30 November 2020

Dinkes Muratara Gelar Pertemuan Validasi Data TB

 



MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pertemuan di offroom lantai 2 Setda Muratara, Senin (30/11).


Pertemuan dilakukan guna validasi data Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Musi Rawas Utara. Validasi data TB dilakukan bersama seluruh Puskesmas di Bumi Beselang Serundingan yang ada di tujuh kecamatan. 




Kepala Dinkes Kabupaten Muratara, Marlinda mengatakan, pertemuan yang dilakukan untuk validasi data TB di Kabupaten Muratara. 


Dengan adanya pertemuan tersebut, sambung Marlinda, setiap Puskesmas dapat menyampaikan data secara akurat. 


"Data  dan laporan yang tepat dan akurat, nantinya akan menghasilkan perencanaan yang baik" harapnya. (MJ)


Share:

29 November 2020

KPU Muratara Lantik 156 Ketua KPPS Tiga Kecamatan

 



MURATARA MSM.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muratara, diwakili Divisi SDM dan Farmasi, Asnety. Melantik dan mengambil sumpah  156 Ketua KPPS tiga kecamatan. 


Masing  - masing Kecamatan Rawas Ulu, Ulu Rawas, dan Kecamatan Nibung. Pelantikan dilakukan di balai Serbaguna, Kelurahan Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Minggu (29/11). Pelantikan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.


Pelantikan dan pengambilan sumpah Ketua KPPS ini, merupakan tahapan pada Pemilihan Bupati - Wakil Bupati Muratara tahun 2020, yang akan digelar 9 Desember mendatang. 



Tahapan pelantikan KPPS Pilkada serentak tahun ini dilaksanakan secara berbeda dengan hanya melibatkan ketua saja. Hal itu merupakan kebijakan baru yang diputuskan KPU Muratara, tentang penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.


Usai melantik dan mengambil sumpah jabatan, Ketua KPPS menerima salinan SK, diteruskan dengan penandatanganan berita acara dan fakta integritas. Dalam sambutannya, Asnety menyampaikan ucapan selamat kepada ketua KPPS yang baru dilantik. 


"Selamat atas rekan - rekan yang dilantik hari ini. KPPS yang dilantik hari ini, akan menjadi kunci sukses, penyelenggaraan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS" tegasnya. 


Dia mengatakan, KPPS harus benar - benar memahami serta menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diemban dengan sebaik - baiknya. Terlebih lagi, KPPS perlu cepat beradaptasi dengan kebijakan baru tentang penerapan protokol kesehatan di TPS.


"Sebagai KPPS, harus menjaga netralitas dan profesionalismenya dalam bekerja dan siap bertanggung jawab dari awal hingga akhir" tukasnya. 


Pelantikan 156 Ketua KPPS dari tiga kecamatan tersebut, berlangsung sukses. Hadir juga dalam kegiatan pelantikan itu Camat Ulu Rawas, Muhtaridi, Camat Rawas Ulu melalui Sekcam Kamaluddin, Polres dan Bawaslu Muratara. (MJ)



Share:

25 November 2020

Melalui Optimalisasi. Hingga 2020 Sudah 3 Ribu Lahan Terlantar Di Muratara Menjadi Lahan Produktif

 



MURATARA MSM.COM - Sejak lima tahun terakhir, sudah 3 ribu hektar lahan terlantar yang sudah diaktifkan kembali menjadi lahan produktif, melalui optimalisasi lahan terlantar oleh Pemkab Musi Rawas Utara.


Optimalisasi tersebut dilakukan Pemkab Muratara, untuk memanfaatkan lahan terlantar menjadi lahan produktif. Sejak 2016 hingga 2020 ini, upaya tersebut sudah menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. 


Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Kabupaten Muratara Ir Suhardiman, melalui Kabid Sapras, Ade Heri mengungkapkan, saat ini ada 7 ribu hektar lahan berpotensi yang belum digarap secara maksimal. 


Lahan tersebut sengaja ditinggalkan masyarakat. Dengan alasan, mereka menganggap tidak berpotensi menghasilkan sumber ekonomi. Pasalnya, mayoritas lahan pertanian di Muratara merupakan lahan sawah lebak, dan sering kebajiran saat musim hujan. Sebaliknya saat kemarau mengalami kekeringan. 

           

 "Mayoritas kita sawah tadah hujan, jadi cuma bisa panen satu kali dalam satu tahun. Karena sering terkena bencana banjir dan kekeringan, banyak lahan sawah di wilayah kita ditinggalkan masyarakat," jelasnya, Selasa (24/11).

       

Dia mengungkapkan, pemerintah daerah sudah berupaya untuk meningkatkan potensi lahan tidur tersebut. Dengan melakukan optimalisasi seperti, menggunakan sistem pompanisasi, membuat saluran irigasi, hingga pembagian bibit dan lainnya.

          

"Saat ini sampai dengan  2020 sudah ada 700 hektare lahan yang kita kembalikan fungsinya. Dari program awal sampai saat ini sudah ada sekitar 2300 hektare. Artinya di 2020 ada 3000 hektare, lahan produktif di Muratara," ucapnya.

       

Ade mengungkapkan, untuk mengatasi masalah ekonomi yang sering dikeluhkan petani. Mereka terus mendorong peningkatan produksi pertanian di Muratara. Sehingga bisa panen dua kali dalam setahun. 

       

"Saat ini sudah ada yang panen sampai tiga kali dalam setahun di Muratara. Meski rata rata banyak yang dua kali panen. Estimasi kuta 5 ton/hektar di 2020 ada sekitar 30.000 ton produksi padi di wilayah Muratara," bebernya.

       

Meski masih ada sekitar 4000 hektar lagi lahan potensi yang belum digarap di Muratara, pihaknya menegaskan selalu melakukan pembukaan lahan secara bertahap. 


"Kita lakukan pembukaan lahan secara bertahap, untuk mengatasi masalah lahan di Muratara kita terapkan sistem pompanisasi, dan membuka saluran saluran irigasi," tegasnya


Wasir petani di Kecamatan Rupit mengaku, ada beberapa kendala yang sering dihadapi masyarakat saat hendak menggarap lahan. Seperti lahan yang sering kebanjiran hingga alami kekeringan saat musim penghujan.

        

"Di wilayah kita Muratara, rata - rata sawah tadah hujan. Tidak seperti di Tugumulyo Musi Rawas, ada irigasi besar. Dulu banyak yang bersawah, Tapi karena sering kekeringan akhirnya ditinggalkan" tuturnya. 

        

Hal ini juga dialami di wilayah desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit Muratara, kepa desa setempat Hengki Basip membenarkan jika di wilayah mereka banyak sawah yang ditinggalkan masyarakat. Namun mereka terus berupaya untuk melakukan optinalisasi dan mengajak masyarakat kembali keladang.

         

Pihaknya mengaku sempat terkendala untuk mengajak masyarkat kembali berladang. Namun kondisi itu berhasil setelah disiasati dengan sistem bagi hasil yang dilakukan Badan Usaha Milik desa dengan pemilik lahan.

       

"Dulu sawah di sini Selama puluhan tahun, ratusan hektar lahan potensi pertanian di desa kami hanya di tumbuhi ilalang  tapi sekarang sudah kami garap bersama dan sudah banyak lahan yang difungsikan kembali dengan sistem bagi hasil," timpalnya. (MJ)

Share:

Seorang Ayah Di Muratara, Tega Aniaya Anak Kandung Sendiri

 


MURATARA MSM.COM - Kesal anaknya terus menangis, Tri Rifki (26) warga Desa Noman Lama, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara, tega menganiaya anak kandungnya sendiri. 


Kejadian penganiayaan terhadap anak kandung sendiri, terjadi Minggu (22/11). Akibat penganiayaan tersebut, Putri Aisyah yang baru berusia 2 tahun, mengalami pergeseran tulang belakang. 


Tak terima dengan perbuatan pelaku, yang tak lain merupakan suaminya sendiri. Mirabela istri pelaku melaporkan perbuatan tersebut ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Muratara. 


Pelaku sendiri harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah diamankan Sat Reskrim Polres Muratara. Pelaku mengakui perbuatannya dan dilakukan penahanan di Rutan Res Muratara.


Kapolres Muratara melalui Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat menjelaskan,  kronologis kejadian berdasarkan keterangan istri pelaku. Saat itu, sekitar pukul 08.00 WIB, korban sedang bermain sambil menangis. 


"Korban ini mau ikut ibunya yang sedang memasak. Tetapi tidak diajak." terangnya. Kesal anaknya yang terus menangis, pelaku yang sedang tidur terbangun dan langsung  menarik lengan korban. 


Tidak sampai disitu, pelaku juga memukul korban. Melihat hal itu, ibu korban berteriak. Tak lama berselang, datanglah kakak kandung ibu korban menyelematkan Putri Aisyah dan ibunya melalui pintu jendela, karena saat itu pintu rumah dikunci oleh pelaku. 


Barang bukti yang berhasil disita yaitu pakaian korban saat kejadian. Pelaku disangkakan dengan pasal Pasal 80 Jo 76c undang undang RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor  23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak. (MJ)

Share:

23 November 2020

Pemkab Muratara Kembali Terima Penghargaan

 



MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, kembali menerima penghargaan. Kali ini,  penghargaan dari Kanwil DJB Sumsel dan KepBabel atas prestasi pelaksanaan Implementasi KWSP Kepatuhan dan Bendahara Teraktif.


Penghargaan diberikan melalui Kantor Pajak Pratama (KKP-Pratama) Kota Lubuklinggau yang diserahkan langsung oleh Kepala KKP Pratama Lubuklinggau, Miscal Parjun Duta kepada Pjs. Bupati Muratara, Supriyono.


Turut mendampingi Pjs. Bupati Muratara, yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Muratara dan dihadiri kepala instansi terkait di kantor DPKAD, Senin (23/11).


Dalam sambutannya, Miscal Parjun Durta mengatakan, Kabupaten Muratara merupakan salah satu kabupaten di Sumsel yang telah melaksanakan implementasi kepatuhan terhadap pajak dan bendahara teraktif. 


"Atas prestasi tersebut. Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kanwil Sumsel dan KepBabel memberikan penghargaan ini. Karena setiap prestasi, merupakan upaya dari Pemkab Muratara" ujarnya. 


Miscal mengatakan, dengan penghargaan yang diraih tersebut. Diharapkan dapat menjadi pemacu wajib pajak, dalam melaksanakan kewajibannya, yang berujung pada peningkatan pemasukan negara dari sektor pajak. 


Sementara, Pjs. Bupati Muratara menyampaikan, atas nama Pemkab Muratara menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang berkaitan dengan kinerja pajak di Kabupaten Muratara. Keberhasilan ini diraih, kata Supriyono, melalui proses yang cukup panjang.


"Dengan diterimanya piagam penghargaan ini. Jangan dilihat dari tulisannya saja.   Tapi apresiasi dari pemerintah yang berkaitan dengan apa yang telah kita capai selama ini" kata Supriyono. 


Dia mengharapkan, seluruh OPD untuk saling mengingatkan para pelaku usaha maupun penerima anggaran negara. Jangan lalai akan kewajibannya untuk membayar pajak. 


"Pajak harus dibayar, karena pajak merupakan sebagian besar energi keuangan dari pemerintah ini" tukas Supriyono. (MJ)

Share:

18 November 2020

Dispora Gelar Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Kabupaten Muratara Tahun 2020

 



MURATARA MSM.COM-Sebanyak 62 peserta, mengikuti Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2020. 


Lomba yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Berlangsung selama dua hari di kantor Dispora Muratara. 




Lomba kreasi dan Karya Tulis Ilmiah, yang dibuka langsung oleh Kepala Dispora, Erdius Lantang, Rabu (18/11). Dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.


Dalam sambutannya, Erdius Lantang menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta dan dewan juri. Penghargaan Dia sampaikan kepada penyelenggara, atas terselenggaranya lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah, yang mempunyai arti penting, guna mengoptimalkan masyarakat, khususnya generasi muda.


Tujuan dari lomba kreasi dan Karya Tulis Ilmiah, untuk mengoptimalkan kemampuan yang ada pada pemuda dan dikalangan pelajar. Melalui kreasi, inovasi, dan kolaborasi yang diharapkan dapat terwujud dengan baik.



"Selain itu juga, sebagai wadah untuk menunjukkan bakat dan kreativitas yang tentunya dimiliki oleh generasi muda sekarang ini" kata Erdius.


Erdius mengharapkan, selain mampu memberikan inspirasi. Dengan lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah ini, dapat dijadikan tempat menunjukkan bahwa disekitar masih banyak anak muda berbakat dan kreatif.



"Dan tentunya, hal tersebut harus kita kembangkan dan kita lestarikan" tukas Erdius Lantang.


Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah tingkat Kabupaten Musi Rawas tahun ini, diikuti total 62 peserta. Terdiri dari 15 kelompok tim kreasi dan 19 peserta KTI dari tujuh kecamatan dalam wilayah Bumi Beselang Serundingan. 


Selain kepala Dispora, hadir para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan undangan lainnya. (MJ)







Share:

17 November 2020

427 PTPS di Lantik Bawaslu Muratara di Masing - Masing Kecamatan

 



MURATARA MSM.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara, melantik 427 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang tersebar di tujuh kecamatan dalam Bumi Beselang Serundingan. 


Ketua Bawaslu Muratara, Munawir melalui Kepala Divisi Pengawasan Ali Asek menjelaskan, pelantikan itu dilaksanakan mulai 15 - 16 November 2020 di masing - masing kecamatan. 


Hal itu dilakukan, mengingat saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19. Dimana, dilarang melakukan kegiatan dengan mengumpulkan orang banyak. Dia menyebut, PTPS ini nantinya akan mengawasi perhelatan Pilkada Muratara di masing - masing TPS yang disiapkan KPU. 


Dia menegaskan, PTPS ini nantinya dalam mengawasi pelaksanakan pemilihan. Tetap harus mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Agar tidak terjadi klaster baru di Kabupaten Muratara. 


"PTPS yang dilantik ada 427 orang yang tersebar di 7 kecamatan se-muratara Jumlah itu disesuaikan jumlah TPS yang ditetapkan KPU muratara untuk pilkada," ujarnya, Selasa (17/11).


Ia menyebut, setiap PTPS, akan bertugas mengawasi satu TPS. Dan mereka akan diberikan  pembekalan, agar saat melakukan pengawasan tidak mengalami kendala dilapangan. 


Yang amat terpenting, sambung Ali Asek, saat menjalankan tugas selalu mengutamakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. 


"Saya pesankan semua PTPS yang dilantik bisa jaga integritas dan netralitas dalam melakukan pengawasan, sebab PTPS jadi ujung tombak pengawasan saat pelaksanaan pemilihan nanti," katanya.


Pelantikan PTPS sudah sesuai UU dengan dilantik 23 hari sebelum pencoblosan serta berakhir 7 hari setelah pencoblosan. 


"Saya pesan PTPS tetap jaga integritas jaga ucapan selaras tindakan di lapangan. Harus profesional, dan jalankan pekerjaan penuh tanggungjawab untuk lakukan pengawasan," ujarnya. (MJ)

Share:

Resmikan Taman Baca Kemala. Bhayangkari Polres Muratara Berikan Bantuan Wifi Gratis untuk SAD

 


MURATARA MSM.COM - Ketua Bhayangkari Kabupaten Muratara, Ny Endang Eko meresmikan taman baca di Mess Suku Anak Dalam (SAD) Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Selasa (17/11).


Selain meresmikan rumah baca, juga memberikan bantuan Wifi gratis. Bantuan sosial yang diberikan. Bertujuan untuk membantu anak - anak SAD dalam belajar dan mengenyam pendidikan. 


Ny. Endang Eko dan rombongan tiba di Mess SAD sekitar pukul 13.00 WIB. Usai meresmikan, Dia mengaku cukup senang bisa berbagi bersama anak - anak SAD di wilayah Kabupaten Muratara. 




"Agenda kita hari ini, meresmikan taman baca Kemala. Sekaligus memberikan bantuan Wifi gratis bagi anak - anak di asrama. Kita harapkan bantuan yang diberikan ini, bisa bermanfaat dan membantu anak - anak dalam proses belajar mengajar" katanya. 


Ny. Endang Eko juga mengharapkan, kedepan ada salah satu dari anak - anak yang saat ini mengenyam pendidikan di Mess SAD, bisa menjadi pemimpin di Muratara. Tidak hanya itu, Dia berharap anak - anak ini juga ada yang menjadi anggota kepolisian. 


"Pendidikan ini sangat penting. Jadi, kita sangat mensuport penuh untuk pendidikan anak - anak" tegasnya. 


Ditempat yang sama, pengurus mess SAD Ahmad Sumato menyampaikan kegembiraan dan terima kasihnya atas bantuan buku untuk taman baca Kemala dan Wifi Gratis dari Bhayangkari Polres Muratara. 


"Kami sudah diperhatikan, dan tentunya bantuan ini sangat membantu anak - anak di Mess SAD. Anak - anak sangat termotivasi untuk membaca" ucapnya. 


Dia menuturkan, selama ini memang sarana baca masih minim di Mess SAD. Namun, dengan adanya bantuan buku  dan bantuan lainnya. Tentu saja di Mess SAD ini sangat terbantu. 


"Sekarang ada 85 anak yang sekolah di Mess SAD, mulai dari SD hingga  SMA dan kelas paket. Sementara 17 anak sudah tamat sekolah. Tahun ini kita tetap menerima pelajar SAD untuk masuk tahun ajaran baru" jelasnya. 


Sebagai pengurus Mess SAD, sambungnya, memang membutuhkan tenaga ekstra untuk mengajak anak - anak SAD belajar di Asrama. Dibutuhkan pendekatan khusus agar anak SAD mau belajar. 


"Untuk mengajak mereka mau belajar di asrama, kami memang harus menggunakan pendekatan khusus. Bagaimana membuat mereka itu betah tinggal disini hingga tamat sekolah" tukasnya. (MJ)

Share:

Kedapatan Bawa Senpira, Irawan Diamankan Sat Reskrim Muratara

 


MURATARA MSM.COM - Sat Reskrim Polres Muratara berhasil mengamankan Irawan bin Jon (27), warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Dia kedapatan membawa senjata api tanpa izin. 


Penangkapan Irawan, bermula dari adanya laporan ke Kanit Pidum bersama anggota yang mendapatkan informasi, bahwa pelaku dicurigai sering membawa senjata api rakitan (Senpira) di wilayah hukum Polres Muratara. 


Menindaklanjuti laporan tersebut, Senin (16/11) sekira pukul 03.15 WIB dini hari. Sat Reskrim Polres Muratara dan anggota Opsnal bergerak menuju ke rumah Uden di Desa Tanjung Agung. 


Karena berdasarkan informasi yang diterima, Irawan saat itu sedang berada di rumah Uden. 


Setelah dilakukan penggeledahan, dibagian pinggang sebelah kiri bagian belakang Irawan, temukan senpi berwarna silver bergagang kayu. 


Dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan juga serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu.


Pelaku berikut barang bukti, berupa sepucuk senpira serta serbuk putih yang diduga narkoba jenis sabu seberat 0,80 gram, dan timbangan digitalserta peralatan untuk menggunakan narkoba tersebut. 


Diamankan ke Polres Muratara, untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (MJ)

Share:

16 November 2020

BKD Muratara Gelar Rekonsiliasi Rutin Dana BOS Tahun 2020

 



MURATARA MSM.COM - Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Muratara, menggelar rapat rekonsialiasi, aset dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilingkup SD dan SMP. 


Rapat berlangsung di ruang rapat, auditorium lantai 2 Setda Muratara, Senin (16/11). Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepala SKPD dan Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah SD dan SMP. 


Kepala BKD, Duman Fachsyal melalui Kabid Aset, Rizal menjelaskan, rapat yang diikuti seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP se Muratara. Memfokuskan pada kegiatan dana belanja modal tahun ajaran 2020.




Dimana pada dasarnya, seluruh kegiatan tahun ajaran 2020 sudah dibelanjakan. Sehingga rekonsialiasi hasil kegiatan akan dimasukkan kedalam laporan. Selanjutkan diserahkan ke BPK. 


Dia menyebut, BPK akan datang ke Muratara pada Desember 2020. Untuk mengaudit seluruh kegiatan - kegiatan yang ada di Pemkab Muratara. Salah satunya di Dinas Pendidikan. 


Khusus di Dinas Pendidikan, BPK nantinya akan mengaudit Dana BOS, baik ditingkat SD maupun SMP, yang jumlahnya hampir 150 sekolah. 


"Kegiatan ini kita lakukan rutin setiap tahunnya.  Dan rekonsiliasi belanja modal ini dilakukan, karena ini merupakan salah satu yang akan diaudit BPK. Itulah akan dikeluarkan terakhir, untuk meningkatkan Opini kita, apakah masih meraih WTP atau bagaimana nantinya" jelasnya. 


Dia mengatakan, tahap awal ini, selain rekosiliasi di Dinas Pendidikan. BPK juga akan mengaudit Dinas PUPR, yaitu kegiatan fisik seperti jalan dan jembatan. Sedangkan di Dinas Kesehatan audit akan dilakukan mengenai masalah kesehatan. Sementara di Dinas Sosial, terkait masalah kegiatan yang bersifat sosial. 


Dengan rekonsiliasi rutin ini, Dia mengharapkan adanya peningkatan setiap tahunnya kearah yang lebih baik. Diantarnya, dimulai dengan administrasi seluruh belanja sekolah, baik SD dan SMP.

 

"Harus ada pembuktian, SPJnya lengkap. Pembukuannya lengkap secara teratur dan berkelanjutan. Karena BPK mengaudit melalui Simda laporan yang dikoordinir oleh Diknas untuk diserahkan kepada kami" sambungnya. 


Dia mengingatkan, pada dasarnya sekecil apapun dana yang dikeluarkan harus ada pertanggungjawaban. Karena tim audit akan mengaudit dimulai dari nol. (MJ)


Share:

Bawaslu Muratara, Lantik 71 PTPS Kecamatan Rawas Ulu

 



MURATARA MSM.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara, melantik 71 orang Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kecamatan Rawas Ulu, Senin (16/11).


Pelantikan PTPS, berlangsung di gedung serbaguna, Kelurahan Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara. PTPS ini nantinya akan bertugas pada pemilihan Bupati - Wakil Bupati Muratara tahun 2020.


Pelantikan ke-71 PTPS, dari 16 Desa ditambah 1 Kelurahan dalam Kecamatan Rawas Ulu, berlangsung khidmat. Jalannya pelantikan sendiri berlangsung lancar dan sukses. 



Ketua Panwascam Rawas Ulu, Abdulah Hakam mengingatkan, PTPS yang sudah dilantik  sudah memiliki tanggung jawab dan harus amanah dalam melaksanakan tugas. 


Pelantikan dan sumpah jabatan, bukanlah seremonial dan formalitas semata. Melainkan sebuah pertanggung jawaban, baik kepada diri sendiri maupun kepada Tuhan, untuk menjalankan tugas dengan sebaik - baiknya pada Pilkada nanti. 


"Memang tugas ini sangat berat. Tapi kami yakin, dapat melaksanakan tugas ini dengan baik. Peganglah amanat dari Bawaslu, dan harus jujur dan adil" pesan Abdulah Hakam.


Ditempat yang sama, Ketua Bawaslu, Munawir melalui Komisioner Ali Asek, mengucapkan selamat kepada seluruh PTPS yang telah dilantik. Ia nenegaskan, PTPS harus menjaga integritas dan netralitas.


Sebab, PTPS merupakan garda terdepan dalam melakukan pemungutan suara di TPS. Sehingga seorang PTPS wajib memiliki SIM-P, dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya. 


"Jika tidak, pengawasan bisa dinyatakan tidak berhasil. Seorang pengawas TPS hukumnya wajib untuk memegang SIM-P, yaitu soliditas yang kuat, integritas yang tinggi, mentalitas teguh dan profesionalitas" tegasnya. (MJ)


Share:

Hanyut Di Sungai Rawas. Agus Ditemukan Tim SAR Gabungan Sudah Tidak Bernyawa

 



MURATARA MSM.COM - Setelah melakukan pencarian sejak Jumat (13/11) lalu. Akhir Tim SAR gabungan  berhasil menemukan Agus Harisman bin Holik (18), Minggu (15/11). 


Remaja tersebut ditemukan mengapung di Sungai Rawas Desa Muara Kuis Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Dimana sebelumnya, Agus dikabarkan hilang pada Jumat (13/11) lalu. 


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pada hari kejadian, Agus dan keluarganya bersilaturahmi ke rumah kelaurganya yang berada di Desa Muara Kuis. Sekitar pukul 11.00 WIB siang, Agus terlihat berjalan ke arah Sungai Rawas. 


Warga kemudian heboh menyebut ada orang jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus. Mengetahui kabar tersebut, warga langsung melakukan pencarian dengan menyisir pinggir sungai Rawas. 


Kepala BPBD Muratara, Syarmidi ketika ditemui diruang kerjanya Senin (16/11) membenarkan adanya warga yang hanyut di Sungai Rawas. 


Dia menjelaskan, setelah mendapat laporan adanya warga tenggelam. Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas Sumsel yang siaga untuk wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara.


Untuk membantu melakukan pencarian, BPBD Muratara juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ko lokasi kejadian. Setelah tiga hari melakukan pencarian, akhir pada Minggu, jasad korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jasad korban. 


Syarmidi memastikan, warga yang temukan tewas di Sungai tersebut adalah Agus Harisman, remaja yang sebelumnya dikabarkan menghilang. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan. 


"Korban diduga meninggal karena hanyut tenggelam, diduga tidak bisa berenang" terang Syarmidi. Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarganya dan langsung di bawa pulang ke Provinsi Jambi. 


Kepala Basarnas Palembang, melalui Kapos Basarnas MLM, Ivan menjelaskan, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menelusuri Sungai.  Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar 5 kilometer dari lokasi pertama korban tenggelam, dengan kedalam sungai 2 - 5 meter.


"Setelah ditemukan, selanjutnya korban dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga" jelasnya. (MJ)

Share:

14 November 2020

Perkuat Kemitraan, Polres Muratara Jalin Silaturahmi Dengan Jurnalis dan PWI Muratara

 



MURATARA MSM.COM - Peranan jurnalis sebagai sumber informasi bagi masyarakat sangatlah penting. Karena media memberikan edukasi positif kepada masyarakat melalui pemberitaan. 


Hal itu dikatakan Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmad Hidayat saat silaturahmi dengan para awak media yang bertugas di Bumi Beselang Serundingan, Jum'at pagi (13/11).


Silaturahmi tersebut dilakukan Polres Muratara, guna memperkuat jaringan kemitraan dengan media massa jelang Pilkada 2020.


Hadir dalam silaturahmi diantaranya Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmad Hidayat, Kasubag Humas AKP Khayat dan Kabagren AKP Ruslan. Sementara dari media massa hadir ketua PWI Muratara, Marwan Ashari dan segenap pengurus dan anggota PWI Muratara. 


Dilanjutkan Kasat Reskrim, media berperan penting dalam menciptakan suasana keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas). Terlebih, menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 pada 9 Desember mendatang. 


"Kami membutuhkan support dari rekan - rekan media, untuk menciptakan Kamtibmas di wilayah Muratara. Media bisa memberikan edukasi secara langsung ke masyarakat untuk menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan nyaman" kata Dedi. 


Dia mengharapkan, media bisa memberikan kontribusi pemberitaan yang positif, berimbang dan sesuai fakta yang terjadi. Media juga diharapkan tidak membuat pemberitaan sepihak atau menggiring opini negatif. Sehingga menimbulkan paradigma tidak sehat di masyarakat. 


"Kapolres Muratara support  keberadaan media di Muratara, dengan adanya media tentunya informasi mengenai yang positif." sambung Dedi. 


Oleh karena informasi yang disajikan oleh para jurnalis  itu bisa diketahui masyarakat secara luas dan bukan hanya dikonsumsi masyarakat di Muratara. 


Ketua PWI Muratara Marwan Ashari mengucapkan terima kasih atas support dan perhatian dari pihak kepolisian terhadap media di Muratara.


Menurutnya, dengan terjalinnya komunikasi dan hubungan yang baik, tentunya dapat memberikan kontribusi positif. (MJ)

Share:

13 November 2020

Ponpes Bahrul Ulum Bantah Isu di Medsos

 



MURATARA MSM.COM- Pihak Ponpes Bahrul Ulum, Desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara melalui istri pengasuh ponpes, Hj. Sumiatun Rif'an, membantah, adanya isu yang belakangan viral di media sosial Facebook.


Di Medsos Facebook, disebutkan adanya dua orang santri dan santriwati yang ditelantarkan pihak Ponpes Bahrul Ulum. Oknum tak bertanggung jawab itu juga menyebutkan, kedua santri dan santiwati juga tidak mendapatkan perhatian dari Pemkab Muratara. 


Padahal kabar yang beredar di Facebook tentang kedua santri dan santriwati yaitu Alfin Supriyadi dan Puji Krisna itu tidak benar. "Kabar yang mengatakan anak ini ditelantarkan pihak pesantren, tidak benar" bantahnya. 


Dia menegaskan, saat ini Alfin sudah mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial melalui Kartu PKH. Dengan kartu tersebut, bisa membantu kebutuhan makan dan sekolahnya. 


Sedangkan santriwati atas nama Puji Krisna, saat ini masih diusulkan ke Dinas Sosial Kabupaten Muratara. Agar Puji Krisna juga mendapatkan kartu tersebut. 


"Saat ini, mereka berdua masih bersekolah seperti biasa. Mereka juga mendapatkan perhatian yang sama dengan santri dan santriwati lainnya" tegas Sumiatun, Jum'at (13/11).


Ditambahkannya, mereka berdua juga mendapatkan dana BOS, dari Pemkab Muratara melalui Dinas Pendidikan. Untuk yang SMA mendapatkan bantuan dari provinsi Sumatera Selatan. 


"Alfin dan Puji Krisna, sering kali mendapatkan bantuan dari hamba Allah, yang ingin berbagi. Karena keduanya merupakan anak yatim" tukasnya. 


Pimpinan Ponpes Bahrul Umum, KH. H. Rif'an menyesalkan adanya kabar yang tidak benar tersebut. Menurutnya, mereka sudah bersusah payah. Namun, masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan isu yang tidak benar di Medsos. 


"Karena kami di pesantren dididik. Sekarang saya menjadi pendidik. Jadi kami sudah sangat menjiwai pesantren. Walaupun tidak ada Alfin dan Puji Krisna. Kami masih seperti ini, tetaplah menjadi pendidik" tegasnya. 


Sebab, sambungnya, prinsip mereka dipesantren, bila ada yang meminta tolong. Dan mereka mampu untuk menolong, maka pihaknya akan dengan senang hati membantu.  


"Kalau tidak bisa membantu anak tersebut. Jangan malah menyebarkan fitnah" pesannya. (MJ)


Share:

10 November 2020

Jadi Irup Peringatan Hari Pahlawan. Ini Pesan Pjs. Bupati Muratara !




MURATARA MSM.COM - Pjs. Bupati Muratara, Supriyono menjadi Inspektur Upacara peringatan hari Hari Pahlawan tahun 2020. Di halaman Kantor Bupati Muratara, Selasa (10/11).


Peringatan Hari Pahlawan ditengah Pandemi Covid-19. Digelar Pemkab Muratara, dengan menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. 



Hadir dalam peringatan Hari Pahlawan diantaranya Ketua DPRD Muratara, Forkopimda, Kepala Kementerian Agama, Kapolres Muratara Dandim dan Sekretaris Daerah Kabupaten Muratara. 


Usai upacara, Supriyono mengucapkan rasa syukurnya. Pemkab Muratara dapat menggelar peringatan hari Pahlawan yang diperingati tanggal 10 November setiap tahunnya. 


Dia mengingatkan, momen peringatan Hari Pahlawan ini diperingati untuk mengenang para pahlawan pendahulu yang telah berjuang untuk bangsa Indonesia. Baik pejuang pada zaman penjajahan, maupun pejuang dimasa pembangunan. 


"Masyarakat diminta untuk selalu mengingat jasa - jasa para pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan" pesannya.  


Setelah menggelar upacara hari Pahlawan, Pjs. Bupati Muratara didampingi Kepala Dinas Kesehatan beserta rombongan membagikan masker gratis. Pembagian masker gratis ini, disambut antusias oleh masyarakat. (MJ)



Share:

Tiga Pelajar MTsN 1 Muratara. Ikut Ajang KSMO

 



MURATARA MSM.COM- Tiga pelajar MTs Negeri 1 Muratara mengikuti ajang Kompetensi Sains Madrasah Online (KSMO) di ruang Laboratorium MTs Negeri 1 Muratara, Selasa (10/11). 


Penyelenggaraan ajang KSMO yang bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan. Diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, melalui Direktur Jenderal Kurikulum Sarana Kelembagaan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. 


Kepala MTs Negeri 1 Muratara, Sri Widyati menyebut, ketiga pelajar tersebut masing - masing M. Fazzaki Putra Fradifta bidang Mata Pelajaran Matematika Terpadu Terintegrasi. 


Selanjutnya, Ferdi Fernandes, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Terintegrasi. Dan terakhir, Atia mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu Terintegrasi. 



