![]() |
| Bupati Muratara H Devi Suhartoni memberi ultimatum tegas kepada pangkalan gas elpiji yang curang dan akan mencabut izin usahanya bagi pangkalan yang curang |
MURATARA MSM.COM – Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni memberi
ultimatum tegas kepada pangkalan gas elpiji yang curang.
Apa itu? Bupati Musi Rawas Utara akan mencabut izin
usahanya bagi pangkalan gas yang curang.
Sikap tegas ini disampaikannya menyusul laporan
warga mengenai sulitnya mendapatkan gas subsidi dengan harga wajar.
”Pangkalan yang terbukti berbuat curang akan segera
kehilangan izin usahanya,“ tegasnya.
Pernyataan tegas ini disampaikan Bupati melalui akun
media sosial resminya pada Kamis (12/02/2026).
Bupati Devi menyoroti praktik lancung oknum
pangkalan yang diduga sengaja menimbun stok atau mengalihkan distribusi ke
pengecer demi meraup keuntungan pribadi.
“Saya ingatkan sekali lagi kepada pangkalan gas
se-Muratara, berhenti simpan gas lalu bilang habis tapi ternyata dijual mahal.
Berhenti jual gas ke warung eceran yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat,”
tegas Devi dengan nada bicara lugas.
Menurutnya, secara logistik, harga gas Elpiji di
Musi Rawas Utara seharusnya stabil di kisaran Rp. 25.000 per tabung karena
biaya transportasi sudah ditanggung oleh Pertamina. Lonjakan harga di lapangan
dianggap murni akibat ulah oknum yang memutus rantai distribusi resmi.
Instruksi Operasi senyap di lapangan tak sekadar
gertakan, Bupati telah menginstruksikan jajaran Camat dan Kepala Desa untuk
melakukan pengawasan ketat dan patroli langsung ke titik-titik distribusi.
“Saya sudah perintahkan Camat patroli operasi. Kalau
kedapatan, saya cabut izin pangkalan. Kepala Desa juga wajib mengawasi. Jika
ada bukti kuat, tidak ada kompromi lagi,” tambahnya.
Ketegasan ini bukan pertama kalinya dilakukan.
Mediob2020 dan 2021, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara tercatat pernah
mencabut izin sejumlah pangkalan nakal bekerja sama dengan Pertamina dan
Disperindagkop. Langkah serupa kini siap diulang demi melindungi hak masyarakat
kecil.
Masih kata Bupati disisi lain juga ada kendala
teknis dari sisi suplai. Ia menyebut adanya pemotongan kuota sebanyak 560
tabung untuk wilayah Muratara tanpa koordinasi yang jelas.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi
Rawas Utara bergerak cepat dengan mengirimkan surat permohonan tambahan kuota
sebanyak 1.500 tabung untuk memastikan kebutuhan harian warga terpenuhi dan
stabilitas harga kembali terjaga.
Langkah preventif dan represif ini diharapkan mampu
memberikan efek jera bagi para spekulan, sekaligus menjamin distribusi energi
subsidi tepat sasaran di Bumi Beselang Serundingan.(**)
baca berita lainnya di google news
