![]() |
| Dugaan pembangunan proyek pengamanan sungai Rupit, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit dikerjakan asal - asalan yang menelan anggaran Rp. 12 Milyar terus menguak |
MURATARA MSM.COM - Dugaan Pembangunan proyek pengamanan sungai
Rupit, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas UUtara
dikerjakan asal-asalan yang menelan anggaran Rp. 12 milyar terus menguak.
Menariknya
terkait permasalahan tersebut dua dinas
yang terindikasi menjadi penanggung jawab pembangunan tersebut yakni PU dengan
BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara sudah saling lempar tanggung jawab.
Kedua
dinas tersebut diduga kuat mau melepas tanggung jawab akibat diduga kuat proyek
pembangunan pengamanan sungai rupit dikerjakan asal-salan.
Salah
seorang pegawai PU Kabupaten Musi Rawas Utara inisial Ka saat dihubungi melalui
selulernya mengatakan bahwa proyek pembangunan pengamanan sungai rupit
merupakan tanggung jawab BPBD Musi Rawas Utara.
"Itu
tanggung jawab BPBD Musi Rawas Utara, bukan PU," Ujarnya singkat,
Jumat (27/3/2026).
Terpisah
kepala BPBD Hasbi, mengatakan bahwa tanggung jawab proyek pembangunan
pengamanan sungai Rupit di desa Lawang Agung, Kacamatan Rupit, dengan anggaran
Rp. 12 milyar lebih merupakan tanggung jawab PU.
"Itu
tanggung jawab PU, bukan tanggung jawab BPBD," Ucapnya, Saat dihubungi
melalui selulernya, beberapa minggu lalu.
Untuk
lebih jelas masalah pengerjaan, dia menyarankan untuk menanyakan langsung ke
pu.
"Kalau
masalah pengerjaan, saya menyarankan untuk menanyakan langsung ke PU, "
Anjurnya.
Sebagaimana
diberitakan sebelumnya dugaan Kerusakan pembangunan pengamanan sungai
rupit menuai sorotan dari aktivis Musi Rawas Utara. Seperti diungkapkan seorang
aktivis Musi Rawas Utara, Hikmi Wahyudi, diunggah di laman grup FB Rupit Rawas Comunity, Sabtu
(28/3/2026).
Disana
Hikmi Wahyudi meminta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau turun ke Kabupaten Musi
Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai di Kelurahan Muara
Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.
"Kejaksaan
Negeri Lubuklinggau harus turun ke Musi Rawas Utara untuk mengecek langsung
pembangunan pengamanan sungai, "pintanya.
Karena
menurutnya pembangunan pengamanan sungai tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa
pertimbangan kontruksi yang kokoh.
"
Pembangunan diduga tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh terkesan asal
jadi,"ucapnya.
Masih
katanya proyek yang dikerjakan dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih yang
dibidangi oleh BPBD Musi Rawas Utara dan dikerjakan oleh CV DJA asal Palembang
sudah banyak yang hancur. (**)
baca berita lainnya di google news
