30 Maret 2021

H Devi Suhartoni : Pembangunan Muratara 2021 - 2022 Masih Pembangunan Dasar



MURATARA MSM. COM-Fokus Kabupaten Muratara untuk 2021 - 2022, dibawah kepemimpinan Bupati - Wakil Bupati H Devi Suhartoni - H Innayatulah, masih tetap fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Seperti jalan, jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat. 


" Tahun 2021 hingga 2022 mendatang . Kita tetap fokus pada pembangunan jalan, jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat, itu saja dulu," kata Bupati kepada wartawan, Senin (29/3/2021)  usai acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Muratara tahun 2022.


Dijelaskannya walaupun  infrastruktur dasar masih tetap  menjadi prioritas utama bukan berarti pembangunan di daerah ini 'jalan di tempat'. 


Tetapi karena memang infrastruktur dasar yang sudah dibangun pada masa kepemimpinan sebelumnya kini sudah banyak yang rusak. 


"Kita jangan dulu bermimpi yang macam-macam. Sebab  Muratara ini jalan saja parah, masih banyak yang rusak, yang sudah dibangun sudah rusak lagi," jelasnya. 


Ditambahkannya sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Sumsel Herman Deru bahwa membangun daerah harus fokus pada skala prioritas.


Dicontohkannya sejumlah jalan utama penghubung ibukota kabupaten ke kecamatan maupun antar kecamatan masih rusak parah. Seperti misalnya, jalan poros Rawas Ulu - Ulu Rawas, Karang Dapo - Rawas Ilir, Karang Dapo - Lakitan, Nibung - Rawas Ilir, dan Nibung - Simpang Nibung. 


"Itu kan hancur semua, sulit lewat masyarakat, jadi mega proyek kita tahun 2022 adalah menyelesaikan infrastruktur utama, karena sekarang banyak yang rusak," katanya.


Sementara itu,Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muratara, Erwin Syarif menambahkan ada 1.289 usulan pembangunan pada tahun 2022.


"Sesuai dengan arahan Pak Bupati tadi kita masih fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan," katanya. 


Diakuinya  jalan yang sudah dibangun pada kepemimpinan sebelumnya kini sudah banyak yang mengalami kerusakan. 


"Ada yang namanya pemeliharaan, jadi skala prioritas tetap jalan, terutama jalan poros antar kecamatan," katanya. 


Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Muratara juga segera akan membangun pasar induk yang anggarannya bersumber dari bantuan gubernur (Bangub). 


"Pembangunan lain ada pasar induk dari Bangub, kemudian rest area di perbatasan Muratara dan Jambi, semoga ini berjalan dengan baik," pungkasnya. (MJ)

Share:

Diduga Digigit Ular Kobra Warga Lubuk Kemang Meninggal Dunia Saat Hendak Mendapatkan Pertolongan Medis

 



RAWAS ULU MSM.COM-Banjir yang terjadi, Senin (29/3) kemarin, menyisakan luka mendalam bagi keluarga Rusna almarhumah. Wanita berusia 56 tahun, warga Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, meninggal dunia usai membersihkan rumah bekas genangan banjir.


Rusna meninggal dunia, diduga usai digigit ular berbisa jenis Kobra. Kejadian itu berlangsung kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Saat korban sedang membersihkan rumah bekas banjir disertai sampah yang terbawa arus sungai Rawas.


Tiba - tiba korban merasa telah menginjak duri yang sangat tajam. Korban merasa sakit yang luar biasa pada kakinya, dan mengeluarkan darah. Dikaki korban terdapat dua buah lubang menganga bekas gigitan ular. 

 

Ramah (35), anak kandung korban menuturkan, setelah itu  tak lama berselang, tubuh ibunya menjadi lemas. Keluarga langsung meminta pertolongan perawat desa. Karena kondisi sang ibu semakin melemah, akhirnya dibawa ke Puskesmas Surulangun.


"Dikaki bekas gigitan ular banyak menguarkan darah. Kondisi tubuh ibu waktu itu pucat dan lemas, dan langsung dibawa ke Puskesmas Surulangun. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Ibu meninggal dunia saat hendak dilakukan pertolongan medis di Puskesmas Surulangun" tutur Ramah.


Ramah menambahkan, dugaan ibunya meninggal dunia akibat digigit ular berbisa semakin besar. Hal itu lantaran, tak jauh dari lokasi ditemukan ular berbisa yang sudah mati. (MJ)

Share:

29 Maret 2021

Tiga Hari Tunggu Dokter Spesialis Tak Kunjung Datang Pelayanan RSUD Rupit Kembali Dikeluhkan Pasien

 



MURATARA MSM.COM-Pelayanan kurang maksimal, kembali terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Muratara. Pelayanan yang tak mengenakan itu dirasakan Hj Nursati. 


Pasien yang ikut dalam kepesertaan BPJS Klas 1 itu, harus menelan pil pahit. Lantaran, sejak masuk ke RSUD pada Sabtu (27/3), hingga Senin (29/3). Dokter spesialis penyakit dalam yang akan menanganinya, tak kunjung datang.


Kepada awak media Hj Nursati menuturkan, pertama kali masuk ke RSUD Rupit pada Sabtu lalu. Dirinya sempat diperiksa oleh tenaga medis yang berjaga. Karena dokter spesialisnya tidak ada pada hari itu, Ia dan keluarga memutuskan untuk menginap diruang inap RSUD Rupit. Sembari menunggu dokter datang.


Namun, setelah ditunggu hingga beberapa hari hingga Senin ini (29/3). Dokter spesialis penyakit dalam yang ditunggu - tunggu tidak kunjung datang. 


"Sudah tiga hari kami di RSUD Rupit menunggu dokter spesialis, tapi tidak juga datang. Kami merasa sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Rupit. Selain itu, dengan pelayanan seperti ini. Apakah layak untuk peserta BPJS Klas 1" tuturnya kesal.


Menurutnya, yang membuat Ia semakin kecewa. Setiap ditanya kapan dokter spesialis datang, petugas menjawab dengan berbagai alasan. Puncaknya pada Senin, petugas mengatakan dokter akan datang.


"Saat ditanya, sebentar lagi dokter datang. Kemudian tunggu agak siang sebab dokter masih perjalanan dari kabupaten Empat Lawang. Nah, yang terakhir petugas bilang ada kecelakaan sehingga mobil dokter tidak bisa lewat" tutupnya. (MJ)

Share:

27 Maret 2021

Kunjungi Bumi Beselang Serundingan Syeikh Muhammad Jaber Jadi Tamu Istimewa Wabup Muratara

 


MURATARA MSM.COM-Wakil Bupati Musi Rawas Utara H Innayatullah, kedatangan tamu istimewa. Seorang tokoh ulama di Indonesia, yakni Syeihk Muhammad Jaber, Sabtu (27/03). Beliau merupakan kakak dari Syeihk Ali Jaber.


Tujuan dakwah dari pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Saleh Jaber adalah menyebar agama Islam dan kebaikan di daerah - daerah. Beliau sendiri sejak usia 15 tahun sudah menjadi imam di Masjid Madinah. Dan diusia 17 tahun sudah mulai berdakwah antar negara.


Kedatangan Beliau ke Muratara, dalam rangka silaturahmi dan Syeihk Muhammad Jaber Road show dakwah wilayah Sumatera Selatan serta memberikan sertifikat Mudd Uswati kepada Ustadz H.Inayatullah Bin Abdul Rasyid (Alm).


Ada pun yang di maksud sertifikat Mudd Nabawi Madani adalah, alat takar yang biasa digunakan oleh Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam dan juga biasa digunakan oleh penduduk kota Madinah turun temurun, yang kemudian dikenal oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. 


Kelebihan Mudd Uswati adalah kesesuaian ukurannya, kurang lebih dengan yang biasa digunakan oleh Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam dan penduduk Kota Madinah, dengan riwayah (memiliki ijazah sanad yang bersambung hingga para sahabat radhiyallah ‘anhum yang mengunakan Mudd tersebut ) dan dirayah (sudah disepakati oleh ulama dan dilakukan penelitian atas kesesuaiannya). 


Mudd Nabawi dapat digunakan untuk  berwudhu, mandi dan menakar zakat fItrah, menakar Kaffarah dan Fidhyah.


Dalam kesempatan yang penuh keakrapan itu, Syeihk mengharapkan  Pemerintah Kabupaten Muratara dapat mengusahakan untuk memiliki 1000 santri penghapal Al- Quran.


“Syeihk mendo’a supaya Bupati dan Wakil Bupati selalu diberikan kesehatan dan diberi kemudahan dalam memimpin kabupaten Muratara. Khusus untuk seluruh masyarakat Muratara agar diberikan kemudahan rezeki dan terus mendukung pemimpin Kabupaten Muratara menegakkan keadilan untuk masyarakat” katanya.


Beliau juga mendoakan, agar pemimpin Muratara terus melakukan kebaikan. Dan harus memikirkan akhirat tanpa terlena dengan aktivitas duniawi.


Sementara itu, wakil Bupati Muratara mengaku sangat bersyukur dikunjungi ulama besar. Kunjungan  syeihk Muhammad Jaber ini adalah suatu bentuk awal dukungan ulama ke kabupaten Muratara yang akan mengusung Muratara Berhidayah” Ungkapnya.


“Kami akan mendukung dan akan menjalankan program 1000 anak khatam Al-Qur’an yang juga keinginan Syeikh Muhammad Jaber untuk anak-anak Kabupaten Muratara. Sesuai dengan Visi-misi kami mendiri Rumah Tahfidz ,nah melalui rumah Tahfidz ini yang akan mencetak ahli-ahli Al-Qur’an untuk Kabupaten Muratara ini.” jelasnya. (MJ)

Share:

DPMD-P3A Targetkan Muratara KLA Madya

 




MURATARA MSM.COM – Tahun ini, Pemkab Muratara melalui DPMD-P3A menargetkan Muratara menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) Madya. Target ini dipatok, karena sebelumnya sudah mendapatkan predikat KLA Pratama.

 

Guna mewujudkan target itu, Jumat (26/3) dilakukan rapat koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (GT-KLA) tingkat Kabupaten Muratara tahun 2021. Rakor bertujuan untuk sinergisitas dalam mewujudkan KLA Madya.

 

Rakor dilaksanakan di off room Pemkab Muratara dan  dibuka oleh Sekda Alwi Roham. Dihadiri Ketua TP PKK Muratara sekaligus anggota Dewan Provinsi, Kadis DPMD-P3A, Kepala Dinas dan GT-KLA.

 

Ketua TP PKK, Hj Rita Suryani dalam kesempatan itu mendoakan terwujudnya Kabupaten Muratara menjadi KLA Madya. Dia meminta Dinas Kominfo untuk bekerja sama dalam memajukan KLA.

 

"Mengingat Dinas Kominfo itu adalah claster utama dalam proses sumber informasi yang di dapatkan oleh anak khususnya di bidang teknologi". tegasnya.

  


Menurut istri orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan, untuk menunjang kecerdasan pada anak. Para Camat dan Lurah, disarankan untuk membuat taman bermain khusus untuk anak – anak.

 

"Untuk menuju KLA Madya, kalau bisa seluruh instansi terkait di harapkan bisa proaktif . Kalau bisa juga disetiap rapat terkait masalah KLA dimohon untuk hadir,"harapnya.

 

Bupati Muratara H Devi Suhartoni melalui Sekda Alwi Roham mengatakan, kalau berbicara masalah hak anak. Tentu tak lepas dari pengawasan dari orang tua.

 

Sebab, kecerdasan anak tergangung dari Pendidikan yang diberikan oleh orang tua dan sejauh mana perhatian orang tua terhadap anak. Dia mengingatkan, anak adalah aset atau lumbung emas bagi keluarga dan negara.

 

"Maka dari itu kita perlu mempersiapkan segala keperluan untuk menyambut dan menumbuh kembangkan dari pada anak itu sendiri , mulai dari pendidikan moralnya sampai anak itu bisa lepas dari tanggung jawab kita sebagai orang tua,"jelasnya.

 

Sedangkan Sekretaris Kabupaten Layak Anak (KLA) kabupaten Muratara Hj Gusti Rohmani, mengatakan kabupaten layak anak inikan adalah program dari pemerintah pusat untuk bisa memberikan Hak pada anak.

 

Seluruh anak di Indonesia itu punya hak nya masing-masing, baik dari pendidikan, kebebasan, kesehatan maupun tumbuh kembang pada anak. Dengan adanya Program KLA ini seluruh kebutuhan hak pada anak itu sendiri bisa terpenuhi.

 

"Apa-apa saja hak pada anak sala satu nya tidak boleh lagi yang namanya kekerasan terhadap anak,"pungkasnya. (MJ)


Share:

25 Maret 2021

Polres Muratara Berhasil Bekuk Jaringan Narkoba Antar Provinsi

 



MURATARA MSM.COM-Satuan Reserse Narkoba Polres Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengamankan narkotika jenis sabu sabu seberat 1 kilogram dari seorang diduga sebagai bandar bernama Muhammad Nursyam alias Boy.


Pemuda berusia 28 tahun itu diketahui warga Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pelaku sendiri merupakan bandar besar dan peredaran narkobanya sudah antar lintas Provinsi.


Selain itu, Polisi juga menangkap warga Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara yang juga diduga sebagai bandar besar narkoba. Pelaku diketahui bernama Iwan Suryadu.


Dari tangan pria berusia 44 tahun bernama Iwan, polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis pil ektasi sebanyak lima butir warna kuning muda berlogo mahkota.


Kapolres Muratara AKBP Eko mengatakan, petugas Sat Narkoba berhasil menangkap dua pelaku yang diduga kuat sebagai bandar narkoba.


Pelaku Nursyam kata Kapolres, ditangkap pada Rabu (24/3/2021) sekira pukul 14.00 WIB, pelaku ditangkap di jalan Lintas Sumatera di depan Indomaret simpang KBM Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.


“Dari tangan pelaku Nursyam petugas mengamankan satu buah plastik besar merk Guanyyinwang warna hijau, yang berisikan sabu seberat kurang lebih satu kilogram,”kata Kapolres AKBP Eko saat pres rilies kepada awak media, Kamis (25/3/2021).


Selain itu, turut diamankan tas dukung tempat sabu itu diletakan, berserta HP android, HP nokia milik pelaku juga disita.


Pelaku Nursyam ini terang Kapolres, sepak terjangnya sudah antar lintas Provinsi, dan berdasarkan informasi masyarakat bahwa sering terjadi transaksi jual beli narkoba di Simpang KBM depan indomaret Kecamatan Rupit.


Sehingga petugas menyamar, dan menggunakan tehnik undercover buy dengan berpura-pura memesan narkoba dari pelaku. Lalu saat akan melakukan transaksi, pelaku berhasil diringkus.


“Kemudian dilakukan penggeledahan badan pelaku dan tas dukung yang dibawanya didapati barang bukti narkoba,”ujarnya.


Sementara Sambung Kapolres, pelaku Iwan Suryadi warga Desa karang Dapo, diringkus, pada Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku Iwan ditangkap saat dia sedang berada di Jalan Pabrik Bukit Hijau PT. Lonsum Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.


“Warga resah pelaku Iwan ini sering edarkan narkoba, sehingga warga memberikan informasi ke petugas kita,”terang Kapolres.


Berdasarkan informasi yang didapat terang Eko, bahwa pelaku sering bertransaksi narkoba di Desa Bumi makmur II, Kecamatan Rawas Ilir.


Lalu ungkap Eko, dilakukan penyelidikan dan setelah diketahui kebenarannya dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku yang sedang melintas di jalan pabrik bukit hijau PT Lonsum.


Kemudian dilakukan penggeledahan badan pelaku dan tas yang dibawanya, didapati barang bukti 5 butir pil ektasi.


Kini kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke Mako Polres Musi Rawas Utara untuk diperiksa lebih lanjut untuk proses penyidikan.


Akibat perbuatannya pelaku dapat dikenakan tindak pindana dalam pasal 112 dan 114 Undan-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


“Ancaman hukuman pidana penjaran paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun atau seumur hidup,”tutup Kapolres. (MJ)

Share:

Dispora Muratara Lakukan Seleksi-Penjaringan Paskibraka

 



MURATARA MSM.COM - Dinas Pemuda dan Olahhraga (Dispora), Kabupaten Musi Rawas Utara  melakukan penjaringan dan seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tahun 2021.


Penjaringan dan seleksi yang diselenggarakan selama dua hari, Kamis - Jumat 25 hingga 26 Maret 2021 yang dipusatkan di Kantor Dispora Muratara. Untuk Paskibraka Kabupaten dan provinsi.


Kepala Dispora Erdius Lantang mengatakan, seleksi dan penjaringan ini dilakukan terhadap pelajar tingkat SLTA dari tujuh kecamatan di Kabupaten Muratara. 




Dia mengungkapkan, dalam seleksi dan penjaringan Paskibraka. Baik untuk tingkat provinsi maupun nasional, para siswa dari perwakilan Kecamatan dan kota harus memiliki kriteria yang sudah ditentukan.


"Seperti tinggi badan minimal 170 cm untuk putra, dan 160 cm putri, surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta bebas Narkoba" kata Erdius Lantang.


Selain mengikuti tes baris berbaris juga mengikuti tes lari, push up, sit up, dan shuttle run. Termasuk tes wawancara pengetahuan umum, kepaskibrakaan dan wawasannya seputar Muratara.


"Dalam melakukan penjaringan dan seleksi anggota Paskibraka ini melibatkan Dispora Provinsi Sumsel dan anggota TNI," tegasnya.


Di sisi lain Kabid Pengembangan Pemuda Supriyanto Mpd, menambahkan terdapat 70 peserta yang terpilihi dari setiap kecamatan dalam wilayah Muratara.


"Dari 70 peserta tersebut, akan terpilih 6 orang terbagi 3 perempuan dan 3 laki-laki, sebagai perwakilan Kabupaten Muratara untuk menjadi anggota Paskibraka Provinsi Sumsel," jelas ia.


Dilanjutkanya, sementara 30 orang akan terpilih sebagai pasukan Paskibraka Kabupaten Muratara tahun 2021.yang nantinya akan dikarangtina untuk kembali mendapatkan pelatihan dan pembinaan mengenai Paskibraka.


Ditambahkanya, setelah dilakukan seleksi dan penjaringan Paskibraka, nantinya tidak ada yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. 


Karenanya, para anggota Paskibraka yang sudah terpilih harus memiliki komitmen mengikuti pelaksanaan Paskibrka sampai tuntas.


"Karena kalau ada anggota Paskibraka yang sudah terpilih, ditengah jalan mengundurkan diri. Tentu hal itu sangat mengganggu pelatihan karena harus mencari lagi penggantinya. Perwakilan setiap Kecamatan harus betul-betul memiliki komitmen mengikuti pelatihan Paskibraka sampai selesai," tutupnya. (MJ)


Share:

24 Maret 2021

Kepala BKKBN RI Kunjungi Muratara

 



MURATARA MSM.COM – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K). Melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muratara.


Kunjungan kerja Hasto ke Bumi Beselang Serundingan, Rabu (24/3) disambut wakil Bupati Muratara H Innayatulllah, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir kepala BKKBN Sumsel, anggota DPRD provinsi Sumsel Hj.Rita Suryani, Ketua DPRD Muratara Efriansyah, para Camat dan tamu undangan lainnya.


Kunker Hasto ke Muratara dalam rangka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Bangga Kencana dan Pendataan Keluarga Tahun 2021. Rakor sendiri dilaksanakan di ruang rapat gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).



Dalam sambutannya, Wabup mengucapkan selamat datang ke Kabupaten Muratara kepada Kepala BKKBN-RI. Wabup juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati H Devi Suhartoni yang tidak bisa hadir. 


Wabup memaparkan, digelarnya rakor penguatan Program Bangga Kencana dan Pendataan Penduduk oleh Pemkab Muratara, melalui DPPKB. Bertujuan untuk merumuskan, sekaligus evaluasi program yang telah dilakukan selama ini.


"Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Muratara. Serta menghasilkan program yang berkualitas, dalam mendukung program BKKBN-RI" kata Wabup.


Pemkab Muratara melalui DPPKB, sambung Wabup, dan seluruh OPD serta masyarakat. Telah bersama - sama melaksanakan Bangga Kencana, diantaranya melalui pelayanan alat kontrasepsi. 


"Alhamdulillah, telah dilaksanakan pemanpaatan  DAK pada tahun anggaran 2021. Selain itu juga dilakukan komunikasi dan informasi edukasi kepada masyarakat" jelas H Innayatullah.


Selain itu melaksanakan bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, serta pembinaan kepada remaja melalui program informasi remaja. Kemudian dilakukan pembinaan, termasuk pembinaan kampung KB yang ada di kabupaten Muratara.


"Seluruh kegiatan tersebut, bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, dan stunting.Yang  pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Muratara" jelas Wabup.


Sementara dalam kesempatan itu, Hasto Wardoyo menjelaskan tentang  program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Dirinya juga menjelaskan terkait stunting.


Mantan Bupati Kulonprogo  tersebut juga banyak memberikan masukan dan rekomendasi terkait program keluarga berencana.


"BKKBN-RI mempunyai dua misi, pertumbuhan penduduk seimbang dan keluarga berencana berkualitas. Melalui keluarga berkualitas, BKKBN RI ingin mendampingi keluarga seperti bidan, ibu PKK dan  para kader. Untuk bersama - sama mendampingi ibu - ibu hamil" kata Hasto.


Tujuan dari KB sekarang adalah untuk menjaga jarak kelahiran. WHO dan BKKBN-RI mengamanatkan 30 bulan.


“Jarak itu penting bagi kehamilan. Jangan terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki oleh bapak ibu. Itulah pentingnya kontrasepsi,” pesannya .


Dia juga menjelaskan, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018. Rata-rata gangguan mental emosional naik. Setiap 100 orang, ada 9,8 persen yang error.


“Untuk keluarga di Indonesia ingat selalu, jangan (hamil) terlalu muda dan terlalu tua. Kami selalu mengkampanyekan dua anak lebih sehat,” tandasnya. (MJ)

Share:

Jalan Penghubung Rawas Ilir – Nibung Rusak Warga Harapkan Ada Perbaikan






MURATARA MSM.COM – Akses jalan poros, yang menghubungkan antara Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara rusak parah.

 

Berdasarkan pantauan, jalan yang masih berupa tanah tersebut. Dibeberapa titik nyaris tak bisa dilalui pengendara.

 

Sebab, intensitas hujan yang masih tinggi. Menyebabkan jalan menjadi licin, air bercampur lumpur sangat membahayakan pengguna jalan.

 

Salah seorang warga Kecamatan Rawas Ilir, Imron menuturkan, dengan keadaan jalan yang rusak tersebut. Warga merasa sangat kesulitan untuk beraktivitas.

 

“Apalagi sekarang musim hujan. Jalan tersebut semakin sulit untuk dilalui. Kami sangat berharap ada perbaikan di jalan penghubung itu” tutur Imron, Senin (22/3).

 

“Terutama kepada anggota DPRD Muratara. Sebagai wakil kami, tolong perhatikan jalan ini. Kami warga sangat kesulitan” tutupnya. (BAM/ARP) 

Share:

Sering Kehilangan Mesin Pompa Air Warga Dusun 4 Lubuk Kemang Resah

 


Ilustrasi




MURATARA MSM.COM – Warga Dusun 4 Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, akhir – akhir ini kian resah.

 

Pasalnya, banyak mesin pompa air milik warga raib digondol maling. Seperti yang dialami Mutik, pada Senin malam lalu (22/).

 

Menurut pria berumur 50 tahun ini, Dia baru mengetahui mesin pompa air miliknya hilang. Saat hendak menyalakan pompa air.

 

“Saya heran kok mesin pompa air tidak menyala. Setelah saya cek barulah saya menyadari pompa air milik saya hilang digondol maling” tuturnya.

 

Ia memperkirakan, pencuri menggondol pompa air miliknya sekitar pukul 00.00 WIB. Pencuri, kata Mutik, masuk dengan cara merusak kunci gembok kamar mandi.

 

Karena, kamar mandi sendiri dalam keadaan rusak. Mutik mengatakan, dalam kurun waktu dua bulan ini saja, sudah 2 mesin milik warga yang digondol maling. (ZIL)


Share:

Rupit Gelar MTQ Tingkat Kecamatan Ke-7

 



 

MURATARA MSM.COM – Menyongsong Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Muratara tahun 2021. Pemerintah Kecamatan Rupit melalui LPTQ menggelar MTQ tingkat Kecamatan Rupit.

 

Pembukaan pada Selasa (23/3) berlangsung sukses. Dalam laporannya, Ketua pelaksana MTQ Kecamatan Rupit, Adi Manopo mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan MTQ ini.

 

Antusias itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang mendaftar untuk mengikuti lomba, dengan peserta anak – anak sebanyak 60 orang, remaja 35 orang dan peserta dewasa berjumlah 9 orang.

  

“Ada enam cabang yang dilombakan dalam MTQ tingkat Kecamatan Rupit. Terdiri dari Tilawah Al Quran desa putri. Tilawah AlQuran Dewasa Putra, Tilawah Al Qur’an Anak – anak putra dan putri, Tartil Quran anak – anak putra – dan putri” jelasnya.

 

Sementara itu, Camat Rupit Deni Andre menyampaikan bahwa tujuan digelarhnya MTQ adalah untuk menumbuh kembangkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan Al Quran.

 




Sehingga diharapkan nilai – nilai dan isi kandungan Qur’an bisa diamalkan. Dan dapat mendukung pemerintah guna mewujudkan Citra Muratara Berhidayah. Dirinya sangat mengapresiasi atas antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan lomba MTQ.

 

“Bagi yang mendapatkan juara pada MTQ ini, akan mewakili kecamatan Rupit untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Muratara, di Kecamatan Ulu Rawas yang akan diselenggarakan mulai 5 April mendatang” kata Camat. (MJ)

 

Share:

Wabup Muratara Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

 


 

 

MURATARA MSM.COM – Setelah 14 hari sebelumnya disuntik vaksin Covid-19. Sesuai jadwal, Selasa (23/3) wakil Bupati Muratara H Innayatullah divaksin Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Rupit.


Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin dosis kedua ini, H Innayatullah dilakukan pemeriksaan awal. Guna mencegah hal yang tidak dinginkan. Setelah dinyatakan normal dan tidak ada kendala, selanjutnya dilakukan penyuntikan vaksin kepada wakil Bupati Muratara.

Tiga puluh menit setelah disuntik vaksin. Wabup dan beberapa pejabat daerah lainnya yang jadwal vaksin Covid-19 berbarengan dan wakil Bupati. Petugas melakukan observasi untuk melihat efek dari penyuntikan vaksin Covid-19.

Usai proses vaksinasi selesai, Wabup mengatakan, setelah penyuntikan vaksin. Dia merasa kondisi tubuh semakin bertambah sehat.

 



“Alhamdulillah, setelah suntik vaksin yang kedua ini. Badan bertambah sehat dan bisa terlindungi dari virus Covid-19” kata Wabup.

Wabup mengungkapkan, tidak ada gejala apapun yang timbul dan dirasakan setelah vaksin. Baik pada vaksin pertama maupun untuk vaksin dosis kedua ini.

 

Berdasarkan apa yang dirasakan, Dirinya menghimbau kepada OPD, pejabat pemerintah ataupun masyarakat yang belum divaksinasi. Tidak termakan isu hoax terkait vaksinasi Covid-19.

 

Sebab, sambung Wabup, sebelumnya vaksin tersebut telah diuji secara klinis oleh pemerintah, dan telah dinyatakan halal. Selain itu, vaksin tersebut juga amanm sehingga tidak alasan untuk takut divaksin.

 

“Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak dilakukan vaksin. Proses vaksin juga dilakukan pemerintah sebagai salah satu Langkah untuk pencegahan Covid-19” tukas Wabup. (MJ)


Share:

22 Maret 2021

Rawas Ulu Gelar MTQ Tingkat Kecamatan

 



RAWAS ULU MSM.COM-Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2021 resmi dibuka oleh Camat Rawas Ulu Abdul Kadir, Senin (22/3).


MTQ yang akan berlangsung selama tiga hari diselenggarakan melalui LPTQ Kecamatan Rawas Ulu. Dan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Pembukaan MTQ sendiri berjalan dengan sukses.


Penyelenggaraan MTQ tahun ini mengangkat tema "Mari Kita Menciptakan Generasi Muda Kecamatan Rawas Ulu yang Cerdas, Bermoral, Bertaqwa serta Berahlakulkarimah". 



Pembukaan yang berlangsung di kantor Kecamatan, dihadiri jajaran pemerintah kecamatan Rawas Ulu dan Ketua LPTQ Teguh Sukron.


Usai membuka secara resmi,  Abdul Kadir menjelaskan bahwa MTQ tingkat kecamatan ini diikuti peserta perwakilan dari 16 desa ditambah satu kelurahan. Peserta merupakan utusan terbaik dari setiap desa dan kelurahan.


"Ini merupakan ajang seleksi untuk mencari yang terbaik. Dan akan kita kirim ke MTQ tingkat kabupaten Muratara yang akan dilaksanakan di Kecamatan Ulu Rawas sebagai tuan rumah penyelenggara pada 5 April mendatang" jelasnya.


Untuk itu, dirinya berharap peserta yang terpilih dalam MTQ tingkat kecamatan ini untuk mewakili kecamatan Rawas Ulu. Nantinya dapat meraih prestasi terbaik, sehingga mengharumkan nama kecamatan di tingkat kabupaten.


"Penyelanggaraan MTQ ditengah Covid-19. Kami lakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti cuci tangan, memakai masker serta jaga jarak. MTQ ini digelar tidak secara besar besaran. Karena untuk menghindari keramaian dan kerumunan" papar Camat.


Saat ditanya target, Dia mengatakan jika tahun lalu Rawas Ulu meraih peringkat ketiga. Maka tahun ini target yang dipatok, Kecamatan Rawas Ulu diharapkan mampu meraih peringkat pertama.


Sementara itu, ditempat yang sama. Ketua penyelenggara Indra memaparkan, ada enam cabang yang dilombakan dalam penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan Rawas Ulu tahun ini. Masing - masing Tartil Quran, Tilawah anak - anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, tilawah 2 juz, dan syarhil Quran.


"Ketentuannya satu desa maupun kelurahan hanya diperbolehkan mengirim satu peserta putra dan putri untuk setiap cabang yang dilombakan" jelasnya. (MJ)

Share:

21 Maret 2021

Jalinsum Kembali Digenangi Air Pengendara Lewat Bergantian

 



MURATARA MSM.COM-Lagi - lagi jalan lintas Sumatera di Kelurahan Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara digenangi air. 


Air yang menggenangi nyaris seluruh badan jalan lintas sumatera, Sabtu (20/3) kemarin terjadi. Setelah diguyur hujan yang cukup lebat.


Pengendara, baik roda dua maupun roda empat terpaksa harus bergantian ketika melewati jalinsum yang digenangi air tersebut. Kendaraan dari dua arah hanya melewati satu sisi badan jalan.


Karena dilokasi, genangan air yang menutupi jalinsum cukup tinggi. Pengendara tak mau ambil resiko, jika harus menerobos genangan air.


Salah seorang pengendara, Rusdi mengeluhkan air yang kerap menggenangi jalinsum tersebut. Dia mengatakan, terpaksa harus antri menunggu giliran saat melintas di akses jalan yang digenangi air.


"Ya,,terpaksa antri saat melewati jalur yang sedang digenangi air. Sebab, kalau dipaksakan takutnya membahayakan, air menggenangi hampir seluruh badan jalan" tuturnya.


Menurut Dia, air yang menggenangi jalinsum ini akan lebih berbahaya jika malam hari. Apalagi jika pengendara yang belum paham dengan daerah tersebut. 


"Jalur ini kan satu - satunya akses. Mohon ditangani secepatnya, kasihan pengendara yang melintas" tutupnya. (ZIL)

Share:

19 Maret 2021

Tiga Penambang Emas Tradisional Asal Muratara Tewas

 



MURATARA MSM.COM-Tiga warga Kabupaten Muratara yang bekerja sebagai penambang emas tradisional di Jambi tewas.


Ketiganya tewas saat sedang mencari emas di tambang tradisional di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Kamis (18/3) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.


Tiga warga yang tewas itu yakni Rapi, Odong, dan Sadam. Masing - masing merupakan dua orang warga Desa Karang Anyar, dan satu orang warga Desa Karang Waru, Kecamatan Rupit.


Mereka dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di desa masing-masing, Jumat (19/3).


"Warga kami satu, namanya Sadam, kalau duanya lagi warga Karang Anyar," kata Kepala Desa Karang Waru, Arwan.


Arwan menyebutkan warganya yang tewas tersebut tiba di desanya dari Jambi tadi malam.


Arwan mengaku belum mengetahui secara pasti penyabab dari kematian tiga warga tersebut.


Namun informasi yang beredar di kalangan masyarakat, para korban tewas diduga karena kesetrum di dalam lobang.


"(Penyebabnya) masih simpang siur juga, kalau cerita orang-orang karena kesetrum, memang ada kabel listrik di dalam lubang itu, untuk lampu, kan gelap," ujar Arwan.


Kepala Desa Karang Anyar, Amir membenarkan dua warganya tewas di dalam lubang tambang emas tradisional di Jambi.


"Iya, dua orang warga kami, Rapi dan Odong namanya, kalau Sadam warga Karang Waru, sudah dimakamkan semua tadi," katanya.


Berdasarkan berita yang dihimpun, kejadian tewasnya pencari emas asal Kabupaten Muratara di Provinsi Jambi ini bukan kali pertama.


Pada 27 Januari 2021, dua warga Desa Karang Anyar tewas terjebak dalam lubang tambang emas tradisional di wilayah Jambi.


Sebulan kemudian, pada 12 Februari 2021, tujuh warga Desa Sosokan Muratara tertimbun longsor saat mencari emas di wilayah Jambi.


Beruntung dari tujuh warga tersebut tidak ada korban jiwa, namun tiga di antara mengalami cedera yang cukup serius. (MJ)

Share:

Jalan Hancur Warga Desa Kasiro Kesulitan Beraktivitas

 



SAROLANGUN MSM.COM - Buruknya akses jalan di Desa Kasiro, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Sangat dikeluhkan oleh masyarakat setempat dan pengguna jalan.


Salah satu warga Desa Kasiro, Yanto menuturkan keresahannya dengan kondisi akses jalan di desanya yang sudah hancur dan belum diaspal. Dengan jalan seperti itu, otomatis akses Ia dan masyarakat lainnya sangat kesulitan.


"Kami sangat butuh perhatian. Karena memang akses jalannya benar benar sudah hancur. Kami sangat kesulitan melalui akses itu" ujar Yanto, Selasa (16/3).


Dia mengatakan, akibat akses jalan yang hancur. Pengendara yang melintas sering mengalami kecelakaan. Apalagi saat hujan, jalan yang hancur menjadi licin. Saat seperti itulah kendaraan roda empat banyak yang terjebak.


"Kalau hujan, karena jalannya licin. Banyak mobil yang hilang kendali, ditambah dengan jalan yang banyak lubang dan tanjakan. Sangat membahayakan pengguna jalan bahkan tak jarang mobil yang membawa penumpang terbalik" tuturnya.


Yang lebih membuat miris, saat hujan turun tak ada warga yang berani memakai celana panjang apalagi menggunakan sepatu. Karena lumpur yang ada cukup membuat pakaian menjadi kotor.


Sebagai satu  satunya akses jalan, Ia dan masyarakat lainnya sangat mengharapkan adanya perbaikan. Dengan kondisi jalan seperti saat ini, Ia dan warga lainnya merasa terisolir. Warga tak  memiliki akses lain selain jalur tersebut.


"Seingat saya, jalan tersebut belum pernah diaspal sama sekali seperti daerah lainnya. Padahal jalan ini urat nadi perekonomian masyarakat Desa Kasiro. Kami sangat mengharapkan jalan ini segera diperbaiki dan diaspal" tutupnya. (ARFANDI/BAMBANG)

Share:

Akses Jalan Nyaris Putus Warga Mengeluh

 



SAROLANGUN MSM.COM-Salah satu titik di akses jalan Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun provinsi Jambi yang nyaris putus, dikeluhkan masyarakat setempat. Terutama pengguna jalan.


Sopian, warga setempat menuturkan, akibat badan jalan yang semuanya nyaris tergerus longsor. Menyebabkan pengguna jalan merasa khawatir saat melintas titik yang mengalami longsor tersebut.


Menurut Dia, longsornya akses jalan tersebut, salah satunya disebabkan tidak adanya drainase disisi jalan.Dampaknya, saat hujan turun air hanya bisa mengalir dibadan jalan dan menggenangi sisi jalan.


Selain tidak didukung dengan drainase. Jalur tersebut berada dipinggir jurang dan bukit. Ya itu penyebab salah satunya tuturnya belum lama ini.


Ia berharap, pemerintah provinsi dapat secepatnya memperbaiki jalan yang mengalami longsor. Sebab, dengan kondisi jalan seperti itu mengancam keselamatan pengendara. Dirinya khawatir, jika sewaktu  waktu jalan itu ambruk terbawa longsor.


"Kalau malam itu yang sangat dikhawatirkan.Takutnya pengemudi tidak paham dengan jalur tersebut. Jadi, kami sangat mengharapkan jalur ini segera diperbaiki, demi keselamatan pengendara yang melintas" tutupnya. (ARFANDI/BAMBANG)


Share:

Kades Sumber Makmur Raih Penghargaan Tertinggi SOTK Dari Kemendagri

 



MURATARA MSM.COM – Kabar gembira dating dari Desa Sumber Makmur, Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara. Sang kepala desa, M. Suluri menerima piagam penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 


M Suluri meraih nilai tertinggi dalam kegiatan pelatihan kepemimpinan dan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) pemerintah Desa bagi kepala Desa terpilih diawal masa jabatan angkatan IV tahun 2021 di Lampung.


Kegiatan pelatihan kepemimpinan SOTK pemerintah Desa yang dilaksanakan dari tanggal 09 Maret - 11 Maret 2021 yang di selenggarakan oleh balai pemerintah Desa selama tiga hari itu dengan peserta 60 kepala Desa dari empat provinsi yang ada di pulau Sumatera yaitu provinsi Aceh, Sumatra barat, Sumatra Selatan dan Lampung.




M. Saluri kepala Desa sumber makmur Sp 7 kecamatan Nibung kabupaten Muratara yang mendapat piagam penghargaan yang meraih prestasi membanggakan pemerintah Muratara itu, saat di sambangi oleh awak media di kediamannya, Minggu 14/3/2021,


Ia mengucapkan syukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh kementerian dalam negeri dan ini menjadi suatu kebanggaan bagi dirinya dan juga pemerintah Muratara.

 

 Pencapaian ini tidak lepas dari tangan dingin teman-teman perangkat desa, kepala desa, dari pemerintahan kecamatan dan pemerintah kabupaten" ungkap nya.

 

M. Suluri menambahkan, dalam kegiatan tersebut, kami para Kepala Desa diberikan materi materi terkait kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, peraturan perundang-undangan tentang Desa, pengembangan potensi Desa, pengelolaan keuangan Desa dan upaya penanggulangan kemiskinan, pencegahan tindak pidana korupsi, hubungan kerja Kepala Desa dengan BPD serta materi terkait pembinaan dan pengawasan Desa oleh Camat.


Kepala dinas PMD Kabupaten Muratara Gusti Rohmani saat di minta tanggapannya tentang penghargaan dari kementerian yang diraih oleh M. Suluri kepala desa sumber makmur dikegiatan itu. Dia sangat bangga dengan prestasi itu dan berharap, melalui pelatihan tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi para Kepala Desa dalam upaya meningkatkan kapasitas keilmuan dan wawasan tentang pemerintahan desa.


Bahkan menurutnya kadis PMD Gusti Rohmani, tugas Kepala Desa saat ini cukup kompleks karena begitu banyaknya permasalahan yang dihadapi, baik itu masalah sosial kemasyarakatan maupun ekonomi dengan ilmu yang didapatkan oleh kepala desa sumber makmur selama di pelatihan tersebut, dapat mengatasi persoalan-persoalan yang ada di desa 


Maka, melalui kegiatan pelatihan diharapkan para Kepala Desa memiliki kemampuan keilmuan dan wawasan tentang kebijakan pemerintah desa, manajemen penyelenggaraan pemerintah desa, perencanaan pembangunan desa, kepemimpinan, pemecahan permasalahan desa, hingga bagaimana upaya mengoptimalkan potensi desa. Sehingga kedepan Kabupaten Muratara menjadi kabupaten unggulan yang berdaya saing, ujar kadis PMD Muratara.


Ia juga berharap kepada seluruh kepala desa di kabupaten Muratara, Agar dapat menyelenggarakan tugas-tugas tersebut, tentunya diperlukan seorang Kepala Desa yang memiliki integritas tinggi serta komitmen untuk selalu melakukan hal-hal yang sifatnya mendorong atau membangun desanya untuk lebih maju dan penduduknya juga sejahtera.


Melalui momentum pelatihan itu, saya minta kepada seluruh Kepala Desa khususnya yang ada di Muratara, agar pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan melalui pelatihan itu akan menjadi modal dasar dalam menghadapi tantangan masa depan, harapnya.


 Dengan adanya kepala desa dari Muratara di pelatihan kepemimpinan SOTK pemerintah desa yang diselenggarakan oleh balai pemerintah desa di Lampung, semoga proses pembelajaran itu dapat membentuk seorang Kepala Desa menjadi sosok aparatur desa yang berdisiplin, berkompetensi, profesional dan bermoral baik.


“Dengan adanya penghargaan yang di raih M. Suluri ini menjadi motivasi membangun desa lebih mandiri lagi” tutupnya.(ZL)

Share:

Bantah Isu Haji Diberangkatkan Secara Normal. Kepala Kemenag Muratara Sampaikan Himbauan

 



MURATARA MSM.COM-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muratara, membantah adanya kabar yang menyatakan keberangkatan jemaah haji akan dilakukan secara normal di tahun 2021 ini. 

 

Bantahan itu disampaikan H Ikhsan Baijuri untuk meluruskan isu yang akhir - akhir ini beredar luas di Media Sosial (Medsos) yang menyatakan keberangkatan haji dilakukan secara normal pada tahun ini.


"Menyampaikan himbauan dan pernyataan kepada calon jamaah haji maupun masyarakat, bahwa isu atau berita yang beredar tersebut adalah tidak benar alias Hoax" kata Ikhsan Baijuri di ruang kerjanya, Kamis (18/3).


Dia mengungkapkan, kepastian berita itu tidak benar. Setelah pihaknya mendapatkan informasi langsung dari Kemenag Sumsel Bidang Haji. Pelaksana tugas Dirjen Haji, Khoirizi pun telah menguarkan pernyataan bantahan kabar tersebut.


Karena, sambungnya, sampai saat ini pemerintahan Arab Saudi belum memberikan  pernyataan secara resmi, mengenai kebarangkatan haji di tahun 2021. Berdasarkan hal itu, sekali lagi Dirinya menegaskan kabar itu hoax.


Untuk menghindari hal serupa. Dia mengingatkan calon jamaah haji dan masyarakat untuk menanyakan langsung kepada Kemenag melalui bagian Seksi Haji dan Umroh bila ingin bertanya seputar ibadah haji. Hal itu untuk menghindari kabar yang belum tentu kebenarannya.


Calon Jemaah Haji Usia 60 Tahun Divaksinasi


Sementara itu, setelah malalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Hari ini calon jemaah haji yang berusia diatas 60 tahun mendapatkan vaksin. Vaksinasi dilakukan melalui Seksi Haji dan Umroh di RSUD Rupit.


"Hari ini telah dilakukan vaksinasi massal. Untuk jamaah dibawah usia 60 tahun, pelaksanaan vaksinasinya akan dijadwal ulang. Nanti akan diberikan informasi lebih lanjut tentang waktu pelaksanaannya" kata Ikhsan Baijuri.


Terkait wabah Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia, Dirinya mengajak masyarakat untuk bermunajat kepada Allah SWT. Agar virus Covid-19 segera diangkat dari bumi Indonesia, khususnya dari Bumi Beselang Serundingan. (MJ)

Share:

18 Maret 2021

Karang Taruna Dukung Langkah Pemkab Muratara

 



MURATARA MSM.COM - Ketua Harian Umum Karang Taruna Kabupaten Muratara, Ichandra Tanjung, S.IP mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Muratara yang mewajibkan seluruh perusahaan berkantor di wilayah Bumi Beselang Serundingan.


Apalagi, sejalan dengan itu Pemkab Muratara dibawah kepemimpinan Bupati  Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni  H Innayatullah, mengambil langkah, bahwa perusahaan harus menyerap 60 persen tenaga kerja lokal.


"Langkah pemkab Muratara sudah tepat, dalam hal mengurangi angka pengangguran" ujarnya, Rabu (17/3).


Bahkan, menurut pria yang pernah menempuh Pendidikan S2 Hukum Tata Negara di UMP tersebut, langkah itu bukan hanya mengurangi pengangguran, tetapi juga bisa mengurangi angka kemiskinan.


Sebab, menurutnya dengan terserapnya 60 persen tenaga kerja lokal oleh perusahaan yang beraktivitas di Muratara. Maka berdampak signifikan bagi masyarakat.


"Kita berharap, perusahaan segera merealisasikan Instruksi Bupati Muratara. Jadi sekali dayung, dua tiga pulang terlampaui" sambungnya.


“Penganguran berkurang. Perputaran ekonomi meningkat. Pembangunan infrastruktur lewat CSR perusahaan pun jalan. Kalau perusahaan benar berkomitmen" tutupnya. (MJ)

Share:

17 Maret 2021

Resah Dengan Angkutan Batu Bara Sejumlah Warga "Ngadu" ke DPRD Hingga Kementerian

 



MURATARA MSM.COM-Sejumlah warga menghadap ke Ketua DPRD Kabupaten Muratara di kantornya, Rabu (17/3). 


Warga menyampaikan keresahan atas aktivitas kendaraan pengangkutan batubara dari beberapa perusahaan yang beroperasi di Muratara. 


Perwakilan warga, Ariono mengungkapkan aktivitas kendaraan pengangkutan batubara kini sudah meresahkan masyarakat. 


Terutama masyarakat yang memiliki rumah tak jauh dari lintasan kendaraan tersebut, tepatnya di wilayah Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. 


"Keresahan masyarakat misalnya banyak debu, kemudian suara kendaraan itu bising sekali, masyarakat terganggu tidur, apalagi malam hari." 


"Terus sudah ada rumah warga yang retak akibat getaran mobil besar yang tiap hari lewat itu," kata Ariono. 


Dia mengatakan, dahulu di awal beroperasi, hanya sedikit kendaraan pengangkutan batubara yang melintasi jalan hauling tersebut. 


Kini, kata Ariono, jalan hauling batubara itu sudah sangat padat, bahkan jumlah kendaraan pengangkutan batubara sudah melebihi kapasitas. 


"Hampir seribu kendaraan yang biasa lalu lalang, ramai sekali, masyarakat sudah tidak tahan lagi," ujarnya. 


Kendaraan-kendaraan besar itu, lanjutnya, mengangkut batubara dari tiga perusahaan tambang batubara di Muratara. 


Tiga perusahaan itu yakni PT Banyan Koalindo Lestari, PT Triaryani dan PT Bara Sentosa Lestari.


Selain mengadu kepada DPRD Kabupaten Muratara, masyarakat juga telah melapor keresahan mereka kepada kementerian terkait.


"Tanggal 4 Maret 2021 kami ke Inspektur Tambang di Palembang, kami mengantar surat laporan darurat yang kami tujukan ke Bapak Dirjen Minerba Kementerian ESDM di Jakarta," kata Ariono.


Masyarakat berharap DPRD Kabupaten Muratara dapat turun ke lapangan melihat langsung apa yang diresahkan masyarakat. 


"Kemudiaan harapannya ada solusi bagaimana baiknya untuk masyarakat, perusahaan harus bertanggung jawab terhadap semuanya," ujar Ariono. 


Ketua DPRD Kabupaten Muratara, Efriyansyah mengatakan akan segera menindaklanjuti apa yang dilaporkan masyarakat ke instansinya. 


Sebelum mengambil tindakan, DPRD terlebih dahulu akan mempelajari laporan masyarakat itu dengan memanggil pihak-pihak terkait.


"Pengaduannya sudah kami terima, akan segera kami tindaklanjuti, tapi harus kita teliti dulu, nanti pihak terkait kita panggil," katanya. 


Efriyansyah menegaskan setiap perusahaan/investor yang beraktivitas di Kabupaten Muratara tidak boleh merugikan masyarakat. 


"Perusahaan mau investasi boleh, pemerintah dan DPRD sangat mendukung, tapi jangan sampai masyarakat dirugikan," katanya.(MJ)

Share:

16 Maret 2021

Serap Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Muratara Gelar Reses

 




MURATARA MSM.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muratara, mulai memasuki masa reses tahap pertama di tahun 2021 ini.


Agenda reses diluar masa sidang ini, dimanfaatkan oleh para anggota dewan di Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Rawas Ulu dan Ulu Rawas untuk melakukan reses di Dapil tersebut.


Reses yang dilakukan di ruang serbaguna kantor Kecamatan Rawas Ulu, Jumat (12/3) dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.


Banyak usulan dan keluhan yang disampaikan dalam reses tersebut. Diantaranya dibidang Pendidikan, khususnya kendala internet (daring). Usulan pembuatan drainase dan pembangunan jalan, dan usulan lainnya.


Anggota DPRD Muratara Ali mengatakan, reses yang dilakukan memang untuk menyerap aspirasi masyarakat di Dapil III yang meliputi dua kecamatan.


Dia mengatakan, reses yang dilakukan empat anggota dewan yakni Suyadi, Aguscik, Ridwan dan dirinya, masing – masing dibidang Pendidikan, pertanian dan pembangunan serta bidang Kesehatan masyarakat memang untuk menyerap aspirasi.



 “Ada beberapa usulan dari masyarakat, salah satunya sekolah. Masyarakat sangat mengharapkan sekolah tatap muka seperti semula. Karena kalau dilakukan secara daring banyak terkendala jaringan internet yang tidak optimal” jelasnya.

 

Menurutnya, Hal itu sudah disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Muratara dan Pemerintah provinsi Sumatera Selatan. Untuk selanjutnya disampaikan ke Kementerian Pendidikan, agar sekolah bisa dilakukan tatap muka seperti sebelum masa pandemi.

 

 Intinya, sambung Ali, pihaknya akan menyerap semua keluhan dan usulan dari masyarakat. Dan akan disesuaikan dengan dalam Musrenbang serta kemampuan anggaran daerah Kabupaten Muratara.

 

 “Semua aspirasi pada reses ini akan kami tamping. Selanjutnya dimasukkan dalam pokir yang akan dikaji sesuai kemampuan daerah. Mana yang paling prioritas dan mendesak. Tentu itu yang akan dianggarkan pada APBD 2022” ujarnya.

 

Ditempatnya yang sama, Lurah Pasar Surulangun Abdullah menyampaikan ucapan terima kasih, atas reses yang dilakukan anggota DPRD Dapil III di Kecamatan Rawas Ulu.

 

 "Tentu harapan besar kami usulan-usulan dari masyarakat bisa terealisasi," kata  Abdullah.(MJ)


Share: