Thursday, August 1, 2019

Berikan Pemahan dan Pencegahan Pemkab Muratara Gelar Sosialisasi KDRT



MURATARA MSM.COM- Pemkab Muratara melalui Dinas PMD-P3A menggelar sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tingkat Kabupaten Muratara tahun 2019. Sosialisasi yang berlangsung di Hotel 929 Lubuklinggau, Rabu (1/8)  mengusung tema ”Keluarga bahagia, anak gembira”.

Hadiri Bupati Muratara H Syarif Hidayat diwakili Sekda Alwi Roham didampingi istri, Kepala Dinas PMD-P3A Hj Gusti Rohmani beserta staf dan anggota TP-PKK Kabupaten Muratara.



Kepala Dinas PMD-P3A Hj Gusti Rohmani mengatakan, kegiatan sosialisi dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman dan pengertian mengenai KDRT. Selain itu juga memberikan pemahaman ke peserta mengenai pencegahan dan langkah-langkah mengatasi bila terjadi KDRT di lingkungan sekitar.

"Peserta terdiri dari 80 orang berasal dari 7 kecamatan, Forum anak kabupaten, PATBM kabupaten, TP-PKK Kabupaten dan kecamatan, dan DWP Kabupaten. Narasumber dari Kegiatan Kepala PMD-P3A Hj Gusti Rohmani, dan Ketua TP-PKK Muratara Lia Mustika Syarif" jelasnya.



Sementara Bupati Muratara H M Syarif Hidayat melalui Sekda Alwi Roham dalam sambutannya mengatakan, KDRT bukan lagi jadi permasalahan bagi Perorangan dalam Rumah tangga. Namun terlahir menjadi perhatian dari masyarakat halayak banyak

“KDRT bukan permasalahan dari Suami atau istri dalam rumah tangga itu sendiri, namun sudah menjadi urusan Publik,” ungkapnya.



Lanjut Sekda, pihaknya berharap peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan serius agar apa yang sampaikan oleh narasumber dapat dipahami sehingga mampu diterapkan di lingkungannya masing masing. KDRT biasanya terjadi terhadap perempuan dan anak, sedangkan Pemerintah Muratara sangat fokus dengan kegiatan perlindungan terhadap anak.

“KDRT sangat bertentangan dengan program Pemerintah Kabupaten Muratara tentang perlindungan anak, apalagi beberapa waktu lalu Muratara mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten Peduli anak dan Kabupaten layak anak, maka dengan itu kita sangat menekankan. Agar digalakkan kegiatan tentang perlindungan terhadap anak dan perempuan, sehingga kesannya Muratara Nol permasalahan KDRT,” katanya.



Sambung Alwi, dia juga berpesan agar masyarakat dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dapat meningkatkan kesabaran, serta mengutamakan berdialog saat terjadi permasalahan.

“Jangan gegabah, lebih sabarlah dalam berumah tangga, dekatkan diri dan keluarga kepada agama, bila ada permasalahan jangan langsung marah dan memukul rembukan dulu cari solusi terbaik,” pesannya.

Diteruskannya, ia menginginkan agar instansi pemerintah yang menangani tetang perlindungan anak dan perempuan dapat berkerjasama dengan TP-PKK dan organisasi peduli anak dalam mengawasi KDRT di lapangan.

”Bentuk pos pengaduan KDRT di setiap kecamatan, rangkul semua elemen masyarakat agar peduli tentang keluarga yang harmonis, dan peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive