![]() |
| Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten MUratara berpartisipasi dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten |
BANTEN, dengan identitasnya sebagai “Tanah Jawara”,
menyimpan pesan simbolik yang kuat. Jawara identik dengan keberanian, keteguhan
prinsip, dan sikap pantang mundur dalam memperjuangkan kebenaran. Nilai-nilai
inilah yang sejatinya menjadi ruh pers Indonesia. Pers yang independen,
berintegritas, berani dan berpihak pada kepentingan publik.
Hari
Pers Nasional 2026 mengingatkan kita bahwa di tengah derasnya arus
digitalisasi, polarisasi informasi, dan maraknya disinformasi, pers tetap
memiliki peran strategis sebagai penjaga akal sehat publik. Kecepatan teknologi
tidak boleh mengalahkan ketelitian, dan kepentingan bisnis tidak boleh
menyingkirkan etika jurnalistik.
Dalam
konteks inilah, putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan prinsip-prinsip
perlindungan terhadap kerja jurnalistik patut dimaknai sebagai angin segar bagi
jurnalis Indonesia. Putusan tersebut memperkuat posisi pers sebagai pilar
demokrasi, sekaligus menegaskan bahwa kerja jurnalistik yang dilakukan sesuai
Undang-Undang Pers dan kode etik tidak dapat dikriminalisasi secara
serampangan.
Bagi
jurnalis, putusan MK tersebut bukan hanya kemenangan normatif, tetapi juga
pengakuan konstitusional atas profesi yang kerap berada di garis depan
pengungkapan kebenaran. Ia menjadi pengingat bahwa negara memiliki kewajiban
melindungi kebebasan pers, bukan justru membungkamnya melalui instrumen hukum
yang disalahgunakan.
memandang
HPN 2026 sebagai titik refleksi sekaligus konsolidasi. Pers harus terus
memperbaiki diri, meningkatkan kualitas karya jurnalistik, dan menjaga
kepercayaan publik. Namun di saat yang sama, pers juga berhak atas rasa aman,
kepastian hukum, dan penghormatan terhadap profesinya.
Kolaborasi
antara pers, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus dibangun di
atas pemahaman yang sama: kritik bukanlah permusuhan, dan kontrol sosial
bukanlah ancaman. Putusan Mahkamah Konstitusi menjadi penegasan bahwa demokrasi
yang sehat hanya dapat tumbuh dengan pers yang merdeka dan bertanggung jawab.
Dari
Banten, kita meneguhkan kembali komitmen bahwa pers Indonesia harus tetap
berdiri tegak—berani seperti jawara, jujur pada fakta, dan setia pada
kepentingan publik. Dengan landasan konstitusional yang semakin kuat, insan
pers dituntut untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan tersebut.
Selamat
Hari Pers Nasional 2026.
Pers
sehat ekonomi berdaulat, bangsa kuat
baca berita lainnya di google news