Keikutsertaan ketiga pelajar MTs Negeri 1 Muratara di ajang KSMO tersebut, setelah sebelumnya ketiga pelajar tersebut lolos dalam seleksi. Dan berhak mengikuti ajang KSMO. 


Dia menjelaskan, untuk teknis penyelenggaraan ajang KSMO ini. Terbagi menjadi tiga sesi. Dimana waktu masing - masing sesi yang diberikan selama 120 menit, setiap mata pelajaran. 


"Kegiatan ini bertujuan, meningkatkan ilmu pengetahuan dan mutu anak dalam era teknologi ditigal seperti sekarang ini" tutupnya. (ZL)

Share:

09 November 2020

BPN Muratara Bagikan 500 Sertifikat Tanah Program PTSL

 


MURATARA MSM.COM - Meski ditengah pandemi Covid-19, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muratara. Tetap optimis menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). 


Hal itu dengan diterbitkannya 500 sertifikat tanah, untuk masyarakat Kabupaten Beselang Serundingan. Penyerahan sertifikat tanah secara simbolis dilakukan di aula Sederhana Kecamatan Rupit, Senin (9/11).


Dalam sambutannya, kepala BPN Kabupaten Muratara, Heri Purwanto menjelaskan, penyerahan sertifikat tanah dilakukan, setelah mendapat perintah dari Kementerian Agraria dan Pertanahan Negara RI. 




Perintah tersebut, untuk melaksanakan penyerahan tanah. Dalam rangka Hari Tata Ruang dan Agraria Nasional sekaligus hari ulang tahun Kementerian Agraria dan Pertanahan Negara RI di tahun 2020 ini. 


Tahun ini, sambungnya, sertifikat tanah dibagikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo secara nasional dan serentak se Indonesia yang dilaksanakan pada hari ini. Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, maka presiden melakukannya secara virtual. 


"Untuk Kabupaten Muratara, diperintahkan untuk membagikan sertifikat yang sudah diterbitkan dari kegiatan PTSL. Artinya, setiap bidang tanah yang ada di desa sudah Kita ukur" paparnya. 



Dia menyebut, dari total sertifikat yang dibagikan yakni sebanyak 500 sertifikat. Seharusnya target yang dipatok sebanyak  3 ribu bidang tanah. Namun, karena pandemi Covid-19,pihak kementerian memangkasnya hanya menjadi 500 bidang.  


"Di desa sudah sangat antusias melakukan pendataan dan pengukuran. Tetapi karena Covid-19 ini, PTSL yang dikerjakan hanya 500 bidang tanha. Dan kita serahkan secara simbolis pada hari ini" ujarnya. 


Untuk sisa yang sudah dikur, akan tetap dilaporkan. Sementara, untuk PTSL yang sudah disosialisasikan, tahun ini ada tambahan dengan target 10 ribu bidang yang merupakan bantuan dari Bank Dunia. 


Ia mengungkapkan, untuk tahun 2020 ini, PTSL sudah selesai. Dan PTSL BM ada di enam desa. Sementara Desa Lubuk Kumbung, Bukit Ulu, dan Desa Sukaraja. Untuk kekurangan yang sudah didapatkan dan ada penambahan masing - masing di tersebar di Kecamatan Rupit antara lain desa Noman Lama dan Noman Baru. Selain itu untuk Kecamatan Rawas Ulu ada satu desa yaitu Desa Sukomoro. 



"Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah. Agar kegiatan ini dapat terlaksanakan dan mencapai target. Sehingga nantinya sertifikat tersebut akan kita bagikan di akhir tahun ini juga" harapnya. 


Sekretaris Daerah Kabupaten Muratara, Alwi Roham memberikan apresiasi dan terima kasih kepada BPN yang telah melaksanakan penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat. 


Dia juga percaya, masyarakat mengungkapkan hal serupa. Sebab, selama ini untuk mendapatkan sertifikat tanah tidaklah mudah dan memakan waktu yang lama. Ditambah biaya yang tidak sedikit. 


"Masyarakat merasakan sendiri, menerima sertifikat cepat dan hampir tidak ada biaya. Ini merupakan inovasi yang baik dan berdampak bagi pemerintah daerah dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat" kata Sekda. (MJ)

Share:

08 November 2020

PENGUMUMAN

 


Share:

PENGUMUMAN

 


Share:

PENGUMUMAN

 


Share:

PENGUMUMAN


 

Share:

07 November 2020

DLHP Muratara Gelar Rapat Teknisi Penilaian Amdal

 



MUARA RUPIT MSM.COM - Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara menggelar rapat teknisi komisi penilaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada Rabu (4/11).


Rapat yang dilaksanakan di kantor DLHP itu, dalam rangka penilaian dokumen KA Amdal rencana usaha atau kegiatan pembangunan kawasan perkantoran Pemkab Muratara, di Kelurahan Muara Rupit. 


Kepala DLHP Kabupaten Muratara Zulkopli, melalui Kabid PPLH Indrayani menjelaskan, rapat bersama tim teknisi dilakukan sebagai pengacuan pada dampak lingkungan perkantoran di Kabupaten Muratara. 


Dia mengaku senang, para teknisi ahli telah mengcrosscek dan menilai sekaligus memeriksa yang dihadiri para konsultan dan teknisi, dengan hasil penilaian Amdalnya baik.  


"Kedepan, dengan adanya penilian Amdal tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan. Seperti pembangunan kawasan perkantoran, ada masyarakat yang tidak senang, bermasalah dan segala macam" kata Indrayani.  (MJ)

Share:

04 November 2020

Polres Muratara Musnahkan Barang Bukti 288 Batang Ganja

 



MURATARA MSM.COM - Polres Muratara melakukan pemusnahan 288 batang ganja yang merupakan barang bukti yang berhasil diamankan Polres Muratara. Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolres Muratara, Rabu (4/11).


Pemusnahan tersebut dihadiri Disreserse Polda Sumsel Kombes Pol. Istu Heriono, Kapolres Muratara AKBP Eko Maryanto, Pj Bupati Muratara Supriyono, Dandim, Kajari dan BNN. 


AKBP Eko Maryanto dalam laporannya menyampaikan, pemusnahan narkotika jenis ganja merupakan Barang Bukti yang berhasil diamankan Polres Muratara pada Oktober 2020 ini. 


Dia berharap, Kabupaten Muratara bebas dari narkoba. Untuk itu, Dirinya meminta dukungan, baik dari Pemkab Muratara maupun dari masyarakat untuk bersama - sama memberantas narkoba. 


"Narkoba ini sangat meresahkan kita bersama. Sudah banyak contoh dan korban jiwa. Banyak yang terkena narkoba tidak bisa maju dan beraktifitas, serta tidak bisa berkarya. Penyebab tersebut salah satunya narkoba" kata Kapolres.




Dia menegaskan, Polres Muratara bersama Pemkab, dan TNI, berkomitmen untuk bersama - sama memberantas narkoba, apapun jenisnya. 


Kombes Pol. Istu Heriono mengatakan, pemusnahan barang bukti merupakan salah satu kewajiban pihaknya seperti yang tertuang dalam pasal 90 UU Nomor 35, dimana diwajibkan memusnakan barang bukti, agar tidak terjadi penyelewengan. 


"Kami di Disreserse Narkoba Polda Sumsel memberikan apresiasi kepada rekan - rekan Polres Muratara yang telah berhasil mengungkap ladang ganja. Kita wajib bersinergi dengan masyarakat dan stakeholder lain, untuk memberantas narkoba sampai ke akar - akarnya" tegasnya. 


Pjs. Bupati Muratara, Supriyono mengatakan, Pemkab Muratara sendiri memberikan apresiasi setinggi - tingginya kepada Polres Muratara yang telah berhasil mengungkap dan memberantas narkoba di Bumi Beselang Serundingan. 


"Kami berharap kepada masyarakat, marilah kita bersama - sama dan bahu membahu membantu memberantas narkoba. Karena narkoba bukan hal sepele, efek sampingnya ke generasi kita" kata Supriyono. 


Pjs. Bupati meminta, untuk bersama - sama melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang tidak mengerti ataupun belum paham tentang bahaya narkoba. Dengan harapan mereka tidak sampai menggunakan narkoba. (MJ)


Share:

Digelar Selama Dua Hari. Sekda Muratara Buka Bimtek SOP Administrasi Pemerintahan

 



MURATARA MSM.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Muratara, Alwi Roham membuka Bimingan Teknis (Bimtek) Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan, Selasa (3/11).


Bimtek yang digelar Pemkab Muratara, melalui bagian organisasi dan Ortala Setda Muratara, digelar guna mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional menuju pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. 


Usai membuka Bimtek, Alwi Roham menjelaskan, SOP merupakan instruksi tertulis yang dibakukan dan sekaligus merupakan proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan dalam suatu organisasi. 


Hal itu dalam rangka untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai peraturan perundang - undangan serta untuk memperjelas peran dan tanggung jawab seorang pejabat sipil negara. 


"Tujuan yang hendak dicapai melalui Bimtek untuk memberikan wawasan dan pengetahuan dalam panduan bagi seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah dalam mengidentifikasi, menyusun, mendokumentasikan, mengembangkan, memonitor serta mengevaluasi SOP sesuai dengan tugas dan fungsi aparatur negara" ujarnya. 


Hal ini penting dilakukan, mengingat dalam melaksanakan tugas dan wewenang pejabat sipil negara harus memiliki standar yang jelas, target kinerja yang terukur serta ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan.


"Kepada para peserta saya pesankan agar mengikuti Bimtek ini dengan sebaik-baiknya sehingga hasil dari bimtek ini dapat diimplentasikan dalam melaksanakan tugas pada masing-masing instansi saudara," imbuhnya.


Kepala Bagian Organisasi dan Ortala Setda Muratara mengatakan, tujuan dilaksanakannya Bimtek SOP untuk meningkatkan pemahaman ASN di lingkungan Pemkab Muratara dalam menyususn SOP administrasi. Sehingga dapat melaksanakan tugas dalam kelompok di tempat tugas masing-masing.


Selain itu, untuk membina dan menjadi acuan OPD dalam bekerja sehingga dalam pelayanannya tidak berbelit - belit. Apalagi bagi OPD yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti DPST, Disdik, Dinkes, dan Kecamatan. 


"Disini kita rangkum dan di OPD akan dibentuk tim SOP sampai diantara intern mereka dan diketahui kepala OPD. Dengan adanya SOP agar dalam bekerja bisa cepat. Apa lagi zaman sekarang sudah modern serba teknologi canggih jadi kita jangan terlambat untuk kabupaten muratara supaya kedepan menjadi kebih baik" jelasnya.


Dia menambahkan, bimtek sendiri diikuti peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh OPD dan kecamatan dilingkungan Pemkab Muratara. Sementara untuk pelaksanaanya digelar selama dua hari. 


Dengan menghadirkan sumber dari Kepala Tata Laksana Biro Organisasi Setda Provinsi Sumsel, Tajudin SH MSi. "Diharapkan, peserta yang mengikuti bimtek ini, nantinya mampu bekerja dengan sungguh - sungguh" harapnya. (MJ)


Share:

03 November 2020

Bappeda Muratara Gelar Rakor Pengarusutamaan Gender

 


MURATARA MSM.COM-Bappeda Kabupaten Muratara menggelar Rapat Koordinasi Pengarusutamaan Gender di Offroom lantai 2 Setda Muratara, Selasa (3/11). Rakor yang diikuti OPD, Camat, Kades dan ASN dilingkungan Pemkab, dibuka Pjs.Bupati Muratara, Supriyono.


Kepala Bappeda, Erwin Syarif melalui Kabid Sosial Budaya dan Ekonomi, Mathir dalam laporannya menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan antara lain Permendagri Nomor 67 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan Permendagri nomor 15 tahun 2008 tentang pedoman umum pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah.


Kegiatan juga berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI  tahun 2014 tentang pedoman pengawasan pelaksanaan perencanaan dan penganggaran yang respontif. 


Kemudian Perda Muratara Nomor 3 tahun 2019  tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten muratara tahun anggaran 2020, serta kemudian Perbup Muratara Nomor 19 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan pengerustamaan gender dalam pembangunan daerah dan Keputusan Bupati Muratara Nomor 100/KPTS/DPMDP3a /MRU/2020 tentang pembentukan kelompok kerja pengerustamaan gender Muratara.


"Tujuan kegiatan untuk  menyiapkan langkah dan program Pelaksanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dan yang di PPRG kan tahun 2021. Dan mengevaluasi pelaksanaan PUG tahun 2020 di Muratara yaitu melakukan penilaian atas pelaksanaan PUG kedalam kebijakan program - program dan kegiatan pada sembilan sektor pembangunan dibidang ketenagakerjaan, pendidikan, hukum, pertanian, koperasi Keluarga berencana, kesehatan, kesejahtran sosial dan lingkungan hidup" paparnya.



Sementara, Pjs. Bupati Muratara, Supriyono mengungkapkan, rakor dilaksanakan dengan tujuan mengoptimalkan mengoptimalkan dan mengefektifkan sekaligus mengintegrasikan perwujudan pengarusutamaan gender yang berkeadilan di muratara secara terpadu dan terkoordinasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta pelayanan kemasyarakatan di Muratara.


 Rakor ini mengundang narasumber  dari Pemprov Sumsel  yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera selatan untuk memberikan  penguatan terhadap implementasi pengarusutamaan gender di Muratara.


"Sekaligus membekali serta mempersiapkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengintegrasian gender yang dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di daerah Kab. Muratara yang responsive gender berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku utamanya di dalam menyongsong program dan kegiatan pemerintah daerah tahun 2020" paparnya. (MJ)

Share:

02 November 2020

Bentuk Kepedulian. Kapolres Muratara Berikan Bantuan Pembangunan Masjid Di Batu Gajah Baru



MURATARA MSM.COM-Sebagai bentuk kepedulian terhadap tempat ibadah, Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto, S.Ik didampingi Waka Polres, dan beberapa anggota Polres Muratara, melakukan aksi sosial.


Aksi sosial tersebut berupa pemberian bantuan material berupa semen, untuk pembangunan masjid  di Dusun Batu  Gajah Baru, Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara  Senin (2/11).


Kedatangan Kapolres dan rombongan, disambut  ketua  pembangunan masjid Desa Batu Gajah Baru  Hamid Djapar bersama kepala  desa Bingi Rupit Heri Tamrin . Pada kegiatan tersebut, Kapolres Muratara menyerahkan langsung bantuan ke ketua  Pengurus Masjid.


Disela kegiatan, Kapolres Muratara  mengatakan,  pihaknya merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap tempat ibadah, serta kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas ibadah.


“Ini adalah berbagi rezeki dari Allah SWT,  sebanyak 40 sak semen untuk pembangunan Masjid , semoga ini bermanfaat dan pembangunan cepat selesai,” ujarnya.


Selain itu, Kapolres Muratara  juga menjelaskan bantuan atau sedekah ini hanya untuk kepedulian kami dari kapores Muratara dan saya  baru Bertugas di sini untuk mengenalkan diri dan berbagi rezeki tersebut sebagai ladang beramal untuk membantu sesama yang membutuhkan, dan juga untuk membantu rumah ibadah yang ada di Kabupaten Muratara  ujarnya.


“Dan kita percaya dengan berbagi rezeki kepada sesama, juga akan mendapat ganjaran yang lebih dari Tuhan,” jelasnya.


Sementara itu, merespon bantuan semen yang diserahkan oleh Kapolres Muratara ini, disambut baik oleh pihak Panitia Pembangunan Masjid dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Muratara bersama jajarannya.


“Sebagai  ketua Panitia Masjid, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih dengan bantuan ini. Karena bantuan ini  sangat bermanfaat bagi pembangunan Masjid Desa kami dan kami  do'a kan  semoga Kapolres Muratara dan jajarannya dilindungi  yang maha kuasa dan semoga di berikan  kemudahan dalam bertugas di Muratara”tutupnya. 


Hal senda dikatakan Heri Tamrin, selain menyampaikan terima kasih atas kepedulian Kapolres dan jajaran dalam pembangunan sarana ibadah. Dia berharap semoga polres Muratara selalu diberikan kemudahan dalam segala hal dalam melayani dan mengayomi masyarakat Muratara. (MJ)

Share:

Tingkatkan Kompetensi Pengelola Keuangan. BKD Muratara Gelar Kegiatan Pembekalan

 



MURATARA MSM.COM-Pemkab Muratara melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) menggelar kegiatan pembekalan Penyusunan Laporan Keungan Daerah. Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari tersebut, dibuka Pjs. Bupati Muratara, Supriyono di Offroom lantai 2 Setda Muratara, Senin (2/11).


Hadir para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Muratara. Dengan jumlah total peserta pembekalan sebanyak 81 orang. Terdiri dari bendahara penerima dan pengeluaran sebanyak 44 orang dan operator SIMDA sebanyak 37 orang.


Kepala BKD Muratara, Duman Fachsyal mengatakan, dasar hukum pembekalan penyusunan laporan keuangan bagi OPD kabupaten Muratara tahun anggaran 2020 adalah PP nomor 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi dipemerintahan.


Kemudian Permendagri nomor 64 tahun 2013 tentang penerapan peraturan rujukan akuntansi pemerintah berbasis faktual  dan peraturan Bupati nomor 3 tahun 2020 tentang standar biaya serta SK bupati no 41 tahun 2010 tentang keputusan tim pelaksana kegiatan ini jelasnya.



Dia menjelaskan,  tujuan dari kegiatan pembekalan  untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolah keuangan di masing masing OPD yang ada di kabupaten Muratara. Kemudian untuk menyajikan informasi laporan keuangan OPD yang baik transparan dan akuntabel serta untuk mempertahankan WTP.


"WTP  sudah 3 kali diraih kabupaten Muratara, dan kita wajib mempertahankan dan berharap memperoleh WTP kembali. Tujuan lainnya, untuk mempercepat laporan keuangan. sehinggah kita targetkan pada  Januari, laporan keuangan  pemerintah daerah ini sudah bisa disampaikan ke perwakilan BPK RI" jelas Duman Fachsyal.




Ditempat yang sama, Pjs. Bupati Muratara Supriyono menyampaikan, salah satu tugas dari kepala daerah adalah menyampaikan laporan keuangan paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir berdasarkan UU nomor 23.


"Tentunya penyampaian laopran keuangan ini, semua daerah bersaing lebih cepat lebih akuntable serta menyajikan laporan yang baik. Kemudian dilakukan audit rinci oleh badan pemeriksa keuangan Republik Indonesia ke masing - masing ensitas" kata Supriyono.


Dia mengingatkan, penyampaian laporan keuangan mesti cepat. Mengingat banyaknya laporan keuangan, baik dari OPD maupun sekolah yang tentunya akan memakan waktu yang cukup panjang.


Di Kabupaten Muratara saja ada 37 OPD dan 7 kecamatan. Ditambah sekian banyak sekolah atau unit penerima dana BOS. Tentunya waktu 3 bulan tidaklah gampang dalam mengerjakannya. Sebab, dalam menyusun laporan meski sungguh - sungguh dan harus dengan tepat dan cepat.


Pjs. Bupti menjelaskan, secara aturan  ada 3 paket UU yang berkaitan dengan keuangan negara. Pertama UU nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, dan yang kedua UU nomor 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara UU nomor 15 tentang pertanggungan jawaban keuangan negara.


"Kabupaten Muratara sudah 3 kali meraih WTP. Jadi, bagaimana mempertahankan itu ibarat sakit berobat lebih sulit dan ini sudah sembuh pertahankan kesembuhan itu" ujarnya.


Supriyono mengatakan, untuk mempertahakan WTP tidak lain dan tidak bukan tidak boleh dibebankan kepada bendahara dan kepala pengelolah keuangan daerah. Artinya berbicara tentang laporan keuangan ini adalah berbicara kebijakan pemerintah daerah salah satu instrumen ingin mendapat dana insentip daerah.


 "Maka WTP salah satu diantaranya. Selanjutnya penurunan angka kemiskinan dan indeks pembangunan manusia dan penyampaian laporan APBD tepat waktu" jelasnya. (MJ)

Share:

Postingan Populer

Arsip Blog