MUARA ENIM MSM.COM — Jajaran Polres Muara Enim bersama tim gabungan
bergerak cepat melakukan ground check titik api (hotspot) dan pemadaman
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Lembak, Kecamatan Lembak,
Kabupaten Muara Enim, Jumat (28/8/2026). Penanganan diprioritaskan karena
lokasi kebakaran berada sekitar 250 meter dari sumur produksi LKT 01 PT
Pertamina Field Prabumulih.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K.,
M.H. memimpin langsung pengecekan dan pemadaman di lokasi. Ia didampingi Kabag
Ops Kompol Herry Widodo, SH, Kasat Reskrim AKP Andrian, S.Tr.K, M.Si, jajaran
pejabat utama Polres Muara Enim, serta kapolsek setempat.
Titik hotspot berada pada koordinat -3.316356,
104.330235. Hasil pengecekan menunjukkan kebakaran melanda kebun karet
produktif milik warga bernama Sdr. Romlan dengan luas lahan terdampak lebih
kurang 1,8 hektare.
Penanganan melibatkan personel Polres Muara Enim,
Polsek Lembak, Polsek Gelumbang, Satbrimobda Polda Sumsel yang dipimpin Dansat
Brimobda Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., M.H., serta Dit Samapta Polda
Sumsel yang dipimpin Dir Samapta Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K.
Tim gabungan juga mendapat dukungan personel BPBD
Kabupaten Muara Enim, Manggala Agni, Pemerintahan Desa Lembak, PT Seleraya
Belida, dan PT Pertamina Field Prabumulih.
Untuk pemadaman, petugas mengerahkan 4 unit mobil
damkar, 1 unit mobil Water Canon, 1 unit mobil SAR darat Brimob, 3 unit water
supply, 3 mesin portable, serta 12 buah jet shooter.
Petugas melakukan penyiraman, membuat sekat kanal di
sekeliling objek vital nasional, serta menyemprotkan cairan khusus pemadam.
Polisi juga mendatangi TKP, memasang police line, melakukan dokumentasi olah
TKP, memeriksa saksi, membagikan maklumat larangan karhutla, dan mengimbau
masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kapolres Muara Enim mengatakan tim gabungan langsung
melakukan ground check setelah mendeteksi hotspot. Penanganan dilakukan secara
maksimal karena lokasi kebakaran berdekatan dengan objek vital nasional.
"Kami
bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni,
pemerintah desa, hingga pihak korporasi (PT Pertamina Field Prabumulih dan PT
Seleraya Belida) langsung bergerak cepat melakukan ground check begitu
mendeteksi adanya titik hotspot. Mengingat lokasi kebakaran di Desa Lembak
berdekatan dengan objek vital nasional sumur produksi milik Pertamina, langkah
pemadaman dan pendinginan dilakukan secara maksimal menggunakan sarana
prasarana yang ada, termasuk menyiagakan personel di lapangan untuk
mengantisipasi potensi susulan."
Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja
Dewa, S.I.K., selaku Ka KA Opsada Aman Nusa II, mengatakan penanganan karhutla
terus dilakukan secara terukur di wilayah rawan Sumatera Selatan. Kecepatan
bertindak, menurutnya, menjadi bagian penting ketika titik api berada di
sekitar kawasan strategis atau objek vital.
"Operasi
penanganan karhutla melalui Satgas Aman Nusa II terus digencarkan secara
terukur di berbagai wilayah rawan di Sumatera Selatan. Sinergi dan kecepatan
bertindak di lapangan sangat krusial, terlebih ketika titik api berada di
sekitar kawasan strategis atau objek vital. Kami memastikan seluruh personel
gabungan terus siaga dan mengoptimalkan sarana prasarana guna mencegah
meluasnya area kebakaran serta melindungi keselamatan masyarakat."
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol.
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen kepolisian dalam
penanganan karhutla sekaligus perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Kami
memastikan seluruh rangkaian operasi penanganan karhutla berjalan maksimal demi
memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengamankan objek-objek vital di
sekitar lokasi," ujar Nandang.
baca berita lainnya di google news
