PALEMBANG MSM.COM – Kesuksesan
penyelenggaraan Sumsel Bhayangkara Run 2026 tidak hanya terlihat dari tingginya
partisipasi masyarakat yang mencapai lebih dari 8.000 peserta, tetapi juga
memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM), sektor jasa, serta pariwisata di Sumatera Selatan. Event yang
digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di kawasan Jakabaring Sport City
Palembang, Minggu (12/7/2026), menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan
olahraga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui konsep sport
tourism.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 8.035 peserta
dari berbagai daerah mengikuti Sumsel Bhayangkara Run 2026 pada kategori 5K,
10K, dan Half Marathon (21K). Kehadiran ribuan peserta beserta keluarga dan
pendukungnya menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh
masyarakat sejak dini hari, mulai dari sektor transportasi, kuliner,
perhotelan, hingga berbagai usaha mikro yang membuka tenant di sekitar lokasi
kegiatan.
Polda Sumsel secara khusus memberikan ruang bagi
puluhan pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka selama kegiatan
berlangsung. Beragam kuliner khas Sumatera Selatan, produk kreatif, hingga
usaha kecil binaan masyarakat mendapat kesempatan memperluas pasar sekaligus
meningkatkan omzet melalui tingginya kunjungan peserta dan masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min
Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa sejak awal penyelenggaraan, Sumsel
Bhayangkara Run 2026 memang dirancang agar memberikan manfaat yang luas, tidak
hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat.
“Kami menyadari bahwa event olahraga berskala besar
memiliki dampak ekonomi yang sangat positif. Karena itu, kami melibatkan pelaku
UMKM lokal agar manfaat kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kehadiran ribuan peserta menjadi peluang besar bagi usaha kecil untuk
meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk-produk lokal Sumatera
Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Menurutnya, tingginya animo masyarakat juga
memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor ekonomi.
“Transportasi meningkat, tingkat hunian hotel
bertambah, pusat kuliner ramai, dan UMKM memperoleh keuntungan yang signifikan.
Inilah yang kami harapkan, olahraga tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi
juga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah. Konsep sport tourism seperti ini
akan terus kami dorong agar menjadi salah satu kekuatan baru pembangunan
ekonomi Sumatera Selatan,” tambahnya.
Keberhasilan penyelenggaraan Sumsel Bhayangkara Run
2026 semakin memperkuat posisi Jakabaring Sport City sebagai kawasan olahraga
berstandar internasional yang siap menjadi tuan rumah berbagai event nasional
maupun internasional. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Sumatera
Selatan memiliki potensi besar untuk mengembangkan agenda olahraga berskala
besar yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Polda Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjadikan Sumsel
Bhayangkara Run sebagai agenda tahunan yang tidak hanya membangun budaya hidup
sehat, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi
kerakyatan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kesuksesan Sumsel Bhayangkara Run 2026 menjadi bukti
bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, dan
masyarakat mampu menghadirkan manfaat yang luas. Melalui semangat Hari
Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel akan terus menghadirkan program-program yang
tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendorong pertumbuhan
ekonomi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di
Bumi Sriwijaya.
baca berita lainnya di google news
