Thursday, August 8, 2019

Pemkab Muratara Gencar Turunkan Angka Penderita Stunting



MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) gencar melaksanakan berbagai program untuk menurunkan angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan gizi buruk.

Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif menyatakan jumlah kasus gizi buruk atau stunting di Kabupaten Muratara tahun 2019 sebanyak 86 kasus.

"Jangan karena angkanya segitu kita jadi drop, tidak seperti itu, tapi ini justru harus menjadi penyemangat kita untuk merubah menjadi lebih baik," kata Lia, kemarin.

Dia meyakini dengan semangat yang kuat serta didukung oleh pihak terkait, maka angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Muratara perlahan akan menurun.

"Menurun itu target kita, bahkan kalau bisa sampai nol, walaupun itu kedengarannya mustahil, tapi tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau serius," kata Lia.

Menurutnya, banyak program yang tengah digalakkan dalam mengentaskan masalah stunting, seperti pemberian makanan bergizi tambahan, sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), maupun peningkatan peran Posyandu.

"Untuk masalah Posyandu bukan menjadi tanggung jawab Puskesmas saja, Posyandu adalah tanggung jawab Kepala Desa dalam hal ini ibu Kades selaku Ketua Kader Posyandu, Puskesmas itu hanya mendampingi," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk memberitakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemkab Muratara telah menyediakan mobil ambulan dan mobil pusat kesehatan keliling (Puskesling) setiap Puskesmas di tujuh kecamatan se Kabupaten Muratara.

"Setiap petugas Puskesmas memberikan pelayanan kesehatan dengan cara jemput bola, atau mendatangi ke rumah pasien langsung," katanya.

Dia menambahkan, dalam upaya mengurangi jumlah kasus stunting juga dilakukan pemberian pemahaman tentang program Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat.

"Pepatah orang lama, banyak anak banyak rezeki, walaupun bertentangan dengan program KB sebenarnya tidak masalah asalkan anaknya terurus, terus kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi. Tapi yang lebih bagus lagi ikut program KB, dua anak cukup, agar anak-anak tumbuh sehat dan berkualitas," ujar dia.

Lia Syarif juga menegaskan, dirinya tidak ingin ada peningkatan jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Muratara.

Karenanya, ia selalu meminta petugas Puskesmas di seluruh kecamatan agar rutin memberikan pemahaman kepada ibu-ibu hamil akan pentingnya kesehatan si jabang bayi.

"Memang ibu-ibu hamil di Kabupaten Muratara ini rendah dalam pemahaman kesehatan kehamilan. Untuk itu kita semua bertanggung jawab memberikan pemahaman kepada mereka," katanya.(MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive