![]() |
| Pemerintah Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu bersama kelompok tani melaksanakan kegiatan penananam jagung sebagai wujud nyata pelaksanaan program unggulan ketahanan pangan desa |
MURATARA MSM.COM — Pemerintah Desa Lubuk
Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), bersama
kelompok tani, melaksanakan kegiatan penanaman jagung sebagai wujud nyata
pelaksanaan program unggulan ketahanan pangan desa. Kegiatan ini berlangsung
pada Senin (25/5) pukul 09.00 WIB dan dipusatkan di lahan pertanian wilayah
Desa Lubuk Kemang.
Proses
penanaman berjalan lancar dan penuh semangat, dihadiri oleh berbagai unsur
pemerintahan serta perwakilan masyarakat. Turut hadir langsung di lokasi,
Kepala Desa Lubuk Kemang, Suharto; Kepala Dinas Pertanian yang diwakili Kepala
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jafarizal; perwakilan dari pihak Polsek
setempat; serta Ketua dan anggota Kelompok Tani.
Kepala
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara Japrizal, menjelaskan bahwa kegiatan
ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan Indeks
Pertanaman (IP) di wilayah tersebut. Selama ini, lahan sawah di desa tersebut
hanya ditanami padi satu kali dalam setahun atau setara dengan IP 100. Melalui
program ini, pola tanam ditingkatkan menjadi IP 200, yaitu penanaman padi yang
dilanjutkan dengan penanaman jagung pada siklus berikutnya.
![]() |
| Pemerintah Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu bersama kelompok tani melaksanakan kegiatan penananam jagung sebagai wujud nyata pelaksanaan program unggulan ketahanan pangan desa |
"Kegiatan
penanaman jagung di lahan sawah Desa Lubuk Kemang ini bertujuan meningkatkan
indeks pertanaman. Kami ubah pola dari sebelumnya hanya menanam padi sekali
setahun, menjadi dua kali masa tanam dengan menyisipkan komoditas jagung.
Langkah ini sekaligus mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan
swasembada jagung nasional," ungkap Japrizal.
Pada
tahap awal pelaksanaan, lahan yang digarap seluas 20 hektare. Jenis benih yang
digunakan adalah jagung hibrida varietas P32 yang memiliki kualitas unggul,
dengan potensi hasil panen mencapai 8 hingga 10 ton per hektare dalam bentuk
jagung pipil. Adapun target produksi yang ditetapkan secara bertahap adalah 6
ton per hektare.
Program
ini memiliki sejumlah sasaran utama, di antaranya mewujudkan swasembada jagung
di tingkat daerah, meningkatkan produktivitas hasil tani, serta mengangkat
taraf ekonomi dan kesejahteraan petani beserta keluarganya. Selain itu, program
ini juga diharapkan dapat memaksimalkan fungsi lahan sawah tadah hujan agar
tetap produktif sepanjang tahun melalui pola tanam terpadu Padi + Jagung
(IP200).
Sementara
itu, Kepala Desa Lubuk Kemang, Suharto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah
langkah konkret pemerintah desa dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan
nasional sekaligus penggerak roda ekonomi warga di tingkat akar rumput.
"Melalui
penanaman jagung ini, kami berupaya memanfaatkan lahan yang ada seoptimal dan
seefektif mungkin. Tujuannya agar masyarakat Desa Lubuk Kemang bisa semakin
mandiri secara ekonomi dan hidup lebih sejahtera," ujar Suharto.
Ia
menambahkan, Pemerintah Desa berkomitmen terus memperkuat sinergitas yang
terjalin erat antara pemerintah desa, kelompok tani, dan Badan Usaha Milik Desa
(Bumdes) dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi desa.
Program ini diharapkan menjadi awal dari sistem pengelolaan pertanian terpadu
yang berkelanjutan, berdaya saing, dan sepenuhnya berorientasi pada
kesejahteraan bersama masyarakat.
Jurnalis
: A.Majid
baca berita lainnya di google news

