Rabu, 26 Juni 2019

Terpilih Secara Demokrasi, Indra Yani Jabat Ketua Pemuda Pancasila




MURATARA MSM.COM - Indra Yani resmi terpilih secara demokrasi sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Muratara masa bakti 2019-2023.

Seketaris Umum MPW Pemuda Pancasila (PP)  Sumsel, Yanharis mengatakan, terpilihnya Indra Yani sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muratara melalui Sidang Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II Pemuda Pancasila Muratara, Sabtu (22/06), di Seketariat PP Muratara.

“Terpilihnya beliau sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Muratara melalui  pemilihan secara langsung dengan dua kandidat maju sebagai calon Ketua PP Muratara, yakni Taufik Said dan Indra Yani. Dari hasil Muscab tersebut terpilih sebagai ketua PP Muratara 2019/2023 Indra Yani. Dan alhamdulillah terlaksana dengan lancar" katanya.

Terkait hal itu, dirinya berpesan kepada ketua serta pengurus MPC yang baru saja terpilih agar segera melakukan konsolidasi baik ditingkat internal maupun eksternal.

Bahkan dirinya mengatakan, bahwa dalam menjalankan organisasi ada tiga hal yang diutamakan. Pertama konsolidasi membentuk struktur pengurus, dari pimpinan anak cabang ke ranting. Kedua konsolidasi registrasi, dan terakhir konsolidasi personil.

Sementara itu, Ketua MPC PP Muratara, Indra Yani, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berjanji akan menjalankan program PP yang belum secara maksimal dan menyusun struktur kepengurusan PP yang selama ini vakum dan kurang aktif.

Ditambahkanya, untuk membangun jaringan keorganisasian pemuda pihaknya juga akan koordianasi dan komunikasi dengan ormas-ormas di Muratara. Tujuannya untuk sinergitas organisasi.

"Kedepan  mari kita kokohkan persatuan, jalin kebersamaan, bangun sinergii dan kita wujudkan PP Muratara  berkemajuan. Dan berharap PP Muratara harus menjunjung  tinggi nilai-nilai ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang beradap, menjaga  kesatuan dan menjunjung  tinggi  nilai  keadilan  bagi seluruh  rakyat," tutupnya. (MJ)
Share:

Berlangsung Selama 10 Hari, Kemenag Muratara Tutup Kegiatan Manasik Haji



MURATARA MSM.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muratara H Ikhsan Baijuri menutup kegiatan bimbingan manasik haji di Mashid Syuada, Rabu (26/6).

Kegiatan dan bimbingan manasik haji tersebut sudah berlangsung selama 10 hari, dimana 8 hari dilaksanakan di kecamatan, sedangkan sisanya 2 hari bimbingan manasik haji tingkat kabupaten.

H Ikhsan Baijuri melalui Kasi Haji dan Umroh Muhamad Ali mengatakan, pelaksanaan manasik haji ditingkat kecamatan terbagi menjadi 2 zona. Untuk zona 1 yakni untuk Kecamatan Rupit, Karang Jaya dan Karang Dapo.  Sedangkan zona 2, untuk kecamatan Rawas Ulu, Ulu Rawas dan Kecamatan Nibung. Sementara untuk kecamatan Rawas Ilir, tidak ada ada JCH.


Ditambahkannya, manasik haji dikuiti oleh 127 jamaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 pada keberangkatan gelombang kedua. JCH kloter 15 ini dijadwalkan dijadwalkan sudah masuk asrama haji pada 21 Juli mendatang. Sedangkan keberangkatan selang satu hari, yakni tanggal 21 Juli 2019. Sedangkan dari kabupaten Muratara, jamaah haji sudah harus berangkat pada 19 Juli 2019.

"Kita himbau kepada seluruh JCH untuk hati - hati dalam perjalanan, terutama barang - barang jangan sampai tertinggal. Hindari hal - hal yang tidak kita inginkan, dan jaga nama baik Kabupaten Muratara" harapnya (MJ).
Share:

Dinas Ketahanan Pangan Gelar Lomba Cipta Menu B2SA



MUARA RUPIT MSM.COM-Pemkab Muratara melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di aula Siti Rahma, Selasa (25/6). Lomba tersebut digelar dalam rangka Hari Ulang Tahum (HUT) Kabupaten Muratara ke-6.

Selain Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, hadir pula ketua TP PKK ny.Lia Mustika Syarif, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Emilia, para camat, ibu - ibu PKK, para kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya HM Syarif Hidayat menjelaskan, berdasarkan UU No 18 tahun 2012 tentang pangan mendefinisikan bahwa pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati, produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan  perairan dan air.

Baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia.  Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengelolaan dan atau pembuatan makanan atau minuman.

"Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhan merupakan bagian Hak Azazi Manusia yang dijamin didalam UUD 1945 sebagai kompenen dasar untuk mewujudkan sumberdaya daya manusia yang berkwalitas. Oleh karna itu makanan yang kita konsumsi harus beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) tentunya makanan tersebut harus halal" jelas Bupati.
Ia memaparkan, B2SA mengandung pengertian yakni Beragam  artinya makanan diproleh dari beragam sumber baik hewani maupun nabati.  Karena tidak satu  makanan yang mengandung zat gizi yang lengkap dibutuhkan oleh tubuh.

Bergizi artinya makanan mengandung zat gizi makro yaitu karbohidrat protein dan lemak serta zat gizi mikro yaitu vitamin dan mineral. Sementara itu, seimbang artinya jumlahnya harus sesuai dengan kebutuhan. Serta yang terakhir adalah aman, artinya makanan bebas dari cemaran bahan kimia, fisik dan biologi.

"Lomba cipta menu B2SA bertujuan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, mendorong kreativitas masyarakat khususnya ibu  rumah tangga dalam menciptakan menu dari bahan pangan lokal, serta membiasakan keluarga untuk menkonsumsi makanan beragam bergizi seimbang dan aman untuk kebutuhan sehari hari dengan manfaatkan potensi pekarangan sebagai sumber pangan keluarga" paparnya.

Ia berharap, dengan adanya lomba ini dapat membangkitkan kembali menu makanan lokal yang ada di Muratara serta melakukan inovasi terhadap produk pangan lokal yang terdapat sekitar lingkungan sekitar. Sehinggah ketergantungn beras sebagai bahan pangan pokok sumber karbohidrat mayoritas masyarakat dapat ditekan.

Dilanjut orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini,potensi besar pangan lokal sebagai sumber karbohidrat non beras yang ada di sekitar tersedia hampir diseluruh wilayah Muratara, baik yang terdapat dipekarangan, perkebunan, tegalan maupun ladang.


Namun, potensi besar itu sampai saat ini masih dipandang sebelah mata. Sehingga kurang diperbadayakan sebagan pangan lokal alternatif non besar, seperti jagung, suku, ubi kayu, ubi jalar kentang dan lain sebagainya.

"Saya berharap, dengan festival ini akan berdampak positif terhadap peningkatan nilai tambah produk makanan. Meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan industri rumahan dan akhir akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat" harapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Muratara Bunda Lia Syarif usai lomba mengatakan, lomba ini akan dijadikan bekal persiapan pada lomba tingkat provinsi.


"Makanya ada pemenang tadi kita buat kategorinya. Karena nanti apabila mengikuti ajang ditingkat provinsi, mereka tidak akan membawa nama kecamatan lagi, melainkan sudah membawa nama Kabupaten Muratara. Jadi tujuannya, agar para ibu bersatu dan saling bahu membahu dan saling melengkapi" tutupnya. (MJ).
Share:

Selasa, 25 Juni 2019

Harga Karet Anjlok, Wabup Muratara Kirim Pesan ke Staf Khusus Kepresidenan




MURATARA MSM.COM- Guna menanggapi anjloknya harga getah karet rakyat di Indonesia pada umumnya, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) khususnya, secara resmi Wakil Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni kirimkan pesan kepada staff khusus presiden ditujukan pada Presiden RI, Joko Widodo.

"Melalui pesan ini saya sampaikan kritik dan masukan ke Presiden. Dengan harapan melalui organisasi staff khusus Presiden RI," kata H. Devi Suhartoni.

Dimana pesan tersebut, berkaitan dengan produktifitas karet nasional Indonesia yang kalah dengan thailand dan malaysia. Dari beberapa Presiden terdahulu sampai Pak. Jokowi, tapi satupun tidak serius. Setiap pertemuan ASEAN, diskusi karet rakyat.

"Jika seperti ini terus karet alam Indonesia akan punah. Dengan alasan, Pemerintah pusat dan Daerah tidak mengangarkan secara serius baik untuk pendidikan petani maupun bantuan yang benar," ujarnya.

Karena hal itu, berdasarkan program pembukaan lahan tidak produktif bantu rakyat dengan alat mekanis seperti excavator, dozer. Untuk pembukaan lahan. Kemudian petani karet dari sekian keturunan di Indonesia tidak dibina, tidak dibantu dengan benar hanya jadi ladang politik dan para pejabat cari duit buat korup.

Bahkan dirinya sampaikan, agar pemberhentian pemberian bibit jika tidak dibuka lahan, Beri pupuk subsidi, Buat team nasional revatilisasi kebun dan kepala daerah harus anggarkan 20% dari APBD guna membantu masyarakat dan diawasi ketat oleh KPK, BPK harus objective pemeriksaan.

"Hentukan kepala daerah gubernur, bupati kasih izin perkebunan ke korporate. Karena hal ini dapat memiskinkan rakyat dan kedepan semua jual tanah ke korporate perkebunan. Pabrik karet harus buat comdev (commoditas development) bantu pembukaan lahan dan bantu bibit serta bantu Pupuk dan bantu tenaga ahli untuk petani," ujarnya.

Selain itu, Kurangi export dan buat hilirisasi dalam negeri. Karena  rakyat Indonesia yang petani karet ada puluhan juta. "Saat ini menyerah dengan keadaan karena tidak ada keseriusan secara Nasional seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia," ingatnya.

Orang yang dikenal dengan HDS itu, juga menyampaikan dalam pembicaraan kedaulatan pangan Nasional tetapi perlu diingat kita perlu sumber ekonomi untuk membeli pangan, yang berdaulat pangan kalau daerah mereka ada irigasi bagaimana dengan yang tidak?, tanyanya.

Bahkan diakhir kalimatnya, dirinya berpesan kepada Ketum membawak ini dan bisikan ini ke Presiden agar periode ke 2 ini memperhatikan karet alam dan rakyat petani karet difikirkan serius dan jangan percaya masukan dari GAPKINDO mereka pengusaha tidak mengerti susahnya rakyat petani karet. Karena karet tidak ada harga dari tahun 2012 sampai saat ini turun terus harganya. Dimasyarakat average price/rata rata harga Rp5000/kg.

"Dan saya siap jadi team secara Nasional, dan memberi masukan komprehensive, kasihan petani karet di Indonesia, jika tidak diselamatkan maka kita termasuk yang menghilangkan generasi berkwalitas kedepan karena kemiskinan terstruktur untuk petani karet, mereka sangat perlu pertolongan pemerintah pusat kebijakan secara nasional dan serius," imbuhnya. (MJ)
Share:

Gubernur Sumsel Buka Langsung PEDA KTNA Ke-XIII




MUSI BANYUASIN MSM.COM - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru, buka langsung Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) XIII di Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (24/6).


Dalam pidatonya Gubernur Provinsi Sumsel, H Herman Deru mengaku panitian KTAN Provinsi Sumsel tidak salah memilih Muba sebagai tempat pelaksanaan Peda.


"Dengan even ini diharapkan sapat meningkatkan promosi Kabupaten Muba ditingkat Provinsi Sumsel,"ucapnya.


Dijelaskannya, Herman Deru kalau produkai pangan di Sumsel pernah berduka 2017, penurunan 200 ribu ton kurang, alam dalam kondisi ekstrim.


Harapannya, kedepan ada peningkatan produksi pangan, untuk itulah kepada seluruh petani yang tergabung dalam Peda harus dapat membuat rumusan pada peda tahun ini.


"Saya ingin para petani yang tergabung dalam KTNA, memanfaatkana Peda dengan berdiskusi, belajar dan gelar tekhnologi serta menemukan rekomendasi kepada pemerintah daerah atau Pemerintah Provinsi Sumsel yang  terkait kepentingan petani," pesannya.

Herman Deru juga menyampaikan selamat atas penghargaan yang barusan diberikan oleh Ketua KTNA Nasional.


"Selamat kepada Bupati Muratara, yang telah menerima penghanugerahaan oleh KTNA Nasional,"Kata Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat menyampaikan pidatonyan sebelum membuka Peda KTNA Ke - XIII.


Penghargaan lencana emas yang diberikan oleh KTNA Nasional membuktikan para kepala daerah  merupakan sosok pemimpin yang memperhatikan petani.


"Penganugrahan lencana emas ini sebagai  penghargaan KTNA Nasional kepada kepala daerah yang peduli terhadap petani dan nelayan,"Tutur Herman Deru.


Sementara itu, Menteri Pekertanian RI, yang diwakilli oleh Badan Litbang Kementan, Dr. Fajri Jufri dalam pidatonya menyampaikan melalui Peda ini diharapkan termotivasi dalam pencapaian dan evalusi dalam meningkatkan hasil pertanian menunu lumbung pangan 2045.


"Walaupun anggaran pertanian turun tapi peningkatan ekspor terus naik," kata dia.


Ketua KTNA Nasional, Winarno Tohir dalam pidatonya, bersyukur Peda terlaksana dengan baik dan persiapan Pekan Nasional (Penas) ke XVI pada Juni 2020 mendatang  di Sumatera Barat.


"Penas sudah dilaksanakan selama 15 kali, pertama kali tahun 1971 dan untuk Sumsel dilaksanakan  tahun 2007 lalu, dan bila Provinsi Sumsel ingin kembali menjadi tuan rumah Penas, maka silahkan usulkan pada Penas di Sumbar nantinya," kata dia.


Winarno Tohir berpesan kepada peserta Peda memanfaatkan peda untuk meningkatkan ilmu pengetahuan sesama peserta, sehingga untuk menjadi semangat baru dalam meningkatkan hasil pertanian didaerah masing-masing.


Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan KTNA Nasional kepada dirinya.


Manurut HM Syarif Hidayat penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam hal ini KTNA Nasional dan Kementrian Pertanian RI kepada masyarakat Kabupaten Muratara.


"Lencana emas ini bukan untuk bupati tapi untuk masyarakat Muratara khususnya para petani dan nelayan yang telah menorehkan kontribusi dan prestasi dalam hal pertanian,"Kata HM Syarif Hidayat.(MJ)
Share:

Senin, 24 Juni 2019

Tanggapi Tudingan Kacaunya PL STQH, Ini Kata Plt Sekda Muratara




MURATARA MSM.COM-Adanya tudingan melalui Media Sosial (Medsos) oleh sejumlah pihak mengenai kekacauan pelelangan kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) tingkat provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Kabupaten Muratara. Hari ini, Senin (24/6) Pemkab Muratara memberikan tanggapan resmi dihadapan awak media atas tudingan secara beruntun tersebut.


Plt Sekda Muratara H Zainal Arifin selaku pengguna anggaran kegiatan STQH tingkat provinsi Sumsel tahun 2019 mengatakan,  saat ini banyak penggiringan opini negatif yang dilakukan sejumlah pihak terhadap Pemkab mengenai kegiatan itu. Sehingga menimbulkan paradigma buruk terhadap pemerintah daerah dari masyarakat.


Menurutnya, Penunjukan Langsung (PL) kegiatan STQH tingkat provinsi di Muratara terhadap salah satu pihak rekanan, dilakukan melalui proses yang cukup panjang. Awalnya, beberapa kali pelaksanaan lelang itu gagal dilakukan karena ada polemik diantara para peserta lelang yang dilakukan sejak 19 Maret 2019.


“Kita lelang beberapa kali tapi selalu gagal karena peserta lelang tidak hadir dan ada polemik antara mereka saat itu. Karena waktu pelaksanaan STQH semakin mepet, mau tidak mau kita harus melakukan penetrasi supaya kegiatan tingkat provinsi itu bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya. (MJ)
Share:

HBC Lubuklinggau Mendapatkan "Anggota Baru"




LUBUKLINGGAU MSM.COM- Komunitas HBC (Honda Brio Comunity) mendapatkan anggota baru yakni putri nan cantik pasangan Heri dan Ari Widiastuti yang lahir kemarin.

Mendengar kabar baik, Ketua HBC Lubuklinggau, Sugeng bersama anggota lainnya berkunjung ke rumah Heri bertempat di Wirakarya, (23/6)

"Alhamdulillah ini kabar baik kita, keluarga kita bertambah dengan diberi nama Nisa kebanggaan keluarga om Heri,"ungkapnya kepada koran ini.

Lanjut Sugeng, komunitas yang beranggotakan puluhan ini erat sekali dengan suasana kekeluargaan.

Dikatakannya dengan kehadiran ke rumah om Heri menambah kebahagiaan keluarga yang sedang mendapatkan momongan.

Sugeng mengungkapkan dengan lahirnya sang putri tadi diharapkan menjadi putri yang Sholehah kebanggaan keluarga dan bangsa.

"Atas nama pribadi maupun komunitas saya ucapkan selamat,"ucap Sugeng.


Sugeng menyatakan sebelum kerumah om Heri bersama rekannya kumpul di cafe garbah bertempat di simpang RCA.

Sembari menunggu yang lainnya menikmati kuliner Lubuklinggau yang penuh khas.

Ditambahkan Sugeng, komunitas HBC akan memperkenalkan Kota Lubuklinggau setiap even lokal, regional maupun nasional.

"Kita akan hadir, dan kita akan memperkenalkan Lubuklinggau yang menarik untuk dikunjungi wisatawan di kota Lubuklinggau,"utaranya sembari menyebutkan akan berkunjung ke pulau Bangka bulan sembilan nanti. (LEO)
Share:

100 Orang Peserta KTNA Muratara Diberangkatkan



MURATARA,MSM.COM-Sebanyak 100 peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Muratara diberangkatkan menuju Kabupaten Musi Banyuasin untuk mengikuti Pekan Daerah (PEDA)  ke-XIII mulai 24 Juni hingga 28 Juni 2019, Minggu (23/6).

Titik keberangkatan  di rumah pribadi Bupati Muratara dan dilepaskan langsung oleh Bupati Muratara, H Syarif Hidayat didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Muratara Suhardiman,Muhamad Ali Anggota komisi II DPRD Muratara ,Abdul Rahman Wahid,Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Bupati Muratara,  H Syarif Hidayat mengatakan dalam sambutanya saat pelepasan pesrta PEDA KTNA ke-XIII,dirinya merasa bangga kepada peserta dengan kekompakan dan semangat yang tinggi untuk mengikuti kegiatan PEDA Sumsel


"Saya bangga pagi ini melihat peserta KTNA seragam untuk mengikuti kegiatan,terlihat dengan seragam akan mendapat juara tingkat terbanyak di tingkat Sumsel,"kata Bupati.

Besar harapnya kepada peserta KTNA bisa mengikuti kegiatan dengan semaksimal mungkin demi menjaga baik Muratara Bangkit

"Dengan keberangkatan KTNA utusan Kabupaten Muratara  ini pertama jaga nama baik Muratara,ikuti seluruh kegiatan perlombaan usahakan membawakan hasil yang baik karena ini juga menjadi tolak ukur kita untuk mengikuti  Pekan Nasional (PENAS) tahun 2020 di provinsi Sumatera Barat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara, Suhardiman menjelaskan Jumlah  peserta Kabupaten Muratara akan dikirim sebanyak 100 orang peserta terdiri dari 80 orang peserta utama KTNA plus petani yang berprestasi, kemudian tujuh orang pendamping yang berasal dari kepala UPT Kecamatan,dan ada juga PPL  sebagian nya dari dinas

"Sebelum nya peserta ini sudah diseleksi untuk mengikuti 25 cabang perlombaaan yakni ; Lomba Kelompang Capir,DOD,merangkai buah dan sayur,memipil jagung,mengupas kelapa,merajut jaring,bongkar pasang traktor,memilih kelamin ikan,olahan ikan,olahan pangan,okulasi karet,balap karung,tarik tambang putra dan putri,senam poco poco,gebuk bantal,voly ball putra putri,bekiak,mencabut bulu ayam,memancing,engglang,hadang gelar,gasing,dagongan,panjat tebing.semua tangkai lomba yang siapkan oleh tuan rumah insya allah pesertanya sudah kita siapkan dari Muratara,dan dengan semangat yang tinggi kita optimis bisa membawa nama baik Muratara,"jelas Suhardiman.

Suhardiman  berharap peserta dapat menjaga marwah Kabupaten Musi Rwas Utara dan membawa nama baik Kabupaten Muratara. (Hamkam)
Share:

Kamis, 20 Juni 2019

Tiga CJH Asal Muratara Meninggal


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muratara H Ikhsan Baijuri (kiri) Foto : Hamkam/MSM



MURATARA,MSM.COM-Para Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Muratara melalui embarkasi Palembang sebentar lagi menunaikan ibadah haji. Tapi kabar duka datang dari Desa Tanjung Beringin Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara ada satu calon haji yang sudah dipanggil Allah, Kamis (20/6).

Sehingga Tiga calon jemaah haji (CJH) Muratara yang diketahui meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke tanah suci Mekah Al-Mukarramah,yaitu Zulkipli umur (61) asal Desa  Tanjung Beringin Kecamatan Rupit  meninggal Kamis, (20/06) dan dua orang CJH yakni Komling (65) beserta istri Asia (60)  berasal dari Kecamatan Karang Jaya.


Kepala Kantor Kementerian Agama Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, tiga CJH asal kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit  meninggal dunia setelah masa rilis  atau sudah melunasi Ongkos Naik Haji(ONH).

"Bulan lalu dua orang CJH asal Kecamatan Karang Jaya meninggal dan barusan kita terima laporan CJH asal Desa Tanjung Beringin Kecamatan Rupit," jelas Baijuri.

Sesuai kebijakan Kementerian Agama RI lanjutnya, jika CJH meninggal dunia setelah masa rilis maka diperkenankan untuk diganti oleh salah satu anggota keluarga.

"Jadi sesuai aturan, dua orang asal Karang Jaya sudah di diganti dengan ahli waris yakni anaknya yang menggantikan, kemudian satu yang baru meninggal ini kebetulan kepala urusan haji sedang berada di Palembang sudah di urus dan Insya Allah akan digantikan dengan anaknya atau ahli waris lainya," tutupnya. (Hamkam)
Share:

Tingkatkan Kualitas SDM, Disnakertrans Kirim 16 Peserta ke BLK Bekasi



MURATARA MSM.COM - Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab Muratara melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mengadakan pelatihan dengan mengirimkan pemuda Muratara ke Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah.

Kali ini Disnakertrans kembali memberikan kesempatan kepada 16 orang untuk diberikan pelatihan di BLK Bekasi. Seleksi bagi peserta yang akan ikut pelatihan di lakukan hari ini, Kamis (20/9) di kantor Disnakertrans.


"Jadi hari ini ada seleksi untuk pelatihan pendidikan di BLK Bekasi, dimana dalam pelatihan ini kita mendapat jatah 16 orang. Pendidikan di BLK Bekasi nantinya akan berlangsung selama 1,5 bulan" jelas Kadis Disnakertrans Abdurahman Wahid di ruang kerjanya.


Dikatakannya lebih lanjut, selama menempuh pelatihan di BLK Bekasi para peserta akan mengikuti pelatihan pada program elektronik yang terbagi dalam beberapa jurusan yakni otomasi elektronik, episentrumen dan satelit C serta TIK A khusus program website.


Ia memastikan, selama tahap seleksi, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga siapapun yang lulus, yang bersangkutanlah yang akan diberangkatkan untuk  mengikuti pelatihan di BLK Bekasi sesuai dengan jurusan yang dipilih.


"Pemberangkatan nanti dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berangkat 1 Juli 2019, sedangkan gelombang dua 8 Juli 2019. Khusus untuk jurusan otomasi elektronik dan web programming site berangkat pada 1 Juli 2019. Anggaran selama pelatihan ditanggung oleh pemerintah pusat, anak - anak nantinya tinggal belajar" jelasnya.


Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Muratara sekaligus membuka indeks pembangunan di Muratara sesuai dengan Visi Bupati - Wakil Bupati Muratara yang salah satunya meningkatkan SDM. (MJ)
Share:

Rabu, 19 Juni 2019

Penampilan Tim Kesenian Muratara, Spektakuler #Pukau ratusan penonton Festival Sriwijaya XXVIII



PALEMBANG MSM.COM - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Penampilan tim kesenian asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berikan sajian yang memukau para penonton yang telah memadati di halaman panggung Festival Sriwijaya XXVIII yang berlangsung di Benteng Kuto Besak (BKB), Selasa (18/7).


Penampilan tim kesenian Kabupaten Muratara yang diawali dengan Tari mendulang emas, dimana memberikan gambaran akan mata pencarian masyarakat Muratara khususnya di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Ulu Rawas yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) emas.



Dilanjutkan dengan penampilan lagu yang berjudul Muratara berbenah, dimana Muratara yang baru menginjakkan usia ke enam tahun tentu perlu semangat untuk berbenah dalam mewujudkan Muratara bangkit sehingga setara dengan daerah lain yang lebih dulu berdiri.


Kemeriahan malam festival tersebut tidak hanya itu saja, karena masih ada penampilan puncak oleh tim kesenian, yang merupakan penampilan yang ditunggu-tunggu berupa drama tradisional, yang berjudul" Pancung Mato


Drama yang membawakan cerita legenda akan ritual pemisahan dua kekasih yang memiliki hubungan sedarah yang sudah saling mencintai sehingga terpaksa dipisahkan dengan ritual Pancung mato.



Dengan disaksikan langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat didampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, yang juga Pembina Sanggar kesenian Kabupaten Muratata, Lia Mustika Syarif beserta rombongan menambah semangatnya para pemain asal Muratara.


Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengapresiasi atas penampilan para anak asuh Dinas Budpar Kabupaten Muratara.


"Kita bangga, melihat penampilan adik-adik sekalian, penampilan malam ini sangat memukau para penonton yang berasal dari berbagai daerah,"Kata HM Syarif Hidayat saat bertatap muka dengan tim kesenian Muratara.


Bahkan lanjutnya, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menawarkan untuk membawa tim kesenian tampil di luar negeri.



"Kadis Pariwisata sempat menanyakan Sanggup tidak kalau tampil ke jepang,"ucapnya.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini, bepesan kepada Disbudpar untuk dapat membina dan mengasah akan kemampuan para pemain kesenian.


"Mereka ini potensi, sehingga harus terus dibina dan dilatih, agar lebih baik  sehingga mampu mengharumkan nama baik Muratara,"Sebutnya


Sementara itu, Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara, yang juga Ketua Pembina Sanggar kesenian Kabupaten Muratata, Lia Mustika Syarif juga  menyampaikan rasa bangganya atas penampilan anak-anak tim kesenian yang telah berupaya semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik pada festival malam ini.


"Kami yakin dengan potensi yang dimiliki oleh adik-adik, kedepan kesenian Muratara dapat menjadi wahana dalam mengenalkan Muratara baik ke tingkat provinsi, nasional bahkan ke pentas internasional," Kata Lia Mustika Syarif sembari memberikan masukan akan kosa kata yang perlu diperbaiki khususnya bagi penyanyi lagu daerah.


"Terima kasih karena sudah tampil dengan maksimal, selamat pulang kembali ke Muratara berkumpul kembali dengan keluarga di rumah masing-masing,"pesan Lia Mustika Syarif.


Usai penampilan, para pemain dan pembawa acara foto bersama Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dan Ketua TP PKK, Lia Mustika Syarif didampingi Kadisbudpar Kabupaten Muratara,Titin Martini dengan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal.


Dilanjutkan dengan penyerahan plakat cindera mata oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal kepada Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat.(MJ)
Share:

Selasa, 18 Juni 2019


Share:

6 Guru dan Kepsek Ikut Seleksi Guru Berprestasi dan Berdedikasi



MURATARA MSM.COM - Sebanyak 6 tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari guru dan Kepala Sekolah se Kabupaten Muratara mengikuti seleksi guru berprestasi dan berdedikasi.

Seleksi guru berprestasi dan berdedikasi tersebut, berlangsung di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Satria Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit, Selasa (18/5).


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara H Sukamto mengatakan, untuk kategori dedikasi diperuntukan bagi sekolah yang berada di daerah terpencil. Seyogyanya kegiatan ini diikuti oleh 8 peserta, namun yang terseleksi hanya 6 peserta.

"Penilaian hari ini sudah ditingkat provinsi, kami hanya memfasilitasi tempat saja. Kami berharap peserta dapat meraih prestasi hingga tingkat provinsi, bahkan sampai ke tingkat nasional" harapnya. (MJ)
Share:

Pembangunan Gunakan DD, Kades Diminta Pasang Papan Informasi



MURATARA,MSM.COM- Camat Karang Jaya, Makmun Habib menghimbau kepada seluruh Kepala Desa (Kades), di wilayah Kecamatan Karang Jaya untuk memasang papan informasi pembangunan yang mengunakan Dana Desa (DD) sebelum melakukan titik nol pembangunannya.

"Utuk pembangunan yang mengunakan DD, Harus ada papan informasi sebelum melakukan titik nol pembangunan, Agar masyarakat paham volume bangunan, dan angaran yang digunakan," ungkap Camat Karang Jaya, Makmun Habib kepada wartawan koran ini.

Selain dari pada itu, lanjut Camat diharapkan Kades bisa mengunakan DD sesuai dengan petunjuk dan teknisnya, jangan sekali-kali menyalakan aturan yang ada. Sebab hal ini sangat bermasalah di kemudian hari.


"Jangan asal bangun. Karena ini akan menjadi masalah  dikemudian hari, Kerjakan sesuai dengan RAB yang ada. Papan informasi harus dipasang.  Sebelum membuat undangan titik nol. Bagi dinas yang berkaitan harus diundang termasuk pihak kepolisian," ujarnya.


Selain itu, Kades harus melibatkan BPD harus ikut andil dalam pembangunan mengunakan DD, sebab BPD itu mitra kerja Kades.

"Kelolah lah DD dengan baik. Apabila anggaran untuk pembangunan fisik sudah pencairan, jangan ditunda-tunda," lintah Camat.


Kita berharap dalam pembangunan mengunakan DD jangan mengambil keuntungan lebih besar. Yang penting aman dan tidak masalah. Bekerja lah sesuai dengan Juknis yang ada, RAB yang ada," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Petani Karet Tewas Diduga Diterkam Harimau




MURATARA MSM.COM - Masyarakat Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara dibuat heboh dengan ditemukannya sesosok mayat perempuan yang diduga tewas di terkam Harimau. Saat ditemukan, kondisi mayat sangat mengenaskan.


Kepala Desa Sungai Jernih, David Haryadi membenarkan adanya kabar tersebut. Ia mengatakan korban bernama Asia Juminten (61) istri dari Agus (70), warga Dusun 2 Desa Sungai Jernih.

Sementara menurut warga yang ikut melakukan pencarian korban, Safari (45) menyatakan, korban awalnya dikabarkan menghilang karena belum pulang ke rumah hingga sore hari dari menyadap karet.

"Menurut keluarga korban, biasanya beliau itu pulang dari menyadap karet sekitar jam lima sore, tapi sampai jam tujuh malam belum pulang," ujar dia.

Akhirnya keluarga korban gelisah dan meminta pertolongan warga lainnya untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi tertelentang dengan kondisi luka yang cukup parah di bagian kepala dan leher.

"Badannya tidak apa-apa, korban hanya mengalami luka di bagian kepala, terus di lehernya juga ada luka seperti dicakar dan matanya pecah," beber Safari yang melihat langsung saat korban ditemukan.

Ia juga meyakini bahwa korban tewas setelah diterkam Harimau, meskipun di lokasi kejadian tidak ditemukan tanda-tanda jejak binatang buas tersebut.

"Kalau melihat lukanya bukan diterkam Beruang, kami yakin sekali itu Harimau, orang-orang warga sini yang sudah berpengalaman di hutan pun juga bilangnya itu Harimau," katanya. (MJ)
Share:

Minggu, 16 Juni 2019

Halal Bihalal HBC Capther Linggau Bangun Kebersamaan




LUBUKLINGGAU MSM.COM-  Komunitas mobil HBC  (Honda Brio Comunity) Lubuklinggau terus mempererat tali silaturahmi dengan menyelenggarakan halal bihalal temu anggota bertempat di Garba Cafe Simpang RCA Lubuklinggau, Sabtu (15/6)

Kehadiran komunitas mobil ini, setidaknya memadati ruangan  Garba Cafe mengingat tak hanya anggota komunitas saja yang hadir namun juga mengikutsertakan keluarga komunitas HBC Chapter Lubuklinggau.

Ketua Komunitas, Mas Sugeng mengungkapkan pertemuan sengaja dilaksanakan seminggu setelah lebaran mengingat beberapa teman HBC pulang kampung.

"Dan Alhamdulillah sudah pada pulang, dan kini kita berkumpul bersilaturahmi dan bermaafan dalam suasana halal bihalal,"ungkap Mas Sugeng sapaan akrabnya.

Sambung Mas Sugeng, dengan adanya halal bihalal ini terus membangun kebersamaan antar keluarga komunitas.

Tambah mas Sugeng, adanya pertemuan ini dapat saling bertukar pikiran antar anggota terkait modifikasi mobil maupun pengalaman mengendarai mobil Honda Brio

"Ya pengalaman berkendara selama mudik menjadi obrolan menarik malam ini, berbagi kebersamaan cerita selama lebaran,"tambah Mas Sugeng.

Mas Sugeng menyatakan pertemuan ini terus dilaksanakan setiap bulannya terus memperat tali silaturahmi. Dalam pertemuan ini dinyatakannya ada juga arisan bulanan anggota.


Mas Sugeng menyampaikan bagi warga Lubuklinggau yang memiliki Honda Brio namun belum bergabung dengan HBC bisa nanti ikut gabung. Lihat di fanpage HBC di Instagram. Banyak hal menarik ketika gabung dengan HBC.

"Bulan 9 nanti kita bakal tour ke Pulau Bangka Munas HBC, banyak kegiatannya salah satunya mengunjungi destinasi wisata Pulau Bangka,"utaranya.

Sementara itu, Nurkholish yang baru bergabung di keluarga HBC Lubuklinggau sangat senang sekali dapat berjumpa dengan kawan-kawan HBC.

"Hubungan kekeluargaan disini sangat erat sekali, kita sudah menganggap kakak adik, saudara,"utaranya.

Pantauan koran ini kehadiran komunitas HBC di Garba Cafe dengan mobil anggota yang sudah dimodifikasi menarik perhatian masyarakat yang melintas.(LEO)
Share:

Sabtu, 15 Juni 2019

Peningkatan Jalan Lama Maur - Terawas Dikerjakan Dari APBD Provinsi



MURATARA MSM.COM-Pengerjaan Jalan poros provinsi mulai dari Desa Terawas-Taba Tinggi-dan Maur Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara tahun ini mulai dikerjakan oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan

Jalan yang sudah lama ditunggu masyarakat puluhan tahun tidak pernah tersentuh bangunan dari provinsi selama ini pemerintah daerah Muratara  tidak bisa mengalokasikan APBD dikarenakan jalan tersebut berstatus milik pemerintah provinsi Sumatera selatan


Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan Darma Budhy mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menganggarkan peningkatan jalan tahun 2019.


"Perbaikan ruas jalan Terawas - Taba Tinggi - Maur,  sudah mulai dikerjakan dengan nilai kontrak senilai  Rp. 15 Milyar rupiah,"tegas Darma Budhy.

Dikatakannya, pengerjaan peningkatan jalan yang di anggarkan APBD Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai 15 milyaran Rupiah tersebut dikerjakan oleh PT.Cemerlang Abadi Nusa.

" Saat ini sedang pekerjaan patching, penutupan lobang lobang yang Besar serta penghamparan batu (agregat),"jelas ia"

Budhy pun berharap kepada masyarakat Muratara untuk bisa bekerja sama dengan baik dalam proses pengerjaan peningkatan jalan tersebut.

"Kita sama sama berharap agar pengerjaan peningkatan jalan ini dapat berjalan sesuai keinginan masyarakat dan sama memonitoring prosesnya hingga menghasilkan kualitas pembangunan yang baik," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Amirul : Saat Ini Realisasi Pajak Daerah Capai 36,13 Persen




MURATARA MSM.COM- Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Muratara, H Duman Fachsyal melalui Kabid PAD Amirul mengatakan peningkatan pajak daerah terus dikejar sampai Desember 2019 mendatang.

Sebab saat ini untuk pajak daerah yang sudah disalurkan baru mencapai 36,13 persen.

"Ya saat ini untuk pajak yang sudah tersalurkan mencapai 36,13 persen, dengan rincian pajak yang dihasilkan dari daerah 10,89 persen, Dana perimbangan 40,01 persen . Pendapatan lainya yang sah 27,36 persen ini terhitung Mei 2019," ungkap Amirul kepada wartawan koran ini.

Namun, sayangnya sambung Amirul, ada juga laporan dana BOS yang belum  disampaikan. Pihaknyapun sudah melayangkan undangan kepihak Disdik Muratara agar segara menyampaikan realisasi dana BOS per 3 bulan sekali.

Bila tidak juga disampaikan, pihaknya akan memberikan teguran dan peringatan. Karena laporan realisasi sangat penting harus disampaikan kepihak Provinsi dan Pusat.

"Target kita harus mencapai 100 persen. Bagi pihak yang belum menyampaikan kepihak kita. Terutama bagi wajib pajak yang belum melunasi pajak yang terhutang untuk segara diselesaikan selambat-lambatnya menimal Desember 2019 mendatang" kata Amirul.

Terutama bagi wajib pajak PBB kerena wajib pajak PBB itu sangat sedikit realisasinya dan segera harus dilunasi. "Kita minta kerja sama yang baik dari pihak Kecamatan, Kelurahan dan Desa," katanya.

Selain itu, bagi Dinas teknis yang mengelolah distribusi daerah untuk lebih serius melakukan kerja sama terhadap pengelolah tertribusi daerah. Terutama retribusi pasar dan IKK sepan.

Karena  potensi kedua retribusi tersebut belum dikelolah secara maksimal oleh Dinas terkait. Sementara untuk realisasi Dana Desa sudah tersalurkan semuanya kedesa masing-masing.

"Kita targetkan pada 2019 ini realisasi Pajak daerah dapat terserap semuanya mencapai 100 persen. Namun tidak bisa kita pastikan realisasinya mencapai 100 persen, kerena ada pihak lain yang ikut dalam realisasi ini mulai dari pemerintah pusat,Provinsi dan ekomoni global" sambungnya.

"Kita harapkan peningkat kesadaran masyarakat untuk bayar pajak semakin baik. Khususnya pajak daerah, sebab pembangunannya kembali ke daerah, semakin besar pajak daerah maka akan meningkat pula kualitas pembangunan di Kabupaten Muratara," pungkas Amirul. (Hamkam)
Share:

Kamis, 13 Juni 2019


Share:

Gelar Acara Halal Bihalal, Ir Suhardiman ; Tingkatkan Semangat Kerja, Tugas Kedepan Semakin Berat





MURATARA MSM.COM - Guna mempererat tali silaturahmi dan saling maaf memaafkan di moment Idul Fitri 1440 H, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muratara menggelar acara halal bihalal di kantor Dispertan , Kamis (13/6).

Halal bihalal yang dihadiri kepala Dispertan, Ir Suhardiman dan seluruh pegawai dan staf Dinas Pertanian dan Peternakan diisi oleh tausiah agama oleh ust. Ali, S.Ag.  Jalannya acara halal bihalal berlangsung dengan penuh keakraban.


Dalam sambutannya, Ir Suhardiman mengatakan, dengan semangat Idul Fitri, dirinya mengharapkan kepada seluruh staf pegawai dan UPTD Dispertan serta para penyuluh lapangan,  dapat meningkatkan semangat kerja.


Dikatakannya,  beban dan tugas kedepan tentu akan semakin berat. Untuk itu perlu terjalinnya sinergitas dan koordinasi lintas sektor. Menghadapi beban tugas yang berat itu, diperlukan koordinasi serta diperlukan pemahaman tentang tupoksi masing - masing guna mencapai berbagai program sesuai dengan target yang telah disepakati.


"Halal bihalal ini merupakan forum untuk saling maaf memaafkan. Kami tentu memerlukan masukan dan koreksi dalam mengambil kebijakan untuk mensukseskan tupoksi kita kedepan" pungkasnya. (MJ)
Share:

Bupati Muratara, Hadiri Serah Terima Pengurus HPP



MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menghadiri serah terima pengurus pimpinan pusat Himpunan Pemuda Perantau (HPP) Muratara sekaligus pelantikan Pengurus Cabang (PC) HPP Muratara Kota Palembang di Aula Siti Rahma RM Sederhana Muara Rupit, Sabtu (8/6)

Acara yang dirangkai dengan halal bihalal lintas organisasi dan tokoh pemuda,  Sekretaris Daerah (Sekda) Muratara H Zainal Arifin, Ketua Bawaslu Munawir, anggota DPRD Muratara Taufik, Kabag Humas Herlan, Kasubag Humas Indrayani, Ketua GAN Muratara Rudihartono dan OPD Muratara.


Dalam sambutannya HM Syarif Hidayat menyampaikan, selama tiga tahun kepimpimannya bersama wakil Bupati H Devi Suhartoni, Kabupaten Muratara yang terbentuk berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2013, tidak lagi dipandang sebelah mata oleh kabupaten lain. Berbagai prestasi, juga sudah diraih oleh kabupaten termuda di Sumsel ini.

"Saya bersama wakil Bupati, tidak tinggal diam dan selalu membangun untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Muratara. Dengan tema mewujudkan masyarakat makmur, adil dan sejahtera, Insya Allah tahun 2021 bisa terpenuhi" paparnya dihadapan HPP Muratara, Jambi, Palembang, Bengkulu dan Sumbagsel.

Lebih lanjut ia memaparkan, prioritas utama saat ini adalah membangun infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan air bersih. Begitu juga dengan listrik, saat ini sudah sampai ke pelosok desa.

"Dibidang kesehatan, puskesmas sudah dibangun dengan standar kesehatan di setiap kecamatan. Masyarakat yang sakit tidak perlu jauh - jauh lagi, cukup ke puskesmas di kecamatan masing - masing. Saya yakin, pemuda pemudi Muratara berani dan pantang mundur untuk terus maju membangun Muratara" kata Bupati.

Dibidang keamanan, Kabupaten Muratara sudah sangat kondusif. Hal itu berkat dukungan dan masukan dari masyarakat. Saat ini sudah banyak investor yang masuk ke Kabupaten Muratara. Sebab, di Bumi Beselang Serundingan ini tersimpan kekayaan alam yang melimpah dan menjadi tambang emas satu - satunya di Sumatera Selatan.

"Di Kabupaten Muratara terdapat minyak, gas bumi, batu timah dan batu bara serta kekayaan alam lainnya. Semua ini jika dikelola secara optimal akan memberikan kemakmuran kepada masyarakat" ungkap Bupati.

Sementara itu, Sekda Muratara H Zainal Arifin menyampaikan apresiasi dengan terselenggaranya acara tersebut. Ia berharap, acara semacam ini dapat diagendakan setiap tahunnya. (MJ)
Share:

Rabu, 12 Juni 2019

Gas LPG 3 Kg Naik Warga Menjerit




MURATARA MSM.COM - Tingginya harga jual gas LPG 3 kilogram ditingkat pengecer dikeluhkan masyarakat Kabupaten Muratara. Harga yang mencapai Rp. 30 ribu pertabung, dimana sebelumnya hanya Rp. 21 ribu membuat sebagian warga menjerit.

"Sudah sejak H-1 lebaran Idul Fitri harga  isi ulang gas ditingkat pengecer naik. Harganya mencapai Rp.30  hingga Rp. 31 ribu" ujar Meri, salah satu warga Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit, Selasa (11/6).

Meri menuturkan, sebelum mengalami lonjakan harga, gas isi ulang LPG 3 Kg terlebih dahulu mengalami kelangkaan sehingga membuat ia menjadi kesulitan mencari tempat untuk melakukan penukaran isi ulang

"Sejak sehari sebelum lebaran gas LPG isi ulang mengalami kelangkaan, baru dua hari terakhir gas isi ulang mudah didapatkan di pengecer, tetapi harganya masih tinggi" tambahnya

Senada, Ermawati, warga desa Noman juga mengeluhkan kelangkaan serta tingginya harga isi ulang gas LPG 3Kg, yang terjadi di desa Noman dan beberapa desa tetangga

"Saya sampai menukarkan gas isi ulang ke desa tetangga, itupun harganya sangat mahal, sedangkan di desa Noman sendiri semua warung pengecer gas LPG mengalami kehabisan stok"sampainya singkat

Sementara itu, Rusdi, Pemilik pangkalan Gas LPG kecamatan Rupit, mengatakan kenaikan hanya terjadi di pengecer, sedangkan di pangkalan Gas LPG tidak mengalami kenaikan,

"Disini tetap stabil harga saya oper ke pengecer tetap Rp.18.000. Namun kalau masalah kelangkaan itu mungkin karena saat lebaran kami tutup sementara sampai dua hari setelah lebaran baru buka kembali, kalau harga tetap stabil" sampainya

Kepala Disperindagkop Samsu anwar, melalui Kabid Perdagangan, Safawi, saat ditemui dirungannya menjelaskan kenaikan Gas LPG sering terjadi setelah hari raya idul fitri, namun kenaikan tersebut tak akan berlangsung lama

"Sama seperti tahun tahun sebelumnya, kan saat lebaran pemilik pangkalan libur lebaran, namun saat mereka buka kembali harga pasti kembali stabil, sekitar seminggu setelah lebaran harga akan kembali normal" jelasnya singkat.(MJ)
Share:

Dua Hari Pasca Libur Lebara, Disdukcapil Muratara Diserbu Warga




MURATARA MSM.COM - Dua hari pasca libur panjang Idul Fitri, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muratara diserbu masyarakat.

Seperti terpantau pada Selasa (11/6) masyarakat terlihat antri untuk membuat berbagai administrasi kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) maupun surat menyurat lainnya.

Memblukdaknya antrian masyarakat tersebut, disebabkan pasca libur panjang dan cuti bersama hari raya idul fitri 1440 H. Rata - rata masyarakat yang datang, untuk membuat e-KTP.


Kepala Disdukcapil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk Firdaus mengatakan, banyaknya masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai administrasi kependudukan terjadi sejak hari pertama kerja.

"Sejak hari pertama hingga hari kedua, antrian tetap membludak. Mungkin ini disebabkan banyaknya masyarakat yang kebetulan mudik, Nah kesempatan itu dipergunakan untuk mengurus surat menyurat" tukas Firdaus. (MJ)
Share:

Senin, 10 Juni 2019

Pimpin Apel Pagi Perdana. Ini kata Bupati Muratara!



MURATARA MSM.COM-Bupati Muratara HM Syarif Hidayat memimpin apel pagi di halaman kantor Pemkab Muratara, Senin (10/6). Usai apel pagi, dilanjutkan dengan halal bihalal.

Apel pagi ini merupakan apel perdana setelah libur hari raya idul fitri. Dimana sebelumnya pemerintah memberikan cuti panjang kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum dan sesudah lebaran.



Dalam arahannya, Bupati mengingatkan, setelah pemerintah menetapkan  cuti bersama selama sekitar 10 hari. Kini saatnya para ASN dilingkungan Pemkab Muratara memulai kembali aktivitas dalam melayani masyarakat.

Bupati menegaskan, sesuai dengan instruksi. Kehadiran para ASN harus dilaporkan ke pusat. Untuk itu, dirinya meminta kepada setiap kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengecek dan mengevaluasi kehadiran bawahannya.

"Saya atas nama pribadi, keluarga dan staf Pemkab Muratara mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin" ucap Bupati.(MJ)
Share:

Minggu, 02 Juni 2019

Tengah Direhab Masjid Taqwa Lubuk Kemang Alami Kebocoran



MURATARA MSM.COM-Pelaksanaan ibadah sholat tarawih dan sholat subuh di masjid Taqwa Dusun IV Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara menjadi terganggu akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (1/6).

Hal itu lantaran atap masjid bocor saat jemaah tengah khusuk menjalankan ibadah sholat tarawih. Begitu juga saat sholat subuh, air sisa hujan semalam masih membasahi beberapa bagian dalam masjid.


Menurut ketua masjid Taqwa, Sahari kebocoran yang mengganggu kenyamanan dan kekhusukan ibadah jamaah masjid, diduga akibat dari kecorobohan kontraktor yang mengerjakan rehab masjid. Padahal, sebelum dilakukan perehaban kondisi atap masjid tak mengalami kebocoran jika hujan.


"Ini karena kontraktor kurang memperhatikan pekerjaan. Yang jelas kami tak bisa menerima kondisi seperti ini. Jika ini dibiarkan terus menerus, maka kami tak segan segan menyetop tukang berhenti mengerjakan masjid ini" ungkap Sahari.


Hal yang sama dikeluhkan Rusli, salah seorang jamaah masjid Taqwa. Ia menuturkan, saat hujan turun pada Sabtu malam ia dan para jamaah lainnya tengah khusus menjalankan ibadah sholat tarawih. Saat itulah air mulai masuk kedalam masjid.


"Karena antara atap dan dak masjid itu terpisah. Sehingga air hujan masuk dan nyaris membasahi seluruh bagian dalam masjid. Jelas kami para jamaah merasa sangat tertanggu" tuturnya.


Demi kenyamanan pelaksaan ibadah, ia dan warga lainnya mengharapkan kepada kontraktor yang mengerjakan rehab masjid untuk segera memperbaikinya.(ZIL)
Share:

Postingan Populer