Thursday, August 1, 2019

Ratusan Siswa PAUD dan Orang Tua Ikut Gernas Baku




MURATARA,MSM.COM-Ratusan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)dan orang tua siswa mengikuti acara Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (Gernas Baku) tingkat Kabupaten Muratara, Rabu (31/7).

Gernas Baku yang bertemakan Cerdas Ceria Berwawasan Luas, Mandiri dan Disiplin berlangsung dihalaman Kantor Dinas Bupati Muratara.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) H Sukamto mengingatkan para ibu yang akan mengikuti acara serupa ditingkat provinsi, untuk betul - betul mendidik anak anak mereka dengan baik. Sebab, jika lolos ditingkat provinsi, tahun depan akan ikut ditingkat nasional.

Sementara Bunda PAUD, Lia Mustika Syarif menyampaikan kegembiraannya dengan ramainya ibu - ibu yang hadir. Artinya para orang tua sangat mendukung gerakan anak - anak untuk menjadipintar. Dukungan dari ibu - ibu akan membuat masa depan anak - anak jauh lebih baik, khususnya anak di usia PAUD.


"Ingat, anak diusia PAUD ini tidak boleh disentuh diantaranya muka, dada, paha, kemaluan dan bagian pantan. Ini juga berlaku untuk laki - laki maupun perempuan, kecuali pada dokter pada saat mau berobat dan orang tuanya sendiri" kata istri orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menegaskan, sebagai orang tua dan pemerintah. Harus berupa untuk mencerdaskan anak - anak dan membuat mereka menjadi anak Muratara yang pintar dan sehat.


Bupati mengingatkan para orang tua dan guru PAUD untuk memperhatikan anak - anak. Karena anak yang cerdas mesti didukung oleh tiga unsur, dimulai dari dalam kandungan, usia PAUD dan berlanjut di usia Sekolah Dasar, maka setelah besar menjadi pintar. Disinilah peran orang tua untuk mengajarkan anak untuk membaca.

"Saya dengar masih ada lagi laporan kekerasan terhadap anak, ingat Anak jangan dipukul maka akan dipidakan, apabila ketahuan. Tapi saya yakin dengan ibu PAUD  tidak terjadi hal yang demikian," ujarnya.
Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini mewanti wanti, jangan sampai anak - anak dipaksa untuk ikut mencari uang seperti zaman dulu sekitar 40 tahun yang lalu. Saat itu anak - anak dibawa ke kebun, hal itu tidak boleh terjadi di Muratara. "Didiklah anak anak di PAUD, jauhi anak dari narkoba dan seksual" pungkas Bupati. (Hamkam).
Share:

Postingan Populer

Blog Archive