18 September 2020

Gebrakan Pembangunan Lima Tahun Terakhir. Sangat Dirasakan Masyarakat Bumi Beselang Serundingan




MURATARA MSM.COM - Dalam lima tahun terakhir, dibawah kepemimpinan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, berbagai gebrakan pembangunan yang dilakukan Pemkab Muratara sangat dirasakan oleh masyarakat Bumi Beselang Serundingan.


Salah satunya, di bidang infrastruktur dasar. Jika sebelumnya banyak daerah mengalami kriris listrik. Sejak lima tahun terakhir aliran listrik ke pemukiman warga mulai stabil, seperti di Kecamatan Rawas Ilir.


Taufik warga Bingin Teluk menuturkan, jika sebelumnya wilayah mereka mengalami krisis listrik, bahkan lampu listrik sering "byarpet" ketika malam hari. Namun kini aliran listrik sudah mulai normal.


"Dulu setiap malam pasti spaning, listrik tidak kuat cuma bisa menghidupkan lampu. Tapi sekarang sudah bisa menyalamakan TV. Listik juga sudah normal" tuturnya Jumat (18/9).

Ia pun tetap berharap, pemerintah terus meningkatkan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Selain peningkatan jaringan listrik di permukiman warga, mereka berharap Pemkab meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan.


"Di wilayah kami tinggal masalah jalan yang belum selesai. Karena di Rawas Ilir banyak jalan belum di aspal dan masih berupa jalan tanah," pintanya.


Apriyadi warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengaku, saat ini LPJU sepanjang jalinsum Muratara, Khususnya di ibu kota Kabupaten, dalam kondisi terang. Sejumlah LPJU yang terpasang sudah berfungsi maksimal.


"Wilayah ibu kota Muratara sekarang idak gelap lagi, lampu lampu jalan sudah terang. Warga nyaman dan aman beraktifitas. Sekarang banyak warga berjualan, kalau malam di wilayah ibu kota, sudah ramai," timpalnya.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas PU Cipta Karya, Amrulah mengungkapkan, suplai aliran listrik di wilayah Muratara saat ini sudah dialiri dari dua sumber. Seperti jalur Suralangun-Nibung, dan Linggau-Nibung.


"Tegangan listrik kita sudah cukup baik, dan sampai ke permukiman sekitar 180-220 Volt. Namun kondisi itu juga ada dampak negatifnya, kabel jaringan kita mudah terbakar jika terkena tanam tumbuh dan mengakibatkan gangguan pemadaman," ujarnya.


Jika sebelumnya gangguan listrik, pernah terjadi di beberapa wilayah Muratara, seperti Desa Belani, Batu Kucing, Air Bening, Sungai Kunyit, dan Sungai Lanang. "Namun kondisi itu bisa atasi dengan dua jalur aliran listrik," timpalnya.


Sementara itu, Bupati Muratara H Syarif Hidayat menyatakan, di 2020 sudah 100 persen wilayah Kabupaten Muratara sudah dibangun jaringan listrik. Pihaknya berjanji akan terus memfokuskan pembangunan dasar di masyarakat, sepetti infrastruktur dasar jalan, jembatan, listrik, air bersih, kesehatan,pendidikan dan lainnya sesuai dengan visi dan misinya.


"Saya iklas sebanyak banyaknya anggaran di curahkan untuk kepentingan masyarakat," kata H Syarif Hidayat. "Saya ingin masyarakat sejahterah, aman, nyaman, religius dan bermartabat," tegasnya. Selain fokus infrastruktur dasar pemda juga utamakan pembangunan non fisik, "Dengan pembangunan SDM kita memanusiakan manusia," tutupnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive