-->

IKLAN

IKLAN

Muratara Raih Penghargaan Nasional 2026: Terbaik Kedua Regional Sumatera Dalam Pengendalian Inflasi

mediasinarmuratara
27 April 2026, 09:21 WIB Last Updated 2026-04-27T02:21:14Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Bupati Muratara H Devi Suhartoni menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 pada Kategori Pengendali Inflasi


MURATARA MSM.COM – Pemkab Murtara kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional, dengan meraih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 pada Kategori Pengendali Inflasi.

 

Penilaian itu sendiri dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Muratara H Devi Suhartoni.

 

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kinerja Pemkab Muratara dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

 

Selain kategori pengendalian inflasi, apresiasi juga diberikan pada sejumlah indikator lain seperti penurunan tingkat pengangguran, pengurangan angka kemiskinan dan stunting, serta inovasi dalam pembiayaan daerah (creative financing).

 

Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat dalam mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah melalui pemberian insentif fiskal berbasis capaian. Penilaian dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 serta diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.

 

Bupati Muratara H Devi Suhartoni menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 pada Kategori Pengendali Inflasi

 

 

Bupati Muratara H Devi Suhartoni menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri dan BPS, atas penilaian yang telah diberikan. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Muratara berhasil meraih posisi terbaik kedua di regional Sumatera dalam kategori pengendalian inflasi tingkat kabupaten.

 

“Capaian ini bukanlah akhir, melainkan penegasan bahwa upaya pengendalian harga kebutuhan pokok sudah berada di jalur yang benar. Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah dan para pelaku usaha,” ujarnya

 

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap distribusi dan harga barang kebutuhan pokok. Menurutnya, tanpa kontrol yang ketat, potensi kenaikan harga secara tidak wajar bisa terjadi, terutama dengan berbagai alasan seperti distribusi dan biaya transportasi.

 

“Kita tidak ingin ada permainan harga. Pangkalan nakal harus ditindak, distribusi harus diawasi, dan operasi pasar harus terus dilakukan agar harga tetap stabil,” tulis Bupati di akun facebook pribadinya, Minggu (26/4/2026).

 

Lebih lanjut, Bupati mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan potensi lokal, seperti menanam sayur-mayur dan cabai, guna menjaga stabilitas pasokan serta memperkuat ekonomi rumah tangga.

 

Di sisi lain, Pemkab Muratara juga terus fokus pada penanganan isu sosial lainnya. Program penurunan pengangguran akan diperkuat melalui pelatihan kerja, sementara penanganan stunting dan kesehatan ibu hamil terus ditingkatkan.

 

Tercatat, angka kemiskinan pada tahun 2024 dan 2025 masing-masing berhasil ditekan sebesar 3 persen. Ke depan, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 15 persen menjadi 11 persen pada tahun 2028, berdasarkan metodologi pengukuran dari BPS.

 

Mengakhiri pernyataannya, Bupati Devi Suhartoni mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan membangun citra positif daerah.

 

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Muratara. Mari kita terus bergandengan tangan membangun daerah yang kita cintai ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

 

Jurnalis : A.Majid

baca berita lainnya di google news  

 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA