13 April 2021

Sumber Makmur Lakukan Kegiatan Donor Darah

 



 

MURATARA MSM.COM – Sebagai bentuk kepedulian dan saling berbagi. Pemerintah Desa Sumber Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara menggelar kegiatan donor darah.

 

Kegiatan donor darah pada, Sabtu (10/4) lalu dilaksanakan Bersama dengan Karang Taruna Desa Sumber Makmur. Kegiatan donor darah disambut antusias oleh masyarakat dan berlangsung sukses.

 

Kepala Desa Sumber Makmur M Suluri mengaku senang dengan antusiasnya masyarakat dalam kegiatan ini. Dia mengatakan, donor darah yang menghadirkan Palang Merah Indonesia (PMI) Lubuklinggau ini, ada puluhan warga yang mendonorkan darah.

 

“Alhamdulillah sukses kegiatan donor darah yang kita laksanakan. Ada 48 orang warga yang mendonorkan darah.” jelas M Suluri.

 

Dirinya berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. Sebab, dapat menanamkan rasa kepedulian. Dia mengajak masyarakat untuk saling berbagi dan peduli kepada sesama

 

“Mari kita sama – sama peduli. Peduli  dibidang kesehatan maupun bidang keamanan demi kemajuan dan kenyamanan Desa Sumber Makmur”tukasnya. (ZL)


Share:

Lanjutkan Program Pembangunan Kades Lubuk Kemang Bangun Polindes

 



 

MURATARA MSM.COM – Di tahun 2021 ini, Pemerintah Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara Kembali melanjutkan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.


Salah satunya, saat ini sedang dibangun Gedung Polindes/Posko Covid-19. Bangunan itu terletak di Dusun 2 Desa Lubuk Kemang, yang berada persis disamping kantor Desa.

 

Kepala Desa Lubuk Kemang M. Sopli, mengatakan, pembangunan gedung Polindes/Posko Covid-19 itu dilakukan, berdasarkan hasil musyawarah desa yang menyepakati dibangunnya gedung itu.

 

“Hasil Musyawarah desa, diprioritaskan pembangunan sarana Kesehatan bagi masarakat Desa Lubuk Kemang. Dengan anggaran yang berasal dari anggaran Dana Desa tahun 2021” jelasnya, Selasa (13/4).

 

Dengan dibangunnya fasilitas Kesehatan tersebut, Dia berharap akan bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pelayanan kesehatan. (ZL)

Share:

08 April 2021

Tim Beruang Satreskrim Polres Muratara Amankan Pelaku Karhutla



MURATARA MSM.COM- Tiga dari lima pelaku pembakaran lahan masing-masing Wardoyo (60) warga Desa Sukamana Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura), Nanang (40) warga yang sama dan Wahyudi (31) warga Desa Suka Menang Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Mura, ditangkap tim beruang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmad Hidayat, Selasa (6/4/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.


Ketiganya ditangkap karena diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Para pelaku ditangkap sesuai dengan LP/A- 30 /III/SUMSEL/RES MURATARA, tgl 06 Maret 2021.


Sementara dua pelaku lainnya, yakni Arif (44) warga Desa Embacang, Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara dan Eko (55) warga Desa Sukamana Kecamatan STL UluTerawas Kabuparen Mura masuk dalam DPO.


Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto, SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmad Hidayat, mengatakan

Selasa (6/4/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.


Setelah mendapat informasi bahwa telah terjadi dugaan tindak Pidana Pembakaran lahan dan perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup dan atau penyertaan tindak pidana yang terjadi di Desa Embacang Baru Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara.


Akibat kejadian tersebut selanjutnya Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad Hidayat, SH, bersama tim Beruang Sat Reskrim Polres Muratara segera mendatangi TKP.


Dan menindaklanjuti informasi tersebut dan setelah anggota berada di TKP benar telah menemukan lahan tersebut benar dikelolah pelaku usaha dengan cara melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dan mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup.


Ketika petugas mendatangi TKP benar ditemukan lima orang pelaku. Tiga dari lima pelaku berhasil diamankan. Dari tangan tersangka berhasil diamankan satu buah korek api gas warna kuning merk neolite, satu buah korek api gas warna biru merk neolite, satu buah korek api gas warna hijau merk tokai. Dan satu buah tangki semprot air, tiga buah batang kayu bekas terbakar.


Dari hasil pemeriksaan interogasi terhadap para pelaku. Para pelaku mengakui perbuatannya yang mana pemilik lahan atas Eko (DPO) yang menyuruh untuk melakukan perbuatan tersebut. Akibat kejadian selanjutnya dibawa untuk diamankan ke Polres Musi Rawas Utara untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (MJ)

Share:

05 April 2021

H Devi Suhartoni Buka MTQ Ke-VII Tingkat Kabupaten Muratara

 



MURATARA MSM.COM-Bupati Muratara H Devi Suhartoni, membuka secara resmi  Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke -VII tingkat Kabupaten Muratara, dihalaman kantor Kecamatan Ulu Rawas, Senin (5/4).


Kecamatan Ulu Rawas menjadi tuan rumah perhelatan MTQ ke-VII yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 April 2021 mendatang. Pembukaan MTQ ke-VII ini berlangsung sukses.


Selain Bupati, hadir pula Wakil Bupati Muratara H Innayatullah. Sekretaris Daerah Alwi Roham,  Polres Muratara , sejumlah anggota DPRD kabupaten Muratara, Kabag Kesra Yal Asri, ketua MUI, Kepala Kemenag Muratara,  kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, Camat dan Kepala Desa.


Kabag Kesra Yal Asri dalam laporannya menyampaikan,  tujuan digelarnya MTQ ini adalah untuk membudayakan masyarakat Muratara gemar membaca dan mengkaji isi kandungan Al-Quran serta  mengakplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.




"Selain itu, melalui MTQ yang ketujuh ini. Juga sebagai wadah dan ajang silahturahmi untuk mencapai Muratara yang berhidayah" ujarnya.


Dia memaparkan, peserta MTQ ini merupakan hasil seleksi ditingkat kecamatan. Dengan total peserta sebanyak 301 orang yang merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan. Dengan rincian Kecamatan Rupit 58 orang, Karang Dapo  39 orang, dan Rawas Ulu 21 orang 


"Dari Kecamatan Karang Jaya 31 orang, Rawas Ilir 45 orang, Nibung 56 orang, dan Kecamatan Ulu Rawas sebanyak 51 orang. Cabang yang dilombakan yaitu Hifzil Quran, Tafsir Quran, Tilawatil Quran, Tartil Quran, Sahril Quran dan hafalan hadist" paparnya.




Bupati Muratara H Devi Suhartoni dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan kegiatan MTQ merupakan agenda rutin pemerintah pusat dan pemetintah daerah diseluruh wilayah Republik Indonesia. Seiring dengan itu, MTQ juga merupakan agenda rutin setiap tahun Pemkab Muratara dalam rangka menjaring para qori dan qoriah.


"Selanjutnya, akan mengikuti ajang MTQ atau STQ tingkat provinsi. Salah satu tujuan  Allah menurunkan kitab suci Al-Quran ke atas dunia ini sebagai, bacaan dan petunjuk jalan yang lurus serta pedoman bagi umat Islam dimuka bumi ini terutama bagi kabupaten Muratara" kata Bupati.


Bupati mengajak masyarakat Kabupaten Muratara untuk menghidupkan rasa cinta dan nilai - nilai serta hikmah yang terkandung dalam Al-Quran. Bupati juga mengharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa membawa dampak positif bagi masyarakat sesuai dengan maksud dan tujuan acara yakni membuat masyarakat gemar membaca Al Qur'an, terutama bagi generasi muda saat ini.


"Kegiatan MTQ selain sebagai ajang tahunan dalam menseleksi Qori dan Qori'ah di Muratara, juga sebagai ajang pendidikan bagi warga Muratara, terutama generasi muda agar gemar membaca Qur'an" jelas Bupati. (MJ)


Share:

Pelaku Curat Ditangkap Nyaris Dihakimi Masyarakat

 



MURATARA MSM.COM-Pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), Sastra Wijaya alias Sas (24) warga Dusun I Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, %Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diamankan Sat Reskrime Polres Muratara bersama anggota Polsek Karang Jaya, Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 15.00 wib. Tersangka diamankan petugas setelah nyaris dihakimi masyarakat yang datang ke tempat Sekdes.


Tersangka ditangkap karena melakukan curat satu unit  mesin penyedot air merek Sanyo dan satu  Unit TV LCD Ukuran 21 Inch Merek Sharp dengan pelapor  Sunaryo (41) warga Dusun I Desa Sukamenang Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara.


Peristiwa terjadi Selasa (22/3/2021) sekitar pukul 03.00 wib.  Pada saat itu listrik padam dan keadaan cuaca sendang hujan deras saksi Joko Purnomo terbangun dan melihat bahwa TV LCD ukuran 21 Inch merek sharp sudah tidak ada lagi di ruang tengah. Lalu  ia menuju arah dapur dan melihat mesin pompa air merek Sanyo juga sudah tidak ada di tempat berserta sepuluh besi telur gelundung juga hilang. Lalu melihat pintu dapur yang sudah terbuka dan terdapat bekas congkelan pelaku .Atas Kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil Rp 3 juta.


Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto, S.ik melalui Kasat Reskrime, AKP Dedi Rahmad Hidayat, membenarkan pelaku sudah diamankan. Dikatakannua Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 15.00 wib korban menemui Kadus II Desa Sukamenang, Arwandi dan menjelaskan bahwa barang-barang milik korban berada di rumah tersangka. 


Lalu kadus dan sekdes Sukamenang serta dibantu warga mencari tersangka di kebun karet milik tersangka yang berlokasi di seberang jembatan gantung Desa Sukamenang.


Setelah  diinterogasi tersangka mengakui perbuatannya lalu tersangka dan barang bukti dibawa ke rumah sekdes Sukamenang. Tidak lama kemudian datang warga beramai-ramai melaporkan bahwa sudahh kehilangan barang-barang berharga dirumahnya. Dikarenakan  warga sudah ramai dan emosi. 


Lalu sekdes menghubungi polsek Karang Jaya dan Polres Muratara. Selang tidak lama kemudian anggota piket polsek Karang Jaya bersama tim Beruang Polres Muratara tiba di rumah sekdes Sukamenang dan langsung mengamankan tersangka beserta barang bukti untuk dibawa ke Polres Muratara.


Tersangka mengakui sudah enam kali melakukan pencurian di Desa Sukamenang. Hasil mencuri dipakai untuk membeli narkoba jenis sabu. Karena setiap hari selalu mengkonsumsi narkoba. (**)

Share:

30 Maret 2021

H Devi Suhartoni : Pembangunan Muratara 2021 - 2022 Masih Pembangunan Dasar



MURATARA MSM. COM-Fokus Kabupaten Muratara untuk 2021 - 2022, dibawah kepemimpinan Bupati - Wakil Bupati H Devi Suhartoni - H Innayatulah, masih tetap fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Seperti jalan, jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat. 


" Tahun 2021 hingga 2022 mendatang . Kita tetap fokus pada pembangunan jalan, jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat, itu saja dulu," kata Bupati kepada wartawan, Senin (29/3/2021)  usai acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Muratara tahun 2022.


Dijelaskannya walaupun  infrastruktur dasar masih tetap  menjadi prioritas utama bukan berarti pembangunan di daerah ini 'jalan di tempat'. 


Tetapi karena memang infrastruktur dasar yang sudah dibangun pada masa kepemimpinan sebelumnya kini sudah banyak yang rusak. 


"Kita jangan dulu bermimpi yang macam-macam. Sebab  Muratara ini jalan saja parah, masih banyak yang rusak, yang sudah dibangun sudah rusak lagi," jelasnya. 


Ditambahkannya sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Sumsel Herman Deru bahwa membangun daerah harus fokus pada skala prioritas.


Dicontohkannya sejumlah jalan utama penghubung ibukota kabupaten ke kecamatan maupun antar kecamatan masih rusak parah. Seperti misalnya, jalan poros Rawas Ulu - Ulu Rawas, Karang Dapo - Rawas Ilir, Karang Dapo - Lakitan, Nibung - Rawas Ilir, dan Nibung - Simpang Nibung. 


"Itu kan hancur semua, sulit lewat masyarakat, jadi mega proyek kita tahun 2022 adalah menyelesaikan infrastruktur utama, karena sekarang banyak yang rusak," katanya.


Sementara itu,Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muratara, Erwin Syarif menambahkan ada 1.289 usulan pembangunan pada tahun 2022.


"Sesuai dengan arahan Pak Bupati tadi kita masih fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan," katanya. 


Diakuinya  jalan yang sudah dibangun pada kepemimpinan sebelumnya kini sudah banyak yang mengalami kerusakan. 


"Ada yang namanya pemeliharaan, jadi skala prioritas tetap jalan, terutama jalan poros antar kecamatan," katanya. 


Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Muratara juga segera akan membangun pasar induk yang anggarannya bersumber dari bantuan gubernur (Bangub). 


"Pembangunan lain ada pasar induk dari Bangub, kemudian rest area di perbatasan Muratara dan Jambi, semoga ini berjalan dengan baik," pungkasnya. (MJ)

Share:

Diduga Digigit Ular Kobra Warga Lubuk Kemang Meninggal Dunia Saat Hendak Mendapatkan Pertolongan Medis

 



RAWAS ULU MSM.COM-Banjir yang terjadi, Senin (29/3) kemarin, menyisakan luka mendalam bagi keluarga Rusna almarhumah. Wanita berusia 56 tahun, warga Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, meninggal dunia usai membersihkan rumah bekas genangan banjir.


Rusna meninggal dunia, diduga usai digigit ular berbisa jenis Kobra. Kejadian itu berlangsung kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Saat korban sedang membersihkan rumah bekas banjir disertai sampah yang terbawa arus sungai Rawas.


Tiba - tiba korban merasa telah menginjak duri yang sangat tajam. Korban merasa sakit yang luar biasa pada kakinya, dan mengeluarkan darah. Dikaki korban terdapat dua buah lubang menganga bekas gigitan ular. 

 

Ramah (35), anak kandung korban menuturkan, setelah itu  tak lama berselang, tubuh ibunya menjadi lemas. Keluarga langsung meminta pertolongan perawat desa. Karena kondisi sang ibu semakin melemah, akhirnya dibawa ke Puskesmas Surulangun.


"Dikaki bekas gigitan ular banyak menguarkan darah. Kondisi tubuh ibu waktu itu pucat dan lemas, dan langsung dibawa ke Puskesmas Surulangun. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Ibu meninggal dunia saat hendak dilakukan pertolongan medis di Puskesmas Surulangun" tutur Ramah.


Ramah menambahkan, dugaan ibunya meninggal dunia akibat digigit ular berbisa semakin besar. Hal itu lantaran, tak jauh dari lokasi ditemukan ular berbisa yang sudah mati. (MJ)

Share:

29 Maret 2021

Tiga Hari Tunggu Dokter Spesialis Tak Kunjung Datang Pelayanan RSUD Rupit Kembali Dikeluhkan Pasien

 



MURATARA MSM.COM-Pelayanan kurang maksimal, kembali terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Muratara. Pelayanan yang tak mengenakan itu dirasakan Hj Nursati. 


Pasien yang ikut dalam kepesertaan BPJS Klas 1 itu, harus menelan pil pahit. Lantaran, sejak masuk ke RSUD pada Sabtu (27/3), hingga Senin (29/3). Dokter spesialis penyakit dalam yang akan menanganinya, tak kunjung datang.


Kepada awak media Hj Nursati menuturkan, pertama kali masuk ke RSUD Rupit pada Sabtu lalu. Dirinya sempat diperiksa oleh tenaga medis yang berjaga. Karena dokter spesialisnya tidak ada pada hari itu, Ia dan keluarga memutuskan untuk menginap diruang inap RSUD Rupit. Sembari menunggu dokter datang.


Namun, setelah ditunggu hingga beberapa hari hingga Senin ini (29/3). Dokter spesialis penyakit dalam yang ditunggu - tunggu tidak kunjung datang. 


"Sudah tiga hari kami di RSUD Rupit menunggu dokter spesialis, tapi tidak juga datang. Kami merasa sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Rupit. Selain itu, dengan pelayanan seperti ini. Apakah layak untuk peserta BPJS Klas 1" tuturnya kesal.


Menurutnya, yang membuat Ia semakin kecewa. Setiap ditanya kapan dokter spesialis datang, petugas menjawab dengan berbagai alasan. Puncaknya pada Senin, petugas mengatakan dokter akan datang.


"Saat ditanya, sebentar lagi dokter datang. Kemudian tunggu agak siang sebab dokter masih perjalanan dari kabupaten Empat Lawang. Nah, yang terakhir petugas bilang ada kecelakaan sehingga mobil dokter tidak bisa lewat" tutupnya. (MJ)

Share:

27 Maret 2021

Kunjungi Bumi Beselang Serundingan Syeikh Muhammad Jaber Jadi Tamu Istimewa Wabup Muratara

 


MURATARA MSM.COM-Wakil Bupati Musi Rawas Utara H Innayatullah, kedatangan tamu istimewa. Seorang tokoh ulama di Indonesia, yakni Syeihk Muhammad Jaber, Sabtu (27/03). Beliau merupakan kakak dari Syeihk Ali Jaber.


Tujuan dakwah dari pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Saleh Jaber adalah menyebar agama Islam dan kebaikan di daerah - daerah. Beliau sendiri sejak usia 15 tahun sudah menjadi imam di Masjid Madinah. Dan diusia 17 tahun sudah mulai berdakwah antar negara.


Kedatangan Beliau ke Muratara, dalam rangka silaturahmi dan Syeihk Muhammad Jaber Road show dakwah wilayah Sumatera Selatan serta memberikan sertifikat Mudd Uswati kepada Ustadz H.Inayatullah Bin Abdul Rasyid (Alm).


Ada pun yang di maksud sertifikat Mudd Nabawi Madani adalah, alat takar yang biasa digunakan oleh Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam dan juga biasa digunakan oleh penduduk kota Madinah turun temurun, yang kemudian dikenal oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. 


Kelebihan Mudd Uswati adalah kesesuaian ukurannya, kurang lebih dengan yang biasa digunakan oleh Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam dan penduduk Kota Madinah, dengan riwayah (memiliki ijazah sanad yang bersambung hingga para sahabat radhiyallah ‘anhum yang mengunakan Mudd tersebut ) dan dirayah (sudah disepakati oleh ulama dan dilakukan penelitian atas kesesuaiannya). 


Mudd Nabawi dapat digunakan untuk  berwudhu, mandi dan menakar zakat fItrah, menakar Kaffarah dan Fidhyah.


Dalam kesempatan yang penuh keakrapan itu, Syeihk mengharapkan  Pemerintah Kabupaten Muratara dapat mengusahakan untuk memiliki 1000 santri penghapal Al- Quran.


“Syeihk mendo’a supaya Bupati dan Wakil Bupati selalu diberikan kesehatan dan diberi kemudahan dalam memimpin kabupaten Muratara. Khusus untuk seluruh masyarakat Muratara agar diberikan kemudahan rezeki dan terus mendukung pemimpin Kabupaten Muratara menegakkan keadilan untuk masyarakat” katanya.


Beliau juga mendoakan, agar pemimpin Muratara terus melakukan kebaikan. Dan harus memikirkan akhirat tanpa terlena dengan aktivitas duniawi.


Sementara itu, wakil Bupati Muratara mengaku sangat bersyukur dikunjungi ulama besar. Kunjungan  syeihk Muhammad Jaber ini adalah suatu bentuk awal dukungan ulama ke kabupaten Muratara yang akan mengusung Muratara Berhidayah” Ungkapnya.


“Kami akan mendukung dan akan menjalankan program 1000 anak khatam Al-Qur’an yang juga keinginan Syeikh Muhammad Jaber untuk anak-anak Kabupaten Muratara. Sesuai dengan Visi-misi kami mendiri Rumah Tahfidz ,nah melalui rumah Tahfidz ini yang akan mencetak ahli-ahli Al-Qur’an untuk Kabupaten Muratara ini.” jelasnya. (MJ)

Share:

Postingan Populer