita konsumsi harus beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) tentunya makanan tersebut harus halal" jelas Bupati.
Ia memaparkan, B2SA mengandung pengertian yakni Beragam  artinya makanan diproleh dari beragam sumber baik hewani maupun nabati.  Karena tidak satu  makanan yang mengandung zat gizi yang lengkap dibutuhkan oleh tubuh.

Bergizi artinya makanan mengandung zat gizi makro yaitu karbohidrat protein dan lemak serta zat gizi mikro yaitu vitamin dan mineral. Sementara itu, seimbang artinya jumlahnya harus sesuai dengan kebutuhan. Serta yang terakhir adalah aman, artinya makanan bebas dari cemaran bahan kimia, fisik dan biologi.

"Lomba cipta menu B2SA bertujuan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, mendorong kreativitas masyarakat khususnya ibu  rumah tangga dalam menciptakan menu dari bahan pangan lokal, serta membiasakan keluarga untuk menkonsumsi makanan beragam bergizi seimbang dan aman untuk kebutuhan sehari hari dengan manfaatkan potensi pekarangan sebagai sumber pangan keluarga" paparnya.

Ia berharap, dengan adanya lomba ini dapat membangkitkan kembali menu makanan lokal yang ada di Muratara serta melakukan inovasi terhadap produk pangan lokal yang terdapat sekitar lingkungan sekitar. Sehinggah ketergantungn beras sebagai bahan pangan pokok sumber karbohidrat mayoritas masyarakat dapat ditekan.

Dilanjut orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini,potensi besar pangan lokal sebagai sumber karbohidrat non beras yang ada di sekitar tersedia hampir diseluruh wilayah Muratara, baik yang terdapat dipekarangan, perkebunan, tegalan maupun ladang.


Namun, potensi besar itu sampai saat ini masih dipandang sebelah mata. Sehingga kurang diperbadayakan sebagan pangan lokal alternatif non besar, seperti jagung, suku, ubi kayu, ubi jalar kentang dan lain sebagainya.

"Saya berharap, dengan festival ini akan berdampak positif terhadap peningkatan nilai tambah produk makanan. Meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan industri rumahan dan akhir akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat" harapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Muratara Bunda Lia Syarif usai lomba mengatakan, lomba ini akan dijadikan bekal persiapan pada lomba tingkat provinsi.


"Makanya ada pemenang tadi kita buat kategorinya. Karena nanti apabila mengikuti ajang ditingkat provinsi, mereka tidak akan membawa nama kecamatan lagi, melainkan sudah membawa nama Kabupaten Muratara. Jadi tujuannya, agar para ibu bersatu dan saling bahu membahu dan saling melengkapi" tutupnya. (MJ).
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog