Senin, 25 Maret 2019

HUT Satpol PP ke-69 Diisi Dengan Berbagai Kegiatan Sosial




MURATARA MSM.COM - Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-69 dan Satlinmas ke-57 serta Damkar ke-100, Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Satpol PP menggelar berbagai kegiatan sosial. Diantaranya Sunatan massal yang digelar hari ini, Senin (25/3).

Adapun tema yang diusung pada HUT tahun ini adalah "Peningkatan Trantibumlinmas melalui Optimalisasi Peran Damkar Satpol PP dan Satlinmas Guna Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019".



Kasat Pol PP Firdaus menjelaskan, berbagai kegiatan sosial akan diadakan pihaknya mulai dari rangkaian peringatan hingga acara puncak. Selain kegiatan sunatan massal ada juga kegiatan donor darah dan gotong royong.

"Untuk besok, kami mengadakan kegiatan gotong royong di tugu perbatasan antara Kabupaten Muratara dan Musi Rawas untuk bersih - bersih di wilayah sekitar. Khusus pada puncak acara, adakan dikukuhkan 500 Hansip desa" paparnya.



Sesuai dengan tema HUT kali ini, sambung Firdaus, ia berharap dapat turut mensukseskan Pemilu serentak pada April mendatang. Selain itu, dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial dapat bermanfaat.

"Kedepan kami akan melakukan hal - hal yang berkaitan dengan kepentingan umum lainnya. Terpenting kami akan melakukan bagaimana Muratara ini dapat terkenal hingga ke luar" ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu saat ditemui usai mengantarkan putranya ikut dalam kegiatan sunatan massal mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan adanya sunatan masal.

"Dengan sunatan massal ini kami merasa sangat terbantu di tengah kondisi ekonomi seperti ini" ungkapnya haru. (MJ).
Share:

Diduga, Perekrutan Anggota KPPS Desa Pangkalan Tak Mengacu Pada Peraturan


Candra (Kiri)


MURATARA MSM.COM - Perekrutan dan penyeleksian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Pangkalan Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara diduga tidak mengacu pada peraturan yang ada.

Hal itu diungkapkan salah satu warga desa setempat, Candra kepada wartawan Senin (25/3). Menurutnya, perekrutan anggota KPPS di Desa Pangkalan selain diduga tidak mematuhi aturan yang ada, juga terkesan hanya golongan tertentu yang dipilih menjadi anggota KPPS.

"Kami warga Desa Pangkalan sangat menyayangkan dengan sistem penerimaan calon anggota KPPS di desa kami yang terkesan semaunya. Kan jelas berdasarkan peraturan yang diprioritaskan menjadi anggota KPPS itu minimal berpendidikan SMA sederajat" ungkap Candra.

Nyatanya, lanjut Candra, yang diterima dan lolos menjadi anggota KPPS kebanyakan lulusan SD dan SMP. Padahal yang dibutuhkan 42 orang, sedangkan yang melamar sebanyak 63 orang, dan kebanyakan yang melamar berijazah SMA sederajat. Tapi yang mempunyai tamatan SMA banyak yang tidak lulus.

"Yang kami pertanyakan, kenapa lulusan SMA sederajat tidak olos. Sebaliknya kebanyakan yang diluluskan orang yang berijazah SD dan SMP. Kami sangat mengharapkan pemerintah dan pihak terkait menindaklanjuti  hal ini. Agar kedepan tidak terulang lagi, bila perlu diberikan sanksi untuk memberi efek jera" harapnya. (MJ)
Share:

Minggu, 24 Maret 2019

Lubuklinggau Siap Sambut Kedatanngan Presiden Jokowi




MURATARA MSM. COM-Akhir Maret ini Joko Widodo rencananya akan datang di Kota Lubuklinggau dalam rangka menghadiri acara Harmoni Kebangsaan.

Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengatakan kegiatan itu rencananya akan dilaksanakan 28 - 31 Maret mendatang yang akan di pusatkan di beberapa tempat dalam wilayah Lubuklinggau.

Acara harmoni kebangsaan ini merupakan acara dari Kementrian Sosial dan Kota Lubuklinggau di tunjuk sebagai tuan rumah.

Ia juga mengukapkan, harmoni kebangsaan ini akan diisi juga Harmoni Muda Mudi , Keserasian Sosial, kemah kebangsaan, pegelaran seni budaya, dan dialog dengan presiden.

"Oleh karena itu sebagai tuan rumah kita harus siap. Kita harus menyambut baik kedatangan presiden Joko Widodo orang nomor satu di Republik Indonesia ini " ujar Nanan.

Kegiatan harmoni kebangsaan ini merupakan kegiatan tahunan. Tahun lalu diadaka di kabupaten Luwu Sulawesib Selatan. Dalam acara ini kita juga akan menerima penyerahan petaka yang diberikan oleh Kabupaten Luwu kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Peserta yang akan hadir dalam acara ini perwakilan dari 17  kabupaten dan kota di sumsel terutama perwakilan Dinas Sosial, Tagana dan PKH masing masing daerah.

Di acara ini nanti walikota Lubuklinggau, Bupati Musi Rawas, bupati OKI, Bupati Banyuasin, bupati OKU Selatan dan walikota Pagaralam akan mendapat penghargaan sertifikat pembina wilayah pelopor perdamaian.

Kemudian kelurahan Kayu Ara , Taba Lestari , dan petanang ilir akan mendapat bantuan rehab masjid , lapangan bola volly , dan lapangan futsal.(***)
Share:

Sabtu, 23 Maret 2019

Bupati Hadiri Pengajian dan Istiqhosah di Masjid Assyuhada Lawang Agung




MUARA RUPIT MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Kesra Setda Muratara menggelar pengajian dan istiqhosah di Masjid Assyuhada Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit, Jumat (22/3).

Selain Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, hadir pula Kabag Kesra H Nawawi, Kasat Pol PP, Kepala Disnakertrans Abdul Rahman, Camat Rupit Asmaun, tokoh agama, tokoh masyarakat dan jemaah pengajian.

Pengajian dan Istiqhosah yang mengusung tema "Kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT menuju kehidupan yang damai dan berkah" berjalan khidmat.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan, kegiatan istiqhosah dan pengajian yang digelar oleh Pemkab diharapkan dapat semakin menghidupkan majelis - majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Beselang Serundingan.

"Dengan pengajian ini hidup menjadi berkah dan juga menghidupkan masjid - masjid agar masyarakat selalu dalam lindungan Allah SWT" ucap Bupati. (MJ).
Share:

Teken MoU, 3 Prodi Unmura Akan Dibuka di Muratara



MURATARA MSM.COM- Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melakukan penandantanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rektor Universitas Musi Rawas (Unmura) Prof Ir H Fahrurrozie Sjarkowi. Jumat (22/3).

Penandatanganan MoU menandai terjalinnya kerjasama antara Pemkab Muratara dengan Unmura di bidang pendidikan. Dengan adanya kerjasama ini, nantinya Unmura akan membuka kampus di Bumi Beselang Serundingan.

Acara yang berlangsung di ruang rapat Lantai 2 Setda Muratara, dihadiri Pj Sekda Muratara H Zainal Arifin, Asisten III Sudartoni, Ketua Dewan Pendidikan H Abdullah Makcik, dan seluruh kepala OPD Kabupaten Muratara.

HM Syarif Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Muratara merupakan kabupaten yang kaya. Dimana hampir semua sumber daya alam ada di Kabupaten Muratara seperti emas, batu bara, migas dan lainnya. Tapi sayangnya, untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, tidak sedikit yang harus ke luar kota bahkan hingga keluar provinsi karena belum adanya universitas di Bumi Beselang Serundingan.

"Saat saya bertandang ke Sarolangun Jambi. Wakil Bupati Sarolangun menyampaikan ucapan terima kasih kepada saya karena di Sarolangun banyak sekali mahasiswa dari Muratara., rasanya bagaimana mendengar hal seperti itu. Dari itulah kita tekadkan harus ada universitas di Muratara" kata Bupati.

Bupati mengungkapkan, sudah sejak lama keinginan dan wacana yang menjalin kerjasama dengan Unmura. Bahkan sudah beberapa kali berbincang - bincang dengan rektor Unmur untuk menempatkan Unmura di Muratara. Namun, wacana tersebut sempat beberapa kali terkendala.

"Dan beruntung wacana tersebut kali ini tercapai, diharapkan dengan keberadaan Unmura di muratara mampu meningkatkan IPM Muratara sehingga kedepannya sumberdaya alam muratara mampu dikelola dengan baik oleh masyarakat Muratara sendiri " tambah bupati

Sementara itu, rektor Unmura Prof Ir Hj Fahrurrozie Sjarkowie memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya dengan terjalinnya kerjasama dengan Pemkab Muratara. Artinya, Unmura kedepan dapat mengembangkan sayapnya tidak hanya di Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau saja.

"Bak payung bersambut, kami ingin mengembangkan kampus Unmura dan Muratara mengingin adanya universitas. Atas dasar itu maka dilakukan penandatanganan MoU untuk menempatkan Universitas Unmura di Kabupaten Muratara" ungkapnya.

Ia memaparkan, akan ada tiga prodi yang akan di buka, yaitu agrobisnis, peternakan dan administrasi publik. Sementara untuk kampusnya sendiri akan menggunakan lokal di sekolah Bina Satria Rupit.

"Untuk mahasiswa dari Kabupaten Muratara yang tahun ini mendaftar ke Unmura lokal Musi Rawas, akan kita alihkan ke lokal yang ada di Muratara" ujarnya. (MJ)
Share:

Penilaian Lomba BBGRM dan HKG-PKK ke-47 Desa Batu Gajah Wakili Kabupaten Muratara ke Tingkat Provinsi




MURATARA MSM. COM- Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, membuka acara penilaian lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga HKG-PKK ke 47 tingkat Provinsi Sumatera Selatan, di Desa Batu Gajah Baru, Kamis (21/3).

Kepala Dinas PMD-P3A Hj Gusti Rohmani sekaligus pelaksana acara dalam laporannya menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya acara, adalah untuk membangkitkan kesatuan masyarakat dalam menegakkan kembali budaya gotong royong,



"Gotong royong merupakan budaya kita sejak dahulu. Namun budaya tersebut sudah pudar dengan adaanya kemajuan tehnologi. Sekarang kita ingin membangkitkan kembali budaya gotong royong di kabupaten Muratara melalui program jum'at bersih" jelasnya.

Dilanjutkannya, selain menggalakan program Jumat Bersih, pihaknya juga akan memberikan penghargaan kepada desa yang rutin membudayakan gotong royong. Hal itu seperti yang telah diberikan kepada Desa Batu Gajah yang tahun ini mewakili Kabupaten Muratara ke tingkat provinsi.



"Pada tahun ini Kabupaten kita diwakili oleh Desa Batu Gajah Baru. Pemilihan menjadi wakil Kabupaten Muratara berdasarkan banyak penilaian. Diantaranya rutin melaksanakan gotong royong dan Jumat Bersih" jelasnya.

Selain itu, Desa Batu Gajah juga sudah melaksanakan hal lainnya berkaitan dengan gotong royong antara lain pembangunan pagar masjid Nurul Hidayah melalui swadaya masyarakat, jalan menuju ke pemakaman, tanah parkir mushollah Baitul Rahman.

Pembangunan jalan menuju ke sungai, tanah lokasi pembangunan SMPN Maur lokal jauh, tangga ke sungai, tanah pemakamanan yang kesemuanya melalui swadaya masyarakat Desa Batu Gajah.



Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada Desa Batu Gajah yang terpilih mewakili Kabupaten Muratara ke tingkat provinsi, seraya berharap Desa Batu Gajah dapat mengharumkan nama Kabupaten Muratara dengan mendapatkan juara ditingkat provinsi.

Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini menilai, kemajuan pesat yang diraih Desa Batu Gajah Baru, tak lepas dari peran penting pemerintah desa dan masyarakat yang kompak dan bersatu.

"Desa Batu Gajah ini sangat bagus. Dijalannya terpasang Asmaul Husna dan pada malam hari lampu jalannya menyala. Itu semua saya amati sendiri saat melintas di desa ini pada malam hari" puji Bupati.

Ketua tim penilai provinsi Fuad Zakasi mengungkapkan kekagumannya pada Desa Batu Gajah Baru, terutama dengan terpasangnya Asmaul Husna disepanjang jalan.

"Kalau di perkotaan sudah ada. Namun, di pedesaan baru desa ini yang memiliki plang asmaul husna di sepanjang jalan desanya. Kami harapkan ini dapat menambah nilai plus dalam penilaian" ucapnya.

Diungkapkannya, ada empat aspek yang akan dicapai dengan membudayakan gotong royong, yaitu aspek kemasyarakatan, bidang ekonomi, sosial budaya dan agama, serta lingkungan.

Selain Bupati Muratara, hadir pula Ketua DPRD Efriansyah, Ketua TP PKK Lia Mustika Syarif beserta anggota, Kepala Dinas PMD-P3A Hj Gusti Rohmani, para Kepala OPD Kabupaten Muratara dan staf, Kepala Kemenag H Iksan Baijuri, Camat dan Kades se Kabupaten Muratara, serta Tim Penilai Provinsi Sumsel yang diketuai Fuad Zarkasi. (MJ).
Share:

Selasa, 19 Maret 2019

Tingkatkan SDM, Disnakertrans Kirim Pemuda Muratara ke BLK di Berbagai Daerah



MURATARA MSM.COM - Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, Pememerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmingrasi (Disnakertrans) mengadakan berbagai pelatihan.

Kepala Disnakertrans Abdul Rahman, diruang kerjanya Selasa (19/3) menjelaskan, untuk pelatihan - pelatihan itu pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) diberbagai daerah. Seperti di pulau Jawa yang bekerjasama dengan BLK Bandung, Semarang, Bekasi dan Serang.

Ia merinci, kerjasama yang dilakukan dengan BLK Serang dengan mengirim pemuda Muratara untuk dilatih dibidang las dan listrik. Di BLK Bekasi di bidang elektronika dan Komputer. Sedangkan di Bandung pada bidang otomotif dan manufaktur. Sementara di Semarang, dilatih untuk bidang jahit menjahit, administrasi perkantoran dan administrasi keuangan.



"Di BLK Palembang kita bekerjasama dibidang sepeda motor yang kemungkinan tahun ini akan kami kirim 16 orang. Sedangkan ke BLK Medan pada bulan April ini." terang Abdul Rahman.

Dikatakannya, pengiriman pemuda Muratara ke BLK di berbagai daerah untuk mengikuti pelatihan pada BLK - BLK tersebut bertujuan untuk menambah keterampilan pada bidangnya masing - masing.



Dengan harapan yang bersangkutan bisa berwirausaha secara mandiri sesuai dengan keahlian yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.

Hal itu sesuai dengan instruksi Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dalam upaya mengurangi angka kemiskinan salah satunya dengan menyiapkan pemuda - pemuda yang memiliki keahlian khusus sesuai dengan bakat dan minatnya masing - masing.

"Ini merupakan program Bupati. Alhamdulillah kita telah mendapatkan BLK yang dapat diajak kerjasama" ujar Abdul Rahman. (MJ)
Share:

Majelis Taklim Lubuk Kemang Gelar Pengajian dan Zikir Akbar




LUBUK KEMANG MSM.COM - Guna mempererat tali silaturahmi sesama ibu - ibu pengajian antar desa. Majelis Taklim Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara menggelar pengajian dan zikir akbar, Senin (18/3).

Pengajian yang dipusatkan di masjid Taqwa Desa Lubuk Kemang, dihadiri Camat Rawas Ulu Ir Asim diwakili Kasi Kesos Sobri SPd.I dan  Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli.

Acara yang diisi tausiah oleh Ustad Zamzamil dari Kota Lubuklinggau itu, juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ibu - ibu pengajian se Kecamatan Rawas Ulu.

Camat Rawas Ulu melalui Kasi Kesos mengatakan, kegiatan rutin pengajian ibu - ibu majelis taklim merupakan suatu kegiatan yang bernilai positif.

"Kami dari pemerintah Kecamatan sangat mendukung dan menyambut baik pengajian dan zikir akbar ini. Karena disamping mempererat tali silaturahmi juga menjalin ukwudah islamiyah" ungkap Sobri.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli mengungkapkan kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh ibu - ibu majelis taklim desa Lubuk Kemang merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap bulannya.

"Kegiatan pengajian ini rutin dilakukan pada setiap bulan dari desa ke desa dalam kecamatan Rawas Ulu dengan tujuan mempererat tali silaturahmi dan menjalin ukwumah islamiyah antar sesama ibu - ibu majelis taklim" tutupnya. (MJ)
Share:

Kamis, 14 Maret 2019

Bertepatan Dengan UN, STQH ke-25 Alami Perubahan Jadwal



MURATARA MSM.COM - Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadist (STQH) tingkat provinsi ke-25 tahun 2019 mengalami perubahaan. Dimana sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 21 - 27 April diubah pelaksanannya pada 24-30 April 2019.

Hal itu berdasarkan hasil rapat persiapan STQH bersama 17 kabupaten/kota se Provinsi Sumatera Selatan di ruang Bina Praja Biro Kesra Pemprov Sumsel, Rabu (13/3) sekaligus pemaparan kesiapan Kabupaten Muratara sebagai tuan rumah STQH ke-25 tahun 2019.

Demikian diungkapkan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Kabag Kesra H Nawawi. Lebih lanjut dikatakannya, perubahan jadwal pelaksanaan STQH disebabkan berkenaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional.

"Yang terpenting hasil keputusan ada perubahan jadwal. Tadinya kita jadwalkan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 - 27 Arpril 2019. Namun, ternyata pada tanggal itu bertepatan hari Ujian Nasional mengingat banyak juga peserta anak sekolah SD dan SMP yang akan mengikuti UN,"jelas nya

"Sementara kita akan mundur tidak bisa jauh karena pada bulan Juni/Juli 2019 berkenaan dengan MTQ tingkat Nasional di Pontianak,dan kita pada tanggal 1 Mei 2019 sudah persiapan untuk mengikuti MTQ tingkat Nasional. Jadi berdasarkan keputusan rapat maka jadwal ditetapkan pada tanggal 24-30 April 2019,"papar Nawawi

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat di Bumi Beselang Serundingan turut mensukseskan perhelatan akbar tersebut. "Harapan kita tentu berharap perhelatan ini sukses. Jadi minta bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,"ungkapnya

Rapat persiapan STQH ke-25 yang dipimpin langsung oleh Asisten I Pemprov Sumsel DR A Najib dihadiri perwakilan dari 17 kabupaten/kota. Dari Kabupaten Muratara sendiri hadir Bupati Musi Rawas Utara H.Syarif Hidayat, dan Sekda Muratara H. Zainal Arifin.

Hadir pula Kabag Kesra H Nawawi, Kepala Kemenag H Iksan Baijuri, Ketua LPTQ Kabupaten Muratara Habib Lubis serta Ketua dan Sekretaris LPTQ Porovinsi Nawawi Dencik dan Drs H Sulaiman. (MJ)

Share:

79 Siswa Kelas IX MTs Negeri 1 Muratara Ikuti Gladi Bersih UNBK




MURATARA MSM. COM-Jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs sederajat pada 11 April mendatang, MTs Negeri 1 Muratara menggelar gladi bersih UNBK, Selasa (12/3).

Gladi bersih dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kesiapan sarana prasarana menjelang pelaksanaan UNBK, sekaligus sebagai bahan evaluasi jika masih ada kekurangan.

Kepala MTs Negeri 1 Muratara Tri Widayati menjelaskan, gladi bersih UNBK yang dilaksanakan sendiri digedung MTsN 1 Muratara diikuti sebanyak 79 siswa kelas IX. Pelaksanaan gladi bersih itu sendiri berlangsung dengan lancar.

Dari segi sarana, sambungnya, para peserta menggunakan laptop dengan dukungan handphone yang sudah support 4G. Sementara sebagai antisipasi jika listrik padam, pihaknya sudah menyiapkan mesin genset.

"Kami optimis pada pelaksanaan UNBK nanti semuanya dapat berjalan dengan sukses. Karena berbagai persiapan sudah kami lakukan dengan maksimal. Dengan harapan siswa kami mendapatkan nilai yang memuaskan" harapnya. (ZIL)
Share:

M. Ibrahim Angkat Bicara Soal Mobil Angkutan Batubara




MURATARA,MSM.COM - Berkaitan akan kisrunya kerusakan Jalan Poros menuju ke Kecamatan Nibung, yang menjadi persoalan hingga keluarnya surat rekomendasi dari anggota dewan kepada Bupati terkait rusaknya jalan poros nibung.

Sampai terjadinya penahanan 24 mobil kendaraan angkutan batubara masyarakat oleh pemerintah kecamatan selama lebih kurang 2 hari, kemarin.

Tak hanya itu, peroses tersebut hingga terjadinya rapat dikantor camat hingga keluarnya surat berita acara rapat, hingga keluarnya kesepakatan pelarangan mobil pengangkut batubara untuk beroperasi melakukan pengangkutan.

Berkaitan hal itu, membuat tokoh Pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Muhammad Ibrahim yang akrap dikenal dengan Mat. Ibrahim angkat bicara, Rabu (13/03).

Diceritakanya, apa yang menjadi persoalan dituduhkan kepihak Perusahaan Tryariani mengenai kerusakan jalan poros nibung oleh Kendaraan angkutan batubara menurutnya Pt. Tryariani terdampak sebagai kambing hitam.

"Yang harus diketahui sebenarnya, posisi Pt. Tryariani adalah penambang. Sementara mobil yang mengangkut batubara adalah milik masyarakat sebagai pengakut," Jelas Mat. Ibrahim.

DIjanjutkanya, mobil-mobil masyarakat pengangkut batura mulai dari mulut tambang sampai ketempat penampungan di simpang Nibung di wilayah Jambi, kembali diangkut oleh mobil akutan besar ke wilayah Sumatra Barat.

"Nah inilah yang menjadi permasalahan hingga keluarnya surat Rekomundasi DPRD untuk disampaikan ke Bupati Muratara guna diteruskan pada Gubernur Sumsel. Bahwa jalan tersebut rusak dikatakan oleh mobil pengangkut batubara Tryariani," jelas Mat. Ibrahim.

Ditegaskanya, dengan kondisi jalan saat ini yang baru di lalui oleh Mobil Pengangkut batubara selama 3 Minggu dengan kapasitas muatan hanya 7 sampai 8 ton per Truk.

"Sedangkan kondisi jalan sudah lama rusak sebelum dilalui oleh kendaraan masyarakat pengangkut batubara. Jadi hal ini dibuat seolah-olah kami yang disalahkan," tegas ia.

Ditambahkanya, yang harus juga diketahui walaupun baru 3 pekan menggunakan jalan tersebut pihaknya bersama tryariani demi kepentingan pengangkutan dan juga masyarakat jalan telah diperbaiki sejak 1 pekan lalu dengan acara penggusuran dan pengerasan.

"Hal ini tidak ada masyarakat membantah bahkan merasa terbantu dengan adanya perbaikan," ujarnya.

Bahkan Mat. Ibrahim mengatakan, bahwa jalan poros tersebut tidak hanya dilalui oleh mobil angkutan batubara saja. Akan tetapi justru ada mobil angkutan yang kapasitan muatanya hingga mencapai puluhan ton. "Seperti mobil buah kelapa sawit yang menggunakan puso sampai 30 ton. Bahkan mobil CPO atau pengangkut minyak mentah kelapa sawit hingga 25 ton yang selama ini sudah melintas namun tidak menjadi persoalan," tegasnya.

Terkait hal itu, dirinya berharap agar kendaraan angkutan batubara oleh masyarakat masih dapat mengangkut. Karena tidak benar bahwa pihaknya seolah-olah yang merusak jalan. "Dan kami juga akan terus memperbaiki jalan tersebut dengan menyediakan alat berat," paparnya. (Hamkam)
Share:

Selasa, 12 Maret 2019

Siring di RT 03/10 Pasar Surulangun Ambruk, Kontraktor Diam Saja





MURATARA MSM. COM- Pembangunan siring di RT.03 dan RT.10 Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara diduga dibangun asal - asalan.

Pasalnya, siring yang baru selesai dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut, sudah ambruk.

Lurah Pasar Surulangun Arodie kepada wartawan Media Sinar Muratara membenarkan ambruknya siring di kedua RT tersebut. Namun, ia menyesalkan pihak kontraktor yang terkesan diam saja dan seolah - olah tutup mata atas ambruknya siring yang baru dibangun itu.

"Kita berharap kerusakan itu segera diperbaiki. Kalau tidak akan sia - sia anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk pembangunan siring itu" harap Arodie. (ZIL)
Share:

Senin, 11 Maret 2019

Desa Setia Marga Manfaatkan Lahan Tidur




MURATARA,MSM.COM-Kepala Desa (Kades) Setia Marga,Kecamatan Karang Dapo  membuka lahan perkebunan buah naga yang di kerjakan oleh warga setempat menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), tahun anggaran 2019. Baru-baru ini.

Kades Setia Marga, Bambang  mengatakan, dalam membangun pengelolaan lahan tidur, yang semula tidak ada manfaat nya, hingga menjadi tempat yang menarik dan bermamfaat.

Maka nya kami berinisiatif untuk membangun  kebun buah naga, mudah-mudahan kedepannya nya bisa sukses,  untuk menjadikan satu-satu nya Icont wisata kebun buah naga pertama di Muratara.

Lanjut kades, untuk sementara ini, kami mengerjakan, atau mengelola lahan dengan alat bantuan dari dinas perkebunan, berbentuk traktor pembajak sawah.
Yang di berikan melalui kelompok tani, di Desa setia marga.bentuk pengerjaan nya, bentuk pengerjaan nya yaitu ,melalui swadaya masyarakat.

Harapan saya kedepannya, semoga dengan dibentuknya perkebunan buah naga ini, bisa menarik peminat pembeli konsumsi buah naga. (Hamkam)
Share:

Minggu, 10 Maret 2019

Sekda Lepas 17 Peserta Kajian Sistem Administrasi Kearsipan



MURATARA MSM. COM- Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Zainal Aripin didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj Herawati melepas 17 peserta Kajian Sistem Administrasi Kearsipan, Jum'at (8/3).

Pelepasan 17 peserta yang akan melakukan Kajian Administrasi Sistem Kearsipan ke Palembang, Bandung, Bali dan Jakarta berlangsung di ruang rapat Bina Praja Setda Muratatara.



Sekda Muratara H Zainal Aripin meminta kepada peserta yang mengikuti study kelayakan dapat belajar dengan baik tentang ilmu kearsipan. Sehingga sepulangnya nanti, dapat sesuatu yang positif dan diimplementasikan di Kabupaten Muratara.

"Kami mendoakan kepada peserta semoga selamat sampai ke tempat tujuan dan begitu juga sekembalinya nanti" ucap Sekda.



Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj Herawati menjelaskan, kegiatan ke 17 peserta berjenjang pertama ke Palembang, kemudian berangkat ke Bandung dan Bali. Selanjutnya berangkat lagi ke Jakarta, dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya di bidang kearsipan.

Selain itu juga untuk penyelematan kearsipan sekaligus menata kearsipan di masing - masing instansi. Sebab, di setiap instansinya Kearsipan sangat penting. Namun belum tertata dengan baik.

Padahal arsip merupakan alat bukti yang apabila di suatu instansi tidak ada kearsipan maka bisa dikatakan menghilangkan barang bukti. Hukuman penghilangan barang bukti dapat dihukum selama 10 tahun penjara.

"Maka sepulang mereka nantinya. Kami akan memonitor tentang ke Arsipan ke setiap instansi bersama dengan Inspektorat. Maka dari itu, kami berharap sepulangnya mereka dari sana nanti dapat meneta kearsipan yang ada" papar Hj Herawati. (MJ).
Share:

Sabtu, 09 Maret 2019

Jembatan Ke Dusun 1 Lubuk Kemang Rusak, Warga Harapkan Perbaikan





MURATARA MSM. COM-Jembatan gantung menuju ke Dusun I Desa Lubuk Kemang  Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara dalam kondisi memprihatinkan. Dimana, jembatan yang merupakan akses utama warga untuk keluar masuk desa mengalami rusak parah.

Kerusakan pada jembatan yang membentang diatas sungai Rawas semakin parah. Selain lantai jembatan yang sudah mulai rapuh, kerangka jembatan juga sudah banyak yang patah.

"Lantai jembatan sudah banyak yang bolong. Ini karena lantai sudah rapuh. Belum lagi kerangka juga sudah rapuh dan ada juga yang patah" tutur Musri warga Dusun 2 Desa setempat.

Musri menuturkan, jika melihatkondisi jembatanseperi itu, bisa dibilang jembatan gantung tersebut sudah tak layak lagi untuk dilalui. Sebab, dikhawatirkan akan membahayakan pengguna saat melintas dijembatan.

"Sebenarnya kami takut lewat jembatan, tapi mau gimana lagi. Hanya itu satu satunya akses kami. Mau melewati sungai dengan perahu kami tidak punya"sambungnya

Dirinya berharap, pihak pemerintah dapat mempehatikan keluhan ia dan warga lainnya. Dan dapat memperbaiki jembatan yang kondisinya semakin hari semakim mengkhawatirkan.

Terpisah, Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli melalui sekdes Purnama membenatkan jika jembatan gantung dalam kondisi rusak. Untuk itu ia meminta masyarakat pengguna jembatan untuk ekstra hati hati melalui jembatan itu.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk hati hati saat melewati jembatan menuju dusun I, terutama pada malam hari. Apalagi saat hujan turun kondisi lantai jembatan menjadi licin"harap pria yang akrab disapa Pur.(ZIL)
Share:

Kamis, 07 Maret 2019

Tim Penggerak PKK Kabupaten Menyapa #Targetkan kunjungi seluruh desa dan kelurahan diwilayah Kabupaten Muratara



MURATARA MSM. COM- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lia Mustika Syarif bersama anggotanya terus kunjungi desa-desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Muratara.


Kunjungan yang telah dimulai ini selain untuk bersilaturahmi dengan menyapa langsung masyarakat khususnya para ibu-ibu TP PKK Kecamatan dan TP PKK desa, serta melakukan sosialisasi akan penyakit stunting atau anak tumbuh kembang anak yang tinggi dan berat badannya tidak sesuai dengan usianya.


Kali ini, Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara, bersama anggota, Menyapa langsung masyarakat dan TP PKK Desa Tanjung Raja Kecamatan Rawas Ilir dan Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo, sekaligus melakukan penilaian lomba sepuluh program pokok PKK, yang berkaitan dengan tugas dan fungsi (Tupoksi) Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di PKK di tingkat desa, Rabu (6/3).



"Alhamdulillah dan terima kasih telah diterima dengan hangat oleh masyarakat baik di Desa Tanjung Raja dan juga Desa Biaro Baru. Kami juga bersyukur ibu-ibu yang hadir antusias mengikuti kegiaan TP PKK Desa, sebab yang ikut mereka pya keinginan, punya waktu dan semangat dalam membina keluarga dan masyarakat agar sejahtera," Tutur Lia Mustika Syarif.


Dalam arahannya, Ketua TP PKK, mengajak para ibu-ibu TP. PKK untuk menjalankan Tupoksi yang ada disetiap Pokja khususnya program yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahun ini, dimana fokus pada penurunan penderita stunting atau penyakit anak yang tumbuh kembangnya tidak sesuai umurnya, misal kerdil atau lumpuh layu.


Untuk itulah, Lia Mustika Syarif mengingatkan agar para Kades dan Ibu Kades selaku Ketua TP PKK  jangan pasif, terus pantau masyarakatnya, jangan sampai ada kasus stunting atau penyakit lain, tapi tidak ditangani lantaran tidak tahu. "Posyandu harus aktif, dan pemberian makanan tambahan baik minum susu maupun makanan tambahan," Pesan dia.



Ditambahkannya, setiap desa juga hendaknya memiliki produk unggulan baik itu makanan maupun karya seni atau kerajinan apalagi kedepan akan ada lomba desa ekspo.


"Terdekat akan ada lomba desa ekspo silahkan tampilkan apa yang jadi hasil produk unggulan baik makanan dan kerajinan, kedepan akan dikembangkan sehingga lebih memiliki nilai jual," himbau dia yang akan terus  turun kedesa-desa dalam melakukan pembinaan sebagaimana target TP. PKK  turun ke seluruh desa


Istri orang nomor satu di Bumi beselang serundingan kembali mengingatkan juga, agar Kades memperhatikan masyarakatnya jangan sampai ada yang masih belum ada KTP dan KK, karena untuk berobat wajib memiliki KTP atau KK.


Sebelumnya, Kades Tanjung Raja, Madian tiga tahun lalu masuk dalam kategori desa tertinggal. Namun sekarang sudah keluar dari label tersebut.


Mudah-mudahan dengan kunjungan Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara dapat memberikan motivasi agar desa Tanjung Raja menjadi bangkit.


"Sebagaimana harapan kami desa Tanjung Raja dapat disejajarkan dengan desa-desa lain.  Menjadi desa mandiri," Kata dia.


Camat Rawas Ilir, Heri Martoni mengapersiasi atas kunjugan TP PKK Kabupaten Muratara, Desa ini masih pinggir, Tapi masih ada desa di dalam lagi Batu Kucing, Ketapat Bening,Pauh.


Heri Martoni menjelaskan,
12 Desa dan 1 Kelurahan dan barusan terkena banjir, Namun demikian Heri Mengharapkan Ketua TP PKK mau singgah di kelurahan Bingin Teluk yang barus habis terkena banjir.


"Kami, tetap berharap agar kunjugan di Kecamatan Rawas Ilir dapat berlanjut ke desa-desa lain di kecamatan ini,"pinta dia.


Sementara itu, Camat Karang Dapo, Hermanto memgucapkan terima  atas kunjungan dan arahan Ketua TP. PKK yang turun langsung melakukan penilaian dan pembinaan.


Pada kesempatan itu juga, usai mengunjungi Desa Tanjunga Raja, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif bersama rombongan sempatkan diri untuk meninjau Kantor Lurah Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir yang usai terkena banjir. (MJ)
Share:

Camat Usulkan 10 Jembatan Permanen

Ilustrasi



MURATARA,MSM.COM - Mengatasi keluhan masyarakat DI Kecamatan Ulu Rawas,  Pihak Pemerintah Kecamatan mengusulkan 10 jembatan permanen.

Hal itu, seperti yang disampaikan oleh Camat Ulu Rawas Muhktaredi saat dimintai tanggapan mengenai jembatan ulu rawas yang telah menjadi keluhan masyarakat.

Menurut ia, bahwa jembatan yang tidak layak dilalui oleh kendaraan ada 10 titik jembatan. "Dimana kondisinya sangat memperhatinkan ," jelasnya. Baru-baru ini.

Untuk itu, melalui Musrenbang telah kami usulkan ke Kabupaten. Dengan harapan mendapatkan perbaikan jembatan.

Terpisah, Kepala Bappeda Muratara, Erwin Syarif mengtakan, bahwa untuk pembangunan yang diusulkan oleh pemerintah Kecamatan dipenuhi sesuai kebutuhan. Baik bidang infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan.

“Karena Bupati mengharapkan pembangunan secara merata sesuai kebutuhan masyarakat. Fan insya allah, Ulu Rawas kita bangun jembatan mengingat perlu sekali saat ini, kita harap pembangunan yang dilaksanakan ini kita jaga kita rawat sebaik mungkin,”pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Mediasi PT. LONSUM Dengan Warga Bina Karya Tidak menemui Hasil




MURATARA,MSM.COM- Rapat mediasi yang dipasilitasi oleh pihak pemerintah Kecamatan karang dapo, kabupaten MURATARA Yang di hadiri oleh Kepala Desa Bina karya, dan masyarakat desa bina karya, tidak menemui hasil yang jelas. Selasa,(5/3).

Akibat keteledoran pihak kecamatan,  membuat pihak warga desa bina karya merasa kekecewa ,pasal nya, pihak PT.Lonsum, tidak bisa menghadirkan pimpinan atau direksi utama dari pihak perusahaan, sesuai dengan permintaan warga desa bina karya.
Untuk segera menyelesaikan terkait permasalahan yang sudah berpuluh tahun, sampai saat ini, belum menemui hasil yang siknipikat.

DUMIYATI selaku kepala Desa Bina Karya/Sp5, mengatakan, Kita akan terus berupaya mengenai tuntutan dari masyarakat, terkait dengan lahan plasma milik Desa Bina karya, yang suda di kuasai oleh PT.(LONSUM) Mulai dari pembukaan lahan pada tahun 1995, hingga 2019, kurang lebih selama (24) Tahun, Lahan yang belum di berikan kepada masyarakat sebanyak,(480 HA) atau di kaplingkan(240) satu kapling berisi(2.Ha).

Lanjut Kades, Tanggapan dari perusahaan, selama pemberkasan itu lengkap perusahaan siap menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan cara kepala dingin.

Harapan saya sebagai Kades semoga cepat terselesaikan, permasalahan tersebut. agar masyarakat Yang mempunyai hak nya bisa menikmati dari hasil bumi yang di milikinya.

"Rapat akan di lanjutkan di kantor Kabupaten Muratara sekitar, tiga Minggu kedepan,"
Jelasnya.

Sementara itu, pihak Menejer dari PT.LOMSUM, Vanzil menjelaskan, maaf kami tidak bisa menjelaskan apa-apa untuk saat ini, terkait tuntutan masyarakat kepada perusahaan.

Kami hanya menghargai undangan dari kecamatan saja, berhubung Direksi kami tidak bisa menghadiri pertemuan tersebut, maka, beliau memutuskan kami untuk menghadiri acara tersebut.

"Yang bisa memutuskan permasalahan tersebut yaitu, selaku direksi PT.LONSUM langsung, itu berdasarkan permintaan dari masyarakat Desa bina karya,"pungkasnya.(Hamkam)
Share:

Selasa, 05 Maret 2019

Dinas Ketahanan Pangan Gelar Sosialisasi Lumbung Pangan



MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Ketahangan Pangan menggelar sosialisasi lumbung pangan, Selasa (5/3). Hadir Kepala Dinas Ketahangan Pangan Ir Titin Martini dan Kabid Distribusi Otang Kusnadi.

Acara yang berlangsung di Kantor dinas Ketahanan Pangan diikuti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Pengurus Lumbung Pangan dari 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Rawas Ulu, Karang Dapo, Karang  Jaya dan Kecamatan Nibung.



Kepala Dinas Ketahangan Kabupaten Muratara Ir Titin Martini mengungkapkan, saat ini lumbung pangan nyaris tidak tersentuh lagi. Padahal ditingkat masyarakat, lumbung pangan itu ada.

Hal itu bisa jadi, anggapan masyarakat tentang lumbung pangan yang biasa saja. Nyatanya, lumbung pangan sangat penting bagi ketahanan pangan. Sebab, lumbung pangan memiliki beragam fungsi.



"Lumbung pangan itu fungsinya pada saat ada bencana, kita sudah siap. Kemudian ketika panen, petani bisa menyimpan gabah didalam lumbung pangan itu" jelasnya.

Tidak hanya itu, lumbung pangan juga bisa untuk kegiatan sosial oleh pengurus lumbung pangan yang bersangkutan. Ia mencontoh, kelompok yang tidak mempunyai lumbung pangan, ketika panen dapat menitipkan hasil panen ke kelompok yang mempunyai gudang penyimpanan.

"Nah kalau ditingkat pemerintah lumbung pangan itu Bulog yang sudah bernilai ekonomis. Cadangan beras dikeluarkan ketika terjadi banjir dalam skala besar. Jika Kabupaten tidak memiliki cadangan, maka beras tersebut akan dikeluarkan" papar Titin.

Mengingat banyaknya fungsi dari lumbung pangan. Maka kedepan ia berharap ada keterlibatan dari produsen dan kegiatan teman usaha masyarakat. Hal itu untuk melihat sejauh mana ketersediaan, distribusi dan konsumsi.

"Nanti akan disimpulkan bagaimana menjadikan Muratara ini bangkit dibidang ketahanan pangan" ucap Titin Martini. (MJ).

Share:

Senin, 04 Maret 2019

Mukti Alfarizi Bayi 6 Bulan Penderita Hydrocepalus



MURATARA MSM. COM- Bayi laki-laki berusia 6 bulan, berdomisili Rompok Napal Maling, Dusun V, Desa Embacang Lama, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara(Muratara) mengharapkan uluran tangan pemerintah dan para dermawan.

Bayi munggil bernama lengkap Mukti Alfarizi ini menderita penyakit Hydrocephalus (Pembesaran kepala)

Keterbatasan ekonomi keluarga membuat putra bungsu dari pasangan Muhamad dan Siti Fatimah hanya dapat terbaring lemah di rumahnya.

Menurut keterangan Siti Fatimah , ibu kandung Mukti Alfarizi anaknya mengidap penyakit Hydrocephalus sejak dalam kandungan, Pada rongga otak (ventrikel) terdapat penumpukan cairan. Akibatnya, ventrikel di dalam otak terus membesar dan menekan struktur dan jaringan otak yang ada di sekitarnya.

“Jujur saja, kami sangat sedih melihat kondisi buah hati kami seperti ini, apalagi saat digendong ia selalu menangis” ungkapnya,

Lebih lanjut, menurut keterangan Siti Fatimah, Mukti Alfarizi lahir secara cesar di rumah sakit, pada agustus 2018 lalu. Dan, penyakit itu mulai tampak pada anaknya semenjak dalam kandungan. Saat ini orang tua Mukti Alfarizi, sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

Dari penghasilan sang ayah, Muhammad sebagai pencari kayu dihutan, yang penghasilannya baru akan diterima selama tujuh sampai delapan bulan sekali, Dengan penghasilan yang tidak seberapa, hanya habis untuk biaya hidup sehari-hari, serta membeli obat seadanya.

“Perna ada saran dari dokter, bila Mukti Alfarizi dapat sembuh, namun harus dilakukan operasi, Untuk membiayainya kami tidak mampu dan hanya berharap bantuan para dermawan dan semua pihak,” harap Siti Fatimah, seraya mengusapkan tisu ke bagian matanya.

Selain itu, ia juga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Muratara, dapat memberikan bantuan pengobatan terhadap anaknya, yang saat ini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi kepala semakin hari semakin membesar.

“Mudah-mudahan Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan pengobatan pada anak saya ini. Kalau saat ini kami hanya bisa berdo’a dan pasrah saja mas dengan keadaan Mukti Alfarizi saat ini. Semoga pemerintah, membuka pintu hatinya membantu keluarga kami,” tutup Siti Fatima.(***)
Share:

Jumat, 01 Maret 2019

Bupati Terkesan Tutup Mata Masalah 430 Plasma



Ilustrasi



MURATARA,MSM.COM- Pasalnya, sudah beberapa kali pemerintah Pemkab  Muratara  mengadakan Mediasi, yang di pimpin langsung oleh Kabag Tapem Muratara untuk menyelesaikan permasalahan plasma milik warga Desa karang Dapo satu (1)  sampai saat ini belum menemui titik terang. Baru-baru ini.


Sementara itu, pihak pemerintah Desa bekerja sama dengan  pihak kecamatan sudah menyelesaikan segala permasalan perivikasi yang di minta oleh pihak Pemkab Muratara.

Namun, nyatanya sampai saat ini belum ada kontribusi yang pasti,dari pihak pemerintah kabupaten Muratara. Terkait penyelesaian plasma (430) milik masyarakat karang Dapo satu (1), yang di kuasai oleh PT.Dendi Marker indah lestari (DMIL),selama (22) tahun tersebut.

Lendra (34) warga Desa Karang Dapo (1)salah satu pemilik plasma (430) mengatakan, mengapa sudah puluhan tahun permasalahan secuil seperti itu belum juga selesai, ada apa dengan pemerintah daerah kita ini ? Jangan-jangan ada udang di balik batu.
Sedangkan desa-desa lain sudah menikmati hasil dari plasma mereka masing-masing. Contoh nya desa Noman, Maur, Rupit, dan desa  batu gajah sudah menikmati semua.
"Mengapa plasma milik desa karang Dapo (1) belum selesai-selesai sampai saat ini.? Ada apa ,? Dan mengapa,?," tanyanya.


Dilanjutkannya, Sampai saat ini pun kami belum tahu di mana letak lahan plasma  milik warg Desa karang dapo 1 yang  diberikan oleh PT.DMIL . "kami  sudah  bosan menunggu dan menunggu, terkait penyelesaian plasma tersebut.
Jika tidak selesai dengan cara jalan perundingan, maka jangan Salahkan kami  jika suatu saat, terjadi hal-hal yang tidak di inginkan yang mungkin bisa saja terjadi," anyamnya.

Selanjutnya, kita menilai nampaknya Bupati Muratara, H. M syarif hidayat terkesan menutup mata. Atas penyelesaian ini. (Hamkam)
Share:

Kamis, 28 Februari 2019

Dewan Desak Perusahaan Perbaiki Jalan Simpang Nibung-Rawas Ilir


Ilustrasi jalan rusak


MURATARA MSM. COM- Seyogyanya hadirnya perusahaan bisa memberikan kontribusi bagi pemerintah dimana mereka berinvestasi.

Akan tetapi berbeda dengan perusahaan di Kabupaten Muratara engan berkontribusi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara yang tidak memiliki niat atau insiatif untuk memperbaiki jalan yang dilintasinya membawa hasil.

Seperti yang terjadi, pada akses Jalan Simpang Nibung-Rawas Ilir kondisinya sudah rusak parah karena ulah dari perusahaan yang melintasi jalan tersebut hingga bermuatan 30 ton.

Hal itu, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara merasa geram dengan keberadaan perusahaan yang merusak jalan itu tanpa memperbaikinya. Sehingga memanggil perusahaan yang bergerak didua Kecamatan Nibung dan Rawas Ilir, namun sayangnya hanya lima perusahaan yang hadir dalam rapat lintas sektor itu.

Ketua Komisi III, I'Wayan Kocap mengatakan sangat menyayangkan kepada perusahaan yang tidak datang dalam rapat lintas sektor. Sesuai dengan Undang-Undang (UU) No 40 tahun 2017 tentang kewajiban sosial.

Menurutnya semua orang tahu bahwa kewajiban sosial perusahaan dan dapat diketahui jumlah perusahaan yang ada banyak, akan tetapi apabila ada jalan yang rusak mereka tidak sensitif dan harus kita yang menggerakan dan buktinya sudah dua jam lebih rapat belum juga membuahkan hasil.

"Kita harus memberikan presure kepada perusahaan dan jangan cuma hanya memikirkan profit saja. Akan tetapi juga memikirkan CSR memperbaiki jalan yang rusak dan jangan hanya tutup mata,"katanya.

Dijelaskannya Perusahaan Bentu itu paling besar kesertaaannya merusak jalan Simpang Nibung-Rawas Ilir karena muatan tengki saat melintasi jalan mencapai 30 ton. Begitu juga dengan perusahaan Triariani selalu membawak hasil batu bara melintasi jalan tersebut.

"Kita mengacu pada peraturan gubernur (Pergub) No 23 tahun 2013 tentang pemanfaatan jalan umum bagi perusahaan mitral dan batu bara sudah dicabut. Maka dari perusahaan tidak diperbolehkan melintasi jalan itu apapun alasannya,"tegasnya.

Ia juga meminta baik masyarakat, media, pemerintab dan juga NJO berkaborasi berperan aktif dalam memperbaiki jalan.

Apa alasan perusahaan engan memperbaiki? I'Wayan menuturkan pastinya pihak perusahaan engan mengungkapkan dan keinginan perusahaan itu hanya ingin menggunakan jalan tanpa harus ada timbal balik dalam hal ini memperbaiki. "Maunya perusahaan bisa melewati tanpa harus memperbaiki,"papar ia. (Hamkam)
Share:

Dikukuhkan oleh Bupati, Dewan Pendidikan Muratara Optimis Pendidikan di Muratara Semakin Baik




MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mengukuhkan Dewan Pendidikan Kabupaten Muratara. Pengukuhan pada Rabu (27/2) berlangsung di Offroom Setda Muratara.

Tugas dari dewan pendidikan ini, nantinya akan memberikan komitmen kepada masyarakat pendidikan yang bermutu, serta memberikan pertimbangan dan masukan kepada Pemkab Muratara tentang pendidikan.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyampaikan rasa syukurnya dengan pengukuhan dewan pendidikan. Sebab, dunia pendidikan di Bumi Beselang Serundingan sudah lama menginginkan adanya dewan pendidikan. Dirinya yakin, dewan pendidikan dapat membantu pendidikan di Muratara.

"Dengan adanya dewan pendidikan ini, perlu berhubungan dengan propinsi mengenai SMAN di Muratara. Saya sudah bicara dengan Gubernur secara pribadi.  Beliau berjanji bertahap diperbaiki SMAN yang sudah rusak di Muratara, "kata Bupati

"Bantulah pendidikan Muratara ini, sesuai dengan visi misi Bupati dan wakil Bupati Muratara. Sehingga pendidikan Muratara sangat berkualitas" sambung HM Syarif Hidayat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Muratara H Abdullah Makcik mengatakan, ada tiga program pendidikan yang harus diperhatikan. Diantaranya akses pendidikan harus baik dan siswa tidak perlu lagi mengeluarkan uang lebih banyak.

"Kedepan,  kualitas pendidikan dengan tata kelolah pendidikan yang baik.  Kami optimis pendidikan di Muratara semakin baik,"katanya

Ditambahkannya, pendidikan sudah menjadi kewajiban Pemda setempat. Salah satunya dengan mendirikan kampus di Kabupaten Muratara yang akan dilaksanakan pada tahun ini juga. (MJ)
Share:

Wujud Kepedulian Komunitas Pemancing Ikan, Camat Karang Dapo Lepas 3 Ribu Bibit Ikan




MURATARA MSM.COM - Berangkat dari kepedulian terhadap kelestarian biota air, terutama ikan. Camat Karang Dapo Kabupaten Muratara Hermanto dan Kapolsek Karang Dapo, bersama komunitas Pemancing ikan melepas 3 ribu bibit ikan, Minggu (24/2) lalu.

3 ribu bibit ikan patin yang dilepas ke Sungai Liam yang berada di Kelurahan Karang Dapo, merupakan pemberian dari Komunitas Pemancing Ikan.

Komunitas Pemancing ikan itu sendiri beranggotakan 25 orang, yang berasal dari empat Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Musi Rawas, Rejang Lebong, Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara.

"Terima kasih kepada seluruh anggota Komunitas Pemancing Ikan yang telah peduli terhadap kelestarian ikan. Yang diwujudkan dengan memberikan bantuan bibit ikan untuk dilepaskan di Sungai Liam" ujar Camat Karang Dapo.

Dirinya berharap, kepedulian yang ditunjukkan oleh komunitas ini, menjadi contoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan biota air. "Jangan melakukan penyetruman maupun meracun ikan. Karena hal itu merusak biota air" tegasnya. (ZL).
Share:

Rabu, 27 Februari 2019

Dispora Muratara Gelar Festival Marching Band #Peserta Dari 3 Kabupaten/Kota



MURATARA MSM.COM-Dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Rawas Utara yang ke-6, Pemkab Muratara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Festival Marching Band tingkat kabupaten, Rabu (27/2).

Festival Marching Band yang dipusatkan di lapangan Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit diikuti para peserta dari tiga kabupaten/kota, Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara yang terdiri dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat.



Hadir Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Asisten III Sudartoni, Kepala Dispora Khaidir Kalingi, Kadis Kominfo Alha Warizmi, Kepala Disperindagkop H Samsu Anwar, Kepala Dinasker Abdurahman serta Camat Rupit Asmaun.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara melalui Asisten III Sudartoni mengajak, melalui Festival Marching Band tahun 2019 kita wujudkan generasi yang kreatif menuju Muratara Bangkit. Dengan tujuan meningkatkan kompetansi, sebagai sarana dan aktivitas generasi muda yang sehat, terarah dan bermanfaat bagi pendidikan.



"Kegiatan ini merupakan sarana yang tepat untuk membuktikan kemampuan guna meraih prestasi. Membina hubungan silaturahmi serta menumbuhkan rasa kedisiplinan, tanggung jawab dan kebersamaan bagi peserta. Baik dilingkup Kabupaten Muratara maupun kabupaten lainnya" kata Sudartoni.



Ia berharap, dengan adanya Festival Marching Band dapat mencetak generasi yang berprestasi, terutama dibidang seni. Sehingga generasi muda menjadi generasi yang produktif dan jauh dari hal - hal negatif.


Kepala Dispora, Khaidir Kalingi dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari festival marching band, untuk meningkatkan kompetensi para pelajar. Mengingat marching band dan Drum Band merupakan salah satu cabang olahra yang mulai diperhitungkan.



"Selain itu, kegiatan ini sebagai tempat generasi muda dalam menyalurkan bakat dan hobi seni, khususnya seni musik. Agar dapat ditumbuhkemangkan secara sehat dan bermanfaat" jelasnya. (MJ/ADV)
Share:

Selasa, 26 Februari 2019

Pembangunan GI Muratara Dilanjutkan


H Alfirmansyah dan istri



MURATARA MSM. COM - Pembangunan Gardu induk Pusat Listrik Negara (PLN) Dikabupaten Musi Rawas Utara dilanjutkan.

Akhir akhir ini diberitakan di publik pembangunan GI sempat tersendat dikarenakan terjadi perubahan jadwal yang semula seharusnya  selesai pada Bulan April 2019 dan COD Bulan Oktober 2019 namun harus mundur sampai pembangunan selesai.

Pembangunan gardu induk listrik yang terletak di Desa Lubuk Rumbai Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara menggunakan Dana pusat sebesar 250 milyar itu dikerjakan oleh PT. Medan Smart.

Bupati Musi Rawas Utara melalui Kepala Dinas PU Perkim Muratara H.Alfirmansya,St.M Si.mengatakan pihak Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara mendukung penuh atas pengerjaan GI dan siap membantu demi kelancaran Pembangunan hingga GI bisa beroprasi seperti harapan masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan cita cita Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dan menjadi Proitas Utama pembangunan sesuai keinginan masyarakat Muratara."katanya.

Ia berharap akan berjalan sesuai dengan teknis dan administrasi dengan baik atas nama pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara mengucapkan  terima kasih banyak atas berjalannya progres ini.

"jadi kami berharap akan selesai di bulan April 2019 akan tetapi  ada terjadi kesalahan teknis di perencanaan dan kami selaku pemerintah menerima saja tapi kedepan kami mohon agar pihak terkait jangan lupa Koordinasi. Agar kami bisa menyampaikan kepada masyarakat Muratara bahwa apa yang telah direncanakan itu benar benar dilaksanakan kalo pun belum selesai itu proses."jelas ia.


Bupati sudah mentargetkan walaupun ada halangan di wilayah Muratara dan Kabupaten Surolangun Jambi asal untuk Kebutuhan Pembangunan Gardu Induk dan untuk transmisi nya siap membantu.

"Untuk itu kepada pengelola dan rekan rekan jika ada hal hal yang tidak bisa diselesaikan silahkan koordinasi kepada kami dan Pemkab akan bantu.Dan kami pun siap memberikan pasilitas dan bantuan kepada pihak PT PLN PERSERO UIP SBS dalam hal Pusmanpro agar dapat melaksanakan ini dengan baik,"jelas ia.

Sementara itu Nazarudin supervisor Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) mengatakan keterlambatan pengerjaan pada tahun 2018 lalu terjadi karena kesalahan teknis di perencaan.

"Alasan teknis karena seluruh perencanaan harus di aproval ulang atau di update oleh konsultan perencanaan agar titik kordinat dan arah transmisi akurat.Karena jika bergeser jadi masalah bahkan bisa roboh jadi  harus simetri dan tegak lurus."kata nya.

Pihaknya pun mengakui tidak bisa menargetkan pengerajaan bisa diselesaikan.Banyak pengerjaan harus dengan bertahap.

"Secara teknis Pekerjaan  kami menargetkan kalo untuk pemasangan Travo 150 KV  di usahakan bulan ini terpasang akan tetapi kalo untuk Gedung Kontrol kemungkinan Bulan April tahun ini bisa selesai" jelas ia.

Untuk operasi ia belum bisa menargetkan dikarenakan menunggu konek transmisi  dari tower sutet.Masalahnya jaringan tower sutet dari arah Sarolangun jambi ke Muratara lahan nya belum bebas dengan kata lain masih bermasalah dengan masyarakat.

"mudah mudahan pihak terkait dengan waktu cepat bisa membebaskannya agar Gardu induk di Muratara cepat beroprasi." Paparnya.(Hamkam)
Share:

TMMD Ke-104 di Kecamatan Nibung # Menyatuhkan TNI Dengan Masyarakat




MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Muratara dan Kodim 0406 Mura, Lubuklinggau, Muratara (MLM) membuka kegiatan TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 tahun 2019, Selasa (26/2)

Kegiatan yang mengangkat tema "Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan".

Dihadiri Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Komandan Dandim 0406 MLM Letkol Inf. Aan Setiawan, Kapolres Musi Rawas, Muratara AKBP Suhendro, perwakilan Kejari, kepala OPD, PKK, Camat, Kades serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan TMMD ke-104 Kodim 0406 Mura akan dilaksanakan di Kelurahan Karya Makmur SP.9 Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara selama satu bulan terhitung mulai minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2019.

Dandim 0406 MLM, Lektol Inf. Aan Setiawan menjelaskan, kegiatan TMMD ke-104 tahun 2019 di Kecamatan Nibung terdiri dari kegiatan fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik berupa pembangunan infrastruktur dasar.

Rincian kegiatan fisik antara lain pembukaan dan pembuatan jalan sepanjang 6,5 km dengan lebar 10 meter. Pembuatan gorong - gorong dilima titik sepanjang jalan yang dibuka. Pembuatan pos kamling sebanyak 5 unit, pembuatan MCK dan sumur bor di dua titik, rehab teras mushollah dan bedah rumah warga satu unit.

Dijelaskannya, untuk sasaran kegiatan non fisik diantaranya khitanan massal, pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, pelayanan KB dan penyakit menular. Penyuluhan bahaya narkoba, kesadaran hukum, wawasan kebangsaan dan bela negara. Serta kegiatan kepramukaan dan olahraga bersama masyarakat.

"TMMD bertujuan menyatuhkan TNI dengan masyarakat, karena pembangunan melibatkan masyarakat di desa. Dengan adanya TMMD dapat membantu masyarakat dengan menyediakan fasilitas insfrastruktur yang bagus" jelas A'an Setiawan, 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Muratara menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI yang melakukan TMMD ke-104 di Kecamatan Nibung ini. Dengan tujuan membantu masyarakat dan mencerdaskan anak bangsa, menciptakan kondisi masyarakat yang aman dalam berbagai ancaman, serta membantu pemerintah dalam membangu daerah.

"Berharap dengan TMMD ini dapat mempererat hubungan warga dengan TNI." kata Bupati seraya mengucapkan bismillahirrohami TMMD tahun 2019 secara resmi dibuka. (MJ)
Share:

Senin, 25 Februari 2019

Bupati Muratara dan OPD Tandatangani Pakta Integritas



MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara HM Syarif Hidayat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penandatanganan perjanjian kinerja tahun 2019 di lantai 2 Auditorium Setda Muratara, Senin (25/2).

Dalam penandatanganan Pakta Integritas tersebut, HM Syarif Hidayat didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) H Zainal Arifin, Asisten III Sudartoni, dan Kabag Ortala H Suryadi.

Dalam laporannya, H Suryadi menyampaikan dasar penandatanganan perjanjian kinerja tercantum dalam UU Nomor 28 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Dan UU Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, serta UU Nomor 16 tahun 2013 tentang pembentukan Kabupaten Muratara di Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2006 tentang Peraturan Keuangan, kinerja dan Instansi Pemerintah Daerah.

PP Nomor 18 tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis tentang Perjanjian Kinerja, Peraturan Kinerja dan tatacara review Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan. Serta Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Muratara.

"Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memahami dan melaksanakan penugasan dan pimpinan yang lebih tinggi kepada pimpinan yang lebih rendah, untuk melaksanakan program dan kegiatan disertai indikator kinerja, dan merupakan wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntangritas, transparasi dan kinerja Aparatur Sipil Negara" papar H Suryadi.

Tujuan berikutnya, penilaian keberhasilan maupun kegagalan dalam pencapaian tujuan dan saran organisasi serta pemberian sanksi kepada pemegang amanah. Dengan sasaran seluruh perangkat daerah dilingkungan Pemkab Muratara.

Sementara itu, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mengatakan, penandatanganan pakta integritas sesuai Permen Nomor 53 tahun 2014, dimana secara moril harus dipertanggungjawabkan.

"Kinerja spesifik sudah bagus. Kita sudah mendapatkan WTP, serta menerima banyak penghargaan. Status DOB sudah lepas, artinya kita sama seperti kabupaten lainnya" kata Bupati. (MJ)
Share:

Gelar Lomba Cerita Tingkat SD/MI. #Kembangkan Bakat Literasi Yang Tersembunyi Pada Anak-Anak



MURATARA MSM.COM - Guna meningkatkan minat baca siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menggelar lomba Cerita tingkat Kabupaten.

Lomba yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB berlangsung dihalaman belakang kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (25/2). Hadir Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Asisten III Sudartoni, para Kepala OPD, peserta lomba dan guru pembimbing.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Hj Herawati MM menyampaikan, tujuan digelarnya lomba cerita untuk mengembangkan bakat literasi yang tersembunyi pada anak - anak. Dimana dalam hal mengenal cerita dan budaya kabupaten yang kaya dengan cerita dan dongeng - dongeng masa lalu untuk dikembangkan dan diperkenalkan di kancah nasional.

Dijelaskannya, pemenang dari lomba cerita ini masing - masing akan mendapatkan uang, tropy dan piagam. Dimana untuk juara 1 sebesar Rp. 3 juta, Juara Rp. 2,5 juta dan juara 3 Rp. 2 juta. Sementara juara harapan 1 menerima Rp. 1,5 juta, harapan 2 Rp. 1 juta dan harapan 3 menerima Rp. 5 ratus ribu.

"Bagi juara 1, akan diikutsertakan pada lomba cerita tingkat provinsi pada April 2019 mendatang dan akan berlanjut ke tingkat nasional jika menang di tingkat provinsi" jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Asisten III Sudartoni memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah menyelenggarakan kegiatan seperti ini.

"Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, banyak pemikiran yang muncul dengan banyak membaca buku. Untuk diketahui bahwa dari cerita dan sejarahlah akan banyak bermunculan ide - ide brilian" kata Sudartoni.

Ia berharap, pada saatinya nanti anak - anak di Bumi Beselang Serundingan akan menjadi generasi yang kuat. Untuk itu, ceritakanlah kepada anak - anak sesuatu yang objektif berdasarkan analisis yang jelas, dan berilah ilmu yang bermanfaat. (MJ)
Share:

Jumat, 22 Februari 2019

Tiga Kades terima sertifikat aplikasi workshop siskeudes versi 2.0 2019




MURATARA,MSM.COM- Camat karang jaya, Makmun Habib serahkan  sertifikat workshop, aplikasi sistem keuangan Desa siskeudes versi 2.0 tahun 2019.
(Kamis,21/2/19).

Acara yang di fasilitasi oleh kecamatan karang jaya, kabupaten Muratara, di gedung aula serba guna kecamatan karang jaya, yang di hadiri oleh beberapa Kades.

Kepala dinas (PMD.P3A) melalui Hj. Gusti rohmani selaku sekretaris PMD- P3A mengatakan , selamat kepada tiga desa yang hari ini kita berikan sertifikat,aplikasi sistem keuangan Desa siskeudes versi 2.0 tahun 2019,yang di berikan melalui camat karang jaya, Makmun habib selaku camat karang jaya.
Desa yang pertama yaitu, kepala Desa Lubuk Kumbung, Karang jaya, Desa  Setia Marga, Kecamatan Karang Dapo, dan Desa wilayah Rawas ulu.

Dilanjutkannya, Dengan di tetapkan nya, pemendagri 20 tahun 2018,tentang pengelolaan keuangan desa sebagai perubahan pemendagri 113 tahun 2014 tentang pengelolaan ke uangan Desa,mengakibatkan aplikasi siskeudes yang telah di implementasikan oleh Desa harus dilakukan penyesuaian dengan pemendagri Nomor 20 tahun 2018.

Lanjut Bunda Gusti ,Meneruskan saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada panitia beserta segenap unsur yang terlibat.sehingga acara ini berjalan dengan baik tertib dan lancar.

Saya juga berharap khususnya para peserta, untuk dapat memahami akan informasi dan masukan, agar nanti nya dapat di gunakan oleh para kepala Desa, dalam Rangkah tertib pengelolaan keuangan Desa, di desanya masing-masing.
Tutup nya.

Sementara itu, Camat Karang Jaya mengatakan dengan ada nya pemberian sistim pengelolaha  keuangan desa ini. "Kedepan para Kades benar-benar memahaminya dalam mengelolah DD," pungkasnya.(Hamkam)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog