Minggu, 28 Oktober 2018

Bupati Muratara Terima Penghargaan Opini WTP



MURATARA MSM.COM – Masyarakat Bumi Beselang Serundingan, kembali patut berbangga. Sebab diusia yang kelima, Kabupaten Musi Rawas Utara kembali meraih penghargaan membanggakan.

Kali ini Kabupaten termuda di Sumsel ini meraih Penghargaan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), yang diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lubuk Linggau Rosalina kepada Bupati Muratara HM Syarif Hidayat di ruang auditorium Setda Muratara, Rabu (24/10).

Piagam Penghargaan Opini WTP yang diraih oleh Kabupaten Muratara diperoleh berkat keberhasilan Pemkab Muratara dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun anggaran 2017 dengan capain tertinggi Standar Pelaporan Keuangan.

Dalam sambutannya, HM Syarif Hidayat menyambut gembira atas penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Muratara. Bupati menyebut, penghargaan yang didapatkan bukan hanya untuk Bupati, melainkan untuk para SKPD yang telah berusaha dan bekerja keras demi Muratara maju dan menjadi lebih baik lagi.

“Muratara lahir pada tahun 2014 yang merupakan pecahan dari Kabupaten Musi Rawas, dengan Undang – Undang Nomor 16 tahun 2013. Setelah resmi ditetapkan oleh Mendagri sebagai DOB, maka dilantiklah pejabat carateker” ungkap Bupati mengkilas balik sejarah berdirinya Kabupaten Muratara.

Kemudian, pada tahun 2016 dirinya bersama H. Devi Suhartoni dilantik menjadi Bupati – Wakil Bupati Muratara untuk memimpin Kabupaten Muratara dengan luas wilayah 6.800 km persegi dengan 7 kecamatan, 7 kelurahan, 83 desa serta jumlah penduduk yang mencapai hampir 200 ribu jiwa.

“Pada tahun 2017 kita mendapatkan penghargaan DOB terbaik se Indonesia Bagian Barat. Kita juga mendapat juara kedua sebagai DOB terbaik se Indonesia. Selama empat tahun pencapaian itu, kita lepas dari status DOB menjadi Kabupaten Baru definitif sama seperti kabupaten lainnya” papar Bupati.

Beragam pencapaian yang diraih Kabupaten Muratara, dirasa cukup untuk menepis isu bahwa jika tidak berhasil akan kembali ke Musi Rawas. “Itu semua tidak benar. Apapaun yang terjadi kami tetap membangun Muratara ini” tegas Bupati.

Terbukti, dengan APBD kurang dari Rp. 100 Milyar, pembangunan infrastruktur dasar, baik jalan, jembatan, puskesmas, listrik dan air bersih dapat dilaksanakan oleh Pemkab Muratara.

“Saat kami dilantik ada 13 desa tertinggal. Tahun 2016 sudah lepas sebagian, dan tahun 2017 dapat diselesaikan. Insya Allah pada tahun 2018 lepas dari status daerah tertinggal” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala KPPN Lubuk Linggau, Rosalina saat diwawancara mengungkapkan penghargaan Opini WTP yang diraih oleh Kabupaten Muratara merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. “Penghargaan Opini WTP itu opini tertinggi. Jadi ini luar biasa” tukasnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog