Tuesday, July 16, 2019

Sekda Lepas 2 Peserta Lomba Cerita Tingkat Provinsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Targetkan Juara



MURATARA MSM.COM - Pemkab Muratara melalui Dinas Perpustakaan memberangkatkan 2 orang peserta yang akan mengikuti lomba membaca cerita tingkat provinsi. Kedua peserta dilepas langsung oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi Roham diruang Setda Muratara, Senin (15/7).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muratara, Hj Herawati mengatakan, dirinya optimis dapat meraih prestasi yang membanggakan pada lomba ini. Bahkan ia menargetkan juara umum dan juara terbaik tingkat provinsi. Sehingga dapat mengikuti lomba ditingkat pusat. 

Selain menargetkan juara, ketikutsertaan Kabupaten Muratara pada lomba membaca cerita tingkat provinsi sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan siswa  secara individu, dan memancing inisiatif guru dalam mengembangkan cerita, khususnya cerita yang berasal dari Bumi Beselang Serundingan sendiri.



"Kita berharap kepada sekolah yang ada di Kabupaten Muratara mulai dari tingkat SD hingga SMA untuk lebih giat lagi dalam mengikuti lomba seperti ini" harapnya.

Kabid Pelayanan Perpustaan dan Kegemaran Membaca Ajamil menjelaskan, kedua orang peserta yang diberangkatkan pada lomba cerita tingkat provinsi berasal dari dua sekolah yang berbeda.

"Masing - masing juara 1 dan juara 2 tingkat kabupaten. Untuk juara 1 tingkat kabupaten berasal dari SD Negeri Karang Jaya sedangkan juara dua berasal dari SD Negeri Batu Gajah" ujarnya.

Dilanjutkannya, dengan adanya lomba cerita ini dapat menggali potensi sesuai dengan kategori. Dimana kategori pertama cerita yang berasal dari daerah masing - masing.

"Kebetulan anak kita ini mengambil tema tentang danau rayo yakni legenda Bujang kurap. Nah cerita daerah yang diangkat bukan daerah lain tapi daerah masing masing dengan pola tutur ceritanya itu untuk memperkenalkan bahasa Indonesia  dan tidak memakai kata yang diumpamakan, divabel, binatang atau yang diumpamakannya" paparnya.

Selain itu, cerita yang dibawakan tidak boleh cerita nyata. Melainkan cerita rakyat dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tanpa properti atau menggunakan alat - alat yang lain misalnya ada perahu dan sebagainya tetapi menggunakan imajinasi yang dikembangkan. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive