Friday, October 25, 2019

Intrupsi di Penutup Paripurna DPRD Muratara. Sempat Diwarnai Ketegangan



MURATARA MSM.COM - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Muratara, dalam rangka pengucapan sumpah dan pelantikan pimpinan DPRD periode 2019-2020, Kamis (24/10) sempat diwarnai ketegangan. 


Bermula usai  pengambilan sumpah. Ketua dan wakil ketua yang baru saja dilantik langsung mengambil tempat di kursi pimpinan. Saat hendak menutup sidang, Amri Sudaryono anggota DPRD dari partai Demokrat tiba - tiba meminta izin intrupsi kepada pimpinan rapat.


Dalam intrupsinya, Amri meminta dirinya dilantik sebagai wakil ketua I. Sebab, ia telah mendapat SK dari DPP Partai Demokrat yang ditandatangani langsung oleh ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono. Yang menetapkan bahwa dirinya menjadi wakil ketua I DPRD Muratara masa jabatan 2019-2024.


Bahkan, SK itu ditegaskan lagi oleh DPD Partai Demokrat Sumsel dalam surat pernyataan tentang rekomendasi unsur pimpinan DPRD Muratara. Namun, SK dari DPP Partai Demokrat itu, kata Amri, dianulir oleh surat DPC Partai Demokrat Muratara yang menyatakan Sukri Alkap sebagai wakil ketua I.


"Saya yang harus dilantik sebagai Wakil Ketua I, tapi surat dari DPP dianulir oleh surat dari DPC, ini tidak masuk logika pimpinan," tegas Amri dengan nada keras sambil mengayunkan tangan.


Interupsi Amri Sudaryono yang lantang dan bersuara keras itu membuat pimpinan rapat paripurna, Efriyansyah juga mengeluarkan suara yang tak kalah kerasnya


"Saya tanya, tinggi surat ketua umum partai politik atau tinggi undang-undang, kalau mau bicara aturan. Kami menghargai Partai Demokrat, silahkan selesaikan dulu di internal partai," kata Efriyansyah.

Ia menegaskan, pihaknya tidak ada kepentingan sama sekali dalam permasalahan sengketa penetapan Wakil Ketua I DPRD Muratara dari Partai Demokrat tersebut.


"Silahkan selesaikan dulu secara kepartaian, masalah ini tidak ada urusannya dengan pimpinan dan sekretariat DPRD, kami hanya menjalani aturan yang ada," tegas Efriyansyah lagi.

Ia mengatakan, dalam organisasi kepartaian itu ada aturan, serta logika dan etika berpartai, sehingga harus dilakukan perembukan terlebih dahulu sebelum menentukan pimpinan DPRD.


"Selesaikan dulu lah, tidak usah berdebat, kalau internal partai kalian sudah selesai, ada suratnya masuk ke sekretariat siapa yang akan menjabat Wakil Ketua I, besok saya lantik," ujar Efriyansyah.

Amri Sudaryono dan Efriyansyah terlihat saling bentak hingga membuat para tamu undangan yang hadir pada acara pelantikan pimpinan DPRD Muratara tersebut gemeteran.


Anggota DPRD lainnya yang juga dari Partai Demokrat, Muhammad Ruslan mencoba menenangkan suasana yang tegang di dalam ruangan rapat paripurna DPRD itu.
Ruslan menyampaikan, permasalahan sengketa penetapan Wakil Ketua I DPRD Muratara dari Partai Demokrat tersebut tidak akan selesai jika dengan emosional.


"Menyelesaikan masalah ini tidak bisa dengan emosi, melainkan dengan komunikasi, kita ini wakil rakyat, malu kita dengan rakyat kalau begini, mari kita selesaikan dengan bijaksana," katanya.


Terakhir sebelum rapat paripurna ditutup, pimpinan rapat, Efriyansyah mencoba menenangkan para tamu undangan agar tidak terkejut dengan suasana pelantikan pimpinan DPRD pada hari ini.

"Bapak ibu tamu undangan jangan terkejut, inilah dinamika rapat paripurna, tidak apa-apa, kami baik-baik saja, kami mohon maaf jika apa yang terjadi tadi membuat bapak ibu terkejut," katanya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive