-->

IKLAN

IKLAN

Ninja Sawit Berkeliaran di Muratara, Bupati Devi Suhartoni Geram

mediasinarmuratara
30 Juni 2026, 19:26 WIB Last Updated 2026-06-30T12:26:32Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Maraknya aksi pencurian buah kelapa sawit yang dikenal dengan sebutan “ninja sawit” di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) membuat Bupati Devi Suhartoni menyampaikan kekecewaan sekaligus peringatan tegas


MURATARA MSM.COM — Maraknya aksi pencurian buah kelapa sawit yang dikenal dengan sebutan “ninja sawit” di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) membuat Bupati Devi Suhartoni menyampaikan kekecewaan sekaligus peringatan tegas. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (30/6/2026) dan dikutip dari media sosial.

 

Menurut Bupati, aksi pencurian ini merugikan baik kebun milik perusahaan maupun lahan milik warga pribadi. Ia mengimbau para pelaku untuk sadar bahwa setiap tindakan kriminal yang tertangkap tangan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

“Saya sebenarnya sudah sering membantu menyelesaikan persoalan ini, namun kejadian terus berulang. Kebanyakan pelaku juga sudah memiliki catatan masalah negatif. Padahal jika hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, di Muratara masih banyak pekerjaan halal yang bisa dikerjakan,” ujar Devi.

 

Ia juga menyampaikan arahan terkait penanganan pelaku di lapangan. Bupati meminta warga yang berhasil menangkap pelaku untuk tidak melakukan penganiayaan. Cukup diamankan dengan tertib, lalu diarak sambil membawa barang bukti hasil curian melintasi Jalan Lintas Sumatera, agar menjadi perhatian dan pelajaran bagi masyarakat luas.

 

“Kalau ada yang tertangkap, jangan disiksa. Cukup diamankan, arak saja sambil memikul buah sawit curiannya di jalan lintas. Nanti pasti ada media yang meliput peristiwa itu,” tegasnya.

 

Bupati turut menyoroti penanganan kasus selama ini. Pihak kepolisian dinilai sudah banyak membantu, namun seringkali setelah satu pelaku dilepaskan, muncul pelaku lain di tempat berbeda. Tak jarang, pelaku atau kelompok tertentu meminta toleransi kepada perusahaan, bahkan mengancam akan menutup akses jalan perusahaan maupun jalan utama jika permintaan tidak dipenuhi.

 

Terkait hal itu, Bupati menegaskan sikap tegasnya:

“Ke depan, saya tidak akan lagi meminta perusahaan untuk mencabut laporan. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Begitu juga pihak yang mengganggu ketertiban umum atau menutup jalan, harus ditindak tegas. Mana ada logikanya, sudah mencuri lalu marah ketika perusahaan mengambil langkah tegas? Tindakan seperti itu justru menyusahkan banyak orang.”

 

Di akhir pernyataannya, Bupati Devi berharap seluruh masyarakat Muratara senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT, dilancarkan rezekinya, serta menjauhi tindakan yang merugikan orang lain maupun diri sendiri.


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA

NASIONAL

+