Jumat, 14 Desember 2018

Bupati Ajak OPD Gali Potensi PAD



MURATARA, MSM.COM- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kabupaten Muratara, menggelar kegiatan bulan bakti dan pemberian penghargaan Pajak Bumi Dan Bangunan, Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) kepada wajib pajak tahun 2018.

Acara bulan bakti dan pemberian penghargaan PBB-P2 tersebut, berlangsung di gedung serbaguna kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, yang mengusung tema 'Melalui bulan bakti dan pemberian penghargaan PBB-P2 tahun 2018, mari kita tingkatkan ketaatan sebagai wajib pajak untk Muratara Bangkit', Kemarin.


dihadiri langsung oleh Bupati Muratara, H. Syarif Hidayat, Kepada BKD Muratara, H. Duman Faichiyal, kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, pemuda dan tamu undangan lainya. Yang dimeriakan dengan penampilan tari dari sanggar tari di Kecamatan Karang Dapo.

Dimana dalam rangkaian acara bulan bakti dan pemberian penghargaan Pajak Bumi Dan Bangunan, Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) kepada 11 orang yang mendapat penghargaan dari pemerintah Kabupaten Muratara.

11 orang tersebut yakni : Camat Rawas Ulu, katagori wilayah tercepat pelunasan PBB, Camat Nibung katagori wilayah tertinggi PBB-P2, Kelurahan Muara Kulam, wilayah tercepat pelunasan PBB-P2. Sementara ada 7 desa dari 7 Kecamatan sebagai desa terbaik PBB-P2 dan tercepat dalam pelunasan PBB-P2 yakni: Desa Lawang Agung, Lesung Batu Muda, Kelupang Jaya, Pauh 1, Biaro Baru, Rantau Jaya dan Napalicin. Serta ditambah pemberian harga kepada pihak swasta sebagai objek pajak potensial yakni Pt. Bumi Mekar Tani.

Bupati Muratara, H. M Syarif Hidayat, dalam sambutanya mengatakan target PBB tahun 2018 dengan nilai Rp.900 juta terpenuhi hingga 100 persen. Namun target tersebut masih tergolong kecil dengan potensi daerah yang ada.

"Saya meminta tahun mendatang setiap OPD dan Camat menggali setiap sektor potensi menunjang APBD Kabupaten Muratara," imbuh H.M Syarif Hidayat.

Diterangkanya, APBD Kabupaten yang ada tersebar dari Pajak. Yang nantianya kembali didistribusikan melalui alokasi umum, khusus dan dana lain-lai  untuk pembangunan dalam wilayah di Bumi Berselang Serundingan.

"Dan kami tetap komitmen, untuk pembangunan 70 persen dan dana kegiatan rutin 30 persen dari APBD Kabupaten Muratara," ujarnya.

Kenapa begitu ?, tanya H.M Syarif Hidayat, sebagai kabupaten yang baru tentu masih banyak wilayah di Kabupaten Muratara membutuhkan pembangunan. "Sehingga tahun 2019 kami rencanakan akan memusatkan di 4 kecamatan," paparnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau, lurah, camat, kepala desa hingga pihak terkait agar lebih intensif melakukan sosialisasi dan pendekatan guna meningkatkan kesadaran dan pengertian masyarakat akan pentingnya pembayaran pajak PBB-P2, untuk kelangsungan pembangunan Kabupaten Muratara.

Taklupa dirinya sampaikan, ucapan terimah kasih kepada OPD dan semua pihak serta masyarakat dalam membantu pendapata daerah. Dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan. "Alhamdulillah APBD Kita setiap tahun mengalami peningkatan," paparnya.

Terpisa Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Musi Rawas Utara (Muratara) H. Duman Faichiyal menyampaikan, dengan adanya bulan bakti dan pemberian penghargaan PBB-P2 dapat memberikan motivasi pada wajib pajak serta lebih taad dan patuh dalam membayar pajak.

Dilanjutkanya, bahwa sampai tanggal 20 Agustus 2018 realisasi pajak Muratara adalah 87,91 persen. Jika dilihat perbandinganya dari tahun 2017 ada kenaikan dari 87,86 persen menjadi 87,91 persen. 

"Kenaikan ini dari pajak 80 Desa dan 5 kelurahan. Sementara 2 kelurahan dan 2 desa yang tersisa belum lunas," jelas ia. (Hamkam)
Share:

Kamis, 13 Desember 2018

Terangi Bangsa Dengan Pendidikan. PT PLN (Persero) Lakukan Kegiatan Mengajar di MTsN 1 Muratara



MURATARA MSM.COM - Melalui program dengan tema “Terangi Bangsa Dengan Pendidikan”, PT PLN (Persero) UP3 Rayon Lubuk Linggau area Lahat Provinsi Sumatera Selatan mengelar kegiatan mengajar di sekolah - sekolah. Kali ini yang mendapat kunjungan MTs Negeri 1 Muratara. Senin (10/12).

