![]() |
| Polda Sumatera Selatan terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui penguatan sinergi lintas sektoral di daerah |
OKU TIMUR MSM.COM — Polda Sumatera Selatan terus
memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan
(Karhutla) melalui penguatan sinergi lintas sektoral di daerah. Upaya ini
menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kebijakan nasional menjaga
ketahanan lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, serta memastikan
stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas ekonomi selama musim kemarau.
Komitmen
tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan
Karhutla yang diselenggarakan Polres Ogan Komering Ulu Timur di Aula Wicaksana
Laghawa Polres OKU Timur, Selasa (7/7/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., dan dihadiri unsur Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), instansi terkait, serta
para kepala desa se-Kabupaten OKU Timur.
Sosialisasi
tersebut menjadi forum koordinasi strategis untuk menyamakan langkah seluruh
pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi Karhutla. Selain membangun
kesiapsiagaan, kegiatan juga memperkuat pemahaman mengenai regulasi, penegakan
hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta pentingnya peran aktif
masyarakat dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan kebakaran.
Dalam
kegiatan tersebut, Kabag Ops Polres OKU Timur memaparkan perkembangan titik
panas (hotspot) di wilayah Kabupaten OKU Timur sepanjang tahun 2026 sebagai
dasar penyusunan langkah mitigasi. Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres OKU Timur
memberikan penyuluhan mengenai ketentuan hukum yang mengatur tindak pidana
pembakaran hutan dan lahan beserta konsekuensi pidana yang dapat dikenakan
kepada para pelaku.
Pencegahan
Karhutla merupakan bagian dari implementasi Program Presisi Polri yang
menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama. Langkah preventif
yang dilakukan bersama pemerintah daerah diharapkan mampu mencegah terjadinya
bencana kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, keselamatan
penerbangan, aktivitas pendidikan, produktivitas pertanian, serta pertumbuhan
ekonomi daerah.
Kapolres
OKU Timur AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pencegahan
Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat
dilakukan oleh aparat semata.
“Kami
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan
tidak membuka lahan melalui pembakaran. Pencegahan menjadi langkah yang jauh
lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Namun apabila
ditemukan adanya unsur kesengajaan, Polri akan melakukan penegakan hukum secara
tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas AKBP
Adik Listiyono, S.I.K., M.H.
Kabid
Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.,
mengatakan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutla merupakan salah satu bentuk
kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
“Polda
Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam
pencegahan Karhutla melalui penguatan sinergi bersama pemerintah daerah, TNI,
instansi terkait, dan seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan
menjadi kunci menjaga lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, serta
mempertahankan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan,”
ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda
Sumatera Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian
terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta
segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya potensi kebakaran.
Langkah bersama tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga Sumatera Selatan
tetap aman, produktif, sehat, dan bebas dari bencana asap, sekaligus mendukung
pembangunan daerah yang berkelanjutan.
baca berita lainnya di google news
