Kamis, 14 Maret 2019

Bertepatan Dengan UN, STQH ke-25 Alami Perubahan Jadwal



MURATARA MSM.COM - Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadist (STQH) tingkat provinsi ke-25 tahun 2019 mengalami perubahaan. Dimana sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 21 - 27 April diubah pelaksanannya pada 24-30 April 2019.

Hal itu berdasarkan hasil rapat persiapan STQH bersama 17 kabupaten/kota se Provinsi Sumatera Selatan di ruang Bina Praja Biro Kesra Pemprov Sumsel, Rabu (13/3) sekaligus pemaparan kesiapan Kabupaten Muratara sebagai tuan rumah STQH ke-25 tahun 2019.

Demikian diungkapkan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Kabag Kesra H Nawawi. Lebih lanjut dikatakannya, perubahan jadwal pelaksanaan STQH disebabkan berkenaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional.

"Yang terpenting hasil keputusan ada perubahan jadwal. Tadinya kita jadwalkan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 - 27 Arpril 2019. Namun, ternyata pada tanggal itu bertepatan hari Ujian Nasional mengingat banyak juga peserta anak sekolah SD dan SMP yang akan mengikuti UN,"jelas nya

"Sementara kita akan mundur tidak bisa jauh karena pada bulan Juni/Juli 2019 berkenaan dengan MTQ tingkat Nasional di Pontianak,dan kita pada tanggal 1 Mei 2019 sudah persiapan untuk mengikuti MTQ tingkat Nasional. Jadi berdasarkan keputusan rapat maka jadwal ditetapkan pada tanggal 24-30 April 2019,"papar Nawawi

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat di Bumi Beselang Serundingan turut mensukseskan perhelatan akbar tersebut. "Harapan kita tentu berharap perhelatan ini sukses. Jadi minta bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,"ungkapnya

Rapat persiapan STQH ke-25 yang dipimpin langsung oleh Asisten I Pemprov Sumsel DR A Najib dihadiri perwakilan dari 17 kabupaten/kota. Dari Kabupaten Muratara sendiri hadir Bupati Musi Rawas Utara H.Syarif Hidayat, dan Sekda Muratara H. Zainal Arifin.

Hadir pula Kabag Kesra H Nawawi, Kepala Kemenag H Iksan Baijuri, Ketua LPTQ Kabupaten Muratara Habib Lubis serta Ketua dan Sekretaris LPTQ Porovinsi Nawawi Dencik dan Drs H Sulaiman. (MJ)

Share:

79 Siswa Kelas IX MTs Negeri 1 Muratara Ikuti Gladi Bersih UNBK




MURATARA MSM. COM-Jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs sederajat pada 11 April mendatang, MTs Negeri 1 Muratara menggelar gladi bersih UNBK, Selasa (12/3).

Gladi bersih dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kesiapan sarana prasarana menjelang pelaksanaan UNBK, sekaligus sebagai bahan evaluasi jika masih ada kekurangan.

Kepala MTs Negeri 1 Muratara Tri Widayati menjelaskan, gladi bersih UNBK yang dilaksanakan sendiri digedung MTsN 1 Muratara diikuti sebanyak 79 siswa kelas IX. Pelaksanaan gladi bersih itu sendiri berlangsung dengan lancar.

Dari segi sarana, sambungnya, para peserta menggunakan laptop dengan dukungan handphone yang sudah support 4G. Sementara sebagai antisipasi jika listrik padam, pihaknya sudah menyiapkan mesin genset.

"Kami optimis pada pelaksanaan UNBK nanti semuanya dapat berjalan dengan sukses. Karena berbagai persiapan sudah kami lakukan dengan maksimal. Dengan harapan siswa kami mendapatkan nilai yang memuaskan" harapnya. (ZIL)
Share:

M. Ibrahim Angkat Bicara Soal Mobil Angkutan Batubara




MURATARA,MSM.COM - Berkaitan akan kisrunya kerusakan Jalan Poros menuju ke Kecamatan Nibung, yang menjadi persoalan hingga keluarnya surat rekomendasi dari anggota dewan kepada Bupati terkait rusaknya jalan poros nibung.

Sampai terjadinya penahanan 24 mobil kendaraan angkutan batubara masyarakat oleh pemerintah kecamatan selama lebih kurang 2 hari, kemarin.

Tak hanya itu, peroses tersebut hingga terjadinya rapat dikantor camat hingga keluarnya surat berita acara rapat, hingga keluarnya kesepakatan pelarangan mobil pengangkut batubara untuk beroperasi melakukan pengangkutan.

Berkaitan hal itu, membuat tokoh Pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Muhammad Ibrahim yang akrap dikenal dengan Mat. Ibrahim angkat bicara, Rabu (13/03).

Diceritakanya, apa yang menjadi persoalan dituduhkan kepihak Perusahaan Tryariani mengenai kerusakan jalan poros nibung oleh Kendaraan angkutan batubara menurutnya Pt. Tryariani terdampak sebagai kambing hitam.

"Yang harus diketahui sebenarnya, posisi Pt. Tryariani adalah penambang. Sementara mobil yang mengangkut batubara adalah milik masyarakat sebagai pengakut," Jelas Mat. Ibrahim.

DIjanjutkanya, mobil-mobil masyarakat pengangkut batura mulai dari mulut tambang sampai ketempat penampungan di simpang Nibung di wilayah Jambi, kembali diangkut oleh mobil akutan besar ke wilayah Sumatra Barat.

"Nah inilah yang menjadi permasalahan hingga keluarnya surat Rekomundasi DPRD untuk disampaikan ke Bupati Muratara guna diteruskan pada Gubernur Sumsel. Bahwa jalan tersebut rusak dikatakan oleh mobil pengangkut batubara Tryariani," jelas Mat. Ibrahim.

Ditegaskanya, dengan kondisi jalan saat ini yang baru di lalui oleh Mobil Pengangkut batubara selama 3 Minggu dengan kapasitas muatan hanya 7 sampai 8 ton per Truk.

"Sedangkan kondisi jalan sudah lama rusak sebelum dilalui oleh kendaraan masyarakat pengangkut batubara. Jadi hal ini dibuat seolah-olah kami yang disalahkan," tegas ia.

Ditambahkanya, yang harus juga diketahui walaupun baru 3 pekan menggunakan jalan tersebut pihaknya bersama tryariani demi kepentingan pengangkutan dan juga masyarakat jalan telah diperbaiki sejak 1 pekan lalu dengan acara penggusuran dan pengerasan.

"Hal ini tidak ada masyarakat membantah bahkan merasa terbantu dengan adanya perbaikan," ujarnya.

Bahkan Mat. Ibrahim mengatakan, bahwa jalan poros tersebut tidak hanya dilalui oleh mobil angkutan batubara saja. Akan tetapi justru ada mobil angkutan yang kapasitan muatanya hingga mencapai puluhan ton. "Seperti mobil buah kelapa sawit yang menggunakan puso sampai 30 ton. Bahkan mobil CPO atau pengangkut minyak mentah kelapa sawit hingga 25 ton yang selama ini sudah melintas namun tidak menjadi persoalan," tegasnya.

Terkait hal itu, dirinya berharap agar kendaraan angkutan batubara oleh masyarakat masih dapat mengangkut. Karena tidak benar bahwa pihaknya seolah-olah yang merusak jalan. "Dan kami juga akan terus memperbaiki jalan tersebut dengan menyediakan alat berat," paparnya. (Hamkam)
Share:

Selasa, 12 Maret 2019

Siring di RT 03/10 Pasar Surulangun Ambruk, Kontraktor Diam Saja





MURATARA MSM. COM- Pembangunan siring di RT.03 dan RT.10 Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara diduga dibangun asal - asalan.

Pasalnya, siring yang baru selesai dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut, sudah ambruk.

Lurah Pasar Surulangun Arodie kepada wartawan Media Sinar Muratara membenarkan ambruknya siring di kedua RT tersebut. Namun, ia menyesalkan pihak kontraktor yang terkesan diam saja dan seolah - olah tutup mata atas ambruknya siring yang baru dibangun itu.

"Kita berharap kerusakan itu segera diperbaiki. Kalau tidak akan sia - sia anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk pembangunan siring itu" harap Arodie. (ZIL)
Share:

Senin, 11 Maret 2019

Desa Setia Marga Manfaatkan Lahan Tidur




MURATARA,MSM.COM-Kepala Desa (Kades) Setia Marga,Kecamatan Karang Dapo  membuka lahan perkebunan buah naga yang di kerjakan oleh warga setempat menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), tahun anggaran 2019. Baru-baru ini.

Kades Setia Marga, Bambang  mengatakan, dalam membangun pengelolaan lahan tidur, yang semula tidak ada manfaat nya, hingga menjadi tempat yang menarik dan bermamfaat.

Maka nya kami berinisiatif untuk membangun  kebun buah naga, mudah-mudahan kedepannya nya bisa sukses,  untuk menjadikan satu-satu nya Icont wisata kebun buah naga pertama di Muratara.

Lanjut kades, untuk sementara ini, kami mengerjakan, atau mengelola lahan dengan alat bantuan dari dinas perkebunan, berbentuk traktor pembajak sawah.
Yang di berikan melalui kelompok tani, di Desa setia marga.bentuk pengerjaan nya, bentuk pengerjaan nya yaitu ,melalui swadaya masyarakat.

Harapan saya kedepannya, semoga dengan dibentuknya perkebunan buah naga ini, bisa menarik peminat pembeli konsumsi buah naga. (Hamkam)
Share:

Minggu, 10 Maret 2019

Sekda Lepas 17 Peserta Kajian Sistem Administrasi Kearsipan



MURATARA MSM. COM- Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Zainal Aripin didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj Herawati melepas 17 peserta Kajian Sistem Administrasi Kearsipan, Jum'at (8/3).

Pelepasan 17 peserta yang akan melakukan Kajian Administrasi Sistem Kearsipan ke Palembang, Bandung, Bali dan Jakarta berlangsung di ruang rapat Bina Praja Setda Muratatara.



Sekda Muratara H Zainal Aripin meminta kepada peserta yang mengikuti study kelayakan dapat belajar dengan baik tentang ilmu kearsipan. Sehingga sepulangnya nanti, dapat sesuatu yang positif dan diimplementasikan di Kabupaten Muratara.

"Kami mendoakan kepada peserta semoga selamat sampai ke tempat tujuan dan begitu juga sekembalinya nanti" ucap Sekda.



Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj Herawati menjelaskan, kegiatan ke 17 peserta berjenjang pertama ke Palembang, kemudian berangkat ke Bandung dan Bali. Selanjutnya berangkat lagi ke Jakarta, dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya di bidang kearsipan.

Selain itu juga untuk penyelematan kearsipan sekaligus menata kearsipan di masing - masing instansi. Sebab, di setiap instansinya Kearsipan sangat penting. Namun belum tertata dengan baik.

Padahal arsip merupakan alat bukti yang apabila di suatu instansi tidak ada kearsipan maka bisa dikatakan menghilangkan barang bukti. Hukuman penghilangan barang bukti dapat dihukum selama 10 tahun penjara.

"Maka sepulang mereka nantinya. Kami akan memonitor tentang ke Arsipan ke setiap instansi bersama dengan Inspektorat. Maka dari itu, kami berharap sepulangnya mereka dari sana nanti dapat meneta kearsipan yang ada" papar Hj Herawati. (MJ).
Share:

Sabtu, 09 Maret 2019

Jembatan Ke Dusun 1 Lubuk Kemang Rusak, Warga Harapkan Perbaikan





MURATARA MSM. COM-Jembatan gantung menuju ke Dusun I Desa Lubuk Kemang  Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara dalam kondisi memprihatinkan. Dimana, jembatan yang merupakan akses utama warga untuk keluar masuk desa mengalami rusak parah.

Kerusakan pada jembatan yang membentang diatas sungai Rawas semakin parah. Selain lantai jembatan yang sudah mulai rapuh, kerangka jembatan juga sudah banyak yang patah.

"Lantai jembatan sudah banyak yang bolong. Ini karena lantai sudah rapuh. Belum lagi kerangka juga sudah rapuh dan ada juga yang patah" tutur Musri warga Dusun 2 Desa setempat.

Musri menuturkan, jika melihatkondisi jembatanseperi itu, bisa dibilang jembatan gantung tersebut sudah tak layak lagi untuk dilalui. Sebab, dikhawatirkan akan membahayakan pengguna saat melintas dijembatan.

"Sebenarnya kami takut lewat jembatan, tapi mau gimana lagi. Hanya itu satu satunya akses kami. Mau melewati sungai dengan perahu kami tidak punya"sambungnya

Dirinya berharap, pihak pemerintah dapat mempehatikan keluhan ia dan warga lainnya. Dan dapat memperbaiki jembatan yang kondisinya semakin hari semakim mengkhawatirkan.

Terpisah, Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli melalui sekdes Purnama membenatkan jika jembatan gantung dalam kondisi rusak. Untuk itu ia meminta masyarakat pengguna jembatan untuk ekstra hati hati melalui jembatan itu.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk hati hati saat melewati jembatan menuju dusun I, terutama pada malam hari. Apalagi saat hujan turun kondisi lantai jembatan menjadi licin"harap pria yang akrab disapa Pur.(ZIL)
Share:

Kamis, 07 Maret 2019

Tim Penggerak PKK Kabupaten Menyapa #Targetkan kunjungi seluruh desa dan kelurahan diwilayah Kabupaten Muratara



MURATARA MSM. COM- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lia Mustika Syarif bersama anggotanya terus kunjungi desa-desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Muratara.


Kunjungan yang telah dimulai ini selain untuk bersilaturahmi dengan menyapa langsung masyarakat khususnya para ibu-ibu TP PKK Kecamatan dan TP PKK desa, serta melakukan sosialisasi akan penyakit stunting atau anak tumbuh kembang anak yang tinggi dan berat badannya tidak sesuai dengan usianya.


Kali ini, Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara, bersama anggota, Menyapa langsung masyarakat dan TP PKK Desa Tanjung Raja Kecamatan Rawas Ilir dan Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo, sekaligus melakukan penilaian lomba sepuluh program pokok PKK, yang berkaitan dengan tugas dan fungsi (Tupoksi) Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di PKK di tingkat desa, Rabu (6/3).



"Alhamdulillah dan terima kasih telah diterima dengan hangat oleh masyarakat baik di Desa Tanjung Raja dan juga Desa Biaro Baru. Kami juga bersyukur ibu-ibu yang hadir antusias mengikuti kegiaan TP PKK Desa, sebab yang ikut mereka pya keinginan, punya waktu dan semangat dalam membina keluarga dan masyarakat agar sejahtera," Tutur Lia Mustika Syarif.


Dalam arahannya, Ketua TP PKK, mengajak para ibu-ibu TP. PKK untuk menjalankan Tupoksi yang ada disetiap Pokja khususnya program yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahun ini, dimana fokus pada penurunan penderita stunting atau penyakit anak yang tumbuh kembangnya tidak sesuai umurnya, misal kerdil atau lumpuh layu.


Untuk itulah, Lia Mustika Syarif mengingatkan agar para Kades dan Ibu Kades selaku Ketua TP PKK  jangan pasif, terus pantau masyarakatnya, jangan sampai ada kasus stunting atau penyakit lain, tapi tidak ditangani lantaran tidak tahu. "Posyandu harus aktif, dan pemberian makanan tambahan baik minum susu maupun makanan tambahan," Pesan dia.



Ditambahkannya, setiap desa juga hendaknya memiliki produk unggulan baik itu makanan maupun karya seni atau kerajinan apalagi kedepan akan ada lomba desa ekspo.


"Terdekat akan ada lomba desa ekspo silahkan tampilkan apa yang jadi hasil produk unggulan baik makanan dan kerajinan, kedepan akan dikembangkan sehingga lebih memiliki nilai jual," himbau dia yang akan terus  turun kedesa-desa dalam melakukan pembinaan sebagaimana target TP. PKK  turun ke seluruh desa


Istri orang nomor satu di Bumi beselang serundingan kembali mengingatkan juga, agar Kades memperhatikan masyarakatnya jangan sampai ada yang masih belum ada KTP dan KK, karena untuk berobat wajib memiliki KTP atau KK.


Sebelumnya, Kades Tanjung Raja, Madian tiga tahun lalu masuk dalam kategori desa tertinggal. Namun sekarang sudah keluar dari label tersebut.


Mudah-mudahan dengan kunjungan Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara dapat memberikan motivasi agar desa Tanjung Raja menjadi bangkit.


"Sebagaimana harapan kami desa Tanjung Raja dapat disejajarkan dengan desa-desa lain.  Menjadi desa mandiri," Kata dia.


Camat Rawas Ilir, Heri Martoni mengapersiasi atas kunjugan TP PKK Kabupaten Muratara, Desa ini masih pinggir, Tapi masih ada desa di dalam lagi Batu Kucing, Ketapat Bening,Pauh.


Heri Martoni menjelaskan,
12 Desa dan 1 Kelurahan dan barusan terkena banjir, Namun demikian Heri Mengharapkan Ketua TP PKK mau singgah di kelurahan Bingin Teluk yang barus habis terkena banjir.


"Kami, tetap berharap agar kunjugan di Kecamatan Rawas Ilir dapat berlanjut ke desa-desa lain di kecamatan ini,"pinta dia.


Sementara itu, Camat Karang Dapo, Hermanto memgucapkan terima  atas kunjungan dan arahan Ketua TP. PKK yang turun langsung melakukan penilaian dan pembinaan.


Pada kesempatan itu juga, usai mengunjungi Desa Tanjunga Raja, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif bersama rombongan sempatkan diri untuk meninjau Kantor Lurah Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir yang usai terkena banjir. (MJ)
Share:

Camat Usulkan 10 Jembatan Permanen

Ilustrasi



MURATARA,MSM.COM - Mengatasi keluhan masyarakat DI Kecamatan Ulu Rawas,  Pihak Pemerintah Kecamatan mengusulkan 10 jembatan permanen.

Hal itu, seperti yang disampaikan oleh Camat Ulu Rawas Muhktaredi saat dimintai tanggapan mengenai jembatan ulu rawas yang telah menjadi keluhan masyarakat.

Menurut ia, bahwa jembatan yang tidak layak dilalui oleh kendaraan ada 10 titik jembatan. "Dimana kondisinya sangat memperhatinkan ," jelasnya. Baru-baru ini.

Untuk itu, melalui Musrenbang telah kami usulkan ke Kabupaten. Dengan harapan mendapatkan perbaikan jembatan.

Terpisah, Kepala Bappeda Muratara, Erwin Syarif mengtakan, bahwa untuk pembangunan yang diusulkan oleh pemerintah Kecamatan dipenuhi sesuai kebutuhan. Baik bidang infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan.

“Karena Bupati mengharapkan pembangunan secara merata sesuai kebutuhan masyarakat. Fan insya allah, Ulu Rawas kita bangun jembatan mengingat perlu sekali saat ini, kita harap pembangunan yang dilaksanakan ini kita jaga kita rawat sebaik mungkin,”pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Postingan Populer