Selasa, 25 Juni 2019

Harga Karet Anjlok, Wabup Muratara Kirim Pesan ke Staf Khusus Kepresidenan




MURATARA MSM.COM- Guna menanggapi anjloknya harga getah karet rakyat di Indonesia pada umumnya, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) khususnya, secara resmi Wakil Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni kirimkan pesan kepada staff khusus presiden ditujukan pada Presiden RI, Joko Widodo.

"Melalui pesan ini saya sampaikan kritik dan masukan ke Presiden. Dengan harapan melalui organisasi staff khusus Presiden RI," kata H. Devi Suhartoni.

Dimana pesan tersebut, berkaitan dengan produktifitas karet nasional Indonesia yang kalah dengan thailand dan malaysia. Dari beberapa Presiden terdahulu sampai Pak. Jokowi, tapi satupun tidak serius. Setiap pertemuan ASEAN, diskusi karet rakyat.

"Jika seperti ini terus karet alam Indonesia akan punah. Dengan alasan, Pemerintah pusat dan Daerah tidak mengangarkan secara serius baik untuk pendidikan petani maupun bantuan yang benar," ujarnya.

Karena hal itu, berdasarkan program pembukaan lahan tidak produktif bantu rakyat dengan alat mekanis seperti excavator, dozer. Untuk pembukaan lahan. Kemudian petani karet dari sekian keturunan di Indonesia tidak dibina, tidak dibantu dengan benar hanya jadi ladang politik dan para pejabat cari duit buat korup.

Bahkan dirinya sampaikan, agar pemberhentian pemberian bibit jika tidak dibuka lahan, Beri pupuk subsidi, Buat team nasional revatilisasi kebun dan kepala daerah harus anggarkan 20% dari APBD guna membantu masyarakat dan diawasi ketat oleh KPK, BPK harus objective pemeriksaan.

"Hentukan kepala daerah gubernur, bupati kasih izin perkebunan ke korporate. Karena hal ini dapat memiskinkan rakyat dan kedepan semua jual tanah ke korporate perkebunan. Pabrik karet harus buat comdev (commoditas development) bantu pembukaan lahan dan bantu bibit serta bantu Pupuk dan bantu tenaga ahli untuk petani," ujarnya.

Selain itu, Kurangi export dan buat hilirisasi dalam negeri. Karena  rakyat Indonesia yang petani karet ada puluhan juta. "Saat ini menyerah dengan keadaan karena tidak ada keseriusan secara Nasional seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia," ingatnya.

Orang yang dikenal dengan HDS itu, juga menyampaikan dalam pembicaraan kedaulatan pangan Nasional tetapi perlu diingat kita perlu sumber ekonomi untuk membeli pangan, yang berdaulat pangan kalau daerah mereka ada irigasi bagaimana dengan yang tidak?, tanyanya.

Bahkan diakhir kalimatnya, dirinya berpesan kepada Ketum membawak ini dan bisikan ini ke Presiden agar periode ke 2 ini memperhatikan karet alam dan rakyat petani karet difikirkan serius dan jangan percaya masukan dari GAPKINDO mereka pengusaha tidak mengerti susahnya rakyat petani karet. Karena karet tidak ada harga dari tahun 2012 sampai saat ini turun terus harganya. Dimasyarakat average price/rata rata harga Rp5000/kg.

"Dan saya siap jadi team secara Nasional, dan memberi masukan komprehensive, kasihan petani karet di Indonesia, jika tidak diselamatkan maka kita termasuk yang menghilangkan generasi berkwalitas kedepan karena kemiskinan terstruktur untuk petani karet, mereka sangat perlu pertolongan pemerintah pusat kebijakan secara nasional dan serius," imbuhnya. (MJ)
Share:

Gubernur Sumsel Buka Langsung PEDA KTNA Ke-XIII




MUSI BANYUASIN MSM.COM - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru, buka langsung Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) XIII di Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (24/6).


Dalam pidatonya Gubernur Provinsi Sumsel, H Herman Deru mengaku panitian KTAN Provinsi Sumsel tidak salah memilih Muba sebagai tempat pelaksanaan Peda.


"Dengan even ini diharapkan sapat meningkatkan promosi Kabupaten Muba ditingkat Provinsi Sumsel,"ucapnya.


Dijelaskannya, Herman Deru kalau produkai pangan di Sumsel pernah berduka 2017, penurunan 200 ribu ton kurang, alam dalam kondisi ekstrim.


Harapannya, kedepan ada peningkatan produksi pangan, untuk itulah kepada seluruh petani yang tergabung dalam Peda harus dapat membuat rumusan pada peda tahun ini.


"Saya ingin para petani yang tergabung dalam KTNA, memanfaatkana Peda dengan berdiskusi, belajar dan gelar tekhnologi serta menemukan rekomendasi kepada pemerintah daerah atau Pemerintah Provinsi Sumsel yang  terkait kepentingan petani," pesannya.

Herman Deru juga menyampaikan selamat atas penghargaan yang barusan diberikan oleh Ketua KTNA Nasional.


"Selamat kepada Bupati Muratara, yang telah menerima penghanugerahaan oleh KTNA Nasional,"Kata Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat menyampaikan pidatonyan sebelum membuka Peda KTNA Ke - XIII.


Penghargaan lencana emas yang diberikan oleh KTNA Nasional membuktikan para kepala daerah  merupakan sosok pemimpin yang memperhatikan petani.


"Penganugrahan lencana emas ini sebagai  penghargaan KTNA Nasional kepada kepala daerah yang peduli terhadap petani dan nelayan,"Tutur Herman Deru.


Sementara itu, Menteri Pekertanian RI, yang diwakilli oleh Badan Litbang Kementan, Dr. Fajri Jufri dalam pidatonya menyampaikan melalui Peda ini diharapkan termotivasi dalam pencapaian dan evalusi dalam meningkatkan hasil pertanian menunu lumbung pangan 2045.


"Walaupun anggaran pertanian turun tapi peningkatan ekspor terus naik," kata dia.


Ketua KTNA Nasional, Winarno Tohir dalam pidatonya, bersyukur Peda terlaksana dengan baik dan persiapan Pekan Nasional (Penas) ke XVI pada Juni 2020 mendatang  di Sumatera Barat.


"Penas sudah dilaksanakan selama 15 kali, pertama kali tahun 1971 dan untuk Sumsel dilaksanakan  tahun 2007 lalu, dan bila Provinsi Sumsel ingin kembali menjadi tuan rumah Penas, maka silahkan usulkan pada Penas di Sumbar nantinya," kata dia.


Winarno Tohir berpesan kepada peserta Peda memanfaatkan peda untuk meningkatkan ilmu pengetahuan sesama peserta, sehingga untuk menjadi semangat baru dalam meningkatkan hasil pertanian didaerah masing-masing.


Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan KTNA Nasional kepada dirinya.


Manurut HM Syarif Hidayat penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam hal ini KTNA Nasional dan Kementrian Pertanian RI kepada masyarakat Kabupaten Muratara.


"Lencana emas ini bukan untuk bupati tapi untuk masyarakat Muratara khususnya para petani dan nelayan yang telah menorehkan kontribusi dan prestasi dalam hal pertanian,"Kata HM Syarif Hidayat.(MJ)
Share:

Senin, 24 Juni 2019

Tanggapi Tudingan Kacaunya PL STQH, Ini Kata Plt Sekda Muratara




MURATARA MSM.COM-Adanya tudingan melalui Media Sosial (Medsos) oleh sejumlah pihak mengenai kekacauan pelelangan kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) tingkat provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Kabupaten Muratara. Hari ini, Senin (24/6) Pemkab Muratara memberikan tanggapan resmi dihadapan awak media atas tudingan secara beruntun tersebut.


Plt Sekda Muratara H Zainal Arifin selaku pengguna anggaran kegiatan STQH tingkat provinsi Sumsel tahun 2019 mengatakan,  saat ini banyak penggiringan opini negatif yang dilakukan sejumlah pihak terhadap Pemkab mengenai kegiatan itu. Sehingga menimbulkan paradigma buruk terhadap pemerintah daerah dari masyarakat.


Menurutnya, Penunjukan Langsung (PL) kegiatan STQH tingkat provinsi di Muratara terhadap salah satu pihak rekanan, dilakukan melalui proses yang cukup panjang. Awalnya, beberapa kali pelaksanaan lelang itu gagal dilakukan karena ada polemik diantara para peserta lelang yang dilakukan sejak 19 Maret 2019.


“Kita lelang beberapa kali tapi selalu gagal karena peserta lelang tidak hadir dan ada polemik antara mereka saat itu. Karena waktu pelaksanaan STQH semakin mepet, mau tidak mau kita harus melakukan penetrasi supaya kegiatan tingkat provinsi itu bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya. (MJ)
Share:

HBC Lubuklinggau Mendapatkan "Anggota Baru"




LUBUKLINGGAU MSM.COM- Komunitas HBC (Honda Brio Comunity) mendapatkan anggota baru yakni putri nan cantik pasangan Heri dan Ari Widiastuti yang lahir kemarin.

Mendengar kabar baik, Ketua HBC Lubuklinggau, Sugeng bersama anggota lainnya berkunjung ke rumah Heri bertempat di Wirakarya, (23/6)

"Alhamdulillah ini kabar baik kita, keluarga kita bertambah dengan diberi nama Nisa kebanggaan keluarga om Heri,"ungkapnya kepada koran ini.

Lanjut Sugeng, komunitas yang beranggotakan puluhan ini erat sekali dengan suasana kekeluargaan.

Dikatakannya dengan kehadiran ke rumah om Heri menambah kebahagiaan keluarga yang sedang mendapatkan momongan.

Sugeng mengungkapkan dengan lahirnya sang putri tadi diharapkan menjadi putri yang Sholehah kebanggaan keluarga dan bangsa.

"Atas nama pribadi maupun komunitas saya ucapkan selamat,"ucap Sugeng.


Sugeng menyatakan sebelum kerumah om Heri bersama rekannya kumpul di cafe garbah bertempat di simpang RCA.

Sembari menunggu yang lainnya menikmati kuliner Lubuklinggau yang penuh khas.

Ditambahkan Sugeng, komunitas HBC akan memperkenalkan Kota Lubuklinggau setiap even lokal, regional maupun nasional.

"Kita akan hadir, dan kita akan memperkenalkan Lubuklinggau yang menarik untuk dikunjungi wisatawan di kota Lubuklinggau,"utaranya sembari menyebutkan akan berkunjung ke pulau Bangka bulan sembilan nanti. (LEO)
Share:

100 Orang Peserta KTNA Muratara Diberangkatkan



MURATARA,MSM.COM-Sebanyak 100 peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Muratara diberangkatkan menuju Kabupaten Musi Banyuasin untuk mengikuti Pekan Daerah (PEDA)  ke-XIII mulai 24 Juni hingga 28 Juni 2019, Minggu (23/6).

Titik keberangkatan  di rumah pribadi Bupati Muratara dan dilepaskan langsung oleh Bupati Muratara, H Syarif Hidayat didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Muratara Suhardiman,Muhamad Ali Anggota komisi II DPRD Muratara ,Abdul Rahman Wahid,Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Bupati Muratara,  H Syarif Hidayat mengatakan dalam sambutanya saat pelepasan pesrta PEDA KTNA ke-XIII,dirinya merasa bangga kepada peserta dengan kekompakan dan semangat yang tinggi untuk mengikuti kegiatan PEDA Sumsel


"Saya bangga pagi ini melihat peserta KTNA seragam untuk mengikuti kegiatan,terlihat dengan seragam akan mendapat juara tingkat terbanyak di tingkat Sumsel,"kata Bupati.

Besar harapnya kepada peserta KTNA bisa mengikuti kegiatan dengan semaksimal mungkin demi menjaga baik Muratara Bangkit

"Dengan keberangkatan KTNA utusan Kabupaten Muratara  ini pertama jaga nama baik Muratara,ikuti seluruh kegiatan perlombaan usahakan membawakan hasil yang baik karena ini juga menjadi tolak ukur kita untuk mengikuti  Pekan Nasional (PENAS) tahun 2020 di provinsi Sumatera Barat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara, Suhardiman menjelaskan Jumlah  peserta Kabupaten Muratara akan dikirim sebanyak 100 orang peserta terdiri dari 80 orang peserta utama KTNA plus petani yang berprestasi, kemudian tujuh orang pendamping yang berasal dari kepala UPT Kecamatan,dan ada juga PPL  sebagian nya dari dinas

"Sebelum nya peserta ini sudah diseleksi untuk mengikuti 25 cabang perlombaaan yakni ; Lomba Kelompang Capir,DOD,merangkai buah dan sayur,memipil jagung,mengupas kelapa,merajut jaring,bongkar pasang traktor,memilih kelamin ikan,olahan ikan,olahan pangan,okulasi karet,balap karung,tarik tambang putra dan putri,senam poco poco,gebuk bantal,voly ball putra putri,bekiak,mencabut bulu ayam,memancing,engglang,hadang gelar,gasing,dagongan,panjat tebing.semua tangkai lomba yang siapkan oleh tuan rumah insya allah pesertanya sudah kita siapkan dari Muratara,dan dengan semangat yang tinggi kita optimis bisa membawa nama baik Muratara,"jelas Suhardiman.

Suhardiman  berharap peserta dapat menjaga marwah Kabupaten Musi Rwas Utara dan membawa nama baik Kabupaten Muratara. (Hamkam)
Share:

Kamis, 20 Juni 2019

Tiga CJH Asal Muratara Meninggal


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muratara H Ikhsan Baijuri (kiri) Foto : Hamkam/MSM



MURATARA,MSM.COM-Para Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Muratara melalui embarkasi Palembang sebentar lagi menunaikan ibadah haji. Tapi kabar duka datang dari Desa Tanjung Beringin Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara ada satu calon haji yang sudah dipanggil Allah, Kamis (20/6).

Sehingga Tiga calon jemaah haji (CJH) Muratara yang diketahui meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke tanah suci Mekah Al-Mukarramah,yaitu Zulkipli umur (61) asal Desa  Tanjung Beringin Kecamatan Rupit  meninggal Kamis, (20/06) dan dua orang CJH yakni Komling (65) beserta istri Asia (60)  berasal dari Kecamatan Karang Jaya.


Kepala Kantor Kementerian Agama Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, tiga CJH asal kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit  meninggal dunia setelah masa rilis  atau sudah melunasi Ongkos Naik Haji(ONH).

"Bulan lalu dua orang CJH asal Kecamatan Karang Jaya meninggal dan barusan kita terima laporan CJH asal Desa Tanjung Beringin Kecamatan Rupit," jelas Baijuri.

Sesuai kebijakan Kementerian Agama RI lanjutnya, jika CJH meninggal dunia setelah masa rilis maka diperkenankan untuk diganti oleh salah satu anggota keluarga.

"Jadi sesuai aturan, dua orang asal Karang Jaya sudah di diganti dengan ahli waris yakni anaknya yang menggantikan, kemudian satu yang baru meninggal ini kebetulan kepala urusan haji sedang berada di Palembang sudah di urus dan Insya Allah akan digantikan dengan anaknya atau ahli waris lainya," tutupnya. (Hamkam)
Share:

Tingkatkan Kualitas SDM, Disnakertrans Kirim 16 Peserta ke BLK Bekasi



MURATARA MSM.COM - Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab Muratara melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mengadakan pelatihan dengan mengirimkan pemuda Muratara ke Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah.

Kali ini Disnakertrans kembali memberikan kesempatan kepada 16 orang untuk diberikan pelatihan di BLK Bekasi. Seleksi bagi peserta yang akan ikut pelatihan di lakukan hari ini, Kamis (20/9) di kantor Disnakertrans.


"Jadi hari ini ada seleksi untuk pelatihan pendidikan di BLK Bekasi, dimana dalam pelatihan ini kita mendapat jatah 16 orang. Pendidikan di BLK Bekasi nantinya akan berlangsung selama 1,5 bulan" jelas Kadis Disnakertrans Abdurahman Wahid di ruang kerjanya.


Dikatakannya lebih lanjut, selama menempuh pelatihan di BLK Bekasi para peserta akan mengikuti pelatihan pada program elektronik yang terbagi dalam beberapa jurusan yakni otomasi elektronik, episentrumen dan satelit C serta TIK A khusus program website.


Ia memastikan, selama tahap seleksi, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga siapapun yang lulus, yang bersangkutanlah yang akan diberangkatkan untuk  mengikuti pelatihan di BLK Bekasi sesuai dengan jurusan yang dipilih.


"Pemberangkatan nanti dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berangkat 1 Juli 2019, sedangkan gelombang dua 8 Juli 2019. Khusus untuk jurusan otomasi elektronik dan web programming site berangkat pada 1 Juli 2019. Anggaran selama pelatihan ditanggung oleh pemerintah pusat, anak - anak nantinya tinggal belajar" jelasnya.


Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Muratara sekaligus membuka indeks pembangunan di Muratara sesuai dengan Visi Bupati - Wakil Bupati Muratara yang salah satunya meningkatkan SDM. (MJ)
Share:

Rabu, 19 Juni 2019

Penampilan Tim Kesenian Muratara, Spektakuler #Pukau ratusan penonton Festival Sriwijaya XXVIII



PALEMBANG MSM.COM - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Penampilan tim kesenian asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berikan sajian yang memukau para penonton yang telah memadati di halaman panggung Festival Sriwijaya XXVIII yang berlangsung di Benteng Kuto Besak (BKB), Selasa (18/7).


Penampilan tim kesenian Kabupaten Muratara yang diawali dengan Tari mendulang emas, dimana memberikan gambaran akan mata pencarian masyarakat Muratara khususnya di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Ulu Rawas yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) emas.



Dilanjutkan dengan penampilan lagu yang berjudul Muratara berbenah, dimana Muratara yang baru menginjakkan usia ke enam tahun tentu perlu semangat untuk berbenah dalam mewujudkan Muratara bangkit sehingga setara dengan daerah lain yang lebih dulu berdiri.


Kemeriahan malam festival tersebut tidak hanya itu saja, karena masih ada penampilan puncak oleh tim kesenian, yang merupakan penampilan yang ditunggu-tunggu berupa drama tradisional, yang berjudul" Pancung Mato


Drama yang membawakan cerita legenda akan ritual pemisahan dua kekasih yang memiliki hubungan sedarah yang sudah saling mencintai sehingga terpaksa dipisahkan dengan ritual Pancung mato.



Dengan disaksikan langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat didampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, yang juga Pembina Sanggar kesenian Kabupaten Muratata, Lia Mustika Syarif beserta rombongan menambah semangatnya para pemain asal Muratara.


Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengapresiasi atas penampilan para anak asuh Dinas Budpar Kabupaten Muratara.


"Kita bangga, melihat penampilan adik-adik sekalian, penampilan malam ini sangat memukau para penonton yang berasal dari berbagai daerah,"Kata HM Syarif Hidayat saat bertatap muka dengan tim kesenian Muratara.


Bahkan lanjutnya, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menawarkan untuk membawa tim kesenian tampil di luar negeri.



"Kadis Pariwisata sempat menanyakan Sanggup tidak kalau tampil ke jepang,"ucapnya.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini, bepesan kepada Disbudpar untuk dapat membina dan mengasah akan kemampuan para pemain kesenian.


"Mereka ini potensi, sehingga harus terus dibina dan dilatih, agar lebih baik  sehingga mampu mengharumkan nama baik Muratara,"Sebutnya


Sementara itu, Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara, yang juga Ketua Pembina Sanggar kesenian Kabupaten Muratata, Lia Mustika Syarif juga  menyampaikan rasa bangganya atas penampilan anak-anak tim kesenian yang telah berupaya semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik pada festival malam ini.


"Kami yakin dengan potensi yang dimiliki oleh adik-adik, kedepan kesenian Muratara dapat menjadi wahana dalam mengenalkan Muratara baik ke tingkat provinsi, nasional bahkan ke pentas internasional," Kata Lia Mustika Syarif sembari memberikan masukan akan kosa kata yang perlu diperbaiki khususnya bagi penyanyi lagu daerah.


"Terima kasih karena sudah tampil dengan maksimal, selamat pulang kembali ke Muratara berkumpul kembali dengan keluarga di rumah masing-masing,"pesan Lia Mustika Syarif.


Usai penampilan, para pemain dan pembawa acara foto bersama Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dan Ketua TP PKK, Lia Mustika Syarif didampingi Kadisbudpar Kabupaten Muratara,Titin Martini dengan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal.


Dilanjutkan dengan penyerahan plakat cindera mata oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal kepada Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat.(MJ)
Share:

Selasa, 18 Juni 2019


Share:

Postingan Populer