Tuesday, November 12, 2019

Digelar Oleh Dispertanikan Muratara, 90 Orang Ikuti Sosialisasi Budidaya Ikan







MURATARA MSM.COM - 90 orang dari kelompok tani (Poktan) yang berasal dari 4 kecamatan, mengikuti sosialisasi cara budidaya ikan yang baik untuk pembesaran ikan patin. Kegiatan itu digelar oleh Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Kabupaten Muratara di Aula Siti Rahma, Senin (11/11).


Poktan yang mengikuti sosialisasi yakni Kecamatan Ulu Rawas 3 Poktan terdiri dari 30 orang. Rawas Ulu 2 Poktan terdiri dari 20 orang, Rupit 2 Poktan terdiri dari 20 orang, dan Kecamatan Rawas Ilir 2 Poktan juga terdiri dari 20 orang.


"Ada 90 peserta yang ikut sosialisasi ini. Dengan nara sumber dari balai perikanan budidaya air tawar sungai gelam Provinsi Jambi, atas nama Evi Rahayuni dan Achmad Nur Shulikin serta dari Pertanian Ir. Suhardiman," kata Kabid Perikanan, Japerizal.



Kepala Dispertanikan, Ir Suhardiman mengatakan, sosialisasi yang dilakukan bertujuan untuk menambah pengetahuan kelompok pembudidaya ikan terpal. Dimana sebelumnya telah menerima bantuan bibit ikan patin.


"Dengan sosialisasi ini dapat meningkatkan SDM tentang budidaya ikan yang baik, menfaatkan potensi-potensi lokal untuk budidaya perikanan, untuk menciptakan lapangan pekerjaan disektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Suhardiman.


Dengan sosialisasi ini, sambung Suhardiman, diharapkan dapat menjadi motivasi untuk masyarakat lainnya. "Dan diharapkan bagi peserta juga dapat menjadi motivator bagi warga lain" tambahnya.


Sementara, Sekda Muratara, Alwi Roham juga mengharapkan, melalui sosialisasi dapat mengetahui lebih rinci sekaligus menambah ilmu pengetahuan seiring dengan kemajuan teknologi yang dirancang untuk kemajuan bersama.


"Dengan sosialisasi ini dapat mengembangkan teknologi yang dirancang untuk kemajuan bersama," kata Alwi Roham.


Lebih dijauh dikatakannya, bahwa penerapan dan pengembangan budidaya ikan patin sistem bioflokulasi merupakan hasil inovasi yang saat ini sedang dikembangkan dalam akuakultur. Untuk memperbaiki kualitas air dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi.

“Untuk itu, semua pelaku perikanan budidaya harus terus mengedepankan Iptek dalam pengelolaan usaha budidaya ikan yang berkelanjutan. Intinya dengan kondisi saat ini, produktivitas budidaya harus bisa dipacu dalam lahan terbatas dan dengan penggunaan sumberdaya air yang efisien, lanjutnya.


Terkait pengembangan di masyarakat, Alwi Roham menyampaikan bahwa sebagaimana untuk ikan patin yang saat ini sudah sangat populer, budidaya ikan patin sistem bioflokulasi juga dapat didorong pengembangannya di kalangan masyarakat lainnya serta di daerah-daerah terpencil, perbatasan dan potensial.

Sehingga menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, apalagi saat ini produk ikan patin di beberapa daerah menjadi sumber gizi yang digemari. Termasuk di Kabupaten Muratara," paparnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive