30 April 2020

Tingkatkan DBH Provinsi ke Kabupaten Muratara. Dispenda Data Kendaraan Bermotor Luar Daerah



MURATARA MSM.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Muratara mendata seluruh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat luar daerah yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muratara.

Pendataan itu dilakukan guna meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) dari provinsi Sumatera Selatan ke Kabupaten Muratara. Menindaklanjuti surat Kepala UPTB Pengelolaan Pendapatan Daerah wilayah Muratara Bapenda provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Bapenda Kabupaten Muratara, Efendi Aziz mengatakan, pendataan itu  dilakukan untuk melihat potensi kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil yang ada di Kabupaten Muratara yang berasal dari luar daerah, namun beroperasi di wilayah Bumi Beselang Serundingan.

Menurutnya, potensi pajak dari kendaraan bermotor cukup besar. Tahun ini saja, DBH provinsi Sumatera Selatan ditargetkan sebesar Rp. 50, 6 Milyar. Dengan target yang cukup besar, menjadikan sektor pajak kendaraan bermotor perlu didata untuk meningkatkan DBH dari provinsi ke Kabupaten Muratara.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Bapenda Sumsel, bagaimana meningkatkan DBH tentunya dengan Database yang akurat kendaraan roda dua dan roda empat yang ada di Kabupaten Muratara" terangnya, Kamis (30/4).

Dia mengatakan, dari pendataan yang dilakukan, selanjutnya pihak Samsat provinsi Sumsel akan memverifikasi. Hasil verifikasi akan dijadikan bahan dalam pembagian DBH dari provinsi ke kabupaten Muratara. (MJ)







Share:

Muratara Akan Berikan Bantuan Biaya Pendidikan. Sukamto : Diprioritaskan Mahasiswa Yang Tidak Mampu




MURATARA MSM.COM - Ditengah Pandemi Covid-19, Pemkab Muratara mengeluarkan kebijakan dengan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa.


Bantuan biaya pendidikan dikhususkan bagi mahasiswa program Strata I dan Diploma III yang sedang menempuh pendidikan, baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta asal Muratara yang terdampak selama wabah Covid-19.


Kepala Dinas Pendidikan, H Sukamto kepada awak media, mengatakan, bantuan biaya pendidikan itu nantinya akan diberikan kepada 500 mahasiswa. Yang menjadi prioritas merupakan mahasiswa yang tidak mampu dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu dari pemerintah setempat.


"Jadi yang belum masuk prioritas adalah mahasiswa yang sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti program Bidik Misi dan beasiswa Afirmasi" terang H Sukamto, Kamis (30/4).


Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, mahasiswa asal Kabupaten Muratara yang sedang menempuh pendidikan ada sekitar 3.000 mahasiswa. Sedangkan bantuan hanya diperuntukkan bagi 500 mahasiswa.


Untuk itu, sambungnya, seluruh berkas yang  masuk nantinya akan verifikasi. Jika sesuai dengan kriteria dan memenuhi persyaratan yang ditentukan, yang bersangkutan akan menerima bantuan pendidikan setiap bulannya, selama pandemi Covid-19.


Seperti diketahui sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara mengeluarkan edaran bantuan pendidikan mahasiswa Muratara yang terdampak Covid-19. Dengan persyaratan  antara lain fotocopy Kartu Keluarga harus asli Muratara.

Pengumpulan berkas mulai tanggal 28 April hingga 8 Mei 2020, di Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara. (MJ)
Share:

28 April 2020

Pemkab Mura Terima Bantuan APD dari PT Djuanda Sawit Lestari




MUSI RAWAS MSM.COM- Sebagai bentuk empati terhadap ditengah Pandemi Covid-19, PT Djuanda Sawit Lestari (PT DSL) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Bantuan tersebut secara simbolis diterima oleh Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan, Selasa (28/04) di halaman Pemkab Musi Rawas.

Bantuan yang diberikan berupa 200 buah Hazmat, 20 kotak surgical mask, 200 buah handschoen, 100 buah Shoe cover dab 50 buah safety goggle. Bantuan tersebut dibagikan Rumah Sakit Umum Daerah yang berada di Kabupaten Musi Rawas dan Kotamadya Lubuk Linggau yaitu, RSUD Siti Aisyah dan RSUD dr. Sobirin

Pada kesempatan ini, Manager kebun Zulhendri menyampaikan, kegiatan sosial seperti ini juga diharapkan memberikan dampak yang besar dalam penanggunalan wabah Covid-l9 dilingkungan perusahaan dan masyarakat sekitar .

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Musi Rawas, khususnya kepada para petugas kemanusiaan (Paramedis) yang berjuang di garis depan dalam menangani Covid-19," ucap Manager PT DSL.

Ditempat yang sama, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan memberikan apresiasi kepada PT PT Djuandasawit Lestari yang telah memberikan bantuan APD kepada tenaga Medis Kabupaten Musi Rawas.

"Apa yang dilakukan ini merupakan wujud semangat kemanusiaan, gotong royong dan cinta kasih membantu sesama yang menjadi inspirasi kegiatan ini bisa terus terlaksana," ucap Bupati H Hendra Gunawan. (Leo Hs)
Share:

Layani Pasien Covid-19 Tanpa Dibekali APD Lengkap. Paramedis RSUD Rupit Datangi DPRD Muratara



MURATARA MSM.COM-Puluhan tenaga Paramedis RSUD Rupit mendatangi DPRD Kabupaten Muratara, Selasa (28/4). Kedatangan mereka ke anggota dewan untuk mengadu minimnya Alat Pelindung Diri (APD), namun tetap harus melayani pasien positif Covid-19.

Paramedis yang datang sekitar pukul 10.00 WIB, juga mengadu bahwa mereka "dipaksa" melayani pasien positif Covid-19 tanpa menggunakan APD lengkap. Dalam aksinya, paramedis membawa spanduk bertuliskan tidak ingin “mati konyol” atau mati sia-sia.

Perwakilan Paramedis RSUD Rupit, Fitri mengungkapkan kekhawatiran ia dan rekan rekan paramedis. Dimana saat ini di RSUD Rupit ada satu pasien positif Covid-19. Tanpa  APD  lengkap, mereka "dipaksa" melayani pasien Covid-19.

Awalnya pasien positif Covid-19 ditempatkan di ruang UGD, lalu dipindahkan ke ruang VIP tanpa sekat. Setiap hari petugas tentunya harus berinteraksi dengan pasien, baik saat melakukan pengecekan kondisi pasien maupun ketika mengantar makanan.

“Kami cuma dilengkapi masker dan handskull, potensi tertular kami sangat tinggi. Padahal kami seharusnya mesti safety, baik untuk diri sendiri, pasien, lingkungan dan keluarga,” kata Fitri.

Karena standar pelayanan itu tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mereka mengaku tidak ingin jadi korban berikutnya dari virus mematikan tersebut.

“Ini jelas tidak sesuai SOP, kami tidak ingin mati sia-sia karena kami garda terdepan, tenaga medis juga punya keluarga,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Muratara Hadi Subeno yang mendengar keluhan paramedis berjanji akan menyampaikan permasalahan itu ke bupati Muratara. Terlebih lagi ini menyangkut masalah medis dan kemanusiaan.

