![]() |
| Polda Sumsel terus memperkuat pembangunan SDM unggul melalui proses rekrutmen anggota Polri yang transparan, objektif, dan akuntabel |
PALEMBANG MSM.COM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus
memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul melalui proses rekrutmen
anggota Polri yang transparan, objektif, dan akuntabel. Komitmen tersebut
diwujudkan melalui pelaksanaan Pemeriksaan Psikologi Wawancara Tahap II
Penerimaan Bintara dan Bakomsus Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar di
Golden Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa, 17 Juni 2026.
Sebanyak
98 peserta mengikuti tahapan seleksi tersebut, terdiri dari 75 calon siswa pria
dan 23 calon siswa wanita. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan psikologi
secara mendalam guna mengukur aspek kepribadian, stabilitas emosi, integritas,
kemampuan adaptasi, serta kesiapan mental dalam menjalankan tugas sebagai
anggota Polri di masa mendatang.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari implementasi prinsip BETAH (Bersih, Transparan,
Akuntabel dan Humanis) yang menjadi landasan utama rekrutmen anggota Polri.
Melalui proses seleksi yang profesional, Polda Sumsel berupaya memastikan
setiap calon anggota yang terpilih benar-benar memiliki kualitas terbaik untuk
menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Pelaksanaan
pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Psikologi Biro Sumber Daya
Manusia Polda Sumatera Selatan AKBP Suparyono selaku Ketua Tim Pemeriksaan
Psikologi. Sebelum pelaksanaan wawancara, seluruh psikolog dan pewawancara dari
Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumatera Selatan mendapatkan arahan dan
penyamaan persepsi guna menjamin keseragaman standar penilaian terhadap seluruh
peserta.
Untuk
menjaga kredibilitas dan transparansi proses seleksi, kegiatan ini turut
diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Inspektorat Pengawasan Daerah
(Itwasda) Polda Sumsel dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda
Sumsel. Selain itu, pengawasan eksternal juga melibatkan organisasi masyarakat
Laskar Merah Putih Sumatera Selatan sebagai bentuk keterbukaan institusi kepada
publik.
Kapolda
Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menempatkan
pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan
transformasi Polri Presisi. Rekrutmen yang berkualitas diyakini menjadi langkah
awal untuk menghasilkan anggota Polri yang profesional, humanis, berintegritas,
dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala
Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumatera Selatan AKBP Suparyono
menegaskan bahwa tahapan psikologi memiliki peran penting dalam menentukan
kesiapan calon anggota Polri menghadapi dinamika tugas di lapangan.
“Kami
memastikan seluruh proses pemeriksaan psikologi dilaksanakan secara objektif,
profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuannya adalah menghasilkan
calon anggota Polri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga
memiliki kematangan psikologis, integritas, serta kemampuan beradaptasi yang
baik dalam melayani masyarakat,” ujar AKBP Suparyono.
Sementara
itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa proses rekrutmen yang
bersih dan transparan merupakan investasi jangka panjang bagi institusi Polri
dan masyarakat.
“Rekrutmen
anggota Polri merupakan gerbang awal pembentukan SDM unggul. Karena itu kami
memastikan seluruh tahapan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan bebas
dari praktik penyimpangan. Anggota yang direkrut hari ini akan menjadi garda
terdepan dalam menjaga keamanan, melayani masyarakat, dan mendukung pembangunan
nasional di masa depan,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Melalui
pelaksanaan seleksi yang profesional dan berintegritas, Polda Sumatera Selatan
berharap mampu melahirkan generasi baru anggota Polri yang adaptif terhadap
perkembangan zaman, memiliki karakter kuat, serta mampu menjawab harapan
masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang semakin modern dan humanis.
baca berita lainnya di google news
