Tuesday, December 31, 2019

Bupati Muratara Lantik Kades PAW Desa Pangkalan






RAWAS ULU MSM.COM-Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat melantik Adam, Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Pangkalan terpilih, Senin (30/12). Pelantikan yang dimulai sekira pukul 14.30 WIB, di Desa Pangkalan Kecamatan Rawas Ulu berlangsung khidmat.

Selain Bupati, hadir ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif yang melantik Ketua TP PKK Desa Pangkalan. Para OPD, Camat Rawas Ulu Abdul Kadir, Lurah Pasar Surulangun, Danramil, serta para tamu undangan lainnya.




Usai melakukan pelantikan, Bupati menegaskan kepada Kades Pangkalan, untuk segera bekerja membangun desa. Tetapi yang perlu diingat, pergunakan Dana Desa dengan sebaik mungkin sesuai aturan.

Begitu juga dengan BUMDes untuk mengembangkan desa. Sesuai dengan tujuan pemerintah untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. "Berdayakan masyarakat jangan tebang pilih.  Rangkul masyarakat yang paham dengan kemajuan desa" kata Bupati.

Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini mengingatkan, untuk tidak sungkan belajar dari desa - desa yang sudah berkembang. Yang terpenting, terus lakukan koordinasi dan sinergi dengan kepala wilayah.






"Bantu masyarakat lemah,tingkatkan keagamaan didesa. Karena dengan agama bisa menangkal moral yang tidak baik dan tidak terjerumus dengan narkoba" kata Syarif.

Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir meminta kepala desa yang baru dilantik untuk tetap amanah dalam menjalan tugas. Melakukan perubahan di desa yang dipimpin sehingga semakin berkembang.


"Pemimpin baru harapan baru, semangat baru untuk perubahan desanya. Jangan ada lagi istilah aku masih seperti yang dulu. Tunjukkan loyalitas bahwa pemimpin itu bisa dalam segala hal dalam dukungan perangkatnya dan masyarakat yang kita pimpin" kata Camat

"Apabila kita berlaku adil dan bersih, Insya Allah nyaman dimasyarakat.  Namun yang paling penting berani mengatakan yang benar itu benar yang salah itu salah" tegasnya.  (ZL)
Share:

Sunday, December 29, 2019

Jalan Poros 2 Km Peninggalan Musi Rawas di Desa Bukit Langkap, Rusak Termakan Usia




MURATARA MSM.COM - Jalan poros Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara sepanjang lebih kurang 2 kilometer, mengalami kerusakan. Badan jalan sudah banyak yang berlobang termakan usia, jumlah lobang yang terdapat dibadan jalan, jumlahnya mencapai puluhan.


Jalan poros dengan aspal hotmix, sebagai akses untuk menuju ke desa Bukit Langkap dari jalinsum tersebut. Usianya sendiri sudah cukup lumayan. Jalan itu dibangun saat masih kabupaten Musi Rawas.


Alhasil jalan poros tersebut peninggalan Kabupaten Induk yang sampai saat ini belum tersentuh pembangunan rehap perbaikan jalan aspal hotmix.

Kondisi ini, menjadikan keluhan bagi masyarakat desa dalam mengangkut hasil bumi maupun bagi warga yang melintas. Mengingay kerusakan jalan yang telah mengncam keselmatan bagi pengendara.

Seperti yang di ceritakan oleh warga setempat, Sumar (32) bahwa jalan poros desa yang rusak tersebut sekitar 2 KM panjangnya. Dimana kerusakan jalan akibat dimakan usia.

"Jika dihitung mungkin sudah ratusan lobang sepanjang jalan ini. Karena jalan tersebut sudah lama dan zaman peninggalan Kabupaten Induk. Jadi hal yang wajar telah rusak," jelas ia.

Berkaitan hal tersebut, dirinya berharap agar adanya perhatian pemerintah Kabupaten Muratara untuk perbaikan pembamgunan aspal hotmix jalan poros desa Bukit Langkap.

"Jika semakin lama mendapat perhatian pemerintah. Kondisi jalan akan semakin mengancam keselamatan bagi pengendara roda dua. Terutama bagi pelajar yang melintas," ungkap ia.

Serupa yang dikatakan oleh, Arsal (20) bahwa jalan tersebut mengharapkan perbaikan pembangunan dari Pemerintah. Mengingat tidak sedikit telah mengalami kecelakaan karena libang.

"Terutama saat musim penghujan. Kondisi lobang dibadan jalan tidakbterlihat karena genangan air. Nah.. kendaraan yang dikendari oleh penumpangnya meleset dan terjatuh," jelasnya sambil menambahkan apa lagi bagi orang luar yang melintas. (MJ)
Share:

Saturday, December 28, 2019

Jelang Tahun Baru, Disperindagkop Muratara Lakukan Monitoring di Sejumlah Pasar




MURATARA MSM.COM - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Muratara, melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Di sejumlah pasar tradisional, Jumat (27/2).


Pengecakan dilakukan di dua pasar tradisional, yaitu di Pasar Lawang Agung Kecamatan Rupit, dan Pasar Desa Biaro Kecamatan Karang Dapo. Monitoring oleh Pemkab Muratara melalui Disperindagkop, dilakukan untuk memantau harga - harga menghadapi tahun baru 2020.


"Monitoring ini kita lakukan untuk memulihkan harga sembako jelang tahun baru. Karena berdasarkan pengamatan, terjadi kenaikan harga. Setelah kita cek langsung bersama tim, terdiri dari Dinkes, Pol PP dan BPOM. Memang ada kenaikan harga" jelas Kepala Disperindagkop, melakui Kabid Perdagangan, Safawi.



Ia menjelaskan, kenaikan harga itu biasanya memang terjadi setiap tahunnya. Yaitu jelang tahun baru dan hari besar keagamaan. Sembako yang mengalami kenaikan seperti gula pasir, dan minyak sayur.



Kenaikan harga berkisar Rp. 1000 rupiah, dimana sebelumnya harga Rp. 11 ribu, menjadi Rp. 12 ribu. Sementara untuk daging ayam, terjadi kenaikan lumayan tinggi, sebelumnya Rp. 30 ribu, menjadi Rp. 35 ribu. Cabai dan telur, juga mengalami kenaikan harga.


"Monitoring ini bertujuan untuk stabilisasi pemantauan harga saja. Jika memang ada temuan atau penimbunan, maka ditindak lanjut" ujarnya. Ia menambahkan, jika terjadi kelangkaan, maka operasi pasar murah akan dilakukan.




"Saya mengimbau kepada masyarakat. Belilah sesuai kebutuhan. Jangan berlebihan, nanti terindikasi penimbunan. Begitu juga dengan para pedagang, ambillah untuk sewajarnya" tukas Safawi. (MJ)
Share:

Digenangi Air Saat Hujan Turun. Masjid Taqwa Desa Lubuk Kemang Butuh Perhatian




LUBUK KEMANG MSM.COM - Hujan yang  mengguyur wilayah Kabupaten Muratara akhir - akhir ini menimbulkan keprihatinan bagi pengurus dan jemaah masjid Taqwa Dusun IV Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu.


Pasalnya, setiap hujan turun. Kucuran "air terjun" membahasi lantai dan karpet di dalam masjid. Seperti, yang terjadi pada malam Jum'at malam (27/12). Hujan yang turun semalaman, membuat kewalahan Alwi, marbot masjid Taqwa. Sebab ia mesti berjaga semalaman agar masjid tidak dipenuhi air hujan.


"Saya takut kalau tidak dijaga saat hujan, dapat dipastikan air hujan akan menggenangi dalam masjid. Karpet untuk solat jemaah masjid juga ikutan basah" tutur Alwi.


Dia menuturkan, air yang masuk ke dalam masjid melalui atap dan sambungan plavon yang tidak terpasang dengan semestinya. Hal itu diperparah dengan bangunan lama, dimana atap dan plavonnya juga sudah rapuh. Ditambah dengan posisinya yang miring, kian memperparah keadaan.


"Memang sebagian bangunan masjid sudah direhab. Tetapi justru menambah masalah baru. Karena sambungan kayu plavon tidak terpasang dengan pas. Sehingga, ketika hujan turun, air semakin deras masuk ke dalam masjid" tambah Alwi.


Untuk itu, ia dan pengurus masjid Taqwa, mengharapkan kepada pihak terkait untuk memperhatikan. Sebab, jika tidak diperhatikan, ditakutkan keadaan akan semakin parah. (MJ)
Share:

Tuesday, December 24, 2019

Berlangsung Meriah. Bupati Muratara Resmi Membuka MTQ Perdana Tingkat Kecamatan Rawas Ulu




RAWAS ULU MSM.COM - Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Rawas Ulu, oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat didampingi Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir, Selasa (24/12) berlangsung meriah.


Pembukaan MTQ Ke-1 tingkat Kecamatan Rawas Ulu, yang digelar di Desa Kertadewa sebagai tuan rumah. Dihadiri  Kabag Kesra Setda Muratara, Koramil, Kapolsek, Ketua MUI Muratara, LPTQ, Lurah, seluruh Kepala Desa dan tamu undangan lainnya.


Camat Rawas Ulu, dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati Muratara pada pembukaan MTQ perdana tingkat Kecamatan Rawas Ulu. Hal serupa juga disampaikan kepada seluruh panitia.




Camat memaparkan, pelaksanaan MTQ akan berlangsung selama tiga hari. Mulai 24 -27 Desember 2019. Peserta berasal dari 16 desa 1 kelurahan, dengan jumlah peserta sebanyak 220 orang.


"Mengapa MTQ tingkat kecamatan Rawas Ulu diadakan didesa - desa. Karena kalau di kecamatan hanya orang - orang tertentu yang bisa menyaksikan. Sementara, masyarakat desa dan pemuda tidak bisa menyaksikannya secara langsung" ungkap Abdul Kadir.


Selain itu, MTQ merupakan syiar agama. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus dapat merasakannya.


"Tahun berikutnya MTQ juga akan tetap diadakan di desa - desa. Akan akan lebih meriah lagi. Selamat berkompetisi kepada peserta. Bagi yang juara akan diikut sertakan pada jenjang berikutnya" kata Camat.



Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Kecamatan Rawas Ulu. Atas digelarnya MTQ perdana.


Dikatakan oleh orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini, MTQ merupakan kegiatan untuk mensiyarkan agama. Selain itu, untuk mencari bibit unggul yang akan mewakili Kabupaten Muratara.


"Selamat bertanding. Dengan harapan akan muncul kafilah yang dapat mewakili Kabupaten Muratara di tingkat provinsi" tukas Bupati. (MJ)
Share:

Saturday, December 21, 2019

Anggota DPRD Sumsel Kunker ke Pemkot Lubuklinggau




LUBUKLINGGAU MSM.COM - Tujuh orang anggota DPRD Provinsi Sumsel melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Lubuklinggau. Kedatangan Aleg dapil 8 tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar didampingi sejumlah Kepala OPD di Op Room Dayang Torek, Rabu (18/12).

Dalam kesempatan itu, Wawako memaparkan Kota Lubuklinggau tidak mempunyai sumber daya alam (SDA) seperti kabupaten lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, Pemkot Lubuklinggau terus berusaha meyakinkan para investor agar menanamkan modalnya di daerah ini.

Lebih lanjut Wawako menjelaskan dalam memenuhi hak masyarakat Pemkot Lubuklinggau telah mengembangkan Rumah Sakit Siti Aisyah, penyedian mobil pelayanan kesehatan, penyedian bus pelajar dan bentuk pelayanan lainnya.

Pada periode kedua ini, kami terus berupaya meningkatkan infrastruktur dasar dan ketersediaan air bersih,ujarnya.

Selain itu Pemkot Lubuklinggau juga telah menyelesaikan permasalahan aset baik dengan PT Cikencreng, Pemkab Musi Rawas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Khusus persoalan aset dengan PT Cikencreng, secara umum sudah clear, tetapi masih memerlukan pendekatan kepada masyarakat yang menguasi lahan tersebut.

Demikian pula masalah aset dengan PT KAI.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan selesai sehingga kita bisa mengelola pasar Inpres dengan maksimal,ucap Wawako.
Anggota DPRD Sumsel dari Partai Golkar, Hasbi Asadiki mengatakan mereka berharap dengan anggaran yang tersedia, kiranya dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Setelah bekunjung ke Kota Lubuklingau, mereka juga akan berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas. Dari kunjungan Gubernur Sumsel ke kawasan wisata di Petanang beberapa waktu lalu, akan ada bantuan Rp 20 Milyar. Semoga hal ini segera terealisasi, imbuhnya.

Terkait masalah air bersih, pihaknya terus berupaya membantu Kota Lubuklinggau.

Anggota DPRD Sumsel A Gani Subit dari Partai Demokrat menambahkan ada 30 persen dana yang ada di Komisi V khusus untuk sektor Pendidikan dan Kesehatan.

Masalah pendidikan, kita masih menerapkan sekolah gratis dan untuk baju SMA dan SMK akan disiapkan oleh sekolah. Hal ini akan segera ditindaklanjuti agar program sekolah gratis bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Sedangkan bidang kesehatan, kita akan perjuangkan berupa peningkatan pelayanan rumah sakit yang ada,kata A Gani Subit.

Anggota DPRD Sumsel, H Toyeb Rakembang dari PAN menambahkan masalah Gedung Subkos dulu ramai dikunjungi orang, tetapi sekarang sepi. Kondisi ini tentunya cukup memprihatinkan. Maka dari itu dirinya menyarankan agar Gedung Subkos direhap kembali karena Gedung Subkos merupakan salah satu Icon Kota Lubuklinggau.

Soal panti jompo juga harus diperhatikan karena menyangkut rasa kemanusian. Masalah sekolah terutama SMA Negeri, sekolahnya gratis, tetapi ada iuran-iuran bulanan. Kondisi itu harus dikoreksi karena membebani masyarakat, ujar H Toyeb Rakembang.

Anggota DPRD Sumsel H Novian Fauzi dari Partai Nasdem ikut memberikan masukan kepada Pemkot Lubuklinggau. Menurutnya Lubuklinggau adalah kota dagang dan mempunyai slogan Linggau BISA. Kondisi ini harus disupport agar lebih maju lagi.

Kami dari Komisi III sangat mendukung hasil kunjungan Gubernur Sumsel dalam rangka membantu pesantren yang ada di Kota Lubuklinggau serta kunjungan ke tempat ibadah beberapa waktu lalu,katanya.

Sedangkan Anggota DPRD Sumsel HM Subhan dari PKS menambahkan pihaknya menyarankan agar memperbanyak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai upaya mendorong peningkatan PAD.

Sebagai informasi, anggota DPRD Sumsel yang melakukan kunker ke Kota Lubuklinggau sebanyak tujuh orang yakni H Hasbi Asadiki (Partai Golkar), H Novian Fauzi (Partai Nasdem), A Gani Subit (Partai Demokrat), Toyeb Rekembang dari PAN, Rita Suryani dari PDIP, H Burlian (Gerindra), dan H.M. Subhan dari PKS. (LEO)
Share:

Friday, December 20, 2019

Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Muhajirin Desa Bingin Rupit. Ini Pesan Bupati Muratara !





MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melakukan peletakan batu pertama, pembangunan Masjid Al Muhajirin, Dusun IV Desa Bingin Rupit Kecamatan Rupit, Jumat (20/12).
   

Kepala Desa Bingin Rupit, Hengki Bashyp dalam sambutannya, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Muratara. Yang telah hadir ditengah - tengah masyarakat Bingin Rupit untuk melakukan pelekatan batu pertama  pembangunan masjid Al Muhajirin.


Ia mengharapkan, panitia pembangunan masjid untuk bekerja keras dalam menyelesaikan pembangunan rumah ibadah tersebut. Sehingga nantinya, setelah selesai masyarakat dapat mengisi masjid Al Muhajirin dengan ibadah.




Sementara, Bupati Muratara menilai, letak pembangunan masjid Al Muhajirin berada ditempat yang sangat strategis dan tepat dipinggir Jalinsum. Tentunya akan mengundang banyak jamaah.


"Pembangunan masjid Al Muhajirin harus megah. Karena banyak orang - orang melintas" ujar HM Syarif Hidayat.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini mengungkapkan, di Kabupaten Muratara terdapat 278 masjid yang tersebar di desa dan Kelurahan, termasuk masjid Al Muhajirin Desa Bingin Rupit.


"Membangun rumah ibadah itu adalah tanggung jawab bersama. Membangun sarana ibadah tidak cukup dengan mimpin, akan tetapi harus punya keberanian. Membangun sarana ibadah tidak hanya tanggung jawab Pemkab, tetapi tanggung jawab kita bersama" kata Bupati.



Bupati berharap, setelah selesai dibangun nantinya. Masjid Al Muhajirin benar - benar dirawat. Ia juga berharap, pembangunan dapat berjalan dengan baik. "Dengan dibangunnya masjid Al Muhajirin, dapat menambah iman dan takwa kita semua" pesan Bupati.


Selain Bupati, hadir pada peletakan batu pertama pembangunan masjid Al Muhajirin, para pimpinan OPD, Kabag, Kemenag, kades, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. (MJ)
Share:

Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris. Kepala BPJS Cabang Muratara Berikan Apresiasi Kepada Disnakertrans




MURATARA MSM.COM  - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Muratara, Abd. Rahman Wahid didampingi Kepala BPJS Cabang Muratara Parel Sinaga, menyerahkan santunan kepada ahli waris pegawai Disnakertrans non PNS.


Santuan sebesar Rp.24 juta diserahkan kepada ahli waris Wenny di halaman kantor Disnakertrans, Kamis (19/12). Almarhumah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Ia merupakan pegawai Disnakertrans yang berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS).


Santunan itu diberikan kepada ahli waris Weny atas keikutsertaan almarhumah dalam program BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK). Program itu merupakan kerjasama Pemkab Muratara melalui Disnakertrans dengan BPJSTK.


"Kita serahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Weny yang merupakan pegawai Disnakertrans berstatus TKS yang meninggal 1 November 2019. Ahli waris menerima santunan sebesar Rp. 24 juta" terang Abd. Rahman Wahid.



Menurutnya, diikutsertakannya pegawai Disnakertrans yang berstatus TKS atau Non PNS pada program BPJSTK. Untuk memberikan contoh kepada perusahaan - perusahaan untuk melakukan hal yang serupa. "Bahwa kami sudah melakukan itu" tukasnya.


Ditempat yang sama, Kepala BPJS Cabang Muratara Parel Sinaga, memberikan apresiasi kepada Kepala Disnakertrans yang telah memberikan perhatian kepada pegawainya dengan mengiksertakan dalam program BPJSTK, khususnya pegawai TKS.



"Sehingga TKS ini bekerja dengan aman dan terlindungi. Kalau PNS kan ada Taspen. Intinya kami sangat mengapresiasi Kepala Disnakertrans yang sangat mengerti arti dari perlindungan tenaga kerja" ungkap Parel Sinaga. (MJ)
Share:

Thursday, December 19, 2019

Wali Kota Lubuklinggau Pimpin Apel Gelar Pasukan





LUBUKLINGGAU MSM.COM - Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono dan Kasdim 0406 Mayor (Inf) B. Hutahuruk memimpin apel gelar pasukan Ops Lilin Musi 2019, Kamis (19/12).

Apel gelar pasukan tersebut berbeda dari biasanya yang dilaksanakan di Mapolres Lubuklinggau. Kali ini dipusatkan di lapangan eks perkantoran Pemkab Musi Rawas yang sudah menjadi aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.


Dalam apel itu, Wako mengecek kesiapan personil dan kendaraan yang akan melaksanakan Ops Lilin Musi 2019 dalam rangka pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang.


"Ops Lilin ini dilaksanakan selama 10 hari, mulai 23 Desember hingga 1 Januari 2020," ungkap Wali Kota saat membacakan sambutan Kapolri.


Nanan, sapaan akrab Wako juga menyebutkan bahwa Pemkot Lubuklinggau saat ini sudah menyelesaikan permasalahan aset, termasuk dengan Pemkab Musi Rawas.


Usai apel dilakukan pemusnahan minuman keras (Miras) sitaan Polres Lubuklinggau. (LEO)
Share:

HUT KORPRI Ke 48 Wawako Berikan Cinderamata Untuk 129 Purnabakti




LUBUKLINGGAU MSM.COM - Masih dalam rangkaian HUT Korpri ke-48 Tingkat Kota Lubuklinggau 2019, setelah upacara di lapangan Perbakin, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan Purnabakti sekaligus Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-20 di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Selasa (17/12).


Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani melaporkan berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian memperingati HUT Korpri ke-48 tahun ini.

Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan Korpri tersebut merupakan agenda rutin serta sosial kemasyarakatan. Hal itu dimaksudkan agar perhatian terhadap pegawai bisa lebih optimal.

Kegiatan amal diantaranya amal kematian, dimana ASN yang telah meninggal mendapatkan santunan mulai dari golongan tertinggi sampai honorer yang telah mengabdi minimal lima tahun, termasuk korban bencana alam.

Selain itu pada acara ini diberikan cinderamata kepada 129 Purnabakti yang pensiun selama 2019. Kemudian disediakan doorprize berupa sepeda, mesin cuci, kulkas, kompor gas, blender dan masih banyak hadiah menarik lainnya.

Ketua Purnabakti, H Rusli menambahkan pihaknya tetap mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.

Wakil Wali Kota, H Sulaiman Kohar dalam sambutannya mengatakan pada Hari Jadi DWP ini, dirinya berharap DWP lebih eksis melaksanakan tugas serta ikut membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Permasalahan sosial seperti kesehatan, SDM tidak bisa ditangani sepenuhnya oleh Korpri tetapi dibutuhkan peran wanita (DWP).

Sedangkan upaya pemerintah sudah berjalan seperti pembatasan pesta malam yang diduga sering terjadi masalah di masyarakat seperti peredaran gelap narkoba dan sebagainya.

Wawako yang juga merupakan anggota Purna Bakti menyampaikan rasa syukur karena umur sampai pada masa pensiun, ia juga menerangkan untuk para pegawai muda untuk terus berkarya. (LEO)
Share:

Polres Muratara Gelar Pasukan Ops. Lilin Musi 2019. Ratusan Personil Disiagakan





MURATARA MSM.COM - Polres Muratara menggelar apel perdana Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2019. Di halaman Pemkab Muratara, Kamis (19/12). Apel digelar  guna pengamanan Natal dan Tahun Baru, di Kabupaten Muratara.


Apel Perdana Polres Muratara mengusung tema "Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2019. Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru".



Apel serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia, dihadiri langsung Kapolres Muratara, AKBP Adiwitanto. Dandin MLM Letkol. Inf. Aan Setiawan, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Sekda Alwi Roham, Kapolsek se Muratara, Koramil, Dishub, Satpol PP dan tamu undangan lainnya.


"Hari ini seluruh Indonesia menggelar apel pasukan dalam rangka Operasi Lilin Musi 2019. Apel hari ini mensiapsiagakan personil, peralatan dan sarana prasarana dalam menghadapi pengamanan Natal dan Tahun baru. Khususnya di Kabupaten Muratara" jelas AKBP Adiwitanto.


Dia mengungkapkan, sebanyak 100 personil kepolisian dari Polres Muratara, dibantu 30 personil TNI, Satpol PP, Dinkes dan pihak lainnya disiagakan. Sementara yang menjadi fokus pengamanan Natal dan Tahun baru, seperti tempat keramaian, tempat ibadah, tempat wisata dan tempat - tempat rawan lakalantas.




"Untuk pengamanan di sepanjang Jalinsum, akan kita buat 4 pos pengamanan dan pelayanan terpadu. Seperti di pintu masuk Muratara, di Karang Jaya, Rupit, Karang Anyar dan di Kecamatan Rawas Ulu. Pengamanan ini berjalan hingga operasi selesai pada Januari 2020" jelasnya.


Terkait Natal dan Tahun Baru, AKBP Adi Witanto menghimbau kepada masyarakat Muratara untuk menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban. Terutama masyarakat yang sering menggunakan kendaraan bermotor, khususnya roda dua untuk mematuhi peraturan lalu lintas.


Ditempat yang sama, Damdim MLM, Letkol Inf. Aan Setiawan menegaskan, sangat mendukung tugas Operasi Lilin Musi 2019 di lakukan Polri. "Apa yang disampaikan oleh Kapolres dalam rangka pengamanan natal dan tahun baru ini. Agar semua rekan - rekan kita yang beragama Nasrasi aman dan tenang dalam melaksanakan ibadah" ujarnya. (MJ)
Share:

Share:

Wednesday, December 18, 2019

KPU Muratara, Gelar Sosialisasi 5 Produk Hukum KPU





MURATARA MSM.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muratara menggelar sosialisasi 5 produk hukum pada pemilihan Bupati - Wakil Bupati Muratara 2020 mendatang, Senin (16/12).


Sosialisasi berlangsung di  Aula Siti Rahma RM Sederhana Muara Rupit. Acara yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB diikuti oleh Camat, Kepala Desa, Lurah dan BPD.


Kelima produk hukum yang disosialisasikan yaitu UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.




UU Nomor 8 Tahun 2015 perubahan atas Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang - Undang.


Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang - Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.


Serta Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati - Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota.


Dan yang terakhir PKPU Nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas PKPU Nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota.


Sosialisasi tersebut menghadirkan Narasumber yaitu Bawaslu Muratara, Munawir. Kapolres Muratara diwakili Kasat Reskrim AKP. Dedi Rahman, dan KPU Muratara Devisi Hukum dan Pengawasan, Handoko.


Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto melalui Devisi Hukum, Handoko mengatakan, penyuluhan yang dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang produk - produk hukum yang dikeluarkan oleh KPU.


"Tentunya produk hukum yang sesuai dengan mekanisme dan regulasi pemilihan kepala daerah," ujarnya.

Selain itu, dengan adanya penyuluhan yang diikuti oleh Camat, Lura Kepala Desa dan BPD tersebut dapat memyampaikan kepada masyarakat desa agar untuk pencegahan pelanggarĂ n-pelanggaran di Pilkada mendatang.

"Jikapun adanya pelanggaran masyarakat dapat melaporkan sesuai dengan pelanggaranya. Misalnya pelanggaran kode etik, pelanggaran administrasi maupun pelanggaran pidana. Jangan sampai masyarakat perotes mengenai pelanggaran justru melanggar hukum," tegasnya.

Karna Pilkada, adalah ajang pencari pemimpin untuk Muratara 5 tahun kedepan dalam menentukan pilihan merka." Dan kami harapkan Pilkada mendatang dapat berjalan dengan baik," paparnya. (MJ)
Share:

Hasil Uji Kelayakan 3 Kecamatan Di Muratara Penuhi Syarat Pemekaran





MURATARA MSM.COM - Kabupaten Muratara memiliki tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Ulu Rawas, Rawas Ulu, Nibung, Rupit, Karang Dapo, Rawas Ilir dan Karang Jaya.


Berdasarkan hasil kajian uji kelayakan tentang rencana pemekaran, ada tiga kecamatan yang memenuhi syarat untuk dimekarkan. Ketiga kecamatan itu yakni Kecamatan Karang Jaya, Rupit dan Rawas Ulu.


Hal itu diungkapkan Asisten I Setda Muratara, Susyanto Tunut saat menggelar rapat dengan camat se kabupaten Muratara. Yang dihadiri beberapa OPD terkait masalah kajian studi kelayakan pemakaran Kecamatan dalam wilayah Bumi Beselang Serundingan. Di ruang rapat Bappeda Muratara.



"Jadi untuk memudahkan pelayanan dan memperkecil tentang kendali maka kita upayakan pemekaran Kecamatan," Susyanto Tunut.


Saat ditanya ada berapa Kecamatan yang sudah diuji kelayakannya, Asisten 1 menjelaskan bahwa semua Kecamatan akan diteliti dan dianalisis."Nah berdasarkan kriteria itu sekarang ini ada tiga Kecamatan yang layak untuk dimekarkan, yaiti Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit dan Kecamatan Rawas Ulu. Kalau Kecamatan lainnya belum, artinya mesti harus pemekaran Desa dulu sedangkan sekarang ini kan pemekaran Desa lagi moratorium, "Jelasnya


Menurutnya dari hasil studi kelayakan ini, tahun depan Pemda akan menindak lanjuti dengan kajian naskah akademik.


"Kan begini jumlah Kecamatan itu minimal 10 Desa/Kelurahan dalam satu Kecamatan. Misalnya, Kecamatan Rupit sekarang ini ada 17 Desa/Kelurahan, jadi kalau dibagi dua tidak cukup. Jadi harus dimekarkan Desa dulu, kalau pemekaran Desa tidak bisa karna moratorium artinya harus mekar Kelurahan mungkin ada Desa desa yang sudah layak kita mekarkan jadi Kelurahan sehingga 10 Desa/Kelurahan per Kecamatan itu terpenuhi dan itu syarat minimalnya,"Terangnya


Sementara itu Kasat Pol PP dan juga mantan Camat Rupit, Firdaus menuturkan dulu Kecamatan Rupit ini ada Rupit dalam dan Kecamatan Rupit.


"Kecamatan Rupit ini dulu ada marga Rupit dalam, Rupit tengah, Rupit ilir yang dipimpin oleh pesirah. Untuk marga Rupit dalam pesirahnya pak  Sohe, Rupit tengah perna pesirah Bunayu dengan Rahmat Yatim yang berkedudukan di Maur ( Wilayahnya Tanjung beringin sampai ke Bingin rupit) Sedangkan pesirah Rupit bernama H.Rupin yang berkedudukan di Rupit,"Ceritanya saat menghadiri rapat


Menurutnya, dirinya sangat setuju jika ada kajian untuk pemekaran Kecamatan karna dengan dimekarnya Kecamatan masyarakat lebih mudah dalam segala urusan. Dengan adanya pemekaran Kecamatan tentunya pelayanannya lebih mudah artinya pelayaannya sama sadangkan dari segi keamanannya akan lebih mudah dideteksi lebih dini dan rasionya dalam 1 km bisa 1 orang polisi, kalau s3lama ini mungkin 10 km satu orang polisi.


"Kalau secara wilayah Kabupaten Muratara ini lebih luas dari Kabupaten dari Musi Rawas. Kabupaten Musi Rawas saja ada 14 Kecamatan, sedangkan Kabupaten Muratara ada 7 Kecamatan" jelasnya.

"Nah Muratara ini sudah layak untuk dimekarkan karna Kabupaten Musi Rawas saja luas wilayahnya ada sekitar 600 ribu Ha ada 14 Kecamatan sedangkan Kabupaten Muratara dengan luas wilayahnya hampir sama dengan Kabupaten Musi Rawas ada 7 Kecamatan, luas wilayah Kabupaten Muratara ini kan sekitar 594.416 ha. Jadi kalau secara wilayah memang sudah layak untuk di mekarkan karna akan mempermudah akses masyarakat dalam segala urusan,"paparnya. (MJ)
Share:

Bupati Musi Rawas Buka Turnamen Sepak Bola Putri



MUSI RAWAS MSM.COM-Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan (H2G) membuka turnamen sepak bola putri tingkat Kabupaten Musi Rawas dilapangan sepak bola B Srikaton, KecamatĂ n Tugumulyo, Selasa (17/12).


Pembukaan diawali dengan penendangan bola di tengah lapangan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mura, Hj Noviar Marlina Gunawan.


Bupati H2G mengatakan, turnamen sepakbola putri yang digelar merupakan untuk pertama kali di Kabupaten Mura dan juga di Provinsi Sumatera Selatan.


“Sore ini akan tercatat, putri-putri terbaik kabupaten Mura ngumpul dilapangan. Ini untuk yang pertama kali dan sekaligus kita akan merayakan hari ibu. Ini agenda kita setiap tahun dalam rangka merayakan hari ibu,” ujarnya.

Orang nomor satu di Bumi Lan Serasan Sekentenan itu menambahkan, perkembangan sepakbola di Kabupaten Mura sudah terbukti menorehkan prestasi. Khususnya diajang sepakbola putri yang telah meraih medali emas pada pelaksanaan Porprov di Prabumulih lalu.


“Ini telah kita buktikan dan tunjukan bahwa akan lahir nantinya putri-putri Mura yang mampu mengharaumkan nama daerah kita sehingga terus membahana dipersada nusantara,” katanya.


Menurutnya, bukan tidak mungkin srikandi-srikandi tim sepakbola putri ataupun putra Kabupaten Mura kedepan bermain di level nasional.


“Anak-anak akan memakai kaos Garuda di dada. Untuk itu harus tetap semangat. Semua pemain nasional dari desa, dari sini juga akan muncul,” ujarnya.


Selain itu, dalam hal pembinaan sepak bola, sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Mura merupakan kampung bola. Dan dalam hal pembinaan untuk pemain serta pelatih, pihaknya akan mendatangkan pelatih bertaraf Nasional yakni Rahmad Darmawan, termasuk pula mendatangkan eks pemain SFC yakni Isnan Ali.


“Rahmad Darmawan akan kita datangkan kesini, Isnan Ali akan membimbing para pelatih dan pemain,” ungkapnya.


Ketua Panitia turnamen sepakbola putri Kabupaten Mura 2019, Dien Candra antara lain menjelaskan, turnamen berlangsung sejak 17-22 desember 2019.


Pantauan Suara Nusantara, pertandingan perdana pada Selasa sore (17/12/2019) mempertemukan kesebelasan sepakbola putri Kecamatan Tugumulyo versus Sukakarya. (LEO)
Share:

Saturday, December 14, 2019

Hadapi MTQ Tingkat Kecamatan. Rawas Ulu Bersama LPTQ Gelar Pembinaan Santri Alquran




RAWAS ULU MSM.COM - Guna mempersiapkan MTQ tingkat Kecamatan, Pemerintah Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara. Bekerja sama dengan LPTQ Kecamatan melakukan pembinaan santri Alquran, Sabtu (6/12).


Kegiatan yang digelar di aula Kantor Kecamatan Rawas Ulu, mengusung tema "Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Menjadikan Generasi Muda Mudi yang Islami". Menghadirkan dua orang nara sumber yakni Ustad Taufik Efendi dan Teguh Sukron.




Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, dihadiri Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir. Lurah Pasar Surulangun, Arodie, Kepala Desa Simpang Nibung Rawas, Abdul Wahid. P2UKD, pendamping santri dan guru ngaji, staf kantor kecamatan dan peserta pembinaan.



Dalam arahan singkatnya, Camat Rawas Ulu mengharapkan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik. "Ini merupakan acuan untuk menghadapi MTQ yang akan datang di kecamatan Rawas Ulu" kata Abdul Kadir.


Sementara, Teguh Sukron dalam pemaparannya mengingatkan kepada para peserta, untuk terus meningkatkan ilmu agama. Kemudian mempersiapkan diri guna menghadapi MTQ tingkat kecamatan.


"Persiapkan diri sebaik mungkin. Kami telah mempersiapkan 10 cabang yang akan diperlombakan" ungkap Teguh Sukron.


Diantaranya, tilawah anak dengan usia maksimal 14 tahun. Tilawah tingkat remaja untuk usia maksimal  24 tahun. Tilawah Dewasa usia maksimal 40 tahun. Tartil anak dengan usia maksimal 12 tahun.





Tahfiz 1 juz disertai tilawah, kaligrafi yakni golongan naskah dan kontemporer. Syahrir Qur'an atau ceramah hanya 3 orang dengan rincian pembaca ayat suci Alqur'an, pembaca sari tilawah dan penerjemah.


"Sementara untuk adzan Subuh ada dua golongan yang dilombakan yakni tingkat anak - anak dan remaja. Selain itu cabang sholat jenazah, tiap tim berjumlah 7 orang, boleh laki - laki boleh juga perempuan" paparnya.




Ditempat yang sama, Ustad Taufik Efendi mengungkapkan, kedepan akan ada program dari Gubernur Sumsel yakni satu desa satu rumah tahfiz. Untuk itu ia berharap, Kecamatan Rawas Ulu bisa menjadi kota santri.


Untuk mewujudkan hal itu, hal pertama yang mesti diperhatikan, salah satunya, para guru ngaji harus memiliki trik dan teori yang tepat ketika memberikan materi agar cepat diserap oleh para peserta didik.






"Dalam waktu singkat minimal sudah bisa menghafal huruf hijaiay. Dan juga setiap anak berbeda karakte. Jadi kita mesti mensiasati bagaimana anak bisa menyamakan dengan teman yang lain dalam menerima materi yang kita sampaikan" terangnya. (ZIL)
Share:

Kelurahan Pasar Surulangun Gelar Sosialisasi PATBM




RAWAS ULU MSM.COM - Pemerintah Kelurahan Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara menggelar sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Rabu (4/12).


Sosialisasi yang dihelat di balai serbaguna Pasar Surulangun, dihadiri kepala DPMD-P3A Muratara Hj Gusti Rohmani, Camat Rawas Ulu Abdul Kadir, Lurah Pasar Surulangun Arodie, Staf Dinas Sosial Muratara, para Ketua RT dan peserta sosialisasi lainnya.


Dalam sambutannya pada pembukaan sosialisasi PATBM, Camat Rawas Ulu mengharapkan para peserta sosialisasi dapat mengikuti sosialisasi dengan baik. Sehingga membawa manfaat. "Mari ikuti acara ini dengan baik" pesan Abdul Kadir.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPMD-P3A, Hj Gusti Rohmani memaparkan tujuan digelarnya sosialisasi serta arti dari PATBM. Ia juga menjelaskan siapa saja yang terlibat dalam PATBM.



"PATBM merupakan sinar keamanannya anak. Program ini di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, diharapkan setelah diadakan sosialisasi ini agar membentuk kepengurusan PATBM" jelasnya.



Untuk kepengurusan, sambung Hj Gusti Rohmani, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan para aktivis.


Sementara PATBM sendiri merupakan wadah untuk menangani adanya prilaku kekerasan orang tua terhadap anaknya. Dengan adanya PATBM ini diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang melapor langsung ke pihak kepolisian. Melainkan cukup melapor ke PATBM.



"Tapi anggota PATBM ini harus aktif dan SKnya lurah atau Kepala Desa yang mengeluarkan" tutupnya. (ZIL)
Share:

TIK Kabupaten Lakukan Monitoring Ke TPID Kecamatan



MURATARA MSM.COM - Program inovasi desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam  mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas.




Dalam percepatan pelaksanaan program inovasi desa, pada tingkat kecamatan dibentuk Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID). Guna mengevaluasi dan monitoring, Tim Inovasi Kabupaten (TIK) yang berada dalam naungan DPMD-P3A melakukan kunjungan ke setiap TPID di tujuh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muratara.




Ketua TIK Kabupaten Muratara, sekaligus Kepala DPMD-P3A Hj Gusti Rohmani, melalui Sekretaris TIK, Kudus didampingi Zulyan Pranata, diruang kerjanya, Selasa (10/12) menjelaskan, selain melakukan monitoring dan evaluasi. Kunjungan tim TIK Kabupaten ke TPID Kecamatan juga untuk mengetahui jalannya capturing yang dilaksanakan oleh TPID masing - masing kecamatan.



"Kami juga mengevaluasi surat pertanggung jawaban sesuai kegiatan yang telah dilaksanakan" sambung Kudus. (MJ)
Share:

Friday, December 13, 2019

Hadapi Piala Gubernur Sumsel, Dispora Muratara Lakukan Seleksi Cabang Sepak Bola





MURATARA MSM.COM-Pemkab Muratara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melakukan seleksi atlet cabang sepak bola pelajar guna menghadapi Piala Gubernur Sumsel.

Selain itu, seleksi itu dilakukan dalam upaya membangun sistem pembinaan atlet pelajar Berstandar Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya di Bumi Beselang Serundingan.



Seleksi atlet cabang sepak bola pelajar diikuti 50 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Muratara. Seleksi berlangsung dari 1 Oktober hingga 1 November 2019, di lapangan sepak bola, SMAN Rupit, Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit.

Kepala Dispora, Deni Andre melalui Kabid Pemberdayaan Pemuda, Andre menjelaskan, ke 50 atlet yang mengikuti seleksi berasal dari sekolah yang ada di Bumi Beselang Serundingan. Untuk lolos ketahap berikutnya, atlet mesti melalui tahap seleksi administrasi, tes kesehatan dan tes kompetensi.



"Dari 50 peserta, yang lolos sebanyak 22 atlet. Selanjutnya ke-22 atlet ini mengikuti Training Center (TC) atau pemusatan latihan untuk ikut serta pada Piala Gubernur Sumsel Tahun 2019 U-22" jelasnya.

Andre mengatakan, seleksi yang dilakukan bertujuan jangka pendek dan jangka menengah. Untuk target jangka pendek yakni untuk meningkatkan prestasi di cabang sepak bola. Sementara untuk jangka menengah, untuk meningkatkan prestasi dan kualitas di even - even POPDA.



"Juga pada ajang O2SN dan even tingkat provinsi lainnya. Sedangkan untuk jangka panjang, kita berharap kegiatan ini dapat diterapkan, berkembang dan berkelanjutan" tutupnya. (MJ)
Share:

Friday, December 6, 2019

Seleksi Panwaslu Kecamatan Ditutup. 195 Pendaftar Bersaing Dengan Sistem CAT





MURATARA MSM.COM-Seleksi perekrutan Panwaslu Kecamatan, guna menghadapi Pilkada 2020 mendatang, yang dibuka oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara sudah ditutup.

Jumlah yang mendaftar sebanyak 195 peserta dari tujuh Kecamatan, dengan rincian Kecamatan Rupit 40 orang, Kecamatan Rawas Ulu 50 orang, Kecamatan Nibung 20 orang, Rawas Ilir 13 orang, Kecamatan Karang Dapo 31 orang dan Kecamatan Ulu Rawas 14 orang.

"Sekarang sudah tutup pendafataran seleksi Panwaslu Kecamatan dan sebanyak 195 orang yang nanti akan bersaing,"ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Muratara Munawir, Kamis (6/12).

Dijelaskannya dari jumlah tersebut yang akan diterima nantinya 21 orang, sebab setiap Kecamatan tiga orang. Sedangkan untuk sistem tes tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya karena menggunakan sisten CAT.

"Tahun sebelumnya tesnya secara manual dan tahun ini, dilakukan sistem CAT. Hal ini diberlalukan seluruh Indonesia, sedangkan jadwal tesnya 13 Desember mendatang,"ungkapnya.

Munawir menjelaskan sedangkan untuk tempat sendiri akan dilaksanakan di SMA Plus Rupit mengingat disana pasilitasnya sudah lengkap. "Kita sudah survei sekolah yang ada, dan yang pasilitas lengkap di SMA Plus Rupit,"jelasnya.

Bagaimana menanggapi adanya isu titipan? Munawir mengatakan menanggapi hal itu, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dalam penerimaan anggota Pawaslu Kecamatan secara profesional dan tidak ada sistem titipan atau lainnya.

"Pastinya tidak ada sistem titipan atau sebagainya, yang jelaskan siapa lolos nantinya memang orang yang terpilih dan memiliki kemampuan. Apalagi sekarang tesnya menggunakan sistem CAT, ini salah satu upaya mempersempit adanya permainan atau titip yang seperti dikatakan tadi,"tuturnya.

Ia menambahkan pihaknya juga terlebih dahulu akan melakukan tes secara simulasi pada 9 Desember nanti dan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.(MJ)
Share:

Curi Tabung Gas Elpiji 3 Kg. 2 Tersangka Dibekuk Polres Muratara





MURATARA MSM.COM-Anggota Polsek Rupit Polres Muratara berhasil membekuk dua pelaku pencurian tabung gas 3 Kg, Rabu (4/12), di rumahnya masing-masing.

Kedua tersangka tersebut, masing-masing Dodi Efriansyah (30) pekerjaan swasta. Ia merupakan warga RT 10 RW 02 Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit.

Sementara satu orang tersangka lainnya bernama, Izan Rupiano (24), warga Kampung I Desa Kertasari Kecamata Karang Dapo Kabupaten Muratara. Sedangkan Korbannya, Zaleha (50), Ibu Rumah Tangga, Rt 10 Rw 02 Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

Kronologis kejadian sendiri pada Senin (2/12) sekitar pukul 15.00 WIB, di Rt 10 Rw 02  tepatnya di rumah korban Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Kala itu, saat korban pulang dari kebun dan melihat pintu rumah bagian belakang dalam keadaan rusak dan terbuka yang terletak di RT 10 RW 02 Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit Kaupaten Muratara.

Korban memeriksa seluruh isi yang ada di dalam rumah dan mendapati di bagian dapur bahwa  1 (satu) tabung gas 3 kg yang terpasang di kompor gas sudah hilang, setelah itu korban pergi ke rumah ketua RT untuk memberitahukan peristiwa yang terjadi di rumahnya.

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kehilangan 1 tabung gas 3 kg jika di tafsirkan sekira Rp 150 ribu,” ungkap Kapolres Muratara melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat, Kamis (5/12).

Dijelaskannya, kronologis penangkapannya, tersangka Ijan Rupiano berhasil diamankan oleh petugas di rumahnya di Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara.

Kemudian, tersangka Didi Efriansyah diamankan di rumahnya di Rt 10 Rw 02 Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Selanjutnya kedua tersangka mengakui semua perbuatannya dan langsung di bawa ke Polsek Muara Rupit guna proses lebih lanjut.

“Tersangka dan Barang Bukti (BB),  1 (satu) buah tabung gas, 1 (satu) buah pemukul besi sudah diamankan di Mapolres Muratara,” pungkasnya.(MJ)
Share:

Thursday, December 5, 2019

KPU Muratara Gelar Sosialisasi Tahapan dan Jadwal Pemilukada





MURATARA MSM.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muratara, menggelar sosialisasi Tahapan Program dan Jadwal Pemilihan Bupati - Wakil Bupati Muratara tahun 2020 berdasarkan peraturan KPU Nomor 15 tahun 2019, Rabu (3/12).

Sosialisasi yang dihelat di Meeting Room, RM Siti Rahma Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit. Melibatkan unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Muratara. Para camat dan Polri.

Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto melalui Divisi SDM Neti Haryati,  mengatakan, sosialisasi dengan mengajak para OPD, Camat dan Kapolsek. Untuk mengetahui tahapan dan jadwal Pemilukada 2020 mendatang. Sehingga lebih terarah.

"Jadi tidak hanya tahu Pilkadanya saja. Melainkan mengetahui juga tahapan tahapannya" ujarnya. (MJ)
Share:

Diadakan Oleh BNK Muratara. 168 ASN Di Rawas Ulu Ikuti Tes Urine




RAWAS ULU MSM.COM - Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Rawas Ulu mengikuti tes urine. Tes urine dilakukan Badan Narkotika  Kabupaten (BNK) di Aula kantor Kecamatan Rawas Ulu, Rabu (4/12).



Para ASN yang mengikuti tes urine sebanyak 168 ASN. Terdiri dari ASN dilingkungan Pemerintah Kecamatan Rawas Ulu, ASN di Kantor Kelurahan Pasar Surulangun, Puskesmas Surulangun, dan Kepala Sekolah serta guru.



Kepala BNK Muratara, Gunadi mengungkapkan, guna memberantas narkoba. Pihaknya terus melakukan sosialisasi. Dari upaya pemberantasan narkoba itu, pihaknya ingin melihat, sejauh mana image yang melekat di mata masyarakat, bahwa Rawas Ulu merupakan sarang narkoba.


"Oleh karena itu, kami langsung melakukan tes urine terhadap ASN, baik di kalangan guru maupun ASN di Kecamatan" kata Gunadi.


Ia berharap kepada semua pihak, untuk dapat mendukung upaya pemberantasan narkoba hingga ke akar - akarnya.


Ditempat yang sama, Camat Rawas Ulu Abdul Kadir menegaskan, tes urine merupakan kegiatan  yang sangat positif sekali mendukung legalitas sebagai ASN. Dan hal itu merupakan program Bupati, bahwa Muratara bebas narkoba. Khususnya di Kecamatan Rawas Ulu.


"Jangan pernah takut untuk melakukan tes urine. Selama tidak pernah memakai narkotika jenis apapun" tegasnya. (MJ)
Share:

Monday, December 2, 2019

Miliki Potensi Besar Untuk Dikembangkan. Disbudpar Akan Berdayakan Masyarakat Sekitar Lokasi Objek Wisata




MURATARA MSM.COM-Di Kabupaten Muratara, banyak objek wisata potensial yang sudah terkenal, bahkan hingga ke mancanegara. Hal itu berkat upaya pemerintah daerah yang terus gencar melakukan promosi.

Jumlah wisatawan yang berkunjung, terus meningkat. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke objek wisata. Pastinya, kebutuhan oleh - oleh khas Muratara menjadi icaran para wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Titin Martini, Senin (2/22) menyebut, untuk kebutuhan oleh - oleh khas Muratara, baik berupa souvenir maupun kuliner, di sekitaran objek wisata, saat ini belum terpenuhi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kata Titin, Pemkab Muratara melalui Disbudpar akan memberdayakan masyarakat di sekitaran lokasi objek wisata dalam memenuhi kebutuhan oleh - oleh dan souvenir khas Bumi Beselang Serundingan.

"Agar masyarakat di sekitar lokasi wisata mempunyai kegiatan yang bernilai ekonimis. Misalkan, apa saja yang mendukung pariwisata dalam industri, seperti membuat kerajinan, souvenir, bahkan kain songket. Yang kesemuanya, dalam upaya mendukung pariwisata" paparnya.

Ia yakin, dengan memanfaatkan masyarakat sekitaran lokasi wisata. Penyediaan akan oleh-oleh akan terpenuhi. Sehingga nantinya, setiap wisatawan yang datang, saat mereka kembali akan membeli oleh - oleh khas Muratara.

"Kita harus treatment, artinya ketika mereka berkunjung kita sudah punya makanan khas, seperti ikan pedo misalnya. Sehingga, kalau mereka pulang tidak membawa oleh - oleh khas. Seolah - olah mereka belum sampai ke Muratara. Begitu juga, kita punya batu batuan yang bisa dibuat kalung tasbih dan cincin. Semuanya bisa dijadikan daya tarik ciri khas Muratara" sambungnya.

Diungkapkannya, untuk mendukung rencana itu. Pihaknya akan segera mengenbangkan kelompok pengolah industri. Dimulai dengan peningkatan SDM kelompok industri. Dengan SDM yang baik, mereka akan semakin kreatif dalam dunia industri.

"Kita tahu potensi wisata kita besar dan potensial. Tetapi kita harus mempersiapkan SDM masyarakat disekitar lokasi wisata agar kreatif. Sehingga mereka benar benar siap, untuk dikunjungi" ujarnya.

Kesiapan itu, termasuk menjadi pemandu wisatawan yang datang. Mengingat disekitaran objek wisata di Muratara belum ada hotel. Otomatis warga sekitar yang diharapkan menjadi pemandu saat wisatawan datang berkunjung.

Ia mengatakan, rencana tersebut untuk tahun ini masih dalam tahap persiapan. Tahap pembinaan akan dilakukan pada 2020 mendatang. Salah satunya dengan mengadakan program pelatihan kepada masyarakat di sekitar lokasi objek wisata.


 “Ini yang menjadi harapan kami, bahwa potensi masyarakat di sekitar objek wisata perlu terus ditingkatkan. Sehingga dengan keterampilan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan dan pengembangan pariwisata. Begitu juga, secara ekonomi mereka akan lebih sejahtera” kata Titin.(MJ)
Share:

Gelar Konfrensi Pers Perdana. Polres Muratara Berhasil Ungkap 3 Perkara






MURATARA MSM.COM-Baru sekitar satu bulan, Polres Muratara berdiri. Sudah berhasil mengungkap beberapa perkara yang terjadi di wilayah Bumi Beselang Serundingan.

 Hal itu diungkapkan Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto, SIK didampingi jajaran Polres Muratara, saat menggelar konfrensi pers perdana, di aula depan Mapolres Muratara, Desa Noman Kecamatan Rupit, Senin (2/12).

Kapolres menyebut, sedikitnya ada 3 perkara yang berhasil diungkapkan oleh Mapolres Muratara beserta jajarannya. Diantaranya, kasus Curanmor di Kecamatan Nibung, penyerahan 20 Senpi, serta yang terbaru kasus pencabulan anak kandung.




"Kasus pencabukan anak dibawah umur oleh ayah kandungnya sendiri, diancam dengan hukuman 5 tahun penjara berdasarkan Undang - Undang" jelas Kapolres.

Sementara, untuk senjata api yang diserahkan oleh masyarakat dari 7 kecamatan se Muratara. Jumlahnya mencapai 20 pucuk senjata. Dimana 18 pucuk senpi, merupakan senpi hasil serahan masyarakat kepada Polres dan jajarannya. Sementara, sisanya merupakan sitaan dari Polres Muratara.



"Penyerahan senpi merupakan hasil dari himbauan dan sosialisasi yang kami lakukan. Polres Muratara beserta jajaran, akan terus melakukan himbauan dan sosialisasi tersebut" tutupnya.(MJ)
Share:

Saturday, November 30, 2019

MPC Pemuda Pancasila Muratara Gelar Seresehan. Bupati Muratara Berikan Apresiasi




MURATARA  MSM.COM - 200 Kader, Satma PAC dan Srikandi Pemuda Pancasila, mengikuti Sarasehan Budaya Pancasila yang digelar oleh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Muratara, Sabtu (30/11).



Saresan dihelat di ruang rapat paripurna, DPDR Muratara. Dihadiri Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, melalui Sekreratis Daerah (Sekda), Alwi Roham. Didampingi Asisten 3, Romsul Panani. Ketua Pemuda Pancasila Muratara, Indrayani dan menghadirkan narasumber Benny Arnas.



Dalam sambutannya pada seresahan denga tema "Kearifan Lokal dan Energi Kreatif dan Potensial", Ketua Pemuda Pancasila Muratara, Indrayani menegaskan, masa depan suatu  bangsa, tergantung pada pundak generasi muda.


Mengingat beban berat tersebut, sebagai pemuda mesti membekali diri dengan kemampuan dan kecapan ilmu pengetahuan yang tinggi. Sehingga siap menerima tongkat estafet perjuangan.


Apalagi, tanggung jawab pemuda kedepan kian berat dalam membangun bangsa dan negara. Meneruskan perjuangan untuk mencapai cita - cita luhur, untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan masyarakat. Berazazkan Pancasila dan UUD 1945.



Menurutnya, dengan tanggung jawab yang berat itu. Pemuda harus mempunyai keterampilan dan jiwa kepemimpinan. Daya kreasi yang tinggi, jiwa patriotisme ditambah dengan idealisme serta berkepribadian yang tinggi dan berbudi luhur.



"Saresehan ini dilakukan Pemuda Pancasila sebagai sarana yang berharga untuk mewujudkan hal itu. Tak kalah penting, bertakwa kepada Tuhan YME" kata Indrayani.

Bupati Muratara, melalui Sekda Alwi Roham mengingatkan, negara Indonesia merupakan negara yang cukup luas. Didalamnya, terdapat banyak suku bangsa dengan 5 agama yang berbeda, dan beragam bahasa.



Dengan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda suku, dan bahasa. Semuanya  menjadi satu kesatuan yaitu Negara Republik Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia wajib mempertahankan keutuhan NKRI, dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


Ia menegaskan, dengan menjiwai 5 sila pada Pancasila dan dapat diimplementasikan dikehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, tidak akan ada persoalan lagi di negara Indonesia. "Pertanyaanya, sejauh mana kita menjiwai dan sudah diimplementasikan nilai - nilai Pancasila itu" kata Alwi Roham.



"Pada kesempatan ini, Pemkab Muratara memberikan apresisi kepada MPC Pemuda Pancasila Muratara dan segenap pengurus yang melaksanakan kegiatan ini" tutup Alwi Roham. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive