Kamis, 31 Januari 2019

Terkait Beredarnya Tabloid Indonesia Barokah, Kemenag Muratara Gelar Jumpa Pers


Kemenag Muratara H Ikhsan Baijuri saat jumpa pers dengan awak media baik cetak maupun elektronik di kantor Kemenag Muratara


MUARA RUPIT MSM.COM - Terkait beredarnya tabloid Indonesia Barokah di beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) di Bumi Beselang Serundingan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muratara H Ikhsan Baijuri angkat bicara.

Dalam jumpa pers yang digelar di ruang rapat kantor Kemenag Muratara, Kamis (31/1). H Ikhsan Baijuri membenarkan telah beradarnya tabloid Indonesia Barokah dan tabloid Pesantren di beberapa ponpes di Muratara.

Namun, saat ini kedua tabloid tersebut yang jumlahnya sekitar 13 eksamplar sudah ditarik dan belum sempat beredar di masyarakat. Kemenag Muratara pun tak mengatahui isi pasti dari tabloid itu.

"Sebenarnya hingga saat ini kami dari Kemenag belum mengetahui persis mengenai isi tabloid tersebut, salahnya dimana dan isinya apa. Tapi yang jelas banyak elemen yang mengatakan tabloid itu berisi hoax" ungkapnya dihadapan wartawan baik cetak maupun elektronik.

Dirinya menegaskan, apapun alasannya, dalam Islam jelas mengutuk keras bagi siapapun baik pembuat berita bohong (hoax) maupun yang menyebarkannya.

Karena dalam Islam sendiri, dilarang keras memfitnah ataupun menyebar aib orang dengan ujaran kebencian tanpa ada dasar, hal itu haram hukumnya. "Jadi kenapa saya undang rekan - rekan media. Tujuannya jangan sampai salah persepsi, jangan salah menyimpulkan yang benar jadi salah, yang saja jadi benar" jelasnya.

Untuk itu ia menghimbau kepada awak media untuk menyampaikan berita dengan kemasan yang tidak menimbulkan persepsi negatif bagi masyarakat. Apalagi menyampaikan berita yang belum tentu kebenarannya. (MJ)
Share:

Rabu, 30 Januari 2019

Bawaslu Muratara Ajak Berpartisipasi Jadi Pengawas TPS



MURATARA,MSM.COM- Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara, membuka peluang bagi putra-putri khususnya yang ada di Bumi baselang serundingan untuk ikut berpartisipasi menjadi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kabupaten Muratara.

“Kami butuh 660 Pengawas TPS sesuai jumlah TPS yang ada, jadi masing-masing TPS bakal ditempatkan satu orang pengawas TPS,” ujar komisioner Bawaslu, Paulina. selaku Divisi SDM, Organisasi dan Data Informasi. Rabu (30/1).

Untuk itu, Paulina mengimbau kepada Panwascam segera melakukan perekrutan pengawas TPS. “Pendaftaran dibuka mulai tanggal 4-10 februari 2019 dan hasilnya akan diumumkan pada 8-12 Maret 2019 serta pelantikan ditargetkan pada 25 Maret,” ujarnya.

Seluruh pelamar, kata Paulina akan melalui tes wawancara. “Hanya dilakukan tes wawancara, tetapi sebelumnya berkas administrasi harus lengkap, diantaranya usia minimal 25 tahun, berpendidikan minimal SMA dan tidak jadi anggota salah satu parpol juga tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu,” terangnya.

Untuk pendaftaran, dijelaskan Paulina melalui Panwascam. “Yang melakukan tes wawancara juga Panwascam, jadi untuk perekrutan Pengawas TPS adalah Panwascam masing-masing Kecamatan yang ada di wilayah kabupaten musi Rawas Utara,” tutupnya.(Hamkam)
Share:

Selasa, 29 Januari 2019

KPU Publikasikan Ada Keluarga Ikut Nyaleg



Komisioner KPU Kabupaten Muratara Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Heriyanto bersama ayahnya Jauhari Nuri.


MURATARA,MSM.COM – Komisioner KPU Kabupaten Muratara Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Heriyanto melakukan konferensi pers. Karena, ada adik kandungnya yang ikut maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Muratara di Pemilu 2019.
Publikasi yang dilakukan mantan Komisioner Panwaslu Kabupaten Muratara di Pilkada 2015 ini suatu keharusan. Karena, seluruh penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu sampai jenjang di bawahnya, harus mengumumkan ke publik, bila memiliki hubungan keluarga dengan salah satu Caleg yang maju di pemilu.
Keharusan itu sudah diatur dalam Pasal 9 huruf i Peraturan bersama KPU, Bawaslu, dan DKPP tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu. Dalam pasal itu sudah dijelaskan setiap penyelenggara pemilu harus menyatakan secara terbuka atau mengumumkannya kepada masyarakat, apabila memiliki hubungan keluarga atau sanak saudara dengan calon, peserta Pemilu, atau tim kampanye.

“Publikasi dilakukan merupakan amanah dari aturan yang berlaku, yakni Peraturan DKPP No.2 Pasal 18 Tahun 2017,” kata Heriyanto, baru-baru ini.

Menurut Heriyanto, keluarganya yang maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Muratara adalah Ichandra Tanjung, dari Partai Perindo Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Rawas Ilir dan Nibung. Ichandra Tanjung merupakan adik kandung dari Heriyanto. Meskipun saudara kandung, tapi kegiatan Heriyanto di penyelenggara pemilu baik saat di Panwascam Rawas Ilir, hingga ke KPU Kabupaten Muratara tidak ada sangkut pautnya dengan pencalonan Ichandra Tanjung, begitupun sebaliknya.
“Sebagai penyelenggara pemilu, saya memegang integritas, dengan menjaga netralitas. Karena, sejak awal kami sudah mendedikasikan diri untuk menyukseskan Pemilu. Walaupun ada saudara kandung yang ikut maju, tapi tidak mengganggu netralitas saya sebagai penyelenggara pemilu,” jelasnya.


Tugas Pokok dan Fungsi (Tufoksi) dari penyelenggara pemilu adalah melayani setiap peserta pemilu. Tentunya, Heriyanto akan melaksanakan tugas tersebut sesuai dengan Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu, serta Peraturan KPU dan Surat Edaran (SE) dari KPU, baik KPU RI maupun KPU Provinsi.

“Publikasi yang sudah lakukan ini menunjukkan netralitas, sebagai penyelenggara pemilu,” pungkasnya. (Hamkam)
Share:

KPU Muratara Kukuhkan 55 Relawan Demokrasi




MUARA RUPIT MSM.COM - Guna menghadapi dan mensukseskan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) pada April mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara melakukan pengukuhan sekaligus Bimbingan Teknik (Bimtek) kepada 55 anggota Relawan Demokrasi.

Pengukuhan dan Bimtek yang dilaksanakan Selasa (29/1) berlangsung di Aula Siti Rahma RM Sederhana Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit. Hadir Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Asisten III Sudartoni, Ketua KPU Muratara Agus Maryanto, Ketua Bawaslu Muratara Munawir serta Heriyanto Handoko.

Dalam sambutannya, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Asisten III Sudartoni mengucapkan selamat atas pengukuhan Relawan Demokrasi. "Selamat menjalankan tugas yang baru, ikuti apa uraian tugasnya" kata Sudartoni.



Menurutnya, ke-55 pemuda pemudi yang telah dikukuhkan merupakan pemuda - pemudi yang luar biasa. Karena dipundaknya ada tugas untuk mengawal demokrasi.

Mengutip dari buku Presiden pertama RI, Ir Soekarno dengan kata mutiaranya yang menyatakan sepuluh orang tua hanya bisa bermimpi, tetapi satu pemuda bisa menggocangkan dunia.

Untuk itu dirinya berharap, para relawan yang baru dikukuhkan dapat terus fokus mengawal demokrasi dan bekerja dengan ikhlas dari hati sanubari.

"Ayo kawal demokrasi di Indonesia. Kami sebagai orang tua selalu mensuport dan bermimpi, kalianlah yang akan menggocang Muratara. Suksesnya Pemilu, kalianlah yang mengawalnya" harapnya.




Sementara itu, ketua KPU Muratara Agus Maryanto mengatakan, pembekalan bagi Relawan Demokrasi karena ada 11 basis yang menjadi target untuk melakukan sosialisasi terkait tahapan pemilu, baik pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan Presiden (Pilpres).

Lebih lanjut dikatakannya, Relawan Demokrasi yang dikukuhkan tersebut terpilih melalui seleksi. Dari 104 peserta yang ikut seleksi, 55 relawan Demokrasi dinyatakan lulus.

"Nantinya mereka akan diterjunkan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Muratara dan mendatangi basis - basis sesuai dengan bimtek yang salah satu tugasnya mengingatkan masyarakat untuk mencoblos pada Pemilu 17 April mendatang" papar Agus Maryanto.

Dikatakannya, relasi ini dibentuk untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Sebab, berdasarkan target nasional setiap kabupaten minimal mencapai 77,5 persen pemilih, terutama untuk pemilih pada pemilihan presiden. (ADV /MJ)
Share:

Optimis Raih Predikat Terbaik SAKIP 2019




MURATARA,MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) akan terus meningkatkan pelayanan dan program kerja di setiap instansi agar mendapat hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang maksimal.

Hal itu dipertegas Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat usai menghadiri acara penyerahan hasil evaluasi SAKIP Daerah Wilayah I tahun 2018 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Republik Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Senin (28/1).

"Kita merupakan kabupaten baru dan ini untuk tahun pertama kita dinilai SAKIP, kita mendapat nilai 31,73 atau dengan predikat kategori C, tahun depan kita targetkan harus meraih skor yang lebih tinggi lagi," kata Bupati.

Target untuk meraih predikat B bahkan A dalam hal akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, kata Bupati, bukanlah hal yang mustahil untuk diraih. "Terpenting adalah harus membangun sinergitas yang baik dan komitmen bersama seluruh organisasi perangkat daerah," katanya.

Bupati mengajak seluruh instansi di lingkungan Pemkab Muratara untuk terus meningkatkan akuntabilitas kinerja di masing-masing instansi. "Tingkatkan kinerja dan komitmen untuk terus menjadi lebih baik," ajaknya.

Sementara, Menteri PAN RB, Syafruddin menyebutkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP, pihaknya telah melakukan evaluasi kinerja pada Pemkab Muratara.

"Pelaksanaan evaluasi ini berpedoman pada peraturan Menpan RB Nomor 12 Tahun 2015 tentang pedoman evaluasi atas implementasi sistem akubtabilitas kinerja instansi pemerintah," terangnya.

Adapun komponen yang dinilai dalam penilaian evaluasi SAKIP tersebut di antaranya perencanaan kerja, pengukuran kinerja pelaporan kinerja, evaluasi internal, dan capaian kerja.

Tujuan evaluasi ini adalah untuk menilai tingkat akuntabilitas kinerja atau pertanggungjawaban atas hasil terhadap penggunaan anggaran dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang berorientasi kepada hasil serta memberikan saran perbaikan yang diperlukan.(Hamkam)
Share:

Senin, 28 Januari 2019


Share:

Wabup Muratara Hadiri Pengajian Akbar Se-Kecamatan



MURATARA,MSM.COM- Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Muratara yang aman, cerdas, bermartabat dan agamis Wakil Bupati Muratara H. Devi Suhartoni menghadiri pengajian Akbar dan Doa Bersama Se-Kecamatan Karang Jaya, di Desa Bukit Langkap, Kabupaten Muratara, jumat (25/01).

Acara tersebut, dipusatkan di Masjid Nurul Yaqin, Kampung 5 Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya, pada Pukul 14.30 wib. Yang dihadir unsur Pemerintah Kecamatan, Lurah Karang Jaya, Polsek Karang Jaya, Kepala Desa Se-Kecamatan Karang Jaya serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, para kyai serta tamu undangan lainya.



Acara tersebut berlangsung dengan hikmat dan berjalan lancar dengan ribuan jamah pengajian dari setiap desa dalam wilayah Kecamatan Karang Jaya, sehingga membuat puluhan jamah meluber hingga keluar masjid.

Ketua Pengajian Kecamatan Karang Jaya, Ustd Baron menyampaikan bahwa pengajian tingkat kecamatan berjalan sudah puluhan tahun hingga saat ini, sebagai wadah masyarakat muslim di Kecamatan Karang Jaya bersilaturahmi, mengumandangkan doa serta tetap menjaga kebersamaan untuk menjaga kerukungan dan menegakan agama Allah SWT, dengan cara belajar menambah ilmu pengetahuan tetang agama.



"Pengajian ini wadah bagi masyarakat membangun komunikasi dalam silaturrahmi antara sesama umat. Memberi dan berbagi ilmu agama  guna membangun persatuan umat dalam berkomunikasi intelektual, spiritual dan sosial antara sesama," jelas ia.

Sehingga diharapkan dapat membangun masyarakat Muratara yang cerdas, agamis dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, jelas ia.

Sementara itu, Kedes Bukit Langkap, Dobi Ariyandi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian akbar tersebut pada masyarakat Desa Bukit Langkap.

Dijelaskanya, berkat dukungan dan kekompakan masyarakat desa pengajian akbar yang diselenggarakan dapat berjalan lancar dan sukses. "Alhamdulillah antusias kelompok pengajian setiap desa yang hadir sangat tinggi. Dan juga kekompakan masyarakat desa Bukit Langkap begitu semangat walaupun hujan mengguyur rangkaian acara tetap berjalan lancar dan suksea," kata Dobi Ariyandi sembari kembali mengatakan terimah kasih pada warga desanya.

Dengan begitu, apa yang menjadi harapan dan impian membangun masyarakat yang agamis dan bertakwa pada Allah SWT dapat membawa barokah dan meningkatkan keimanan padanya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Muratara, H. Devi Suhartoni menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Karang Jaya dan tuan rumah pengajian akbar se-Kecamatan Karang Jaya yang telah mengundang dirinya atas nama Pemerintah Daerah dalam pembangunan dibidang keagamaan yang telah berjalan rutin.

"Dengan kegiatan ini, dapat membawa masyarakat di Bumi Berselang Serundingan ketentraman bagi warga dan terjaganya kebersamaan umat dan rasa persaudaraan yang telah ditanamkan oleh para ulama," imbuhnya.

Wabup yang akrap dengan panggilan HDS tersebut juga mengingatkan agar masyarakat melalui pengajian akbar mulai dari pengajian Mingguan setiap Desa, hingga bulanan ditingkat Kecamatan dapat membangun kenyamanan dan rasa persaudaraan ini dengan saling menghargai serta bergandengan untuk membangun Kabupaten Muratara yang Agamis.

Selain itu, H.Devi Suhartoni menyampaikan bahwa pengajian telah hidup disetiap Kecamatan di 7 Kecamatan yang ada di Bumi Berselang Serumdingan. Dengan ini  diharapkan dapat membawa barokah bagi Kabupaten tercintah dan mempermuda dalam mendapatkan Rezeki.

Pantauan dilapangan, perosesi pengajian Akbar se-Kecamatan Karang Jaya Tersebut, dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran yang disampaikan oleh Agus Makmun, kata sambutan, Zikir bersama, salawat nabi, tausia Agama yang disampaikan oleh Ustad Saipul Hidayat dari Lubuklinggau dan di tutup dengan doa bersama. (Hamkam)
Share:

Jumat, 25 Januari 2019

Lia Mustika Syarif; Optimis Melalui Kesenian Daerah Muratara Lebih Maju




MURATARA MSM. COM- Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lia Mustika Syarif menyambut baik dan berkeyakinan adanya program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Muratara akan lebih maju.

Rasa optimis tersebut disampaikannya saat memimpin rapat bersama Disbudpar dan pengurus Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Muratara, di rumah kediaman Ketua umum Dewan Kesenian daerah yang juga ketua TP.PKK Kabupaten Muratara di Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya, Jumat (25/1).

Lia Mustika Syarif mengatakan melalui program tersebut kedepan akan bermunculan para penggiat seni yang merupakan putra-putri dari Kabupaten Muratara sendiri. Mengingat sebelumnya pada event-event baik lomba maupun pameran yang dikirim ada melibatkan orang dari Kabupaten Muratara.

"Kita yakin bila program yang dijalankan
progrankab Pemda dalam hal ini Disbudpar, kedepan kesenian daerah kita akan lebih maju karena yang paling utama banyak melalui pembinaan sanggara kesenian akan ada bibit baru begitu juga yang sudah ada kompetensinya dapat bertambah lagi,"Kata Lia Mustika Syarif.

Menurutnya, kedepan yang dikirim pada perlombaan atau even kesenian yang menjadi utusan anak-anak asli Muratara, jangan hanya atas nama Muratara, tapi utusan tersebut dari luar bukan asli dari Kabupaten Muratara, Saya tidak mau Muratara dianggap mencomot.

"Makanya melalui program Disbudpar dapat mencari adik-adik yang memiliki krearifitas seni, baik di wilayah ibu kota kecamatan hingga sampai ke desa, saya yakin banyak anak-anak didesa yang memiliki kompetensi seni apabila dina maka akan mampu bersaing dengan daerah lain,"Pinta Lia Mustika Syarif.

Dalam hal event, dirinya meminta anggota Dewan kesenian daerah bisa aktiv mencari informasi terkait lomba atau event kesenian, jangan ada kecolongan, karena melalui prestasi dibidang kesenian Kabupaten berjuluk Beselang Serundingan ini dapat lebih dikenal baik ditingkat Provinsi, kalau bisa hingga tingkat nasional.

"Di Dewan kesenian daerah sendiri, Saya pengen ada satu sanggar khusus yang dibawa pada even keluar . Seperti didaerah lain. Memang atas nama daerah tapi ada nama khusus yang ditampilkan,"Ucapnya.

Untuk event-event lain, Seperti pemilihan Bujang gades Muratara perlu adanya inovasi karena yang menang nantinya akan menjadi duta daerah dalam mempromosikan daerah keluar.

"Ayo sama-sama membuka wawasan dan jangan kaku, pengurus Dewan kesenian merupakan anak-anak muda yang saya yakin lebih semangat dan  suka berfikir think of the box atau beda dari hal yang biasanya dilakukan yang berisikan seni yang tinggi,"Tutur Lia Mustika Syarif.

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Disbudpar, Sukamto pada saat rapat memjelaskan kalau tahun 2019 ini Disbudpar akan mengadakan penbinaan sanggar seni disetiap kecamatan.

"Tahun 2019 ini kita telah menyiapkan program pembinaan sangar-sanggar seni di setiap kecamatan, Minimal setiap kecamatan tiga sanggar yang dibina,"Kata Sukamto,kemarin.

Untuk itulah, Sukamto meminta kepada pengurus Dewan Kesenian agar aktiv, baik dengan meningkatkan potensi  para pengurus sendiri maupun mencari putra-purtri disetiap desa dan kecamatan yang memiliki jiwa seni.

"Saya yakin di setiap kecamatan ada kesenian yang ada namun belum begitu ditekuni sehingga kurang muncul, makanya Disbudpar dengan bekerjasama dengan Dekranasda merekrut anak-anak yang memiliki potensi untuk kita bina melalui Sanggar seni dimasing-masing kecamatan,"Papar dia.

Untuk pembinaan sanggar seni oleh Dekranasda, Sukamto menambahkan yakni selama delapan bulan, dan akan  awasi secara ketat."Saya menginginkan dari sekolah yamg berpotensi untuk diajak juga seperti dari SMKN Rawas Ulu,"Sebutnya.(HAMKAM)
Share:

Bupati Muratara Resmikan Masjid Ke 158 #Tahun 2019 Pemkab Muratara anggarkan bantuan dana peningkatan pembangunan masjid Annur Rp.300 juta




TERUSAN MSM. COM- Bupati Muratara, HM  Syarif Hidayat resmikan langsung Masjid Annur Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya, Sekaligus lakukan safari sholat jumat bersama dengan para jajaran Pemkab Muratara dan masyarakat setempat.

Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan juga pemotongan pita disaksikan bukan saja oleh para jemaah jumat sholat jumat saja, melainkan para ibu-ibu yang ingin menyaksikan langsung  peresmian masjid ke empat di Kecamatan Karang Jaya tersebut.



"Alhamdulillah, saya bangga dalam satu tahun pembangunan Masjid Annur dapat selesai sehingga hari ini diresmikan dan dapat dipergunakan oleh masyatakat baik dalam melaksanakan ibadah wajib maupun kegiatan kemasyarakatan seperti pengajian-pengajian ibu-ibu maupun bapak-bapak,"Kata orang nomor satu di Kabupaten termuda di Provinsi Sumatera Selatan ini.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Muratara menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah membantu berdirinya masjid ini.

Bupati Muratara, menambahkan sebagaimana harapan pemerintah masjid-masjid yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera yang merupakan jalur nasional. Sehingga Pemda menganggarkan bantuan dana hibah peningkatan pembangunan masjid.

"Untuk tahun ini Pemkad menganggarkan bantuan dana hibah, sebesar Rp.300 juta untuk penyelesaian pembangunan masjid dan tower menara masjid sehingga Masjid Annur lebih indah," Ucap

Pada kesempatan itu, HM Syarif Hidayat mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Karang Jaya khususnya Desa Rantau Jaya setelah adanya Masjid Annur ini diharapkan masyarakat  dapat memakmurkannya sebagaimana disampaikan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Muratara.

"Mulai sekaranng pasang toa dan diharapkan masyarakat aktiv memakmurkan masjid ini, Ramadhan tahun ini kita jadwalkan untuk safari disini,"Tutur HM Syarif Hidayat.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Muratara, H Ikhsan Baijuri dalam sambutannya mengatakan hari ini pertama kali diadakan sholat jumat di Masjid Annur yang merupakan masjid ke empat di Kecamatan Karang Jaya.

"Di Kabupaten Muratara ada sebanyak, 158 masjid dan di Kecamatan Karang Jaya ada sebanyak 32 masjid, termasuk Masjid Annur yang diresmikan oleh Bapak Bupati di Desa Rantau Jaya, hari ini,"Ucapnya.

Dalam kesempatan itu Kakankemenag Muratara mengajak agar menyempurnakan Masjid Annur,  sehingga masjid paripurna dengan menerapkan tiga unsur, yakni Idaroh manajemen masjid, ada administrasi baik mengenai keuangan masjid dan  kepengurusan masjid nanti di SK kan pleh Kemenag. Dengan masa jabatan setahun sekali.

Kedua imaroh, memakmurkan masjid, atau jamaah,  pembukuan bagus pengurus bagus tapi tidak ada jemaah dan ketiha Riayah, atau bentuk bangun. utamanya kebersihan masjid dan sarana berwudu.

Sebelumnya, Ketua pembangunan Masjid Annur Desa Ra, H Syamsuni Zakaria dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Muratara, atas bantuan sejak peletakan batu pertama dan hari ini berkenan hadir meresmikan langsung masjid

Penempatan rumah baru Allah SWT yang dimulai pembangunan pada saat peletakan batu pertama tanggal 25 Januari 2018 pas setahun sehingga mudah mengingat pendirian masjid ini.

Syamsuni menceritakan awal pendirian masjdi Annur yang berasal dari dana hibah Pemkab Mura tahun 2017 sebesar Rp. 100 juta, uang sumbangan dari darmawan, Rp. 100.177.000, 152 juta lebih total uang diterim 392.618.000, setelah dilaksanakan pembangunan hingga peresmian total lebih dari Rp. 393 juta, terhutang 163 ribu.

"Mudah-mudahan pembangunan dapat berlanjut sehingga lebih baik dan nyaman untuk masyarakat setempat beribadah maupun para pengendara yang istirahat untuk melaksanakan ibasah sholat,"ungkapnya.

Dalam peresmian tersebut hadir pula Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Muratara, H Zazili Taha dan para Kades di wilayah Kecamatan Karang Jaya.(HAMKAM)
Share:

Kamis, 24 Januari 2019

Tiga Kecamatan Ikuti Sosialisasi PMP




RAWAS ULU MSM.COM - Setelah kemarin melaksanakan sosialisasi Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP) di  SDN Rantau Kadam yang diikuti oleh sekolah SD/SMP dari 4 kecamatan.

Hari ini, Kamis (24/1) Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara kembali melaksanakan kegiatan serupa. Acara yang dipusatkan di SDN Singkut diikuti SD/SMP dari 3 kecamatan yaitu Rawas Ulu, Ulu Rawas dan Nibung.

Hadir Kepala Disdik Muratara Hj Ratnawati MPd melalui Kabid Dikdas A Kadir SPd, Pengawas Aprida, staf Disdik, para Kepala Sekolah beserta operator sekolah masing - masing.



Kabid Dikdas A Kadir menyebut, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terdiri dari tiga jenis, yaitu dana BOS Reguler, BOS Avarmasi untuk desa tertinggal dan BOS Kinerja yang merupakan dana BOS tambahan.

"Nah, yang kita tekankan disini supaya Kepala Sekolah mengejar yang 10 persen dana BOS kinerja itu tadi. Dengan syarat pengisian apa yang ada di sekolah harus valid dalam arti tidak ada rekayasa" tegasnya.

Ditambahkannya, untuk mendapatkan dana BOS tambahan Peningkatan Mutu Pendidikan menjadi acuan. Namun demikian, dalam penilaiannya tidak mesti sekolah yang bagus dapat mendapatkan dana BOS tersebut.

Data Peningkatan Mutu Pendidikan melalui aplikasi yang benar - benar valid dan sesuai dengan riil di sekolah yang menjadi tolak ukurnya. Jangan sampai ketika data diterima pusat baik, sedangkan pada kenyataanya bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya.

"Kita kejar di tahun 2019 ini. Karena jelang tahun 2020 kita akan mendapatkan dana BOS kinerja dengan kuota 10 persen. Dari 10 atau 11 sekolah, paling tidak 5 SD dapat menerima bantuan" harapnya.

Ia menyebut, sekolah penerima Dana BOS Tambahan akan menerima dana sebesar Rp. 50 juta per tahun. Sedangkan tingkat SMP lebih besar lagi, yakni sebesar Rp. 100 juta pertahunnya. (MJ)
Share:

Disdik Muratara Gelar Sosialisasi PMP




RANTAU KADAM MSM. COM-Seluruh SD/SMP dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Karang Jaya, Karang Dapo, Rupit dan Rawas Ilir mengikuti sosialisasi Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP) Rabu, (23/1).

Acara yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara dipusatkan di SD Negeri Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo. Hadir Kepala Disdik Muratara Hj Ratnawati MPd, diwakili Kabid Dikdas AKadir SPd, Kepala Sekolah beserta operator sekolah.

Kadisdik Muratara melalui Kabid Dikdas AKadir menyampaikan, sosialisasi pelaporan PMP melalui aplikasi ini merupakan kegiatan wajib bagi masing masing sekolah dan lembaga pendidikan sebagai indikator peningkatan mutu pendidikan yang akan dijadikan acuan.

Sebab, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selain BOS Reguler, juga ada Dana BOS Kinerja yang jumlah dananya bervariasi. Untuk tingkat SD sebesar Rp 50 juta pertahun, sedangkan tingkat SMP lebih besar lagi yakni mencapai Rp 100 juta.

"Nah, jadi dana BOS kinerja ini yang kita sasar. Bagaimana cara mendapatkannya? Tingkatkan terus kinerja" tegasnya.

Ia mengungkapkan, jika selama ini indikator peningkatan mutu pendidikan melalui raport sekolah, serta hanya mengukur kekurangan dari setiap sekolah tanpa adanya persentase. Maka dengan adanya tambahan BOS kinerja, akan ada penilaian dari PMP.

"Dengan adanya sosialisadi ini, Kepala Sekolah dan operator benar benar mengisi secara riil apa yang ada disekolah tanpa ada rekayasa" harapnya. (MJ)
Share:

Rabu, 23 Januari 2019

Wujud Kepedulian, Pemkab Musi Rawas Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Tsunami Selat Sunda




MUSI RAWAS MSM.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memberikan bantuan.

Penyerahan bantuan oleh Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan yang diwakili Kajari Lubuk Linggau Hj Zairida diterima langsung oleh Bupati Pandeglang, Hj Irna Narulita di Pendopoan Bupati Pandeglang, Rabu (16/1).

Hj Zairida dalam sambutannya menyampaikan, seyogyanya bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas. Namun, karena ada agenda yang tidak bisa dibatalkan, penyerahan bantuan diwakilkan.

"Bantuan tersebut merupakan salah satu solidaritas dan perhatian masyarakat kabupaten Musi Rawas atas terjadinya bencana tsunami selat sunda. Diharapkan bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana dan mewakili masyarakat Musi Rawas akan terus mendoakan agar dampak bencana ini segera dilalui dan kembali normal serta bencana tidak terjadi lagi" kata Kajari Lubuk Linggau.

Sementara, Bupati pandenglang Hj. Irna Narulita mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas bantuan dan perhatian Pemkab Musi Rawas dan Kejari Lubuklinggau yang telah menyerahkan bantuan langsung yang saat ini masi dibutuhkan masyarakat .

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Agus Susanto mengatakan, bantuan yang diserahkan itu berasal dari berbagai pihak masyarakat, OPD, Pemkab Musi Rawas, PNS dan perusahaan yang ada di Musi Rawas. Bantuan yang diserahkan berupa uang 150 juta , beras 5 ton , 10 pakaian , mie instan 19 kardus , pakaian bayi, mukena dan roti.

Sementara ikut mendampingi Kajari Lubuklinggau diantaranya Humas setda Musi Rawas dan Kabag Protokol.(LEO)
Share:

Kades Siap Bantu LPPAS Tangkap Pelaku Penyetruman Ikan




MURATARA MSM. COM-Untuk menjaga habitat air atau biota air yang ada di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) khususnya di Kecamatan Rawas Ilir, Kepala Desa (Kades) dan Lurah menyatakan siap membantu Lembaga Peduli Pemantau Aliran Sungai (LPPAS) untuk menangkap pelaku penyentruman ikan di Sungai Rawas.

Kades Pauh 1,  Kecamatan Rawas Ilir Juherman mengatakan, siap mendukung LPPAS untuk memberantas ilegal fishing.
“Kita selaku pemerintah desa siap untuk membantu menangkap para pelaku penyetruman ikan, kalau bisa LPPAS patrolinya dua minggu sekali, kita juga siap mengerahkan warga untuk membantu LPPAS untuk menangkap para pelakunya,” kata Juherman. Baru-baru ini.

Ia menuturkan, biasanya para pelaku penyetruman ikan terus melakukan aksinya, pada malam hari.

“Kami sudah sangat resah oleh tindakan mereka yang melakukan penyetruman, mereka beraksi pada malam hari. Sepengetahuan kami para pelakunya dari daerah karang dapo inilah , maupun Rawas Ilir,” ungkapnya.

Ia berharap, pihak kepolisian dan LPPAS menindak tegas para pelaku penyetruman ikan tanpa pandang bulu karena dapat merusak biota air khususnya perkembang biakan ikan Sungai.

“Kami mohon ada tindakan tegas dari pihak kepolisian dengan pihak LPPAS untuk menangkap para pelaku ilegal fishing. Karna mereka sudah sangat meresahkan sekali,” harap Kades.

Ketua Lembaga Peduli pemantau Aliran Sungai (LPPAS) Muratara Samasul Bahri mengatakan, pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan pihak Kecamatan Rawas Ilir beserta Kades, terkait masalah penyetruman ikan yang ada di Kecamatan  Rawas ilir.

“Kita sudah memanggil Camat Rawas ilir terkait masalah ini. Kita juga sudah mengadakan rapat di kantornya dan mamanggil seluruh Kades beserta Lurah agar mereka pro aktif dan bertanggung jawab di setiap wilayahnya masing masing,” kata Samasul.

Ia menjelaskan, bagi siapa saja yang merusak habitat sungai yang ada di Kecamatan Rawas ilir, seluruh Kades siap mengerahkan masyarakatnya untuk membantu menangkap para pelaku penyetruman ikan.

“Apabila para pelaku penyetruman ikan tidak bisa dicegah, seluruh Kades serta Lurah siap membantu LPPAS untuk menangkap para pelaku penyentruman ikan agar mereka diberikan sangsi sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

“Di Rawas ilir sendiri saat ini sudah semakin maraknya orang orang nyetrum ikan, maka dari itu seluruh Kades dan Lurah serta Camat agar memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga keindahan sungai yang ada di Kecamatan rawas ilir,” ungkapnya.

Ia berharap kepada seluruh Kades dan lurah agar setiap tiga bulan sekali agar memberikan laporan kepada LPPAS apakah ada atau tidaknya para pelaku perusak habitat air.

“Paling tidak tiga bulan sekali kita mendapat laporan dari tiap tiap Kadesnya,” harapnya.(Hamkam)
Share:

Gubernur Restui Jon Heri Ketua PWI Sumsel



PALEMBANG MSM. COM- Terjawab sudah teka-teki yang sempat beredar selama ini. Teka-teki dan isu yang dimaksud adalah Gubernur tak merestui kalau Jon Heri jadi Ketua PWI Sumsel periode 2019—2024.

Namun semuanya cair dan terbantahkan, sebab Gubernur Sumsel Herman Deru secara tegas mendukung dan merestui Jon Heri untuk menjabat Ketua PWI Sumsel untuk lima tahun mendatang jika terpilih pada Konferwil PWI Sumsel yang dihelat tanggal 26—27 Februari mendatang di Asrama Haji Palembang.

‘’Tapi sebagai Gubernur dan Kepala Daerah Sumsel saya juga mendukung dan merestui kandidat lain jika mereka terpilih. Sebab amat dibutuhkan sinergisitas antara pers dan pemerintah guna mengemban amanah yang sama yakni memajukan pembangunan Sumsel ini,’’ cetus Gubernur saat menerima silaturahmi para ketua dan pengurus serta perwakilan PWI dari 13 kabupaten/kota, Rabu (23/1) sore di Ruang Tamu Gubernur Sumsel.

Di hadapan seluruh para Ketua Lintas Daerah PWI Kabupaten/Kota se-Sumsel, Gubernur Sumsel mengatakan wartawan adalah profesi yang membanggakan. Herman Deru mengaku keberadaan wartawan sangat penting terutama untuk menginformasikan pembangunan kepada masyarakat.

Dikatakan orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini, membangun suatu daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik saja, melainkan pembangunan yang bersifat ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang tidak saja didapat dari buku maupun didapat dari rumus-rumus tertentu bisa juga dari berita.

"Karena masyarakat sekarang mencari tahu pemberitaaan itu sudah lebih dari mencari sarapan, kalau tidak ada sarapan berarti tidak makan. Begitu juga sama, kalau tidak dapat info dicari-cari berita itu," katanya.

Mengenai Ketua PWI yang lama pria yang akrab disapa Deru ini menilai bahwa mempunyai track record yang baik, karena sudah menjalin komunikasi yang sangat baik dengan pemerintah. Oleh sebab itu pula, ia mengimbau agar siapapun Ketua PWI yang terpilih, agar tetap mempertahankan apa yang sudah dilakukan ketua terdahulu.

"Oktaf punya track record yang baik, pertama apa yang sudah dibina oleh oktaf dulu pertahankan komunikasi yang terjalin baik dengan pemerintah," tuturnya.

Suami dari Febrita Lustia Deru ini juga berharap agar Ketua PWI Sumsel menjadikan organisasi profesional dan tidak terlibat campur politik. Artinya tugas wartawan hanya mengedukasi masyarakat dengan berita-berita yang berimbang, yang terpenting adalah azaz profesionalisme.

"Jadi kita bersama-sama jadikan organisasi profesi ini, menjadi organisasi  yang penuh kharisma dan bermartabat. Syukur bisa menular ke seluruh wartawan," tegasnya.

Selain itu orang nomor satu di Sumsel tersebut berpesan agar acara Konferwil PWI Sumsel nantinya berjalan lancar, tertib, dan kondusif serta menghasilkan Ketua PWI Sumsel yang amanah dan dapat menjalankan roda organisasi sebagaimana aturan yang ada.

Sementara itu Jon Heri melalui Ketua Tim Pemenangannya Kurnaidi mengatakan, bahwa para pengurus dan Ketua PWI dari 13 kabupaten/kota mendukung Jon Heri, kesepakatan itu dituangkan di Rumah Makan Ibad Daun beberapa waktu lalu.

‘’Dengan dikawal para ketua kabupaten/kota yang sudah berpengalaman memimpin PWI di daerah masing masing, maka Jon Heri dapat menjalankan roda organisasi dengan baik, dan bisa mengharumkan nama Provinsi Sumatera Selatan melalui organisasi profesi ini,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut Kur mengatakan, kelegaannya atas pernyataan langsung Gubernur Sumsel tersebut. ‘’Artinya, Pak Gubernur memang benar-benar netral dan mendukung semua kandidat tanpa terkecuali kepada Saudara Jon Heri atau Don Jon pun beliau mendukung dan merestuinya,’’ tandasnya.

Suasana silaturahmi sendiri berjalan amat akrab dan penuh kekeluargaan. Bahkan sesekali, baik gubernur maupun awak media sempat tertawa lepas.(***)
Share:

Selasa, 22 Januari 2019

Gelar Rapat Penetapan Pelaksanaan MTQ Sekda Minta Panitia Harus Kompak




MUARARUPIT MSM. COM-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Kesra Setda Muratara menggelar rapat penetapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-5 di Auditorium Lantai 2 Setda Muratara, Senin (21/1).

Rapat dihadiri Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekda Muratara H Zainal Arifin, Kabag Kesra Khoeroedin, Asisten II Heri, perwakilan dari TNI dan Kepolisian, serta beberapa camat.

Sekda Muratara H Zainal Arifin menegaskan, untuk mensukseskan acara tahunan tersebut. Dirinya menegaskan segenap panitia harus benar - benar mengerti dan memahami tugas mereka masing - masing.

"Setiap panitia itu harus memegang lineup masing - masing. Jangan sampai namanya tercamtum sebagai panitia, tetapi tidak tahu apa - apa" tegas H Zainal Arifin.

Menurut Sekda, setiap panitia harus saling mengingatkan. Dan yang terpenting jalin komunikasi dengan baik agar tercipta kekompakan. "Ayolah kita sukseskan MTQ kelima ini di Kecamatan Nibung nanti" harap Sekda. (MJ).
Share:

Camat Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Umum




MURATARA, MSM.COM- Pemerintah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara mengajak masyarakat di Kabupaten Muratara khususnya di Kecamatan Karang Jaya untuk menjaga fasilitas umum yang sudah dibangun pemerintah daerah.

Camat Karang Jaya Makmun Habib mengatakan fasilitas umum harus dijaga bersama-sama, jangan sampai terjadi kerusakan atau disengaja dirusak.

Dikatakannya, fasilitas umum yang telah dibangun, menjadi bagian dari aset negara.

“Setiap fasilitas yang dibangun pasti ada manfaatnya seperti pembatas jalan maupun lampu penerangan jalan umum. Kita harus menjaga setiap fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat, saya mengimbau kepada masyarakat agar fasilitas itu dimanfaatkan bukan untuk dirusak,” imbuhnya.


Menurutnya, sejak empat tahun lalu Kabupaten Muratara mekar dari kabupaten induk, sudah banyak fasilitas umum yang sudah dibangun oleh pemerintah. Seperti jalan, jembatan, gedung sekolah, gedung kesehatan hingga tempat-tempat beribadah hal ini harus dijaga dengan baik.

“Pembangunan fasilitas umum seperti jembatan, jalan setapak dan lain-lain yang sudah dibangun maupun masih dalam tahapan pembangunannya oleh pemerintah, masyarakat harus mendukung dan menjaganya. Karna semua pembangunan itu untuk bisa dinikmati oleh masyarakat, bukan untuk dirusak,” ujarnya.

Terpisah, Rusdi (33) salah satu Warga Desa Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya mengatakan, jika dirinya sangat sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Pemerintah Kecamatan Karang Jaya karna fasilitas umum adalah milik bersama dan harus dijaga bersama sama.

“Jangan sampai ulah oknum segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, fasilitas umum dirusak dan kita sebagai masyarakat banyak yang dirugikan,” ucapnya. (Hamkam)
Share:

Workshop Sistem Tata Kelola Keuangan Desa



MUARARUPIT MSM.COM - Bertempat di Aula Siti Rahma RM Sederhana Kecamatan Rupit. Atas kerjasama antara BPKP Pusat dan  Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar workshop Evaluasi Implementasi Sistem Pengelolaan Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskuedes, Selasa (22/1).

Workshop evaluasi implementasi sistem tata kelola keuangan desa mengusung tema "Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang Partisipatif, Transparan dan Akuntabel dengan Menggunakan Siskuedes 2.0".

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan workshop evaluasi implementasi sistem tatakelola keuangan desa dengan apliksi siskeudes versi 2.0 di kabupaten Muratara ini.

"Tahun lalu tepatnya 15 Agustus 2018, BPKP perwakilan Sumsel juga telah melakukan kegiatan serupa. Tahun ini kembali dilaksanakan juga di Kabupaten Muratara" ucap Bupati.

Dikatakan Bupati, oleh karena besarnya peran dan tanggung jawab yang dijalankan oleh desa. Menuntut pemerintah desa untuk dapat menerapkan prinsip transparan, akuntlabilitas dan partisipatif, tertib dan disiplin anggaran. Dalam pemerintahan desa tatakelola keuangan desa dan semua kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan ditetapkannya Permendagri Nomor 20 tahun 2018 sebagai perubahan Permendagri nomor 113 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa, mengakibatkan aplikasi siskeudes yang telah diimplemitasikan oleh desa harus dilakukan penyesuaian.

Dengan adanya sistim aplikasi siskeudes ini memudahkan pemerintah desa mengelola keuangan desa serta menjadikan aparat pengelolaan keuangan desa bisa lebih jujur, tertib dan disiplin dalam pengelolaan keuangan desa. Sehingga bisa terhindar masalah termasuk korupsi dan lain sebagainya.

"Dikabupaten Muratara ini, pengelola aplikasi siskeudes telah memasuki tahun ke -4 dimulai tahun 2016 yang sudah diimplementasikan oleh 7 kecamatan dan 82 desa. Mulai dari penganggaran, penataan usaha, pembukuan dan pelaporan sebagai imformasi dana desa yang diterima pada tahun 2015 sebesar lebih kurang 24 miliyar. Tahun 2016 sebesar 54 miliyar, tahun 2017 sebesar 68,4 miliyar dan ditahun 2018 sebesar 82.5 miliyar rupiah" papar HM Syarif Hidayat.

Dijelaskan Bupati, Pemerintah kabupaten Muratara telah melakukan beberapa upaya dalam rangka penertiban pengelolaan keuangan yang ada didesa. Mulai dari menyiapkan kemampuan SDM aparatur pemerintah desa melalui diklat   bendahara desa dan oprator pada tahun 2015 dan pada tahun 2016 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa /P3A.

"Kepada seluruh peserta workshop agar bersungguh sungguh mendengarkan , memahami materi yang disampaikan oleh narasumber. Sehingga pengelola dana desa(DD) dan anggaran dana desa dapat lebih efektip" harapnya.

Acara workshop selain dihadiri Bupati Muratara, hadir pula Wakil Ketua DPR Komisi XI Muhamaf Hafiz, Deputi Kepala Bidang Pengawasan Keuangan Daerah Gatot Darmansto, Kepala Perwakilan BPKP Sumsel Gilbret Hutapea, Dandim MLM, OPD, Camat serta para Kepala Desa. (MJ).
Share:

Warga Muratara Kecewa GI Gagal Dibangun


Ilustrasi (Net)

MURATARA, MSM.COM- Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sangat kecewa, setelah gardu induk (GI) Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang direncanakan beroperasi di pertengahan tahun 2019 ini, belum juga dibangun alias gagal dibangun.

Didin (33) , salah satu warga Kabupaten Muratara mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara bersama dengan pihak PLN wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) telah melakukan titik nol untuk pembangunan GI di Kabupaten Muratara bertempat di Desa Lubuk Rumbai Baru dan Desa Karang Waru Kecamatan Rupit namun hingga saat ini belum ada aktivitas pembangunan sedikitpun.

“Kami sudah mengecek ke lapangan pada saat titik nol tahun lalu, disana tidak ada apa-apa kecuali tanah kosong yang sudah ditumbuhi kayu kayu kecil. Berarti pembangunan GI itu gagal total, saya masih ingat pada saat titik nol kemarin GI ditargetkan pertengahan 2019 ini sudah mulai beroperasi. Tapi kenyataannya, tiang listrik satupun tidak ada disana,” ungkap Didin, baru-baru ini.

Ia berharap, Pemkab Muratara dapat menelusuri penyebab gagalnya pembangunan GI tersebut.

“Saya rasa Pemkab sudah tahu masalah ini. Kami sebagai warga masyarakat yang tinggal di Kabupaten Muratara sangat berharap sekali dengan adanya GI tersebut, jika kita ada GI sendiri maka listrik di Muratara bisa normal,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Karang Waru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Arwan membenarkan jika pembangunan GI tidak sesuai dengan jadwal yang diharapkan masyarakat.

“Pada saat titik nol tahun lalu, di pertengahan tahun 2019 ini GI sudah beroperasi. Tapi pada kenyataannya nol persen,” kata Kades.

Kades menuturkan, setelah pembersihan lahan untuk pembangunan GI tersebut kontraktornya jarang sekali muncul.

“Kemarin itu ada informasinya mau dipasang travo dari pihak PLN oleh pak Rido, cuma saya tidak tahu menahu. Sebab kontraktornya tidak pernah ada komunikasi lagi dengan saya.

Jadi sekarang ini pembangunan GI tersebut beku alias gagal, mana mungkin mau beroperasi ditahun 2019 sedangkan bangunannya nol persen,” pungkasnya.(Hamkam)
Share:

Minggu, 20 Januari 2019

SMP Pulau Lebar Raih Juara 4 Turnamen Futsal Wanita 2019




MURATARA MSM. COM- Bermodalkan anak-anak masih muda belia, tim futsal SMPN Pulau Lebar diluar dugaan, mampu tembus semifinal dan meraih juara 4 pada turnamen futsal wanita 2019 di lapangan Forza, Megang Lubuklinggau, Minggu (20/1)

Besutan pelatih muda dan energik, Ahyarudin Setiawan mampu juara grup pada babak penyisihan, dengan meraih poin penuh angka 9.

Poin penuh itu menguliti anak -anak merasi, Jayaloka dan juga kota Lubuklinggau. Pada laga semifinal langkah SMP Pulau Lebar baru terhenti saat melawan anak-anak STKIP Kota Lubuklinggau.

"Dalam laga perebutan juara 3 dan 4, anak-anak sudah bertarung sekuat tenaga, namun kita harus akui dari segi umur, kematangan anak-anak kita masih jauh. Tapi kita tidak bersedih kita bisa dan juara, tentu ini luar biasa sekali bagi tim kami,"ungkap Ahyarudin Setiawan kepada koran ini.

Lanjut Ahyarudin kemenangan ini hasil latihan selama ini, semangat didik dan dukungan kepala sekolah maupun dewan sekolah anak-anak Pulau Lebar dapat juara.

Dikatakan Ahyarudin, kedepannya anak-anak akan terus berlatih menghadapi turnamen yang diselenggarakan di kabupaten maupun kota daluang berkelanjutan sehingga prestasi olahraga kabupaten Muratara dapat meningkat dengan baik.

"Kita siap melaksanakan hal tersebut,"utaranya.

Sementara itu, pecinta sepakbola Kabupaten Muratara, Nurkholish Al Hakim mengatakan prestasi Pulau Lebar sangat luar biasa.

Dikatakan nya ini menunjukkan anak-anak Muratara dapat berprestasi di kancah apapun dengan syarat pembinaan terus dilaksanakan.

"Ini luar biasa, turnamen ini sifatnya umum, Pulau lebar dapat juara, selamat untuk Pulau Lebar,"ucapnya.(MJ)
Share:

Sabtu, 19 Januari 2019

SMPN Sungai Jauh Sukses Gelar Simulasi UNBK






RAWASULU MSM. COM-Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sederajat, berbagai persiapan terus dilakukan SMP Negeri Sungai Jauh Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara. 

Salah satunya dengan menggelar simulasi UNBK. Kegiatan yang digelar selama dua hari, diikuti 76 siswa kelas IX. Simulasi guna menghadapi UNBK tahun pelajaran 2018/2019 berlangsung sukses. 

"Simulasi sudah kita laksanakan dengan sarana pendukung seperti komputer. Untuk signal sendiri sudah cukup normal" kata Kepsek SMP Negeri Sungai Jauh, Helyawati saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini. 

Kesiapan siswa kelas IX dalam menghadapi UNBK setelah dilakukan simulasi ini dirasa cukup memuaskan. Hanya saja untuk mengantisipasi jika listrik mati, pihak sekolah membutuhkan mesin genset. Sebab, saat ini mesin itu belum dimiliki SMPN Sungai Jauh. 

"Kami berharap pelaksanaan UNBK nanti dapat berjalan lancar. Dengan satu harapan semua siswa mendapat nilai yang memuaskan. Selain itu, mereka semua melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi" ujarnya. (ZIL) 
Share:

Kamis, 17 Januari 2019

Sudah Diingatkan Berulangkali, Kantor KB Rawas Ulu Tak Juga Pasang Bendera Merah Putih





MURATARA MSM. COM-Gedung belum lama berdiri, posisinya pun cukup strategis berada di depan kantor camat Rawas Ulu dan Kantor Kelurahan Pasar Surulangun.

Jika dilihat sekilas tak ada yang aneh dengan kantor KB Kecamatan Rawas. Namun coba perhatikan dengan seksama, ternyata Kantor ini tak memasang bendera merah putih dihalaman kantor seperti layaknyak pada kantor pemerintahan.

Lurah Kelurahan Pasar Surulangun A Rodie menegaskan pihaknya sudah mengingatkan dan meminta Kepala Kantor KB Rawas Ulu untuk memasang bendera merah putih. Tapi sejauh ini belum diindahkan.

"Sudah berulang kali saya ingatkan untuk memasang bendera. Karena ini kantor pemerintahan, bukan kediaman pribadi" kata A Rodie, Kamis(17/1).

Bahkan, sambungnya, bukan dirinya saja sebagai Lurah yang sudah mengingatkan. Sebelumnya Camat Rawas Ulu juga sudah melakukan hal yang sama. Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni pun sudah mengingatkan kepala kantor KB tersebut agar segera memasang bendera merah putih.

"Tapi ternyata sampai hari ini apa yang kita sampaikan tidak diindahkan" tambahnya.

Wartawan MSM.COM sengaja mendatangi kantor KB Rawas Ulu. Setiba dikantor, tak ada staf yang berhasil kami temui. Begitu juga dengan kepala kantor KB. Hanya Samsul suami kepala kantor KB Rawas Ulu yang berada di kantor.

"Kepala kantor sedang pergi ke Pulau Lebar" katanya. (ZL)
Share:

Polisi Diminta Bantu Patroli Sungai Wabup : Kita Gandeng Pihak Kepolisian




MURATARA,MSM.COM - Kapolsek Karang Dapo, Iptu Yani Iskandar menerima kunjungan dan silahturahmi Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni di kantor Polsek Karang Dapo, kemarin.

Kapolsek mengatakan, kedatangan Wabup itu dalam rangka membahas tentang penanganan aksi penyentruman ikan di sungai Rupit- Rawas.

"Kami membangun kerjasama untuk mencegah penangkapan ikan secara ilegal di sungai Rawas, seperti penyetruman, racun ikan, maupun pukat harimau, khususnya di wilayah hukum Polsek Karang Dapo," katanya.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan silahturahmi Wakil Bupati Muratara ke kantor Polsek Karang Dapo dalam rangka membahas masalah penanganan aksi penyetruman ikan.

Pihaknya sangat setuju dan mendukung penuh dalam menangani masalah penyetruman ikan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup biota sungai di aliran sungai Rawas.

"Kami dari pihak kepolisian selalu mendukung program pemerintah, apalagi itu untuk kelestarian alam di sungai Rawas, sehingga tidak ada lagi penyentruman ikan yang dilakukan oleh warga masyarakat," jelas Kapolres.

Sementara itu, Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni menuturkan, kedatangan dirinya berkunjung ke kantor Polsek Karang Dapo tidak lain untuk bekerjasama memberantas aksi penyetruman ikan di sungai.

Dengan adanya komunikasi yang baik kata Wabup, sehingga terciptanya hubungan yang harmonis antara Polsek Karang Dapo dengan petugas pengawasan perairan Kabupaten Muratara.

"Kita ada Lembaga Persatuan Peduli Ailran Sunggai (LPPAS), tim inilah yang bergerak memberantas aksi penyetruman ikan di sungai Rawas," katanya.

Lanjut Wabup, guna memaksimalkan program pemberantasan aksi penyetruman ikan tersebut, pihaknya menggandeng aparat kepolisian untuk turut melakukan patroli sungai.

"Kami sudah meminta bantuan dari aparat kepolisian, baik di Kecamatan Rawas Ilir, Karang Dapo, Rupit, Rawas Ulu dan juga Ulu Rawas," ujarnya.

Wabup berharap, dengan kerjasama yang baik antara pemerintah kabupaten Muratara dengan aparat kepolisian, aksi penyetruman ikan di sungai Rawas berhasil diberantas.(Hamkam)
Share:

Dinas Pertanian dan Perikanan Akan Salurkan Bantuan Penerima Berdasarkan Data Basis Terpadu





MURATARA MSM.COM - Guna meningkatkan pendapatan masyarakat kurang mampu, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Dinas Pertanian dan  Perikanan akan menyalurkan bantuan.

Nantinya bantuan itu disalurkan melalui Kelompok Tani (Poktan) berdasarkan data Basis Terpadu yang ada di Dinas Sosial (Dinsos), dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara Ir Suhardiman saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (17/1) menyebut pihaknya akan segera menyalurkan bantuan tersebut.

"Tujuan dari bantuan ini untuk mengurangi angka kemiskinan, khususnya di Kabupaten Muratara. Ini merupakan program yang diprioritaskan" ucap Ir Suhardiman.

Ia memaparkan, bantuan yang akan disalurkan nantinya berupa kolam terpal, bibit ternak bebek, dan bibit untuk perkebunan. Langkah ini diambil, sebagai  upaya untuk membantu perekonomian masyarakat.

"Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat dikelola dengan sebaik - baiknya sehingga dapat berkelanjutan. Outputnya kita harapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang menjadi sasaran bantuan ini" tukasnya. (MJ).
Share:

Musrenbang di Lubuk Kemang, 2 Gedung ini Akan Dibangun




MURATARA MSM. COM-Pemerintah Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara, Senin (14/1) menggelar Musrenbang. Acara yang digelar di kantor Desa Lubuk Kemang dihadiri langsung Kepala Desa M Sopli.

Musrenbang yang membahas rencana pembangunan di Desa Lubuk Kemang juga dihadiri pendamping desa dan kecamatan, para perangkat desa, BPD, kepala dusun, Karang Taruna, tokoh adat, kepala PAUD, PKK, kader posyandu, masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Musrenbang yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB menghasilkan dua kepetusan dibidang pembangunan yakni untuk bidang pendidikan dan kesehatan.

Dari keputusan musrenbang dibidang kesehatan akan dibangun gedung polindes. Sementara pada bidang pendidikan akan dibangun gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli mengharapkan kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan di desa yang berbatasan langsung dengan Desa Remban dan Lesung Batu Muda ini.

"Demi kemajuan desa kita, saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk sama sama mendukung" katanya.

Pada kesempatan yang sama, pendamping desa menyampaikan beberapa alasan penting pembangunan gedung PAUD dan Polindes bagi masyarakat desa Lubuk Kemang. Kedua bangunan itu merupakan sarana dasar yang amat penting bagi masyarakat Desa Lubuk Kemang.

"Gedung PAUD merupakan langkah awal dari pembentukan dan pengenalan anak anak dalam mengenyam pendidikan sebelum ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi" paparnya.

Begitu juga dengan pembangunan gedung Polindes, sebagai sarana kesehatan yang keberadaannya sangat penting dalam menunjang kesehatan masyarakat desa Lubuk Kemang.

Sebelum acara ditutup, Sekretaris Desa (Sekdes) Lubuk Kemang Purnama kembali mengingatkan kepada seluruh perangkat Desa Lubuk Kemang untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. (ZIL)
Share:

Rabu, 16 Januari 2019

Coach Berlisensi, Futsal Putri SMP Pulau Lebar Ikuti Turnamen Bergengsi




MURATARA MSM. COM-  Tim futsal putri SMPN Pulau Lebar Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musirawas Utara akan mengikuti turnamen bergengsi antar kabupaten/kota yang akan dihelat di lapangan Forza, Kota Lubuklinggau, 19/20 Januari 2019 nanti.

Tim yang dibesut pelatih berlisensi Kabupaten Muratara, Ahyarudin Setiawan akan meladeni laga setengah kompetisi bersama tim kawakan.

Yakni, Flamengo FC, STKIP PGRI Lubuklinggau, Demura, Carbon A, Carbon B, Bopier Jayaloka,  Princess Forza,Meracy Woman, Putri Lubuklinggau dan Queen Devil.

"Target kita tidak muluk-muluk lolos babak penyisihan, baru kita berfikir tentang juara, sebab turnamen ini umum, kita akan bertanding dengan usia yang diatas usia anak-anak kita,"ungkap Ahyarudin Setiawan kepada koran ini, Rabu (16/1)

Ahyarudin sapaan akrabnya mengungkapkan tim futsal putri ini didukung penuh Kepala Sekolah R. Siti Sutarsih ,sehingga segala persiapan disiapkan secara matang.

Dikatakan Ahyarudin, anak-anak diberikan kelonggaran untuk mengikuti sesion latihan di lapangan bola voli SMPN Pulau Lebar. Sehingga para dewan guru dan Kepala Sekolah juga dapat memantau perkembangan latihan anak didiknya.

Sambung Ahyarudin dalam mengikuti turnamen ini sudah dipersiapkan jauh hari, yakni latihan seminggu sekali dan mendekati turnamen latihan setiap hari.

"2minggu sebelum hari H kita sudah laksanakan latihan setiap hari, untuk mematangkan tim anak didik kita,"kata Ahyarudin Setiawan kemarin.

Sambung Ahyarudin Setiawan menu latihan yakni selain mempersiapkan fisik anak anak juga dasar-dasar maen futsal seperti passing,control,drible,taktik sederhana 1vs1,2vs1,dan 2vs2.

"Sederhana, santai tapi tetap fokus. Insya Allah anak-anak dapat menunjukkan kemampuannya nanti ketika bertanding,"utaranya.(MJ)
Share:

Selasa, 15 Januari 2019

Rawat Inap RSUD Rupit Akan Dibangun 3 Lantai




MURATARA MSM. COM - Bupati Musi Rawas Utara HM Syarif Hidayat memastikan ditahun 2019 ini akan ada perbaikan, peningkatan maupun pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.

Hal itu disampaikan oleh orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan saat diwawancarai awak media mengenai fasilitas RSUD Rupit usai memimpin apel pagi, Senin (14/1).

"Setiap tahun rumah sakit dibenahi. Ditahun 2019 ini ada tiga gedung yang tidak layak dan akan segera dibongkar, dananya Rp. 15 Milyar.  Sementara untuk pelataran rumah sakit akan diaspal." papar Bupati.

Kepala RSUD Rupit dr Herlina menyebut pembangunan yang akan dilakukan berupa gedung Rawat Inap Klas 1 dan Klas 2 terdiri dari tiga lantai. (MJ)
Share:

Tarmizi Tegaskan Tak Ada Istilah Pj Sekda Dilingkari








MURATARA,MSM.COM-Terkait pemberitaan bahwa jabatan Sekda sudah di Lingkari yang di muat di salah satu media online pada tanggal 14 Januari 2019 kemarin yang berkembang di media sosial, Asisten I Setda Muratara Tarmizi  membantah Keras atas pencatutan namanya.

Saat dikonfirmasi,  dirinya mengatakan tidak pernah mengatakan hal itu.

"Demi Allah demi Rasul, saya umur saya hampir 60 tahun. Tidak ada saya mengatakan bahwa calon sekda itu sudah dilingkari .Itu tidak benar."tegas tarmizi. Kemarin.

Dijelaskannya, kronologi cerita yang berkembang di media sosial,sebelumnya memang ada LSM datang  kepadanya hanya untuk mengucapkan selamat kepada nya atas ditunjuk oleh Bupati sebagai PJ Sekda Muratara.

"Memang sebelum pelantikan sekda itu ada dua orang LSM datang kepada saya mengucapkan selamat kepada saya ditunjukkan pak bupati sebagai Pj sekda Muratara. Saya bantah dari mana kamu tau saya ditunjukkan sebagai Pj sekda itu, saya sudah tua sudah mau pensiun,dan dilanjutkannya bahwa ini suatu penghargaan kepada kakak. Kemudian saya katakan alhamdulillah kalo sudah ada di atas meja ini surat tugasnya saya siap."jelasnya.

Dilanjutkannya, lalu saya katakan lagi bahwa untuk menduduki jabatan sekda itu ada yang lebih senior dari saya yakni Alwi Roham, jadi tidak ada saya mengatakan lingkar lingkar itu, sedangkan eselon II saja ikut asessmen apalagi sekelas sekda.dan asessmennya bukan kita itu asessmen Polda. Jadi sekali lagi saya katakan tidak ada yang melingkar yang sudah ditentukan itu,semua berdasarkan potensi, kinerja, kemampuan dan pola pikir kita.

Tarmizi pun mengucapkan permohonan maafnya kepada bapak Bupati Muratara dan kepada publik karena sudah dihebohkan pemberitaan yang tidak benar itu.

"Yang pertama saya mengucapkan permohonan maaf kepada pemerintah daerah kabupaten Musi Rawas Utara dan kepada Bapak Bupati karena sudah ada hebohnya pemberitaan ini,walaupun ini bukan dari saya."katanya.

Dirinya pun belum belum bisa mengambil sikap apakah hal ini akan di somasikan atau tidak semuanya diserahkan nya kepada pengacara pemkab.

"Kalau tentang tuntutan kita lihat perkembangan ini dan semuanya saya serahkan kepada pengacara pemkab Muratara."ungkapnya. (Hamkam)
Share:

Senin, 14 Januari 2019

Pimpin Apel Pagi di RSUD Rupit. Ini Kata Bupati Muratara





MUARARUPIT MSM.COM - Bupati Musi Rawas Utara HM Syarif Hidayat memimpin apel pagi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Senin (14/1).

Apel pagi yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, diikuti seluruh pegawai RSUD Rupit, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Kerja Sukarela (TKS). Usai apel pagi, Bupati langsung meninjau seluruh ruangan RSUD Rupit.

Selain apel pagi yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan, juga dilakukan tes urine mulai dari pimpinan hingga perawat dan pegawai dengan total 300 orang.

Tes urine yang dilakukan terhadap seluruh pimpinan dan pegawai RSUD Rupit, dengan menggandeng tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau. Sebanyak 20 orang BNN dilibatkan dalam tes urine ini.

"Hari ini kita bersih - bersih. Sesuai dengan visi misi kita, Muratara bersih dari Narkoba. Kita lakukan secara bertahap dan kejutan - kejutan seperti hari ini" kata HM Syarif Hidayat saat diwawancarai awak media.

Dirinya berharap, seluruh pegawai RSUD Rupit tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba. Jika dari tes urine nanti ditemukan indikasi tersebut. Maka tidak segan - segan memberikan sanksi.

Sementara itu, Kepala RSUD Rupit dr Herlina mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan support yang diberikan Pemerintah Kabupaten Muratara kepada RSUD Rupit untuk terus memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.

"Kami berupaya sekuat tenaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Muratara" ucap dr  Herlina. (MJ).
Share:

Oktap Riyadi : Jon Heri Sudah saat nya Pimpin Pwi Sumsel dan Pilihan Teman – Sudah Tepat





PALEMBANG MSM. COM- Terkait agenda acara Konferprov PWI SUMSEL 26 Januari 2019 mendatang, para loyalis Don Jon siap mengawal 2 agenda besar yakni Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PWI Sumsel 2014-2019 dan Pemenangan DON JON.

” Kami sebagai loyalis sejati kak Oktaf siap mengawal LPJ beliau dikonferprov nanti. Dan insya Allah didukung oleh mayoritas, karena beliau berhasil memimpin PWI Sumsel dibuktikan dengan beberapa kali mendapat penghargaan, rekrutmen anggota baru, pelaksanaan UKW dan Anggota yang sudah lulus UKW, serta kondusifitas organisasi. Harus difahami bahwa ini organisasi profesi yang lebih mengedepankan kebersamaan bukan provit motif. Kalau mau barometer nya keuntungan anda salah pilih organisasi” jelas Ketua PWI PALI ini.

Selain itu Nurul juga memuji sikap sederhana dan karakteristik H. Oktaf Riady, SH.

” Urusan dengan beliau itu mudah galo. Idak cak kebanyakan pemimpin organisasi lainnyo, beliau idak arogan, galak ndengarke usul dan saran wong .. siapo bae. Terlepas dari kodrat beliau sebagai manusio, aku fikir beliau lah berhasil jadi nahkoda pwi sumsel selamo 2 periode ini” sambung Nurul dengan logat -wonk kito-nya.

Sedangkan Richan Joe, Ketua PWI OKU Selatan menyatakan siap memenangkan DON JON pada perhelatan akbar tersebut.

” Saya bersama-sama rekan PWI 13 Kabupaten/kota se Sumsel dengan ketulusan hati siap memenangkan kando Jonheri. Selain beliau dikenal dekat dengan teman- teman. Beliau sangat berjasa membantu kesuksesan kak Oktaf merekrut kader-kader PWI baru atau wartawan yang bergabung dengan organisasi tertua ini. Mantapkan hati sambil berujar : DONJON is the best” ujar Richan joe

Merespon pernyataan kedua Ketua PWI Daerah tersebut, H. Oktaf Riady, SH menyatakan akan mengikuti mekanisme organisasi dalam penyampaian LPJ nanti.

” Saya ikuti aturan saja, namun saya berterima kasih atas dukungan teman-teman daerah” jelasnya.

Terkait figur Jonheri, Oktaf menganggap dukungan daerah sudah tepat
” Saudara Jonheri adalah Kader terbaik PWI SUMSEL, pilihan teman-teman sudah tepat. Karena dia paling tahu persoalan PWI Sumsel dan punya kedekatan khusus dengan anggota PWI di daerah. Dialah yang selama ini mendampingi saya pada seluruh kegiatan organisasi” pungkas Oktaf saat pertemuan di Rajo Tentra Cafe pada Minggu (13/01). (**)
Share:

Minggu, 13 Januari 2019

Kadis Perkim Siap Dukung Muratara Bangkit





MURATARA,MSM.COM- Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)  H. M Syarif Hidayat, kemarin melantik 19 Pejabat Esselon II, III dan IV, Acara tersebut berlangsung di Auditorium Pemkab Muratara pada Rabu 2/01 lalu.

Alfirmansyah. ST. M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Lingkung Hidup Musirawas Utara, dan kini mengemban amanah menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PU Perkim) Muratara mengucapakan, Terimakasih kepada Bupati Musirawas Utara H. Syarif Hidayat yang telah memberi amanah jabatan yang baru kepada dirinya, selain itu dirinya mengajak semua pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Musirawas Utara dapat berkerjasama dan bersinergi agar tercipta bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman sesuai dengan aturan.

"Terimakasih atas amanah yang diberikan, semoga dapat saya jalani sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku”. ujarnya.

Dilanjutkan Apek sapaan akrabnya (H. Alfirmansyah), dirinya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Musirawas Utara agar dapat bersama-sama mengawasi dalam setiap kegiatan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, upaya terwujudnya Visi Misi Bupati Musirawas Utara H Syarif Hidayat yakni Program Muratara Bangkit.


"Saya mohon dukungan dan bantuan baik dari stakeholder yang ada maupun rekan-rekan media, siap mendukung Visi Misi Bupati”. harap Alfirmansyah.

Dilanjutkannya, program visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Muratara harus kita dukung, terutama dalam bidang pembangunan ini guna mendukung Muratara bangkit.(Hamkam)
Share:

Oknum Sat Pol PP Sarolangun Usir Wartawan





SAROLANGUN MSM.COM - Bertempat diruang pola Pemerintah Kabupaten Sarolangun melakukan mediasi konflik lahan antara PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) kamis (10/1)bersama masyarakat Kecamatan Mandiangin yang mengatasnamakan LSM Suaka Pelindung Pelestari dan Penjaga Lingkungan Hidup (SP3LH).

Disaat para wartawan melakukan peliputan sekitar pukul 13.30.WIB para awak media yang semula bisa meliput langsung, tiba - tiba diusir oleh oknum petugas Satpol PP Sarolangun.

Dengan adanya pengusiran tersebut para awak media menjadi kecewa dan sangat menyayangkan atas kejadian tersebut sehingga media tidak bisa menjalankan tugasnya untuk meliput secara langsung, jelas, serta mendalam. 

Husnil Aqili selaku ketua IWO Sarolangun mengatakan pengusiran para awak media saat bertugas telah melanggar UU Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers.

“Ketika ini tidak diperbolehkan berarti ada apar? sementara UU Pers sudah jelas soal kemerdekaan pers saat melakukan peliputan” katanya. Ia menambahkan, rapat mediasi yang dilakukan Pemkab Sarolangun merupakan rapat terbuka, jadi tidak ada larangan untuk para media meliput agar supaya mendapat data yang lengkap dan akurat.

Husnil berusaha mencari tahu dengan tanya petugas (oknum Pol PP) siapa yang menyuruh para wartawan keluar, termasuk Arfandi selaku ketua Aliansi Jurnalis Harian Bersatu(AHHB)juga menanyakan hal yang sama serta mengatakan kegiatan peliputan dilaksanakan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak berat sebelah.

Ia berharap kedepan tidak terjadi lagi, kecuali rapat tertutup. Supaya masyarakat tahu tentang publikasi kita, kalau seperti ini kita jadi tertekan, ini sudah melanggar UU. 

Namun tentang pengusiran tersebut dibantah Wakil Bupati Hillalatil Badri,beliau membantah adanya pengusiran para awak Media menjalankan tugasnya, karena rapat bersifat terbuka.

"Hanya saja wartawan yang masuk bergantian karna ruangan yang sempit sehingga mengganggu jalannya mediasi.Jadi tidak ada yang melarang untuk meliput hanya karna ruangan sempit sehingga mengganggu jalannya mediasi" ujar Hillal. (rip)
Share:

Masyarakat Desak PT ASS Agar Sportif




SAROLANGUN MSM.COM - Masyarakat Mandiangin Kabupaten Sarolangn Provinsi Jambi mendesak PT Agronusa Alam Sejahtera (ASS) untuk sportif dalam memberikan ganti rugi tanam tumbuh sekitar 2700 Hektar yang telah digusur oleh oleh PT ASS. 

Mediasi antara perwakilan masyarakat Mandiangin dengan pihak PT ASS yang difasilitasi oleh Pemkab Sarolangun, Kamis (10/1) pun sempat memanas. 

Berdasarkan pantauan wartawan, memanasnya mediasi tersebut diawali dengan adanya salah satu warga mandi angin yang tak puas dengan jalannya mediasi yang akhirnya meninggalkan ruangan.

“Banyak cara dari perusahaan yang intinya mengelak atas persoalan tuntutan ganti rugi tanaman tumbuh masyarakat Mandiangin yang arealnya sudah digusur” ungkap salah seorang warga Mandingin Samsul.

Sukiman selaku pendamping masyarakat juga mengatakan bahwa PT AAS yang beraktifitas di Mandiangin semestinya bertanggung jawab atas tindakan penebangan tanaman tumbuh masyarakat yang sudah dilakukan terdahulu yang berarti taat pada aturan hukum.

Aturan main PT AAS sudah jelas pada Pancasila ke lima dan UUD 1945.serta diatur dalam keputusan menteri kehutanan Nomor: SK 464/MENHUT- II/2009 tentang pemberian izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman industri dalam hutan kepada PT AAS ujarnya. 

Sukiman juga menambahkan pemegang IUPPHK pada HTI dalam hutan sudah Ada larangan, apabila terdapat lahan yang sudah dekelola masyarakat menjadi perkampungan, tegalan persawahan, tagalan atau telah diduduki dan digarap pihak ke tiga(masyarakat)secara syah maka areal tersebut dikeluarkan dari areal kerja IUPPHK pada HTI. Apabila tidak mentaati hal tersebut pemegang IUPPHK pada HTI bisa dikenakan sanksi, karena melanggar aturan perundang- undangan yang berlaku. 

Dalam mediasi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara masyarakat dengan PT AAS diantaranya masyarakat hanya minta ganti rugi tanaman tumbuh tanaman yang ada,bukan ganti rugi tanah kebun karet tersebut. 

Namun akan dilakukan konsultasi bersama dengan Tim Terpadu Kabupaten Sarolangun, bersama perwakilan masyarakat,Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Serra pihak PT AAS  ke Kementrian LHK pada tanggal15 - 17 Januari 2019 Umar Wabub.

 Mediasi yang dipimpin Wakil Bupati Sarolangun H. Hillalatil Badri didampingi Kapolres AKBP DadanWira Laksana SIK, Kajari Ikhwan Nul Hakim SH, juga dihadiri petinggi PT AAS Randi aga,Firman Purba bersama dua pengacara Naikman Malau dan Edy Syams serta perwakilan dari Kodim 0420 Sarko Mayor Abdul Aziz, dari BPN Sarolangun Serta perwakilan dari Dinas Kehutanan Jambi. (rip)
Share:

Jumat, 11 Januari 2019

Dapat Bantuan 8 Alat Perekam e-KTP. Masyarakat Cukup ke Kecamatan Masing - Masing




MUARARUPIT MSM.COM - Ini kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara. Sebab, saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mendapat bantuan 8 alat perekaman e-KTP. 

Kepala Disdukcapil Kabupaten Muratara, H Syafaz SSos MSi kepada awak media mengatakan, bantuan yang diterima oleh Disdukcapil nantinya akan diberikan untuk 7 kecamatan. Sisanya, khusus untuk Disdukcapil Muratara.

"Bantuan ini dari pusat. Saat ini sudah siap, tinggal lagi alat pendukungnya mulai dari ribon dan tintanya. Alat ini akan kami serahkan ke masing - masing kecamatan" ujar H Syafaz diruang kerjanya, Jum'at (11/1).

Dilanjutkannya, dengan adanya alat ini artinya dapat mempermudah proses pembuatan e-KTP. Karena selama ini, saat hendak membuat e-KTP hanya terfokus pada Disdukcapil. 

Setelah diserahkannya alat perekam tersebut kepada masing - masing kecamatan. Pihak kecamatan bisa membantu Disdukcapil dalam hal pemuktakhiran perekaman e-KTP.

Dengan adanya bantuan alat perekaman e-KTP disetiap kecamatan, dapat mempermudah masyarakat untuk mengurus perekaman e-KTP. Masyarakat juga tidak lagi harus ke Disdukcapil jika akan melakukan perekaman, cukup datang ke kantor Kecamatan masing - masing.

"Selama ini kita jemput bola untuk perekaman, waktunya juga sangat pendek. Dalam satu bulan sampai 4 kali kami keliling. Jadi dengan adanya bantuan alat ini dapat membantu masyarakat" tukasnya. (MJ). 
Share:

Pembangunan Muratara Tidak Terfokus Infrastruktur



MURATARA,MSM.COM - Bupati Kabupaten Muratara, H Syarif Hidayat menyatakan bahwa pembangunan Kabupaten Muratara haruslah seimbang. Bukan hanya fokus pembangunan Infrasruktur saja, tetapi pembangunan manusianya juga harus menjadi proritas.

“Makanya kami Pemda Muratara mengirimkan 360 murid ke pulau jawa, “kata Bupati Murarara H. M Syarif Hidayat, Kemarin.


Dengan harapan kedepannya lebih banyak lagi. Kebanggaan bagi orang Muratara melihat anak anak yang dikirimkan sudah banyak yang hafal alqur’an dan hadis.


“Beberapa waktu yang lalu, saya bersama jajaran yang lain sengaja datang ke madura guna melihat anak anak yang kita kirim. Ternyata banyak sekali perubahan, ada yang sudah hafal alqur’an 12 jus, hadist, pasih berbahasa, baik bahasa arab maupun bahasa inggris,”jelas Syarif Hidayat.


Tidak hanya itu, pemda Muratara telah memberikan hak hak yang hidup dan layak bagi Suku Anak Dalam (SAD) layaknya manusia yang lainnya.

Mulai pembangunan gedung tempat tidur, pemberian pakain, makanan hingga pendidikan secara gratis.
“Mereka juga manusia, sama seperti kita. Mereka layak memiliki hak yang sama seperti manusia lainnya. “katanya.


Disisi lain, Taufik said pemuda pancasila mengatakan, mensuport dan membantu sepenuhnya yang sudah dilakukan pemerintah. Karena yang dilakukan misi kemanusiaan.

“selaku pemuda, ayo kita sama sama mendukung misi dan misi pemerintah kita.”Utaranya singkat.(Hamkam)
Share:

Kamis, 10 Januari 2019

Kunjungi RSUD Rupit, Sekda : Pelayanan Sudah Bagus




MUARARUPIT MSM.COM - Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Rawas Utara H Zainal Arifin menilai, pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit sudah baik. Kendati demikian, ia mengharapkan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pasien.

Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke RSUD Rupit, Kamis (10/1). Kunjungan dirinya ke RSUD Rupit yang didampingi Kasubag Humas dan Protokol Indrayani guna silaturahmi sekaligus mengecek pelayanan di RSUD Rupit.

“Kunjungan kita hari ini untuk melakukan silaturahmi dengan para dokter dan juga pasien. Sekaligus untuk mengecek pelayanan di RSUD Rupit ini” ungkap H Zainal Arifin.

Ia  juga meminta kepada seluruh petugas kesehatan di RSUD Rupit untuk melayani setiap pasien yang datang dengan selalu menerapkan 3S, yaki Senyum, Sapa dan Salam.

Menurut Sekda, cara tersebut merupakan salah satu sugesti bagi pasien untuk mempercepat proses penyembuhan. Begitu juga bagi keluarga pasien sendiri. “Sekali lagi untuk pelayanan saat ini sudah bagus dan bersih” tukasnya. (MJ).
Share:

Rabu, 09 Januari 2019

Warga Sri Jaya Makmur Keluhkan Jalan becek



 
MURATARA, MSM.COM -Warga desa Sri Jaya Makmur, Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara keluhkan buruknya jalan ke desa mereka.

Mulai tahun 1985 jalan di desa tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan dari Pemda Muratara seperti pegerasan jalan mengunakan batu seperti /koral dan aspal siram.

Warga setempat Maspurka (42) menceritakan, kalau hujan   ini  jalan sangat becek  licin dan berisi genangan  ari, sering  pengandara roda dua yaitu motor mengalami,kecelakaan. Sebab selain becek juga banyak lobangnya.

"Karena bayaknya jalan yang berlobang dan berisi genangan air, membuat pengendara sering terjadi kecelakaan di tamba, licinnya jalan," ungkap nya.

Kita harapkan kepada pemerintah  Kabupaten   semoga jalan kami ini  diperbaiki secepatnta, karena jalan ini ada di tengah permukiman warga , Jalan ini sangat di butuhkan masyarakat untuk kepasar, ke desa sebelah.

"Jalan  ini belum perna mendapatkan perbaikan sejak tahun 1985 warga kami desa ,mengadakan perbaikan bersama  seperti membuka genangan air dengan cangkul,supaya jalan ini masih bisa di lewati," pungkasnya. (Hamkam).
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog