Rabu, 03 Oktober 2018

KONI Minta, Oknum Pencemaran Nama Baik Segera Meminta Maaf


Ketua KONI Muratara H. Devi Suhartoni
(Foto : Net)
-------------------------------------------------------------------



MURATARA MSM. COM - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Muratara, H Devi Suhartoni melalui sekretarisnya, Subandri, meminta kepada oknum yang diduga penipuan dan pencemaran nama baik KONI  Muratara agar sesegera mungki meminta maaf secara terbuka pada masyarakat.

Lontaran tersebut, setelah keluarnya surat keputusan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) nomor 409/PP/IX/2018 yang diterbitkan pada 14 September 2018. Tentang keberangkatan anak KU-16 Muratara untuk mengikuti seleksi Kejuaraan Nasional (Kajurnas) dengan rekomundasi Perbasi Pusat tidak Benar.

Berkaitan hal itu, adanya oknum yang mengatas namakan Perbasi mewakili Kabupaten Muratara untuk ikut seleksi di Kota Batam dan Jakarta itu penipuan dan pencemaran nama baik KONI Muratara.

"Jadi mereka ini mengatakan cabor Basket dari Karang Dapo untuk mengikuti seleksi KU16 di Datam dan di Jakarta. Dan mereka menggalang dana pada Bupati, OPD Pemerintahan Muratara, Kepala Sekolah bahkan pada KONI Muratara sendiri," Kata Subandri.

Sementara dari Perbasi Pusat sendiri belum mengadakan Kajurnas KU-16. Sedangkan agenda terdekat untuk Kajurnas dilaksanakan pada tahun 2019.

Selain itu, kata Subandri seleksi nasional KU 16 yang dikatakan di kota Batam dan Jakarta itu tidak benar. "Sebab Kejurnas belum dimulai, begitu pula seleksi nasional untuk tim nasional Indonesia. Sementara surat untuk mengikuti seleksi Kejuaraan Nasional (Kajurnas) dengan rekomendasi Perbasi Pusat bukan surat yang diterbitkan oleh KONI Pusat," Tegas Subandri.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta secara tegas agar oknum yang telah melakukan pencemaran nama baik dan penipuan meminta maaf. "Jika tidak hal ini akan kita peroses secara hukum," jelasnya.

Berkaitan hal itu, dirinya juga menceritakan, oknum yang sebelumnya telah menghadap bupati Muratara, agar memuluskan aksinya demi mendapatkan dukungan bantuan pemerintah daerah serta pihak perusahaan agar mendapatkan bantuan dana pihaknya panggil.

"Sesuai perintah kamipun membantu mereka sebesar Rp. 1,5 juta rupiah. Tapi hal ini kita ikuti kebenaranya ternyata penipuan dan berdampak mencemarkan nama baik KONI Muratara,"ungkapnya.

Diteruskan Subandri, dari hasil penelusuran mereka oknum yang mengatakan mengikuti seleksi nasional untuk tim Nasional Indonesia itu palsu dan tanpa prestasi.
"Jelas ini merugikan Pemerintah Daerah dan nama baik KONI Muratara. Maka dari itu kami meminta agar oknum tersebut meminta maaf. Jika tidak akan diperoses jalur Hukum. Agar hal ini tidak kembali lagi terulang yang mengatas namakan rekomundasi cabang olahraga dari pusat," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog