Kamis, 07 Februari 2019

Baliho APK Dirusak, Rustam Sabari Lapor Ke Bawaslu





MURATARA MSM. COM-Rustam Sabari Calon Legislatif (Caleg) nomor urut 7 dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Rupit dan Karang Jaya melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas Utara terkait adanya dugaan perusakan baliho Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang di Desa Noman dan Rantau Kadam oleh orang tak dikenal, Kamis (7/2).

Usai melapor ke kantor Bawaslu, Rustam Sabari langsung menggelar jumpa pers. Dihadapan awak media ia menceritakan kronologis pengrusakan baliho.

Diungkapkannya, sekitar pukul 18.30 WIB dirinya mendapat laporan melalui selluler bahwa baliho yang ia pasang rusak. Perusakan itu duga dilakukan oleh orang tak dikenal.

"Motif perusakan itu kita belum tahu, apakah masalah pribadi atau dengan partai. Kita berharap Bawaslu bisa mengusut tuntas perusakan APK tersebut" harapnya.

Ditambahkannya, tujuan dirinya melapor kejadian ini ke Bawaslu agar kedepan kejadian serupa tidak terulang, baik bagi dirinya secara pribadi, partai maupun para caleg lainnya. Karena pesta demokrasi bebas untuk memasang baliho dimana saja sepanjang tidak mengganggu aturan yang ada.

"Apalagi kami memasang baliho ini "Assalammu alaikum" dan minta izin dulu dengan warga setempat. Saya rasa seluruh caleg juga meminta izim terlebih dahulu kepada yang punya tanah maupun rumah, barulah baliho dipasang" bebernya.

Untuk memperkuat laporan, kata Rustam Sabari, pihaknya membawa barang bukti berupa 4 buah baliho. Masing - masing 2 baliho dari desa Noman Baru dan 2 baliho dari Desa Rantau Kadam.

Sementara itu, Sekretaris Partai Gerindra Kabupaten Muratara Rahmatullah mengatakan kedatangan pihaknya ke Bawaslu untuk melaporkan peristiwa perusakan APK sekaligus berharap pihak pihak diluar Partai Gerindra untuk sama sama menjaga etika dalam berpolitik.

"Kita jaga kedamaian untuk Muratara yang lebih maju. Kita beri contoh yang baik tim pendukung kita. Pesta demokrasi adalah hati nurani pemilih kita. Kita menawarkan, siapa yang memilih, kita tidak tahu. Yang penting kita menawarkan" jelasnya.

Peristiwa ini, sambungnya, kedepan merupakan pelajaran berharga. Ia juga berharap kepada semua pihak untuk menjaga kedamaian berdemokrasi yang bersih dan santun. Insya Allah Muratara akan lebih baik jika mampu menjaga etika politik yang baik

Ditempat yang sama, ketua Bawaslu Muratara Munawir berjanji, akan memproses hal tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku dan konstitusi yang ada. "Jadi kami tidak mau ada yang ditutupi. Ketika kemudian ini memenuhi unsur, kita tindaklanjuti" jelasnya.

"Besok kita akan panggil saksi. Harapan kita saksi koperatif datang memberikan keterangan kepada kita. sehingga atas keterangan saksi kita bisa melihat ini diproses atau tidak kemudian memenuhi unsur apa tidak" sambungnya.

Dikatakannya lebih jauh, apabila saksi sudah memberikan keterangan. Kemudian ini diregistrasi, selanjutnya akan dibahas di Sentra Gakudu yang terdiri dari tiga lembaga, Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian dan juga melalui proses ini kajian awal tahap 1, tahap 2 dan tahap 3.

"Jadi kami minta insan pers di Muratara untuk sama sama mengikuti perkembangan ini dan bersama sama mengawal demokrasi agar pelaksanaan penerapan pelanggaran pemilu di kabupaten Muratara tegak sebagaimana yang kita harapkan bersama" harapnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog