-->

IKLAN

IKLAN

Bupati Sarolangun Hurmin, Serah Terimah Tugu Biduk Ikon Baru

mediasinarmuratara
25 Januari 2026, 17:27 WIB Last Updated 2026-01-25T10:27:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Bupati Sarolangun H Hurmin saat serah terima aset tugu Biduk oleh kontraktor pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya AR H Ibnu Ziyadi MZ, ST, MH IAI 


 

SAROLANGUN MSM.COMBupati sarolangun H hurmin menggelar Serah terima aset tugu biduk aset tersebit diserahkan oleh kontraktor pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya Ar H Ibnu Ziyadi MZ, ST, MH, IAI, kepada Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan, SE, dan kemudian diserahkan oleh Ketua forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan kepada Bupati Sarolangun H Hurmin, Jumat (23/01/2026) di Rumah Dinas Bupati Sarolangun.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun, Kepala DPMPTSP Sarolangun Sahrudin Muis, SE, MM, Kadis PUPR Sarolangun Arif Hamdani, ST, Kasatpol PP Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Kadis Perkim Sarolangun Drs Tarmizi, Pihak perwakilan 23 perusahaan pembangunan tugu biduk, Kabid Penanaman Modal Desi Oktawati, SE, MM, Camat Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, Lurah Sarkam Aripin Siregar, serta tim Gentala Inspirasi Mahakarya.

 

Kontraktor pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya Ibnu Ziyadi dan Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun M Ridwan Poto bersama dalam penyerahan serah terima barang dan aset pembangunan tugu biduk.


Dalam sambutannya, Ibnu Ziyadi selaku Kontraktor Pelaksana PT Gentala Inspirasi Mahakarya mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Forum CSR Kabupaten Sarolangun yang telah memberikan amanah kepada pihaknya untuk mengumpulkan pembiayaan yang besar menciptakan sebuah ikon baru yang sudah lama direncanakan namun baru bisa terealisasi saat sekarang ini.

” Kalau merunut ke belakang dari 2 tahun yang lalu, kami di fasilitasi dibantu oleh Pak Sahrudin bertemu dengan PJ Bupati Sarolangun berdiskusi kemudian juga disupport penuh dengan Pak Dedi beliau PJ Sekda waktu itu memfasilitasi beberapa kali pertemuan rapat baik di kantor bupati kemudian di bank 9 Jambi dan diskusi secara intensif sampai beberapa tempat,” katanya.

 

” Dan alhamdulillah pada era Bupati yang sekarang, bapak H Hurmin harapan itu terwujud ini suatu kebanggaan bagi kami, diberi kesempatan diberi amanah untuk mengawal proses itu mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan,” kata dia menambahkan.

 

Kata Ibnu Ziyadi, bahwa dalam pelaksanaan pembangunan tugu biduk ini banyak hal yang pihaknya temui berkaitan dengan permasalahan teknis dan non teknis, namun pihaknya tetap berkomitmen apapun yang terjadi ini harus dapat diselesaikan dengan baik karena pembangunan tugu biduk ini merupakan sebuah amanah harus diwujudkan.

 

” Seperti yang sama-sama kita saksikan, kami menyadari apa yang sudah kami perbuat ini memang belum sempurna, masih banyak yang hal-hal yang sebenarnya belum sesuai dengab perencanaan, cuma demikian kami akan berusaha minimal antara konsep desain yang sudah dipaparkan dengan realita ini sudah mendekati,” katanya.

 

Selain itu, pihaknya juga telah menemui saran maupun masukan dari berbagai pihak selama pembangunan tugu biduk ini, apalagi di media sosial banyak pendapat yang diutarakan masyarakat. Namun, menurutnya itulah dinamika Pembangunan yang tidak menyurutkan semangat pihaknya untuk melaksanakan pembangunan tugu biduk tersebut.

 

” Ini sebuah tantangan dan kita harus berusaha bagaimana mewujudkan itu dan insyaallah menjadi harapan Kita semua ke depan. Sarolangun sudah memiliki icon yang betul-betul berasal dari adat budaya kita kita tidak lagi terus mengelus-ngelus peninggalan kolonial dari dulu background acara-acara kita selalu jembatan Beatrix,” katanya.

 

Ia juga berharap keberadaan tugu biduk ini juga bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat Sarolangun khususnya para pelaku UMKM untuk hilirisasi membuat karya-karya lainnya, dan hari ini sudah banyak produk-produk dari masyarakat Sarolangun yang membuat tampil produk baju, batik dengan motif tugu biduk sehingga ini memang diharapkan dapat menumbuhkembangkan UMKM.

 

” Harapan kita tentunya setelah ini akan muncul iven-iven yang menjadi tradisi tahunan kita tahu setiap lebaran ada lomba biduk, itu tadi sudah saya diskusi dengan bapak Bupati kalau bisa tahun ini tidak hanya orang nonton lomba biduk tapi ada kegiatan-kegiatan lain yang menyertainya,” katanya.

 

 

Ibnu Ziyadi juga mengharapkan agar nantinya masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam menjaga dan merawat tugu biduk ini dengan baik, salah satunya dengan menyiapkan kelembagaan komunitas masyarakat yang nantinya ada regulasi kerjasama dalam pengelolaan aset.

” Jadi kita libatkan masyarakat karena potensi ekonomi di lokasi ini insya Allah luar biasa, mulai dari parkir kuliner, souvenir dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini sudah kita sampaikan jadi mendorong masyarakat bahwa jangan kita terlalu meminta fasilitas dan pemerintah padahal pemerintah sudah sangat banyak berbuat, tinggal lagi masyarakat apakah bisa atau tidak memanfaatkan itu,” katanya.

 

Sementara itu, dalam arahannya Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan bahwa pembangunan tugu biduk hari ini bukan hanya sebuah proyek terus melainkan simbol-simbol kearifan lokal, identitas budaya dan kebanggaan masyarakat yang harus dijaga dan di wariskan kepada generasi yang akan datang.

 

” Tugu biduk ini sebagai kebanggaan bersama sebagai simbol persatuan dan sebagai warisan berharga bagi anak cucu kita kedepan,” katanya.


Hurmin menyebutkan bahwa tugu Biduk ini hadir sebagai ikon baru Kabupaten Sarolangun, dimana bukan sekedar berbagai bangunan visual tetapi sebagai rangkuman sejarah budaya dan identitas masyarakat Sarolangun yang hidup dan terus bergerak.

 

Pada bagian paling atas tugu biduk ini di mahkotai pucuk paku sebagai simbol kehidupan yang tak pernah habis.

 

” Pucuk paku dipetik pagi dan sore namun selalu tumbuh kembali dan berbagai simbol lainnya seperti tulang batik atau pengayuh biduk dan simbol biduk yang filosofinya menggambarkan masyarakat sarolangun adalah pribadi tangguh, pantang menyerah dan selalu bangkit meski berkali-kali diuji jaman,” katanya.

 

 

 

Selain itu, tentunya tugu biduk bukan hanya ikon baru tapi dibangun dari sejarah yang digerakkan oleh kebersamaan dan diarahkan menuju masa depan tanpa melupakan akar budayanya. Kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat tugy biduk ini.

 

Pemerintah Kabupaten Sarolangun juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh perusahaan yang tergabung dalam forum CSR serta kepada kontraktor pelaksana atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan tugu biduk ini.

 

” Sinergi seperti inilah yang sangat kita harapkan terus menerus dan ditingkatkan di masa yang akan datang, kami sampaikan dalam kesempatan ini seluruh OPD, pak sekda, hadirnya perusahaan memberi manfaat bagi daerah. Alhamdulillah dengan doa dan semangat bersama, pembangunan tugu biduk ini terlaksana juga. Kita doakan kawan-kawan perusahaan yang ikut membantu diberikan kemudahan untuk berusaha di wilayah Kabupaten Sarolangun,” katanya.


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA