-->

IKLAN

IKLAN

Menteri Nusron Tegaskan Kesinambungan Tanggung Jawab Negara dan Gotong Royong demi Kebangkitan Masyarakat di Tengah Bencana

mediasinarmuratara
12 Februari 2026, 18:56 WIB Last Updated 2026-02-12T11:56:18Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dalam pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025  - 2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta


 

 

JAKARTA MSM.COM - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan perihal tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat, di tengah berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tugas negara menurutnya juga perlu diperkuat dengan gotong royong dari berbagai lapisan masyarakat demi kebangkitan Indonesia.

 

“Hari ini, kesinambungan gotong royong kita lanjutkan dengan pendekatan yang lebih manusiawi, partisipatif, dan berkeadilan. Negara bertanggung jawab melindungi rakyat, terutama kelompok paling rentan agar mampu bangkit secara prospek dari setiap musibah,” tutur Menteri Nusron dalam Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030, yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (07/02/2026).

 

Menteri Nusron yang hari ini dilantik menjadi Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, menjelaskan lebih lanjut bahwa kesinambungan tanggung jawab dan gotong royong telah dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah telah berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana, serta menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memberikan izin kepada 28 perusahaan yang terbukti merusak lingkungan dan memicu banjir.

 

Namun, pencabutan izin saja tidak cukup, harus ditindaklanjuti dengan tindakan hukum karena merusak lingkungan merupakan kejahatan luar biasa yang akan dihukum berat di dunia maupun akhirat, tegas Menteri Nusron.

 

Dalam sambutannya, Nusron Wahid menyampaikan bahwa MUI juga ikut mengulurkan tangan dengan menyalurkan bantuan rehabilitasi tiga masjid di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Donasi yang sudah terkumpul juga akan digunakan untuk mendanai rehabilitasi 500 rumah bagi guru mengaji dan marbot di wilayah terdampak.

 

“Semua ini dilakukan agar Majelis Ulama dan Ormas Islam senantiasa memberikan manfaat nyata kepada umat manusia. Insya Allah, bangsa Indonesia akan kuat. Tanggung jawab mengatasi bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk para tokoh agama,” pungkas Menteri Nusron.

 

Acara Bersatu dalam Munajat Untum Keselamatan Bangsa, Pengukuhan dan Ta'aruf Pengurus MUI 2025-2030 ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto; Wakil Presiden ke-10 Republik Indonesia, Jusuf Kalla; serta para Menteri/Kepala Lembaga Kabinet Merah Putih. Kegiatan ini juga menghadirkan sekitar 58 ribu masyarakat yang merupakan perwakilan dari MUI, pondok pesantren, dan majelis taklim se-Jabodetabek.


baca berita lainnya di google news 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA