PALEMBANG MSM.COM – Kepolisian
Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Polri
melalui pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra
Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026. Pendidikan tersebut
menjadi bagian dari upaya Polri mencetak personel yang profesional,
berintegritas, humanis, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada
masyarakat sebagai implementasi Polri Presisi.
Upacara pembukaan pendidikan dipimpin oleh Wakapolda
Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda
Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., pada Senin
(20/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda membacakan amanat Kepala
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S.,
M.Si., yang menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia Polri yang
unggul, adaptif, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian
yang semakin kompleks.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa pendidikan
pembentukan Bintara Polri bukan sekadar proses perubahan status dari masyarakat
sipil menjadi anggota Polri, melainkan proses pembentukan karakter, integritas,
disiplin, serta budaya belajar yang berkesinambungan. Setiap peserta didik
diharapkan mampu menjadi insan Bhayangkara yang memiliki moralitas tinggi,
kemampuan berpikir kritis, serta profesional dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.
Kalemdiklat Polri juga menegaskan bahwa
penyelenggaraan pendidikan tahun ini menerapkan pendekatan Outcome-Based
Education (OBE), yaitu sistem pembelajaran yang berorientasi pada capaian
kompetensi. Melalui kurikulum tersebut, para siswa dipersiapkan agar mampu
menjalankan tugas sebagai personel SPKT yang menjadi garda terdepan pelayanan
kepolisian, memberikan pelayanan secara cepat, humanis, profesional, serta
menghadirkan kepastian hukum bagi masyarakat.
Saat membacakan amanat Kalemdiklat Polri, Wakapolda
Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa
keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis peserta didik,
tetapi juga dari kualitas moral dan integritas yang dimiliki.
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya menghasilkan
personel yang mahir dan terampil, tetapi juga membentuk insan Bhayangkara yang
memiliki integritas, moralitas, disiplin, serta keberanian untuk bertindak
secara tepat, profesional, dan bertanggung jawab. Jadikan setiap proses
pendidikan sebagai bekal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”
tegas Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.,
saat membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen
Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.
Usai pelaksanaan upacara, Wakapolda Sumatera Selatan
bersama para Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan melakukan peninjauan langsung
terhadap fasilitas pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN). Peninjauan
meliputi kondisi barak, ruang belajar, sarana pendukung pendidikan, serta
pemeriksaan kesehatan siswa guna memastikan seluruh proses pendidikan berjalan
dengan baik, aman, nyaman, serta mengedepankan prinsip pembinaan yang humanis.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda
Sumatera Selatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas,
bebas dari kekerasan, serta mampu mendukung pembentukan personel Polri yang
profesional dan berintegritas sejak awal masa pendidikan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol.
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan sumber daya
manusia merupakan investasi strategis bagi institusi Polri dalam meningkatkan
kualitas pelayanan kepada masyarakat.
baca berita lainnya di google news
