Thursday, October 24, 2019

Menuju Keluarga Sejahtera Pemkab Muratara Gelar Sosialisasi dan Pelatihan




MURATARA MSM.COM - Ketahanan keluarga menjadi salah satu urusan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang telah diatur dalam Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014.


Sehingga ada kewajiban dari pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten untuk melakukan pelatihan ketahanan keluarga. Peningkatan ketahanan keluarga akan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menuju keluarga sejahtera.


Hal itu dikatakan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Romsul Panani ada sosialisasi dan pelatihan Ketahanan Keluarga tingkat Kabupaten Muratara., Rabu (23/10).


Acara yang digelar untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera. Dihadiri Camat se Kabupaten Muratara, anggota PKK, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatri, Bhayangkari, DWP, dan Persit dengan menghadirkan narasumber dari Dinas P3A Sumsel, Ketua P2TP2A dan psikolog.


Dikatakannya lebih jauh, untuk mewujudkan keluarga sejahtara, tentunya mesti mendahului peran kedua orang tua yang setara untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan di dalam sebuah keluarga.


Selain itu juga, merupakan bagian yang sangat penting dari landasan ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan menuju terciptanya keluarga yang sejahtera dan tantangan di era globalisasi.


"Pelatihan ini dapat menjadi motivasi bersama dalam melaksanakan pembangunan ketahanan keluarga di lingkungan masing - masing. Sehingga mampu bergerak secara massive dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga" kata Romsul.


Kepala DPMD-P3A, Hj Gusti Rohmani menjelaskan,  sejalan dengan tujuan sosialisasi, maka didalamnya terkandung tujuan, untuk peningkatan kemampuan, kepedulian dan tanggung jawab pemeritah, keluarga, masyarakat dan dunia usaha serta mengoptimalisasi keuletan, dan ketangguhan keluarga.


"Dengan pelatihan ini, dapat memberikan ilmu pengetahuan  yang bisa diterapkan dalam keluarga masing - masing. Sehingga semua keluarga di Muratara dapat harmonis, itu harapannya. Sehingga ada dampak lain, terutama bagi anak - anak" kata Hj Gusti Rohmani.


Sementara, Ny. Lia Mustika Syarif sebagai salah satu narasumber mengingatkan, jika ada masalah dalam keluarga untuk tidak mengadu kepada pihak lain. Usahakan untuk diselesaikan secara empat mata.

"Dalam keluarga, imamnya harus diperbaiki. Jika imamnya baik, Insya Allah harmonis. Dan agar keluarga tetap harmonis gunakan 6 komponen yakni takwa, kasih sayang, kesetiaan, komunikasi dialogis, keterbukaan dan kejujuran" jelasnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive