Jumat, 03 Mei 2019

Dengan Tema Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Budaya. Hardiknas di Kabupaten Muratara Berjalan Khidmat



MURATARA MSM.COM - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 di Kabupaten Muratara berlangsung khidmat. Upacara peringatan Hardiknas yang diikuti seluruh kepala sekolah, guru dan siswa, Kepala OPD dan unsur pemerintahan Kabupaten Muratara dan tamu undangan lainnya, berlangsung di halaman kantor Pemkab Muratara, Kamis (2/5).

Bertindak selaku pembina upacara Bupati Muratara HM Syarif Hidayat. Sedangkan inspektur upacara Barbara, sementara bertindak selaku pemimpin upacara Kepala Dinas Pendidikan Sukamto.

HM Syarif Hidayat yang membacakan amanat Menteri Pendidikan RI menyampaikan, Hardiknas yang jatuh pada setiap tanggal 2 Mei diambil dari kelahiran Ki Hajar Dewantara, tokoh nasional sekaligus bapak pendidikan nasional.



"Kita juga bersyukur bahwa Indonesia sudah berhasil melalui tahap Pemilu serentak 17 April lalu. Dilihat dari sudut pandang pendidikan, Pemilu harus menjadi pelajaran bagi setiap warga negara. Karena proses belajar pada hakekatnya merupakan momentum perubahan tingkah laku menuju kedewasaan, khususnya kedewasaan dalam berdemokrasi. Terbentuknya warga negara yang demokratis, merupakan tujuan pendidikan nasional" kata Bupati.

UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 13 menyebutkan, tujuan pendidikan nasional adalah mengutamakan potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.



"Adalah hal yang lumrah dalam konteks demokrasi meninggalkan jejak - jejak konstitual yang bisa menimbulkan keretakan bahkan perpecahan. Dalam momentum seperti ini, tanggung jawab nasional kita dipertaruhkan untuk menjaga aset bangsa yang tak ternilai harganya yaitu semangat kerukunan, persaudaraan dan persatuan" sambung Bupati.

Masih kata Bupati , disektor pendidikan, Kemendikbud RI telah memberikan perhatian khusus pada pendidikan terluar, terdepan dan tertinggal. Bahkan memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak - anak Indonesia yang belajar diluar batas negara.

"Sejalan dengan tema Hardiknas tahun ini adalah menguatkan pendidikan, dan memajukan budaya mengandung pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan yang menciptakan ekosistem yang sarat dengan nilai dan pengalaman. Budaya membingkai sumber daya yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan" kata Bupati.

Dalam perspektif Kemendikbud, pembangunan SDM menekankan pada dua penguatan, yakni pendidikan berkarakter dan penyiapan generasi yang terdidik, terampil, dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pendidikan berkarakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empati, sopan santun, tanggung jawab serta berbudi luhur. Sementara ikhtiar membekali keterampilan kecakapan serta penanaman penjiwaan.

Hadirnya revolusi industri telah mempengaruhi cara hidup, bekerja dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat mempengaruhi pola pikir, prilaku dan karakter. Untuk itu, peserta didik harus mempunyai karakter dan jatidiri bangsa.

Perubahan global yang bergerak cepat dan pesatnya perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan oleh sekolah dan guru untuk menerapkan teknologi berbasis digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tripusat pendidikan yakni keluarga, sekolah dan masyarakat.

"Kita juga tidak menutup mata, dalam berbagai keterbatasan masih ada proses pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Tanah air kita masih dihadapkan komplotitas masalah guru dan tenaga pendidikan" kata Bupati. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog