![]() |
| Polda Sumatera Selatan memulai pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan melalui peletakan batu pertama di lingkungan Mapolda Sumsel |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan memulai pembangunan Monumen
Juang Polisi Sumatera Selatan melalui peletakan batu pertama di lingkungan
Mapolda Sumsel, Kamis (27/8/2026). Pembangunan monumen yang menjadi bagian dari
rangkaian Hari Juang Polri tersebut merupakan upaya merawat sejarah,
menghormati pengabdian para pendahulu, sekaligus mewariskan nilai-nilai
perjuangan kepada generasi penerus Polri.
Peletakan batu pertama dilaksanakan Kapolda Sumatera
Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Ketua
Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan Ny. Eka Sandi Nugroho, Wakapolda Sumsel,
serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel.
Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan dirancang
bukan sekadar sebagai bangunan monumental, tetapi sebagai ruang ingatan yang
menggambarkan perjalanan panjang kepolisian di Sumatera Selatan, mulai dari
masa perjuangan kemerdekaan hingga pengabdian Polri kepada masyarakat pada era
Presisi.
Relief monumen akan memuat lima tema besar
perjalanan kepolisian, yakni masa penjajahan Belanda dan Jepang, pengibaran
Merah Putih pada 1945, perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945–1949,
pembentukan dan perkembangan Polda Sumsel, serta pengabdian Polda Sumsel kepada
masyarakat pada masa kini.
Salah satu peristiwa yang diabadikan adalah
pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang pada akhir
Agustus 1945. Sekitar 100 anggota polisi ketika itu mengikuti upacara yang dilanjutkan
dengan sumpah kesetiaan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Peristiwa
tersebut menjadi salah satu penanda keberpihakan anggota kepolisian kepada
Republik pada masa awal kemerdekaan.
Jejak perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan
rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan juga menjadi bagian penting dari
relief. Termasuk perjuangan dalam Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang
pada 1–5 Januari 1947 serta kiprah sejumlah tokoh kepolisian dalam
mempertahankan kemerdekaan hingga 1949.
Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajat
Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Monumen
menegaskan komitmen untuk menggali dan mendokumentasikan sejarah perjuangan
polisi di Sumatera Selatan.
“Materi sejarah disusun dengan mengacu pada arsip
dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta
keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah. Salah satunya diperkuat
melalui keterangan keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri, yang telah
dikunjungi secara langsung oleh Bapak Kapolda dalam kegiatan anjangsana,” ujar
Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.
Terkait material relief, Karo SDM menjelaskan bahwa
pengerjaan akan dilakukan oleh pengrajin dari Boyolali menggunakan plat tembaga
premium dengan berat keseluruhan kurang lebih 360 kilogram. Material tersebut
dipilih untuk menghasilkan ukiran yang lebih timbul, detail relief yang
maksimal, sekaligus mendukung kekuatan dan daya tahan monumen dalam jangka
panjang.
Keseluruhan pembangunan Monumen Juang Polisi
Sumatera Selatan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Selain merekam sejarah masa lalu, bagian relief juga
akan menggambarkan wajah Polda Sumsel pada era Presisi melalui berbagai bentuk
pengabdian kepada masyarakat, antara lain pelayanan publik, ketahanan pangan,
tata kelola sumur minyak masyarakat, Command Center, bantuan sosial, penyediaan
air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga sinergi Forkopimda sebagai Super
Team.
Kehadiran berbagai tema tersebut menjadikan monumen
sebagai penghubung antara sejarah perjuangan dan wajah pengabdian kepolisian
pada masa kini. Nilai perjuangan para pendahulu diharapkan tidak berhenti
sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi inspirasi dalam menghadirkan pelayanan
kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat.
baca berita lainnya di google news
