![]() |
| Dengan strategi terpadu dan dukungan seluruh pihak, Operasi Ketupat Musi 2026 dipastikan berjalan optimal hingga arus balik selesai |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan
mencatat lebih dari 237 ribu pergerakan pemudik terlayani aman pada Rabu
(18/3/2026) dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026. Di bawah kendali
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, seluruh jajaran menggelar 3.199
kegiatan pengamanan dalam satu hari sebagai bagian dari pengamanan arus mudik
nasional.
Sebagai
bagian dari operasi terpusat Polri, Polda Sumsel mengoptimalkan seluruh
kekuatan personel dan sistem pengamanan untuk menjaga kelancaran arus mudik
Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Sumatera Selatan.
Selanjutnya,
data menunjukkan pergerakan penumpang yang signifikan di seluruh simpul
transportasi. Sebanyak 4.172 penumpang dilayani di terminal, 6.381 penumpang di
stasiun kereta api, 215.273 penumpang di jalur penyeberangan, dan 12.105
penumpang di bandar udara. Dengan demikian, total mobilitas masyarakat yang
terlayani mencapai lebih dari 237 ribu orang dalam satu hari.
Di
sisi lain, pemantauan arus kendaraan di lima ruas tol utama menunjukkan
dinamika lalu lintas yang tinggi. Tol Terpeka mencatat volume tertinggi dengan
lebih dari 25 ribu kendaraan melintas, diikuti Tol Palindra,
Indralaya–Prabumulih, Kapal Betung, dan Betajam. Data ini menjadi dasar
penerapan rekayasa lalu lintas secara dinamis oleh jajaran Ditlantas Polda
Sumsel.
Polda
Sumsel mengerahkan tujuh Satgas yang bekerja secara simultan dalam sistem Early
Warning System (EWS). Sepanjang hari, seluruh Satgas mencatat total 3.199
kegiatan.
Kinerja
ini menunjukkan intensitas pengamanan yang konsisten dan terukur di seluruh
wilayah Sumatera Selatan.
Jajaran
Ditlantas Polda Sumsel melaksanakan penindakan berbasis teknologi dan
pendekatan humanis. Sebanyak 43 pelanggaran ditindak melalui ETLE dan tilang
manual, sementara 256 pengendara diberikan teguran edukatif.
Langkah
ini bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus menekan potensi
kecelakaan selama periode mudik.
Polda
Sumsel mencatat 47 kasus tindak pidana konvensional dan 5 kasus transnasional.
Di bidang lalu lintas, terjadi 11 kecelakaan dengan 1 korban meninggal dunia.
Merespons
hal tersebut, Polda Sumsel meningkatkan patroli dan edukasi keselamatan guna
menekan risiko kecelakaan di jalur mudik.
Kapolda
Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa seluruh jajaran harus
menjaga konsistensi kinerja menjelang puncak arus mudik.
“Kami
pastikan seluruh personel hadir memberikan pelayanan terbaik. Pengamanan harus
maksimal, terutama dalam mencegah kecelakaan dan menjaga kelancaran arus
kendaraan,” tegas Kapolda.
Polda
Sumsel memperkuat sinergi lintas sektor bersama TNI, Dinas Perhubungan, BPBD,
Dinas Kesehatan, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari
orkestrasi nasional Polri dalam menjaga stabilitas arus mudik di seluruh
Indonesia.
Pengamanan
yang dilakukan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Lebih dari 237 ribu
pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, sementara kehadiran personel di
lapangan meningkatkan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap Polri.
Karo
Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso menyampaikan:
“Lebih
dari 237 ribu pergerakan pemudik terlayani hari ini. Di balik angka itu ada
kerja keras seluruh personel yang berjaga tanpa henti.”
Kabid
Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan:
“Kami
memastikan seluruh perkembangan operasi tersampaikan secara transparan. Polda
Sumsel hadir untuk melindungi setiap pemudik.”
Polda
Sumsel mengimbau masyarakat untuk Mematuhi aturan lalu lintas, Tidak berkendara
dalam kondisi lelah, Memanfaatkan rest area dan pos pelayanan serta Menghubungi
Call Center 110 dalam keadaan darurat.
Polda
Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran arus mudik
sebagai bagian dari pengamanan nasional. Dengan strategi terpadu dan dukungan
seluruh pihak, Operasi Ketupat Musi 2026 dipastikan berjalan optimal hingga
arus balik selesai.
baca berita lainnya di google news
