![]() |
| Disinyalir seorang anggota DPRD Musi Rawas terancam sanksi berat hingga pemecatan menyusul dugaan pelanggaran serius terhadap AD/ART, Peraturan Partai |
MUSI RAWAS MSM.COM - Wibawa dan disiplin internal PDI Perjuangan di
Kabupaten Musi Rawas tengah diuji. Disinyalir seorang anggota DPRD Musi Rawas
dari Fraksi PDI Perjuangan, Novriansyah, terancam sanksi berat hingga pemecatan
menyusul dugaan pelanggaran serius terhadap AD/ART, Peraturan Partai. Kelurahan
muara beliti kecamatan beliti kabupaten Musi rawas kamis 12/2/2026.
Dugaan
tersebut dinilai bukan sekadar pelanggaran administratif biasa. Sejumlah kader
menyebut kasus ini sebagai bentuk pembangkangan terhadap garis ideologis dan
komando partai yang selama ini menjadi fondasi utama soliditas PDI Perjuangan.
Sorotan
utama tertuju pada persoalan loyalitas kader. Ayah kandung Novriansyah, yakni
Tamrin Hasan, diketahui menjabat sebagai Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia
(PSI) Kabupaten Musi Rawas.
"Sementara
Novriansyah sendiri tercatat sebagai pengurus aktif DPC PDI Perjuangan
Kabupaten Musi Rawas sekaligus anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.
Kondisi
tersebut dinilai bertentangan secara langsung dengan prinsip loyalitas tunggal
kader dan larangan adanya keterikatan struktural dengan partai politik
lain." Ucap Al imron Wakil Ketua bidang Politik,pemerintahan otonomi
daerah,kebijakan publik,repormasi birokrasi dan repormasi sistem hukum Nasional
Dalam
Peraturan Partai,lanjutnya,Nomor 25A ditegaskan bahwa anggota keluarga kader
wajib berada dalam satu garis perjuangan politik. Aturan ini menjadi instrumen
penting dalam menjaga militansi, kesetiaan, dan integritas kader di semua
tingkatan.
"Jika
dugaan pelanggaran ini terbukti, sanksi yang menanti bukan perkara ringan.
Mulai dari pencabutan keanggotaan partai hingga Pergantian Antar Waktu (PAW)
sebagai anggota DPRD Musi Rawas dapat dijatuhkan." Ucapnya
Sejumlah
kader bahkan menyuarakan kekhawatiran serius bahwa yang bersangkutan berpotensi
berpindah haluan politik ke PSI pada akhir masa jabatannya. Jika kondisi ini
tidak ditindak sejak dini, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi
disiplin partai dan membuka ruang pragmatisme politik di tubuh PDI Perjuangan.
“Penegakan
disiplin adalah harga mati. Jangan sampai aturan partai hanya jadi
formalitas,”pungkasnya.
baca berita lainnya di google news