Kegiatan tersebut diikuti antusias oleh seluruh siswa siswi MTsN 1 Muratara yang beralamat di Desa Lesung Batu Muda Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara. Pelajar mulai dari kelas VII hingga IX terlihat semangat mengikuti materi yang diajarkan oleh PT PLN (Persero).

“Kita sangat senang sekaligus berterima kasih kepada pihak PT. PLN (Persero) yang telah memberikan ilmu kepada anak - anak tentang litrik dan fungsinya sebagai kebutuhan dalam kegiatan sehari - hari” ungkap Kepala MTsN 1 Muratara, Tri Widayati.

Ditempat yang sama, Manager PT. PLN (Persero) UIP Kota Lubuk Linggau menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya adalah kegiatan lingkungan yang merupakan salah satu program PLN Mengajar, bersosialisasi dengan sekolah - sekolah yang ada di sekitar kantor PLN untuk menjelaskan masalah masalah kelistrikan.

“PT PLN (Persero) juga memberikan bantuan untuk sekolah - sekolah yang dikunjungi dengan harapan bisa bermanfaat. Khususnya bagi MTsN 1 Muratara” pungkasnya. (ZIL)
Share:

Peringatan Hari Ibu Ke-90. Bupati ; Ibu Akar Pilar Pembangunan Bangsa



MURATARA, MSM.COM-TP PKK Kabupaten Musi Rawas Utara bekerjasama dengan DPMD-P3A menggelar peringatan Hari Ibu ke-90 Tahun 2018. Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki - laki Dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Keluarga”. 

Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Ny Lia Mustika Syarif mengucapkan selamat hari ibu seraya menegaskan, wanita mesti mempunyai peran dan berkewajiban untuk mendidik generasi penerus bangsa.

“Pada tahun 1959, ditetapkan 22 Desember sebagai hari ibu. Mulai saat itu, kekuatan ibu dan anak dalam membangun bangsa dan negara mulai ada” ulasnya..

Hal itu, tak lepas dari kekuatan kerjasama antara ibu dan bapak dalam membina, memberikan edukatif, tauladan dan perencanaan yang baik. Ia berharap kepada para ibu, jadilah ibu yang cerdas. Sebab, perempuan merupakan madrasah bagi anak - anak.

“Ibu adalah tiang negara. Artinya pembangunan negara, kabupaten hingga desa tergantung pendidikan yang diberikan ibu kepada anak kita” jelasnya..

Ditempat yang sama, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyampaikan pentingnya eksistensi perempuan di masyarakat. Karena perempuan merupakan ibu bangsa, dan akar pilar bangsa sekaligus pondasi dalam menjalankan kehidupan yang damai.

“Ibu bertugas mengasuh anak - anak, untuk menjadi anak bangsa yang berguna. Dalam konteks ini, wanita sebagai pendamping anak - anak” kata orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini.

Namun demikiang, sambung Bupati, sering dengan kemajuan dan perkembangan dunia, wanita juga bisa berkreasi, berkreativitas layaknya laki - laki dalam memenuhi ekonomi keluarga. (Hamkam)

Namun, sambung Syarif seiring kemajuan dan perkembangan dunia,  sehingga wanita juga bisa berkreasi,  berkreativitas layaknya lelaki dalam memenuhi ekonomi keluarga.(hamkam)
Share:

Rabu, 12 Desember 2018

Buka Lomba Karya Tulis Ilmiah, Sekda Beri Apresiasi ke Dispora




MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah, Rabu (12/12) yang dipusatkan di gedung SMP Negeri 1 Muara Rupit Kecamatan Rupit.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekda H Abdullah Makcik didampingi Kepala Dispora, Erwin Abdul Karim membuka secara resmi kegiatan lomba yang diikuti oleh peserta tingkat SMA/SMK sederajat. Kegiatan lomba sendiri sudah dimulai sejak 3 Desember lalu.



“Kami sangat mendukung sekali dan memberi apresiasi yang tinggi atas inisiatif Dispora dalam mengembangkan kreativitas generasi muda dalam menulis. Dengan adanya lomba ini, akan menghasilkan suatu tulisan yang lebih luas dan konprehensif” kata Sekda.

Dirinya berharap, kedepan Dispora dapat mengembangkan lagi kegiatan serupa. Tidak hanya tingkat SMA/SMK sederajat, melainkan hingga ke tingkat SMP sederjat dengan tujuan dapat menambah wawasan dalam membuat suatu karya tulis.



Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Muratara Erwin Abdul Karim melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemuda M. Said Sarmidi mengatakan bahwa kegiatan lomba karya tulis ilmian yang diikuti pelajar tingkat SMA, SMK dan MAN se Kabupaten Muratara terdiri dari dua tahap.

Kegiatan lomba hari ini merupakan tahap seleksi terakhir, dimana dari 50 peserta yang berhak maju ke grandfinal hanya 25 peserta. Dari 25 peserta tersebut, terdiri dari 11 orang peserta lomba kreasi dan 14 orang peserta lomba karya tulis ilmiah.



‘Dengan adanya lomba ini, kita harapkan dapat memacu kreativitas sesuai dengan visi misi Bupati Wakil Bupati Muratara, yakni Muratara Bangkit” tukasnya. (MJ)
Share:

Anak PAUD Harus Belajar di Bawah Atap




MURATARA MSM. COM- Akibat belum memiliki gedung sendiri serta belum adanya bantuan dari dinas terkait di Desa Lubuk Rumbai Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Anak-anak PAUD Nurul Islam terpaksa harus bermain dan belajar di gedung yang atapnya nyaris ambruk.

Kondisi gedung PNPM yang sejak tahun 2014 dipinjam pakai oleh masyarakat untuk dijadikan tempat belajar anak-anaknya di PAUD Nurul Islam Desa Lubuk Rumbai Baru, kondisinya sangat tidak memungkinkan menjadi tempat belajar dan bermain anak-anak PUAD yang masih terbilang belia. Selain  atap gedung yang nyaris ambruk anak-anak PAUD harus belajar dan bermain didalam satu ruangan yang di sekat-sekat mengunakan triplek.

Diungkapakan kepala sekolah PAUD Nurul Islam Nuni Astuti kemarin . Mengaku sejak berdiri tahun 2014  PAUD Nurul Islam telah  mengunakan dan meminjam pakai gedung PNPM yang dari awal kondisinya seperti ini,  terkadang kami merasa khawatir saat anak-anak bermain diluar karena kondisi atap yang mulai runtuh dan sarana persana yang belum memadai.

Menurutnya, belum ada gedung PAUD Nurul Islam ini karena belum ada lahan untuk pembangunan gedung serta upaya perhatian dinas  terkait untuk hal ini, karena selama ini pihaknya telah berusaha untuk mencari masyarakat yang mau menghibahkan tahahnya untuk gedung PAUD ini tetapi hingga saat ini kami belum mendapatkannya.

Oleh kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk hal ini karena selain kondisi gedung seperti ini, disini anak-anak harus berain dan belajar didalam satu ruagan memang benar sistem belajar PAUD adalah bejalajar sambil bermain tetapi kalau tempat belajar menajdi satu dengan area bermain pastinya anak-anak tidak konsen bisa saat belajarnya. Kalau suatu saat kami bisa memiliki gedung sendiri kami bisa lebih maksimal dalam menarik minat anak-anak yang mana untuk belajar dengan membuat hiasan dan konsep menarik bagi anak-anak untuk bersekolah dan belajar disini harapnya. (Hamkam)
Share:

Selasa, 11 Desember 2018

31 Desember 2018 Jamsoskes Sumsel Semesta Dihentikan




MURATARA MSM.COM - Terhitung 31 Desember 2018 mendatang, Program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta, resmi dihentikan. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sumsel Nomor 07/SE/Dinkes/2018 tertanggal 5 Desember 2018.

Sebagai gantinya, program yang dikhususkan bagi masyarakat tidak mampu tersebut, diintegrasikan ke BPJS. Dengan iuran yang ditanggung oleh pemerintah daerah melalui anggaran APBD.

“BPJS itu kan ada dua jenis, BPJS Mandiri dan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). PBI itu terbagi lagi ke dalam Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan juga program yang dianggarkan melalui APBN” kata Kepala Dinas Kesehatan Muratara dr. Mahendra melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan Agus Redo diruang kerjanya, Selasa (11/12).

Jadi, kata Agus Redho, bagi masyarakat yang kurang mampu dan belum mendaftar BPJS tak perlu merasa khawatir dengan berakhirnya program tersebut. Sebab, pihaknya akan mendaftarkan masyarakat sebagai anggota BPJS dengan iuran yang ditanggung oleh APBD.

“Sebenarnya program ini sudah berjalan satu tahun ini, cuma sekarang yang terdaftar baru 3 ribuan orang. Kita masih menunggu data dari Dinas Sosial, mudah - mudahan tahun depan semuanya sudah terdata” tambahnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kepada para kades, Lurah maupun Camat untuk segera mendata warganya yang kurang mampu. Sehingga semua warga yang kurang mampu dan berhak masuk dalam program tersebut semuanya dapat terdata.

“Wewenang pendataan itu ada di Dinas Sosial, tinggal sekarang kita berharap baik Kades, Lurah maupun Camat dapat berkoordinasi dengan Dinsos. Disamping itu kami juga bersama dengan BPJS akan melakukan sosialisasi” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, melalui Dian Winani, S.Kep.Ns menjelaskan bahwa terkait penghentian program Jamsoskes Sumsel Semesta, pihaknya sudah memberikan edukasi kepada pasien yang masuk kategori masyarakat miskin untuk segera mendaftarkan diri.

“Yang mempunyai wewenang Dinas Kesehatan. Kami hanya melayani, mengedukasi dan mensosialisasi tentang kepastian penghentian program Jamsoskes yang selanjutnya diintegrasikan ke BPJS” ujarnya.(MJ)
Share:

Senin, 10 Desember 2018

Polres Lakukan Pelayanan Terpadu Keliling




MURATARA MSM. COM - Polres Musi Rawas melaksanakan kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu di Kabupaten Musi Rawas Utara, Senin (9/12).

Kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu ini langsung dipimpin oleh IPDA Graciano bersama dengan personel Polres Musi Rawas. Dengan adanya kegiatan Kepolisian terpadu ini masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara dapat membuat SIM, Sidik Jari Dan SKCK.

Pantauan wartawan MSM. COM Lokasi pelayanan Kepolisian terpadu ini berada tidak jauh dari Kantor Bupati Muratara dipinggir jalan lintas sumatera Kel. Muara Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro, SIK saat dikonfirmasi MSM. COM membenarkan adanya kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah warga masyarakat untuk membuat SIM, SKCK dan Sidik Jari. Dengan adanya pelayanan ini masyarakat Kabupaten Muratara tidak jauh lagi untuk datang ke Polres Musi Rawas cukup di Rupit saja membuatnya.

Sudah kami siapkan satu mobil dan Anggota Polres Musi Rawas untuk melayani masyarakat Kabupaten Muratara, tutur Kapolres.(MJ)
Share:

Warga Harapkan Semprot Fogging



MURATARA, MSM.COM-  Pasca banjir beberapa hari lalu hingga masuk dipermukiman warga Kampung 6, Desa Bukit Langkap, Kecamatan  Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), warga setempat mengharapkan perhatian Dinas Kesehatan Muratara.

Hal itu, seperti yang dikatakan oleh, Roni (34), bahwa tingginya curah hujan beberapa hari lalu menyebabkan air sungai meluap hingga perkampungan warga.

"Dari banjir tersebut banyak terdapat genangan-genangan air yang menimbulkan banyaknya nyamuk," ungkapnya kepada Wartawan koran ini.

Oleh karena itu, warga khawatir akan terserang penyakit Malaria. "Habis banjir kemarin banyak  nyamuk dipermukiman. Mungkin karena adanya genangan air," kata dia

Untuk itu, pihaknya mengharapkan adanya perhatian pihak dinas kesehatan agar melakukan penyemprotan Fogging. "Kami minta adanya pembasmian nyamuk. Agar warga tidak teserang malariah," jelas ia.

Serupa yang diceritakan, Tini (42) bahwa setiap kali musim penghujan di kampungnya selalu banyak terdapat nyamuk. Terutama sesudah musim banjir.

"Tiap kali habis banjir. Serangan nyamuk pirumah warga selalu banyak. Selain cuaca dingin, juga banyak terdapat genangan air. Sehingga nyamuk ini cepat berkembang," ujarnya.

Mengenai hal ini, tentu pihaknya mengharapkan jika ada perhatian pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan. "Tentu kami harapkan jika ada kepedulian pemerintah untuk melakukan penyemprotan pogging dilingkungan masyarakat," ungkapnya.

Sementara Itu, Kabid P2P Dinkes Muratara, Fatahul saat dikonfirmasi melalui Via telpon tidak ada jawaban.(hamkam)
Share:

Ketua TP PKK Berikan Bantuan Kepada Anak Anak SAD




MURATARA MSM. COM-Dalam rangka peringatan hari ibu ke 90 dan dharma wanita ke 19, Ketua Tim Penggerak (TP) Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Lia Mustika Syarif berikan bantuan kepada Anak anak Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Mes serbaguna SAD yang beralamat di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.


Pemberian bantuan berupa Alat tulis, makanan tambahan, dan lain lain bertujuan untuk membantu Anak anak SAD yang sedang mengenyam pendidikan, baik SD, SMP maupun SMA di Mes serbaguna yang berjumlah sekitar 74 orang.


Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Muratara Lia Mustika Syarif mengatakan, hari ini pihaknya mengadakan bakti sosial dalam rangka hari ibu ke 90 dan hari dharma wanita ke 19."Anak anak, hari ini ibu akan berikan bantuan kepada kalian tapi bantuan ini bukanlah jajanan semua. Bantuan ini ada buku tulis untuk kalian sekolah, ada bantuan bantuan lainnya. Setelah acara ini kita akan periksa kesehatan supaya anak anak sehat, supaya anak anak pintar,"Katanya Lia Mustika Syarif didepan Anak anak SAD. Sabtu (8/12/2018)


Lia menegaskan, Anak anak SAD adalah bagian dari masyarakat Muratara."Mereka adalah bagian dari kita, mereka anak anak kita, saya berharap ibu ibu disini menjadi ibu ibu asuh bagi mereka,"Ucapnya


Dirinya tidak setuju jika anak anak SAD yang selalu ditonjolkan adalah primitifnya saja, dia meyakini anak anak suku anak dalam adalah anak yang cerdas."Saya tidak setuju itu, karna anak anak SAD adalah anak anak yang pintar. Coba bayangkan, mereka aja baru satu bulan disini tapi mereka sudah ada yang bisa baca doa dan sudah hapal pancasila, bayangkan kalau mereka sadah setahun, dua tahun atau tiga tahun disini,"Ungkap Lia Mustika Syarif


Sambung Ketua TP PKK, dirinya mengucapkan terima kasih kepada kepala Dinas Sosial (Kadinsos) muratara yang telah mempasilitasi dan menghimpun dalam suatu lembaga pendidikan bagi suku anak dalam, karna mereka adalah anak anak  muratara."Saya yakin anak anak yang ada ini adalah anak anak yang pintar, anak anak yang cerdas. Saya berharap setelah ini banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang siap menjadai orang tua asuh mereka,"Harapnya


Sementara itu Kadinsos muratara H Zainal Arifin Daud mengungkapkan pada tahun 2016 lalu dirinya mendapat perintah dari bapak Bupati untuk mengumpulkan Anak anak SAD dalam satu wadah supaya anak anak SAD mendapat pendidikan."Kami sangat berterima kasih pada pak bupati karna pada tahun 2016 lalu saya ditantang pak bupti untuk mendata anak anak SAD. Katanya seperti ini,  Fin (Panggilan sehari hari Kadinnsos) kamu siap tidak untuk mengumpulkan anak anak SAD, ya saya jawab siap pak. Nah mulai tahun 2016 itu kami langsung bergerak mendata anak anak SAD,"Tuturnya


Berdasarkan hasil pendataan Dinsos Muratara tahun 2016, anak anak SAD yang sedang maupun yang putus sekolah berjumlah sekitar 347 orang. Namun yang bersedia menandatangani surat pernyataan untuk sekolah sekitar 260 an orang."Pada hari ini jumlah mereka baru  74 orang yang baru masuk ke sini (Mes serbaguna), insya allah pada akhir 2018 ini akan kami kejar mereka karna mereka sudah membuat pernyataan dan akan kita didik disini,"Ungkap Jujuk Ipin sapaan akrab H Zainal Arifin


Lanjut Kadinsos, ia mengaku jika dirinya stres di kantor pasti ia datang ke Mes Serbaguna."Saya akui kalau saya stres dikantor pasti saya kesini, kalau sudah kesini pasti hilang stresnya karna belum sampai ke Mes Serbaguna mereka sudah menadahkan tangan ke saya sambil mengatakan halo pak Tong,"Akunya


Ditempat yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD-P3A) Firdaus mengakui jika dirinya baru sekali datang ke Mes Serbaguna dan bisa berbagi pengalaman, dan inilah yang dinamakan Kabupaten layak anak."Harapan dari ketua pkk tadi, kegiatan ini tidak sekedar bakti sosial saja tapi kegiatan ini berkelanjutan setiap bulannya,"Katanya


Ia juga mengakui jika kegiatan ini masih banyak kekurangannya, kedepan pihaknya akan terus berbenah dan memperbaikinya."Kita perlu beri apresiasi kepada ibu dan bapak asrama yang telah mengasuh anak anak ini, terus terang saja saya sendiri tidak sanggup untuk mengasuh mereka sebanyak ini.,"Akunya(MJ)
Share:

Postingan Populer