Selasa, 22 Januari 2019

Warga Muratara Kecewa GI Gagal Dibangun


Ilustrasi (Net)

MURATARA, MSM.COM- Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sangat kecewa, setelah gardu induk (GI) Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang direncanakan beroperasi di pertengahan tahun 2019 ini, belum juga dibangun alias gagal dibangun.

Didin (33) , salah satu warga Kabupaten Muratara mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara bersama dengan pihak PLN wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) telah melakukan titik nol untuk pembangunan GI di Kabupaten Muratara bertempat di Desa Lubuk Rumbai Baru dan Desa Karang Waru Kecamatan Rupit namun hingga saat ini belum ada aktivitas pembangunan sedikitpun.

“Kami sudah mengecek ke lapangan pada saat titik nol tahun lalu, disana tidak ada apa-apa kecuali tanah kosong yang sudah ditumbuhi kayu kayu kecil. Berarti pembangunan GI itu gagal total, saya masih ingat pada saat titik nol kemarin GI ditargetkan pertengahan 2019 ini sudah mulai beroperasi. Tapi kenyataannya, tiang listrik satupun tidak ada disana,” ungkap Didin, baru-baru ini.

Ia berharap, Pemkab Muratara dapat menelusuri penyebab gagalnya pembangunan GI tersebut.

“Saya rasa Pemkab sudah tahu masalah ini. Kami sebagai warga masyarakat yang tinggal di Kabupaten Muratara sangat berharap sekali dengan adanya GI tersebut, jika kita ada GI sendiri maka listrik di Muratara bisa normal,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Karang Waru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Arwan membenarkan jika pembangunan GI tidak sesuai dengan jadwal yang diharapkan masyarakat.

“Pada saat titik nol tahun lalu, di pertengahan tahun 2019 ini GI sudah beroperasi. Tapi pada kenyataannya nol persen,” kata Kades.

Kades menuturkan, setelah pembersihan lahan untuk pembangunan GI tersebut kontraktornya jarang sekali muncul.

“Kemarin itu ada informasinya mau dipasang travo dari pihak PLN oleh pak Rido, cuma saya tidak tahu menahu. Sebab kontraktornya tidak pernah ada komunikasi lagi dengan saya.

Jadi sekarang ini pembangunan GI tersebut beku alias gagal, mana mungkin mau beroperasi ditahun 2019 sedangkan bangunannya nol persen,” pungkasnya.(Hamkam)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog