-->

IKLAN

IKLAN

Bupati Muratara Tegaskan Tentang PPPK Paruh Waktu, WFH, Infrastruktur, GI, Tower dan Bus Sekolah

mediasinarmuratara
05 April 2026, 14:31 WIB Last Updated 2026-04-05T07:32:17Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Bupati Muratara H Devi Suhartoni menegaskan ada enam pertanyaan yang selalu dilontarkan ke Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya kepada dirinya


MURATARA  MSM.COM – Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, menegaskan ada enam pertanyaan yang selalu dilontarkan ke Pemerintahan Kabupaten Musi Rawas Utara, terkhusus kepada dirinya.

 

Enam pertanyaan tersebut meliputi Apakah PPPK dan paruh waktu akan di kurangi. Apakah akan Ada Work from Homen(WFH) begawe Dari rumah? Kalau ya hari apa? Bagaimana pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan dikit sekali Dan kapan akan dibangun jalan ini, jembatan itu dan ruang kelas dan lain-lain. Kemudian Kapan Gardu Induk (GI) selesai. Apakah terus menambah tower didesa desa dan terakhir masalah Bis sekolah.

 

“ia selalu ditanyakan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, terkhusus kepada dirinya,” Jelas Bupati seperti diungkapkannya di halaman FB pribadi, Sabtu (4/4/2026).

 

Dijelaskannya untuk PPPK paruh waktu, tidak ada pengurangan. Namun ia meminta PPPK paruh waktu bekerja serius dan disiplin serta masuk kerja dan kerja dengan baik, jika banyak absen dan masalah akan dihukum.

 

“Tidak ada pengurangan PPPK dan paruh waktu tapi api diminta PPPK juga paruh waktu kerja serius dan disiplin serta masuk kerja dan kerja dengan baik, jika banyak absen Dan masalah ya akan dihukum, ” Tegasnya.

 

Dia menambahkan masalah WFH? Akan ada effisiensi dan Senin (6/4/2026) akan ditentukan WFHnya hari apa. Sebab total maintenance mobil dan beli solar di Musi Rawas Utara Rp. 6 milyar. Ini akan di review dan dihemat. Tapi ada mobil uang tidak bisa di hemat seoerti mobil sampah DIHP sudah dipotong dengan aturan baru lebih kurang 45 persen.

 

” Sebenarnya mobil sampah sudah hemat dan saat ini hanya sampai bulan Juli bisa beli solar untuk mengambil sampah, dampak akan sampah dimana-mana. Pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu karena dinas yang melayani umum dan masyarakat tetap kerja normal,”ucapnya.

 

Seterusnya mengenai infrastruktur lembangunan? Diakuinya pembangunan memang melambat karena kabupaten Musi Rawas Utara anggaran APBD dikurangi dari pemerintah pusat, tetapi bukan hanya kabupaten kita saja seluruh Indonesia.

 

” Banyak terkendala program buat jembatan gantung, jembatan dari Desa Pauh ke Ketapat, jembatan Desa Lubuk Emas dan Kuto Tanjung, jembatan Sukamenang, jalan Ulu Rawas, jalan Nibung dan jalan jembatan dari Rantau Telang ke Tanjung Agung dan lainnya. namun dari uang yang ada kita kerjakan perlajatn-lahan secara baik berapa ada uang dan mana yang sangat perlu,”jelasnya.

 

Mengenai Gardu Induk (GI)? Ditegaskannya harusnya GI ini sudah selesai, tetapi karena ada effisienci juga di lingkup PLN dan PLN bilang selesai tahun2026 ini, dimana kalau tidak ada effisiensi harusnya bulan februari 2026 tadi selesai.

 

“Tower akan terus bertambah tetapi berdasarkan komunikasi dengan group tower diguyuri juga karena ada effisienci anggaran di tower dan komunikasi provider, ” Ungkapnya.

 

Terakhir masalah bis sekolah? Untuk bis sekolah ini terdampak juga gaji sopir dan solar dikurangi karena effisiency, juga maintenance nya dan tidak bisa membeli bis baru karena tidak Ada duit tetapi ini akan kami rapatkan agar anak anak tetap sekolah pakai bis dan sopir tetap bergaji.

 

“Terimakasih Dan saya akan keliling desa- desa serta kumpul masyarakat untuk melakukan dialog dan komunikasi,” Pungkasnya. (**)


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA