![]() |
| Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho secara resmi membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 di Auditorium lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel |
PALEMBANG MSM.COM — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Polda Sumsel dalam mematangkan kesiapan personel, menyamakan pola tindak, serta memperkuat koordinasi lintas fungsi menjelang pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 yang akan digelar di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.
Pembukaan latihan dihadiri oleh Kepala Biro Operasi Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., Direktur Intelijen Keamanan Polda Sumatera Selatan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Polda Sumatera Selatan, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumatera Selatan, Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan, serta Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. Seluruh Kapolres jajaran Polda Sumsel juga mengikuti kegiatan secara virtual dari wilayah masing-masing.
Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ancaman peredaran senjata api ilegal masih menjadi salah satu persoalan keamanan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap senjata api ilegal yang beredar memiliki potensi besar memicu tindak pidana, konflik sosial, hingga mengancam keselamatan masyarakat.
Oleh karena itu, Operasi Senpi Musi 2026 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penegakan hukum semata, melainkan bagian dari tanggung jawab moral institusi Polri dalam melindungi kehidupan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Di balik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat terdapat potensi besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat. Penanggulangan senjata api ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan,” tegas Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Kapolda Sumsel mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polda Sumsel berhasil mengungkap 41 kasus dengan barang bukti sebanyak 302 senjata api rakitan berbagai jenis. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan sekaligus peringatan bahwa peredaran senjata api ilegal masih menjadi ancaman nyata yang memerlukan penanganan secara konsisten.
Selain itu, wilayah Musi Banyuasin dan kawasan perbatasan Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung menjadi salah satu fokus perhatian dalam Operasi Senpi Musi 2026. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, sejumlah wilayah masih berpotensi menjadi jalur distribusi maupun lokasi produksi senjata api ilegal.
Melalui latihan pra-operasi ini, seluruh personel dibekali kemampuan teknis, pemahaman prosedur operasional, serta strategi penindakan yang profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Kapolda Sumsel menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak ditentukan oleh jumlah personel yang diterjunkan, melainkan oleh kualitas kesiapan, integritas, kemampuan analisis, dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.
Kapolda Sumsel juga memberikan lima penekanan kepada seluruh peserta latihan, yakni mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menguasai materi operasi, membangun sinergi lintas fungsi, menjaga integritas dan kerahasiaan operasi, serta mengedepankan prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih lanjut, Kapolda Sumsel mengingatkan seluruh personel untuk terus menanamkan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” sebagai filosofi pengabdian yang menekankan kehadiran Polri secara cepat, tepat, humanis, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
baca berita lainnya di google news
