Tuesday, July 14, 2020

4 Destinasi Terbesar Di Kabupaten Muratara. Bumi Beselang Serundingan Miliki 1000 Air Terjun




MURATARA MSM.COM - Musi Rawas Utara merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah provinsi Sumatera Selatan. Di Kabupaten yang berslogan Beselang Serundingan ini, memiliki begitu banyak destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi.


Bahkan, beberapa destinasi wisata alamnya, menyuguhkan panorama dan keindahan yang masih alami. Sehingga sangat sayang jika dilewatkan saat berada di Kabupaten Muratara.




Beberapa destinasi wisata tersebut diantaranya Danau Rayo, Goa Napallicin, Bukit Layang dan Air Terjun Muara Tiku. Keempat destinasi wisata itu, dimasukkan kedalam  4 destinasi wisata terbesar di Kabupaten Muratara.


Dari keempat tempat wisata tersebut, Bukit Layang merupakan destinasi wisata dimana masyarakatnya sudah mandiri.


"Mengapa dikatakan masyarakat mandiri? Itu karena mereka punya kebudayaan yang dibangkitkan oleh masyarakat sendiri bukan oleh pemerintah, seperti Festival Krio Agung" jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Muratara, Titin Martini, Selasa (14/7) diruang kerjanya.




Titin menyebut, di Kabupaten Muratara setiap kecamatannya memiliki air terjun. Bahkan bila dijumlahkan mencapai 1000 air terjun yang tersebar di berbagai pelosok desa dalam tujuh kecamatan.


"Seperti di Kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu. Dan air terjun yang paling banyak memang terdapat di Kecamatan Karang Jaya salah satunya ada air terjun sembilan tingkat" paparnya.



"Dan sekarang yang sedang dirintis oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Muratara yaitu mensurvey potensi air terjun di Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya" tambahnya.


Melihat begitu besarnya potensi wisata air terjun yang ada. Saat ini Dinas Pariwisata sedang merencanakan kegiatan karnaval yang berada disekitaran lokasi wisata tersebut. Rencanyanya, air terjun Desa Sosokan merupakan lokasi perdana tempat penyelenggaraan festival tersebut.




"Kita ingin melihat sejauh mana keinginan dari pemerintah setempat. Yang kita inginkan setiap desa itu memberikan informasi kepada Dinas Pariwisata bahwa di desa kami ada destinasi wisata. Kalau ada informasi yang masuk, tim akan turun langsung kelapangan" jelasnya. (MJ)
Share:

Monday, July 13, 2020

Menyajikan Panorama Yang Indah Perbukitan Desa Napallicin Patut Untuk Dikunjungi




ULU RAWAS MSM.COM - Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, memang terkenal dengan keindahan alamnnya. Di kecamatan ini, seluruh desanya nyaris menyimpan panorama yang patut untuk dikunjungi.


Dengan sejuta keindahan yang ada, Kecamatan Ulu Rawas layak untuk dijadikan wisata alternatif untuk menikmati kenidahan alam yang masih sangat terjaga kealamiannya.


Salah satunya Desa Napallicin. Ketika sampai didesa ini, kita disambut dengan bukit yang akan menyuguhkan kemolekan alam yang masih asri dan terjaga keindahannya hingga kini.


Untuk menuju ke atas bukit, medan yang dilalui tidaklah sulit. Sesampainya diatas bukit, mata kita langsung disuguhkan dengan keindahan alam yang sulit untuk dilupakan.


Belum lagi, dari kejauhan terlihat deretan perbukitan yang terlihatu hijau dan sedap dipandang mata. Kesejukan kian terasa, ketika angin menerpa. Nuansa alam yang indah ini, sangat sayang untuk dilewatkan.


Arif, salah seorang warga sekitar menuturkan, wilayah perbukitan tersebut menjadi salah satu rute bagi masyarakat sekitar untuk menuju ke ladang mereka.


"Perbukitan tersebut, sering digunakan masyarakat sekitar sebagai jalan menuju ke ladang atau hutan untuk mencari pakan ternak dan menuju ke sawah, kadang mereka juga beristirahat disekitar perbukitan tersebut, setelah dari ladang," ujar Arif.


Arif menuturkan, deretan perbukitan tersebut semakin indah ketika di pagi hari. Kabut tebal menyelimuti sehingga tampak bergelombang dan berlahan bergerak dan menghilang.


"Perbukitan di Napallicin ini masih terjaga keasriannya. Udara masih sangat sejuk dan bersih, belum tercemar" tuturnya. (MJ)
Share:

Minim MCK, Warga Napallicin Masih BAB Di Sungai Rawas


Ilustrasi




ULU RAWAS MSM.COM - Perilaku Buang Air Besar (BAB) di Sungai Rawas, masih kerap dilakukan oleh masyarakat Desa Napallicin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara.


BAB di Sungai Rawas yang seolah sudah menjadi "kebiasaan" warga Desa Napallicin tersebut. Lantaran masih minimnya ketersediaan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK)  di Desa yang berada di kecamatan paling ujung di Muratara tersebut.


Arif, salah seorang warga setempat beralasan, minimnya MCK menjadi salah satu faktor penyebab kebiasaan buruk tersebut masih dilakukan warga Desa Napallicin.


"Disin masih minim MCK. Jadi warga terpaksa BAB di Sungai Rawas" tuturnya, Minggu (12/7).


Sementara, Fery warga setempat menuturkan hal yang sama. Menurutnya, Ia terpaksa BAB di Sungai Rawas, lantaran belum memiliki jamban. "Mau gimana lagi, belum memiliki jamban jadi terpaksa BAB di sungai" tuturnya. (MJ)

Share:

Bullying Dirut PDAM Terhadap Wartawan Tidak Bisa Dikatakan Main Main * Sebelumnya Wartawan Ditantang Berkelahi


Ilustrasi (Net)



KASUS dugaan bullying wartawan mantan pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, Andi Wijaya (AW) kepada ER saat liputan terus mendapat dukungan sejumlah rekan dan organiasi wartawan.

Meski Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Musi yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa sudah memberikan teguran dan klarifikasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta AW dicopot dari jabatannya.

Ketua SMSI Provinsi Sumsel, Jon Hery sangat menyayangkan sikap AW terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya. Tentunya, sebagai orang berpendidikan dan pejabat publik, ia tau yang mana bercanda dan tempat main-main.

"Ini soal attitude, main-main juga ada tempat serta lihat kondisinya. Apalagi AW adalah seorang pejabat publik dan ER dalam posisi sedang menjalankan tugas kewartawannya," ungkap Ketua

Jon melihat, wartawan yang bertugas di lingkungan Pemkot sering kali mendapat tindakan yang tidak pantas oleh aparatur negara. Padahal wartawan adalah mitra pemerintah dan seharusnya mendapat tempat serta penghormatan yang sama dengan para pejabat publik.

"Sebelumnya ada wartawan ditantang berkelahi oleh protokol, kemarin wartawan mendapat pelecehan sosial karena mantan pasien Covid-19. Jangan-jangan Pemkot Palembang tidak menganggap wartawan adalah mitra. Walikota harus memberikan teguran, bukan hanya minta maaf, terus selesai," imbuhnya.

Perbuatan yang dilakukan AW yang menjabat Dirut, tidak pantas dan harus dicopot dari jabatannya. Karena, apa yang dilakukan tidak mendukung program yang dijalankan Walikota terkait penanganan masalah Covid-19 di Kota Palembang.

Kategori main-main atau candaan yang disampaikan, tidak masuk akal. Apalagi dari informasi, ada pegawai PDAM Tirta Musi yang sudah lebih dari satu bulan tidak diizinkan masuk karena

"Tidak mungkin main-main sampai dua kali. Jangan-jangan lonjakan tagihan pelanggan PDAM Tirta Musi kemarin juga main-main, apalagi mereka main tembak tanpa mengecek meteran. Artinya, Dirut PDAM mungkin selalu main-main dalam memutuskan sesuatu," katanya.

Sebelumnya, kejadian memilukan menimpa ER, wartawan Palembang Pos yang belum lama ini terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dimana, saat liputan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, ER mendapat ejekan dari beberapa direksi perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tersebut.

Bukan mendapatkan dukungan, ER seakan tidak diterima, meski saat ini ia telah dinyatakan sembuh dan negatif berdasarkan hasil swab terakhir pada ,

Dengan nada terengah-terengah, ER sangat menyayangkan sikap Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya, yang seolah-olah takut dengan kedatangan dirinya dikantor yang terletak di Jl. Rambutan Palembang.

"Bukan cuma hari ini, minggu lalu jugo mereka seakan-akan takut dengan kedatangan aku. Mulai dari Dirut maupun Direktur Operasional (Dirops). Bahkan, Dirops langsung pindah tempat duduk," ungkapnya sambil menangis.

Untuk kedua kalinya ini, ER benar-benar tak kuasa menahan malu lantaran terus menerus di olok olok sebagai mantan penderita Covid-19,  apalagi kejadian tersebut terjadi didepan teman teman  se-profesinya dan beberapa jajaran pegawai perushaan plat merah tersebut.

"Kalau penesan (bercanda) tidak seperti itu,ini kedua kalinya disebut Covid-19 di depan teman media dan pegawai PDAM," kata ER.(*)
Share:

Saturday, July 11, 2020

Bupati Muratara, Lantik 2 Bidan PTT Menjadi PNS



MURATARA MSM.COM - Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat melantik 2 orang bidan yang semula berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Muratara, Kamis (9/7).


Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan atau janji sebagai PNS berlangsung khidmat di ruang rapat, auditorium lantai 2 Setda Muratara.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Muratara, Ralin Jufri menyampaikan bahwa dua orang bidan PTT yang diangkat menjadi PNS yakni Rini Indrasari dan Irma Rajagukguk.


Keduanya diangkat sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara dengan  unit kerja masing - masing di Polindes Simpang Nibung Puskesmas Surulangun Kecamatan Rawas Ulu dan Polindes Sumber Sari Puskesmas Nibung Kecamatan Nibung.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara menyampaikan ucapan selamat kepada dua orang bidan yang baru dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Musi Rawas Utara.


Bupati menjelaskan, walaupun pelantikan hanya dilakukan terhadap 2 orang. Pelantikan ini harus tetap dilakukan karena hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah dan Undang - Undang.


"Ini perjuangan yang luar biasa, hari ini resmi dikukuhkan. Berkat perjuangan dan kerja keras terutama dari BKPSDM dan Dinkes pelantikan hari ini dapat terlaksana, dan saya ucapkan selamat" kata Bupati. (MJ)
Share:

Pembagian BLT Tahap 3 Desa Lubuk Rumbai. Dihadiri Bupati Muratara




MURATARA MSM.COM - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap 3 dilakukan pemerintah Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Kamis (9/7).


Bantuan masyarakat terdampak Covid-19 melalui Dana Desa, disalurkan kepada 274 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 9 Dusun. Pembagian yang dihadiri langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat berjalan lancar.


BLT tahap 3 yang disalurkan di Balai Serbaguna Desa Lubuk Rumbai, juga dihadiri Kepala DPMD-P3A, Hj Gusti Rohmani, Camat Rupit, Kapolsek, Koramil, anggota BPD Desa Lubuk Rumbai serta perangkat desa setempat.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara mengatakan, BLT ini merupakan bantuan dari pemerintah dalam menangani dampak Covid-19 yang telah menjadi ancaman bagi dunia.


"Jadi saya minta kepada pemerintah, semoga bantuan ini dapat membantu perekonomian keluarga" kata Syarif.


Bupati mengingatkan, kendati saat ini sudah memasuki New Normal atau kenormalan baru. Namun, tetap harus mematuhi protokol kesehatan.


"Jangan dulu mengadakan keramaian,rajin cuci tangan,jaga jarak,dan keluar rumah harus pakai masker, " tegas Bupati.


Kepala Desa Lubuk Rumbai, Haromanin usai penyaluran BLT mengatakan, BLT Dana Desa ini disalurkan kepada 274 KK, dimana per KK menerima bantuan sebesar Rp. 600 ribu rupiah.


"Dari 274 KK yang terbagi dalam 9 Dusun, memenuhi kriteria dan belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Baik pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah" paparnya.


Penyaluran BLT yang dilakukan ini, merupakan kelanjutan dari BLT tahap 1 hingga tahap ketiga sesuai dengan petunjuk standar protokol Covid-19.

"Dengan adanya bantuan ini, saya berharap dapat  membantu perekonomian warga dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Gunakanlah bantuan ini sebaik mungkin untuk keperluan sehari - hari" ujarnya. (MJ)
Share:

Wednesday, July 8, 2020

FK2D Muratara Gelar Silaturami dan Seminar. Bupati Minta Kades Jaga Netralitas



MURATARA MSM.COM - Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Muratara, menggelar silaturahmi sekaligus diskusi dan seminar di aula wisata Taman Bunga Desa Simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Selasa (7/7).


Seminar dengan tema "Netralitas dan Imparsialitas Kepala Desa Dalam Penyelenggaraan Pilkada Muratara Tahun 2020" dibuka langsung oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat.


Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB juga dihadiri Kapolres Muratara, Ketua DPRD Efriansyah, dengan narasumber Ketua Bawaslu Muratara Munawir, Ketua KPU Agus Maryanto dan advokasi Ilham Patahilla.


Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan para kepala desa untuk menjaga netralitas pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati - Wakil Bupati Kabupaten Muratara tahun 2020.


"Jaga netralitas. Sebagai pemimpin Desa, harus mampu menciptakan Pilkada  yang aman dan tentram. Ajak masyarakat ciptakan suasana yang kondusif" kata HM Syarif Hidayat.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini memberikan apresiasi kepada seluruh Kades, yang telah menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat di masing - masing desa.


"Untuk anggaran Dana Desa, gunakanlah dengan sebaik mungkin. Manfaatkan untuk kebutuhan  masyarakat banyak. Kesejahteraan masyarakat harus diutamakan" pesannya.


Hal senada dikatakan Ketua Bawaslu, Munawir. Ia mengingatkan seluruh aparat pemerintah, khususnya FK2D agar selalu menjaga netralitas pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Muratara.


Ia menyebut, dalam Undang - Undang disebutkan dengan jelas tentang netralitas Kepala Desa. Intinya, kata Munawir, kepala desa tidak boleh memihak, atau menguntungkan apalagi merugikan  salah satu pasangan calon.


"Jika terjadi penyelewengan, maka akan diproses sesuai dengan tupoksi kesalahannya, sebagai acuannya kita kembalikan ke landasan hukum. Jika ada penemuan atau laporan dari masyarakat, maka akan ditindak lanjuti" ungkapnya.


Ketua KPU, Agus Maryanto yang menjadi pemateri kedua menegaskan, bahwa kades merupakan orang yang harus benar - benar netral. Sebab, jika terjadi masalah, Kades adalah benteng pertama yang menjadi pelindung bagi masyarakat.


"Ajaklah masyarakat ciptakan Pilkada damai dan gembira. Tidak menyebar berita hoax dan menyebar ujaran kebencian. Oleh karena itu, kades harus mampu menjaga keharmonisan masyarakat" kata Agus.


Ketua FK2D, Taufik Haris mengungkapkan, seminar diadakan dengan tujuan untuk menambah wawasan bagi kepala desa. Sehingga dalam menghadapi Pilkada nanti dapat memahami mengenai berbagai halyang boleh dan tidak boleh dilakukan.(ZIL)
Share:

SMSI Lahir Ketika Pers Sedang Risau





SERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) berdiri di saat dunia pers sedang risau dan galau hebat seiring terjadinya disrupsi teknologi informasi yang sedang menggulung media konvensional, media cetak yang nyaris kehilangan harapan untuk bisa hidup lagi.

Ribuan wartawan senior/utama  ataupun wartawan madya dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, di antara mereka berkualitas baik, dihadapkan pada pilihan yang serba sulit: bertahan bekerja di tempat lama, mengambil pensiun atau menunggu dikeluarkan. Banyak diantara mereka kemudian mengambil keputusan untuk beradaptasi dengan dunia baru, menjadi pengusaha media online rintisan. Mereka inilah yang mendambakan kelahiran SMSI untuk memberikan pertolongan.

Kelahiran SMSI dibidani oleh tokoh pers yang juga Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi, serta Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Firdaus.

Kemudian Firdaus terpilih menjadi Ketua Umum SMSI untuk yang pertama hasil kongres, mengalahkan *Teguh Santosa* pada  20 Desember 2019 di kantor ruang rapat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Tidak lama kemudian, Dewan Pers mensyahkan SMSI menjadi konstituennya. Setelah SMSI resmi menjadi konstituen Dewan Pers, Firdaus Mengundurkan diri dari jabatan ketua bidang organisasi PWI Pusat.

SMSI disyahkan menjadi kontituen Dewan Pers, bersamaan waktunya dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) disyahkan menjadi konstituen pada rapat pleno Dewan Pers yang digelar pada Sabtu (23/5/2020).

Harapan dan tanggung jawab besar tentunya terpikul di pundak kedua organsiasi ini, kenapa?
Karena transformasi media tradisional ke media digital sudah nenjadi keharusan dan jumlahnya bertambah, sehingga selain menjadikan SMSI dan AMSI organisasi primadona, juga keduanya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjadi kepanjangan tangan Dewan Pers, dalam mewujudkan kemerdekaan dan kemandirian perusahaan pers di Indonesia.

SMSI dan AMSI menyusul organisasi perusahaan pers dan organisasi wartawan serta jurnalis TV dan radio yang sudah menjadi konstituen Dewan Pers terlebih dahulu, sehingga jumlahnya menjadi 10.

Dari Ke-10 organisasi pers itu 4 diantaranya adalah organisasi profesi Wartawan yaitua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI). Dan 6 lainnya adalah organisasi perusahaan Pers yaitu: Serikat Petusahaan Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Nah, selain SMSI dan AMSI, ikut juga muncul beberapa organisasi media siber, yang didirikan dengan berbagai *motif*,  tentunya ini akan terus meramaikan hiruk pikuk dunia pers Indonesia.



Organisasi kewartawanan seperti PWI sudah lama terbentuk, mensejarah, mengakar kuat, memiliki sejarah panjang seiring perjuangan kemerdekaan dan perjuangan demokrasi di Indonesia. AJI menyusul menjadi organisasi profesi jurnalis yang gigih dalam memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan pers.

Semua organisasi pers di bawah payung lembaga Dewan Pers punya fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam mengembangkan peran organisasinya. Seperti SMSI yang menjadi payung organisasi perusahaan media siber sampai awal Juli 2020 ini memiliki anggota lebih dari 1000 perusahaan media siber di Tanah Air.

Menurut Firdaus, SMSI sebagai organisasi payung perusahaan media pers online, akan dikembangkan  hingga tingkat kabupaten dan kota. “Dengan demikian, jaringan informasi akan semakin luas, menjangkau pelosok tanah air,” kata Firdaus.(*)
Share:

Bappeda Muratara Gelar Rapat Evaluasi RPMJD dan RKPD




MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara,  HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda)  Alwi Roham, S.Sos membuka rapat Evaluasi terhadap Hasil RPMJD Kabupaten Muratara Tahun 2016-2021 dan Evaluasi RKPD Tahun 2020, Selasa (7/7)


Evaluasi tersebut akan berlangsung selama tiga hari mulai 7 hingga 9 Juli 2020 di Oproom lantai 2 Setda Kabupaten Muratara. Dan diikuti Inspektur, Kepala Dinas, Kepala Bagian Setda, dan Sekretaris DPRD


Rapat evaluasi yang juga diikuti oleh camat se Kabupaten Muratara, diprakarsai oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Rawas Utara.


Dalam sambutannya, Sekda Muratara mengatakan, evaluasi hasil RPMJD bertujuan untuk memastikan bahwa visi, misi dna tujuan sasaran pembangunan jangka menengah daerah dicapai untuk mewujudkan  visi pembangunan jangka panjang daerah.


Sementara evaluasi pelaksanaan RKPD tahun 2020 bertujuan untuk memastikan target rencana program dan kegiatan prioritas derah  dalam RKPD dapat dicapai dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan jangka menengah dan mencapai sasaran pembnagunan  tahunan daerah.


"Melalui kegiatan ini, masing - masing perangkat daerah agar dapat melakukan penilaian terhadap realisasi antara rencana program dan kebutuhan pendanaan RPJMD dengan capain rencana program dan kegiatan  prioritas dalam RKPD" jelas Alwi Roham.


Selain itu, sambungnya, melakukan  penilaian terhadap capaian indikator kinerja program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui APBD yang dilaksanakan selama periode RPJMD tahun 2016-2021.


Dia menjelaskan, tahun anggaran 2020 ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2016-2021. Ditahun ini akan dilaksanakan penyusunan rancangan tektokratik RPJMD periode selanjutnya.


"Hasil evaluasi terhadap RPJMD periode 2016-2021 sebagai landasan untuk penyusunan rancanan tektokratik RPJMD periode 2021-2026. Hasil ini juga dijadikan bahan  penyusunan LKPJ Bupati akhir masa jabatan yang akan disampaikan ke DPRD pada triwulan keempat tahun ini" papar Alwi Roham. (MJ)
Share:

Postingan Populer