MURATARA MSM.COM — Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menyampaikan penjelasan resmi mengenai berbagai kendala teknis dan sosial yang menyebabkan keterlambatan pembangunan Gardu Induk serta keandalan listrik di wilayah Muratara.
Dalam sosialisasi tertulis yang dirilis kepada masyarakat, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi hambatan percepatan infrastruktur kelistrikan di daerah tersebut:
* Sengketa dan Pembebasan Lahan Tapak Tower: Sejumlah lahan yang sebelumnya telah dibebaskan untuk tapak tower justru ditanami kembali oleh warga dengan kelapa sawit. Selain itu, masih terdapat 4 titik tapak tower yang proses jual belinya belum selesai akibat berbagai klaim dari masyarakat.
Keterbatasan Anggaran Daerah: Ketersediaan tiang listrik di beberapa titik belum berada pada posisi ideal. Di samping itu, kapasitas trafo yang ada saat ini belum mencukupi untuk memenuhi beban listrik desa, sementara keterbatasan keuangan daerah belum memungkinkan pengadaan trafo baru dalam waktu dekat.
* Penyebab Listrik Sering Padam: Gangguan kelistrikan, seperti pemadaman menjelang waktu magrib maupun kualitas listrik yang redup, terjadi akibat sistem jaringan yang masih dalam tahap perbaikan serta menunggu pengoperasian penuh Gardu Induk.
Bupati Musi Rawas Utara, H. Devi Suhartoni, mengimbau di kutip melalui medsos jumat[11/9/2026] masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung proses pembangunan yang sedang berlangsung.
"Kita harus terus sabar dan jangan gaduh. Listrik kita akan lumayan bagus ketika gardu induk jadi, yaitu bulan 12 tahun 2026. Ini mundur karena banyak yang belum mau kuburannya terang, cucuk girek tanah," tegas Bupati Devi Suhartoni.
Pemerintah daerah berharap adanya kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam penyelesaian sengketa lahan, agar target pengoperasian Gardu Induk pada Desember 2026 dapat tercapai demi mewujudkan Muratara yang lebih terang dan sejahtera.
baca berita lainnya di google news
