-->

IKLAN

IKLAN

Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, Pemdes Lubuk Kemang Gelar Penanaman Jagung

mediasinarmuratara
25 Mei 2026, 18:34 WIB Last Updated 2026-05-25T11:41:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Pemerintah Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu bersama kelompok tani melaksanakan kegiatan penananam jagung sebagai wujud nyata pelaksanaan program unggulan ketahanan pangan desa


 

MURATARA MSM.COM — Pemerintah Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), bersama kelompok tani, melaksanakan kegiatan penanaman jagung sebagai wujud nyata pelaksanaan program unggulan ketahanan pangan desa. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (25/5) pukul 09.00 WIB dan dipusatkan di lahan pertanian wilayah Desa Lubuk Kemang.

 

Proses penanaman berjalan lancar dan penuh semangat, dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan serta perwakilan masyarakat. Turut hadir langsung di lokasi, Kepala Desa Lubuk Kemang, Suharto; Kepala Dinas Pertanian yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jafarizal; perwakilan dari pihak Polsek setempat; serta Ketua dan anggota Kelompok Tani.

 

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara Japrizal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah tersebut. Selama ini, lahan sawah di desa tersebut hanya ditanami padi satu kali dalam setahun atau setara dengan IP 100. Melalui program ini, pola tanam ditingkatkan menjadi IP 200, yaitu penanaman padi yang dilanjutkan dengan penanaman jagung pada siklus berikutnya.


Pemerintah Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu bersama kelompok tani melaksanakan kegiatan penananam jagung sebagai wujud nyata pelaksanaan program unggulan ketahanan pangan desa


 

"Kegiatan penanaman jagung di lahan sawah Desa Lubuk Kemang ini bertujuan meningkatkan indeks pertanaman. Kami ubah pola dari sebelumnya hanya menanam padi sekali setahun, menjadi dua kali masa tanam dengan menyisipkan komoditas jagung. Langkah ini sekaligus mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung nasional," ungkap Japrizal.

 

Pada tahap awal pelaksanaan, lahan yang digarap seluas 20 hektare. Jenis benih yang digunakan adalah jagung hibrida varietas P32 yang memiliki kualitas unggul, dengan potensi hasil panen mencapai 8 hingga 10 ton per hektare dalam bentuk jagung pipil. Adapun target produksi yang ditetapkan secara bertahap adalah 6 ton per hektare.

 

Program ini memiliki sejumlah sasaran utama, di antaranya mewujudkan swasembada jagung di tingkat daerah, meningkatkan produktivitas hasil tani, serta mengangkat taraf ekonomi dan kesejahteraan petani beserta keluarganya. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memaksimalkan fungsi lahan sawah tadah hujan agar tetap produktif sepanjang tahun melalui pola tanam terpadu Padi + Jagung (IP200).

 

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Kemang, Suharto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah konkret pemerintah desa dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional sekaligus penggerak roda ekonomi warga di tingkat akar rumput.

 

"Melalui penanaman jagung ini, kami berupaya memanfaatkan lahan yang ada seoptimal dan seefektif mungkin. Tujuannya agar masyarakat Desa Lubuk Kemang bisa semakin mandiri secara ekonomi dan hidup lebih sejahtera," ujar Suharto.

 

Ia menambahkan, Pemerintah Desa berkomitmen terus memperkuat sinergitas yang terjalin erat antara pemerintah desa, kelompok tani, dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi desa. Program ini diharapkan menjadi awal dari sistem pengelolaan pertanian terpadu yang berkelanjutan, berdaya saing, dan sepenuhnya berorientasi pada kesejahteraan bersama masyarakat.

 

Jurnalis : A.Majid

baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA