Senin, 18 Februari 2019

Puskesmas Muara Rupit Pastikan Penanganan Terdampak Banjir, Tertangani Dengan Baik




MUARA RUPIT MSM.COM - Pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Puskesmas Muara Rupit memastikan, penanganan terhadap masyarakat terdampak banjir dapat tertangani dengan baik.

"Dalam hal pelayanan, kami tidak ada kendala begitu juga dengan obat - obatan semuanya lengkap. Kami terus melayani seperti biasa" ujar Kepala Puskesmas Muara Rupit dr Susan, Senin (18/2).

Diungkapkannya, khusus pasien terdampak banjir, tidak terjadi lonjakan drastis. Sejauh ini pihak Puskesmas Muara Rupit hanya menangani 33 pasien terdampak banjir. Jika dipersentase, hanya terjadi peningkatan sekitar 10 persen.

Dari total 33 orang yang datang untuk berobat, yang merupakan pasien terdampak banjir. Jumlah keseluruhan cukup bervariasi, tidak hanya anak - anak, melainkan juga orang dewasa.

"Yang paling banyak dikeluhkan pasien yaitu penyakit gatal - gatal dan diare. Namun tidak terlalu banyak. Sejauh ini, belum ada keluhan pada penyakit lainnya" tukasnya. (MJ).
Share:

Share:

Talud di Pasar Surulangun Ambruk, Tiang PLN Nyaris Roboh




RAWAS ULU MSM. COM-Akibat derasnya arus sungai Rawas, dam penahan tebing (talud) di Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu ambruk.

Ambruknya talud terjadi pada Sabtu (16/2) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah diterjang arus Sungai Rawas. Derasnya arus, dipicu naiknya debit air sungai akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rawas Ulu dan sekitarnya.

Lurah Pasar Surulangun Arodie membenarkan ambruknya talud yang berada disekitaran pemukiman penduduk. Menurutnya, sempat terjadi kepanikan saat talud ambruk. "Warga memang sempat panik, karena suara yang ditimbulkan cukup keras" sambungnya.

"Karena disekitar lokasi ambruknya talud ada tiang listrik yang juga nyaris roboh. Saat itu juga saya menghubungi pihak PLN. Tak lama berselang, petugas datang memperbaiki tiang listrik itu" ujar Arodie.(ZIL)
Share:

Tahun Ini Kades Kelola DD Dan ADD Hampir 2 Milyar






MURATARA,MSM.COM- Selain Dana Desa (DD) dari angaran pemerintah pusat, Rp. 800 juta lebih tahun ini Pemerintah Kabupaten Muratara menganggarkan Alokasi Desa Desa  (ADD) sebesar Rp. 65 milyar dibagi ke 82 desa di Muratara.

Artinya hampir Rp. 2 Milyar dana dikelola Oleh setiap Kepala Desa (Kades) di Muratara. Dana tersebut bertujuan Untuk membantu laju Pembangunan infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Desa.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Muratara, Erwin Syarif menjelaskan dengan dibantunya Dana ADD Pemerintah mengharapkan pengelolaan dana tersebut memiliki azas manfaatnya di masyarakat.

“Jadi setiap Desa Tahun ini mengelola Dana DD maupun ADD mencapai Rp 2 milyar  maka dari itu diharapkan kepada seluruh Pengguna anggaran Dana tersebut dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat banyak," Erwin Syarif baru-baru ini.

Dilanjutkan nya, Semakin besar dana desa, penggunaannya harus tepat sasaran. Ini bukan masalah menghabiskan uang, tetapi tepat sesaran, tepat guna, dan bermanfaat. Oleh sebab itu,Saya minta Kades menggunakan dana desa tepat sasaran sehingga rakyat betul-betul dapat manfaatnya.”jelasnya.


Erwin juga berpesan agar Kades lebih giat melakukan pemberdayaan masyarakat desa dengan menggerakkan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, dan mempercepat perputaran uang.


“Kalau mau membangun gunakan juga masyarakat desa. Yang nganggur ataupun yang keluarganya tidak mampu diajak sehingga kemiskinan bisa hilang dari desa,”kata erwin.

Ia menyebut dana desa bukan untuk pembangunan infrastruktur saja. Dana Desa ditegaskannya harus menjadi penting kedepan untuk membangun Sumber Daya Manusia.

“Jadi tolong Dana Desa dan ADD itu untuk dimanfaatkan salah satunya bisa menurunkan angka kemisikinan di Muratara," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Share:

Jumat, 15 Februari 2019

Mahasiswa Pertanyakan Anggaran Pembentukan Raperda




MURATARA, MSM.COM- 12 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun 2018 yang di Anggarkan  oleh Sekretariat Dewan Kabupaten Muratara sebesar 8,7 milliar adalah bentuk Pemborosan Anggaran.

Menurut Nopri Agustian anggaran sebesar itu sangat berlebihan, bahkan Ia mempertanyakan transparasi penggunaan anggaran tersebut seperti apa, agar tidak menjadi blunder di Khalayak umum.

"Bagaimana kejelasan anggota dewan terkait pembuatan 12 raperda yang menghabiskan 8,7 Milliar? Anggaran sebesar itu sesuai tidak dengan hasil yang ada? Hati-hati jangan sampai ini menjadi cuaca buruk bagi incumbent pada April mendatang", papar Nopri Agustian selaku Ketua Aliansi Mahasiswa Nibung.

Dia menegaskan, jika tidak ada transparansi rincian anggaran tersebut, maka jangan salahkan bila masyarakat berpikiran negatif.

Ia juga berharap agar Kejaksaan Negri (Kejari) Lubuk Linggau segera memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) supaya permasalahan ini cepat selesai.

"Titik terang permasalahan ini akan terlihat apabila Kejari Llg memeriksa Sekwan", harapnya. (Hamkam)
Share:

Share:

Share:

Kamis, 14 Februari 2019

Karang Dapo Sukses Gelar Musrebang Tingkat Kecamatan




KARANG DAPO, MSM.COM - Pemerintah Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan tahun 2019.

Musrenbang dengan tema “Kecamatan Karang Dapo Bekerjasama dan Sama Kerja Menuju Kabupaten Muratara Bangkit” berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Camat Karang Dapo, Rabu (13/2).

Camat Karang Dapo Hermanto menjelaskan, Kecamatan Karang Dapo memiliki 8 Desa 1 Kelurahan, dan semua ikut menghadiri Musrenbang. Artinya, ini merupakan bentuk dukungan yang dibrikan oleh perangkat desa dan kelurahan dalam meningkatkan pembangunan di wilayah Kecamatan Karang Dapo.



“Sebelum melaksanakan Musrenbang tingkat Kecamatan, kita sudah melaksanakan Musrenbangdes dan hasilnya dipaparkan pada hari ini. Inilah yang kita usulkan, ke Musrenbang tingkat Kabupaten Muratara” jelasnya.

Ia mengharapkan, nantinya setiap usulan akan terakomodir dengan baik. Dari pihak kecamatan Karang Dapo sendiri sangat berharap, dapat menjadii kecamatan yang lebih maju dengan membantu anggaran untuk wilayah Kecamatan Karang Dapo.

“Kita menginginkan setiap usulan dapat dinikmati oleh masyarakat. Harapan kami, apa yang diusulkan dapat disetujui oleh Pemkab Muratara. Sebab, ada satu desa masih sangat kurang pembangunannya, yaitu Desa Aringin yang belum pernah tersentuh aspal” papar Camat.



Ditambahkannya, di tahun 2019 ini ada sekitar 85 jenis usulan pembangunan. Mulai dari pembangunan bidang sosial, agama mapun bidang infrastruktur dan untuk pembangunan skala prioritas 38 usulan.

Kepala BAPPEDA Kabupaten Muratara, Erwin Syarif mengatakan, proses Musrenbang sudah dimulai sejak Januari 2019. Mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat provinsi. Untuk tahun ini,  sudah menyiapkan dana operasional bagi warga tidak mampu.

Selain itu, juga menganggarkan untuk pembangunan Puskesmas Karang Dapo. Untuk pembangunan Puskesmas tersebut, ia meminta untuk menyiapkan lahan untuk pembangunan puskesmas itu.



"Sedikit bocoran dalam proses angaran dari desa sampai kabupaten. Tim TAPD nanti kita akan kita bawa ke DPRD paling lambat pada April nanti," jelasnya.


Erwin Syarif menjelaskan, mengingat anggaran yang masih terbatas, maka ia meminta untuk mengusulkan berdasarkan skala yang paling prioritas. Untuk belanja langsung saja mencapai 65 persen dan tidak langsung 35 persen.

“Untuk pemerataan pembangunan di Desa kan ada juga DD. Bidang usulan pendidikan dan kesehatan sangat penting. Usulkan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. Sedangkan isu untuk provinsi Sumsel, di bidang pembangunan, dan penurunan angka kemiskinan” papar Erwin.

"Saat ini, kemiskinan di Muratara masuk angka ke 5 persen. Maka DD yang akan membantu pembangunan untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Dan isu strategis kabupaten dibidang pembangunan dibidang pelayanan kesehatan dan pendidikan serta nilai tambah ekonomi” tukasnya.(Hamkam)
Share:

Postingan Populer