31 August 2020

Bapenda Muratara Terima Study Tiru BPKAD Kabupaten Seluma




MURATARA MSM.COM-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Muratara, mendapat kunjungan kerja dari BPKAD Kabupaten Seluma, Jumat (27/8) lalu. Hal itu diungkapkan kepala Bapenda, Efendi Aziz diruang kerjanya, Senin (31/8).


Dia menjelaskan, kunjungan kerja BPKAD Kabupaten Seluma itu, dalam rangka Study Tiru ke Bapenda Muratara. Sebanyak empat orang dari BPKAD Kabupaten Seluma diterima diruang kerja Bapenda Muratara.


"Study Tiru ini dilakukan Kabupaten Seluma, sebab tahun depan  mereka akan membentuk Bapenda. Jadi banyak hal yang mereka ingin ketahui" jelas Efendi Aziz.


Dalam kesempatan itu, sambungnya, banyak informasi yang disampaikan kepada BPKAD Kabupaten Seluma untuk persiapan pembentukan Bapenda. Diantaranya tentang Peraturan Daerah (Perda).


"Banyak potensi pendapatan yang mereka sampaikan kepada kita di Kabupaten Seluma. Dan kita sarankan, pendapatan daerah itu baru bisa maksimal jika sudah terbentuk Bapenda" sambungnya.


Selain itu, banyak potensi lain yang menurut mereka belum dikelola sehingga bisa dioptimalkan menjadi pendapatan daerah. Seperti ternak walet dan potensi - potensi lainnya.


"Sudah kita sampaikan bagaimana strategi peningkatan pajak Walet" tukasnya. (MJ)

Share:

KPU Muratara Buka Pendaftaran Bacalon Bupati - Wakil Bupati



MURATARA MSM.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara, membuka pendaftaran Bakal Calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati. Hal itu berdasarkan Nomor:140/PL.02.2-Pu/1613/KPU.Kab/Vlll/2020, tentang pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2020.


Dasar Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU)Kabupaten Musi Rawas Utara Nomor:51/HK.03.1-Kpt/1613/KPU.Kab/Vl/2020.tentang perubahan kedua keputusan komisi pemilihan umum Musi Rawas Utara tentang  tahapan program,dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Bupati dan wakil Bupati musi rawas utara tahun 2020.tentang penetapan perolehan jumlah kursi dan perolehan suara sah partai politik atau gabungan partai politik hasil pemilihan umum anggota DPR,DPD dan DPRD 2019 sebagai persyaratan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati musi rawas utara.


Keputusan Komisi Pemilihan Umum(KPU)Kabupaten Muratara Nomor:220/PL.02.2-Kpt/1613/KPU.Kab/X/2019.Tentang rekapitulasi daptar pemilih /pemilihan umum sebagai dasar penghitungan syarat dukungan pasangan calon perseorangan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.


Pelaksanaa pendaptaran dimulai pada hari Jumat sampai hari minggu tgl 4-6 september Tahun 2020 dikantor  Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara yang beralamat di jalan Lintas Sumatera KM 65 Desa Noman Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. (MJ)
Share:

Babi Hutan Di Karang Waru Semakin Ramai Di Kunjungi Warga. Ini Himbauan Kemenag Muratara !





MURATARA MSM.COM - Menanggapi viralnya pemberitaan mengenai babi hutan jinak yang membututi warga Desa Karang Waru Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, hingga pulang ke rumah.


Dan akhirnya hingga kini dipelihara oleh Reno, sehingga menjadi tontotan warga yang penasaran ingin melihat secara langsung keanehan babi hutan tersebut. Ditanggapi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muratara, H Ikhsan Baijuri.


"Yang pertama babi hutan itu memang jinak. Dan kemungkinan hewan peliharaan yang lepas" ujarnya, Senin (31/8).


Tapi ironisnya, karena babi tersebut jinak warga memperlakukan babi hutan seperti manusia, dengan mengenakannya baju. Tidur dengan bantal dan diberi makan ayam dan dan diberi minum susu. Sehingga membuat warga berbondong - bondong untuk datang melihat.


"Nah, terkait hal itu. Saya menghimbau kepada masyarakat terutama yang punya babi untuk melepas babi tersebut. Karena babi itu binatang haram, jadi lepaslah ke hutan" tegasnya.



Selain itu, kepada masyarakat untuk berhenti melihat babi hutan itu. Karena dalam syariat Islam babi itu binatang haram, apalagi sampai memuja binatang tersebut karena hal itu merupakan perbuatan musyrik.


Seperti heboh diberitakan, seekor babi hutan yang seharusnya liar tiba - tiba menjadi jinak dan membututi salah seorang warga Desa Karang Waru sampai kerumah.


Saat diusir, babi justru tidak mau pergi dan mengeluarkan air mata seperti menangis. Saat ini, tingkath laku babi itu semakin aneh dan membuat warga setempat terheran - heran. (MJ)
Share:

21 August 2020

Pasar Surulangun, Salurkan BLT Terdampak Covid-19




MURATARA MSM.COM - Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) masyarakat terdampak Covid-19. Kembali disalurkan pemerintah Kelurahan Pasar Surulangun, kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, Kamis (20/8).


Pembagian dana tunai tersebut, berlangsung dengan tertib dan lancar. Masyarakat sangat antusias menerima bantuan dari pemerintah. Sebab, dana BLT sangat mereka tunggu - tunggu di tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan.


Lurah Pasar Surulangun, Abdullah. B mengatakan, BLT yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak Covid-19 ini merupakan kelanjutan dari BLT tahap sebelumnya.


Dimana sebelumnya, dana BLT sebesar Rp. 600 ribu perbulan, dibagikan selama tiga bulan. Tetapi, BLT kelanjutan ini menjadi hanya sebesar Rp. 300 ribu. Dan dicairkan untuk dua bulan.


"BLT Rp. 300 ribu ini dicairkan untuk Bulan Agustus dan September. Jadi jumlah yang mereka terima Rp. 600.000 untuk dua bulan" terangnya.


Ia berharap, dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehari - hari. "Warga sangat berharap, bantuan ini terus berjalan" tukasnya. (FERRY)
Share:

Satu Unit Eksavator Terperosok. Saat Ini Sedang Proses Evakuasi






MURATARA MSM.COM - Satu unit alat berat tambang emas di Desa Napallicin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, terpersok ke dalam lumpur, Rabu (19/8).


Terperosoknya ekskavator di areal tambang emas tersebut, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Lumpur yang cukup dalam, mengakibatkan ekskavator tersebut tak bisa keluar dari tempat kejadian.


Berdasarkan pantauan dilapangan, eksavator yang terperosok tersebut, pada roda bagian kanan semuanya masuk ke dalam lumpur bercampur air. Posisi eksavator sendiri miring ke sebelah kanan.


Saat ini, proses evakuasi sedang dilakukan dengan menggunakan alat berat lainnya. (AR)
Share:

20 August 2020

Hadiri Rakor di Desa Simpang Nibung. Babinsa Ajak Masyarakat Awasi Kegiatan P2D




SIMPANG NIBUNG MSM.COM - Babinsa Koramil Simpang Nibung, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Serka Abdul Kadir menghadiri rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Desa Simpang Nibung.



Rakor Percepatan Pembangunan Desa (P2D) yang dihadiri Pj. Kepala Desa Simpang Nibung Maini, dan staf Kecamatan Singkut, digelar di Kantor Desa Simpang Nibung, Kamis (20/8).


Dalam kesempatan itu, Abdul Kadir menjelaskan, bahwa salah satu tugas pokok Bintara Pembina Desa (Babinsa) adalah membantu warga desa binaannya dari kesulitan yang dialami. Khususnya dalam bidang keamanan.




"Termasuk didalamnya, Percepatan Pembangunan Desa (P2D) wajib diawasi, agar tepat sasaran" jelasnya.


Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama sama mengawasi Percepatan Pembangunan Desa, agar dalam pelaksanaannya benar benar tepat sasaran.

Pria yang akrab disapa Kadir dalam kesempatan yang sama juga mensosialisasikan fungsi dan peranan Babinsa. Babinsa sendiri, sambungnya, merupakan unsur perangkat kecamatan, Kelurahan maupun Desa.


Sementara, Pj. Kepala Desa Simpang Nibung, Maini mengatakan, rakor yang digelar merupakan kegiatan rutin setiap  tahun.


Maini menjelaskan, rakor tersebut dilaksanakan guna membahas terkait kesejahteraan masyarakat. Khususnya dalam bidang ketahanan pangan.


"Disini diperlukan koordinasi antara pemerintah desa dengan Babinsa untuk memastikan P2D berjalan sebagaimana mestinya" ujarnya. (MJ)
Share:

19 August 2020

HUT RI Ke-75. Polres Muratara Beri Bantuan Ratusan Paket Sembako dan Beras




MURATARA MSM.COM - Ratusan paket sembako dan beras, dibagikan Polres Muratara, dalam kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke-75.


Bakti sosial yang dilaksanakan dibeberapa titik dalam wilayah hukum Polres Muratara, Rabu (19/8) yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai. Berjalan aman dan tertib, dengan menerapkan protokol kesehatan.




Kegiatan Bakti Sosial diikuti oleh Kapolres Muratara, para PJU Polres Muratara, Bhayangkari Polres Muratara serta personil kepolisian di Polres Muratara. Dengan empat sasaran kegiatan.


Yaitu, yatim - piatu, fakir miskin, pekerja tidak tetap dan keluarga Polri terdampak Covid-19. Bantuan yang diberikan berupa 300 paket sembako dan paket beras 10 Kg sebanyak 300 sak. Bakti sosial sendiri disambut antusias oleh masyarakat. (MJ)

Share:

18 August 2020

Polres Muratara Laksanakan Kegiatan Pencegahan Covid-19




MURATARA MSM.COM - Polres Muratara melaksanakan kegiatan dalam rangka pencegahan dan penularan Covid-19, bagi Personil yang melaksanakan tugas pengamanan dan penertiban percepatan penanganganan Covid-19.


Kegiatan yang di laksanakan di Mako Polres Muratara, sesuai dengan SE Kemenkes Nomor HK.02.01/Menkes/334/2020, tentang percepatan penanganan Covid-19.  Kegiatan - kegiatan pencegahan dan penuluran Covid-19. Dilaksanakan setiap hari dan dikontrol serta diawasi oleh Perwira Polres




Melalui siaran Persnya, Selasa (18/8), Polres melakukan kegiatan diantaranya pengecekan suhu tubuh terhadap  personil dengan menggunakan alat infrared temperature body fit saat masuk Mako Polres dan masyarakat yang berkunjung.


Menghimbau personil untuk menggunakan masker dan pakaian kerja saat bertugas, dengan baju lengan panjang, Face Shield dan sarung tangan. Menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menggunakan hand sanitizer.




Cuci tangan, dilakukan baik pada saat jam kerja masuk kantor, maupun saat pulang kerja dan ditempat - tempat umum lainnya. Polres Muratara juga mengingatkan Personilnya agar tetap memperhatikan Physical Distancing minimal 1 meter saat berhadapan dengan masyarakat, rekan kerja maupun saat bertugas.


Personil kepolisian diminta menghindari kontak fisik dengan aparat. Memberikan sanksi terhadap personil yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Saat pulang berutas, personil Polres Muratara dihimbau jangan bersentuhan langsung dengan anggota keluarga sebelum membersihan dan berganti  pakaian.


Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, personil diberikan suplemen berupa vitamin C dan melakukan olahraga mandiri setiap hari minimal 30 sehari dan melakukan istirahat yang cukup.

Penyemprotan disinfektan dilakukan terhadpa kendaraan operasional yang sebelum dan sesudah melaksanakan tugas serta ruangan tempat pelayanan umum. Mendata personil yang tidak masuk kerja karena sakit dan melaporkan ke bagian Urkes Polres Muratara dan Dinas Kesehatan setempat.


Untuk personil yang sakit dengan gejala deman atau batuk, pilek, nyeri tenggorokan maupun sesak napas, selain di laporkan ke bagian Urkes Polres Muratara juga dilakukan pemantauan terkait hubungannya dengan kriteria Covid-19 ODP, PDP dan positif Covid-19.


Dan terakhir, Polres Muratara menghimbau kepada personil piket jaga tahanan untuk selalu menjaga kebersihan ruang tanahan dan memperhatikan protokol kesehatan pada saat jam besuk tahanan. (MJ)
Share:

17 August 2020

Air Sungai Rawas Nyaris Tak Pernah Jernih. Diduga Diakibatkan Penambangan Ilegal




ULU RAWAS MSM.COM-Masyarakat disepanjang aliran sungai Rawas mengeluh. Pasalnya, Sungai Rawas yang masih menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan mandi dan air minum. Airnya berwarna kecoklatan, dan nyaris tidak pernah jernih.


Air sungai Rawas yang berwarna kecoklatan tersebut, diduga disebabkan adanya penambangan ilegal alias tak mengantongi izin, yang beroperasi di sepanjang aliran Sungai Rawas.


Bahkan, penambangan ilegal itu tidak hanya dilakukan disepanjang aliran Sungai Rawas. Melainkan dilakukan juga di anak sungai Rawas. Hal itulah yang diduga menjadi penyebab air nyaris tak pernah jernih lagi.


Berdasarkan penelusuran yang dilakukan disepanjang aliran Sungai Rawas, terutama di Kecamatan Ulu Rawas, Sabtu (15/8). Memang banyak ditemukan tambang yang diduga ilegal, penyebab keruhnya air Sungai Rawas. Mulai dari galian C, hingga penambangan emas ilegal. Salah satunya di Desa Napallicin Kecamatan Ulu Rawas.


Penambangan emas ilegal yang dilakukan ditempat ini bahkan menggunakan alat berat berupa eksavator. Lokasi penambangan ini sendiri, lokasinya persis berada di pinggir Sungai Rawas.


Menurut pengelola sekaligus pemilik lahan, Abdul Tolip mengatakan, penambangan emas dilakukan dengan kerjasama antara ia dan H Faisol yang merupakan pemilik alat berat sekaligus penanggung bahan bakar. "Penambangan ini kami lakukan karena faktor ekonomi" tuturnya.


Usai menelusuri penambangan di Desa Napallicin, penelusuran selanjutnya dilakukan di Desa Kuto Tanjung di Kecamatan yang sama. Di Desa yang berada di Ulu Desa Napallicin ini, kondisinya sangat berbeda dengan Desa Napallicin.


Ditempat ini, tidak satupun ditemukan penambangan baik penambangan emas maupun galian C. Berdasarkan keterangan yang berhasil kami himpun, penambangan memang dilarang oleh pemerintah setempat.


Kepala Desa Kuto Tanjung, Sukri ketika ditemui membenarkan hal itu. Menurutnya penambangan emas memang dilarang di desa yang ia pimpin. Sebab, ditakutkan dampak dari penambangan itu merusak sungai Rawas.


Selain itu, dilarangnya penambangan emas dialiran Sungai Rawas, karena ia mengingikan Desa Kuto Tanjung menjadi Desa Percontohan dalam hal pelestarian lingkungan dan keindahan alam.


"Memang masyarakat kami sangat tergantung dengan sungai Rawas. Mulai dari air minum hingga kebutuhan air bersih lainnya. Jadi memang kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan penambangan sangat ditekankan" tutupnya. (FR)
Share:

Gerakan Sejuta Masker. TP-PKK Rawas Ulu Bagikan Ratusan Masker di Pasar Surulangun






RAWAS ULU MSM.COM - Bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-75. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar aksi sosial.


Aksi sosial yang dilakukan TP-PKK Kecamatan Rawas Ulu, berupa pembagian ratusan masker gratis kepada masyarakat. Dengan titik lokasi di Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu, Senin (17/8).


Aksi sosial dipimpin langsung Ketua TP PKK Rawas Ulu, Mainumah Abdul Kadir didampingi Sekretaris Kecamatan. Pembagian masker disambut antusias oleh masyarakat.


Ketua TP PKK Rawas Ulu Mainunah Abdul Kadir, didampingi Sekcam Rawas Ulu, mnejelaskan bahwa kegiatan serupa juga dilakukan serentak oleh seluruh TP PKK se Indonesia dalam rangka mensukseskan gerakan Sejuta Masker yang merupakan gagasan dari Presiden RI.


Jadi pada hari ini kami TP PKK Kecamatan Rawasulu membagikan masker secara gratis sebanyak 500 masker. Gerakan ini dilakukan guna memutuskan secara masif mata rantai penyebaran Covid 19 di Indonesia khususnya di Kecamatan Rawas Ulu" jelasnya.


Dengan kegiatan pembagian masker ini, ia berharap seluruh anggota TP-PKK dapat terlibat secara langsung dalam menegakkan protokol kesehatan. Sebab, selain membagikan masker. Juga dilakukan sosialisasi tentang bagaimana memakai masker yang benar dan kegunaan masker ditengah pandemi Covid-19.


"Tidak hanya itu. Sosialisasi protokol kesehatan lainnya seperti jaga jarak dan rajin cuci tangan juga disampaikan secara masif kepada masyarakat. Tujuannya agar kesadaran warga semakin meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari - hari" tutupnya. (MJ)
Share:

Tepat Diperingati HUT RI. Bupati Muratara Bagikan Masker




MURATARA MSM.COM - Usai menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75. Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat melakukan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat pengguna jalan.


Pembagian masker yang dilakukan Senin (17/8), disambut antusias oleh warga masyarakat. Bahkan, warga terlihat langsung membuka masker yang sedang dipakai, dengan maksud menukarnya dengan masker yang dibagikan oleh Bupati.


Kegiatan ini bertujuan untuk menimbulkan semangat kecintaan masyarakat muratara dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus sebagai sarana untuk memutus penyebaran wabah virus Corona, kata Bupati.


Dijelaskan Bupati, pembagian masker ini dilaksanakan untuk mengajak masyarakat untuk menghayati pentingnya arti kemerdekaan. Pembagian masker ini juga merupakan instruksi pemerintah pusat agar masyarakat selalu menggunakan masker.


"Masker ini merupakan salah satu APD untuk menghindar dari penyebaran Covid-19. Semoga dalam peringatan HUT RI ke-75 ini, Allah SWT memberkahi kita semua dan mengangkat wabah Covid-19" kata Bupati. (MJ)
Share:

73 Warga Binaan Lapas Klas IIIB Surulangun. Dapat Remisi





MURATARA MSM.COM - Pada peringatan HUT RI ke-75 tahun 2020 ini, sebanyak 73 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIIB Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, mendapatkan remisi.


Pemberian Remisi dari Kementerian Hukum dan HAM di Lapas Klas IIIB Surulangun. Dihadiri Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat, Sekretaris Daerah, OPD dilingkungan Pemkab Muratara, dan TNI/Polri.


Kepala Lapas Klas IIIB Surulangun, Indra Yudha mengatakan, berbepatan dengan peringatan HUT RI ke-75 tahun ini. Nara pidana dan warga binaan Lapas Klas IIIB Surulangun, yang mendapatkan remisi cukup banyak.

"Warga binaan dan napi yang mendapatkan remisi tahun 2020 ini sebanyak 73 orang. Napi dan warga binaan di Lapas Klas IIB Surulangun berjumlah 168 orang dan kondisi lapas aman dan terkendali" jelasnya.


Indra Yudha memaparkan, pengurangan masa pidana ini minimal 1 bulan dan maksimal 6 bulan. Dengan remisi yang diberikan ini, ia mengharapkan untuk menjadi manusia yang lebih baik, serta tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.


Seperti diketahui, sambung Indra Yudha, apabila masyarakat melakukan pidana. Maka negara menjatuhkan hukuman, namun ketika mereka menjadi sadar dan bertaubat. Negara berkewajiban memberi maaf dan reward kepadanya.


"Karena pada dasarnya, tidak ada satupun orang yang yang sengaja melakukan pelanggaran hukum" ujarnya.


Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dalam sambutannya mengingatkan para warga binaan yang mendapatkan remisi, untuk berbuat lebih baik lagi. "Saya ingatkan, jalanilah seperti yang Allah perintahkan. Jangan ulangi lagi hal - hal yang tidak diinginkan" pesan Bupati. (MJ)
Share:

13 August 2020

Persiapan HUT RI Ke-75 Paskibra Muratara Gelar Latihan




MURATARA MSM.COM - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke-75 Tahun 2020. Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Muratara, menggelar latihan untuk persiapan pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus nanti.


Pemusatan latihan pasukan pengibar dan penurunan bendera telah dilakukan Pemkab Muratara, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sejak 11 Agustus 2020 lalu di halaman kantor Pemkab Muratara sejak pagi hingga sore.


Namun, jumlah pasukan pengibar bendera ditengah pandemi Covid-19 tentu berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya. Jika biasanya terdiri dari pasukan 17-8-45, yang merupakan tanggal bulan dan tahun kemerdekaan RI. Tahun ini pasukan pengibar bendera hanya terdiri dari 3 orang saja.


Kepala Dispora Kabupaten Muratara, Ir Lantang melalui Kabid Pengembangan Pemuda, Supriyanto mengatakan, ketika ditemui ditempat karantika pasukan pengibar bendera, Kamis (13/8) mengatakan, hal itu sudah menjadi ketentuan.


"Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) RI dan Surat Kemenpora. Memang tidak diizinkan menggunakan pasukan 17-8-45. Jadi, disederhanakan menjadi 3 orang saja" ujarnya.


Ia mengatakan, dalam Surat Edaran tersebut juga ditentukan undangan dan peserta upacara juga disederahakan. Undangan upacara HUT RI juga dibatasi, dan hanya terdiri dari TNI/POLRI dan PNS. Untuk PNS sendiri hanya terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Badan dan pejabat Esselon III.



"Karena dalam pelaksanaan ini ada wabah Covid-19. Maka protokol kesehatan tetap menjadi panduan. Sehingga pelaksanaan HUT RI ke-75 di Kabupaten Muratara, termasuk jumlah Paskibra hanya menggunakan 3 orang saja. Baik saat menaikkan maupun penurunan bendera" paparnya.


Supriyanto menyebut, untuk pasukan pengibar bendera sendiri merupakan hasil seleksi. Dimana sebelumnya Dispora Muratara telah melakukan seleksi paskibra di 7 Kecamatan, dimulai sejak 7 Februari lalu.


"Hari ini, sekitar pukul 14.00 WIB, Gubernur Sumsel melakukan prosesi pengukuhan Paskib Provinsi secara virtual di kantor Gubernur. Dan adanya peatihan, paskibra betul - betul siap menjalankan tugasnya pada 17 Agustus nanti" tutupnya. (MJ)
Share:

11 August 2020

Belajar Tatap Muka Masih Menunggu Surat Rekomendasi. SMAN Rupit Ikuti Prokol Kesehatan Ditengah Pandemi Covid-19




MURATARA MSM.COM - Tahun ajaran 2020/2021, telah dimulai sejak 13 Juli 2020 lalu. Namun, untuk proses belajar mengajar tatap muka ditengah Pandemi Covid-19, belum diperbolehkan.


Selanjutnya, proses belajar bagi siswa - siswi, terutama tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat, dilakukan dengan menggunakan motode daring. Dengan siswa tetap berada di rumah.


Kepala SMA Negeri Rupit, Kecamatan Rupit, melalui Waka Humas, Arif mengatakan, awal tahun pelajaran baru tetap pada 13 Juli lalu. Hingga saat ini, sistem belajar masih menggunakan metode daring.




"Sampai hari ini, Senin 10 Agustus 2020. SMA Negeri Rupit belum melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Pembelajaran dilakukan secara daring via Google Classroom" kata Arif, Senin (10/8).


Dia menjelaskan, proses belajar tatap muka akan dilaksanakan, sampai ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel). Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.


"Itupun jika orang tua wali murid menyetujui atau mengizinkan dilaksanakannya proses belajar tatap muka. Dan surat pernyataan persetujuan orang tua wali murid sudah kami berikan ke siswa, untuk selanjutnya ditandangani oleh orang tua atau wali yang menyatakan setuju atau tidak anaknya mengikuti belajar tatap muka" papar Arif.



Arif mengatakan, pernyataan orang tua wali tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk melaksanakan proses belajar tatap muka. Sembari menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Disdik provinsi. Pihak sekolah juga telah menyediakan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan.



Dimana disetiap ruang kelas disediakan tempat cuci tangan. Begitu juga sebelum masuk ke lingkungan sekolah, nantinya siswa dan seluruh staf dewan guru akan diukur suhu tubuhnya dengan alat pengukur suhu tubuh.  Dan tentunya dengan selalu menjaga jarak dan mewajibkan memakai masker.


Arif mengungkapkan, semua sarana tersebut saat ini sudah tersedia. "Bahkan kita sudah menerapkan protokol kesehatan itu. Termasuk jika ada siswa yang datang ke sekolah di masa belajar daring ini. Yang jelas kami mengikuti  standar protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19" tutupnya. (MJ)
Share:

Dibawah Kepemimpinan HM Syarif Hidayat, IPM Muratara Meningkat



MURATARA MSM.COM - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Musi Rawas Utara, terus mengalami kenaikan selama empat tahun terakhir. Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan catatan BPS, IPM Kabupaten Muratara tahun 2015 berada pada angka 62.32. Empat tahun berselang yakni pada tahun 2019 naik menjadi 64.32.

Dalam periode itu, IPM Muratara rata-rata tumbuh sebesar 0,89 persen per tahun. Kenaikan itu menempatkan Muratara berada di peringkat sembilan dengan laju pertumbuhan IPM di Sumsel.


Pencapaian itu menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Kabupaten Muratara di bawah kepemimpinan Bupati HM Syarif Hidayat.


Staf Khusus Bupati Muratara, Prof Fahrurrozie Sjarkowi mengatakan, meningkatnya pertumbuhan IPM di Kabupaten  Muratara, terjadi karena pembangunan infrastruktur.


Dia menjelaskan, ada tiga indikator variabel dalam penilaian IPM di suatu daerah,  antara lain indikator kesehatan, indikator pendidikan dan indikator ekonomi.

"Ketiga indikator sudah terpenuhi di Kabupaten Muratara itulah yang menyebabkan pertumbuhan IPM di Muratara," katanya.

Di bagian kesehatan jelas rektor Universitas Musi Rawas (Unmura) ini, seluruh Kecamatan di Muratara sudah memiliki puskesmas dengan infrastruktur yang memadai dan pelayanan yang baik.

Hal itu ditunjang dengan polindes di setiap Desa, dinilai memudahkan masyarakat Muratara dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pada sektor pendidikan tambahnya sekolah - sekolah di Muratara mulai dari SD SMP sampai SMA terus disesuaikan dengan standarnya masing masing.

Sedangkan di sektor ekonomi, terusnya, pembangunan jembatan jembatan baru dalam kurun waktu empat tahun membuka isolasi banyak desa.

Hal itu membuat roda perekonomian menjadi bergerak, dimana pasar pasar akhir pekan sudah dapat di akses oleh desa desa yang sebelumnya terisolasi.

"Masyarakat Muratara harus bersyukur karena laju IPM terus mengalami peningkatan, itu membuktikan bahwa program pemerintah berpihak kepada rakyat, " tegasnya. (MJ)
Share:

Lakukan Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Nibung H. Sukamto : Tahun Depan Gaji Naik Jadi Rp. 1 Juta




MURATARA MSM.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara, melakukan pembinaan kepada guru dan tenaga kependidikan di Kecamatan Nibung.


Pembinaan dengan tema "Menghadapi Tahun Pelajaran Baru 2020/2021 Dalam Tatanan Baru, Berprestasi Dengan Covid-19". Dilaksanakan di gedung Serbaguna Desa Krani Jaya, Kecamatan Nibung, Senin (10/8).


Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat sekaligus pembina guru dan tenaga kependidikan di Bumi  Beselang Serundingan hadir berbagi cerita dan inspirasi tentang perjalanan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).





"Mengawali karir sebagai seorang PNS dari tenaga pendidik. Dengan ketekunan sebagai guru, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas, menjadi prinsip saya dalam bekerja" kata Syarif.


Dalam kesempatan yang sama, Bupati memberikan apresiasi kepada Desa Krani Jaya yang telah membangun gedung serbaguna. Gedung yang cukup besar ini dibangun menggunakan Dana Desa.


Dengan adanya pembangunan gedung serbaguna ini, sambung  Syarif, merupakan salah satu contoh bagi desa - desa lainnya, bahwa Kepala Desa Krani Jaya sangat kreatif dan inovatif.


Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Disdik Kabupaten Muratara, H Sukamto memaparkan, bahwa jumlah keseluruhan tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Muratara berjumlah 3.345 orang.


Dari jumlah keseluruhan itu, untuk tenaga pendidik dan kependidikan di Kecamatan Nibung sendiri, berkisar 400 orang lebih.  Dan kabar menggembirakan bahwa tahun depan Disdik akan menaikkan gaji tenaga pendidik dan kependidikan.


"Disdik akan menaikan gaji para guru honorer dari tingkat PAUD hingga SMP pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 1 juta rupiah . Dimana sebelumnya guru PAUD Rp. 700 ribu perbulan, tahun depan juga akan mendapatkan honor sebesar Rp. 1 juta rupiah" terangnya.


Sementara, sesuai petunjuk dari kementerian Pendidikan. Proses belajar tatap muka di Kabupaten Muratara, akan dimulai pada awal September 2020 mendatang. (MJ)
Share:

05 August 2020

Secara Berurut, 3 Tahun Terakhir Angka Kemiskinan Di Muratara Turun 0,83 Persen



MURATARA MSM.COM - Persentase penduduk miskin di Kabupaten Muratara pada tahun 2016 sebesar 20,00%. Namun, selama tiga tahun berikutnya, secara berturut - turut terjadi laju penurunan sebesar  0,88%.


Kepala Bappeda Kabupaten Muratara, Erwin Syarif diruang kerjanya, Rabu (5/8) mengungkapkan, Kabupaten Muratara sendiri sangat serius mengatasi kemiskinan. Terbukti, saat ini persentase kemiskinan di Muratara berada diurutan ke-7 terhadap laju penurunan prosentase kemiskinan penduduknya.


"Artinya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara sangat fokus dan serius terhadap kemiskinan ini. Untuk di Sumatera Selatan laju penurunan prosentase kemiskinan selama 3 tahun terakhir masih di atas rata-rata Sumsel yaitu sebesar 0,83%" paparnya.


Dia mengatakan, kendati di tahun 2019 lalu angka kemiskinan di Muratara stagnan di angka 19,12 persen. Lebih baik jika dibandingkan dengan 6 kabupaten/kota di Sumsel yang angka kemiskinannya semakin meningkat.


Pemkab Muratara, sambung Erwin, tetap fokus menangani kemiskinan dengan anggaran yang terbatas. Untuk itu diperlukan komitmen dari semua stakeholder terkait, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Pusat, DPRD, masyarakat, dunia usaha, perusahaan termasuk anggota DPR RI yang mewakili Muratara.


"Apa yang telah kita lakukan setiap tahun untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Muratara yang kita cintai ini tidak cukup dengan “OMDO” tetapi butuh kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas" ujarnya.


Erwin memaparkan, untuk mengukur tingkat kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan diukur dari sisi pengeluaran.


"Metode yang digunakan untuk menghitung Garis Kemiskinan (GK) yang terdiri dari 2 komponen yaitu GK Makanan dan GK non Makanan" sambung Erwin. Untuk GK makanan, merupakan nilai pengeluaran minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori/kapita/hari.


Sementara, paket kooditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur, susu, sayuran, buah-buahan, minyak dan lain-lain). (MJ)
Share:

Dispertan Muratara Terima 2 Alsintan Dari Kementan RI




MURATARA MSM.COM - Dinas Pertanian Kabupaten Muratara, membali menerima bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa dua unit Power Thresher dari Kementerian Pertanian RI.


Dua unit mesin perontok padi tersebut, tiba di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Muratara, Selasa (4/8) lalu. Rencananya, Alsintan tersebut akan diberikan kepada kelompok tani.


Kepala Dinas Pertanian, Ir Suhardiman mengatakan, dengan adanya bantuan Alsintan perontok padi dari Kementan RI. Diharapkan dapat membantu petani yang masih menggunakan alat manual dalam perontokan padi.


"Dua unit power thresher ini nanti akan didistribusikan kepada kelompok tani.  Tentunya harus melalui mekanisme yang telah diatur yakni masyarakat tani yang tergabung dalam Poktan" jelasnya.



Dia mengharapkan, dengan mesin bantuan tersebut dapat membantu petani. Sebab, selama ini petani tidak menyadari dari perontokan padi secara konvensional ternyata banyak hasil yang terbuang dan tidak bermanfaat.


"Bantuan ini merupakan untuk mewujudkan swasembada pangan di Muratara tercapai, dan diharapkan dengan bantuan mesin perontok padi ini, maka produktivitas petani dapat meningkat dari sebelumnya" ujarnya. (MJ)
Share:

04 August 2020

Pengajian dan Istiqosah Ke-4 Tingkat Kabupaten Muratara






MURATARA MSM.COM - Pengajian dan Istiqosah Ke-4 tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2020 di kediaman Bupati Muratara, Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya berlangsung khidmat, Selasa (4/8).


Pengajian dan istiqosah tingkat kabupaten, yang digelar pada masa New Normal ini dimulai pada sekitar pukul 13.00 WIB. Dihadiri Kapolres Muratara, KakanKemenag Muratara, para kepala OPD dan tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, HM Syarif Hidayat mengajak seluruh lapisan masyarakat di Bumi Beselang Serundingan untuk menyatukan tekad, demi kemajuan Kabupaten Muratara.


Pemerintah Kabupaten Muratara, kata Bupati, terus melakukan pembangunan dalam segala bidang. Dalam bidang agama, dengan membuat berbagai program, seperti pengiriman santri ke Ponpes, kegiatan pengajian dan istiqosah dan pembangunan serta renovasi rumah ibadah.


Terkati dengan wabah Covid-19, Bupati mengajak masyarakat Kabupaten Muratara untuk memperbanyak ziir dan berdoa kepada Allah SWT, sekaligus memohon agar wabah Covid-19 cepat berakhir.


"Semoga wabah Covid-19 cepat diangkat dan kita semua dijauhkan dari bala bencana dan marabahayanya. Mari bersama - sama mewujudkan Muratara yang Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Gofuur" kata Bupati. (MJ)
Share:

03 August 2020

Bupati Muratara Terima Penghargaan Dari BPS Pusat







MURATARA MSM.COM - Melewati pertengahan tahun 2020 ini, Kabupaten Musi Rawas Utara dibawah kepemimpinan Bupati - Wakil Bupati HM Syarif Hidayat - H Devi Suhartoni, kembali mendapatkan penghargaan. 


Kali ini, Bupati  Muratara, HM Syarif Hidayat menerima penghargaan atas capaian Response Rate dari Badan Pusat Statistik  (BPS) Pusat. Penghargaan tersebut diraih atas suksesnya pelaksanaan SP2020 secara online.


Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, melalui Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Aldianda Maisal di auditorium lantai 2 Setda Muratara, Senin (2/8).


Dalam kesempatan itu, HM Syarif Hidayat menyampaikan ucapan terima kasinya atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Muratara. Baik kepada BPS Pusat, BPS Provinsi Sumsel, maupun BPS Musi Rawas.


Menurut Bupati, penghargaan tersebut dapat diraih berkat dukungan dari semua pihak. Baik dari instansi terkait yakni BPS Musi Rawas, jajaran pemerintah daerah, unsur swasta dan seluruh masyarakat Muratara, yang telah berpartisipasi guna menuju satu data kependudukan, mencatat Indonesia.


Penghargaan ini diraih atas kerja keras,  kerjasama semua pihak. Penghargaan ini untuk masyarakat Muratara. terima kasih kepada semuanya, kata Bupati.


Kepala BPS Musi Rawas, Aldianda Maisal mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari BPS pusat atas suksesnya pelaksanaan SP 2020 secara online yang dilaksanakan di Kabupaten Muratara dengan capaian Response Rate yang melebihi target.


"Semoga capain oleh Pemkab Muratara ini, menjadi contoh pemerintah daerah  lainnya, khususnya untuk wilayah Sumsel harapnya.

Dikatakannya, BPS juga masih mengharapkan dukungan dari Pemkab Muratara melalui istansi terkait, camat, kepala desa/lurah, kepala lingkungan, kepala dusun dan seluruh elemen masyarakat, untuk mensukseskan sensus penduduk secara wawancara, yakni langsung ke rumah-rumah masyarakat yang akan dilaksanakan di bulan september 2020 mendatang. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive