Senin, 08 April 2019

Pemkab Muratara Gelar Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2020





MURATARA MSM.COM - Pemkab Muratara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat Kabupaten Muratara tahun anggaran 2020, Rabu (20/3).

Kegiatan berlangsung di halaman Pemkab Muratara dihadiri Bupati Kabupaten Muratara H M Syarif Hidayat, penjabat Sekda H Zainal Arifin Daud, Ketua DPRD Kabupaten Muratara Efriyansyah, S. Sos beserta anggota, para Kepala SKPD, Para Camat, Para Kepala Desa, OPD, Tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua CSR Kabupaten Muratara Solihin, serta ratusan peserta Musrenbang lainnya.



Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mengatakan, Musrenbang dengan tema "Pemerataan Pembangunan Untuk Peningkatan Ekonomi" mengandung makna, pembangunan yang dilaksanakan harus dirasakan oleh semua wilayah, terutama daerah terpencil atau pedalaman dengan tetap memperhatikan nilai dan budaya setempat untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Dikatakan Bupati, hal yang ingin dicapai dalam musrenbang adalah adanya akselerasi, adanya upaya - upaya percepatan dalam mencapai visi dan misi Pemkab Muratara periode 2016-2021 yaitu terwujudnya Kabupaten yang Makmur, Aman, Cerdas dan Bermartabat.



Oleh sebab itu, melalui Musrenbang ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan antara pelaku pembangunan tentang RKPD yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan satu tahunan, musrenbang merupakan proses kegiatan yang sangat strategis dan merupakan titik temu antara top planning process dan buttom up planning process.

"Perekonomian Kabupaten Muratara secara umum mengalami pertumbuhan sebesar 4,21 persen. Tantangan yang harus diatasi adalah mendorong pemerataan pembangunan dan pengembangan potensi lokal sehingga pertumbuhan pendapatan per kapita dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat di seluruh kecamatan dalam di Bumi Berselang Serundingan. Ketimpangan pendapatan penduduk Muratara sebesar 0,26 dan masuk dalam kategori rendah, artinya ketimpangan pendapatan antar penduduk tidak terlalu jauh" papar Bupati.



Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Musi Rawas Utara sebesar 4,22 Persen, tertinggi ke-6 dari 17 kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Musi Rawas Utara sebesar 63,18 meningkat 0,13 poin dari tahun 2017 sebesar 63,05. Peningkatan ini masih belum signifikan dan masih berada di peringkat 16 dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Adapun tingkat kemiskinan di Kabupaten Muratara sebesar 19,12 persen di tahun 2018 dan masih berada di urutan pertama tertinggi di atas provinsi dan nasional, kita terus bekerja keras dalam mengentaskan kemiskinan, hal ini di buktikan dengan laju penurunan angka kemiskinan dalam 2 tahun terakhir Muratara berada di urutan ke-5 dari 17 kabupaten kota di Sumsel sebesar 0,88 persen pada pertengahan tahun 2018. Tentunya perlu komitmen yang kuat dari semua stakeholder untuk menekan angka kemiskinan tersebut.



Pada tahun 2018 sudah di realisasikan pembangunan daerah, diantaranya : Di bidang Pendidikan telah dibangun 22 Ruang Kelas Baru dan Rehabilitasi 58 Ruang Kelas, termasuk alokasi anggaran Program Sekolah Gratis dan Pengiriman sebanyak 360 Santri Tahfidz Qur’an ke beberapa Pesantren di Pulau Jawa dan Sumatera. Di bidang kesehatan telah dibangun 6 gedung Puskesmas yang sesuai standar Kemenkes beserta peralatannya dan untuk menunjang pelayanan kesehatan Pemerintah Daerah telah melengkapi setiap Puskesmas dengan 12 mobil ambulance dan pusling serta 42 kendaraan roda dua untuk dipergunakan operasional pelayanan.

Pada tahun 2019 akan dibangun gedung baru Rumah Sakit Rupit dan 2 Puskesmas Rupit dan Karang Dapo. Di Bidang Infrastruktur jalan di tahun 2018 telah dibangun jalan poros (aspal / rigit) sepanjang 24,5 Km dan membangun 3 unit jembatan termasuk menyelesaikan jembatan di desa Biaro.



Di tahun 2019 ini dibangun 13 jembatan permanen di Kecamatan Rawas Ulu, Ulu Rawas dan Rawas Ilir. Untuk membantu masyarakat kurang mampu, di tahun 2018 telah telah direhabilitasi Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 116 unit dan penyediaan Anggaran untuk Integrasi Kartu Indonesia Sehat. Pada Tahun 2019 kita menyediakan anggaran untuk biaya rujukan pasien kurang mampu untuk membiayai ambulan dan petugasnya.

Penyediaan Sarana Air Bersih dan MCK sebanyak 39 unit, Drainase di 72 lokasi dan pembangunan jalan pemukiman di 64 lokasi yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara. Di bidang Sosial dan HAM, telah di bangun fasilitas gedung, pendidikan, asrama dan kebutuhan hidup untuk anak-anak Suku Anak Dalam (SAD). Saat ini Mess Suku Anak Dalam telah menampung 102 anak.

Pada tahun 2019 kita masih dihadapi dengan berbagai permasalahan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga perlu menetapkan isu strategis antara lain, Persentase angka kemiskinan yang masih tinggi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah, Infrastruktur Dasar, Konektivitas dan Pelayanan Dasar, Peningkatan Produktivitas, Nilai Tambah Ekonomi, Tata kelola pemerintahan dan Pelayanan Publik, Stabilitas sosial dan kamtibmas.

Dengan melihat permasalahan diatas, maka diperlukan kemampuan dan kewenangan untuk dapat menjawab hal tersebut. Mengingat kemampuan daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan masih terbatas, sehingga tidak semua program akan dapat didanai, maka haruslah disusun skala prioritas untuk itu pada Tahun Anggaran 2020 prioritas pembangunan daerah lebih difokuskan pada Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas dan Cakupan Pelayanan Dasar, Pengurangan Kemiskinan melalui Optimalisasi Potensi Lokal dan Peningkatan SDM, Stabilitas Keamanan dan Reformasi Birokrasi, prioritas pembangunan tersebut bertujuan untuk meminimalisir permasalahan baik di bidang ekonomi, sosial dan infrastruktur serta memperhatikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tetap memperhatikan nilai dan budaya masyarakat setempat.”jelas ia.


Masih dikatakan Bupati, Pembangunan di bidang infrastruktur khususnya jalan dan jembatan ke wilayah terpencil yakni untuk mewujudkan hal-hal tersebut diperlukan adanya sinergi antara kebijakan Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Nasional serta kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak swasta, pembangunan di bidang ekonomi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, pembangunan irigasi, pembangunan sarana prasarana ekonomi, serta peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dalam rangka rencana pengembangan Agro Industri khususnya perberasan. Di samping itu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga pembangunan di bidang sumberdaya mineral melalui kegiatan eksplorasi dan eksploitasi untuk tujuan ekonomi, harus tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan itu sendiri, perlu diingat bahwa masih ada generasi mendatang yang juga harus hidup dari kekayaan alam yang kita nikmati sekarang.

Pembangunan di bidang pelayanan dasar masih menjadi prioritas yaitu Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta peningkatan sumberdaya manusia aparatur. Selain itu dalam rangka mengantisipasi dinamika masyarakat yang cukup majemuk dari berbagai berbagai wilayah di Indonesia yang datang di Kabupaten Musi Rawas Utara, sehingga diperlukan perbaikan akhlak para generasi muda.

Selanjutnya, kepada seluruh Kepala OPD untuk lebih memprioritaskan program program yang pro-rakyat yang sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, guna mencapai masyarakat Musi Rawas Utara yang Makmur, Aman, Cerdas, dan Bermartabat. Program pembangunan yang dilaksanakan haruslah bersifat terpadu (integrated program) dari semua sektor pembangunan dalam mendukung program Inovasi sebagaimana prioritas pembangunan daerah yang saya kemukakan di atas, sangat dibutuhkan birokrasi yang profesional, yang sudah tentu harus didukung oleh aparat yang berkualitas, berdisiplin, memiliki etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Olehnya itu saya mintakan pada setiap OPD untuk lebih fokus dan serius dalam mengikuti forum ini, dan selanjutnya agar sinkronisasi terhadap program-program pembangunan dapat tercapai.

“Saya berharap agar kita tetap bekerja secara maksimal untuk mendukung prioritas Nasional dan Prioritas daerah,” harapnya.

Musrenbang ini, dia menegaskan kembali, selain penajaman program prioritas pembangunan yang merupakan penjabaran dari dokumen RPJMD Kabupaten Musi Rawas Utara 2016-2021. Maka forum ini juga merupakan forum silaturrahmi antar pemangku kepentingan baik dari Desa, Kecamatan dan Kabupaten.

“Dalam kesempatan ini, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan /investor yang telah berkontribusi dalam membangun kabupaten Musi Rawas Utara melalui CSR, kepada, Bank Negara Indonesia (BNI) atas pembangunan fasilitas umum berupa jembatan gantung, mck, jalan setapak, lapangan olahraga serta gedung pertemuan MTS, Bank Sumsel Babel atas bantuan perangkat komputer di SMA Negeri Rawas Ilir, PT. Bumi Mekar Tani atas bantuan 1 Unit Mobil Bus Guru dan Pelajar. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam pembangunan daerah, Kami berharap Perusahaan dan Investor yang ada di Kabupaten Musi Rawas Utara dapat memenuhi Kewajiban membantu membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program CSR ini.

“Saya harapkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan ini dapat dilaksanakan dan diikuti dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggungjawab sehingga apa yang akan dimusyawarahkan dan disepakati nantinya akan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan, pelaksanaan dan evaluasi capaian kinerja pembangunan yang akan datang,” terangnya.

Dia kembali mengingatkan kita semua bahwa pembangunan yang kita laksanakan ini merupakan kepercayaan dan amanah masyarakat kepada kita sebagai fasilitator pembangunan, oleh karena itu diperlukan komitmen kita bersama bahwa keberhasilan penyelenggaraan pembangunan tidak lain adalah bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, aman, cerdas dan bermartabat menuju muratara bangkit 2021. Kepada para Narasumber yang telah bersedia datang dan berbagi ilmu pengetahuan dengan kami, masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.”beber ia.

Kepala Bappeda Erwin Syarif mengatakan, mengawali pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Muratara dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2020. Maksud dilaksanakannya Musrenbang Kabupaten Muratara Tahun 2017 adalah Sebagai forum koordinasi dengan tujuan integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan pembangunan yang merupakan kelanjutan dari hasil Musrenbang Desa/ Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, Forum OPD dan Pra Musrenbang yang merupakan forum sinkronisasi antar usulan prioritas Kecamatan dengan Renja OPD, Tersusunnya program dan kegiatan yang benar-benar prioritas, terpadu dan terarah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan OPD, Meningkatkan keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan antara Kabupaten/ Kota, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Sedangkan tujuannya, menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan daerah provinsi, mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah pada Musrenbang Kecamatan dan/atau sebelum Musrenbang RKPD Kabupaten dilaksanakan, mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan priotas daerah sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD, menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan daerah, mendapatkan masukan untuk kesempurnaan rancangan awal RKPD yang memuat prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi OPD dan informasi mengenai kegiatan yang pendanaanya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan Sumber pendanaan lainnya.

Dijelaskan Kepala Bappeda, hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan Musrenbang Kabupaten adalah, Penetapan arah kebijakan, prioritas pembangunan, dan plafon/ pagu anggaran berdasarkan Fungsi OPD, Daftar kegiatan prioritas yang sudah dipilih berdasarkan sumber pembiayaan dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan Sumber pendanaan lainnya, Rancangan awal pendanaan berupa pagu indikatif untuk kegiatan pembangunan Tahun 2020.

“Penyaji dan Materi yang akan dipaparkan kepada peserta, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Republik Indonesia, Bappeda Provinsi Sumatera Selatan tentang Arah Kebijakan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020, Bappeda Kabupaten Musi Rawas Utara,” paparnya.

Lanjut Erwin Syarif, Tahapan-Tahapan yang telah dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rancangan RKPD Tahun 2020 adalah, Musrenbang Kecamatan yang telah dilaksanakan dari tanggal 11 – 20 Februari 2019, Forum Organisasi Perangkat Daerah, tanggal 6 Maret 2019, Forum Trilateral (TAPD), tanggal 11 Maret 2019, Forum Desk OPD, tanggal 12 – 14 Maret 2019.
“Adapun Kompilasi Usulan Kegiatan dari Musrenbang Kecamatan adalah sebagai berikut, Usulan Infrastruktur berjumlah 1182 Usulan, Usulan Sosial Budaya berjumlah 246 Usulan, Usulan Ekonomi berjumlah 72 Usulan Jumlah keseluruhannya adalah 1500 Usulan,” tutup Erwin. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog