-->

IKLAN

IKLAN

Jelang Kunjungan Menko Polkam, Polda Sumsel Evaluasi dan Perkuat Penanganan Karhutla

mediasinarmuratara
18 September 2026, 08:52 WIB Last Updated 2026-09-18T01:53:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Polda Sumatera Selatan memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., bersama seluruh Kapolres dan Kapolrestabes jajaran

 


PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., bersama seluruh Kapolres dan Kapolrestabes jajaran, Kamis (17/9/2026) sore.

 

Rapat yang digelar secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting tersebut berlangsung pukul 17.00 hingga 18.30 WIB. Kegiatan diikuti Karoops Polda Sumsel, Dirreskrimsus Polda Sumsel, Dansatbrimob Polda Sumsel, Dirsamapta Polda Sumsel, serta seluruh Kapolres dan Kapolrestabes jajaran Polda Sumsel.

 

Rapat koordinasi digelar sebagai langkah evaluasi dan penguatan strategi menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan. Kondisi musim kemarau yang masih berlangsung mendorong jajaran Polda Sumsel untuk memastikan seluruh sumber daya dapat dikerahkan secara terarah, cepat dan berkelanjutan.

 

Penguatan penanganan dilakukan dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari pemetaan kerawanan, pencegahan, kesiapsiagaan personel dan sarana, respons cepat terhadap titik api, hingga penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran yang menyebabkan terjadinya karhutla.

 

Dalam rapat tersebut, Karoops Polda Sumsel memaparkan sejumlah langkah teknis yang perlu diperkuat jajaran, di antaranya penggunaan alat pengukur suhu atau thermogun untuk mendeteksi bara api pada lahan gambut, pelengkapan sarana pemadaman di setiap Polres, penetapan skala prioritas wilayah penanganan, pembentukan tim reaksi cepat, serta penegasan agar Kapolres turun langsung mengendalikan operasi pemadaman di lapangan.

 

Wakapolda Sumsel juga menginstruksikan penguatan koordinasi dan sinkronisasi data penanganan karhutla antara Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Personel penghubung perlu ditempatkan untuk memastikan kontribusi jajaran Polri dalam penanganan karhutla tercatat secara akurat dalam data resmi penanganan bencana.

 

Sejumlah Kapolres turut menyampaikan perkembangan penanganan di wilayah masing-masing. Langkah yang dilakukan antara lain optimalisasi patroli udara menggunakan drone, penyesuaian waktu patroli berdasarkan pola kerawanan wilayah, serta penguatan koordinasi lintas wilayah, khususnya pada daerah yang berbatasan dengan wilayah hukum Polres lainnya.

 

Polda Sumsel juga menekankan pentingnya sinergi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mampu mengantisipasi munculnya kembali titik api.

 

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mengapresiasi perjuangan seluruh jajaran yang terus bekerja di lapangan dalam menghadapi karhutla.

 

“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh jajaran dalam penanganan karhutla. Ke depan, strategi harus terus disempurnakan melalui pemetaan kerawanan hingga tingkat desa dan penguatan sinergi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” katanya.

 

Menurutnya, pemetaan yang lebih detail menjadi penting agar pengerahan personel dan sarana dapat dilakukan secara tepat sesuai karakteristik kerawanan masing-masing wilayah.

 

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan Polda Sumsel akan terus memperbarui informasi mengenai penanganan karhutla kepada masyarakat secara berkala.

 

“Kami berkomitmen mendukung penuh langkah pemerintah dalam menanggulangi karhutla, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang transparan mengenai perkembangan penanganan di lapangan,” ujar Nandang.

 

Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur karena dampaknya dapat dirasakan secara luas, mulai dari kualitas udara dan kesehatan masyarakat hingga aktivitas transportasi serta keamanan kawasan permukiman dan perkebunan.

 

baca berita lainnya di google news  



Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA