Kamis, 18 Juli 2019

2019 Muratara Terima 83 Miliyar DAK





MURATARA MSM.COM-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utata (Muratara) di tahun 2019 akan menerima 83 Miliyar Dana Alokasi Khusus (DAK) dari bantuan pemerintah pusat.


DAK diprediksikan akan masuk dalam Kas Keuangan Daerah Kabupaten Muratara pada pertengahan Bulan Juli 2019 dari Kantor Pelayanan Pembendaraharaan Negara (KPPN)  Lubuklinggau.

"kemungkinan jika tidak ada halangan minggu minggu depan DAK masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kita,"kata Kepala BKD Duman Faschal melalui Kabid pembendaharaan dan Verifikasi, Hendi kepada wartawan koran , Kamis (18/7/2019).

Ia menjelaskan, porsi terbesar penerima DAK Dinas Pekrjaan Umum dan Tata Ruang. Rata rata penggunaan dana untuk pembangunan infrastruktur jalan.

"sejauh ini tidak ada hambatan dalam pengurusan DAK, serta sudah terakomodir semua, insya allah dana  sudah siap di salurkan,"ujarnya

Tidak hanya Dinas Pekrjaan Umum dan Tata Ruang yang menerima, namun ada dinas lain seperti Dinas Kesehatan, KB, Dispertankan, Disperindagkop, serta Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Ia berharap DAK dapat diserap dengan baik, serta memberikan asa manfaat kepada masyarakat Muratara dalam pembanguananya.

"Sudah waktunya nanti, gunakan DAK sebaik mungkin, karena mendapatkan DAK tidak mudah."Pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Wabup Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai



MURATARA,MSM.COM- Khususnya disungai Rupit-Rawas diwilayah Kabupaten Muratara banyak sekali galian C yang tidak memiliki izin dari Pemda Muratara, sehingga dari hasil pengerukan pasir dan batu disungai tersebut membuat air kurun tidak bisa dikomsumsi oleh warga bahkan ada sebagian warga yang terkena penyakit gatal-gatal .

Hal ini membuat Wakil Bupati (Wabup) Muratara, H. Devi Suhartoni sangat kecewa atas ulah warga yang tidak bertanggung jawab. "Banyak sekali kerusakan sungai dikarenakan keserakahan manusia, dan air jadi keruh serta orang mandi menjadi gatal-gatal, karena akibat menggali galian C tanpa izin dialiran sungai Rawas-Rupit khususnya diwilayah Kecamatan Rawas Ulu," ungkap Wabup.


Dilanjutkannya, jika tidak berizin maka dampak lingkungan hidup tanpa pengendalian akan berakibat fatal jangka panjang, bagi sungai tersebut bahkan bagi warga.


"Bagi yang berbisnis galian C silahkan, namun harus fikir orang diilir sungai.  misalkan dengan kerja malam dan tumpukan dipinggir kemudian jam 5 pagi harus berhenti jadi air tetap jernih dan bisa dikonsumsi," jelas Wabup.


Dijelaskannya, Jadi air tidak keruh dan masyarakat tidak gatal - gatal diilir pada saat mandi. Semua selalu ada jalan keluar dan harus saling fikir jangan demi keuntungan sendiri orang lain jadi menderita. "Kita tidak melarang tetapi jaga kepentingan bersama dan kenyamanan bersama serta tidak menimbulkan penyakit," pinta Wabup.

Wabup mengajak, mulai dari masyarakat ,sampai relawan pencinta lingkungan hidup. Mari kita bersama sama menjaga kebersihan sungai Rupit Rawas. Karena  banyak pihak yang berusaha ingin merusak aliran sungai Rawas maka hal ini harus diawasi dengan baik. (Hamkam)
Share:

Rabu, 17 Juli 2019

Dinsos Berikan Pelatihan Keterampilan Bagi Msyarakat



MURATARA MSM.COM- Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali memprogramkan pelatihan keterampilan khusus bagi masyarakat di Kabupaten Muratara yang diikuti 40 peserta dari 7 Kecamatan.

Palatihan tersebut, dibuka langsung oleh Bupati Muratara, H.M Syarif Hidayat dan di hadiri langsung oleh Kepala Dinsos Muratara, H. Zainal Aripin Daud, dengan nara sumber ketua PKK Muratara, Lia Mustika Syarif dan 2 orang dari Balai Latihan Kerja Lubuklinggau.

Dimana acara, pembukaan tersebut dipusatkan di Pendopo Seketariat Dinsos Muratara yang dilaksanakan selama 3 hari hingga Jumat (19/07) mendatang.


Kepala Dinas Sosial Muratara, H. Zainal Aripin Daud, menyampaikan pelatihan tersebut diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga dan bapak-bapak dalam berusaha membuat tahu tampe dan kue.

"Dengan pelatihan ini dapat menumbuhkan serta meningkatkan keterampilan keluarga miskin, dalam mengembangkan usaha mereka untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri," kata Zainal Aripin.



Dalam sambutan, Bupati Muratara, H.M Syarif Hidayat, menyampaikan Kabupaten Muratara banyak potensi yang dapat digali di masyarakat Muratara untuk mengembangkan usaha dan keterampilan dalam UMKM di masyarakat.

Dengan pelatihan Keterampilan Bagi Msyarakat ini dapat Memberdayakan seseorang, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri.

“Oleh karena itu Pemkab Muratara dalam program pemberdayaan masyarakat, yaitu penanggulangan kemiskinan yang melibatkan langsung masyarakat dalam prosesnya yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, agar dapat mandiri dan mampu memperbaiki kualitas kehidupan mereka melalui tindakan mereka sendiri,” kata H.M Syarif Hidayat



Bupati berharap, melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muratara. Ia juga meminta agar seluruh peserta pelatihan, bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik.

"Dan jangan hanya dapat membuat kue, tahu dan tempe. Tabgai bagi mana mengolah makanan tersebut menjadi makanan lain yang bersal dari tempe maupun tahu. Sehingga menjadi produk makanan yang disenangi kalangan masyarakat," pesanya.

Diterangkanya, jika membuat tempe dan tahu goreng saja masyarakat sudah mudah ditemukan tapi bagai mana membuat olahan makan lain dari tempe maupun tahu. Begitupun dengan kue. "Nah inilah yang dapat mendorong potensi UMKM masyarakat nantinya," tutupnya. (MJ)
Share:

Wujudkan Pengelolaan Dana BOS Lebih Transparan dan Akuntabel, Disdik Gelar Sosialisasi SIPLah




MURATARA MSM.COM-Guna mewujudkan tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat lebih terdokumentasi dengan lebih baik, lebih transparan dan akuntabel. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara menggelar sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah), Rabu (17/6).

Sosialisasi yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Surulangun Kecamatan Rawas Ulu, diikuti Kepala Sekolah dan operator masing masing sekolah dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Nibung, Ulu Rawas dan Kecamatan Rawas Ulu.

Kepala Disdik Kabupaten Muratara Sukamto melalui Kabid Dikdas Abdul Kadir menjelaskan, SIPLah merupakan aplikasi sistem pembelanjaan buku pelajaran dari sistem e-Posasing atau e- Katalog. Kedepan, sambungnya, pemesanan buku pendamping maupun buku ET dilakukan melalui e-Katalog. Sebab, aplikasi SIPLah terhubung langsung ke pusat.

"Sosialisasi ini sangat penting dan harus dipahami oleh Kepala Sekolah serta operator sekolah untuk pembelanjaan. Dengan adanya SIPLah ini pengelolaan dana BOS akan lebih transparan dan akuntabel, karena apapun bisa dilihat. Itulah yang menjadi tujuannya" papar Abdul Kadir. (MJ)
Share:

Bupati Sarolangun, Temu Wicara dengan Kelompok Tani





SAROLANGUN MSM.COM- Bupati Sarolangun H.Cek Endra, pada Selasa (16/7/2019) menghadiri kegiatan Temu Wicara Panen Raya Padi Sawah Kelompok Tani Lesung Batu di Desa Penengah Kecamatan Pelawan.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura  Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarolangun, Dandim 0420 Sarko, Para Asisten, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Sarolangun, Camat dan Sejumlah SKPD Kabupaten Sarolangun.

Orang nomor satu di Bumi 'Sepucuk Adat Serumpun Pseko' ini mengapresiasi kerja Kelompok Tani Desa Penegah, yang bisa panen dua kali dalam setahun, dimana luas sawah yang digarap saat ini sekitar 71 Hektar yang bisa menghasilkan 4 ton perhektar beras yang sudah di olah." saya berharap ada peningkatan setiap tahun nya, upayakan untuk panen 3 kali pertahun." harapnya.

" Saat ini Dam sungai Batang Asai sedang dibangun, diharapkan dapat mengaliri persawahan sekitat  6000 hektar ditambah Bendungan Dam kutur yang tidak lama lagi akan di buka, dengan adanya irigasi tambahan dapat meningkatkan produksi panen, sehingga diharapkan dikabupaten Sarolangun bisa  suasembada pangan." Paparnya Bupati Cek Endra.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Cek Endra berpesan agar Masyarakat pemilik lahan tidak melakukan alih fungsi lahan Persawahan (Gunawan)
Share:

Sekda Sarolangun Buka Rakerda ke V LAM Jambi Kabupaten Sarolangun



SAROLANGUN MSM.COM – Sekda Kabupaten Sarolangun H.Tabhroni Rozali yang juga ketua lembaga Adat Kabupaten, membuka Rekerda V Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Kabupaten Sarolangun Tahun 2019. bertempat dirumah Adat Sarolangun Desa Bernai Kecamatan Sarolangun, Selasa (16/7)

Acara tersebut di hadiri Oleh Kadis Pendidikan Helmi SH, Kadis PMD diwakili Sekdin PMD Syamsurijal, Camat Pelawan Hudri .Ketua lembaga adat Kecamatan se Kabupaten Sarolangun. Para Kades se Kecamatan Pelawan, para Datuk- datuk. Datin-datin pengurus Lembaga Adat Kecamatan se Kabupaten Sarolangun.

Ketua Lembaga Adat Sarolangun. diwakili Helmi, SH.dalam sambutannya mengatakan kita Harus selalu menjaga adat dan budaya daerah kita karena ini merupakan aset daerah yang sangat berharga dan menjadi sebuah jati diri bangsa teristimewa daerah kita Kabupaten Sarolangun.

Sementara Sekda Sarolangun Drs.H Thabroni Rozali, MM menyampaikan kita ciptakan kehidupan yang beradat dan berbudaya, Agamais, dibawah bingkai persatuan dan kesatuan NKRI, dan hendaknya menumbuhkan Kembali nilai-nilai adat yang telah menurun dalam Kesehari-harian kita. Hendaknya kita tegakkan lagi nilai-nilai Istiadat dalan Kehidupan kita. Dan marilah kito giat dan sungguh dalam memahami adat istiadat Melayu Jambi khususnya di Kabupaten Sarolangun. (Gunawan)
Share:

90 P2UKD Muratara Terima SK Gubernur




MURATARA MSM.COM - Sebanyak 90 Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumsel H Herman Deru yang diwakili Bupati Muratara HM Syarif Hidayat di kediaman Bupati Desa Terusa Kecamatan Karang Jaya, Rabu (17/7).

Selain penyerahan SK, Pemkab Muratara juga merealisasikan apa yang dijanjikan oleh Bupati Muratara saat kegiatan pengukuran P2UKD oleh Gubernur Sumsel dan ketika kegiatan safari ramadhan lalu di Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ilir, berupa pemberian baju seragam atau seragam dinas termasuk kepada 66 penyuluh agama diseluruh Kecamatan.

