-->

IKLAN

IKLAN

Hardiknas 2026: Wabup Muratara Pimpin Penandatanganan Komitmen Anti-Bullying dan Anti-Kekerasan di Sekolah

mediasinarmuratara
03 Mei 2026, 13:32 WIB Last Updated 2026-05-03T06:32:49Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Wakil Bupati Musi Rawas Utara H Junius Wahyudi melakukan penandatanganan Komitmen Anti-Bulliying dan Anti Kekerasn di Sekolah


MURATARA MSM.COM Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2026,  dilapangan sepak bola kecamatan karang jaya Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Junius Wahyudi, memimpin langsung gerakan penandatanganan komitmen anti-bullying dan anti-kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari ancaman. Fokus gerakan ini adalah penghapusan segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun sosial di lingkungan sekolah.

 

Dalam kesempatan tersebut, juga ditekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua, sejalan dengan semangat kolaborasi untuk mencegah perundungan sejak dini serta membangun hubungan emosional yang kuat sebagai benteng perlindungan anak.


Wakil Bupati Musi Rawas Utara H Junius Wahyudi melakukan penandatanganan Komitmen Anti-Bulliying dan Anti Kekerasn di Sekolah


Sebagai simbol janji bersama, Wabup Junius Wahyudi melakukan penandatanganan deklarasi di atas spanduk atau papan khusus. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala sekolah, guru, siswa, serta berbagai unsur masyarakat.

 

Penandatanganan ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah, pendidik, dan peserta didik untuk tegas menolak bullying, rasisme, dan segala bentuk diskriminasi di sekolah.

 

Komitmen ini ditetapkan dengan tujuan utama antara lain:

 

- Meningkatkan kesadaran seluruh pihak tentang dampak buruk perundungan bagi fisik dan mental anak.

- Mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Perundungan di setiap sekolah untuk penanganan yang cepat dan tepat.

- Memastikan tidak ada tindakan diskriminatif atau rasis yang dapat menghambat proses belajar mengajar dan kesejahteraan siswa.

 

Sebagai tindak lanjut, diharapkan setiap satuan pendidikan dapat membentuk kelompok kerja yang berfokus pada pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman, sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Fokus Utama Hardiknas 2026

 

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema utama "Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan". Melalui penandatanganan deklarasi ini, Pemerintah Kabupaten Muratara berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, sehingga setiap anak dapat belajar dengan tenang, nyaman, dan berkembang secara optimal.


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA