Rabu, 12 Desember 2018

Anak PAUD Harus Belajar di Bawah Atap




MURATARA MSM. COM- Akibat belum memiliki gedung sendiri serta belum adanya bantuan dari dinas terkait di Desa Lubuk Rumbai Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Anak-anak PAUD Nurul Islam terpaksa harus bermain dan belajar di gedung yang atapnya nyaris ambruk.

Kondisi gedung PNPM yang sejak tahun 2014 dipinjam pakai oleh masyarakat untuk dijadikan tempat belajar anak-anaknya di PAUD Nurul Islam Desa Lubuk Rumbai Baru, kondisinya sangat tidak memungkinkan menjadi tempat belajar dan bermain anak-anak PUAD yang masih terbilang belia. Selain  atap gedung yang nyaris ambruk anak-anak PAUD harus belajar dan bermain didalam satu ruangan yang di sekat-sekat mengunakan triplek.

Diungkapakan kepala sekolah PAUD Nurul Islam Nuni Astuti kemarin . Mengaku sejak berdiri tahun 2014  PAUD Nurul Islam telah  mengunakan dan meminjam pakai gedung PNPM yang dari awal kondisinya seperti ini,  terkadang kami merasa khawatir saat anak-anak bermain diluar karena kondisi atap yang mulai runtuh dan sarana persana yang belum memadai.

Menurutnya, belum ada gedung PAUD Nurul Islam ini karena belum ada lahan untuk pembangunan gedung serta upaya perhatian dinas  terkait untuk hal ini, karena selama ini pihaknya telah berusaha untuk mencari masyarakat yang mau menghibahkan tahahnya untuk gedung PAUD ini tetapi hingga saat ini kami belum mendapatkannya.

Oleh kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk hal ini karena selain kondisi gedung seperti ini, disini anak-anak harus berain dan belajar didalam satu ruagan memang benar sistem belajar PAUD adalah bejalajar sambil bermain tetapi kalau tempat belajar menajdi satu dengan area bermain pastinya anak-anak tidak konsen bisa saat belajarnya. Kalau suatu saat kami bisa memiliki gedung sendiri kami bisa lebih maksimal dalam menarik minat anak-anak yang mana untuk belajar dengan membuat hiasan dan konsep menarik bagi anak-anak untuk bersekolah dan belajar disini harapnya. (Hamkam)
Share:

Selasa, 11 Desember 2018

31 Desember 2018 Jamsoskes Sumsel Semesta Dihentikan




MURATARA MSM.COM - Terhitung 31 Desember 2018 mendatang, Program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta, resmi dihentikan. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sumsel Nomor 07/SE/Dinkes/2018 tertanggal 5 Desember 2018.

Sebagai gantinya, program yang dikhususkan bagi masyarakat tidak mampu tersebut, diintegrasikan ke BPJS. Dengan iuran yang ditanggung oleh pemerintah daerah melalui anggaran APBD.

“BPJS itu kan ada dua jenis, BPJS Mandiri dan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). PBI itu terbagi lagi ke dalam Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan juga program yang dianggarkan melalui APBN” kata Kepala Dinas Kesehatan Muratara dr. Mahendra melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan Agus Redo diruang kerjanya, Selasa (11/12).

Jadi, kata Agus Redho, bagi masyarakat yang kurang mampu dan belum mendaftar BPJS tak perlu merasa khawatir dengan berakhirnya program tersebut. Sebab, pihaknya akan mendaftarkan masyarakat sebagai anggota BPJS dengan iuran yang ditanggung oleh APBD.

“Sebenarnya program ini sudah berjalan satu tahun ini, cuma sekarang yang terdaftar baru 3 ribuan orang. Kita masih menunggu data dari Dinas Sosial, mudah - mudahan tahun depan semuanya sudah terdata” tambahnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kepada para kades, Lurah maupun Camat untuk segera mendata warganya yang kurang mampu. Sehingga semua warga yang kurang mampu dan berhak masuk dalam program tersebut semuanya dapat terdata.

“Wewenang pendataan itu ada di Dinas Sosial, tinggal sekarang kita berharap baik Kades, Lurah maupun Camat dapat berkoordinasi dengan Dinsos. Disamping itu kami juga bersama dengan BPJS akan melakukan sosialisasi” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, melalui Dian Winani, S.Kep.Ns menjelaskan bahwa terkait penghentian program Jamsoskes Sumsel Semesta, pihaknya sudah memberikan edukasi kepada pasien yang masuk kategori masyarakat miskin untuk segera mendaftarkan diri.

“Yang mempunyai wewenang Dinas Kesehatan. Kami hanya melayani, mengedukasi dan mensosialisasi tentang kepastian penghentian program Jamsoskes yang selanjutnya diintegrasikan ke BPJS” ujarnya.(MJ)
Share:

Senin, 10 Desember 2018

Polres Lakukan Pelayanan Terpadu Keliling




MURATARA MSM. COM - Polres Musi Rawas melaksanakan kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu di Kabupaten Musi Rawas Utara, Senin (9/12).

Kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu ini langsung dipimpin oleh IPDA Graciano bersama dengan personel Polres Musi Rawas. Dengan adanya kegiatan Kepolisian terpadu ini masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara dapat membuat SIM, Sidik Jari Dan SKCK.

Pantauan wartawan MSM. COM Lokasi pelayanan Kepolisian terpadu ini berada tidak jauh dari Kantor Bupati Muratara dipinggir jalan lintas sumatera Kel. Muara Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro, SIK saat dikonfirmasi MSM. COM membenarkan adanya kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah warga masyarakat untuk membuat SIM, SKCK dan Sidik Jari. Dengan adanya pelayanan ini masyarakat Kabupaten Muratara tidak jauh lagi untuk datang ke Polres Musi Rawas cukup di Rupit saja membuatnya.

Sudah kami siapkan satu mobil dan Anggota Polres Musi Rawas untuk melayani masyarakat Kabupaten Muratara, tutur Kapolres.(MJ)
Share:

Warga Harapkan Semprot Fogging



MURATARA, MSM.COM-  Pasca banjir beberapa hari lalu hingga masuk dipermukiman warga Kampung 6, Desa Bukit Langkap, Kecamatan  Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), warga setempat mengharapkan perhatian Dinas Kesehatan Muratara.

Hal itu, seperti yang dikatakan oleh, Roni (34), bahwa tingginya curah hujan beberapa hari lalu menyebabkan air sungai meluap hingga perkampungan warga.

"Dari banjir tersebut banyak terdapat genangan-genangan air yang menimbulkan banyaknya nyamuk," ungkapnya kepada Wartawan koran ini.

Oleh karena itu, warga khawatir akan terserang penyakit Malaria. "Habis banjir kemarin banyak  nyamuk dipermukiman. Mungkin karena adanya genangan air," kata dia

Untuk itu, pihaknya mengharapkan adanya perhatian pihak dinas kesehatan agar melakukan penyemprotan Fogging. "Kami minta adanya pembasmian nyamuk. Agar warga tidak teserang malariah," jelas ia.

Serupa yang diceritakan, Tini (42) bahwa setiap kali musim penghujan di kampungnya selalu banyak terdapat nyamuk. Terutama sesudah musim banjir.

"Tiap kali habis banjir. Serangan nyamuk pirumah warga selalu banyak. Selain cuaca dingin, juga banyak terdapat genangan air. Sehingga nyamuk ini cepat berkembang," ujarnya.

Mengenai hal ini, tentu pihaknya mengharapkan jika ada perhatian pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan. "Tentu kami harapkan jika ada kepedulian pemerintah untuk melakukan penyemprotan pogging dilingkungan masyarakat," ungkapnya.

Sementara Itu, Kabid P2P Dinkes Muratara, Fatahul saat dikonfirmasi melalui Via telpon tidak ada jawaban.(hamkam)
Share:

Ketua TP PKK Berikan Bantuan Kepada Anak Anak SAD




MURATARA MSM. COM-Dalam rangka peringatan hari ibu ke 90 dan dharma wanita ke 19, Ketua Tim Penggerak (TP) Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Lia Mustika Syarif berikan bantuan kepada Anak anak Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Mes serbaguna SAD yang beralamat di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.


Pemberian bantuan berupa Alat tulis, makanan tambahan, dan lain lain bertujuan untuk membantu Anak anak SAD yang sedang mengenyam pendidikan, baik SD, SMP maupun SMA di Mes serbaguna yang berjumlah sekitar 74 orang.


Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Muratara Lia Mustika Syarif mengatakan, hari ini pihaknya mengadakan bakti sosial dalam rangka hari ibu ke 90 dan hari dharma wanita ke 19."Anak anak, hari ini ibu akan berikan bantuan kepada kalian tapi bantuan ini bukanlah jajanan semua. Bantuan ini ada buku tulis untuk kalian sekolah, ada bantuan bantuan lainnya. Setelah acara ini kita akan periksa kesehatan supaya anak anak sehat, supaya anak anak pintar,"Katanya Lia Mustika Syarif didepan Anak anak SAD. Sabtu (8/12/2018)


Lia menegaskan, Anak anak SAD adalah bagian dari masyarakat Muratara."Mereka adalah bagian dari kita, mereka anak anak kita, saya berharap ibu ibu disini menjadi ibu ibu asuh bagi mereka,"Ucapnya


Dirinya tidak setuju jika anak anak SAD yang selalu ditonjolkan adalah primitifnya saja, dia meyakini anak anak suku anak dalam adalah anak yang cerdas."Saya tidak setuju itu, karna anak anak SAD adalah anak anak yang pintar. Coba bayangkan, mereka aja baru satu bulan disini tapi mereka sudah ada yang bisa baca doa dan sudah hapal pancasila, bayangkan kalau mereka sadah setahun, dua tahun atau tiga tahun disini,"Ungkap Lia Mustika Syarif


Sambung Ketua TP PKK, dirinya mengucapkan terima kasih kepada kepala Dinas Sosial (Kadinsos) muratara yang telah mempasilitasi dan menghimpun dalam suatu lembaga pendidikan bagi suku anak dalam, karna mereka adalah anak anak  muratara."Saya yakin anak anak yang ada ini adalah anak anak yang pintar, anak anak yang cerdas. Saya berharap setelah ini banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang siap menjadai orang tua asuh mereka,"Harapnya


Sementara itu Kadinsos muratara H Zainal Arifin Daud mengungkapkan pada tahun 2016 lalu dirinya mendapat perintah dari bapak Bupati untuk mengumpulkan Anak anak SAD dalam satu wadah supaya anak anak SAD mendapat pendidikan."Kami sangat berterima kasih pada pak bupati karna pada tahun 2016 lalu saya ditantang pak bupti untuk mendata anak anak SAD. Katanya seperti ini,  Fin (Panggilan sehari hari Kadinnsos) kamu siap tidak untuk mengumpulkan anak anak SAD, ya saya jawab siap pak. Nah mulai tahun 2016 itu kami langsung bergerak mendata anak anak SAD,"Tuturnya


Berdasarkan hasil pendataan Dinsos Muratara tahun 2016, anak anak SAD yang sedang maupun yang putus sekolah berjumlah sekitar 347 orang. Namun yang bersedia menandatangani surat pernyataan untuk sekolah sekitar 260 an orang."Pada hari ini jumlah mereka baru  74 orang yang baru masuk ke sini (Mes serbaguna), insya allah pada akhir 2018 ini akan kami kejar mereka karna mereka sudah membuat pernyataan dan akan kita didik disini,"Ungkap Jujuk Ipin sapaan akrab H Zainal Arifin


Lanjut Kadinsos, ia mengaku jika dirinya stres di kantor pasti ia datang ke Mes Serbaguna."Saya akui kalau saya stres dikantor pasti saya kesini, kalau sudah kesini pasti hilang stresnya karna belum sampai ke Mes Serbaguna mereka sudah menadahkan tangan ke saya sambil mengatakan halo pak Tong,"Akunya


Ditempat yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD-P3A) Firdaus mengakui jika dirinya baru sekali datang ke Mes Serbaguna dan bisa berbagi pengalaman, dan inilah yang dinamakan Kabupaten layak anak."Harapan dari ketua pkk tadi, kegiatan ini tidak sekedar bakti sosial saja tapi kegiatan ini berkelanjutan setiap bulannya,"Katanya


Ia juga mengakui jika kegiatan ini masih banyak kekurangannya, kedepan pihaknya akan terus berbenah dan memperbaikinya."Kita perlu beri apresiasi kepada ibu dan bapak asrama yang telah mengasuh anak anak ini, terus terang saja saya sendiri tidak sanggup untuk mengasuh mereka sebanyak ini.,"Akunya(MJ)
Share:

Minggu, 09 Desember 2018

Baksos Dalam Rangka Hari Ibu dan Dharma Wanita





MURATARA MSM.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Daerah (DPMPD-P3A) Kabupaten Muratara menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Mess Suku Anak Dalam (SAD) di Jalan Picto Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit, Sabtu (8/12).

Kegiatan Baksos yang diadakan merupakan rangkaian peringatan Hari Ibu ke-90 dan HUT Dharma Wanita ke-19. Hadir Ny. Lia Mustika Syarif, Rosmiati Abdullah Makcik, Kepala DPMPD-P3A Firadus, Kepala Dinas Sosial Zainal Arifin, Camat Rupit Asmaun, Danramil, Kapolsek serta ibu ibu PKK dan Darmawanita, serta tim kesehatan dari Dinkes Muratara.

Dalam kesempatan itu, Ny. Lia Mustika Syarif mengungkapkan kegembiraanya melihat perkembangan SAD yang sudah dapat membaur dengan masyarakat. Ia pun menyapan anak - anak SD, SMP dan SMA dari Komunitas SAD.



“Mereka adalah bagian dari kita, bagian dari Muratara. Mereka anak - anak kita. Sesuai dengan tema peringatan hari Ibu. Saya berharap, kita sebagai ibu, kitalah ibu mereka semua. Mereka adalah anak - anak kita” ucapnya.

Istri orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini meminta, sesuai dengan gagasan yang ia sampaikan. Diharapkan para ibu - ibu dapat menjadikan anak - anak SAD sebagai anak asuh. Minimal satu ibu satu anak asuh SAD. Dengan demikian, para ibu - ibu mempunyai tanggung jawab secara personal kepada anak - anak SAD.

Dia mengingatkan, selama ini banyak yang beranggapan SAD sama dengan suku - suku lain yang sering ditonjolkan dari sisi primitifnya. Padahal sejatinya mereka sama dengan masyarakat lainnya. Mereka merupakan bagian dari masyarakat dan anak - anak yang cerdas.

Ia mencontoh, saat menyanyikan lagu Kebangsaa Indonesia Raya para anak - anak SAD dapat menyanyikan lagu tersebut dengan benar. Artinya mereka anak - anak yang cerdas. Tapi sayangnya selama ini belum tersentuh. ‘Ayo, sekarang kita jadikan mereka Icon anak - anak SAD yang cerdas” katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPD-P3A Firdaus mengatakan, digelarkan Baksos sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Ia berharap, kegiatan serupa dapat dilakukan oleh OPD terkait secara rutin.

Terkait pembangunan mess bagi komunitas SAD, dirinya sudah meminta data seluruh anak SAD yang belum tinggal di Mess. Sehingga jika data sudah terkumpul, dan mess dirasa masih kurang. Ia berjanji akan menambah mess yang sudah ada.

Ditempat yang sama, Kepala Dinsos Zainal Arifin mengatakan pihaknya akan mendatangi seluruh wilayah Kabupaten Muratara untuk mendata SAD yang belum tersentuh. “Terima kasih kepada Pemkab Muratara yang telah memberikan kepercayaan kepada kami” ucapnya. (MJ/Hamkam)
Share:

Sabtu, 08 Desember 2018

Bupati Muratara Melantik Organisasi GOW



Proses pelantikan GOW oleh Bupati Muratara H M Syarif Hidayat yang didampingi TP PKK Muratara Lia Mustika Syarif



MURATARA MSM. COM-Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara H M Syarif Hidayat lantik Gabungan Organisasi Wanita (GOW) periode 2018 hingga tahun 2021. Pelantikan menyongsong tema"optimalisasi potensi DPW untuk pembangunan Nasional.

Sambutan Ketua DPW muratara Hj Rosmiati Abdullah Makcik,  pelantikan tidak hanya seremonial,  PGO harus bisa membantu peran dalam pembangunan Muratara.

"Optimal kerja denagn seluruh unsur DPW Muratara dan Nasional dalam pembangunan,"katanya

Sambungnya,  DPW meningkatkan kualitas anggota secara bersikenanguban,  sehungga bisa bersaing,  berkontribusi terhadap pembangunan.

Ditambahnya,  mengajak untuk bersama,  sama meningkat kerja secara propesional dalam menjalankan program kerja.

Ditempat yang sama TP PKK Murarara Lia Mustika Syarif merasa bersyukur karena semua organisasi telah bergabung,  sehingga mudah dalam persamaan tujuan.

"Jadi tidak ada lagi pengelompokan,  semua organisasi  telah bergabung, "katanya

Lanjutnya,  dengan harapan GOW dapat bersinerji dengan pemerintah dalam pembangunan Musi Rawas Utara. Kita buktikan wanita Muratara yang tangguh dan ibu ibu yang cerdas.

Bupati Musi Rawas Utara H M Syarif Hidayat, bangga telah lahir organisasi gaungan

"saya bangga, bahwa ada kemajuan.  Kita tidak boleh pecah belah,"ucapnya

Lanjutnya,  iikutlah dalam pembangunan Muratraa sesuai dengan visi misi Muratara.  Apapun kegiatannya yang sifatnya pro masyarakat harus menunjang Kinerja OPD.(hamkam)
Share:

Kamis, 06 Desember 2018

Peringatan Hari Ibu dan Dharma Wanita, DPMD/P3A Suksek Gelar Seminar




MURATARA MSM.COM - UUD 1945 menjamin, bahwa setiap warga negara Indonesia termasuk perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Artinya, saat ini perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki - laki.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Daerah dan Perlindungan Anak (DPMD/P3A) Kabupaten Musi Rawas Utara pada seminar dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-90 dan HUT Darma Wanita ke-19, Kamis (6/12).

Acara yang dipusatkan di aula Siti Rahma Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Muratara Ny. Lia Mustika Syarif, Dosen STMT Trisakti Rosmiati dan Dra Niken Darmawan. Dra. Roostien Ilyas Dewan Konsultasi Komnas, para ibu - ibu Dharma Wanita, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan tamu undangan lainnya.

"Demikian pula halnya dalam sektor Ekonomi Kretaif (EK). Banyak subsektor ini yang berdekatan dengan kehidupan perempuan. Seperti sektor busana, kerajinan maupun periklanan. Ketiga sektor ini seringkali menempatkan perempuan sebagai objek" sambung Firdaus.

Namun demikian, untuk sejumlah subsektor lain yang semula banyak didominasi oleh kaum lelaki juga dirambah oleh perempuan seperti bidang penerbitan, penciptaan kreasi kuliner baru. Bahkan mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia hingga ke penjuru dunia baik secara konvensional maupun melalui media online.

"Jika kita perhatikan, EK bisa dibilang merupakan sektor yang sangat ramah dan ideal bagi perempuan. Dengan gagasan dan ide memungkinkan perempuan terlibat aktif tanpa melupakan tugas utamanya sebagai seorang istri " papar Firdaus.


Dia mengingatkan, dengan kemampuan perempuan yang sudah teruji, merupakan aset bangsa yang sangat potensial dan strategis bagi pengemban sektor EK yang lebih optimal sebagai mana proses pembangunan pada umumnya, pencapaian kesejahtraan dan kemajuan bangsa termasuk tantangan global akan dapat lebih optimal jika perempuan berperan aktif.

"Dengan demikian, pada seminar hari ibu ini rasanya tepat apabila kita mengambil tema utama "Penguatan SDM dan Ekonomi Kreatif Guna Menghadapi Tantangan Global ". Untuk mewujutkan hal ini membutuhkan sosialisasi dan edukasi yang intens agar perempuan dapat mengembangkan potensinya disektor EK" papar Firdaus.

Oleh karnanya, sambung Firdaus, motivasi yang disampaikan diharapkan akan memberikan pencerahan, untuk lebih optimal menggerakan okonomi kreatif.

Sementara itu Ny. Lia Mustika Syarif mengajak para ibu - ibu dan kaum perempuan dengan moment peringatan hari ibu ini, dapat mengisi dengan kegiatan - kegiatan positif. (MJ).
Share:

Rabu, 05 Desember 2018

Cuaca Ekstrim, BPBD Minta Masyarakat Waspada



MURATARA MSM. COM-Hujan deras dalam beberapa hari terakhir, nyaris setiap hari mengguyur wilayah kabupaten Musi Rawas Utara. Bahkan disebagian wilayah hujan kerap disertai petir.

Menghadapi cuaca ekstrim tersebut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zulkipli menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Terutama masyarakat yang berada di sekitaran bantaran sungai.

"Dalam kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena bagi yang tinggal dibantaran sungai. ditakutkan air sewaktu waktu dapat meningkat, sedangkan yang tinggal didaerah perbukitan dikhawatirkan terjadi longsor" kata Zulkipli, Rabu (5/12).

Kewaspadaan perlu ditingkatkan, sebab intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Bumi Beselang Serundingn. Tidak hanya malam hari, hujan juga kerap turun pada siang hari.

"Terutama bagi masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mempunyai anak kecil. Dengan kondisi air sungai lebih meningkat diminta kewaspadaannya. Juga kepada lansia, saat ke sungai lebih baik ditemani untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan" ucapnya.

Disinggung mengenai kesiapansiagaan jika sewaktu waktu terjadi bencana alam, seperti banjir. Dia mengatakan, Dinsos sudah melakukan rapat awal dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tagana dan Satpol PP sebagai bentuk persiapan penanganan bencana alam dan pemberian bantuan.

"Nah, bantuan itu mesti dipersiapkan dari sekarang. Sehingga ketika terjadi bencana tinggal didistribusikan. Untuk saat ini BMKG belum mengeluarkan status siaga bencana" tambahnya.

Dengan belum adanya edaran resmi dari BMKG provinsi, maka pihaknya belum bisa melakukan rapat lanjutan dengan pihak pihak terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan. Sebab dasar dari rapat tersebut mesti ada edaran status siaga dari BMKG, barulah dapat diterbitkan SK siaga bencana.

"Dengan SK siaga bencana maka kami bisa melakukan rapat selanjutnya dengan pihak terkait. Seperti Dinas Ketahanan Pangan, berapa ton beras yang tersedia untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana alam. Sebab kami hanya pelaksana dan tidak mempunyai wewenang dan anggaran" ujarnya.

Dikatakannya, untuk fasilitas kendaraan untuk menyalurkan bantuan, saat ini BPBD sudah mempunyai mobil double gardan sehingga mampu menempuh akses jalan yang sulit. Selain itu, juga sudah tersedia dermaga apung kendati kondisinya masih terbatas.  (MJ)
Share:

Postingan Populer