Selain Bupati, hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi Roham, mantan Ketua Dewan Pendidikan Muratara H Abdullah Makcik serta kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Murtara H Ikhsan Baijuri.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dalam arahannya memberikan selamat atas telah dikeluarkannya SK sebanyak, 90 P2UKD dengan harapan apa yang menjadi tugas yang sebelumnya dilakukan oleh P3N dapat kembali berjalan.

"Secara keabsahan, hari ini dengan diserahkan SK Gubernur Sumsel ini maka bapak-bapak sekalian telah resmi, selamat silahkan jalankan tugas dengan    baik dalam hal keagamaan sebagaimana tugas dan fungsi P2UKD yang dulunya P3N,"kata Bupati

Bupati menambahkan, petugas agama merupakan pilar-pilar dalam menegakkan agama dan membimbing masyarakat dalam hal urusan keagamaan.


Pemkab Muratara, terus melakukan pembangunan, baik fisik seperti infrastruktur baik dibidang kesehatan seperti Puskesmas yang telah dilengkapi dengan ruanh rawat inap. Bidang pendidikan, bidang sarana air bersih.

Begitu juga, Non fisik seperti pemondokan para purtra-putri dari seluruh kecamatan ke Ponpes di Madura, Jawa Timur. "Ada laporan kalau sudah hafal alquran, dan bisa bahasa arab dan bahasa ingris, Insya Allah mereka akan menjadi pilar-pilar agama di desa-desa,"ucapnya

Lebih lanjut HM Syarif Hidayat menambahkan, Muratara menjadi salah satu daerah peredaran narkoba, tapi semangat kita untuk memberantas terus dilakukan. Sesuai apa yang pernah disampaikan pada saat kunjungan Gubernur Sumsel, pada saat pengukuhan akan memberikan seragam, hari ini akan dipenuhi.

"Bahkan hari ini juga sudah kami ajak dari pihak penjahit untuk mengukur langsung baik P2UKD maupun Petugas penyuluh,"kata HM Syarif Hidayat.

Mengenai adanya penerimaan piala atas pengharagaan menjadi juara III lomba KUA Teladan tingkat provinsi. Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini memberikan apresiasi dan berharap prestasi tersebut dapat ditingkatkan lagi, setidaknya mempertahankan.

Sementara itu, Kemenag Kabupaten Muratara, H Iksan Baijuri mengatakan usai penyerahan SK Gubernur Sumsel atas P2UKD, yang diwakili oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat secara di facto dan de juire P2UKD telah resmi selanjutnya mereka akan melakukan tugas-tugas sebagaimana tugas P3N yang dulu ada.

"P2UKD bertugas menjadi penghubung urusan agama di desa dan di kelurahan, seperti mimpin tahlil, mengurus jenazah dan urusan keagamaan. Selain menghadirkan P2UKD kita juga hadirkan seluruh penyuluh sebanyak 62 orang yang terdiri dari,  PNS sebanyak 6 dan Non PNS 56 orang disetiap pecamatan yang tujuannya, untuk perpanjangan tangan kementrian agama kepada masyarakat,"paparnya.

Lebih lanjut Ikhsan Baijuri menjelaskan, kalau pada lomba KUA teladan, tahun 2019 l, KUA Kecamatan Rupit menjadi juara III lomba KUA Teladan dari lebih dari 200 KUA diseluruh Provinsi Sumsel,

"Sebagai apresiasi selain dari Kementrian Agama, begitu juga kita akan memberikan bonus sebagai apresiasi kepada mereka" tutupnya. (MJ)
Share:

Zazili : DPD KNPI Jangan Ada Dua Porsi


MURATARA MSM.COM- Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Muratara, telah berakhir pada April 2019 lalu, namun sampai saat ini pelaksanaan Musda belum juga dapat dilaksanakan. Hal ini disampaikan oleh Plt Ketua DPD KNPI Kabupaten Muratara, Zazili. 


Padahal, kata Zazili, pihaknya sudah mengajukan untuk melakukan Musda DPD KNPI ke pihak DPD KNPI Provinsi Sumsel. Namum sampai saat ini belum ada petunjuk dari DPD KNPI Provinsi Sumsel terkait pelakasnaan Musda.

"Ya, masa jabatan kita selaku anggota pengurus sudah berakhir pada April 2019 lalu," ungkap Zazili kepada wartawan koran ini.


Selain itu, pihaknya juga sudah mengajuka surat ke DPD KNPI Provinsi untuk mengadakan Musda melalui Surat. "Kita targetkan Insa Allah akhir tahun ini akan ada Musda KNPI Muratara, Namun sayangnya sampai saat ini belum ada respon dari KNPI Provinsi Sumsel" tambahnya.

"Kita tetap mengupayakan akhir tahun ini, Musda harus dilaksanakan sebab masa jabatan KNPI sekarang sudah berakhir," bebernya.

Dikatakannya, pelaksanaan Musda akan dilaksanakan di Muratara, bukan didaerah lain. Untuk itu ia mengimbau kepada pengurus OKP agar membuat program dan visi misi, jika kalau ingin mencalonkan diri.

"Jangan sampai ada KNPI dua porsi seperti daerah lain. Sebab KNPI ini bertujuan mempersatu kalangan pemuda, bukan malah sebaliknya," jelasnya.

Kedepan kita inginkan menyatukan persepsi kalangan pemuda. Karena pemuda Muratara itu banyak, kita inginkan satu porsi yaitu untuk membangun Muratara menuju Muratara Bangkit. (Hamkam)
Share:

Perayaan Berdirinya Pura Masyarakat Bali Muratara Adakan Perayaan




MURATARA MSM.COM - Tidak jauh-jauh untuk menyaksikan kegiatan perayaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Bali, daerah yang terkenal dengan pulau dewata.


Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Blok D Kelurahan Karya Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang merupakan masyarakat pendatang dari Provinsi Bali yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal menetap di Kabupaten Muratara.


Seperti kali ini, Masyarakat keturunan Bali mengadakan upacara dan perayaan Feodalan atau ulang tahun dibangunnya pura Dharma wisesa yang merupakan tempat utama persembahyangan masyrakat di Blok D Kelurahan Karya Makmur.


Ketua adat masyarakat Blok D Kelurahan Karya Makmur, Ketut Darte mengatakan upacara feodalan atau perayaan ini wujud syukur dan pendekatan diri dengan sang pencipta khayangan atas berdirinya pure Dharma Wisesa.


"Upacara ini selalu diadakan setiap tahun, sejak mulai adanya pure tahun 1991, dan sekarang baru rampung, termasuk empat pure lainnya, jadi kegiatan ini namanya mendem pedadingan atau secara nasionalnya mengukuhkan bangunan pure yang dibangun,"Kata Ketut Darte, Saat diwawancarai Selasa (16/7).


Menurut, perayaan ini juga bertujuan untuk mendekatkan diri sama sang widhi, dengan sembahyang bersama, dengan sebelumnya dilakukan nari-nari adat oleh anak-anak masyarakat disini. Salah satunya tarian renjang renteng.


Sementara itu, Pemimpin parisade (lembaga adat, red), Gede Sumadi menjelaskan perayaan ini merupakan bagian dari pembinaan, dimana ada tiga hal yang harus dijaga hibungannnya, yakni hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan semesta linkungan.


"Makanya setiap pohon besar dikasih kain putih sebagai penghargaan terhadap pohon tersebut sama-sama ciptaan Tuhan yang harus dijaga,"beber dia.


Gede Sumadi juga mengungkapkan rasa bangga dan memberikan apresiasi  terhadap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan, dimana tidak diakriminatif, walaupun kami minoritas tapi tidak membeda-bedakan. "Kami bangga dengan pemerintah yang sangat perhatian dengan kami, tanpa membeda-bedakan walaupun jumlah kami sedikit,"ungkapnya.(MJ)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog