![]() |
| Polda Sumatera Selatan memberikan penjelasan resmi terkait pengamanan seorang pria berinisial DRH (24) yang memasuki area helipad Gedung Presisi Mapolda Sumsel pada Senin (6/7/2026) malam |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan
memberikan penjelasan resmi terkait pengamanan seorang pria berinisial DRH (24)
yang memasuki area helipad Gedung Presisi Mapolda Sumsel pada Senin (6/7/2026)
malam. Tindakan cepat personel piket dilakukan sebagai bagian dari prosedur
pengamanan objek vital kepolisian untuk memastikan keamanan markas serta
mencegah potensi gangguan terhadap situasi kamtibmas.
Peristiwa
tersebut terjadi sekitar pukul 20.15 WIB ketika seorang pria memasuki area
terbatas di lingkungan Mapolda Sumsel sambil membawa sejumlah barang pribadi,
di antaranya sehelai jubah berwarna putih, sebuah bendera berwarna hijau
bertuliskan kalimat tauhid yang dipasang pada tongkat bambu, tas punggung,
serta tas selempang. Personel piket yang sedang melaksanakan pengamanan segera
melakukan tindakan pengamanan terhadap yang bersangkutan sekitar pukul 20.18
WIB sesuai standar operasional prosedur pengamanan objek vital.
Setelah
diamankan, personel Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan serangkaian
pemeriksaan, pendalaman identitas, serta pemeriksaan terhadap barang bawaan
yang dibawa oleh yang bersangkutan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan
tidak terdapat potensi ancaman terhadap keamanan lingkungan Mapolda Sumsel
maupun masyarakat.
Berdasarkan
hasil penyelidikan awal, kepolisian memastikan bahwa yang bersangkutan tidak
memiliki keterkaitan ataupun afiliasi dengan jaringan terorisme. Hasil
pemeriksaan juga menunjukkan bahwa tes urine terhadap yang bersangkutan
dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Selain
itu, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang dibawa, di antaranya satu
unit telepon genggam, tas punggung, tas selempang, jubah putih, bendera hijau
bertuliskan kalimat tauhid beserta tongkat bambu, sepasang sepatu, kacamata,
alat tulis, serta satu botol plastik yang berisi minuman beralkohol.
Saat
ini penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan masih melaksanakan pemeriksaan
lanjutan, termasuk pemeriksaan psikologis dan kesehatan jiwa, guna mengetahui
secara utuh latar belakang dan motif yang bersangkutan memasuki area terbatas
Mapolda Sumsel.
Kabid
Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.,
menegaskan bahwa langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari prosedur
standar yang wajib dilakukan setiap personel dalam menjaga keamanan markas
kepolisian.
“Kami
memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional,
proporsional, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil
pemeriksaan sementara, yang bersangkutan tidak terafiliasi dengan jaringan
terorisme maupun kelompok radikal. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman
melalui pemeriksaan psikologis dan kesehatan jiwa guna memperoleh gambaran yang
objektif mengenai motif tindakannya. Kami mengimbau masyarakat agar tetap
tenang dan tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi dari Polda
Sumatera Selatan,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang
Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda
Sumatera Selatan mengapresiasi kesiapsiagaan personel yang bertugas sehingga
situasi dapat ditangani dengan cepat, aman, dan terkendali tanpa menimbulkan
gangguan terhadap pelayanan kepolisian maupun aktivitas masyarakat.
Polda
Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi
yang belum terverifikasi serta tetap mengedepankan sumber informasi resmi dari
kepolisian. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga
keamanan objek vital, memberikan kepastian informasi kepada publik, serta
memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera
Selatan.
baca berita lainnya di google news
