PALEMBANG MSM.COM — Polda
Sumatera Selatan menyambut kedatangan Tim Edukasi Masyarakat tentang Kebakaran
Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Lemdiklat Polri untuk memperkuat upaya
pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat di wilayah hukum Polda
Sumsel, Jumat (28/8/2026).
Tim yang terdiri dari mahasiswa STIK, SESPIMMA, dan
SETUKPA Lemdiklat Polri tersebut tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Selanjutnya, tim menuju Mapolda Sumsel untuk mengikuti pembekalan di Lounge
Ampera Lantai 7 Gedung Presisi.
Pembekalan dimulai pukul 15.45 WIB dan dipimpin
Irwasda Polda Sumsel KOMBES POL. FERI HANDOKO SOENARSO, S.H., S.I.K. Kegiatan
turut diikuti Karoops, Dirreskrimsus, Dirbinmas, Dirintelkam, Kabidlabfor,
Kabiddokkes Polda Sumsel, para Wakapolres/Tabes dan Kasat Binmas jajaran, serta
seluruh personel panitia edukasi Karhutla.
Dalam pembekalan tersebut, Irwasda menekankan bahwa
karhutla memiliki dampak luas terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan,
lingkungan, perekonomian, hingga risiko lintas negara. Karena itu, tim edukasi
perlu memahami kondisi dan tantangan penanggulangan karhutla sebelum
melaksanakan tugas di lapangan.
Irwasda juga menekankan tiga langkah utama yang
perlu diperkuat, yaitu pencegahan, deteksi dini terhadap fire spot, serta
penindakan yang cepat dan tegas. Pesan tersebut menjadi bekal bagi tim agar
edukasi kepada masyarakat berjalan searah dengan langkah penanggulangan
karhutla yang dilakukan Polda Sumsel.
Dari aspek penegakan hukum, Dirreskrimsus Polda
Sumsel memaparkan perkembangan penanganan perkara karhutla periode 1 Mei hingga
27 Agustus 2026, termasuk asistensi penegakan hukum di wilayah rawan seperti
OKI, PALI, dan Banyuasin.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Sumsel menjelaskan
pendekatan preemtif melalui patroli, sambang masyarakat, dan penyuluhan lima
langkah gerakan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam
membangun pemahaman masyarakat agar pencegahan karhutla dilakukan sejak awal.
Karoops Polda Sumsel turut memberikan gambaran
mengenai penanganan karhutla, termasuk sebaran 4.504 titik hotspot dan luas
lahan terbakar mencapai 1.131.789 hektare. Tim juga didorong untuk memanfaatkan
pesan dalam Maklumat Kapolda Sumsel serta konten edukatif melalui media sosial
agar informasi pencegahan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan KOMBES POL.
NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H. mengatakan pelibatan mahasiswa STIK,
SESPIMMA, dan SETUKPA Lemdiklat Polri menjadi bagian dari sinergi untuk
memperkuat edukasi masyarakat tentang karhutla.
"Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan
bahwa tim edukasi yang turun langsung ke wilayah hukum Polda Sumsel memiliki
pemahaman yang kuat, baik dari sisi penegakan hukum maupun edukasi preventif.
Komitmen kepemimpinan Kapolda Sumsel jelas: kita mengutamakan pencegahan dan
deteksi dini, namun tetap bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran lahan demi
melindungi kesehatan, keselamatan, dan masa depan masyarakat Sumatera
Selatan," tegas Kabid Humas.
Polda Sumsel berharap tim edukasi dapat menjalankan
tugas secara optimal di wilayah hukum Polda Sumsel, menyampaikan pesan
pencegahan dengan pendekatan yang mudah dipahami masyarakat, serta memperkuat
kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kehadiran tim di
lapangan diharapkan turut memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini karhutla
di wilayah Sumatera Selatan.
baca berita lainnya di google news
