![]() |
| Bupati Muratara H Devi Suhartoni menegaskan ada enam pertanyaan yang selalu dilontarkan ke Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya kepada dirinya |
MURATARA MSM.COM – Bupati
Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, menegaskan ada enam pertanyaan yang selalu
dilontarkan ke Pemerintahan Kabupaten Musi Rawas Utara, terkhusus kepada
dirinya.
Enam
pertanyaan tersebut meliputi Apakah PPPK dan paruh waktu akan di kurangi.
Apakah akan Ada Work from Homen(WFH) begawe Dari rumah? Kalau ya hari apa?
Bagaimana pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan dikit sekali Dan kapan akan
dibangun jalan ini, jembatan itu dan ruang kelas dan lain-lain. Kemudian Kapan
Gardu Induk (GI) selesai. Apakah terus menambah tower didesa desa dan terakhir
masalah Bis sekolah.
“ia
selalu ditanyakan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara,
terkhusus kepada dirinya,” Jelas Bupati seperti diungkapkannya di halaman FB
pribadi, Sabtu (4/4/2026).
Dijelaskannya
untuk PPPK paruh waktu, tidak ada pengurangan. Namun ia meminta PPPK paruh
waktu bekerja serius dan disiplin serta masuk kerja dan kerja dengan baik, jika
banyak absen dan masalah akan dihukum.
“Tidak
ada pengurangan PPPK dan paruh waktu tapi api diminta PPPK juga paruh waktu
kerja serius dan disiplin serta masuk kerja dan kerja dengan baik, jika banyak
absen Dan masalah ya akan dihukum, ” Tegasnya.
Dia
menambahkan masalah WFH? Akan ada effisiensi dan Senin (6/4/2026) akan
ditentukan WFHnya hari apa. Sebab total maintenance mobil dan beli solar di
Musi Rawas Utara Rp. 6 milyar. Ini akan di review dan dihemat. Tapi ada mobil
uang tidak bisa di hemat seoerti mobil sampah DIHP sudah dipotong dengan aturan
baru lebih kurang 45 persen.
”
Sebenarnya mobil sampah sudah hemat dan saat ini hanya sampai bulan Juli bisa
beli solar untuk mengambil sampah, dampak akan sampah dimana-mana. Pelayanan
kepada masyarakat tidak akan terganggu karena dinas yang melayani umum dan
masyarakat tetap kerja normal,”ucapnya.
Seterusnya
mengenai infrastruktur lembangunan? Diakuinya pembangunan memang melambat
karena kabupaten Musi Rawas Utara anggaran APBD dikurangi dari pemerintah
pusat, tetapi bukan hanya kabupaten kita saja seluruh Indonesia.
”
Banyak terkendala program buat jembatan gantung, jembatan dari Desa Pauh ke
Ketapat, jembatan Desa Lubuk Emas dan Kuto Tanjung, jembatan Sukamenang, jalan
Ulu Rawas, jalan Nibung dan jalan jembatan dari Rantau Telang ke Tanjung Agung
dan lainnya. namun dari uang yang ada kita kerjakan perlajatn-lahan secara baik
berapa ada uang dan mana yang sangat perlu,”jelasnya.
Mengenai
Gardu Induk (GI)? Ditegaskannya harusnya GI ini sudah selesai, tetapi karena
ada effisienci juga di lingkup PLN dan PLN bilang selesai tahun2026 ini, dimana
kalau tidak ada effisiensi harusnya bulan februari 2026 tadi selesai.
“Tower
akan terus bertambah tetapi berdasarkan komunikasi dengan group tower diguyuri
juga karena ada effisienci anggaran di tower dan komunikasi provider, ”
Ungkapnya.
Terakhir
masalah bis sekolah? Untuk bis sekolah ini terdampak juga gaji sopir dan solar
dikurangi karena effisiency, juga maintenance nya dan tidak bisa membeli bis
baru karena tidak Ada duit tetapi ini akan kami rapatkan agar anak anak tetap
sekolah pakai bis dan sopir tetap bergaji.
“Terimakasih
Dan saya akan keliling desa- desa serta kumpul masyarakat untuk melakukan
dialog dan komunikasi,” Pungkasnya. (**)
baca berita lainnya di google news
