Saturday, December 14, 2019

Hadapi MTQ Tingkat Kecamatan. Rawas Ulu Bersama LPTQ Gelar Pembinaan Santri Alquran




RAWAS ULU MSM.COM - Guna mempersiapkan MTQ tingkat Kecamatan, Pemerintah Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara. Bekerja sama dengan LPTQ Kecamatan melakukan pembinaan santri Alquran, Sabtu (6/12).


Kegiatan yang digelar di aula Kantor Kecamatan Rawas Ulu, mengusung tema "Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Menjadikan Generasi Muda Mudi yang Islami". Menghadirkan dua orang nara sumber yakni Ustad Taufik Efendi dan Teguh Sukron.




Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, dihadiri Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir. Lurah Pasar Surulangun, Arodie, Kepala Desa Simpang Nibung Rawas, Abdul Wahid. P2UKD, pendamping santri dan guru ngaji, staf kantor kecamatan dan peserta pembinaan.



Dalam arahan singkatnya, Camat Rawas Ulu mengharapkan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik. "Ini merupakan acuan untuk menghadapi MTQ yang akan datang di kecamatan Rawas Ulu" kata Abdul Kadir.


Sementara, Teguh Sukron dalam pemaparannya mengingatkan kepada para peserta, untuk terus meningkatkan ilmu agama. Kemudian mempersiapkan diri guna menghadapi MTQ tingkat kecamatan.


"Persiapkan diri sebaik mungkin. Kami telah mempersiapkan 10 cabang yang akan diperlombakan" ungkap Teguh Sukron.


Diantaranya, tilawah anak dengan usia maksimal 14 tahun. Tilawah tingkat remaja untuk usia maksimal  24 tahun. Tilawah Dewasa usia maksimal 40 tahun. Tartil anak dengan usia maksimal 12 tahun.





Tahfiz 1 juz disertai tilawah, kaligrafi yakni golongan naskah dan kontemporer. Syahrir Qur'an atau ceramah hanya 3 orang dengan rincian pembaca ayat suci Alqur'an, pembaca sari tilawah dan penerjemah.


"Sementara untuk adzan Subuh ada dua golongan yang dilombakan yakni tingkat anak - anak dan remaja. Selain itu cabang sholat jenazah, tiap tim berjumlah 7 orang, boleh laki - laki boleh juga perempuan" paparnya.




Ditempat yang sama, Ustad Taufik Efendi mengungkapkan, kedepan akan ada program dari Gubernur Sumsel yakni satu desa satu rumah tahfiz. Untuk itu ia berharap, Kecamatan Rawas Ulu bisa menjadi kota santri.


Untuk mewujudkan hal itu, hal pertama yang mesti diperhatikan, salah satunya, para guru ngaji harus memiliki trik dan teori yang tepat ketika memberikan materi agar cepat diserap oleh para peserta didik.






"Dalam waktu singkat minimal sudah bisa menghafal huruf hijaiay. Dan juga setiap anak berbeda karakte. Jadi kita mesti mensiasati bagaimana anak bisa menyamakan dengan teman yang lain dalam menerima materi yang kita sampaikan" terangnya. (ZIL)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive