![]() |
| Jajaran Polda Sumatera Selatan mengandangkan 113 kendaraan truk bermuatan besar di sepanjang jalur mudik Sumatera Selatan pada hari kelima Operasi Ketupat Musi 2026 |
PALEMBANG MSM.COM — Jajaran Polda Sumatera
Selatan mengandangkan 113 kendaraan truk bermuatan besar di sepanjang jalur
mudik Sumatera Selatan pada hari kelima Operasi Ketupat Musi 2026, Selasa
(17/3/2026).
Langkah
tegas ini dilakukan seiring rilis pemetaan arus mudik real time di 15 wilayah
yang menunjukkan Banyuasin dan Musi Banyuasin sebagai titik dengan kepadatan
tertinggi, khususnya di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi.
Kapolda
Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
menegaskan bahwa penertiban kendaraan berat menjadi kunci utama dalam mengurai
kemacetan dan menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran.
“Sebanyak
113 truk sudah kami kandangkan di berbagai titik. Ini langkah tegas untuk
memastikan jalur mudik tetap lancar dan aman bagi masyarakat,” tegas Kapolda
Sumsel.
Data
lapangan menunjukkan, wilayah Banyuasin mencatat enam titik rawan kemacetan di
sepanjang Jalintim KM 14 hingga KM 69 Betung, sementara Musi Banyuasin mencatat
dua titik padat di Bayung Lencir.
Selain
itu, Kota Palembang juga menjadi salah satu titik krusial, dengan delapan titik
rawan kemacetan di pusat kota, termasuk kawasan Pasar Cinde, Simpang DPRD,
hingga Jalan Soekarno-Hatta.
Dalam
operasi ini, Polda Sumsel juga mengaktifkan jalur alternatif di seluruh
wilayah, termasuk pemanfaatan Tol Fungsional Paltung untuk mengurai kepadatan
di Jalintim.
Kapolda
Sumsel menegaskan bahwa pemetaan berbasis data real time ini menjadi strategi
utama dalam pengendalian arus mudik.
“Dari
15 wilayah yang kami pantau, sembilan wilayah dalam kondisi lancar, sementara
enam wilayah sudah kami identifikasi titik rawannya. Ini menjadi dasar kami
bergerak cepat di lapangan,” ujar Kapolda.
Selain
penertiban kendaraan berat, Polda Sumsel juga mengerahkan ratusan personel di
titik-titik rawan serta memperkuat koordinasi antar-Polres untuk memastikan
respons cepat terhadap kemacetan maupun kecelakaan.
Kabid
Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa
masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh jalur telah dipetakan secara
detail.
“Masyarakat
tidak perlu menebak kondisi jalan. Polda Sumsel memberikan informasi real time
dan jalur alternatif yang bisa langsung digunakan pemudik,” ujarnya.
Polda
Sumsel mengimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif yang
telah disiapkan, menghindari titik padat di Jalintim, serta tidak memaksakan
berkendara di belakang kendaraan berat yang sedang dikendalikan petugas.
Selain
itu, pengemudi kendaraan besar, khususnya truk bersumbu tiga, diminta mematuhi
pembatasan operasional yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
Polda
Sumsel menegaskan bahwa pemantauan arus mudik berbasis data real time ini akan
terus diperbarui setiap hari hingga berakhirnya Operasi Ketupat Musi 2026.
“Tujuan
kami satu, memastikan setiap pemudik bisa sampai tujuan dengan aman, nyaman,
dan selamat,” pungkas Kapolda Sumsel.
baca berita lainnya di google news