“Kita akan menyampaikan ini dalam forum paripurna. Hari ini kami akan laksanakan paripurna dulu, lalu akan kembali lagi menemui kalian,” tegasnya. (MJ)
Share:

27 April 2020

Musi Rawas Bersodaqoh. H2G Donasikan 4 Bulan Gaji



MUSI RAWAS MSM.COM-Pada momentum bulan suci Ramadhan 1441 H, dan juga dalam rangka penanganan wabah covid-19 perlu adanya respon dan partisipasi semua pihak termasuk masyarakat untuk menyisihkan rezekinya sebagai wujud kepedulian. Hal ini sesuai dengan program Musi Rawas Bershodaqoh.

Berkenaan dengan hal tersebut, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan mengawalinya dengan mendonasikan sebanyak 4 bulan gaji. Infaq dan Shodaqoh dari gaji tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Musi Rawas, M. Asri. Senin (27/04/2020) di Halaman Pemkab Mura.



"Hari ini saya mengawalinya dengan mendonasikan gaji mulai dari Januari hingga April. Saya mengajak seluruh ASN di Kabupaten Mura, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk bershodaqoh dan bersama-sama membantu masyarakat Kabupaten Musi Rawas," ujar Bupati H Hendra Gunawan.

Sambungnya, terlebih saat ini kita tengah dihadapkan dengan situasi Pandemi Corona, semoga dengan sodaqoh yang kita berikan dapat bermanfaat untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Musi Rawas. (Leo hs)
Share:

18 Kontingen Muratara. Ikuti KOSN SMK Tingkat Provinsi Sumsel



MURATARA MSM.COM - Pemkab  Muratara, melalui Dinas  Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengirim 18 Kontingen, terdiri dari 8 atlet dan 10 official untuk mengikuti Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) SMK tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 di Lahat.


Ke-18 kontingen Kabupaten Muratara tersebut berlaga di empat cabang olahraga. Masing - masing atletik, silat, renang dan bulu tangkis. KOSN SMK berlangsung dari 9 - 12 Maret 2020, dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Sumsel di Gedung Olahraga Kabupaten Lahat, Selasa (10/3).



Pembukaan ajang dengan tema "Sumsel Siap Menyambut O2SN Tingkat Nasional di Palembang" diawali dengan menampilkan para kontingen dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel.


Kepala Dispora Muratara, Ir Lantang, melalui Kabid Olahraga, Andre mengatakan, KOSN SMK merupakan ajang seleksi O2SN tingkat Nasional. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari, bertujuan untuk menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat dilingkungan peserta didik jenjang menengah.



Memacu terjadinya peningkatan mutu pendidikan khususnya bidang olahraga serta mempererat persahabatan, persatuan dan kesatuan bangsa sesama siswa yang berasal dari berbagai karakter dengan tingkat keterampilan dan budaya yang berbeda.


Peserta KOSN merupakan siswa yang menjadi juara 1 tingkat Kabupaten/Kota pada masing - masing cabang olahraga, dan sudah melalui seleksi yang ketat. Total peserta KOSN tingkat provinsi Sumsel sebanyak 270 orang.


Melalui ajang KOSN jenjang SMK tingkat provinsi ini, ia berharap dapat meningkatnya kondisi kesehatan jasmani siswa dalam rangka menunjang peningkatan kualitas akademik.

"Bibit-bibit atlet berbakat bidang olahraga untuk dibina dan dikembangkan lebih terarah dan berkelanjutan. Selain itu juga menghasilkan siswa terbaik di masing-masing cabang olahraga yang mampu berprestasi mengharumkan marwah daerah" ujarnya. (MJ/ADV)
Share:

25 April 2020

Kasus Pertama. Satu Warga Muratara Positif Covid-19




MURATARA MSM.COM-Satu orang warga kabupaten Muratara, terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu diungkapkan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut, Sabtu (25/4).

"Hari ini (Sabtu.red), kita menerima hasil test swab dari BBLK Palembang atas nama Nn.B berusia 9 tahun, positif (Covid-19.red)" ujar Susyanto Tunut.

Ia menjelaskan, Nn B merupakan seorang anak perempuan tetangga ny.D. Yang bersangkutan, kesehariannya sering mandi di rumah ny.D. Saat ini Nn B dalam kondisi sehat, dan diisolasi di RSUD Rupit.

Dengan keluarnya hasil test swab, yang memastikan Nn B positif Covid-19, merupakan kasus pertama di kabupaten Muratara. Dimana, sebelumnya ny.D sempat di kabarkan positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

Namun, setelah dilakukan tes lanjutan, hasil test swab menunjukkan ny.D negatif Covid-19. Bayi yang dilahirkan melalui proses cesar juga negatif. Hasil yang sama juga terjadi pada PDP 02, setelah keluar hasil tes swab, PDP 02 asal Kecamatan Karang Dapo dinyatakan negatif.

Sementara, hingga Sabtu (25/4) diketahui jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menembus angka 119 orang. 13 kasus yang terkonfirmasi hari inj, merupakan kasus transmisi lokal.

Dengan rincian 10 Palembang, 1 Kabupaten Banyuasin, 1 Kabupaten Musi Rawas Utara dan 1 Kabupaten OKU. (MJ)
Share:

Bersatu Melawan Covid-19 dan Bentuk Kepedulian Sesama. SMAN Rupit Bagikan Paket Sembako




MURATARA MSM.COM-Dampak Covid-19 kian dirasakan masyarakat. Sektor ekonomi, merupakan sektor yang paling terdampak sejak virus mematikan itu menyebar. Semua elemen bahu membahu membantu sesama, salah satunya SMA Negeri Rupit.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian ditengah pandemi Covid-19, SMA Negeri Rupit, kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara membagikan paket sembako. Bantuan paket sembako diperuntukkan bagi siswa - siswi SMA Negeri Rupit dan masyarakat sekitar yang kurang mampu.



Bantuan diserahkan oleh Kepala SMA Negeri Rupit, Dra.Suprihartini, MPd, didampingi para dewan guru di aula SMA Negeri Rupit, Senin (20/4). Kegiatan bertemakan SMAN Rupit Peduli Sesama - bersatu melawan virus Covid-19, melibatkan anggota OSIS SMA Negeri Rupit.

Dalam sambutan singkatnya, Suprihartini mengatakan, penyebaran Covid-19 hampir terjadi di seluruh negara, termasuk di Indonesia. Untuk itu, sepatutnya disadari bahwa itu semua merupakan ujian dari Allah SWT.



Dalam menghadapi ujian itu, antar sesama harus saling membantu. Berangkat dari hal itu, pihaknya mengadakan kegiatan bagi - bagi sembako yang merupakan bentuk kepedulian dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

"Saya berharap, bantuan ini dapat meringankan beban para siswa -siswi kami, dan masyarakat sekitar yang kurang mampu" ujar Suprihartini. Dengan memberikan paket sembako, ia juga mengharapkan kegiatan ini dapat menanamkan jiwa kepedulian para siswa - siswi SMA Negri Rupit.



Untuk memutus penyebaran Covid-19, ia mengajak seluruh siswanya dan masyarakat mematuhi himbauan serta anjuran dari pemerintah. Diantaranya, senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, dan anjuran protokol kesehatan lainnya. (MJ/ADV)
Share:

23 April 2020

Bantu Masyarakat Jelang Ramadhan. Disperindagkop Muratara Gelar Pasar Murah Perdana di Kecamatan Rupit




MURATARA MSM.COM-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Muratara, menggelar kegiatan pasar murah di Kecamatan Rupit, Kamis (23/4).

 Pasar murah ini merupakan kegiatan rutin tahunan, guna membantu masyarakat kurang mampu, jelang bulan suci ramadhan. Kegiatan pasar murah di tengah pandemi Covid-19, dilakukan sesuai protokol kesehatan.



Kepala Disperindagkop Muratara Samsu Anwar, melalui Kabid Perdagangan Safawi menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan di kecamatan Rupit, merupakan kegiatan pasar murah perdana. Nantinya, kegiatan serupa akan digelar untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Muratara

Ia mengatakan, selain agenda tahunan, pasar murah juga sebagai langka membantu masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga sembako menjelang bulan Ramadhan.



"Pasar murah ini kegiatan tahunan menjelang bulan suci Ramadhan, tahun ini bertepatan dengan wabah Covid-19, jadi juga sebagai langka membantu masyarakat terdampak Covid-19" kata Safawi.

Ia mengatakan, dalam satu paket sembako ada beberapa jenis barang yang disediakan, antara lain  Beras, Gandum, Susu, serta minyak sayur, dengan nominal harga Rp 129 ribu.



Sedangkan untuk mendapatkan paket sembako murah itu, lanjut Safawi, masyarakat cukup membawa kupon yang telah dibagikan ke pihak kecamatan dan disebarkan ke pemerintah desa, serta KTP dan uang Rp 50 ribu.

"Masyarakat yang mendapatkan kupon, cukup datang ke lokasi pasar murah, dengan menyertakan foto copy KTP kupon dan uang Rp. 50.000" jelasnya

Ia mengharapkan bantuan sembako melalui kegiatan pasar murah dapat meringankan beban masyarakat.

Wancik warga Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, yang mendapatkan sembako mengaku sangat bahagia, karena harga yang relatif murah itu sangat membantu dirinya, apalagi di kondisi saat ini perekonomian tak menentu.

"Alhamdulillah sangat membantu dengan adanya pasar murah ini" katanya singkat. (MJ)
Share:

22 April 2020

Polres Muratara Amankan Pelaku Pencabulan Anak Kandung Sendiri




MURATARA MSM.COM - Sat Reskrim Polres Muratara, berhasil mengamankan Heriyanto (37)  warga Desa Beringin Makmur 2 Kecamatan Rawas Ilir, pelaku tindak kekerasan seksual terhadap anak kandungnya sendiri, Selasa (21/4).

Kapolres Muratara, melalui Kasat Reskrim AKP Rahmad Hidayat menjelaskan, pelaku pertama kali melakukan pencabulan pada 12 April lalu. Saat kejadian, istri pelaku tidak ada dirumah.

Pelaku saat itu membujuk korban. Namun, karena korban menolak, pelaku menarik korban ke dalam kamar. Selanjutnya pelaku melakukan perbuatan tercela. Pencabulan berulang ketika istri pelaku tidak ada dirumah, hingga enam kali.


"Yang terakhir, pada hari Selasa 21 April 2020 sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku kembali melakukan pencabulan. Sehingga korban mengalami pendarahan" terang AKP Rahmad Hidayat.


Korban yang mengalami pendarahan, akhirnya menceritakan kepada ibunya. Setelah mendapat perawatan medis di RSUD Rupit, disanalah diketahui bahwa pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri.


Berdasarkan pengakuan pelaku, perbuatan tersebut dilakukannya lantaran kesal istrinya tidak mau melayani kebutuhan biologisnya. (MJ)
Share:

21 April 2020

Ketua TP PKK Muratara, Berikan APD Di 3 Posko Penangangan Covid-19



MURATARA MSM.COM - Bertepatan dengan Hari Kartini, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif  bersama Persit dan IBI mewakili GOW, memberikan bantuan APD di tiga posko Penanganan Covid-19, Selasa (21/4).


Masing - masing posko Desa Rantau Jaya sebagai posko jalur masuk ke Kabupaten Muratara. Posko induk  di Kecamatan Rupit, dan posko Desa Simpang Nibung Kecamatan Rawas Ulu, sebagai pintuk masuk dari arah Jambi.




"APD yang kami berikan berupa masker kain dan sabun anti bakteri yang diproduksi sendiri oleh TP PKK Kabupaten dan Unmura. Minuman herbal buatan ibu - ibu Persit dan beberapa minuman" terang Lia.


Dia menyebut, bantuan itu sebagai wujud kepedulian bersama dalam memerangi Covid-19 di Bumi Beselang Serundingan. Terutama dari para wanita yang tergabung dalam GOW.


"Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada semua gusus tugas, baik tenaga medis, TNI-Polri, Satpol PP dan semua yang ikut dan ada digarda depan pencegahan Covid-19. Kami juga mengapresiasi atas didirikannya posko - posko mandiri pencegahan Covid-19 di desa - desa." ucap Lia.


"Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada semua gusus tugas, baik tenaga medis, TNI-Polri, Satpol PP dan semua yang ikut dan ada digarda depan pencegahan Covid-19" ucap Lia.


Menurutnya, disaat kondisi seperti ini, persatuan dan kekompokan sangat diperlukan dalam memerangi dan mencegah penyebaran Covid-19. Untuk itu, dirinya menghimbau, agar masyarakat yang ingin mengetahui informasi terkait Covid-19, untuk datang ke posko - posko yang didirikan pemkab Muratara.



"Bertepatan dengan hari Kartini. Kami mengucapkan Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita Indonesia. Tidak ada kebaya ataupun sanggul hari ini. Kartini masa kini sedang menjalankan perannya masing - masing untuk bangsa" ucapnya.


Lia menyebut, ada satu kata bijak dari R.A Kartini "Seseorang perempuan yang mengorbankan diri nya untuk orang lain , dengan segala rasa cinta yang ada di dalam hati nya , dengan segala bakti yang dapat diamalkan nya , itulah seseorang yang dapat di sebut sebagai seorang " IBU " dalam arti sebenar nya - R.A KARTINI. (MJ)
Share:

Jawab Pertanyaan Masyarakat Bantuan Dampak Covid-19. Bila Tak Salahi Aturan Segera Disalurkan



MURATARA MSM.COM - Bantuan dampak ekonomi Covid-19 akan segera dicairkan pada April 2020 ini. Tetapi dengan catatan hal itu tidak menyalahi aturan. Demikian diungkapkan Kepala Dinsos, H Zainal Arifin, Selasa (21/4).

Pernyataan Kepala Dinsos itu, menjawab banyaknya pertanyaan masyarakat, mengenai kapan waktu disalurkannya bantuan sosial ekonomi, ditengah pandemi Covid-19.

Siapa saja yang berhak menerima, Pemkab Muratara sendiri telah melakukan pendataan diluar penerima PKH, BPNT dan BLT dari pemerintah pusat.  Pihaknya sendiri sudah mengusulkan ke pemkab.

" Untuk jenis bantuannya berupa sembako yakni beras 8 Kg, gula 2 kg, minyak sayur 1 kg dan Mie instant sebanyak 20 bungkus yang sekarang sedang dibahas. Tapi ingat ini diluar BLT pusat atau BLT dari Dana Desa" ungkapnya.

Bila disetujui, lanjutnya, bantuan itu akan pihaknya salurkan selama 6 bulan, dimulai April ini hingga September 2020. Tetapi hal itu dengan memperhatikan situasi bila sudah kembali normal, kemungkinan akan dihentikan dan semuanya bersumber dari dana Covid-19 Kabupaten Muratara.

Untuk kategori penerima bantuan ini, yakni keluarga yang memang tidak menerima bantaun PKH dan BPNT, pendataan sendiri telah pihaknya lakukan pada 2-7 April. Setelah dilakukan verifikasi didapat total sebanyak 20.100 Kepala Keluarga (KK), yang saat ini telah pihaknya ususlkan ke Pemkab Muratara.

Zainal Arifin mengungkapkan, terkait penyaluran Bantuan Dampak Sosial Ekonomi Covid-19 nanti, pihaknya akan mendistribusikannya langsung ke desa-desa dan akan menempelkan daftar nama-nama keluarga yang menerima bantuan itu dengan bekerjasama bersama Pemerintah Desa setempat.

"Kita berharap walaupun sedikit, semoga masyarakat dapat terbantu dan tidak menimbulkan gejolak baru. Meskipun waktu pendatan pertama mengalami keterbatasan waktu yang hanya diberikan selama 5 hari, untuk meminimalisir kesalahan kedepan akan terus kita lakukan verifikasi dan evaluasi kembali untuk bantuan bulan berikutnya.Karena kami sadar pasti ada pendataan yang terlewat atau belum terakomodir, oleh karena itu akan terus kami perbaiki" sambungnya.


Kepada masyarakat, dia mohon pengertian agar dapat memaklumi bila dipendataan pertama masih terdapat kekurangan. Bersama juga dia mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi Instruksi Pemerintah dan Maklumat Kapolri, dengan menjaga diri sendiri, keluarga maupun orang lain.(MJ)
Share:

Diskominfo Mura Salurkan Bantuan di Desa Megang Sakti II






MUSI RAWAS MSM.COM- Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Rawas ke 77 tahun, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Musi Rawas turut menyalurkan bantuan beras di Desa Megang Sakti II Kecamatan Megang Sakti, senin (20/04/2020).

Dalam penyerahan bantuan ini, Kepala Diskominfo Musi Rawas M. Rozak didampingi Kepala Desa Megang Sakti II Irsan, perwakilan Babinsa Megang Sakti, Ketua BPD Megang Sakti, beserta jajaran pemerintah Desa Megang Sakti II.

Kades Megang Sakti II Irsan mengucapkan Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas yang telah menyalurkan bantuan ke Desa Megang Sakti II, kemudian bantuan beras ini akan disalurkan kepada masyarakat Pra Sejahterah di Desa Megang Sakti II Kecamatan Megang Sakti.

Dikesempatan yang sama, Kadis Kominfo Mura M. Rozak berharap, masyarakat yang mendapatkan bantuan ini dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin dan meringankan beban masyarakat dalam menghadapi wabah virus corona. (Leo Hs)
Share:

HUT ke 77 Musi Rawas Dengan Sholat Dhuha Serentak




MUSI RAWAS MSM.COM-Puncak  perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan ke 77, Bupati H Hendra Gunawan mengajak masyarakat untuk shalat Dhuha serentak di rumah masing-masing,dilanjutkan dengan menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat di tiga kecamatan. Senin (20/04/2020) di Halaman Kantor Bupati Mura.

Bupati H Hendra Gunawan dalam sambutannya mengatakan, pada perayaan HUT Mura tahun 2020 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Perayaan diganti dengan melakukan shalat Dhuha serentak,
dan pembagian bantuan beras ke rumah warga di Kecamatan Muara Kelingi, Kecamatan Megang Sakti dan Kecamatan Tugumulyo.


“Pagi tadi, sesuai himbauan dalam rangka perayaan HUT Mura ke 77. Kita sudah melaksanakan shalat Dhuha serentak di rumah masing-masing. Dan hari ini juga kita akan menyalurkan secara langsung bantuan beras kepada masyarakat di tiga kecamatan," ucap Bupati H Hendra Gunawan.

Pada momentum ini, Bupati H Hendra Gunawan mengajak untuk mengingat sejarah dan mengenang jasa para pemimpin pendahulu Kabupaten Musi Rawas, "kita doakan semoga amal ibadah para pemimpin terdahulu diterima oleh Allah SWT, aamiin," ujar Bupati Musi Rawas.

Kabupaten Musi Rawas di usia ke 77 tahun ini telah banyak meraih prestasi dan penghargaan,

"Kita patut berbangga akan hal itu, kita harus terus bersama-sama dengan semangat AK 5 menjadikan Kabupaten Musi Rawas membahana di persada Nusantara," jelas Bupati. (Lhs)
Share:

20 April 2020

Pelaksanaan Ibadah Puasa di Tengah Pandemi Covid-19. Kemenag Muratara Sampaikan Himbauan




MURATARA MSM.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Muratara H Ikhsan Baijuri, menyampaikan himbauan, mengenai pelaksanaan ibadah pada bulan suci ramadhan, yang dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19.


"Sesuai Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020 bahwa kita tetap melaksanakan ibadah puasa ramadhan sesuai dengan perintah Allah SWT"ujarnya, Senin (20/4).


Namun ia mengingatkan, pelaksanaan ibadah di bulan puasa ramadhan tahun ini yang dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19, mau tidak mau mengalami perbedaan dari tahun - tahun biasanya, terutama kegiatan ibadah secara berjamaah di masjid.


"Saya menghimbau, pelaksanaan ibadah sholat tarawih dilaksanakan di rumah bersama keluarga. Begitu juga nuzulul Quran dan itikaf yang biasanya dilaksanakan dimasjid, hendaknya dilakukan dirumah" ucapnya.


Untuk kegiatan takbiran keliling, pada malam hari raya idul fitri juga ditiadakan. Kegiatan halal bihalal yang biasanya dilakukan pada hari raya, juga diminta cukup dilakukan dirumah.


Dikatakannya, kendati saat ini dunia dihantui ketakutan akibat pandemi Covid-19. Masyarakat diminta tetap tenang dan jangan panik. Patuhi anjuran pemerintah, dan laksanakan social distancing, physical distancing dan selalu cuci tangan menggunakan sabun. (MJ)
Share:

Diketahui Setelah Rapid Tes. 1 Warga Muratara Positif Covid-19



MURATARA MSM.COM-Satu Orang Tanpa Gejala (OTG) warga Kabupaten Muratara berinisial DW (40), positif Covid-19. Hal itu disampaikan juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut, Minggu (19/4).

Dijelaskannya, kepastian OTG Positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid tes Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau. Namun demikian, untuk memastikan, hasil rapid tes yang bersangkutan akan dikirim ke Palembang untuk dilakukan tes selanjutnya.

Susyanto Tunut memaparkan, DW merupakan warga Desa Karang Anyar yang tinggal di Muara Rupit. Sebelumnya, DW sempat mendapatkan penanganan medis di RSUd Rupit, karena yang bersangkutan akan melakukan persalinan. DW selanjutnya dirujuk ke RS AR Bunda Lubuklinggau, karena akan melakukan persalinan melalui  cesar.

“Sesuai protap pandemi penanganan Covid- 19, DW sebelum melakukan operasi cesar harus dilakukan rapid tes. Hasilnya, DW positif. Setelah operasi, alhamdulillah, anaknya dirapid tes negatif,” ungkapnya.

 Untuk mengantisipasi penyebaran Covid- 19, 10 orang tenaga medis yang sempat kontak dengan OTG dan 17 orang keluarga DW, dilakukan karantina di Hotel 929 Lubuklinggau.

“Atas koordinasi Bupati Muratara dan Walikota Lubuklinggau, 27 orang ini, kita lakukan karantina selama 14 hari dan dilakukan rapid tes. Dan semoga has swabnya negatif Covid- 19,” jelasnya.

Susyanto menyebut,  OTG sendiri tidak ada riwayat melakukan perjalanan jauh. Namun DW membuka warung di pinggir jalan. Kemungkinan DW tertular Covid-19 dari orang yang berhenti warungnya.

“Kami berharap, masyarakat jangan mengucilkan OTG positif Covid-19 dan orang yang dikarantina belum tentu positif, karena penyakit ini wabah dunia. Kita harus sama sama mendukung melawan Covid-19,” tutupnya. (MJ)
Share:

18 April 2020

Hasil Lab Keluar. Pasien 01 Yang Meninggal Negatif Covid-19







MURATARA MSM.COM - PDP 01 asal Kecamatan Karang Jaya yang meninggal beberapa waktu lalu, dinyatakan negatif Covid-19. Kepastian itu didapatkan setelah keluarnya hasil lab yang bersangkutan, oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang.


Hal itu diungkapkan juru bicara Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut kepada wartawan, Jum'at (17/4). Dia mengatakan, hasil lab tersebut diterima dari Palembang sekitar pukul 15.54 WIB.


"Dengan syukur alhamdulillah, hasil tes yang sangat kita tunggu - tunggu, hasilnya negatif" ujarnya penuh rasa syukur.


Kendati hasilnya negatif, gugus tugas Covid-19, telah melakukan rapid tes terhadap 18 orang keluarga almarhum pasien 01, terdiri dari 10 orang laki - laki dan 8 perempuan. Dari rapid tes yang dilakukan, seluruhnya negatif Covid-19.


"Meski hasilnya negatif, kami dari gugus tugas Covid-19, tidak akan mengurangi semangat kami dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 di Bumi Beselang Serundingan ini" tegasnya.


Dia meminta, masyarakat tetap tenang namun tetap mematuhi himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Seperti membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan jaga jarak ketika kerumuman orang banyak. (MJ)
Share:

Edukasi Petugas Medis. Tim GTPP Covid-19 Gelar Simulasi





MURATARA MSM.COM - Sebagai upaya kesiapsiagaan, Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Muratara,  menggelar simulasi penanganan terhadap jenazah Covid-19 dari persiapan hingga pemakaman jenazah.

Simulasi yang melibatkan unsur TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan juga petugas medis RSUD, disaksikan unsur Forkopimda, digelar di Poskodal Covid-19 Kabupaten Muratara, Jum'at (17/4).

Wakil ketua I, gugus tugas Covid-19, Dandim 0406/MLM Letkol Inf M Aan Setiawan, hadir memantau jalannya proses simulasi penanganan jenazah Covid-19 mulai persiapan hingga pemakaman jenazah.

Juru bicara Covid-19, Susyanto Tunut menyebut, simulasi penanganan terhadap jenazah Covid-19, dilakukan untuk memberikan edukasi kepada tenaga medis, jika suatu saat terhadi hal - hal yang tidak diinginkan.

"Simulasi ini untuk  memudahkan para tenaga medis dalam penanganan jenazah Covid-19 jika terjadi suatu saat nantinya," kata susyanto

Simulasi ini dilaksanakan sesuai standar penanganan jenazah Covid-19 dimulai persiapan petugas diwajibkan menggunakan APD lengkap, disinfektan, mensalatkan jenazah, membawa jenazah ke mobil ambulance, selanjutkan menuju lokasi pemakaman dikawal mobil Satlantas.

"Simulasi ini untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi Covid-19. Jika nanti ada musibah, para tim medis kita tidak canggung lagi, mereka sudah tahu tahapan apa saja yang dilaksanakan mulai dari mensalatkan hingga pemakaman untuk dikebumikan, seperti yang baru saja kita saksikan," ucap susyanto. (MJ)
Share:

17 April 2020

Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas Di Sungai Rawas




MURATARA MSM.COM-Masyarakat Kelurahan Rupit, Kecamatan Rupit dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, yang hanyut di Sungai Rawas, Jumat (17/4).


Mayat yang belum diketahui identitasnya itu, ditemukan pertama kali oleh anak - anak yang sedang berada di sungai. Tepatnya di belakang RSUD Rupit.


Salah seorang warga setempat, Sarnubi menuturkan, mayat tanpa identitas pertama kali terlihat oleh anak anak yang langsung berteriak bahwa ada orang hanyut.


“Saat itu saya kebetulan ada juga dipinggir sungai untuk menambang pasir. Tapi mendengar teriakan anak-anak bahwa ada mayat hanyut saya lihat ternyata benar,” kata Sarnubi.

Dilanjutkanya, bahwa saat itu kondisi mayat yang hanyut dalam keadaan tertelungkup dan mengapung. “Melihat mayat tersebut saya menggunakan perahu dayung menggeret mayat tersebut ditepian Sungai,” ujarnya.

Dia mengatakan, baik dirinya maupun warga lainnya tak mengenal meyat pria tanpa identitas tersebut.

Pantauan dilapangan, pada pukul 11.00 WIB mayat masih berada ditepian sungai, untuk dievakuasi oleh pihak berwajib dan Pemda Muratara.

Sementara kondisi mayat, masih menggunakan baju tanpa celana dan sudah membengkak serta mengeluarkan sedikit darah dibawah pelipis mata.


Kapolsek Rupit AKP Redi, membenarkan adanya penemuan sesosok mayat tanpa identitas tersebut. Menurut Kapolsek mayat diperkirakan berumur 60 tahun.


"Sekarang dievakuasi untuk diotopsi di RSUD Rupit, dengan ciri-ciri memakai kaos lengan pendek tanpa celana dan kita sedang menunggu pihak keluarga" jelasnya. (MJ)
Share:

16 April 2020

Gelar Musrenbang Via VidCon. Perekonomian Muratara Alami Pertumbuhan 4,12 Persen




MURATARA MSM.COM - Pemkab Muratara menggelar Musrenbang Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021, di ruang pertemuan BPKAD, Kamis (16/4). Musrenbang dipimpin langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat melalui Vidio Conference (VidCon).

Turut serta, Sekda Muratara, Alwi Roham, Ketua DPRD Efriansyan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat, dengan nara sumber perwakilan Bappeda Provinsi Sumsel.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda, Erwin Syarif selaku ketua pelaksanakan mengatakan, pelaksanaan Musrenbang ditengah Pandemi Covid-19, dilaksanakan melalui media Vidio Conference (VidCon).

VidCon terhubung langsung dengan perwakilan Bappeda Sumsel dan beberapa OPD dan kantor Kecamatan untuk diikuti Kepala Desa.

"Karena wabah Covid-19 pelaksanaan musrenbang digelar secara VidCon. Namun hal ini tidak mengurangi keseriusan kita dalam menyusun musrenbang RKPD Kabupaten Muratara Tahun 2021" kata Erwin.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat menyampaikan, bahwa Musrenbang RKPD merupakan kegiatan penting dalam mengambil keputusan untuk rencana pembangunan.


Bupati mengatakan, Musrenbang merupakan titik temu antara proses perencanaan dari atas ke bawah (top-down planning process) dan proses perencanaan dari bawah keatas (bottom-up planning process).

"Melalui kegiatan musrenbang, kita dapat mencari prioritas pembangunan dari apa yang diusulkan dalam kegiatan Musrenbang kecamatan" kata Bupati.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini memaparkan, perekonomian Kabupaten Muratara hingga tahun 2019, secara umum mengalami pertumbuhan sebesar 4,12 persen.


Ketimpangan pendapatan penduduk Muratara, sebesar 0,276 dan masuk dalam kategori rendah. Artinya, ketimpangan pendapatan antara penduduk tidak terlalu lebar.

Sementara, tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,77 persen, lebih rendah dari provinsi Sumsel dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Muratara sebesar 63,75. Adapun tingkat kemiskinan sebesar 19,12 persen di tahun 2019.

"Kita terus bekerja keras dalam mengentaskan kemiskinan, Tentunya perlu komitmen yang kuat dari semua stakeholder  untuk menekan angka kemiskinan tersebut" kata Bupati.


Bupati mengungkapkan, Keputusan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2020 tentang penetapan Virus Corona (Covid-19) sebagai bencana nasional. Tentu memiliki dampak luas, khususnya dalam sendi perekonomian nasional maupun daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Muratara.


Ia menilai, beberapa hal yang akan terjadi, seperti persentase angka kemiskinan yang masih tinggi dan cenderung meningkat, IPM masih rendah, infrastruktur dasar, konekivitas dan pelayanan dasar, peningkatan produktivitas, nilai tambah ekonomi, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik serta stabilitas sosial dan ekonomi.


Menurut Bupati, dengan memperhatikan beberapa isu strategis itu. Maka diperlukan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki untuk menjawab hal tersebut.

Ia optimis, dapat memenuhi beberapa target pencapaian pembangunan di tahun 2021. Diantaranya, Pertumbuhan ekonomi antara 4,16 sampai 4,50 persen, tingkat kemiskinan 18,62 persen, IPM di angka 65,00, Rasio Gini 0,258. (MJ)
Share:

Gugus Tugas Covid-19 Muratara Gelar Jumpa Pers. Susyanto Tunut Tegaskan PDP Yang Meninggal Belum Positif Terjangkit Covid-19




MURATARA MSM.COM - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil laboratorium, baik dari provinsi maupun dari RS Siloam Lubuklinggau.


Ha itu dikatakannya saat menggelar konfrensi pers di aula Pemkab Muratara, Kamis (16/4). Terkait maraknya pemberiaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, yang meninggal dunia di RS Siloam.


"Sampai saat ini, kita masih menunggu hasil dari Laboratorium Sumsel, dan terus kita upayakan agar hasil lab tersebut bisa segera dipublikasikan. Apakah memang terjangkit (Covid-19) atau tidak" ujarnya.


Dia memaparkan, berita yang beradar menganai ketidaksiapan Gugus Tugas Covid-19 Muratara, dalam pekamaman PDP 01 yang sesuai protokler. Susyanto Tunut menegaskan, hal itu tidak benar, bahkan kebalikannya.


Menurutnya, saat yang bersangkutan dikabarkan meninggal dunia, gugus tugas Covid-19 Muratara, sudah menyiapkan skenario penyemputan jenazah PDP 01 dari RS Siloam. Mulai dari ambulans hingga pemakaman sesuai protokoler Tapi tiba - tiba ditengah perjalanan, jenazah dibawa pulang paksa oleh pihak keluarga untuk  segera dimakamkan.


"Untuk saat ini kita semua sepakat, untuk mengetahui jika seseorang memang betul - betul terjangjit Covid-19 atau tidaknya, kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi serta lab RS Siloam. Kemudian diberikan ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Lubuklinggau. Sebab merekalah yang mengambil sampel dari pasien tersebut" paparnya.


Mengenai langkah apa yang akan diambil, Dia kembali menegaskan, untuk saat ini masih menunggu hasil. Jika hasilnya nanti sudah keluar barulah akan diambil keputusan. 

"Kita semua berharap, hasil lab tersebut negatif. Dan tidak ada simpang siur mengenai pemberitaan di tengah - tengah masyarakat terkait Covid-19" tukasnya. (MJ)
Share:

14 April 2020

Kades Tidak Transparan, Ciri - Ciri Terindikasi Korupsi



MUSI RAWAS MSM.COM - Secara institusional, pemerintah desa merupakan badan publik yang wajib memberikan informasi yang ada dalam penguasaannya kepada Publik.


Namun disayangkan, hal itu diduga tak dilakukan oleh kepala Desa Bangun Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas. Dia diduga tidak transparan terkait penggunaan Dana Desa (DD).


Saat awak media konfirmasi kepada dirinya Senin (13/4) , melalui Whatsapp dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkaid apa saja pembangunan tahap pertama DD tahun 2020, dan dimana saja lokasi pembangunan. Tak ada jawaban sama sekali.


Bahkan, selang lima menit kemudian, nomor Whatsapp diblokir. Artinya, pertanyaan yang diajukan melalui Whatsapp tidak ada jawaban sama sekali. Kepala Desa diduga menghindar dari pertanyaan dari awak media.


Aktivis Anti Korupsi, Zainuri mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Kepala Desa dengan mengabaikan pertanyaan awak media, tentu menjadi tanya tanya besar. Menurutnya, jika tidak ada apa - apa, tentunya yang bersangkutan berani menjawab pertanyaan tersebut.


"Sebab, tidak transparan terkait keuangan negara, adalah salah satu ciri terindikasi dugaan korupsi. Jika benar mengapa takut." kata Zainuri.


Dia berjanji, akan segera melakukan investigasi penggunaan DD di Desa Bangun Sari. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan merapatkan barisan untuk melakukan aksi unjuk rasa di Inspektorat Musi Rawas untuk meminta segera di audit DD Desa Bangun Sari. (L/Tim)

Share:

Bupati H2G Berikan Sembako Untuk Jurnalis Kab Musi Rawas



MUSIRAWAS MSM.COM-Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan menyerahkan bantuan paket sembako kepada wartawan yang bertugas di Kabupaten Musi Rawas, Selasa (14/4) di halaman Pemkab setempat.


Adapun sembako yang dibagikan sebanyak 185 paket berisi beras 10 kg, 10 bungkus mie instan, kecap manis, dan minyak sayur.


Dalam sambutannya Bupati Mura H Hendra Gunawan mengatakan selain berbagi, pembagian sembako juga ajang silaturahmi  meski dibatasi jarak minimal 1,5 meter ditengah pandemi Covid-19.


" Wartawan merupakan lini penting dalam publikasi informasi terkini perihal perkembangan kondisi pembangunan di Musi Rawas baik pembangunan yang baik dan tidak baik, karena kami juga butuh pemberitaan yang bersifat membangun " ujarnya.


Ditambahkannya, wartawan dengan jumlah ratusan merupakan pintu gerbang pemberitaan dimana  diharapkan di tangan medialah sumber dari segala pengetahuan " Diharapkan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi wartawan ditengah kondisi darurat kesehatan seperti saat ini," ujar H Hendra Gunawan.


Dikatakan Gunawan saat semua lapisan masyarakat, pemerintah dan elemen masyarakat lainnya tengah berperang melawan penyebaran virus Corona.


“Mari kita banyak-banyak bersyukur karena sampai detik ini kita masih diberikan nikmat oleh Allah SWT, semoga bantuan ini semakin berarti buat kita,” ujarnya. (Lhs)
Share:

13 April 2020

Bupati & Wabup Mura Berikan Bantuan 11 Ton Beras Ke Tuah Negeri



MUSI RAWAS MSM.COM-Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan didampingi Wakil Bupati Hj Suwarti resmi melepas bantuan Pemkab Musi Rawas 11 Ton Beras untuk Kecamatan Tuah Negeri.  Kamis (13/04/2020) di Halaman Kantor Bupati Musi Rawas.

Bupati H Hendra Gunawan mengharapkan penyaluran paket sembako sebanyak , kepada masyarakat Pra Sejahterah harus tepat sasaran, Karena menurut Bupati, penyaluran bantuan ini untuk membantu warga yang tak bisa beraktivitas melakukan pekerjaannya seperti biasanya.



“Saya minta Kades, Camat dan OPD terkait untuk mendata masyarakat yang menerima harus sesuai kriteria. Wabah corona ini perlu ditindaklanjuti dengan bahu membahu bersama sama antara pemerintah daerah dan masyarakat,  mudah-mudahan apa yang kita berikan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Bupati H Hendra Gunawan.

Turut hadir Asisten I H Heriyanto, Asisten II H Aidil Rusman, dan unsur Forkopimda Kabupaten Musi Rawas. (Leo hs)
Share:

Disdukcapil Muratara Kembali Buka Pelayanan. Aan Andrian : Pelayanan Juga Bisa Melalui Online






MURATARA MSM.COM - Setelah beberapa hari sempat menghentikan pelayanan Tatap Muka, sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muratara kembali membuka pelayanan.

Kepala Disdukcapil, Aan Andrian ketika ditemui diruang kerjanya, Senin (13/4) mengatakan, pelayanan kembali dilakukan seperti biasa mulai Selasa 14 April 2020. Bagi masyarakat yang tidak memungkinkan untuk datang secara langsung, pelayanan juga dapat melalui Whatsapp.

"Sejak diliburkan dari tanggal 30 Maret hingga 9 April 2020. Disdukcapil tidak melayani penerimaan berkas admin induk. Tapi mulai Selasa ini, pelayanan kembali dibuka. Sebenarnya mulai hari ini (13/4), tapi karena ada rapat pelayanan mulai besok" kata Aan Andrian.

Kendati demikian, pelayanan tetap mengacu pada Surat Edaran Dirjen Disdukcapil dan Surat Edaran Bupati Muratara terkait pelayanan ditengah pandemi Covid-19. Pelayanan yang diberikan harus mengikuti protokol kesehatan. Diantaranya harus memakai masker, sarung tangan dan mencuci tangan.

Dia menambahkan, pelayanan untuk mengurus berkas administrasi dapat dilakukan, kecuali untuk perekaman pembuatan e-KTP yang masih ditiadakan. Pelayanan tersebut masih bisa dilakukan, dengan catatan memang sangat urgent.

"Tapi kalau betul - betul urgent dan sangat penting. Nah itu baru kami bantu. Selain berkas admin induk yang lain bisa dibuka besok. Kami juga membuka pelayanan secara online" sambung Aan.

Dia menyebut, pelayanan online  dapat menghubungi Whatsapp. Kartu Keluarga (KK) kepada Agus Hidayat melalui 082175303694. Akte Kelahiran kepada Jamalludin melalui 085273263941, dan e-KTP kepada Rangga melalui 082278221722.

"Jadi masyarakat kami edukasi, kalau bisa melalui online kenapa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil. Kami sudah sampaikan ke Camat dan Kades, juga melalui Medsos lainnya. Jadi mulai dari pemberkasan hingga selesai admin induk, semuanya kami infokan melalui Whatsapp" jelasnya. (MJ)
Share:

Puluhan Rumah Warga Dusun IV Lubuk Kemang, Terancam Longsor



MURATARA MSM.COM -  Sudah dua tahun terakhir, Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Rawas di Dusun IV Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, mengalami longsor, akibat tergerus derasnya arus sungai.


Puluhan warga yang rumahnya berada tak jauh dari tempat tersebut, semakin khawatir. Takut jika sewaktu - waktu rumah mereka hanyut terbawa longsor. Sebab, jarak rumah mereka dengan bibir sungai, hanya tinggal 15 meter.


Alwi (50) warga setempat menuturkan, dulu jarak antara rumah mereka dengan bibir sungai lumayan jauh. Namun, karena longsor yang terus terjadi, kini jarak antara rumahnya dengan bibir sungai hanya tinggal belasan meter.


"Kami sangat khawatir, karena semakin hari longsor terus saja terjadi. Apalagi saat ini intensitas hujan cukup tinggi. Kami semakin khawatir. Dulu jarak rumah kami 50 meter, sekarang tinggal 15 meter" kata Alwi, Senin (13/4).


Karena longsor terus terjadi, perkebunan warga juga sudah banyak yang terbawa arus. Ia dan warga lainnya berharap pemerintah Kabupaten Muratara dan instansi terkait dapat mengambil tindakan.


"Kami sangat berharap, pemerintah segera mengambil tindakan. Karena kondisi ini semakin mengancam rumah kami. Apalagi kalau sungai sedang banjir, longsor semakin menjadi" tuturnya.


Terpisah, Kepala Desa Lubuk Kemang, M. Sopli melalui Kadus IV, Pardesi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jarak antara bibir sungai dengan rumah warga memang hanya tinggal belasan meter saja.

Memang bibir sungai semakin mendekat dengan pemukiman warga. Kita khawatir dengan rumah warga tersebut. Kami juga berharap adanya tanggapan cepat dari Pemda karena kondisi sudah darurat, tinggal 15  meter dari rumah warga, pungkasnya. (MJ)
Share:

12 April 2020


Share:

Share:

Share:

09 April 2020

Bupati Muratara, Serahkan APD dan Logistik Penangangan Covid-19





MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat menyerahkan logistik penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 ke 8 Puskesmas dalam wilayah Kabupaten Muratara.


Penyerahan logistik ini diberikan untuk Public Safety Center (PSC) di kedelapan puskesmas tersebut. Penyerahan logistik oleh Bupati Muratara, didampingi ketua TP PKK Muratara, dan Kepala Dinas Kesehatan, di halaman kantor Bupati, Rabu (8/4).


"Logistik yang diberikan kepada masing - masing UPT Puskesmas, merupakan perlengkapan penanganan Covid-19" kata Bupati. Bupati menyebut, logistik tersebut berupa Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, masker nakes, vitamin, termometer dan lain - lain.


"Kita serius menangani wabah virus corona ini, semuanya sudah kita persiapkan. Jika sewaktu-waktu terjadi kita sudah siap, tapi itu jangan sampai terjadi, makanya kita ada pencegahan," katanya.


Ditempat yang sama, ketua TP PKK Muratara, Lia Mustika Syarif mengatakan, dari TP PKK Muratara sendiri, menyerahkan cairan disinfektan dan hand sanitizer berbahan alami, yang dibuat sendiri oleh TP PKK Muratara, dan diberikan ke RSUD Rupit serta puskesmas di Kabupaten Muratara.


"Kami juga akan membuat masker kain untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Terutama warga keluar rumah untuk mencari nafkah," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, baik sebelum maupun sesudah beraktivitas.

"Allhamdulillah Muratara masih zero dari positif Covid-19. Mari kita bersama-sama menjaga agar Muratara tetap aman dari wabah ini," harapnya. (MJ)
Share:

Ditengah Pandemi Covid-19. Petani Muratara Lakukan Panen Raya Suhardiman : Tetap Mematuhi Protokol Pencegahan Covid-19




MURATARA MSM.COM - Ditengah kekhawatiran akan kelangkaan bahan pangan, akibat pandemi Virus Covid-19. Petani Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, justru melakukan panen raya, dengan luas lahan mencapai 15 Hektar.


Kepala Dinas Pertanian, Suhardiman menyampaikan, sebelum melakukan panen raya, pihaknya menghimbau petani untuk mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam melakukan panen raya.



Himbauan itu disampaikan melalui ketua kelompok tani masing - masing. Dimana mereka diminta untuk bekerja dengan mengutamakan keselamatan, serta memakai Safety sesuai yang anjurkan. Selain itu, tetap menjaga kebersihan dan mencuci tangan.


Dia mengatakan, saat ini seluruh masyarakat dibelahan dunia begitu was-was dengan penyebaran virus Covid-19. Kendati demikian, masyarakat tak perlu panik. Begitu juga dengan petugas penyuluh pertanian, tetap melaksanakan tugas memberikan pendampingan kepada para petani.




"Pendampingan tetap dilakukan dengan melakukan hal - hal yang dianjurkan oleh pemerintah. Karena sektor pertanian ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi pertanian" kata Suhardiman, Rabu (8/4).


Dalam memberikan pendampingan, penyuluh tetap menerapkan Sosial Distancing maupun Physical Distancing. Tidak mengumpulkan para petani dalam skala besar dan menghindari kerumuman orang banyak.


"Kalau memang ada hal yang mendesak, tentunya dilaksanakan dalam jumlah skala 10 orang, dan tempat duduknya diatur diruang terbuka dan tidak dalam gedung" jelasnya. (MJ)
Share:

08 April 2020

Vidio Himbauan Camat Rawas Ulu


Share:

04 April 2020

Pencegahan Covid-19. Camat Rawas Ulu Keluarkan SE






MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kecamatan Rawas Ulu, mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pandemi Virus Covid-19. SE dengan Nomor 338/114 tersebut, menindaklanjuti hasil Rapat Gugus Tugas Kecamatan Rawas Ulu.


Selain itu, berdasarkan Keputusan Presiden  Nomor 7 Tahun 2020. Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020, Maklumat Kapolri Nomor MAK/2/III/2020, Keputusan Bupati Musi Rawas Utara Nomor 19/KPTS/DINKES/MRU/2020, dan Keputusan Camat Rawas Ulu Nomor 443/68/RAWAS ULU tertanggal 30 Maret 2020.





Dalam SE tersebut, terdapat empat poin yakni segera menyiapkan dan melakukan penyemprotan Desinfektan di Kantor Lurah/Desa dan fasilitas umum lainnya, seperti masjid, musholah dan sekolah.


Melakukan deteksi dini penduduk yang masuk wilayah, terutama bagi masyarakat dari wilayah yang terjangkit Covid-19 untuk segera melaporkan ke Puskesmas terdekat, melalui Tim Relawan di masing - masing desa.





Bagi wilayah yang ada investor atau perusahaan, agar mendata karyawan yang melakukan perjalanan serta keluar masuk tamu perusahaan. Kepala Desa beserta perangkat dan unsur terkait diminta untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.


Kegiatan dimaksud, seperti persedekahan, yasinan, hajatan pindah rumah, olahraga, reuni dan deklarasi. Serta kegiatan yang bersifat umum  lainnya, hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.


Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir ketika dihubungi mengatakan, untuk penyemprotan desinfektan, pemerintah Kecamatan Rawas Ulu sudah melakukan di 16 desa serta satu kelurahan. Selain itu, setiap desa juga melakukan penyemprotan desinfaktan di desa masing - masing. Sementara untuk pendirian posko tanggap darurat. Setiap desa juga sudah membuka posko tersebut.

"Sekuat kemampuan kita, dalam tahap pencegahan ini, sosialisasi terus kita lakukan" ujar Abdul Kadir. (YAN)
Share:

Sholat Jum'at di Masjid Taqwa Lubuk Kemang. Devi : Tetap Tenang dan Waspada



MURATARA MSM.COM - Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni, meminta warga tetap tenang.Namun tetap waspada menghadapi pandemi Virus Covid-19. Hal itu, dikatakannya usai melaksanakan sholat jumat di Masjid Taqwa Dusun IV Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu, Jumat (3/4).



Sholat Jumat itu dilaksanakan Wabup, disela - sela kesibukannya menjalankan rutinitas. Sholat jumat bersama masyarakat Desa Lubuk Kemang berjalan dengan khidmat.


"Kita harus tetap tenang dan waspada. Selain itu harus tetap menjaga jarak antara satu sama lain" ujarnya.


Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia menghimbau, masyarakat yang memiliki keluarga di luar kabupaten, untuk tidak pulang terlebih dahulu.


"Virus Covid-19 sudah mendunia, Kita tetap tenang. Saya akan terus berbuat untuk masyarakat, baik secara pribadi maupun selaku wakil Bupati" ujarnya singkat. (MJ)
Share:

Cegah Penyebaran Covid-19. Lubuk Kemang Buka Posko Tanggap Darurat




LUBUK KEMANG MSM.COM - Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, membuka posko darurat Virus Covid-19. Posko dibuka, tepat di kantor Desa Lubuk Kemang.


Posko yang dibuka dari jam 08.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB, dibuka setiap hari. Dengan dua shif jaga. Posko didirikan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.




Kepala Desa Lubuk Kemang, M. Sopli melalui Sekretaris Desa, Purnama mengatakan, posko dirikan dalam masa tanggap darurat Virus Covid-19. "Ini untuk mengantisipasi mewabahnya virus Covid-19" ujar Purnama, Sabtu (4/4).


Purnama menjelaskan, nantinya dengan berdirinya posko tersebut. Warga Desa Lubuk Kemang yang baru pulang dari luar Kabupaten, diwajibkan melapor ke posko pemantauan kesehatan.


"Diposko ini tersedia peralatan dan obat - obatan, dan petugas ada yang jaga. Ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mewaspadai mewabahnya Virus Covid-19, khususya di Desa Lubuk Kemang" tutupnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive